cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa
ISSN : 23388528     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Social,
Ranah: Journal of Language Studies is published by the National Agency for Language Development and Cultivation. It is a research journal which publishes various research reports, literature studies and scientific writings on phonetics, phonology, morphology, syntax, discourse analysis, pragmatics, anthropolinguistics, language and culture, dialectology, language documentation, forensic linguistics, comparative historical linguistics, cognitive linguistics, computational linguistics, corpus linguistics, neurolinguistics, language education, translation, language planning, psycholinguistics, sociolinguistics and other scientific fields related to language studies. It is published periodically twice a year in June and December. Each article published in Ranah will undergo assessment process by peer reviewers.
Arjuna Subject : -
Articles 312 Documents
Inovasi dan Retensi Fonologis Proto Bahasa Melayu pada Bahasa Melayu Riau Dialek Pesisir NFN Ubaidillah; NFN Norlaili
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 9, No 1 (2020): Ranah: Jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v9i1.1392

Abstract

Malay is one of languages that has many speakers. One area of Malay language speakers is Riau. Riau Malay language has few differences in the lexicons, so that it can be said as a sub-dialect. Therefore, it is important to study further about the communication language of Riau Malay, especially Riau Malay coastal dialect used in Tembilahan Sub-district by using diachronic study. This study aims to describe the reflexes of Malay protol-anguage phonemes of Riau Malay coastal dialect in Tembilahan Sub-district which is then followed by making the rules of changing Malay proto-language phonemes of Riau Malay coastal dialect in Tembilahan Sub-district and the rules for retention forms of its phonemes. The method used in this study is a qualitative deductive method that applies top-down reconstruction technique. The results obtained in this study are that Riau Malay coastal dialect used in Tembilahan Sub-district has some innovation rules, both in the forms of primary innovations and secondary innovations. The primary innovations have three types of innovations, namely substitution, split, and merger, while secondary innovations, consisting of lenition, fortition, metathesis, syncope, prothesis, and paragoge. AbstrakBahasa Melayu merupakan salah satu bahasa dunia yang memiliki banyak pengguna. Salah satu daerah pengguna bahasa melayu adalah Riau. Bahasa Melayu Riau memiliki sedikit perbedaan-perbedaan dalam leksikonnya sehingga bisa dikatakan sebagai subdialek. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian lebih jauh mengenai bahasa komunikasi Melayu Riau, tepatnya bahasa Melayu Riau dialek Pesisir yang digunakan di Kecamatan Tembilahan dengan menggunakan kajian diakronis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran refleks fonem-fonem protobahasa Melayu pada bahasa Melayu Riau dialek Pesisir di Kecamatan Tembilahan yang kemudian dilanjutkan dengan membuat kaidah-kaidah perubahan fonem-fonem protobahasa Melayu pada bahasa Melayu Riau dialek Pesisir di Kecamatan Tembilahan berikut kaidah retensi fonem-fonemnya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deduktif kualitatif yang menerapkan teknik rekonstruksi dari atas ke bawah (top-down reconstruction). Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini adalah terdapat kaidah inovasi-inovasi Melayu Riau dialek pesisir yang digunakan di Kecamatan Tembilahan, baik yang berupa inovasi primer maupun inovasi sekunder. Adapun inovasi primer, memiliki tiga jenis inovasi, yaitu substitusi, split, dan merger, sedangkan inovasi sekunder, terdiri atas lenisi, fortisi, metatesis, sinkope, protesis, dan  paragog.
Gaya Bahasa Pidato Jokowi dalam Pembukaan Annual Meetings Imf-World Bank Group di Bali Ali Kusno; Wenni Rusbiyantoro
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 9, No 1 (2020): Ranah: Jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v9i1.995

