cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa
ISSN : 23388528     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Social,
Ranah: Journal of Language Studies is published by the National Agency for Language Development and Cultivation. It is a research journal which publishes various research reports, literature studies and scientific writings on phonetics, phonology, morphology, syntax, discourse analysis, pragmatics, anthropolinguistics, language and culture, dialectology, language documentation, forensic linguistics, comparative historical linguistics, cognitive linguistics, computational linguistics, corpus linguistics, neurolinguistics, language education, translation, language planning, psycholinguistics, sociolinguistics and other scientific fields related to language studies. It is published periodically twice a year in June and December. Each article published in Ranah will undergo assessment process by peer reviewers.
Arjuna Subject : -
Articles 312 Documents
Menulis Teks Pidato Persuasif, Motivasi Belajar, dan Pendekatan Saintifik dengan Bantuan Media Powtoon Ika Mustika; Alfa Mitri Suhara; Endri Luki Fauzi
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 10, No 1 (2021): Ranah: Jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v10i1.3348

Abstract

The purpose of this research is to determine the ability to write persuasive speech text and learning motivation of junior high school students whose learning uses a scientific approach assisted by powtoon media compared to those using a scientific approach, to determine whether there is a relationship between learning motivation and the ability to write persuasive speech text of junior high school students, and to Knowing student performance in implementing the scientific approach, solving knowledge questions, and completing practical assignments to write persuasive speech texts. The method used in this study is a quasi-experimental type nonequivalent control group design. The sample in this study were 50 junior high school students. Based on the research data, it was found that the experimental class was better at writing persuasive speech texts than the control class. In the association test data between the ability to write persuasive speech text and learning motivation, it turns out that in the experimental class the Sig value is 0.058> 0.05 and in the control class the sig value is 0.357> 0.05. These results mean that there is no association between the ability to write persuasive speech texts and learning motivation in either the experimental class or the control class. The performance of students when implementing the scientific approach assisted by the powtoon media was 86.66%. These results meant that the student's performance was very good. The student's performance in his ability to write persuasive speech texts in the experimental class was in the good category, while in the control class it was in the poor category. AbstrakTujuan dari penelitian yaitu untuk mengetahui kemampuan menulis teks pidato persuasif dan motivasi belajar siswa SMP yang pembelajarannya menggunakan pendekatan saintifik dengan bantuan media Powtoon dibandingkan dengan yang menggunakan pendekatan saintifik, untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antara motivasi belajar dengan kemampuan menulis teks pidato  persuasif siswa SMP, dan untuk mengetahui kinerja siswa dalam implementasi pendekatan saintifik, menyelesaikan soal-soal pengetahuan, dan menyelesaikan tugas praktik menulis teks pidato persuasif. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah quasi eksperimen dengan tipe nonequivalent control group design. Sampel pada penelitian ini yaitu siswa SMP yang berjumlah 50 orang. Berdasarkan data penelitian diperoleh hasil bahwa kelas eksperimen lebih baik dalam menulis teks pidato persuasif dibandingkan kelas kontrol. Pada data uji asosiasi antara kemampuan menulis teks pidato persuasif dengan motivasi berlajar ternyata pada kelas eksperimen diperoleh nilai Sig 0,058> 0,05 dan di kelas kontrol diperoleh nilai  Sig 0,357 > 0,05. Hasil tersebut bermakna bahwa tidak ada asosiasi antara kemampuan menulis teks pidato persuasif dan motivasi belajar baik di kelas eksperimen ataupun kelas kontrol. Kinerja siswa pada saat mengimplementasikan pendekatan saintifik dengan bantuan media powtoon diperoleh hasil 86,66 % hasil tersebut bermakna bahwa kinerja siswa sangat baik. Adapun kinerja siswa dalam kemampuannya dalam menulis teks pidato persuasif di kelas eksperimen yaitu ada dalam kategori baik, sedangkan di kelas kontrol yaitu dalam kategori kurang.
Examining Word List and Processes in Law of The Republic of Indonesia Number 6 Year 2011 Eva Tuckyta Sari Sujatna; Cece Sobarna
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 10, No 1 (2021): Ranah: Jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v10i1.1544

