cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
,
INDONESIA
Indonesian Journal of Islamic Early Childhood Education
ISSN : 25412418     EISSN : 25412434     DOI : -
Core Subject : Education,
Indonesian Journal of Islamic Early Childhood Education (IJIECE), Print ISSN: 2541-2434; Online ISSN: 2541-2418 is an international journal published twice a year in June and December by Association of Indonesian Islamic Kindergarten Teachers Education Study Program (Perkumpulan Program Studi Pendidikan Guru Raudlatul Athfal Indonesia). Correspondence concerning the journal should be addressed to the Chief Editor. Indonesian Journal of Islamic Early Childhood Education welcomes authoritative, original, ably illustrated, and well-written manuscripts on any topic and scope of Islamic Early Childhood Education that relevant and related to Indonesian cases as well as others areas in the world. The Journal publishes Articles, Opinion Papers, Comments/Responses and Corrections.
Arjuna Subject : -
Articles 14 Documents
Search results for , issue " Vol 1 No 1 (2016)" : 14 Documents clear
The Doctrin to Educate Children without Violence in Islam Muafiah, Evi
Indonesian Journal of Islamic Early Childhood Education Vol 1 No 1 (2016)
Publisher : Association of Indonesian Islamic Kindergarten Teachers Education Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (311.559 KB)

Abstract

Islam was revealed to the Prophet Muhammad as rahmatan li al-alamin of which teaches us to always love and cherish all of Gods creatures, both animate and inanimate creatures. Children is God’s mandate that accompanies the affection between mother and father, so they can ensure to give their children a nurturing full with love and positive affection. The atmosphere of nurturing is certainly not to be interfered with both verbal and physical violence, because these two things are very contradictory. Islam teaches us how to educate children without violence. Violence should only be done as a last resort and that too done to foster not hurt. Prophet Muhammad SAW is a role model how to educate children properly. Even when he is praying, he patiently allowing the children to ride his back when he was on prostration. Keywords: children in the perspective of the holy Koran, the characteristics and needs of children, child learning methods. Islam diturunkan kepada Rasulullah Muhammad Saw sebagai rahmatan li al-‘alamin, yang di antaranya mengajarkan kita untuk selalu saling mengasihi dan menyayangi sesama makhluk Allah, baik yang hidup maupun benda mati. Anak adalah amanah Allah yang hadir menyertai kasih sayang antara ibu dan bapaknya, maka sudah sewajarnya jika kemudian orang tua mengasuhnya dalam suasan penuh kasih dan sayang. Suasana tersebut tentunya jangan sampai dicampuri dengan kekerasan baik verbal maupun fisik, karena kedua hal tersebut sangat bertentangan. Islam mengajarkan kepada kita bagaimana mendidik anak tanpa kekerasan. Kekerasan hanya boleh dilakukan sebagai alternatif terakhir dan itupun dilakukan untuk membina bukan menyakiti. Rasulullah Saw merupakan contoh bagaimana mendidik anak dengan baik. Bahkan saat shalat pun beliau dengan sabar mengasuh anak-anak dengan membiarkan punggungnya dinaiki anak-anak saat beliau sujud. Kata kunci: anak dalam perspektif al-Qur’an, karakteristik dan kebutuhan anak, metode pembelajaran anak
Anti-Violence Education Through Electronic Media and Parent Supervision for Early Childhood in the Perspective of Psychology Lismanda, Yorita Febry; Dewi, Mutiara Sari; Anggraheni, Ika
Indonesian Journal of Islamic Early Childhood Education Vol 1 No 1 (2016)
Publisher : Association of Indonesian Islamic Kindergarten Teachers Education Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (264.013 KB)

Abstract

Children of 4-6 years are in concrete pre-operational stage. Negative Stimulus obtained by a child at that time, forming attitudes of children in the future. TV shows, games, and videos containing violence are form of negative stimulus. KPAI data showed 78.3% of children aged elementary school to senior high school have undertaken such violence. One of the factors is possibly the existence of negative stimulus acquired since early childhood. Based on the presentation, this proceeding discusses alternative methods to overcome violence since children aged 4-6 years from the perspective of psychology. The approach used in this proceeding is a qualitative approach. Data was taken from the fact of a numbers violence that have been undertaken by children, TV shows, games, and videos containing elements of violence, stages of child development, and the impact of the show. The data was retrieved through library research of several references that were analyzed and the results were presented descriptively. Based on the data obtained, the conclusion of the proceeding is: the causing factor that lead children to become abusers come from TV’s program containing violence and imitated since early childhood. How to cope with children who commit in violent is by giving TV shows of electronic media (TV, games, videos) containing a lot of educational value and strengthened them with their close relative supervision, especially parents since the children in early age. Keywords: violence aged 4-6 years, electronic media, supervision. Anak usia 4—6 tahun berada pada tahap pra operasional konkrit. Stimulus negatif yang diperoleh anak pada masa itu, membentuk sikap anak di masa yang akan datang. Adanya tontonan Tv, games, dan video yang mengandung tindak kekerasan merupakan bentuk stimulus negatif. Data KPAI menunjukkan 78,3% anak usia MI hingga SMA melakukan kekerasan. Salah satu faktor yang menyebabkan, dimungkinkan adanya stimulus negatif yang diperoleh anak sejak dini. Berdasarkan paparan tersebut, prosiding ini membahas alternatif mengatasi kekerasan sejak anak usia 4–6 tahun dari perspektif psikologi. Pendekatan yang digunakan dalam prosiding ini adalah pendekatan kualitatif. Data berupa fakta banyaknya kekerasan yang dilakukan anak,  tontonan di TV, games, dan video yang mengandung unsur kekerasan, tahapan perkembangan anak, dan dampak dari tontonan. Data tersebut diambil melalui studi pustaka dari beberapa referensi yang  dianalisis  dan hasilnya disampaikan secara deskriptif. Berdasarkan data yang diperoleh, simpulan dari prosiding ini: faktor penyebab anak menjadi pelaku kekerasan berasal dari tontontan yang mengandung tindak kekerasan dan ditiru anak sejak dini. Cara mengatasi anak yang melakukan kekerasan adalah dengan pemberian tontonan pada media elektronik (tv, games, video) yang banyak mengandung nilai edukasi dan diperkuat adanya pengawasan orang dewasa terdekatnya, khususnya orang tua sejak anak dalam usia dini. Kata kunci: kekerasan usia 4-6 tahun, media elektronik, pengawasan.
Elements of Child-Friendly Environment: The Effort to Provide an Anti-Violence Learning Environment Purnama, Sigit
Indonesian Journal of Islamic Early Childhood Education Vol 1 No 1 (2016)
Publisher : Association of Indonesian Islamic Kindergarten Teachers Education Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (364.562 KB)