Abstract

This study aims to describe the use of language within President Jokowi's Game of Thrones speech in opening Annual Meetings IMF-World Bank Group. The research method is descriptive qualitative. Data and sources data in the form of speech transcript published in TribunJabar.id. The results of the analysis showed that overall using official language style, mixed codes, medium language, high pitch, anaphoric reps, mesodiplosis reps, long analogies, rhetorical questions, hyperbole, metaphors, fresh humor, antithesis, and climax in closing. In substance and packaging, President Jokowi's speech was so good. The speech was able to amaze the audience. The listeners of the speech will understand better if they also master the Game of Trones reference series. Further research on the language style of President Jokowi's speech in different forums will reveal different language styles according to the forum that was delivered. AbstrakPenelitian ini bertujuan mendeskripsikan penggunaan gaya bahasa dalam pidato Presiden Jokowi Game of Thrones saat pembukaan Annual Meetings IMF-World Bank Group. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif. Data dan sumber data berupa transkrip pidato yang dimuat di Tribun Jabar.id. Hasil analisis menunjukkan bahwa secara keseluruhan menggunakan gaya bahasa resmi, campur kode, bahasa menengah, nada suara tinggi, repetisi anafora, repetisi mesodiplosis, analogi yang panjang, pertanyaan retoris, hiperbol, metafora, humor-humor segar, antitesis, dan klimaks sebagai penutup.  Secara substansi dan kemasan, pidato Presiden Jokowi begitu baik. Pidato tersebut mampu memukau hadirin. Bagi pendengar pidato tersebut akan lebih memahami apabila juga menguasai referensi serial Game of Trones. Penelitian lanjutan tentang gaya bahasa pidato Presiden Jokowi dalam forum yang berbeda akan mengungkapkan gaya bahasa yang berbeda sesuai dengan forum yang disampaikan. 
Analisis Kesalahan Pengucapan Pada Program Talk Show Di Televisi Indonesia Emmy Erwina
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 9, No 2 (2020): Ranah: Jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v9i2.2849

Abstract

This study discusses the analysis of pronunciation errors in talk shows that occur in several television stations in Indonesia. The data collected for analysis was to see whether the standard spoken language used in talk shows or not when Speaking in talk shows and the errors found in their talk shows were constructed by their language standards. This research is a phonetic study of Indonesian sounds and pronunciation only. The theoretical framework used in this study is based on error analysis theory such as Corder, Selinker and Richards. It is also based on structural linguistic theories such as those elaborated by Pike and those put forward by Kridalaksana in analyzing sound errors in Indonesian. The design of the research method used in this study is in accordance with the error analysis in analyzing the error data collected from the talk show audience survey at each television station in Indonesia. This research was conducted to analyze the errors of vowels, diphtongs, and consonants. This investigation shows that the errors found in the data are as follows: inter-language errors such as hypercorrection to take advantage of the use of standard languages caused by mother tongues such as Javanese, Batak, and Slang. AbstrakPenelitian ini membahas tentang analisis kesalahan pengucapan pada talkshow yang terjadi di beberapa stasiun televisi di Indonesia. Data yang dianalisis merupakan data yang digunakan untuk mengetahui apakah bahasa lisan standar digunakan dalam acara bincang-bincang atau tidak dan apakah kesalahan yang ditemukan dalam acara bincang-bincang dipengaruhi oleh bahasa standar yang digunakan. Penelitian ini merupakan studi fonetik tentang bunyi dan pengucapan bahasa Indonesia. Kerangka teori yang digunakan dalam penelitian ini didasarkan pada teori analisis kesalahan seperti Corder, Selinker, dan Richards. Hal ini juga didasarkan pada teori-teori linguistik struktural seperti yang dielaborasi oleh Pike dan yang dikemukakan oleh Kridalaksana dalam menganalisis kesalahan bunyi bahasa Indonesia. Rancangan metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini sesuai dengan analisis kesalahan dalam menganalisis data kesalahan yang dikumpulkan dari survei penonton talk show di setiap stasiun televisi di Indonesia. Penelitian dilakukan untuk menganalisis kesalahan bunyi vokal, diftong, dan konsonan. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa kesalahan yang ditemukan pada data adalah sebagai berikut: kesalahan antarbahasa seperti hypercorrection untuk menghindari penggunaan bahasa standar yang disebabkan oleh bahasa ibu seperti bahasa Jawa, Batak, dan bahasa gaul.
Pemanfaatan Teknologi untuk Pengajaran Bahasa Indonesia di Tengah Pandemi Covid-19 Syihaabul Hudaa; Ahmad Bahtiar; NFN Nuryani
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 9, No 2 (2020): Ranah: Jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v9i2.2361

