cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Jukung (Jurnal Teknik Lingkungan)
ISSN : 24610437     EISSN : 25409131     DOI : -
Jukung adalah jurnal yang berisikan hasil-hasil penelitian ilmiah meliputi bidang rekayasa dan teknologi lingkungan yang dikelola oleh Program Studi Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat. Jukung diterbitkan dua kali dalam setahun setiap bulan Maret dan September.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 1 (2015): September 2015" : 8 Documents clear
PEMANFAATAN LIMBAH LUMPUR IPAL PABRIK KARET SEBAGAI BAHAN BAKU COMPOSTING Fazarita Hayati; Andy Mizwar; Jumar Jumar
Jukung (Jurnal Teknik Lingkungan) Vol 1, No 1 (2015): September 2015
Publisher : Program Studi Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jukung.v1i1.1041

Abstract

Limbah lumpur sebagai produk dari pengolahan air limbah industri merupakan material yang kaya nutrisi dan dapat digunakan kembali sebagai pupuk atau kondisioner tanah. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki kelayakan composting limbah lumpur dengan penambahan kotoran sapi sebagai sumber nutrisi dan serbuk gergaji sebagai bulking agent. Desain penelitian terdiri dari limbah lumpur dicampur dengan kotoran sapi dan serbuk gergaji pada tiga level rasio yang berbeda, yaitu 10:2:1 (A), 10:1:1 (B), dan 10:1:2 (C). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa composting limbah lupur IPAL pabrik karet dengan penambahan kotoran sapi dan serbuk gergaji terbukti efektif menghasilkan kompos dengan karakteristik fisik-kimia yang memenuhi Permentan 2009 dan SNI 19-7030-2004. Komposisi optimum composting terjadi pada perlakuan A.
PENGARUH UKURAN BAHAN TERHADAP KOMPOS PADA PEMANFAATAN TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT Budi Nining Widarti; Rifky Fitriadi Kasran; Edhi Sarwono
Jukung (Jurnal Teknik Lingkungan) Vol 1, No 1 (2015): September 2015
Publisher : Program Studi Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jukung.v1i1.1034

Abstract

Tandan kosong kelapa sawit merupakan hasil sampingan dari pengolahan minyak  kelapa sawit. Sekam padi hasil samping dari  proses penggilingan beras yang akan menjadi limbah penggilingan. Tandan kosong kelapa sawit dan sekam padi merupakan limbah pemanfaatannya masih belum digunakan secara optimal. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh variasi ukuran tandan kosong terhadap nilai N, P, K, dan  C/N Rasio  kompos. Pada proses pengomposan ini, panambahan bahan dilakukan dengan variasi ukuran tandan kosong yaitu 5 dan 7,5 cm. Bahan penelitian berupa tandan kosong kelapa sawit, sekam padi dan kotoran sapi. Penelitian dilakukan selama 40 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan unsur hara kompos, untuk kadar N sebesar 0,74% pada A1. Kadar P sebesar 0,17% pada B1. Kadar K sebesar 0,18% pada A2. Kadar C/N Rasio sebesar 17-20 pada semua komposter. Variasi ukuran TKKS sebesar 5 dan 7,5 cm pada pengomposan ini tidak berpengaruh terhadap kandungan unsur hara kompos, karena TKKS yang tidak mudah didegradasi oleh mikroorganisme.Kata kunci : Kompos, tandan kosong kelapa sawit, sekam padi.
KAJIAN FAKTOR PENENTU KEBERHASILAN PELAKSANAAN BANK SAMPAH DENGAN METODE AHP (ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS) & SWOT (STRENGTH, WEAKNESS, OPPORTUNITY, THREAT) DI KOTA BANJARBARU Rr. Menna Ayu Aldilla; Chairul Abdi; M. Firmansyah
Jukung (Jurnal Teknik Lingkungan) Vol 1, No 1 (2015): September 2015
Publisher : Program Studi Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jukung.v1i1.1042