Abstract

This research tries to figure out the word list and the types of processes in Law of the Republic of Indonesia No 6 of Year 2011 concerning immigration. The research method applied in this research is descriptive method to describe the word list and the process in each data. Based on the result of the data analysis, firstly, it was found that the word “yang” is the highest frequency gramatically, while “pasal” is the highest frequency lexically. Secondly, it was reported there are four different processes; they are material process, mental process, relational process, and verbal process. Among the processes, the dominant process applied in Law of the Republic of Indonesia No 6 Year 2011 concerning Immigration is the verb “dipidana” as material processes, “menolak” as mental processes, “melarang” as verbal processes, and “adalah” as relational processes. AbstrakTujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan kosakata dan jenis-jenis proses dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif untuk mendeskripsikan kosakata dan proses dalam setiap data. Berdasarkan hasil analisis data, pertama ditemukan bahwa kata “yang” secara gramatikal memiliki frekuensi tertinggi, sedangkan secara leksikal kata “pasal” memiliki frekuensi tertinggi. Kedua, ditemukan empat proses yang berbeda, yaitu proses material, proses mental, proses relasional, dan proses verbal. Di antara proses-proses tersebut, proses yang dominan diterapkan dalam UUD RI No 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian adalah verba “dipidana” sebagai proses material, “menolak” sebagai proses mental, “melarang” sebagai proses verbal, dan “adalah” sebagai proses relasional.
Bahasa Iklan di Antara Erotisme dan Simbiosis Mutualisme Abd Rahman Rahim; Arifuddin Arifuddin; Wardiman Wardiman
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 10, No 1 (2021): Ranah: Jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v10i1.3366

Abstract

The main problem discussed in this study is the use of language in advertising media as a form of using Indonesian in public spaces. Through promotion through advertising, a product can be known by the public and this is the purpose of an advertised product. The approach used in this study is a qualitative approach, namely research that produces descriptive data in the form of spoken or written words from people or observed behavior. The described aspect is the result of an analysis of the use of vulgar language and the meaning contained in each advertisement. Based on an analysis of several advertised products, both on electronic media (television) and on social media, it is evident that erotic word choices are used in advertising media. AbstrakMasalah utama yang dibahas dalam penelitian ini adalah pemakaian bahasa di media iklan sebagai salah satu bentuk pemakaian bahasa Indonesia di ruang publik. Melalui promosi lewat iklan, sebuah produk dapat dikenal oleh masyarakat dan inilah yang menjadi tujuan sebuah produk diiklankan. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif yakni penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata lisan atau tertulis dari orang atau prilaku yang diamati. Aspek yang dideskripsikan adalah hasil analisis pemakaian bahasa vulgar dan makna yang terkandung dalam setiap iklan. Berdasarkan hasil analisis terhadap beberapa produk yang diiklankan, baik di media elektronek (televisi) maupun di media sosial terbukti bahwa pilihan kata yang bersifat erotis digunakan dalam media iklan.
Klasifikasi Bentuk Kata Bilangan Bahasa Melayu Jambi Ade Rahima Amir
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 10, No 1 (2021): Ranah: Jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v10i1.3563

Abstract

The objective of this research is to describe the classification of numeral forms in the Jambi Malay Language. The method used in this research is descriptive. Sources of research data include oral data from informants and written data taken from a collection of Jambi folklore. Overall this research was conducted in two locations, namely the district of Muaro Jambi and Jambi city. The research data were in the form of words, phrases, and sentences containing Jambi Malay Language numeral forms. The techniques collection used include interview, observation, introspection, and elicitation techniques. Data analysis is done by distributional method through substitution, expansion, and permutation technique. The results of data analysis showed that the numeral forms of Jambi Malay Language can be classified into 2 forms namely: 1) Basic form that includes monomorphemic form and polymorphemic form. Both forms are classified based on the amount of morphemes. 2) Complex forms or derivatives are classified based on their morphological processes, i.e. forms of affixed and reduplication. Based on these results, it can be concluded that from the morphological and syntactic aspects, the numeral forms of Jambi Malay Language has its own classification which is different from other word forms. AbstrakTujuan penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan klasifikasi bentuk kata bilangan bahasa Melayu Jambi (BMJ). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan struktural. Sumber data penelitian mencakup data lisan yang berasal dari informan dan data tulisan yang diambil dari kumpulan cerita rakyat daerah Jambi. Secara keseluruhan penelitian ini dilakukan di dua lokasi yakni Kabupaten Muaro Jambi dan Kota Jambi. Data penelitian berupa kata, frasa dan kalimat-kalimat yang mengandung kata bilangan BMJ. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi teknik wawancara, observasi, introspeksi, dan elisistasi. Analisis data dilakukan dengan metode distribusional melalui teknik subsitusi, ekspansi dan permutasi. Hasil analisis data menunjukkan bahwa secara umum bentuk kata bilangan BMJ dapat diklasifikasikan atas 2 bentuk yakni: 1) bentuk dasar yang mencakup bentuk monomorfemis dan bentuk polimorfemis. Kedua bentuk ini diklasifikasikan berdasarkan jumlah morfemnya. 2) bentuk kompleks atau turunan diklasifikasikan berdasarkan proses morfologisnya, yakni  bentuk berafiks dan bentuk reduplikasi. Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan bahwa klasifikasi bentuk kata bilangan bahasa BMJ merupakan kajian linguistik dari aspek morfologi dan sintaksis mempunyai klasifikasi tersendiri yang berbeda dari bentuk kata lainnya.
Pengembangan Bahan Ajar BIPA Daring Tingkat Pemula Rendah Ahmad Rofiuddin; Gatut Susanto; Didin Widyartono; Sultan Sultan; Helmi Muzaki; Pensri Panich
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 10, No 1 (2021): Ranah: Jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v10i1.3376