Abstract

Pandemic that struck Indonesia made learning activities at all levels of education unable to function as usual. This outbreak makes language learning activities at the university level using a variety of available technologies. However, teachers and learners have their own challenges, one of which is teaching techniques and the use of existing media. The purpose of writing this article is to convey the effectiveness of Indonesian language learning by using various kinds of available technology. This research uses direct action, by interacting with students through the Zoom, Whatsapp, and Google Classroom applications. Data in this study were collected using Google Class applications and Google Docs for collection. Then, the data are analyzed by the researchers to be presented in the discussion. The discussion of the material was carried out by researchers using the Zoom application. Based on research conducted by researchers concluded that two-way communication in language learning is needed. Students still need an interaction process, meaning that it is not enough to provide questions and answers in the Google Class column. The discussion at Zoom makes students able to work on the questions given by the lecturers well. The first cycle obtained unsatisfactory results, where students read the material and work on the questions without getting discussion through the Zoom application. However, the second cycle shows significant results where students have already gotten discussion in the Zoom application. AbstrakPandemi yang melanda Indonesia membuat kegiatan pembelajaran di semua tingkat pendidikan tidak bisa berjalan seperti biasanya. Wabah ini membuat kegiatan pembelajaran bahasa di tingkat universitas menggunakan pelbagai macam teknologi yang ada. Akan tetapi, pengajar dan pemelajar memiliki tantangannya tersendiri, salah satunya teknik pengajaran dan pemanfaatan media yang ada. Tujuan penulisan artikel ini untuk menyampaikan keefektivitasan pembelajaran bahasa Indonesia dengan menggunakan pelbagai macam teknologi yang ada. Penelitian ini menggunakan tindakan langsung, dengan melakukan interaksi kepada pemelajar melalui aplikasi Zoom, Whatsapp, dan Google Kelas. Data dalam penelitian ini dikumpulkan menggunakan aplikasi Google Kelas dan Google Docs untuk pengumpulannya. Kemudian, data tersebut dianalisis hasilnya oleh peneliti untuk disampaikan di dalam pembahasan. Pembahasan materi dilakukan oleh peneliti dengan menggunakan aplikasi Zoom. Berdasarkan penelitian yang sudah dilakukan oleh peneliti disimpulkan bahwa komunikasi dua arah dalam pembelajaran bahasa sangatlah diperlukan. Mahasiswa masih memerlukan proses interaksi, artinya tidak cukup dengan pemberian soal dan jawaban di kolom Google Kelas. Pembahasan di Zoom membuat mahasiswa mampu mengerjakan soal yang diberikan oleh dosen pengampu dengan baik. Siklus pertama didapatkan hasil yang kurang memuaskan, di mana mahasiswa membaca materi dan mengerjakan soal tanpa mendapatkan pembahasan melalui aplikasi Zoom. Akan tetapi, siklus kedua menunjukkan hasil yang signifikan yaitu mahasiswa sudah mendapatkan pembahasan di dalam aplikasi Zoom.
Variasi Maksud Kata Emotif “Wela” dalam Bahasa Jawa: Perspektif Sosiopragmatik Kunjana Rahardi
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 9, No 2 (2020): Ranah: Jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v9i2.2937