Abstract

Bank sampah merupakan solusi bagi masyarakat dalam mengurangi dampak dari timbulan sampah dan menciptakan lingkungan yang bebas dari sampah. Terdapat beberapa faktor pendukung yang dapat menentukan keberhasilan pelaksanaan bank sampah. Faktor yang mempengaruhi ialah pemahaman pengelolaan sampah, teknis manajemen bank sampah, faktor ekonomi bagi nasabah, keberadaan bangunan bank sampah, tokoh masyarakat dan peran pemerintah daerah dan kompetisi (prestise). Sebagai bentuk pemecahan masalah, digunakan metode AHP (Analytical Hierarchy Process). Penggunaan metode SWOT (Strength, Weakness, Opportunity and Threat) menjadi acuan dalam menentukan kinerja bank sampah dari kombinasi faktor internal (strength and weakness) dan faktor eksternal (opportunity and threat).Wawancara interaktif dan kuisioner dilakukan untuk mendapatkan perbandingan berpasangan dari pihak stakeholder, nasabah bank sampah dan masyarakat umum. Sebagai studi kasus, tiga bank sampah yang memiliki predikat terbaik berdasarkan penilaian BLH (Badan Lingkungan Hidup) di kota Banjarbaru dipilih menjadi objek penelitian. Penelitian ini melibatkan pihak stakeholder dari pengurus bank sampah sebanyak 3 responden dan nasabah bank sampah sebanyak 11 responden. Berdasarkan hasil analisis, faktor ekonomi merupakan faktor prioritas dalam tingkat keberhasilan pelaksanaan bank sampah.Kata kunci : Analytical Hierarchy Process, Bank Sampah, SWOT
ANALISIS DERAJAT KEASAMAN DAN OKSIGEN TERLARUT PADA AIR ASAM TAMBANG: STUDI KASUS VOID M4E-WEST DI PT JORONG BARUTAMA GRESTON Eva Rizka Octiana; Mahmud Mahmud; Rd. Indah Nirtha
Jukung (Jurnal Teknik Lingkungan) Vol 1, No 1 (2015): September 2015
Publisher : Program Studi Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jukung.v1i1.1035

Abstract

Air asam tambang merupakan air yang sifatnya asam dan akan menggenangi suatu lubang bekas tambang apabila telah selesai dieksplorasi. Pengolahan aktif air asam tambang pada void M4E-West dengan menggunakan kapur tohor membuat pH air naik menjadi netral-basa. Pada perairan tergenang terdapat stratifikasi vertikal kualitas airnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh kedalaman terhadap perubahan nilai parameter pH dan DO air void dan menganalisis pengaruh lingkungan terhadap nilai pH air void M4E-West. Metode penelitian ini yaitu menguji parameter pH, DO, dan suhu secara insitu dan mengambil sampel air uji kandungan Fe dan Mn di laboratorium. Hasil penelitiannya itu terdapat penurunan pH terhadap waktu, nilai pH yang hampir sama di seluruh ke dalaman dan nilai DO dipengaruhi oleh kedalaman dimana semakin menuju ke dasar nilainya semakin rendah. Kondisi pH tanah di sekitar void berpengaruh terhadap nilai pH air void M4E-West.
PEMANFAATAN LIMBAH KULIT PISANG KEPOK (Musa acuminate L.) SEBAGAI KARBON AKTIF UNTUK PENGOLAHAN AIR SUMUR KOTA BANJARBARU :Fe DAN Mn Chairul Abdi; Riza Miftahul Khair; M. Wahyuddin Saputra
Jukung (Jurnal Teknik Lingkungan) Vol 1, No 1 (2015): September 2015
Publisher : Program Studi Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jukung.v1i1.1045

