cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota jambi,
Jambi
INDONESIA
Jurnal An-Nahdhah
Published by STAI Ma'arif Jambi
ISSN : 19793391     EISSN : -     DOI : -
Jurnal An-Nahdhah adalah Jurnal dengan konsentrasi pendidikan dan hukum. Terbit 2 kali selama setahun. Dengan ISSN 1979-3391. Kajian yang dibahas dalam Jurnal An-Nahdhah adalah tulisan hasil penelitian dan kajian pustaka. Beberapa kajian dalam jurnal An-Nahdhah yang dipublikasi semoga bisa menjadi salah satu dari banyaknya referensi dalam proses pembelajaran. Untuk menambah khazanah ilmu pengetahuan Ke-Islaman, sebagai sumber pembelajaran dalam setiap diskusi yang diadakan oleh pendidik, mahasiswa dan masyarakat secara umum. Memberikan bantuan sumber referensi juga bagi akademisi atau peneliti yang sedang melaksanakan kegiatan researchnya seputar tentang kajian pendidikan dan hukum Islam.
Arjuna Subject : -
Articles 9 Documents
Search results for , issue " Vol 8, No 1 (2014)" : 9 Documents clear
KOMPETENSI GURU Madani, Ahmad
Jurnal An-Nahdhah Vol 8, No 1 (2014)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Maarif Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Education, in general, is defined as a process of transferring values from adults (teachers or parents) to children to become adults. In transfering knowledge to students, a skill as a teacher is required. Without this skill , the interaction process of teaching could not run condusively. Hence, competence in the sense of abilty is absolutely necessary for teachers in conducting their task as educator.A teacher must have four competencies, namely pedagogical competence, personal competence, social competence, and professional competence. Pedagogical competence is defined as teachers’ ability to manage learning. Indicators for this competence are lesson plan, implementation of learning, assessment of learning outcomes. Personal competence is related to a solid personality, mature personality, wise personality, authoritative personality, and noble personality that can be a role model for the students. Social competence includes relationships with the peers, relationships with the students, relationships with the parents, and relationships with the surroundings. Professional competence is defined as ability in mastering the substance, in mastering teaching methodologies, in mastering evaluation techniques as well as understanding, appreciating, and practicing moral values and code of professional conduct.In the context of Islamic education, educators are people who are responsible for the development of students by giving several efforts in developing the potencies of the students, both affective (flavors), cognitive (copyright) and psychomotor (intention). Competencies required for a good teacher in Islam is piety to Allah, knowledgeable, healthy, and noble.
SUPERVISI RESPONSIBILITAS DAN AKUNTABILITAS DALAM MEWUJUDKAN PENDIDIKAN BERKUALITAS Anwar, Kasful
Jurnal An-Nahdhah Vol 8, No 1 (2014)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Maarif Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Akuntabilitas merupakan suatu pertanggung jawaban, baik secara personal atau terhadap bawahan yang telah didelegasikan oleh seorang pemimpin, dan menjadi kewajiban organisasi /sekolahbahwa ia diberhentikan atau diberi kewenangan untuk melakukan tugas. Pertanggungjawaban dapat pula diartikan sebagai suatu bentuk kekuasaan, sesuai dengan kewenangan dan hak asasi.Kata Kunci : Supervisi, Kualitas, Pendidikan, Akuntabilitas
PENDIDIKAN ISLAM BERWAWASAN LINGKUNGAN Usmar, Ali
Jurnal An-Nahdhah Vol 8, No 1 (2014)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Maarif Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan berwawasan lingkungan hidup adalah pendidikan yang menyadarkan peserta didik tentang posisi lingkungan hidup bagi umat manusia sehingga dapat merekonstruksi satu pola pemahaman yang menganggap lingkungan sebagai objek yang tidak bisa diperlakukan semaunya pada satu bangunan paradigma yang menjadikan lingkungan sebagai satu bagian dari kehidupan yang butuh etika dan tatacara berinteraksi dengannya. Oleh karena itu pendidikan berwawasan lingkungan memberikan bekal kepada anak didik bagaimana tata cara berinteraksi dengan lingkungan menurut konsep Islam, dengan menggunakan metode sebagai tolak ukur penintegrasian, yaitu: pendekatan integrativ, yaitu pendekatan yang didasarkan pemaduan mata pelajaran Pendidkan Lingkungan Hidup dengan mata pelajaran lain, sehingga out putnya terdapat pengaruh penintegrasian Pendidkan Lingkungan hidup ke dalam mata pelajaran terhadap pengetahuan dan sikap siswa dalam pelestarian lingkungan.Kata Kunci : Wawasan, Islam, Lingkungan, Pendidikan
HUBUNGAN PENDIDIKAN DENGAN POLITIK DALAM PERSPEKTIF HISTORIS Huda, Mitakul
Jurnal An-Nahdhah Vol 8, No 1 (2014)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Maarif Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The politics and education are not likely to be separated. Both are have close links associated with each other. The Politics that is not surrounded by education will destroy itself. Therefore , the politic always still needs education for the achievement of the political. And the education also requires political for the achievement of the educational goals. . Its just, which education and how education are supporting the politics that can be a good politics, and the otherwise, which political and how political can make the education be come into a good education. The point of a lot, the politics would be a good politics depends on the offenders good politics and the otherwise.