Abstract

This study aims to describe manifestation of the variations of  meanings of the emotive word 'wela' in Javanese language. The research data were in the form of snippets of utterances which contain variations of meanings of the Javanese emotive word 'wela'. The source of the substantive data was the daily speech of villagers in which there were manifestations of variations in the meaning of the emotive word 'wela'. The data were collected using the observation and interview method. The observation method was done by using the recording and note-taking technique. The interview method was carried out with the face-to-face interview and the indepth interviewing techniques. The next step is the data identification, data classification, and data typification. Data that had been typified were then subjected to data analysis methods and techniques, but previously triangulated to the experts. Data analysis was performed using extralingual equivalent analysis method. Through this research, six meanings of the emotive word 'wela' have been found in Javanese language, namely: (1) showing the intention of surprise, (2) showing the intention of defense, (3) showing the intention of reminding, (4) showing the intention of surprise, (5) shows the intention of relief to give thanks, (6) shows the intention of disappointment. AbstrakPenelitian ini bertujuan mendeskripsikan variasi manifestasi maksud kata emotif ‘wela’ dalam bahasa Jawa. Data penelitian berupa cuplikan-cupkikan tuturan yang di dalamnya terkandung variasi maksud kata emotif ‘wela’. Sumber data substantifnya adalah tuturan keseharian warga masyarakat perdesaan yang di dalamnya terdapat manifestasi variasi maksud kata emotif ‘wela’. Data dikumpulkan dengan metode simak dan cakap. Metode simak dilakukan dengan teknik rekam dan catat. Metode cakap dilaksanakan dengan teknik cakap semuka dan cakap tansemuka. Langkah selanjutnya adalah identifikasi data, klasifikasi data, dan tipifikasi data. Data yang telah ditipe-tipekan lalu dikenai metode dan teknik analisis data, tetapi  sebelumnya ditriangulasikan terlebih dahulu kepada pakar. Analisis data dilakukan dengan metode analisis padan ekstralingual. Melalui penelitian ini telah ditemukan enam maksud kata emotif ‘wela’dalam bahasa Jawa, yakni maksud: (1) menunjukkan maksud keterkejutan, (2) menunjukkan maksud pembelaan, (3) menunjukkan maksud mengingatkan, (4) menunjukkan maksud keheranan, (5) menenunjukkan maksud kelegaan untuk bersyukur, (6) menunjukkan maksud kekecewaan.
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa, Volume 9, Nomor 2 View or Download the Full Issue
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 9, No 2 (2020): Ranah: Jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

-
Tingkat Kesantunan Nonverbal dalam Tuturan Verbal antara Penjual dan Pembeli di Pasar Beringharjo Yogyakarta: Kajian Etnopragmatik NFN Pranowo
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 9, No 2 (2020): Ranah: Jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v9i2.2975

Abstract

The levels of nonverbal politeness in verbal speech acts is an ethnopragmatic study. The research design was descriptive qualitative with ethnopragmatic basic theory. Ethnographic theory is basically a theory commonly used to study the culture of an ethnicity. In further developments, ethnography can be used to study cultural acts, including speech acts in language. Cultural acts in language cannot be separated from the context of language usage. Therefore, this study also involves pragmatic theory. Cultural speech acts can occur in various environments of speech events. This research will examine speech acts that occur in the cultural environment of the Beringharjo market in Yogyakarta when traders and buyers transact with each other. The research objectives are (a) to describe the form of nonverbal politeness used by buyers and sellers in the Beringharjo market, and (b) to describe the factors that influence the level of nonverbal politeness in verbal speech by the seller-buyer. AbstrakTingkat kesantunan nonverbal dalam tindak tutur verbal merupakan kajian etnopragmatik. Desain penelitian adalah deskripsitif kualitatif dengan teori dasar etnopragmatik. Teori etnografi pada dasarnya merupakan teori yang biasa digunakan untuk mengkaji kebudayaan suatu etnis. Dalam perkembangan selanjutnya, etnografi dapat dipakai untuk mengkaji tindak budaya, termasuk tindak tutur berbahasa. Tindak budaya dalam berbahasa tidak dapat dilepaskan dengan konteks pemakaian bahasa. Oleh karena itu, kajian ini juga melibatkan teori pragmatik. Tindak tutur budaya dapat terjadi di berbagai lingkungan peristiwa tutur. Penelitian ini akan mengkaji tindak tutur yang terjadi di lingkungan budaya Pasar Beringharjo Yogyakarta ketika pedagang-pembeli saling bertransaksi. Tujuan penelitiannya adalah (a) mendeskripsikan wujud kesantunan nonverbal yang digunakan oleh penjual-pembeli dan antarpedagang di Pasar Beringharjo, dan (b) mendeskripsikan faktor yang memengaruhi tingkat kesantunan nonverbal dalam tuturan verbal oleh penjual-pembeli.
Kata Berfrekuensi Tinggi dalam Pembelajaran BIPA Pemula Esra Nelvi Siagian
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 9, No 2 (2020): Ranah: Jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v9i2.2320

