cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota banjarbaru,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Naditira Widya
ISSN : 14100932     EISSN : 25484125     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
Arjuna Subject : -
Articles 545 Documents
ELEMEN PENTING DALAM LOGIKA PENELITIAN ARKEOLOGI KEBINEKAAN (IMPORTANT ELEMENT IN THE LOGIC OF DIVERSITY IN AN ARCHAEOLOGICAL RESEARCH) Wasita Wasita
Naditira Widya Vol 12 No 1 (2018): NADITIRA WIDYA VOLUME 12 NOMOR 1 TAHUN 2018
Publisher : Balai Arkeologi Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (643.201 KB) | DOI: 10.24832/nw.v12i1.253

Abstract

Penelitian ini ditujukan untuk memberikan sumbangan pemikiran tentang operasional penelitian arkeologi dengan perspektif kebinekaan. Adapun metode penelitian yang digunakan dalam penulisan ini adalah pendekatan deskriptif-analitis. Deskripsi untuk menggambarkan langkah-langkah penelitian dan pengumpulan data, sedangkan analisis untuk mengetahui logika pemikiran dan operasional penelitian keragaman. Hasilnya, penelitian arkeologi dengan perspektif kebinekaan harus dilaksanakan berdasarkan variabel penelitian kebinekaan yang berbobot, dan dilakukan terhadap lebih dari satu situs yang mengandung temuan keragaman, yang berasal dari kronologi yang setara, serta terdapat relasi di antaranya. Oleh karena penelitian kebinekaan didasarkan pada rancangan induk dan program prioritas pemerintah di bidang kebudayaan, maka hasilnya ditujukan untuk dapat diimplementasikan dalam kehidupan sosial dan berbangsa masa sekarang. This study focuses on establishing an archaeological research protocol which based on a perspective of diversity. The method used in this investigation was a descriptive-analytical approach. Such descriptive approach was applied to illustrate the research steps and data collection, whereas analytical method might suggest the logic of thinking and research operational in a perspective of diversity. As a result, archaeological research with a diversity perspective should be conducted by valid variables of diversity perspective research, and performed on multiple sites containing diversity findings, originating from equivalent chronology, and existing relationships among them. Since diversity research was proposed based on the master plan and government priority programs of culture, the results are intended to be implemented in the social life and nation of the present.
SUMBER DAYA ARKEOLOGI KUTAI KARTANEGARA: Keragaman Budaya sebagai Identitas Budaya dan Daya Tarik Wisata (ARCHAEOLOGICAL RESOURCES OF KUTAI KARTANEGARA: Cultural Diversity as Cultural Identity and a Tourist Attraction) Ni Komang Ayu Astiti
Naditira Widya Vol 12 No 1 (2018): NADITIRA WIDYA VOLUME 12 NOMOR 1 TAHUN 2018
Publisher : Balai Arkeologi Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (592.038 KB) | DOI: 10.24832/nw.v12i1.254

Abstract

Kabupaten Kutai Kartanegara memiliki warisan budaya dan keragaman budaya yang masih ada relevansinya sekarang. Bagaimana menjadikan keragaman budaya yang dimiliki masyarakat dapat dikemas sebagai identitas sekaligussebagai daya tarik wisata? Penelitian ini membahas pengemasan keragaman sumberdaya arkeologi Kutai Kartanegara untuk dapat digunakan oleh komunitas yang lebih luas sehingga dapat menjadi identitas budaya dan daya tarik wisata. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah  pendekatan kualitatif-deskriftif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sumber daya arkeologi di Kutai Kartanegara mengandung nilai simbolis dan estetika yang masih relevan dengan populasi saat ini.  Peningkatan pemahaman publik tentang nilai keanekaragaman budaya yang ditemukan dalam sumber arkeologi adalah masalah penting dalam identitas budaya. Dengan demikian, mensinergikan sumber daya dan komponen pariwisata lainnya yang melekat pada sumber daya arkeologi Kutai Kartanegara adalah tujuan yang penting.Kutai Kartanegara Regency has a cultural heritage and cultural diversity that still have relevance today. How can we relate this heritage and diversity to the needs of modern tourism? This study discusses the diversity of archaeological resources in Kutai Kartanegara so that they can be used by the wider community for purposes of cultural identity and tourist attraction. The method used in this research is qualitative-descriptive approach. Research results suggest the archaeological resources in Kutai Kartanegara carry symbolic and aesthetic values that are still relevant to the current population. Increased public understanding of the value of cultural diversity found in archaeological resources is an important issue incultural identity. Thus, synergizing the resources and other tourism components inherent in the archaeological resources of Kutai Kartanegara is an important goal.
The Karawang Dutch Indies Waterworks in The Agriculture Context (BANGUNAN-BANGUNAN AIR MASA HINDIA BELANDA DI WILAYAH KARAWANG: DALAM KONTEKS PERTANIAN PADI) Libra Hari Inagurasi
Naditira Widya Vol 8 No 1 (2014): April 2014
Publisher : Balai Arkeologi Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (7138.469 KB) | DOI: 10.24832/nw.v8i1.255