PENAFSIRAN AYAT THAHARAH DALAM TAFSIR AL-AZHAR KARYA HAMKA RH, Mustiah
Jurnal An-Nahdhah Vol 8, No 1 (2014)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Maarif Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam kaitannya dengan penafsiran ayat thaharah, Hamka merujuk kepada nash yang terdapat al-Qur‟an dan hadith serta pandangan para sahabat. Ia tidak terbelenggu harus mengikut pendapat salah satu dari imam mazhab. Pendapat para imam mazhab dirujuknya, namun baginya pendapat-pendapat itu bukanlah sebagai harga mati yang mesti diikutinya, melainkan diseleksinya. Mana yang terkuat dalil dan argumentasinya, maka pendapat itulah yang dipakainya. Kemudian, tafsir al-Azhar yang secara umum bercorak al-adabi al-ijtima‟i (sastera budaya kemasyarakatan) juga ikut mewarnai dalam menafsirkan ayat-ayat thaharah.Kata Kunci, Thaharah, Dalil, Qur’an
PERLU TIDAKNYA PENDIDIKAN SEKS BAGI PARA REMAJA Rosadi, Kemas Imron
Jurnal An-Nahdhah Vol 8, No 1 (2014)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Maarif Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dorongan seksual tersebut diciptakan oleh Tuhan dan diletakkan dalam diri manusia untuk dipertanggungjawabkan dan disalurkan sesuai petunjuknya. Dengan penyaluran dorongan biologis tersebut akan dicapai kenikmatan badaniah, ketenangan jiwa, keturunan, dan sebagainya. Dengan penyaluran dorongan biologis ini, maka terjadi dinamika kehidupan dan kelangsungan regenerasi dapat dipertahankan.Kata Kunci: Pendidikan, Seks, Remaja
MAQASHID SYARI’AH (SUATU PERBANDINGAN) Maryani, Maryani
Jurnal An-Nahdhah Vol 8, No 1 (2014)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Maarif Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hukum Islam memiliki tujuan mewujudkan kemaslahatan manusia di dunia dan kebahagiaan di akhirat. Untuk mengetahui dan menyelami tentang tujuan penetapan hukum syari’at (maqashid al-syari’ah), maka muncullah berbagai metode istinbath hukum yang dibuat oleh para ulama ushul. Maqashid al-syari’ah adalah tujuan-tujuan yang hendak dicapai dari suatu penetapan hukum. Menurut al-Syatibi, pengetahuan dan pemahaman maqashid al-syari’ah merupakan aspek penting dalam melakukan ijtihad. Kegunaan mengetahui maqashid al-syari’ah ini adalah dalam rangka menjawab persoalan-persoalan yang berkembang dan tidak diatur secara tegas dalam al-Qur’an dan al-Hadits.
QIYAS SEBAGAI SALAH SATU METODE PENGGALIAN HUKUM SYARA’ Hasibuan, Abber
Jurnal An-Nahdhah Vol 8, No 1 (2014)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Maarif Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Qiyas sebagai salah satu metode penggalian hukum syara’ masih banyak mengandung perbedaan pendapat dan masih menyusahkan banyak kekurangan dan kelemahan atau banyak mengandung persoalan krusial yang muncul sebagi konsekuwensi logis dari dinamika kehidupan, lebih-lebih bila dihadapkan dengan kebutuhan kepastian hukum berdasarkan kebutuhan dan kompleksitas problematika masyarakat saat ini, harus dilakukan upaya mengaktualisasikannya atau pembaharuan.Kata kunci : Qiyas sebagai salah satu metode penggalian hukum syara‟.
HADITS-HADITS POPULER DALAM MASYARAKAT JAMBI (Studi Kritik Sanad Hadits) Amran, H. Amran, Ph.D
Jurnal An-Nahdhah Vol 8, No 1 (2014)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Maarif Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Prinsif melayu Jambi Adat menurun syarak mendaki, adat bersendi syara‟, syarak bersendi kitabullah memberikan pemahaman bahwa ketentuan adat budaya Jambi berpedoman al-Qur‟an dan al-Sunnah. Berbagai institusi formal dan non formal menjadikan al-Qur‟an dan Hadis sebagai referensi dalam berbagai lini kehidupan. Al-Sunnah yang merupakan sumber yang kedua setelah al-Qur‟an tidak semuanya berasal dari Nabi saw. Oleh karenanya penulis perlu melakukan validitasi hadis yang dijadikan objek penelitian SDIT nurul Ilmi yaitu salahsatu institusi yang sering menggunakan hadis sebagai ajaran dan motivasi para anak didik. Metode pengumpulan data yang dilakukan adalah melalui bahan tulisan-tulisan hadits berbentuk pajangan dikumpulkan dengan menggunakan metode dokumentasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keotentikan dan keafsahan hadis yang popular di kota jambi. Langkah-langkah penelusuran hadis dilakukan melalui metode standard para ulama seperti pengguna‟an Mu‟jam al-Ahadis dan Atraf al-Ahadis dan  beberapa CD program hadis seperti mu‟jam al-Kabir li kutub al-Turath al-„Arabiy wa al-Islamiy. Analisis kualitas hadis dibuat berdasarkan pengkaedahan ulama hadis muktabar. Dari 10 hadist yang menjadi sampel penelitian ditemukan bahwa Hadist Sahih sebanyak 4, Hadis Hasan satu hadis dan Maudu‟ atau palsu sebanyak 5 hadis. Kata Kunci: Kualitas, Hadis, Populer

Page 1 of 1 | Total Record : 9