cover
Contact Name
Masruchin
Contact Email
aldzikra@radenintan.ac.id
Phone
+6281379788639
Journal Mail Official
aldzikra@radenintan.ac.id
Editorial Address
Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Al-Dzikra: Jurnal Studi Ilmu al-Quran dan al-Hadits
ISSN : 19780893     EISSN : 27147916     DOI : 10.24042
Core Subject : Religion, Education,
Al-Dzikra: Jurnal Studi Ilmu al-Quran dan al-Hadits [ISSN 2714-7916] is peer-reviewed journal dedicated to publish the scholarly study of Quran and Hadits from many different perspectives. Particular attention is paid to the works dealing with: Quranic and Hadits Studies, Quranic and Hadits sciences, Living Quran and Hadits, Quranic and Hadits Studies accros different areas in the world (The Middle East, The West, Archipelago and other areas), Methodology of Qur’an, Tafsir and Hadits Studies. Publishes twice in a year [June and December]. by Quranic and Tafsir studies Programme at Ushuluddin Faculty, UIN Raden Intan Lampung.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 13 No 1 (2019)" : 5 Documents clear
Pemuda Dalam Al-Qur'an Dan As-Sunnah: Pemuda Islam Yang Berkualitas Tidak Lepas Dari Pendidikan Orang Tua Yang Totalitas Wani, Misbahul
AL-DZIKRA: JURNAL STUDI ILMU AL-QUR'AN DAN AL-HADITS Vol 13 No 1 (2019)
Publisher : Faculty of Ushuluddin and Religious Study, Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/al-dzikra.v13i1.2077

Abstract

Pemuda adalah aset terpenting dalam sebuah Negara, bangsa, dan Agama. Karena pemuda bukan hanya sekedar harapan regenerasi, akan tetapi adalah bibit-bibit yang akan meneruskan sebuah peradaban hingga datangnya akhir zaman. Jika kita lihat pada kenyataan pemuda saat ini, pemuda Islam mulai kehilangan spirit berjuang, spirit belajar, padahal, sadar maupun tidak disadari (secara otomatis) pemudalah yang akan meneruskan sebuah perjuangan-perjuangan Islam kedepannya. Zaman yang dinamis bukan menjadi alasan untuk mundur, akan tetapi menjadi sebuah alasan untuk bangkit dan mendalami Al-Qur’an dan Sunnah dengan lebih tepat dan bijak lagi. Karena kita juga meyakini bahwa sunnah mengandung pancaran dan teladan dari baginda Agung  Nabi Muhammad saw yang sudah terjamin dan menjadi orang terpercaya dalam lingkungan masyarakatnya di mekkah. Secara garis besar, dalam artikel ini akan mencoba menjelaskan bagaimana pentingnya pendidikan orang tua terhadp terbentuknya pemuda. Dalam kesempatan ini penulis mengangkat kisah Luqman yang kerap memberikan wejangan pada anaknya. Selanjutnya kami menjelaskan bagaimana perhatian Nabi terhadap para kaum muda, serta dampak positif dan negatifnya. bagi pemuda. Dengan metode penelitian kualitatif dan pendektan fenomenologi, kami akan jelaskan sebagai berikut:
Kisah Qabil Dan Habil Dalam Al-Qur’an: Telaah Hermeneutis Kiptiyah, Siti Mariyatul
AL-DZIKRA: JURNAL STUDI ILMU AL-QUR'AN DAN AL-HADITS Vol 13 No 1 (2019)
Publisher : Faculty of Ushuluddin and Religious Study, Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/al-dzikra.v13i1.2970