Abstract

Indonesia is an agrarian country, and ricecultivation is an important sector. Agriculture has been the main subsistence of the Indonesian up until now. Karawang is one of the ricelog regions in this country. Karawang, which is a regency of Jawa Barat Province has been located at the lowland and bordered by thenorthern cost of Java. Most of the lands in Karawang are functioned as rice fields. The development shows that rice cultivation hasbeen practiced in Indonesia since early century AD. Along with the knowledge of rice cultivation, people created several types of buildings related to rice cultivation, including waterworks. The waterworks in Indonesia consisted of traditional buildings made by the local inhabitants and European-type waterworks made by the Dutch people. This article is aimed at describing the types of European waterworks as well as examining more thoroughly their function in relation to rice cultivation in Karawang. The data are obtained from a survey carried out in 2013 and from documents from the same period, which is Memorie Residen Karawang dan Batavia (Memory of the Regent of Karawang and Batavia). This article reveals various types and functions of European (Dutch) waterworks for irrigation of rice fields in Karawang, which are dams, sluicegates, and canals at Walahar and Dawuan.Indonesia merupakan negara agraris, oleh sebab itu  pertanian padi menjadi sektor penting. Hingga saat ini bercocok tanam padi menjadi matapencaharian penduduk di Indonesia. Karawang, merupakan salah satu contoh daerah penghasil padi. Karawang, sebuah kabupaten di Provinsi Jawa Barat, posisi geografis berada di dataran rendah, berbatasan dengan pantai utara Jawa. Sebagian besar  lahan tanah di Karawang difungsikan sebagai persawahan padi.  Dilihat dari  perkembangannya, bercocok tanam padi telah dikenal di Indonesia sejak awal Masehi. Seiring dengan dikenalnya bercocok tanam padi maka manusia dengan kemampuannya menciptakan  jenis-jenis bangunan untuk pertanian padi. Dilihat dari perkembangannya, bangunan air di Indonesia terdiri atas bangunan tradisional yang dibangun oleh  penduduk  lokal dan bangunan air Eropa yang dibangun oleh orang-orang Belanda. Tulisan ini bertujuan mendeskripsikan jenis peninggalan bangunan air Eropa dan untuk mengetahui lebih jauh fungsi bangunan pada pertanian padi di Karawang. Data-data pada tulisan ini diperoleh melalui survei yang dilaksanakan pada tahun 2013. Penyajianpengetahuan tentang bangunan air Eropa dalam tulisan ini dilakukan pula dengan  penelusuran, pendeskripsian pada dokumen yang sezaman, yakni Memorie Residen Karawang dan Batavia. Di dalam tulisan ini telah berhasil diungkap beberapa macam dan kegunaan bangunan-bangunan air Eropa Belanda untuk irigasi dan pengairan sawah di Karawang, yakni kawasan bendung, pintu air, kanal di Walahar, dan di Dawuan.
COVER DEPAN NADITIRA WIDYA VOLUME 10 NOMOR 1 APRIL 2016 Naditira Widya
Naditira Widya Vol 10 No 1 (2016): Naditira Widya Vol. 10 No. 1 Tahun 2016
Publisher : Balai Arkeologi Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/nw.v10i1.256

Abstract

PREFACE NADITIRA WIDYA VOL. 10 NO. 1 APRIL 2016 Naditira Widya
Naditira Widya Vol 10 No 1 (2016): Naditira Widya Vol. 10 No. 1 Tahun 2016
Publisher : Balai Arkeologi Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (780.379 KB) | DOI: 10.24832/nw.v10i1.257

Abstract

APPENDIX NADITIRA WIDYA VOL. 10 NO. 1 APRIL 2016 Naditira Widya
Naditira Widya Vol 10 No 1 (2016): Naditira Widya Vol. 10 No. 1 Tahun 2016
Publisher : Balai Arkeologi Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1235.015 KB) | DOI: 10.24832/nw.v10i1.258

Abstract

COVER BELAKANG NADITIRA WIDYA VOLUME 10 NOMOR 1 APRIL 2016 Naditira Widya
Naditira Widya Vol 10 No 1 (2016): Naditira Widya Vol. 10 No. 1 Tahun 2016
Publisher : Balai Arkeologi Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/nw.v10i1.259

Abstract

COVER DEPAN NADITIRA WIDYA VOLUME 9 NOMOR 2 OKTOBER 2015 Naditira Widya
Naditira Widya Vol 9 No 2 (2015): OKtober 2015
Publisher : Balai Arkeologi Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/nw.v9i2.260

Abstract

PREFACE NADITIRA WIDYA VOLUME 9 NOMOR 2 OKTOBER 2015 Naditira Widya
Naditira Widya Vol 9 No 2 (2015): OKtober 2015
Publisher : Balai Arkeologi Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (335.384 KB) | DOI: 10.24832/nw.v9i2.261

