cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa
ISSN : 23388528     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Social,
Ranah: Journal of Language Studies is published by the National Agency for Language Development and Cultivation. It is a research journal which publishes various research reports, literature studies and scientific writings on phonetics, phonology, morphology, syntax, discourse analysis, pragmatics, anthropolinguistics, language and culture, dialectology, language documentation, forensic linguistics, comparative historical linguistics, cognitive linguistics, computational linguistics, corpus linguistics, neurolinguistics, language education, translation, language planning, psycholinguistics, sociolinguistics and other scientific fields related to language studies. It is published periodically twice a year in June and December. Each article published in Ranah will undergo assessment process by peer reviewers.
Arjuna Subject : -
Articles 312 Documents
Pilihan dan Sikap Bahasa Masyarakat di Perbatasan Indonesia dan Timor Leste NFN Mukhamdanah; Retno Handayani
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 9, No 2 (2020): Ranah: Jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v9i2.2923

Abstract

The border community in Malacca Regency, East Nusa Tenggara consists of two groups of people, namely indigenous groups who have lived for a long time and groups of people who choose to join the Unitary State of the Republic of Indonesia. The existence of social contact by people who live in border areas certainly leads to language contact which allows them to choose a language to communicate. The purpose of this study was to determine the tendency of language choices and attitudes of the RI-RDTL border communities, namely what languages are actively used by border communities and how the attitudes of the community's language towards regional languages, Indonesian, foreign languages, and languages of neighboring countries. This research uses quantitative and qualitative research methods. Data analysis on language use was associated with language choice by the community. A language that is actively used indicates that the language is chosen by the speaker. The results show that Indonesian is the language chosen and most actively used in border areas and the language attitude of the border community towards Indonesian is still very positive compared to regional languages, foreign languages, and languages of neighboring countries. AbstrakMasyarakat perbatasan yang berada di Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur terdiri atas dua kelompok masyarakat, yaitu kelompok masyarakat asli yang telah lama menetap dan kelompok masyarakat yang memilih bergabung ke dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia. Adanya kontak sosial oleh masyarakat yang menetap di wilayah perbatasan tentunya menyebabkan terjadinya kontak bahasa yang memungkinkan mereka untuk memilih suatu bahasa dalam berkomunikasi. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kecenderungan pilihan dan sikap bahasa masyarakat perbatasan RI-RDTL, yaitu bahasa apa yang aktif digunakan oleh masyarakat perbatasan dan bagaimana sikap bahasa masyarakat terhadap bahasa daerah, bahasa Indonesia, bahasa asing, dan bahasa negara tetangga. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dan kualitatif. Analisis data pada penggunaan bahasa dikaitkan dengan pilihan bahasa oleh masyarakat. Suatu bahasa yang aktif digunakan menandakan bahwa bahasa itu dipilih oleh penutur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahasa Indonesia menjadi bahasa yang dipilih dan paling aktif digunakan di wilayah perbatasan dan sikap bahasa masyarakat perbatasan terhadap bahasa Indonesia masih sangat positif dibandingkan dengan bahasa daerah, bahasa asing, dan bahasa negara tetangga.
Poetic Function of Truck Container Signs in Indonesia I Dewa Putu Wijana
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 9, No 2 (2020): Ranah: Jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v9i2.2951

Abstract

In the pursuit of life comfort, human beings will never stop to do various ways with everything close to their surrounding, and language as the primary means of communication is one of tools used to realize this purpose. For the sake of fulfilling, their aesthetic need, human beings often exploit their linguistic ability to produce aesthetic discourses. This paper will try to analyse the poetic functions truck container signs passed over roads in Indonesia. In order to create aesthetic signs, the creators massively exploit various types of rhyming formulas, metaphors, similes, contradictions, hyperboles, literary style diction.    AbstrakDalam upaya menemukan kenyamanan hidupnya, manusia tidak akan pernah berhenti melakukan berbagai hal terhadap segala sesuatu yang dekat dengan lingkungan hidupnya, termasuk terhadap bahasa yang merupakan alat komunikasi verbal yang paling utama. Untuk memenuhi kebutuhan estetis ini, mereka sering memanfaatkan kemampuan berbahasanya untuk memproduksi wacana-wacana yang estetis. Makalah ini akan berusaha menganalisis fungsi poetik wacana tulisan di bak-bak truk yang melintas di jalan raya seluruh Indonesia. Dalam usaha menciptakan wacana yang estetis, para penciptanya secara masif memanfaatkan formula-formula berirama, metafora, simile, kontradiksi, hiperbola, kata-kata ragam sastra.  
Identifikasi Aksen Tuturan Representatif Bahasa Jawa Dialek Banten: Pendekatan Fonetik Akustik Wawan Prihartono
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 9, No 2 (2020): Ranah: Jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v9i2.2926