Abstract

The aim of this study is to develop Indonesian language teaching online materials as a Foreign Language (BIPA) which are suitable for beginner low level learners. This research is conducted in Malang in 2020. The procedure in this study uses the (Gall et al., 2007). The characteristics of the product consist of thirteen lessons that are used for online BIPA learning. Each lesson is developed based on actual topics according to beginner low level learner needs. The actual topics cover introduction, campus, home, office, canteen, park, and market. The variety of Indonesian uses in this teaching material is communicative variety. In addition, this teaching material is equipped with English as an complementary language. Based on the use test on the aspects of content, language, and presentation order, it can be concluded that online BIPA teaching material for beginner low-level learners has high feasibility. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menghasilkan bahan ajar Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) daring yang memiliki kelayakan untuk digunakan bagi pebelajar tingkat pemula rendah. Penelitian ini dilakukan di Malang pada tahun 2020. Prosedur yang digunakan adalah model (Gall et al., 2007). Karakteristik bahan ajar yang dihasilkan terdiri atas tiga belas unit pelajaran yang digunakan untuk pembelajaran BIPA secara daring. Tiap unit pelajaran dikembangkan bertumpu pada topik aktual sesuai dengan kebutuhan pebelajar tingkat pemula rendah. Topik-topik aktual tersebut antara lain tentang perkenalan, kampus, rumah, kantor, kantin, taman, dan pasar. Ragam bahasa Indonesia yang digunakan dalam bahan ajar ini ragam komunikatif. Selain itu, bahan ajar ini difasilitasi bahasa bantu bahasa Inggris. Berdasarkan uji pakai terhadap aspek isi, bahasa, dan struktur penyajian dapat disimpulkan bahwa bahan ajar BIPA daring untuk pebelajar tingkat pemula rendah daring ini memiliki kelayakan tinggi. 
Kesalahan Pemahaman dan Pengaplikasian Kalimat Pasif dan Kalimat Benefaktif Bahasa Jepang Sri Iriantini; Vina Febriani Setiawan
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 10, No 1 (2021): Ranah: Jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v10i1.1736

