Jurnal Ilmiah Lingua Idea
Jurnal Ilmiah Lingua Idea ( ISSN: 2580-1066 (online) - ISSN: 2086-1877 (print)) is a peer-reviewed journal, published by Faculty of Humanities Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto. It is an open access journal that can be accessed freely to support a greater knowledege exchange and sharing. This journal applies double-blind peer review, which means the reviewer and the author identities are concealed each other during the review process. Issued twice a year, Jurnal Lingua Ideaprovides a forum that deals with discussion on language, culture and literature studies.
Articles
18 Documents
Search results for
, issue
"Vol 6 No 1: Juni - 2015"
:
18 Documents
clear
Kolonialisme Industri Pariwisata Di Bali Dalam Puisi Sajak Pulau Bali Karya WS Renrda (Kajian Poskolonial)
Cahyani, Dzikrina Dian
Jurnal Ilmiah Lingua Idea Vol 6 No 1: Juni - 2015
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jenderal Soedirman
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (404.245 KB)
|
DOI: 10.20884/1.jili.0.6.1.321
Setelah proklamasi kemerdekaan Indonesia, ternyata tidak serta-merta membuat Indonesia terbebas dari bentuk kolonialisme. Hal tersebut, digambarkan dalam pusi berjudul Sajak Pulau Bali karya W.S Rendra. Melalui pendekatan teori postcolonial, maka dapat dilihat puisi Sajak Pulau Bali menggambarkan bagaimana ruang pariwisata Bali dan bagaimana bentuk kolonialisme yang terjadi pada industri pariwisata Bali. Adapun metode yang digunakan adalah metode studi pustaka. Hasil analisa menunjukkan bahwa space Bali kemudian dijadikan place industri pariwisata. Sebagai tempat pariwisata maka setiap yang ada di Bali dijadikan komoditi yang memiliki nilai jual. Selain itu, ternyata industri pariwisata justru membuat Bali mengalami bentuk penjajahan. Keterlibatan negaranegara kaya dengan modal yang ditanamkannya pada industri ini, membuat masyarakat pribumi kalah bersaing dan hanya menjadi budak, penyalur, dan pemakai. Keadaan ini, memperlihatkan bahwa pascakolonial, Indonesia masih harus terus berjuang untuk mewujudkan kemerdekaannya.
The Formula Of Horror Movies: A Caweltyââ¬â¢s Analysis Model On ââ¬ÅAnnabelleââ¬Â
Widya A. F., Lynda Susana
Jurnal Ilmiah Lingua Idea Vol 6 No 1: Juni - 2015
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jenderal Soedirman
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (583.043 KB)
|
DOI: 10.20884/1.jili.0.6.1.326
Horor adalah genre yang kurang mendapat perhatian dalam penelitian dalam ranah akademik karena dalam perkembangan kritik sastra justru yang berkembang adalah penelitian pada genre lain seperti romance, detektif, dan triller. Karena itu, keberadaan horror seharusnya mendapat fokus yang sama dalam kritik sastra untuk memperkaya kritik sastra. Batasan dalam pemilihan objek sastra juga akhirnya dapat lebur oleh trend pada kritik terhadap film. Penelitian ini memfokuskan pada formula dari film horror yang berjudul Annabelle yang dirilis pada oktober 2014. Film ini dirilis setelah sukses dari film The Conjuring , yang mencapai keuntungan lebih dari 318 Dollar, dan menjadikannya sebagai film horror yang paling laris sepanjang jaman. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk menganalisis formula film horror dengan menggunakan teori sastra populer dari Cawelty. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa karakter dari boneka yang menakutkan dalam Annabelle digunakan untuk mengejutkan penonton karena secara historis boneka dipercaya sebagai media untuk pemujaan sekte. Karena itu, keberadaa boneka yang menakutkan ini menjadi sangat penting karena ia adalah ikon untuk roh yang terjebak didalamnya. Selanjutnya, hal ini juga menunjukkan bahwa formula umum dari film horror adalah tentang balas dendam dalam situasi supernatural atau berkaitan dengan hantu. Setting yang ada menunjukkan kesamaan pada tempat yang menakutkan, situasi yang menyedihkan, dan atmosfer yang menakutkan. Yang terakhir adalah tipologi dari struktur naratif dalam film horror dengan pola yang sama yaitu dimulai dengan kemunculan pasangan disebuah rumah baru, kemunculan boneka yang menakutkan, balas dendam menggunakan mediumboneka yang menakutkan, ruhiyah oleh pendeta, dan diakhiri dengan menyimpan boneka dimuseum
Javanese Philosophy Reflected In Tin Woodman Character In The Wizard Of Oz By L. Frank Baum
Aeni, Eni Nur
Jurnal Ilmiah Lingua Idea Vol 6 No 1: Juni - 2015
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jenderal Soedirman
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (256.786 KB)
|
DOI: 10.20884/1.jili.0.6.1.322
Kajian yang menganalisa novel the Wizard of Oz ini bertujuan untuk menemukan gambaran falsafah budaya jawa yang terdapat pada salah satu tokoh pendukung dalam novel ini yaitu Tin Woodman. Dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif, teori kajian budaya serta pendekatan filosofi, kajian ini diharapkan dapat memberikan jawaban atas formulasi pertanyaan: falsafah budaya jawa apa sajakah yang tergambar pada tokoh Tin Woodman? Hasil dari kajian ini menunjukkan bahwa terdapat enam falsafah budaya jawa yang tergambar pada tokoh Tin Woodman, yaitu: Digdaya tanpa aji, nglurug tanpa bala, laku hambeging kartika, lila lamun kelangan ora getun, sareh pikoleh, and sing tekun golet teken bakal tekan. nilai-nilai budaya yang ditemukan pada tokoh Tin Woodman tersebut membuktikan bahwa falsafah budaya jawa yang sarat dengan nilai moral dapat ditemukan dalam berbagai karya sastra termasuk diantaranya dalam sebuah novel yang berisi tentang cerita rakyat terkenal dari Amerika ââ¬ÅThe Wizard of Ozââ¬Â
Pendidikan Humanisme Dan Implementasinya Dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia
Riyanton, M.