Abstract

Vocabulary plays an important role in foreign language learning, but teachers are often confused about what vocabulary should be taught or targeted so that learners can communicate well according to their level. This study aims to produce a list of the most frequently used vocabulary, knows as High Frequency Words-HFW, in Beginner Indonesian as Foreign Language (ILF) level. The results of this research will be great used for IFL students, teachers, writers, and observers, as well as parties related to IFL. The use of HFW in foreign language learning is proven to have positive effects, such as increasing learning motivation, increasing self-confidence to produce one's own sentences, helping to understand texts, and using repeated words that will make the vocabulary familiar to learners. This qualitative research used corpus of BIPA books for the beginner level based on the level one and two IFL Competency Standards according to the regulation of education ministry Number 27 of 2017 then processed using the AntCont application. The results showed that 1) HFW for IFL is different from Indonesian HFW in general; 2) the form of word classes taught varies; and 3) limited of affix used.  AbstrakKosakata memegang peranan penting dalam pembelajaran bahasa asing, tetapi pengajar sering bingung menentukan kosakata apa saja yang harus diajarkan atau dijadikan target agar pemelajar dapat berkomunikasi dengan baik sesuai dengan tingkatannya. Penelitian ini bertujuan menghasilkan daftar kosakata yang paling sering digunakan, High Frequency Words-HFW, pada pembelajaran BIPA pemula. Hasil penelitian ini akan sangat bermanfaat bagi para pemelajar, pengajar, penulis, dan pengamat BIPA, serta pihak-pihak yang berkaitan dengan kebipaan. Pemanfaatan HFW dalam pembelajaran bahasa asing terbukti memberi efek positif, seperti meningkatkan motivasi belajar, meningkatkan rasa percaya diri untuk memproduksi kalimat sendiri, membantu memahami teks, dan pemanfaatan kata berulang-ulang akan membuat kosakata tersebut familiar bagi pemelajar. Penelitian kualitatif ini menggunakan korpus data buku-buku BIPA untuk level pemula dengan berbasis Standar Kompetensi Lulusan BIPA level satu dan dua sesuai Permendikbud Nomor 27 Tahun 2017 kemudian diolah menggunakan aplikasi AntCont. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) HFW bahasa Indonesia untuk pemelajar BIPA berbeda dengan HFW bahasa Indonesia secara umum; 2) bentuk kelas kata yang diajarkan bervariasi; dan 3) bentuk imbuhan yang digunakan terbatas
Aspek Penguasaan Kosakata Bahasa Indonesia oleh Siswa Sekolah Dasar di Kota Medan Wati Kurniawati; Deni Karsana
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 9, No 2 (2020): Ranah: Jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v9i2.2977