Abstract

Passive sentence is one of the universal language features that all languages have. In spite of its universality, every language have its own specific form of passive sentences. Japanese and Indonesian, for specific case, have their own rules regarding passive sentence constructions. Japanese passive constructions, are marked with the use of ‘jodoushi’ (passive suffixes reru/rareru) which inflectionally embedded to the roots (core verbs). Meanwhile, Indonesian passive sentences uses affixes di-, ter-, and ke-an. However, there is an interesting construction in Japanese benefactives,  which semantically may convey passive meaning. Thus, they may appear as Indonesian passive sentences when being translated. This often leads Indonesian Japanese learners to misunderstand and misapply Japanese passive sentences. This study discusses errors in understanding and applying Japanese passive sentences produced by the 4th and 6th semesters of Japanese students of Universitas Kristen Maranatha Bandung. The study was conducted by giving passive and benefactive sentences to the students and asking them to choose which correct construction to use.  AbstrakBentuk kalimat pasif merupakan salah satu ciri universal yang dimiliki oleh bahasa yang ada. Oleh karena itu, semua bahasa mempunyai bentuk kalimat pasif.Bahasa Jepang dan bahasa Indonesia pun memiliki kalimat pasif. Bentuk kalimat pasif bahasa Jepang ditandai dengan penggunaan jodoushi (sufiks penanda bentuk pasif) reru/rareru yang secara inflektif melekat pada verba inti. Sementara itu, bentuk kalimat pasif bahasa Indonesia menggunakan afiks di-, ter-, dan ke-an. Namun, ada satu hal yang menarik.Di dalam bahasa Jepang terdapat struktur benefaktif yang secara semantis bermakna pasif sehingga jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia menjadi kalimat pasif. Hal itulah yang membuat pemelajar dari Indonesia sering salah memahami dan mengaplikasikan kalimat pasif dalam bahasa Jepang.Dalam penelitian ini dibahas kesalahan pemelajar Indonesia semester 4 dan 6 di Universitas Kristen Maranatha dalam memahami dan mengaplikasikan kalimat pasif bahasa Jepang. Penelitian dilakukan dengan cara memberikan soal kalimat pasif dan kalimat benefaktif, lalu meminta mahasiswa memilih bentuk pasif ataukah benefaktif yang tepat digunakan
Kebutuhan Mahasiswa terhadap Bahan Ajar di Era Pandemi Lira Hayu Afdetis Mana
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 10, No 1 (2021): Ranah: Jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v10i1.3651

Abstract

Teaching materials are one of the important components needed in the learning process. With the appropriate teaching materials, it is hoped that it can help the smooth running of learning activities. Likewise with teaching materials in this Pandemic Era. Teaching materials that have been used in learning activities are simple teaching materials made by lecturers. This study aims to analyze student needs for teaching materials in the era of the COVID-19 pandemic, at STKIP PGRI West Sumatra. The subjects in this study were 106 students of STKIP PGRI West Sumatra. The data in this study were obtained from the results of a questionnaire on the analysis of student needs for teaching materials in the Covid 19 pandemic era through the google form that has been provided by researchers to find out student responses regarding the teaching materials that have been obtained so far. The results of the research from the analysis of student needs for teaching materials are: first, students need teaching materials provided by lecturers from e-learning. Second, students understand a teaching material more quickly if the teaching material is provided by the lecturer through e-learning then download and print it. third, students prefer a power point display that is complete with lecturers' explanations. fourth, students like the use of a standard language style, but not rigid of a teaching material. Fifth, the teaching materials that have been given by lecturers during online chasing are sufficient to meet the needs but not maximally, sixth, the teaching materials provided by lecturers during online learning are quite relevant / in accordance with the topic, seventh, the need for students for teaching materials is very high. This shows that students need more detailed information about the lesson in order to gain a deep understanding. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan mahasiswa terhadap bahan ajar di era pandemi covid 19. Subjek dalam penelitian ini adalah mahasiswa STKIP PGRI Sumbar yang. Data pada penelitian ini diperoleh dari hasil angket analisis kebutuhan mahasiswa terhadap bahan ajar di era pandemi covid 19 melalui google form yang telah disediakan peneliti untuk mengetahui tanggapan-tanggapan mahasiswa mengenai bahan ajar yang diperoleh selama ini. Hasil penelitian dari analisis kebutuhan mahasiswa terhadap bahan ajar yaitu: pertama, mahasiswa membutuhkan bahan ajar yang disediakan oleh dosen dari e-learning. kedua, mahasiswa lebih cepat memahami sebuah bahan ajar jika bahan ajar tersebut diberikan oleh dosen melalui e-learning lalu mengunduh dan memprintnya. ketiga, mahasiswa lebih menyukai tampilan power point yang lengkap disertai penjelasan dosen, keempat, mahasiswa menyukai penggunaan gaya bahasa baku, namun tidak kaku dari sebuah bahan ajar. kelima,  bahan ajar yang diberikan dosen saat pembelajaran daring selama ini cukup memenuhi kebutuhan namun belum maksimal, keenam, bahan ajar yang diberikan dosen saat pembelajaran daring cukup relevan/sesuai dengan topik, ketujuh, kebutuhan mahasiswa terhadap bahan ajar sangat tinggi. Ini menunjukkan bahwa mahasiswa membutuhkan informasi yang lebih detail tentang pelajaran  dalam rangka mendapatkan pemahaman yang mendalam.
Fenomena Disfemisme dalam Kartun Anak Pada Pertelevisian Indonesia Lelly Dwi Anjani; Bakdal Ginanjar
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 10, No 1 (2021): Ranah: Jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v10i1.1787