Abstract

APPENDIX NADITIRA WIDYA VOL 9 NO 2 OKTOBER 2015 Naditira Widya
Naditira Widya Vol 9 No 2 (2015): OKtober 2015
Publisher : Balai Arkeologi Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.11 KB) | DOI: 10.24832/nw.v9i2.262

Abstract


Filter by Year

2006 2023


Filter By Issues
All Issue Vol 17 No 1 (2023): Naditira Widya Volume 17 Nomor 1 Tahun 2023 Vol 16 No 2 (2022): Naditira Widya Volume 16 Nomor 2 Tahun 2022 Vol 16 No 1 (2022): Naditira Widya Volume 16 Nomor 1 Tahun 2022 Vol 15 No 2 (2021): NADITIRA WIDYA VOLUME 15 NOMOR 2 OKTOBER 2021 Vol 15 No 1 (2021): NADITIRA WIDYA VOLUME 15 NOMOR 1 APRIL 2021 Vol 14 No 2 (2020): NADITIRA WIDYA VOLUME 14 NOMOR 2 OKTOBER 2020 Vol 14 No 1 (2020): NADITIRA WIDYA VOLUME 14 NOMOR 1 APRIL 2020 Vol 13 No 2 (2019): NADITIRA WIDYA Vol 13, No 1 (2019): NADITIRA WIDYA Vol 13 No 1 (2019): NADITIRA WIDYA Vol 12, No 2 (2018): Naditira Widya Volume 12 Nomor 2 Oktober Tahun 2018 Vol 12 No 2 (2018): Naditira Widya Volume 12 Nomor 2 Oktober Tahun 2018 Vol 12, No 1 (2018): NADITIRA WIDYA VOLUME 12 NOMOR 1 TAHUN 2018 Vol 12 No 1 (2018): NADITIRA WIDYA VOLUME 12 NOMOR 1 TAHUN 2018 Vol 11 No 2 (2017): Naditira Widya Volome 11 Nomor 2 Oktober 2017 Vol 11, No 2 (2017): Naditira Widya Volome 11 Nomor 2 Oktober 2017 Vol 11 No 1 (2017): Naditira Widya Vol. 11 No. 1 April 2017 Vol 11, No 1 (2017): Naditira Widya Vol. 11 No. 1 April 2017 Vol 10 No 2 (2016): Naditira Widya Vol. 10 No. 2 Oktober 2016 Vol 10, No 2 (2016): Naditira Widya Vol. 10 No. 2 Oktober 2016 Vol 10, No 1 (2016): Naditira Widya Vol. 10 No. 1 Tahun 2016 Vol 10 No 1 (2016): Naditira Widya Vol. 10 No. 1 Tahun 2016 Vol 9, No 2 (2015): OKtober 2015 Vol 9 No 2 (2015): OKtober 2015 Vol 9 No 1 (2015): April 2015 Vol 9, No 1 (2015): April 2015 Vol 8, No 2 (2014): Oktober 2014 Vol 8 No 2 (2014): Oktober 2014 Vol 8, No 1 (2014): April 2014 Vol 8 No 1 (2014): April 2014 Vol 7 No 2 (2013): Oktober 2013 Vol 7, No 2 (2013): Oktober 2013 Vol 7, No 1 (2013): April 2013 Vol 7 No 1 (2013): April 2013 Vol 6 No 2 (2012): Oktober 2012 Vol 6, No 2 (2012): Oktober 2012 Vol 6, No 1 (2012): April 2012 Vol 6 No 1 (2012): April 2012 Vol 5, No 2 (2011): Oktober 2011 Vol 5 No 2 (2011): Oktober 2011 Vol 5 No 1 (2011): April 2011 Vol 5, No 1 (2011): April 2011 Vol 4, No 2 (2010): Oktober 2010 Vol 4 No 2 (2010): Oktober 2010 Vol 4 No 1 (2010): April 2010 Vol 4, No 1 (2010): April 2010 Vol 3 No 2 (2009): Naditira Widya Vol. 3 No.2 Vol 3, No 2 (2009): Naditira Widya Vol. 3 No.2 Vol 3 No 1 (2009): Naditira Widya Vol. 3 No.1 Vol 3, No 1 (2009): Naditira Widya Vol. 3 No.1 Vol 2, No 2 (2008): Naditira Widya Vol. 2 No.2 Vol 2 No 2 (2008): Naditira Widya Vol. 2 No.2 Vol 2, No 1 (2008): Naditira Widya Vol. 2 No.1 Vol 2 No 1 (2008): Naditira Widya Vol. 2 No.1 Vol 1, No 2 (2007): Naditira Widya Volume 1 Nomor 2 Tahun 2007 Vol 1 No 2 (2007): Naditira Widya Vol. 1 No.2 Vol 1, No 1 (2007): Naditira Widya Vol. 1 No.1 Vol 1 No 1 (2007): Naditira Widya Vol. 1 No.1 No 16 (2006): Naditira Widya Nomor 16 Oktober 2006 No 16 (2006): Naditira Widya Nomor 16 Oktober 2006 More Issue