cover
Contact Name
Aulia Qisthi
Contact Email
auliaqisthi@ui.ac.id
Phone
+6285860672438
Journal Mail Official
syntaxliterateofficial@gmail.com
Editorial Address
Greenland Sedang Residence E6 Sumber Cirebon, West Java, Indonesia
Location
Kota cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia
ISSN : 25410849     EISSN : 25410849     DOI : -
Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia is a peer-reviewed scientific journal that publishes original research and critical studies in various fields of science, including education, social sciences, humanities, economics, and engineering. The journal aims to provide a platform for researchers, academics, and practitioners to disseminate their findings and insights for the advancement of knowledge and practice in Indonesia and beyond.
Articles 6,146 Documents
Search results for , issue "Jurnal Ilmiah Indonesia" : 6,146 Documents clear
Analisis Implementasi Kebijakan Kartu Identitas Anak (Sebuah Model Implementasi Program Pengembangan Fungsi Kartu Identitas Anak di Kota Sibolga) Rosidi, Ismar; Warjio, Warjio; Susanti, Susanti
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v10i1.56161

Abstract

Sejak diimplementasikan tahun 2017, kepemilikan Kartu Identitas Anak (KIA) di Kota Sibolga masih sebesar 65,93% jauh di bawah kepemilikan akta kelahiran yang telah mencapai 99,72% di tahun 2023. Mitra kerja sama dalam pemanfaatan fungsi KIA, juga masih minim tercatat baru 5 mitra dan implementasinya pun belum optimal. Penelitian ini berusaha mendeskripsikan dan menganalisis dimensi-dimensi yang mempengaruhi implementasi kebijakan KIA serta mengkonstruksi model implementasi program pengembangan fungsi KIA yang ideal agar pemanfaatannya optimal. Teori Grindle (1980) terkait variabel Isi Kebijakan (content of policy), Konteks Implementasi (context of implementation) dan dimensi-dimensi yang mempengaruhinya digunakan untuk menganalisis permasalahan penelitian. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, dengan pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kebijakan KIA belum berdampak luas, karena dimensi jenis manfaat dari kebijakan KIA belum banyak dirasakan oleh masyarakat. Belum terlihat perubahan yang terjadi terhadap peningkatan pelayanan publik dan pemenuhan hak-hak anak. Demikian juga respon masyarakat dan para penyelenggara pelayanan publik terhadap kebijakan KIA masih lemah. Untuk mengoptimalkan pemanfaatan fungsi KIA, direkomendasikan Model RING (Resources, Innovation, Network Interaction, and Goals) Implementasi Program Pengembangan Fungsi KIA di Kota Sibolga. Disarankan kepada implementor agar memperluas kemitraan KIA dan menyusun peraturan kepala daerah yang mengatur tentang pemanfaatan KIA di Kota Sibolga.
Referat Age-Related Macular Degeneration Patricia Kwan, Devi; Sah Rahmadhani, Siti Fatimah
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v10i1.56199

Abstract

Age-Related Macular Degeneration (AMD) adalah kondisi degeneratif progresif yang terutama memengaruhi makula, area sentral retina, dan umumnya terjadi pada individu lanjut usia. AMD menjadi penyebab utama hilangnya penglihatan sentral yang tidak dapat dipulihkan, akibat perubahan degeneratif pada fotoreseptor, epitel pigmen retina, membran Bruch, atau kompleks koroid. AMD dibagi menjadi dua tipe utama, yaitu AMD non-eksudatif (kering) dan AMD eksudatif (basah). AMD kering merupakan bentuk paling umum, dengan sebagian besar kasus terdiagnosis termasuk dalam kategori ini. Namun, AMD basah, meskipun lebih jarang, bertanggung jawab atas mayoritas kasus kehilangan penglihatan berat karena perkembangan neovaskularisasi yang cepat, sering terjadi dalam hitungan minggu hingga bulan. Neovaskularisasi di AMD basah menyebabkan pertumbuhan pembuluh darah abnormal yang dapat menyebabkan kebocoran dan jaringan parut di area makula, sehingga mempercepat kehilangan penglihatan. Di sisi lain, atrofi geografis, yang merupakan tahap lanjut dari AMD kering, dapat memicu penurunan penglihatan yang signifikan karena hilangnya jaringan retina secara bertahap dan pengurangan fungsi fotoreseptor. Saat ini, perkembangan terapi AMD lebih terfokus pada penanganan neovaskularisasi AMD basah, meskipun AMD kering juga terus menjadi tantangan klinis yang signifikan karena ketiadaan terapi definitif untuk mencegah perkembangan atrofi geografis. Penelitian lebih lanjut sangat diperlukan untuk memahami mekanisme AMD dan mengembangkan pengobatan yang lebih efektif untuk mencegah dan mengurangi dampak gangguan penglihatan sentral pada pasien
Analisis Struktural Fungsional Masyarakat Jakarta Melalui Tradisi Marhori Hori Dinding dan Patua Hata Marhusip yang Dihidupkan oleh Masyarakat Batak di Jakarta Sinaga, Jawali
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v10i1.56201