Abstract

This paper examines the use of dysphemism in children's cartoon shows in Indonesian television which are categorized as dangerous and cautious according to KPAI and KPI. The issue of this paper is focused on discussing the types of dysfemism used. This research is a descriptive qualitative type. The data of this research are sentences containing dysphemism. The data source of this research is the children's cartoon show Spongebob Squarepants¸ Crayon Shinchan, and Little Krishna taken from television and Youtube shows. The method of providing data is done by referring to the record and record techniques. The method of data analysis is done by the method of distribution with techniques for direct elements, fade techniques, and dressing techniques. The results of data analysis are presented by informal methods. Based on the results of data analysis, it was concluded that the type of dysfemism in children's cartoon shows in Indonesian television is in the form of 1) a comparison between humans and animals that are conventionally considered to have certain behaviors, 2) term or nickname derived from taboo body organs, body effluvia (odor or secretion), and sexual behavior, 3) nickname or dysphemistic greetings taken from physical characters that are seen so that it is considered to be an abnormal person, 4) curses and nicknames that use the term from mental abnormalities or mental illness, 5) sexist, racist, speciesist, classist, ageist and otherIST dysfemism that function as insults, and 6) the term insult or disrespect that calls insult to the intended character.AbstrakDalam tulisan ini dikaji penggunaan disfemisme dalam tayangan kartun anak pada pertelevisian Indonesia yang dikategorikan berbahaya serta hati-hati menurut KPAI dan KPI. Permasalahan dalam tulisan ini difokuskan pada pembahasan jenis disfemisme yang digunakan. Penelitian ini berjenis deskriptif kualitatif. Data penelitian ini berupa kalimat yang mengandung disfemisme. Sumber data penelitian ini adalah tayangan kartun anak “Spongebob Squarepants”¸ “Crayon Shinchan”, dan “Little Krishna” yang diambil dari tayangan televisi dan YouTube. Metode penyediaan data yang digunakan adalah metode simak dengan teknik rekam dan teknik catat. Metode analisis data yang digunakan adalah metode agih dengan teknik bagi unsur langsung, teknik lesap, dan teknik ganti. Hasil analisis data disajikan dengan metode informal. Berdasarkan hasil analisis data, disimpulkan bahwa jenis disfemisme dalam tayangan kartun anak pada pertelevisian Indonesia berupa 1) perbandingan manusia dengan hewan yang secara konvensional dianggap memiliki perilaku tertentu, 2) istilah atau julukan yang berasal dari organ tubuh yang ditabukan, efluvia tubuh (bau atau sekresi), dan perilaku seksual, 3) julukan atau sapaan disfemistik yang diambil dari karakter fisik yang terlihat sehingga dianggap seolah menjadi orang yang abnormal, 4) kutukan dan julukan yang menggunakan istilah dari abnormalitas mental atau penyakit jiwa, 5) disfemisme sexist, racist, speciesist, classist, ageist, dan -IST lainnya yang berfungsi sebagai penghinaan, dan 6) istilah penghinaan atau tidak hormat yang menyerukan penghinaan pada karakter yang dituju.
Konsep Performance Bahasa Minangkabau dalam Novel Wahyudi Rahmat; Yolanda Z Putri; Winci Firdaus
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 10, No 1 (2021): Ranah: Jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v10i1.2120