Abstract

This study uses speech acoustic parameters representing the Javanese dialect of Banten using the acoustic phonetic theory developed by Nooteboom and friends. This research is a case study that uses a mixture of quantitative and qualitative methods. Data on spoken Javanese in Banten dialect is spoken by adult women living in the city of Serang, Banten Province. This study only analyzes data representing the Banten dialect Javanese that can be processed using praat applications. The duration is determined in milliseconds, the intensity is measured in units of dB, and the pitch motion is measured in units of Hz. How, speech representing in Javanese Banten dialect has an acoustic structure that is quite complex and has special characteristics. This is detected in the syllables /kən / and /ke/. In this syllable, the flow of notes is marked up, down, up, and down again with a longer duration than the other syllables.The results of this study can be made the basic material for reconstructing the Banten dialect Javanese specifically its acoustic structure in the future if the language has been approved extinct.After that it can be used as local content in learning at school.AbstrakPenelitian ini mengidentifikasi parameter akustik aksen tuturan representatif bahasa Jawa dialek Banten dengan menggunakan teori fonetik akustik yang dikembangkan oleh Nooteboom dan kawan-kawan. Penelitian ini merupakan studi kasus yang menggunakan metode campuran kuantitatif dan kualitatif. Data tuturan bahasa Jawa dialek Banten dituturkan oleh perempuan dewasa yang tinggal di kota Serang, Provinsi Banten. Penelitian ini menganalisis aksen tuturan representatif bahasa Jawa dialek Banten yang diolah menggunakan aplikasi praat. Durasi diukur dalam satuan milidetik, intensitas diukur dalam satuan dB, dan pitch movement-nya diukur dalam satuan Hz. Hasilnya, tuturan representatif dalam dalam bahasa Jawa Dialek Banten memiliki struktur akustik yang kompleks dan menjadi ciri khas tuturan bahasa Jawa Dialek Banten. Hal ini terdeteksi pada silabel /kən/ dan /ke/. Pada silabel itu ditandai alir nada naik, turun, naik, dan turun kembali dengan durasi yang lebih panjang daripada silabel yang lain. Hasil penelitian ini dapat dijadikan bahan dasar untuk merekonstruksi bahasa Jawa Dialek Banten khususnya struktur akustiknya jika di kemudian hari bahasa tersebut telah dianggap punah. Setelah itu dapat dijadikan muatan lokal dalam pembelajaran di sekolah.
Merawat Lagu-lagu Daerah Pagu untuk Pemertahanan Bahasa: Analisis Ekolinguistik Dalan Mehuli Perangin-Angin; Novita Dewi
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 9, No 2 (2020): Ranah: Jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v9i2.2932

Abstract

This study explores the maintenance of the Pagu language of North Halmahera by caring for the wealth of its literature such as folksongs. The data examined are three Pagu folksongs. The collected data were categorized and interpreted using ecocriticism and related studies particularly in terms of obtaining, presenting, and analyzing them. Using ecolinguistic perspective to analyze the data, the results show that first, all three songs contain cultural values and customs that show the identity of the Pagu community that have to be maintained. Second, ecolinguistic analysis reveals the emotional closeness of the Pagu community with their natural surroundings although nature is sometimes considered to hinder human journey. Third, in terms of distribution, the songs are influenced by Ternate and other regional languages in North Halmahera. Finally, this study concludes interaction among language users and efforts to care for folk songs should continue to prevent the extinction of the Pagu language. AbstrakPenelitian ini membahas pemertahanan bahasa Pagu yang dipakai oleh suku Pagu di Halmahera Utara dengan cara merawat kekayaan sastra dalam bahasa tersebut berupa lagu-lagu daerah. Metode deskriptif-kualitatif dipakai untuk menganalisis data berupa tiga lagu daerah Pagu dengan perspektif ekolinguistik. Data yang terkumpul dikelompokkan dan diinterpretasikan dengan perspektif teori ekokritik dan kajian serupa yang memanfaatkan analisis ekolinguistik terutama dalam hal memperoleh, menyajikan, dan menganalisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertama, ketiga lagu mengandung nilai-nilai budaya dan adat-istiadat yang menunjukkan jatidiri masyarakat Pagu yang harus dipertahankan. Kedua, analisis ekolinguistik membuktikan kedekatan emosi masyarakat Pagu dengan alam sekitarnya meskipun kadang alam dianggap sebagai perintang. Ketiga, lagu-lagu tersebut dipengaruhi oleh bahasa Ternate dan bahasa daerah lainnya di Halmahera Utara. Akhirnya disimpulkan bahwa interaksi antar pengguna bahasa dan perawatan budaya seperti lagu-lagu rakyat perlu ditingkatkan agar kepunahan bahasa Pagu dapat dicegah.
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Volume 9, Nomor 2
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 9, No 2 (2020): Ranah: Jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Strategi Akomodasi Komunikasi dalam Proses Pembelajaran Bahasa Indonesia Reza Amarta Prayoga; Dian Palupi
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 9, No 2 (2020): Ranah: Jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v9i2.2525