Abstract

Seiring perkembangan zaman, budaya dan kompleksitas masyarakat Jakarta mengalami perubahan yang signifikan. Hal ini menimbulkan anggapan bahwa teori struktural fungsional tidak lagi relevan untuk menganalisis masyarakat urban seperti Jakarta, karena dinilai lebih cocok untuk masyarakat terisolasi. Namun, dalam kompleksitas perkotaan Jakarta, tradisi tertentu tetap bertahan, seperti marhori hori dinding dan patua hata marhusip dari suku Batak. Tradisi ini mencakup pembicaraan mahar sebelum pernikahan yang dilakukan melalui mekanisme adat dengan sejumlah penyesuaian terhadap konteks perkotaan. Penelitian ini bertujuan menganalisis eksistensi tradisi tersebut dalam masyarakat urban Jakarta dan menilai relevansi teori struktural fungsional untuk memahami mekanisme negosiasi dan re-kreasi budaya tradisional di lingkungan perkotaan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan etnografi, melibatkan wawancara mendalam dengan tokoh adat Batak di Jakarta, observasi partisipatif pada pelaksanaan tradisi, dan analisis dokumen terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi marhori hori dinding dan patua hata marhusip menjadi simbol penting dalam mempertahankan identitas etnik Batak di Jakarta. Meskipun berada di tengah modernitas, tradisi ini tetap bertahan melalui proses adaptasi yang memungkinkan masyarakat Batak menyesuaikan praktik budaya mereka tanpa menghilangkan esensi tradisionalnya. Teori struktural fungsional masih relevan untuk menganalisis fenomena ini, karena mampu menjelaskan bagaimana tradisi terisolasi dapat bertahan dan berkembang melalui adaptasi dengan dinamika perkotaan. Implikasi penelitian ini menegaskan pentingnya pelestarian tradisi sebagai bentuk penjagaan identitas etnis dan kontribusi terhadap keragaman budaya dalam masyarakat urban yang semakin kompleks.
Social Media Marketing Impact in Nutriara Obesity Clinic Mediated by Brand Image, Perceived Image of Doctor and Online Trust Sundari, Dwi; Achmadi, Hendra
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v10i1.56216

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemasaran media sosial terhadap niat kunjungan pasien di Nutriara Obesity Clinic, yang dimediasi oleh citra merek, citra dokter, dan kepercayaan online. Latar belakang penelitian ini adalah pentingnya media sosial sebagai alat strategis dalam pemasaran layanan kesehatan, terutama dalam meningkatkan jumlah kunjungan pasien. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan kuesioner sebagai instrumen pengumpulan data. Hasil analisis menunjukkan bahwa pemasaran media sosial memiliki pengaruh positif signifikan terhadap niat kunjungan pasien, dengan citra merek, citra dokter, dan kepercayaan online sebagai mediator yang juga berkontribusi signifikan. Implikasi penelitian ini menyoroti perlunya strategi pemasaran berbasis media sosial yang lebih inovatif untuk meningkatkan minat masyarakat terhadap layanan klinik.
Lidocaine 2% and Xylocaine Spray as A Combination in Successful Awake Intubation in Difficult Airway: How to Do it? Murti, Dede Taruna Kreisnna; Senapathi, Tjokorda Gde Agung; Pradhana, Adinda Putra; Labobar, Otniel Adrians
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v10i1.56380