Abstract

AbstrakTulisan ini membahas tentang bagaimana kisah Qabil dan Habil di dalam Al-Qur’an (S. Al-Ma’idah [5]: 27-31) dikaji secara hermeneutis. Dalam kisah ini Qabil diceritakan telah membunuh Habil, adiknya, sebab hanya persembahan Habil yang diterima oleh Tuhan, sementara persembahannya tidak diterima. Kajian ini dilakukan dengan tiga alasan. Pertama, penulis ingin mengangkat kembali kajian kisah dalam Al-Qur’an yang dianggap telah ‘final’, sehingga belakangan sepi peminat bila dibanding dengan kajian ayat-ayat sosial kemasyarakatan dan hukum. Kedua, penulis hendak merekonstruksi pemahaman terhadap kisah tersebut yang selama ini hanya dipahami sebagai kisah orang-orang terdahulu_dalam lingkup waktu dan tempat tertentu_dan untuk itulah cukup diyakini kebenarannya saja. Padahal, yang ditonjolkan kisah bukanlah semata-mata unsur benar atau tidaknya, melainkan pesan-pesan terdalamnya. Ketiga, alasan metodologis, di mana kajian tentang kisah terdahulu lebih banyak dilakukan dengan pendekatan historis, sehingga tidak lagi memperhatikan nilai-nilai universalnya, bahwa Al-Qur’an shalih li kulli zaman wa makan. Untuk itulah, penulis meminjam Hermeneutika Hans-Georg Gadamer sebagai pisau analisis dengan memfokuskan pada teori horizontverschmelzung (penggabungan horizon). Teori tersebut membantu dalam memahami kisah Qabil dan Habil dengan melibatkan horizon pembaca dan horizon teks. Dengan teori tersebut, makna kisah Qabil dan Habil bukan lagi tentang kisah pembunuhan pertama di dunia yang telah berlalu, melainkan dapat ditarik signifikansi maknanya yang universal-kontemporer, yaitu tentang konflik antar manusia dan solusinya.
Manahij Tafsir Tabi'in Mujahid Bin Jabar Dan Penafsirannya Zulfikar, Eko
AL-DZIKRA: JURNAL STUDI ILMU AL-QUR'AN DAN AL-HADITS Vol 13 No 1 (2019)
Publisher : Faculty of Ushuluddin and Religious Study, Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/al-dzikra.v13i1.3666

Abstract

AbstrakTulisan ini mencoba melakukan eksplorasi terhadap karya tafsir tabi’in, Muja>hid bin Jabar. Dalam mengindentifikasi keberadaan tafsir Mujahid, paling tidak terdapat dua sumber penafsiran yang digunakan pengarang dalam menafsirkan al-Qur’an; (1) sumber bi al-ma’tsur, yakni berdasarkan pada penjelasan al-Qur’an sendiri, berdasarkan hadis Nabi, pendapat sahabat, dan israiliyyat; (2) sumber bi al-ra’yi, yakni berdasarkan ijtihad sang mufassir. Sementara dalam menjelaskan al-Qur’an, metode yang diusung Mujahid adalah metode ijmali, yakni menafsirkan ayat al-Qur’an dengan bahasa yang ringkas, padat, dan tidak panjang lebar. Di samping itu, Mujahid juga menggunakan metode muqaran meskipun hanya relatif sedikit. Untuk corak penafsirannya, tafsir Mujahid tidak sampai pada corak disiplin ilmu tertentu, hanya sebatas kental dengan nuansa penafsiran dari gurunya – Ibn ‘Abbas, meskipun dalam beberapa penafsiran terdapat corak fiqhi dan kalami dengan kapasitas yang sangat sedikit. AbstractThis paper tries to explore the work of tafsir tabi’in, Mujahid bin Jabar. In identifying the existence of Mujahid, interpretation there are at least two sources of interpretation used by the author in interpreting the Qur’an; (1) the source of bi al-ma’tsur, that is based on the Qur’an’s own explanation, in addition to the prophetic traditions, opinions of prophet’s companion, and also israiliyyat (2) the source of bi al-ra’yi, based on the ijtihad of the interpreter. While in explaining the Qur’an, the method that Mujahid carried is the ijmali method, which is to interpret the verses of the Qur’an in a brief language, solid, and not lengthy, also using the muqaran method although only slightly. For his interpretive style, Mujahid’s interpretation does not extend to any particular discipline, only limited with the feel of interpretation of his teacher – Ibn ‘Abbas, although in some interpretations there is a fiqhi and kalami pattern with very little capacity.
Tafsir Kenabian Mirza Ghulam Ahmad Supardi, Supardi
AL-DZIKRA: JURNAL STUDI ILMU AL-QUR'AN DAN AL-HADITS Vol 13 No 1 (2019)
Publisher : Faculty of Ushuluddin and Religious Study, Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/al-dzikra.v13i1.3900