Abstract

This article reported the important of child-friendly environment to reduce violence against children. A child-friendly environment is able to change an aggressive behavior to be a positive behaviour. In the opposite, an unfriendly environment, will increase the aggressive behavior in children. Both indoor and outdoor environment are as one of the circle dimension that are able to stimulate the early childhood development with a positive behaviour. The environment is constructed from some elements, such as line, shape and color. Each of them has psychological impression that varies and at once is able to affect the mental aspect of a child. With the effective elements, variation and its balance, will establish a child-friendly environment. The enviromnet that secure and comfortable that will be able to stimulate the early childhood development and also to reduce their aggressive behaviour. Keywords: elements, a child-friendly environment, violence. Artikel ini memaparkan pentingnya lingkungan yang ramah untuk mengurangi perilaku kekerasan yang terjadi pada anak usia dini. Lingkungan yang ramah mampu mengubah perilaku agresif menjadi positif. Sebaliknya, lingkungan yang tidak ramah anak, justru akan meningkatkan perilaku agresif. Lingkungan indoor dan outdoor merupakan salah satu dimensi lingkungan yang dapat menstimuli perkembangan anak usia dini agar terbentuk perilaku positif. Lingkungan tersebut dibangun oleh beberapa elemen, seperti garis, bentuk, dan warna. Masing-masing elemen memiliki kesan psikologi yang bervariasi dan sekaligus dapat mempengaruhi psikologi anak. Penggunaan elemen-elemen yang tepat, bervariasi, dan seimbang akan membentuk lingkungan yang ramah anak, yakni lingkungan yang aman, nyaman, yang akan dapat menstimuli perkembangan dan mengurangi perilaku agresif anak usia dini. Kata Kunci: elemen, lingkungan ramah anak, kekerasan.  
Islamic Perspective of Anti-Violence Education for Early Childhood in The Family Environment Zahroh, Luluk Atirotu
Indonesian Journal of Islamic Early Childhood Education Vol 1 No 1 (2016)
Publisher : Association of Indonesian Islamic Kindergarten Teachers Education Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (242.36 KB)

Abstract

Anti-violence education implemented in various educational environment, equally important the family environment. The impact of violence against spiritual emotional intelligence development of children leads to the negative things. Include that realize or not, violence that showed by parents have instilled hatred and excessive fear in children. Violence will infuse stubborn and rude in children, give wound in the hearts of children until they are adults. Islam teaches anti-violence education, especially on the early chilhood education, have to carry out with great affection. Many verses of the holy Koran which instruct to educate children with affection. The term like qaulan layyinan, qaulan marufan and so on are some command to teach and interact with students full with love and through the good ways. Keyword: anti-violence education, early chilhood. Pendidikan anti kekerasan diterapkan di berbagai lingkungan pendidikan, dan tidak kalah pentingnya yaitu lingkungan keluarga. Dampak kekerasan orang tua terhadap perkembangan kecerdasan emosional spiritual anak ini mengarah pada hal-hal yang negatif. Dampak tersebut diantaranya adalah: sadar atau tidak kekerasan yang dilakukan orang tua telah menanamkan kebencian dan rasa takut yang berlebihan pada diri anak. Kekerasan akan menanamkan sifat keras dan sikap kasar pada diri anak, membekaskan luka di hati anak hingga mereka dewasa. Islam mengajarkan pendidikan yang bersifat anti kekerasan, apalagi dalam konteks mendidik anak usia dini, dilakukan dengan penuh kasih sayang. Banyak ayat al-Qur’an yang memerintahkan mendidik anak dengan kasih sayang kepada putra-putranya yang masih kecil. Bahasa qaulan layyinan, qaulan ma’rufan dan sebagainya merupakan perintah untuk mendidik dan berinteraksi dengan anak didik dengan penuh kasih sayang dan cara yang baik. Kata Kunci: Pendidikan Anti Kekerasan, Anak Usia Dini.

Page 2 of 2 | Total Record : 14