Jurnal Ilmiah Lingua Idea Vol 6 No 1: Juni - 2015
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jenderal Soedirman
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (344.385 KB)
|
DOI: 10.20884/1.jili.0.6.1.327
Pendidikan memposisikan manusia sebagai makhluk sosial untuk berinteraksi satu sama lain dan menjadikannya tempat yang paling menyenangkan bagi mereka (siswa) untuk tumbuh dan berkembang sesuai dengan potensi yang dimiliki sebagai bekal untuk kehidupan di masyarakat. Oleh karena itu, untuk membentuk pendidikan humanisme, hal-hal yang sangat harus diperhatikan adalah keseimbangan antara dua aspek, yaitu aspek internal dan eksternal manusia. Pendidikan Humanisme bertujuan untuk menjadikan dan menempatkan siswa sebagai manusia yang bebas dalam proses belajar. Bebas untuk memilih dan melakukan hal-hal yang positif. Pendidikan Humanisme apabila dikaitkan dengan konsep pendidikan Ki Hadjar Dewantoro ââ¬ÅIng Ngarso Sung Tulodo, Ing Madyo Mangun Karso, Tut Wuri Handayaniââ¬Â, memiliki keselarasan yaitu seseorang yang mampu mengembangkan semua aspek kemanusiaan secara menyeluruh dan harmonis, akan mampu menghargai dan menghormati sisi kemanusiaan setiap orang. Pembelajaran kooperatif merupakan pilihan yang tepat untuk membangun humanisme dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Pendidikan humanisme dalam pembelajaran Bahasa Indonesia dapat direpresentasikan dalam berbagai aspek. Keunggulan pembelajaran kooperatif dapat dilihat dari hasil belajar akademik, penerimaan perbedaan individu, dan pengembangan keterampilan sosial. Keuntungan-keuntungan tersebut dapat membantu siswa dalam memahami konsepkonsep yang sulit. Hal ini dapat dijadikan alat yang efektif untuk mendidik perilaku humanisme kepada para siswa. Dengan demikian, secara makro pembelajaran bahasa Indonesia dapat menanamkan nilai-nilai humanisme yang heterogen ke dalam diri para siswa.
Orientalisme Kolonial Dalam Kisah Petualangan Mowgli Dalam Novel ââ¬ÅThe Jungle Booksââ¬Â Karya Rudyard Kipling: Tinjauan Pascakolonialisme
Saputra, Imam Hendra
Jurnal Ilmiah Lingua Idea Vol 6 No 1: Juni - 2015
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jenderal Soedirman
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (577.186 KB)
|
DOI: 10.20884/1.jili.0.6.1.323
Karya tulis ini bertujuan untuk mengungkap unsur-unsur pencitraan orientalis kolonial dalam kisah petualangan Mowgli dalam novel The Jungle Book karya Rudyard Kipling. Teori yang digunakan ialah teori wacana pasca-kolonial yang didasari dari buku Orientalism karya Edward Said. Pengumpulan data dilakukan melalui cara close reading yang kemudian data-data temuan yang dianggap relevan didokumentasikan. Metode analisis data dilakukan dengan cara textual analysis, yaitu dengan cara melakukan kajian naratif rasional sesuai dengan argumen-argumen yang ada di dalam teori pasca-kolonial Edward Said dan tujuan penelitian. Citra orientalis kolonialis yang terdapat dalam The Jungle Book hadir dalam penokohan dan latar sebagaimana diceritakan di dalam karya tersebut.