Abstract

ABSTRAK Artikel ini fokus pada kajian penafsiran tentang kenabian pendiri Ahmadiyah  yaitu  Mirza  Ghulam  Ahmad  Tujuan dari studi ini adalah untuk menganalisa proses penafsiran yang dilakukan oleh Mirza Ghulam Ahmad berikut pokok-pokok pemikirannya  yang dianggap keluar dari Islam mainstream. Untuk mencapai tujuan-tujuan ini, penulis menggunakan pendekatan kualitatif agar dapat menyajikan data secara lebih  detail  dan  mendalam.  Dari  studi  ini,  diperoleh  hasil  bahwa proses penafsiran Mirza Ghulam Ahmad dipengaruhi oleh faktor sosial-politik yang berkembang di masanya. Penafsirannya tentang konsep kenabian sangat berseberangan secara diametral terhadap teologi ortodok Keywords: Proses, Penafsiran, Konflik Sosial
Penafsiran Dalil Radikalisme Dan Terorisme Di Indonesia (Interpretasi Ma’na-Cum-Maghza Terhadap Kata Fitnah dalam Al-Qur'an Surat Al-Baqarah: 190-193) Habibi, M. Dani
AL-DZIKRA: JURNAL STUDI ILMU AL-QUR'AN DAN AL-HADITS Vol 13 No 1 (2019)
Publisher : Faculty of Ushuluddin and Religious Study, Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/al-dzikra.v13i1.3944

Abstract

AbstractThis article is about interpretation QS. Al-Baqarah: 190-193. The verse is the basis of terrorism in Indonesia. The development of terrorism in Indonesia continues to grow, especially the movement have a foundation you want to change Indonesia into an Islamic state ideology. Terrorism and radicalism can not be separated from the Qur’an as the basic foundation for jihad in Allah. Jihad not war and hostile to one another. We know that each of the Qur'an must have moral ideas and moral message that can be developed in the community. With Maghza Cum Ma'na approach in interpreting the Qur'an. Al-Baqarah: 190-193, the author wants to reveal the contextual meaning behind the verses that could be implemented by the general public.AbstrakArtikel ini berisi tentang Penafsiran QS. Al-Baqarah : 190-193. Ayat adalah tersebut menjadi dasar pelaku terorisme di Indonesia. Perkembangan terorisme di Indonesia terus berkembang terutama gerakan tersebut mempunyai dasar ingin menganti ideologi Indonesia menjadi negara Islam. Gerakan terorisme dan radikalisme tidak terlepas dari Alquran sebagai landasan dasar untuk jihad dijalan Allah. Jihad tidak perang dan saling bermusuhan satu sama lain.  Kita ketahui bersama bahwa setiap dalam Alquran pasti mempunyai ide moral dan pesan moral yang dapat dikembangkan di masyarakat. Dengan pendekatan Ma’na Cum Maghza dalam menafsirkan QS. Al-Baqarah : 190-193, penulis ingin mengungkap makna kontekstual dibalik ayat sehingga dapat diterapkan oleh masyarakat pada umumnya.Kata Kunci : Dalil Terorisme, Fitnah, Interpretasi, Ma’na Cum Maghza, QS. Al-Baqarah : 190-193

Page 1 of 1 | Total Record : 5