Abstract

Awake intubation is a technique used to insert an endotracheal tube while maintaining the patient's consciousness. It is particularly beneficial for patients with difficult airway anatomy, as it allows better visualization using a fiber optic bronchoscope, reduces discomfort with local anesthesia, and ensures the preservation of spontaneous breathing. This approach is critical in high-risk procedures such as total thyroidectomy. This case report aims to describe the application of awake intubation in a high-risk patient undergoing total thyroidectomy due to a thyroid mass causing tracheal narrowing. A 47-year-old female with airway management difficulties (LEMON 3/10, MOANS 0/5) was scheduled for a 3–4-hour total thyroidectomy. Preoperative preparation included fasting, informed consent, and ensuring complete anesthesia equipment. Airway preparation involved Xylocaine spray and Lidocaine nebulization, followed by premedication with Dexamethasone, Diphenhydramine, and Midazolam. Induction was achieved using Propofol, and intubation was performed with an endotracheal tube guided by a fiber optic bronchoscope. Maintenance of anesthesia utilized Oxygen, Sevoflurane, and Atracurium. The results show the patient tolerated the awake intubation procedure well, with no episodes of desaturation or significant bleeding during surgery. Postoperative management included analgesia with Fentanyl and Ketamine, as well as respiratory therapy intervention (RTI) during recovery. Awake intubation, combined with effective airway preparation and anesthesia protocols, provides a safe and reliable approach for managing patients with difficult airways, particularly in high-risk procedures like total thyroidectomy. The technique ensured patient comfort, maintained oxygenation, and minimized perioperative complications.
Manajemen Anestesi pada Bayi dengan Duktus Arteriosus Patent yang Menjalani Laparoskopi Duodenostomi: Laporan Kasus Kurniyanta, I Putu; Aryabiantara, I Wayan; Fikrawan, Putu Filla Jaya
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v10i1.56381

Abstract

Manajemen anestesi pada bayi dengan kelainan kongenital seperti patent ductus arteriosus (PDA) dan atresia duodenum memerlukan perhatian khusus, terutama pada prosedur bedah laparoskopi yang menambah kompleksitas akibat efek hemodinamik insuflasi karbon dioksida. Laporan kasus ini bertujuan mengulas pengelolaan anestesi pada seorang bayi perempuan berusia 5 hari dengan PDA dan atresia duodenum yang menjalani duodenostomi laparoskopik. Pasien menunjukkan distensi abdomen sejak lahir dan diagnosis prenatal PDA dengan shunt kiri-kanan. Anestesi dilakukan dengan menggunakan Sevofluran untuk induksi, Fentanil dan Ketamin untuk analgesi, serta Atrakurium untuk intubasi. Analgesi pascaoperasi dilakukan dengan anestesi caudal menggunakan Bupivakain 0,25%. Hemodinamik pasien terjaga stabil sepanjang prosedur, dengan saturasi oksigen 98-100% dan denyut jantung 124-137 bpm. Prosedur bedah berhasil tanpa komplikasi, dan tidak ada kebocoran pada anastomosis. Pasien dipindahkan ke ruang perawatan intensif untuk pemantauan lebih lanjut. Kesimpulannya, manajemen anestesi yang hati-hati dan individual sangat penting pada bayi dengan PDA yang menjalani pembedahan laparoskopik, dengan pendekatan anestetik multimodal yang mengoptimalkan stabilitas hemodinamik dan kontrol nyeri.
Analisis dan Pengembangan Sistem Kompetensi dan Pelatihan Aspek Health, Safety, Environment (HSE) bagi Pekerja di Industri Pencairan Gas Alam Lukito, Edi; Dewi, Ratna Sari
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v10i1.56398