Abstract

The ability of teachers and students in learning activities is greatly influenced by the communication between the two. To establish interactive communication between the two, to achieve learning objectives, language adjustment, or adaptation (accommodation) is carried out so that mutual learning occurs. There are strategies carried out by teacher-students, both consciously and unconsciously, to adapt (accommodation) language in learning activities. Writing this article aims to (a) describe the dominance of the use of communication accommodation strategies in classroom learning and (b) describe the reasons or factors that influence the use of communication accommodation strategies between teachers and students in classroom learning. The data sources of this research are teachers and students in Indonesian language learning activities in classes in three high schools in Jakarta. The research data is verbal and nonverbal speech in Indonesian language learning activities. This research method uses descriptive qualitative which relies on data in the form of interviews, observation notes, and audiovisual recordings of Indonesian language learning activities in three high schools in Jakarta. The results showed that three strategies, namely the management of discourse, emotional expression, and interpretability dominate the use of communication accommodation strategies by teachers and students. Simplifying messages and building self-confidence are the reasons or factors for the occurrence of communication accommodation strategies that are built in the language interactions of teachers and students in the classroom. AbstrakKemampuan guru dan siswa dalam kegiatan pembelajaran sangat dipengaruhi oleh komunikasi antarkeduanya. Untuk menjalin komunikasi yang interaktif antarkeduanya dalam upaya mencapai tujuan pembelajaran, penyesuaian atau adaptasi (akomodasi) bahasa dilakukan. Tujuannya ialah terjadinya pembelajaran yang timbal balik. Ada strategi-strategi yang dilakukan oleh guru-siswa, baik secara sadar maupun tidak sadar, untuk melakukan adaptasi (akomodasi) bahasa dalam kegiatan pembelajaran. Penulisan artikel ini bertujuan untuk (a) mendeksripsikan dominasi penggunaan strategi akomodasi komunikasi dalam pembelajaran di kelas dan (b) mendeskripsikan alasan atau faktor yang memengaruhi penggunaan strategi akomodasi komunikasi antara guru dan siswa dalam pembelajaran di kelas. Sumber data penelitian ini berupa guru dan siswa dalam kegiatan pembelajaran bahasa Indonesia di kelas pada tiga SMA di Jakarta. Data penelitiannya adalah tuturan verbal dan nonverbal dalam dalam kegiatan pembelajaran bahasa Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif yang mengandalkan data berupa hasil wawancara, catatan observasi, dan rekaman audiovisual kegiatan pembelajaran bahasa Indonesia di tiga SMA di Jakarta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tiga strategi, yaitu pengelolaan wacana, emotional ekspresi, dan interpretabilitas mendominasi penggunaan strategi akomodasi komunikasi yang dilakukan guru dan siswa. Penyederhanaan pesan dan pembangunan kepercayaan diri menjadi alasan atau faktor terjadinya strategi akomodasi komunikasi yang dibangun dalam interaksi bahasa guru dan siswa di kelas.
Bahasa Adang di Pulau Alor: Kajian Vitalitas Etnolinguistik NFN Inayatusshalihah; Miranti Sudarmaji
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 9, No 2 (2020): Ranah: Jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v9i2.2933