Abstract

The first step in this research is the always dominant the noun aspect in mastering Indonesian vocabulary. The focus in this study is how the control of Indonesian vocabulary in grade 5 SD students in Medan City. There are two sub-focusses in this study: (1) what is the level of qualification and (2) aspects of Indonesian vocabulary mastery by grade 5 elementary school students. This study aims to identify control of Indonesian vocabulary by grade 5 elementary school students based on the level of qualification and aspects of Indonesian vocabulary mastery. The method used is the case study method. The population in this study were elementary school students. The sample in this study were students of grade 5 elementary school accredited A and C in Medan City who were respondents. The findings of this study were the mastery of Indonesian vocabulary by elementary students in Medan City on a good scale, namely 78%. The mastery of Indonesian vocabulary in the noun aspect that was first recognized by the students did not show the dominant aspect in this study, but the adjective aspect. AbstrakAspek nomina dalam penguasaan kosakata bahasa Indonesia (BI) selalu dominan yang menjadi langkah awal penelitian ini. Fokus dalam penelitian ini adalah penguasaan kosakata BI oleh siswa kelas 5 SD di Kota Medan. Ada dua subfokus dalam penelitian ini, yaitu bagaimana tingkat kualifikasi dan aspek penguasaan kosakata bahasa Indonesia oleh siswa kelas 5 SD. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi penguasaan kosakata BI oleh siswa kelas 5 SD berdasarkan (1) tingkat kualifikasi dan (2) aspek penguasaan kosakata BI. Metode yang digunakan adalah metode studi kasus. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa SD. Sampel dalam penelitian ini ialah siswa kelas 5 SD yang berakreditasi A dan C di Kota Medan yang menjadi responden. Temuan penelitian ini ialah penguasaan kosakata BI oleh siswa SD di Kota Medan pada skala baik, yaitu 78%. Penguasaan kosakata BI aspek nomina yang pertama dikenal siswa tidak menunjukkan yang dominan dalam penelitian ini, tetapi aspek adjektiva.
Vitalitas Bahasa Saleman di Negeri Saleman Mardi Nugroho
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 9, No 2 (2020): Ranah: Jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v9i2.2938

Abstract

There has been no report on the study of the vitality of Saleman language. The purpose of this study is to determine the vitality of Saleman language in Saleman Village and try to explain the vitality based on the factors that determine the vitality of the language. This research uses a mixed method. The dominant method is the quantitative method. Qualitative methods used to help explain the findings of quantitative methods. Data collection done by questionnaire, interview, and observation. Research data processing in the form of respondents' responses to the questionnaire done quantitatively. Research results show that the vitality of the Saleman language in Village of Saleman is in a position of decline. Four factors determine the vitality of language, namely language contact, the realm of language use, documentation, and responses to new challenges. The index value is lower than the total index value. These four factors are the main contributors so that the vitality of the Saleman language in the State of Saleman is low, namely in a position of decline.AbstrakSejauh penelusuran penulis, belum ada laporan mengenai kajian vitalitas bahasa Saleman. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui vitalitas bahasa Saleman di Negeri Saleman dan berusaha menjelaskan vitalitas itu berdasarkan faktor-faktor yang menentukan vitalitas bahasa. Penelitian ini menggunakan metode campuran. Metode yang dominan ialah metode kuantitatif. Metode kualitatif dimanfaatkan untuk membantu memberikan penjelasan dari temuan metode kuantitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner, wawancara, dan observasi. Pengolahan data penelitian yang berupa tanggapan responden terhadap kuesioner dilakukan secara kuantitatif. Hasil peneilitian menunjukkan bahwa vitalitas bahasa Saleman di Negeri Saleman dalam posisi mengalami kemunduran. Empat faktor yang menentukan vitalitas bahasa, yaitu kontak bahasa, ranah penggunaan bahasa, dokumentasi, dan respon terhadap tantangan baru nilai indeksnya lebih rendah daripada nilai indeks total. Keempat faktor itulah yang menjadi penyumbang utama sehingga vitalitas bahasa Saleman di Negeri Saleman rendah, yaitu dalam posisi mengalami kemunduran.