Abstract

Industri pencairan gas alam merupakan suatu industri dengan aktivitas yang kompleks dan memiliki risiko tinggi berkaitan dengan aspek Health, Safety, Environment (HSE). Risiko tersebut diantaranya adalah kebakaran, ledakan, tumpahan/bocoran, fatality, cacat, luka/cedera, kecelakaan kerja, penyakit akibat kerja, dan pencemaran lingkungan. Salah satu penyebab utama terjadinya kecelakaan besar di industri minyak dan gas adalah kompetensi HSE pekerja yang kurang memadai. Kurangnya kompetensi HSE dapat disebabkan oleh tidak tersedianya sistem yang mengatur pengelolaan dan pengembangan kompetensi dan pelatihan HSE. Penelitian ini bertujuan untuk merancang framework pengembangan sistem kompetensi dan pelatihan aspek HSE bagi pekerja, khususnya di industri pencairan gas alam. Pengumpulan data menggunakan metode wawancara mendalam terhadap sejumlah responden yang memiliki kompetensi yang memadai terkait kompetensi dan pelatihan HSE. Untuk menjamin kredibilitas data, dilakukan interpretasi terhadap hasil wawancara menggunakan metode triangulasi. Studi referensi juga dilakukan dari sumber-sumber tertulis seperti peraturan perundang-undangan, standar, publikasi ilmiah, serta dokumen dan laporan perusahaan. Pada penelitian ini, framework pengembangan sistem kompetensi HSE berhasil dirancang, mencakup (1) identifikasi 22 daftar kompetensi HSE; (2) perumusan level kompetensi HSE (knowledgeable, practitioner, advanced, dan expert); (3) penyusunan 22 kamus kompetensi HSE; dan (4) penyusunan matriks kompetensi HSE untuk 12 divisi/departemen dengan 26 seksi/bagian di dalamnya yang mencakup 280 posisi jabatan yang berbeda. Selanjutnya, pengembangan sistem pelatihan HSE mencakup identifikasi 225 daftar pelatihan HSE dan penyusunan matriks pelatihan HSE untuk 12 divisi/departemen dengan 26 seksi/bagian di dalamnya. Verifikasi dan validasi oleh expert dilakukan untuk memastikan bahwa rancangan sistem kompetensi dan pelatihan HSE telah sesuai dengan persyaratan peraturan perundang-undangan maupun standar dan mampu memenuhi kebutuhan dan harapan perusahaan.
Pengaruh Religiusitas, Pemahaman Peraturan Perpajakan, dan Sanksi Perpajakan Terhadap Kepatuhan Wajib Pajak di KPP Pratama Kuningan Khairi, Elvan Nazmi; Lestari, Tri Utami
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v10i1.56407

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh religiusitas, pemahaman peraturan perpajakan, dan sanksi perpajakan terhadap kepatuhan wajib pajak di KPP Pratama Kuningan. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan pengumpulan data melalui kuesioner yang diisi oleh 100 responden wajib pajak terdaftar di KPP Pratama Kuningan. Analisis data dilakukan dengan menggunakan regresi linier berganda untuk menguji pengaruh variabel independen terhadap kepatuhan wajib pajak sebagai variabel dependen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa religiusitas berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak, yang mengindikasikan bahwa tingkat religiusitas yang lebih tinggi mendorong perilaku kepatuhan wajib pajak. Pemahaman peraturan perpajakan juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak, menunjukkan bahwa semakin baik pemahaman wajib pajak terhadap regulasi perpajakan, semakin tinggi tingkat kepatuhannya. Sebaliknya, sanksi perpajakan tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak, yang mengindikasikan bahwa ancaman hukuman atau penalti tidak cukup kuat untuk meningkatkan kepatuhan. Penelitian ini menyarankan agar pemerintah dan otoritas perpajakan memperkuat edukasi dan sosialisasi terkait regulasi perpajakan serta meningkatkan pendekatan berbasis nilai dan moralitas untuk mendorong kepatuhan. Temuan ini memberikan wawasan penting bagi perumusan kebijakan yang lebih efektif dalam meningkatkan kepatuhan wajib pajak.
Enhancing Social Participation in Rural Communities: Analyzing International Experiences and Practical Strategies for Afghanistan Yar, Fayaz Gul Mazloum; Noori,  Ahmad Sabir; Zazai, Janat Gul
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v10i1.56450