Abstract

Language use is a critical indicator for ethnolinguistic vitality. The greater the number of domains where a language used, the stronger a language. This study aims to examine the vitality of Adang language in Adang Buom, Teluk Mutiara District, Alor Regency based on indicator of language use. The Adang use is observed in five domains such as home, religion, transaction, education, government and health institution. Data are collected using questionaire and analyzed within ethnolinguistic vitality theory. This study finds that the number of Adang domains amongst Adang Buom community has decreased. Adang is used in conjuction with Indonesian (or Malay-alor), both in private and public domains. The young generation tends to use Indonesian (or Malay-Alor) in home domain. Based on the indicator of language use, Adang could be categorized as a language with dwindling domains. Trend in Indonesian usage amongst Adang community is motivated by communicative, economic, prestigious, and religious motivations.AbstrakPenggunaan bahasa dalam ranah merupakan indikator penting vitalitas etnolinguistik. Sebuah bahasa yang digunakan di ranah yang beragam akan memiliki daya hidup yang kuat. Kajian ini bertujuan untuk mengukur tingkat daya hidup bahasa Adang di Adang Buom, Kecamatan Teluk Mutiara, Kabupaten Alor berdasarkan indikator penggunaan bahasa. Penggunaan bahasa Adang dilihat dalam lima ranah, yaitu rumah, ibadah, transaksi, pendidikan, dan institusi pemerintahan dan kesehatan. Data kajian dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan teori vitalitas etnolinguistik. Hasil kajian menunjukkan jumlah ranah penggunaan bahasa Adang dalam komunitas tutur Adang Buom mengalami penyusutan. Bahasa Adang digunakan bersamaan dengan penggunaan bahasa Indonesia (atau Melayu-Alor), baik di ranah yang bersifat pribadi maupun publik. Generasi muda cenderung menggunakan bahasa Indonesia (atau Melayu-Alor) di ranah rumah dengan keluarga. Dari indikator penggunaan bahasa, Adang dapat dikategorikan sebagai bahasa dengan ranah yang berkurang atau dwindling domains. Adanya kecenderungan penggunaan bahasa Indonesia di kalangan komunitas Adang didorong oleh motivasi komunikatif, ekonomi, prestisius, dan religius.
Pola Nama pada Masyarakat Baduy Cece Sobarna; Asri Soraya Afsari
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 9, No 2 (2020): Ranah: Jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v9i2.2939

Abstract

The giving of people's names is a universal phenomenon. However, every society has its own convention. The Baduy community as Sundanese indigenous people are unique in terms of giving names. The life of the Baduy community has recently begun to open up. This condition of course affects the joints of socio-cultural life, including the naming of names. The Baduy millennials, especially the Outer Baduy, for example, are more proud to have a name they consider modern so that some of them have nicknames that are far different from their real names. Of course this is a concern if left unchecked. This study examines the pattern of naming the Baduy community that has been going on for a long time. The aim is to describe the convention of naming patterns as the identity of the Baduy community. The data studied came from ten Outer Baduy villages by using the Family Card (KK) data in the Kenekes Village Office archive. Furthermore, the list of names contained in the KK was processed using the Microsoft Excel program through gender classification, age range, and name standard patterns. The results showed that the naming pattern of the Baduy community was that the names of girls took part, especially the initial syllable, from the father's name, while the names of boys took part of the mother's name. This is related to the philosophical values that protect each other between children and parents. AbstrakPemberian nama orang merupakan gejala yang universal. Namun, setiap masyarakat memiliki konvensinya masing-masing. Masyarakat Baduy sebagai indigenous people Sunda memiliki keunikan dalam hal pemberian nama. Kehidupan masyarakat Baduy akhir-akhir ini mulai terbuka. Kondisi ini tentu saja memengaruhi sendi-sendi kehidupan sosial-budayanya, tidak terkecuali dengan pemberian nama. Kaum milineal Baduy, terutama Baduy Luar, misalnya, lebih bangga memiliki nama yang dianggapnya modern sehingga sebagian dari mereka memiliki nama panggilan yang jauh berbeda dari nama aslinya. Tentu hal ini menjadi sebuah kekhawatiran apabila dibiarkan. Penelitian ini mengkaji pola pemberian nama masyarakat Baduy yang sudah berlangsung sejak lama. Tujuannya adalah mendeskripsikan konvensi pola-pola penamaan sebagai identitas masyarakat Baduy. Data yang dikaji berasal dari sepuluh kampung Baduy Luar dengan memanfaatkan data Kartu Keluarga (KK) yang ada di arsip Kantor Desa Kenekes. Selanjutnya, daftar nama yang terdapat pada KK diolah dengan menggunakan program Microsoft Excel melalui klasifikasi jenis kelamin, rentang usia, dan pola kakonis nama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola penamaan masyarakat Baduy adalah nama anak perempuan mengambil sebagian, terutama suku kata awal, dari nama ayah, sedangkan nama anak laki-laki mengambil sebagian dari nama ibu. Hal ini berkaitan dengan nilai filosofis yang saling melindungi antara anak dan orang tua.
Penggunaan Bahasa Daerah Generasi Muda Provinsi Maluku Utara dan Papua Barat Buha Aritonang
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 9, No 2 (2020): Ranah: Jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v9i2.2936