Abstract

Air sumur Banjarbaru yang dipakai masyarakat masih mengandung logam berat yang apabila melebihi baku mutu dapat berbahaya bagi kesehatan.Tingginya Fe dan Mn yang didapatkan dari hasil pengujian awal yaitu 59,875 mg/l dan 11,200 mg/l. Ada beberapa cara untuk menurunkan kadar logam berat dalam air antara lain yaitu dengan penyaringan ataupun dengan proses adsorbsi menggunakan karbon aktif. Kulit pisang dapat dijadikan sebagai bahan karbon aktif karena mengandung asam galacturonic yang menyebabkan kulit pisang kuat untuk mengikat ion logam.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik karbon aktif limbah kulit pisang Kepok, pengaruh aktivasi dan tanpa aktivasi karbon aktif dalam mengolah air sumur dan pengaruh variasi dosis karbon aktif dalam mengolah air sumur. Berdasarkan hasil penelitian, karbon aktif limbah kulit pisang Kepok mempunyai karakteristik kadar abu, daya serap terhadap Iodium, luas permukaan dan pH dengan nilai yang tinggi didasarkan pada SNI, hanya kadar air yang masuk SNI. Aktivasi kimia mempengaruhi dalam karakterisasi karbon aktif.Pada karbon aktif dengan aktivasi luas permukaannya lebih besar dibandingkan karbon aktif tanpa aktivasi.Kandungan Fe dan Mn setelah perlakuan untuk karbon aktif dengan aktivasi lebih rendah dibandingkan karbon aktif tanpa aktivasi.Pemberian variasi dosis karbon aktif mempengaruhi kandungan Fe dan Mn pada air sumur Banjarbaru.Kata kunci: Air sumur, kulit pisang kepok, karbon aktif.
PENGARUH pH AIR GAMBUT TERHADAP FOULING MEMBRAN ULTRAFILTRASI Herwati Nani; Mahmud Mahmud; Chairul Abdi
Jukung (Jurnal Teknik Lingkungan) Vol 1, No 1 (2015): September 2015
Publisher : Program Studi Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jukung.v1i1.1038

Abstract

Penggunaan membran ultrafiltrasi (UF) sebagai sistem pemisahan memiliki kekurangan yaitu terjadinya fouling pada membran akibat adanya bahan-bahan utama dalam air gambut, yaitu kontaminan biologis dan senyawa makromolekul. Salah satu penyebab fouling terbesar adalah  pH air gambut yang rendah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan pengaruh harga pH terhadap kinerja membran ultrafiltrasi dan pengaruhnya terhadap fouling membran ultrafiltrasi. Penentuan pengaruh pH terhadap fouling membran dilakukan dengan pengukuran fluks masing-masing pH, serta pengujian UV254 yang merupakan pengukuran terhadap kandungan Bahan Organik Alami (BOA), dan menguji perbandingan nilai ukuran molekul air gambut dengan nilai berat molekul air gambut yang dinyatakan dengan rasio E4/E6. Telah dilakukan penelitian tentang pengaruh pH air gambut terhadap fouling membran ultrafiltrasi. Total fluks terendah dihasilkan pada pH 4, sedangkan yang tertinggi pada pH 6. Persen penyisihan BOA paling besar adalah pada pH 3 dan terendah pada pH 7.Rasio E4/E6 tertinggi berada pada pH 7 yang mengindikasikan bahwa permeat yang dihasilkan hanya di dominasi oleh BOA dengan ukuran molekul kecil. Pada pH yang semakin rendah, rasio E4/E6 semakin menurun yang mengindikasikan bahwa pada pH rendah masih banyak terdapat molekul dengan ukuran besar.
PENGOLAHAN AIR ASAM TAMBANG MENGGUNAKAN SISTEM LAHAN BASAH BUATAN: PENYISIHAN MANGAN (Mn) Nopi Stiyati Prihatini; M. Sadiqul Iman
Jukung (Jurnal Teknik Lingkungan) Vol 1, No 1 (2015): September 2015
Publisher : Program Studi Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jukung.v1i1.1040