Abstract

Social participation is a cornerstone of sustainable rural development, particularly in fragile states like Afghanistan. This study investigates the challenges and opportunities of fostering social participation in rural Afghan communities by analyzing successful international models and proposing practical strategies tailored to the local context. Drawing from global experiences in countries such as India, Bangladesh, and South Korea, the research highlights key factors such as policy frameworks, decentralized governance, inclusion of marginalized groups, and capacity building. The study employs a qualitative methodology, integrating secondary data analysis and expert consultations to identify actionable recommendations. Findings reveal that while Afghanistan’s traditional governance structures, like shuras and jirgas, provide a foundation for participation, significant barriers such as gender inequality, limited decentralization, and inadequate resources persist. The proposed strategies emphasize integrating traditional and modern participatory approaches, leveraging digital tools, and enhancing collaboration between government institutions and NGOs. This research contributes to the broader discourse on participatory rural development, offering insights into building resilient, inclusive communities in fragile contexts.
Optimalisasi Implementasi Kebijakan Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi Pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dalam Upaya Meningkatkan Nilai Realisasi Investasi di Kabupaten Sumba Barat Provinsi Nusa Tenggara Timur Nggilik, Herybertus Ndama; Kase,  Petrus; Susanto, Agus
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v10i1.56540

Abstract

Berdasarkan data perkembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia sejak tahun 2010 daridepkop.go.id, UMKM mengalami perkembangan yang baik dari tahun ke tahun. Kondisi yang sama terjadi di Kabupaten Sumba Barat, pertumbuhan UMKM juga meningkat. Data diperoleh pada tahun 2022, jumlah UMKM di enam kecamatan di Kabupaten Sumba Barat sebanyak 1.671 wirausaha. Dibalik kelebihan yang dimiliki UMKM, masih banyak permasalahan yang melingkupinya, diantaranya adalah kesulitan yang dialami oleh usaha mikro dan kecil. Masalah utama UMKM yang secara tidak langsung akan menghambat pertumbuhan ekonomi adalah permodalan. Untuk mengatasi masalah tersebut, salah satu solusi permodalan adalah dengan mendapatkan pinjaman modal bank melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR). Penyaluran ini belum dilakukan secara optimal karena jumlah UMKM yang berstatus badan usaha, baik berbadan hukum maupun tidak berbadan hukum, sangat rendah kurang dari dua persen dari total usaha kecil dan menengah. Hubungan ketiga pihak tersebut belum berjalan optimal, sehingga banyak dana KUR yang telah dikucurkan oleh pemerintah pusat, namun belum terserap secara maksimal oleh perbankan dan dinikmati oleh para pengusaha. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis optimalisasi regulasi dan skema KUR bagi peran UMKM dan menyusun strategi Implementasi Kebijakan KUR bagi peran UMKM di Kabupaten Sumba Barat. Metodologi penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dan menggunakan pendekatan deskriptif. Hasil penelitian di enam kecamatan di Kabupaten Sumba Barat, menunjukkan bahwa UMKM telah memberikan manfaat bagi UMKM, mendapatkan tambahan modal untuk mengembangkan usahanya dan masyarakat mendapat dorongan untuk lebih kreatif. Namun penyaluran KUR masih terfokus pada sektor perdagangan daripada sektor produktif sehingga banyak badan usaha sektor produktif yang menggunakan modal sendiri. Program KUR juga cukup siap dilaksanakan meskipun masih ada beberapa aspek yang belum layak, seperti komunikasi yang kurang efektif antara pemerintah, perbankan dan UMKM. Agar kebijakan dan skema KUR dapat berjalan secara optimal, diperlukan penyusunan strategi implementasi kebijakan KUR bagi pelaku UMKM menggunakan analisis SWOT (Strenghts, Weaknesses, Opportunities, dan Threats). Dengan menerapkan analisis SWOT, pelaku usaha dapat lebih memetakan secara strategis rancangan ke depan suatu jenis usaha baik dengan meningkatkan nilai lebih yang dimiliki atau mereduksi kemungkinan ancaman yang dapat terjadi selama perjalanan bisnis dilakukan. Selain itu, pelaku UMKM dapat melihat hasil berupa arahan atau rekomendasi untuk meningkatkan atau mengantisipasi arah jenis usaha agar menjadi lebih efektif dan efisien baik dari segi operasional maupun pengembangan bisnis.

Filter by Year

2016 2026