Abstract

The problem in this study examines the form of performance or reflection of the language system that is on the mind of the speaker in Pinto Anugrah's novel Jemput Terbawa. Performance in a novel deserves to be researched with the aim of knowing the form of the use of speaker language or Pinto Anugrah as an author to convey the intent into a work. Therefore, the purpose of this analysis is to see how the form of performance of pinto anugrah minangkabau language that is influenced by psychology and culture that affects it.  The theory used in this study is Simanjuntak (2015). The research method used is the method of listening to or listening to the text and marking the content of the text with a note technique. The data analysis uses the padan method and agih method. All of these forms are based on the opinion of Sudaryanto (1993). The results of this study found that the form of performance in the novel Jemput Terbawa can be seen in several forms, namely the form of dendang, rabab, lusuah, cigak baruak, and rabab jua. AbstrakMasalah dalam penelitian ini mengkaji tentang bentuk performance atau cerminan dari sistem bahasa yang ada pada pikiran penutur dalam novel Jemput Terbawa karya Pinto Anugrah. Performance dalam sebuah novel layak untuk diteliti dengan tujuan untuk mengetahui bentuk pemakaian bahasa penutur atau Pinto Anugrah sebagai pengarang untuk menyampaikan maksud ke dalam sebuah karyanya. Oleh karena itu, tujuan analisis ini adalah untuk melihat bagaimana bentuk performance bahasa minangkabau Pinto Anugrah yang dipengaruhi oleh psikologi dan kebudayaan yang memengaruhinya.  Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Simanjuntak (2015). Metode penelitian yang digunakan menggunakan adalah metode simak atau menyimak teks dan menandai isi dari teks dengan teknik catat. Analisis datanya menggunakan metode padan dan metode agih. Semua bentuk ini didasarkan pada pendapat Sudaryanto (1993). Hasil penelitian ini menemukan bahwa bentuk performance dalam novel Jemput Terbawa dapat dilihat dalam beberapa bentuk yakni bentuk dendang, rabab, lusuah, cigak baruak, dan rabab jua.
Representasi Pejabat Pemerintah terhadap Kebijakan Lockdown Pada Tayangan ILC TV One Yustitiayu Novelly; Siska Andes Madya; Ngusman Abdul Manaf
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 10, No 1 (2021): Ranah: Jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v10i1.3488

Abstract

The purpose of this study is to see how the representation of government officials about the pros and cons of lockdown by those who are pro with the policy of government officials; and how the representation of government officials about the lockdown counter by those who are counter to the policy of government officials in conveying their ideology in a speech on the ILC TV ONE talk show with the theme Corona: Pro and Counter Lockdown. This type of research is qualitative research with descriptive methods. The data in this study were in the form of speeches from each of the speakers, namely government officials and experts. The subjects in this study were government officials and experts who were the speakers at the ILC TV ONE program. The approach of this research is AWK Norman Fairclough's qualitative approach. The results of this study indicate that, that there is no one vote whether the pros or cons lockdown. Because there are a lot of considerations and shadows if the lockdown is done what the impact is and if nothing is done. There are 3 findings of representation from government officials' statements on the lockdown policy, namely (1) Government officials in their speeches do not have strong control to make decisions, local government officials still play it safe and maintain respect for the government above it. (2) Central government officials, which are represented by the President's spokesman, can only provide an educational explanation on what is social distancing and what is lockdown and the policies that are carried out; and (3) Representative government officials and experts criticizing the policies taken by the government have not been maximized and are not firm. AbstrakTujuan penelitian ini adalah untuk mengungkapkan bagaimana representasi pejabat pemerintah  tentang pro dan kontra lockdown oleh pihak yang pro dengan kebijakan pejabat pemerintah; dan bagaimana representasi pejabat pemerintah tentang prokontra lockdown oleh pihak yang kontra dengan kebijakan pejabat pemerintah dalam menyampaikan ideologinya dalam tuturan di talk show ILC TV ONE dengan tema Corona: Pro dan Kontra Lockdown. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis wacana kritis model Norman Fairclough yang meliputi teks, discourse practice, dan sociocultural practice. Pendekatan penelitian ini berupa pendekatan kualitatif prespektif AWK Norman Fairclough. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, bahwa tidak satu suara apakah pro atau kontra lockdown. Karena banyak pertimbangan dan bayangan-bayangan jika lockdown dilakukan apa dampaknya dan jika tidak dilakukan apapula dampaknya. Ada 3 temuan representasi dari tuturan pejabat pemerintah atas kebijakan lockdown, yaitu (1) Pejabat pemerintah dalam tuturannya tidak mempunyai kendali yang kuat untuk membuat keputusan, pejabat pemerintah daerah masih bermain aman dan menjaga kehormatan kepada pemerintah diatasnya. (2) Pejabat pemerintah pusat yaitu diwakili oleh jubir Presiden hanya bisa memberikan penjelasan pendidikan mengenai apa itu sosial distancing dan apa itu lockdown serta kebijakan yang dilakukan; dan (3) Pejabat pemerintah wakil rakyat dan pakar mengkritisi kebijakan yang diambil pemerintah belum maksimal dan tidak tegas.