Abstract

Upaya pengolahan yang telah diaplikasikan untuk mengurangi dampak limbah cair pertambangan telah banyak dilakukan. Metode yang umum digunakan (metode konvensional) adalah dengan menambahkan bahan kimia tertentu (seperti tawas, Poly Aluminium Chloride/PAC, dan Nalcolyte). Pengolahan yang lebih ramah lingkungan yaitu dengan sistem lahan basah buatan (Constructed Wetland). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besar penurunan Mn air asam tambang limbah cair batubara menggunakan tanaman Purun tikus (Eleocharis dulcis) dengan sistem Lahan Basah Buatan Aliran Vertikal Bawah Permukaan (Vertical Subsurface-Constructed Wetland) serta ingin diketahui waktu tinggal optimal yang dibutuhkan pada sistem pengolahan tersebut. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan reaktor lahan basah buatan berbahan kayu yang dilapisi plastik dengan dimensi 65 x 35 x 35 cm dengan sistem batch. Tanaman yang digunakan pada penelitian ini adalah Purun tikus (Eleocharis dulcis) yang merupakan jenis tumbuhan liar yang dapat tumbuh dan beradaptasi dengan baik pada lahan rawa pasang surut sulfat masam.Hasil penelitian menunjukkan efisiensi penurunan konsentrasi Mn terjadi pada hari ke-5 dengan persentasi sebesar 79,88%.Kata kunci: Air asam tambang, sistem lahan basah buatan, penyisihan mangan (Mn)
EVALUASI KEBERADAAN SISA KLOR BEBAS DI JARINGAN DISTRIBUSI IPA SUNGAI LULUT PDAM BANDARMASIH Elma Sofia; Rony Riduan; Chairul Abdi
Jukung (Jurnal Teknik Lingkungan) Vol 1, No 1 (2015): September 2015
Publisher : Program Studi Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (538.04 KB) | DOI: 10.20527/jukung.v1i1.1043

Abstract

ABSTRAK Disinfektan yang sering sekali digunakan adalah senyawa klor.Dari khlorinasi air mengakibatkan adanya residu dari klor.Residu klor terdapat dalam 2 bentuk yaitu residu klor terikat, dan residu klor bebas. Menurut Permenkes No.492/Menkes/PER/IV/2010 tentang persyaratan kualitas air minum, keberadaan senyawa klor bebas dalam distribusi jaringan  yang diperbolehkan adalah 0,2 – 0,5 mg/l. Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan pengaruh konsentrasi injeksi klor terhadap sisa klor bebas di pelanggan dan pengaruh jarak distribusi pada sistem jaringan distribusi IPA Sungai Lulut PDAM Bandarmasih. Penelitian menggunakan  software EPANET 2.0 untuk mengetahui kondisi Eksisting serta simulasi  jaringan distribusi air PDAM Bandarmasih. Pada simulasi jika menggunakan injeksi konsentrasi klor di awal distribusi air sebesar 0,8 mg/l maka akan dihasilkan sisa klor yang memenuhi batas sisa klor yang diijinkan yaiu 0,2-0,5 mg/l namun itu hanya terjadi pada pelanggan yang dekat dengan reservoir. Untuk pelanggan yang jarak distribusi air cukup jauh dari reservoir sisa klor akan habis pada sistem jaringan sehingga sisa klor yang dihasilkan pada pelanggan yang jauh dari reservoir kurang dari 0,2 mg/l. Hal ini dapat berdampak negatif karena apabila sisa klor kurang dari 0,2 mg/l pada pelanggan maka bakteri patogen yang berada di dalam air masih tersisa. Sehingga dapat disimpulkan, sisa konsentrasi klor di jaringan distribusi bergantung pada injeksi konsentrasi klor di awal distribusi dan jarak distribusi air dari reservoir ke pelanggan.Semakin besar injeksi konsentrasi klor maka semakin besar pula sisa klor yang dihasilkan di air yang diterima oleh pelanggan.Semakin jauh jarak distribusi air dari reservoir ke pelanggan maka semakin kecil sisa klor yang sampai ke pelanggan.Kata kunci : konsentrasi injeksi klor, sisa klor bebas, jarak distribusi air

Page 1 of 1 | Total Record : 8