Abstract

The use of vernacular among the younger generation when writing letters and short massage service (SMS)/ whatsapp (WA) in the family domain is interesting to study. In this paper the study is limited to the problem of using vernacular among the younger generation, especially the younger generation of North Maluku and West Papua is in the family domain when they write letters and SMS/WA messages to speech partners. The objective of this research is to describe the category of language use of the young generation of North Maluku and West Papua when writing letters and SMS/WA with their speech partners. This research method is descriptive qualitative in which the data. The results of the analysis showed that the young generation of North Maluku wrote letters to speech partners (parents, uncle/aunt/aunt, grandparents, siblings (brother/sister), and distant relatives) in vernacular through classified letters. very bad and through SMS/WA classified as not good the young generation of North West Papua wrote a letter to speech partners (parents, uncle/aunt/aunt, grandfather/grandmother, siblings (brother/sister), and distant family) using vernacular, either through letters or SMS/WA are classified as not good.AbstrakPenggunaan bahasa daerah di kalangan generasi muda ketika menulis surat dan short massage service (SMS)/ whatsapp (WA) dalam ranah keluarga menarik untuk dikaji. Dalam tulisan ini kajian dibatasi pada masalah penggunaan bahasa daerah di kalangan generasi muda, khususnya generasi muda Maluku Utara dan Papua Barat dalam ranah keluarga ketika mereka menulis surat dan SMS/WA kepada mitra tutur. Tujuan penelitian mendeskripsikan kategori penggunaan bahasa daerah generasi muda Maluku Utara dan Papua Barat ketika menulis surat dan SMS/WA dengan mitra tuturnya. Metode penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif yang datanya dikumpulkan dengan metode penyebaran kuesioner. Hasil analisis menunjukkan bahwa generasi muda Maluku Utara menulis surat kepada mitra tutur (orang tua, paman/tante/bibi, kakek/nenek, saudara (kakak/adik), dan famili jauh) dengan bahasa daerah melalui surat tergolong sangat tidak baik dan melalui SMS/WA tergolong tidak baik. Generasi muda Papua Barat Utara menulis surat kepada mitra tutur (orang tua, paman/tante/bibi, kakek/nenek, saudara (kakak/adik), dan famili jauh) dengan bahasa daerah, baik melalui surat maupun SMS/WA tergolong tidak baik.
Keterancaman Bahasa Roswar: Analisis Daya Hidup Bahasa Santy Yulianti; Winci Firdaus
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 9, No 2 (2020): Ranah: Jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v9i2.2942

Abstract

Roswar language is one of the languages in West Papua which has less than 5000 native speakers, so this language vitality study is needed to measure the vitality of the Roswar language. This paper is the result of research on the vitality of the Roswar language in Waprak and Nordiwar Villages, Roswar District, Teluk Wondama Regency, West Papua Province. This study aims to describe the language vitality in Papua/West Papua. The scope of this research is based on sociolinguistic theories, especially those related to the vitality of language and endangered languages. The use of language in the written domain/expression domain, use of language in the religion domain, and the use of language in the education domain are mostly at a level of decline. Language vitality which is at a threatened level is the use of language in the transactions domain. The vitality of Roswar language is based on the P value (P-value) which explains the relationship between the variables in each index compared to the mobility of the informants in the relative urban-rural position, the use of language in the family domain, the use of language in the written expression domain, the use of language to express expression of feelings, use of language in the religion domain, and use of language in the government domain. AbstrakTulisan ini merupakan hasil penelitian vitalitas bahasa Roswar di desa Waprak dan Nordiwar, Distrik Roswar, Kabupaten Teluk Wondama, Provinsi Papua Barat. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan vitalitas bahasa di Papua/Papua Barat. Cakupan penelitian ini didasarkan pada teori-teori sosiolinguistik khususnya yang berkaitan dengan vitalitas bahasa dan bahasa terancam punah. Penggunaan bahasa pada ranah/ekspresi tulis, penggunaan bahasa pada ranah keagamaan, dan penggunaan bahasa pada ranah pendidikan sebagian besar berada pada tingkat mengalami kemunduran. Vitalitas bahasa yang berada pada tingkat terancam adalah penggunaan bahasa pada ranah transaksi. Vitalitas bahasa Roswar berdasarkan nilai P (P-value) yang menerangkan keterkaitan variabel-variabel dalam tiap indeks yang dibandingkan berada di ranah mobilitas informan pada posisi relatif kota-desa, penggunaan bahasa pada ranah keluarga, penggunaan bahasa pada ranah/ekspresi tulis, penggunaan bahasa untuk mengungkapkan ekspresi perasaan, penggunaan bahasa pada ranah keagamaan, dan penggunaan bahasa pada ranah pemerintahan.