Solidaritas Perempuan Dalam Novel Out (ãâªãâ¦ãÆË) Karya Natsuo Kirino: Tinjauan Feminisme
Yunita, Yunita
Jurnal Ilmiah Lingua Idea Vol 6 No 1: Juni - 2015
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jenderal Soedirman
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (322.829 KB)
|
DOI: 10.20884/1.jili.0.6.1.328
Penelitian ini dimulai dari munculnya masalah perbedaan solidaritas dalam novel Out. Wanita tidak lagi sosok pasif, menunggu, dan menjadi objek untuk memuaskan laki-laki. Dalam hal ini, upaya peneliti untuk mengungkap bagaimana solidaritas yang ada di kalangan perempuan, tujuan atau aspek yang ingin berjuang untuk, dan mengungkap kompleksitas solidaritas di kalangan wanita. Penelitian ini menggunakan teori feminis yang dikembangkan oleh Simone de Beauviour. Kompleksitas solidaritas di Out akan terlihat saat menggunakan konsep Simone de Beauviour tentang feminisme dan subjekobjek hubungan (yang lain), wanita dalam kelompok solidaritas yang terdiri dari solidaritas sebagai kekuatan, solidaritas sebagai palsu, dan etika praksis pembebasan Dalam novel Out Natsuo Kirino keinginan jelas perasaan mengungkapkan, pikiran, dan masalah perempuan pada zamannya masih sangat relevan saat ini. Perempuan adalah agen beralasan bahwa harga dirinya dalam kemampuan untuk menentukan nasib mereka sendiri. Pada akhir solidaritas dalam bentuk kejahatan adalah perjuangan utama yang harus dilancarkan oleh perempuan dalam novel luar, di mana tidak ada cara lain yang bisa membebaskan mereka dari situasi yang tertindas. Solidaritas membuat mereka mampu menghadapi berbagai masalah, ancaman, dan gangguan.
The Functions Of Indonesian-English Code-Switching In Written Literature
Indah Susanti, Laely Wahyuni
Jurnal Ilmiah Lingua Idea Vol 6 No 1: Juni - 2015
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jenderal Soedirman
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (323.719 KB)
|
DOI: 10.20884/1.jili.0.6.1.324
Sebagai variasi bahasa, alih kode menjadi kondisi yang umum di masyarakat tutur tertentu. Fenomena ini biasanya memunculkan keadaan kedwibahasaan. Dwibahasawan setidaknya menguasai dua bahasa selain bahasa ibunya. Sebagai contoh, pelajar Indonesia berbicara bahasa Inggris sebagai bahasa asing yang mereka pelajari di sekolah atau kampus. Akibatnya, ketika mereka berinteraksi dengan yang lainnya, mereka sering beralih kode satu dengan yang lain secara sengaja atau tidak. Sebagai proses menyampaikan pesan, alih kode muncul dalam karya tulis seperti artikel, tesis, buku teks, cerita pendek, puisi dan novel. Alih kode yang secara sistematis muncul di karya tulis diasumsikan dilakukan untuk memenuhi beberapa fungsi. Rangkaian fungsi tersebut diusulkan olehGumperz (1982) dan dilengkapi oleh Marasigan (1983). Fungsi-fungsi tersebut meliputiquotation, addressee specification, interjection, reiteration, message qualification, personilization v.s objectivizationdanfacility of expression.
Analysis On The Techniques And Quality Of News Translation On BBC Indonesia Website
Handoyo, R. Pujo
Jurnal Ilmiah Lingua Idea Vol 6 No 1: Juni - 2015
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jenderal Soedirman
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (398.537 KB)
|
DOI: 10.20884/1.jili.0.6.1.329
Teks berita mempunyai gaya penulisan tersendiri sesuai dengan fungsinya sebagai media informasi suatu peristiwa yang baru saja terjadi. Bahasa yang digunakan harus jelas, padat dan menarik untuk menjamin bahwa pembaca akan memahami pesan yang disampaikan. Setiap penerjemah berita harus memperhatikan aspek-aspek ini agar terjemahannya bisa seakurat teks aslinya namun tetap enak dibaca di ba hasa sasaran. Untuk mencapai hasil terbaik, teknik-teknik penerjemahan perlu dipilih dengan cermat supaya tidak menimbulkan kesalahpahaman. Penelitian ini berupaya mendeskripsikan teknik-teknik yang digunakan dalam menerjemahkan teks berita di BBC Indonesi a dan kualitas terjemahannya dalam aspek keakuratan, keterbacaan dan keberterimaan. Hasil penelitian ini diharapkan akan memberi masukan yang bermanfaat untuk meningkatkan kualitas dan kualitas penerjemahan berita di Indonesia.
Membentuk Karakter Anak Sesuai Prinsip Pancasila Melalui Cerita Rakyat
Melasarianti, Lalita
Jurnal Ilmiah Lingua Idea Vol 6 No 1: Juni - 2015
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jenderal Soedirman
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (434.378 KB)
|
DOI: 10.20884/1.jili.0.6.1.325
Karakter anak yang sesuai dengan prinsip pancasila harus dibentuk sejak usia dini. Generasi penerus bangsa yang mempunyai prinsip pancasila, cinta tanah air dan berbudi adalah generasi yang dibutuhkan oleh bangsa Indonesia. Hal ini merupakan tugas bagi para pendidik. Sastra yang berfungsi sebagai penghalus budi dan sangat dekat dengan kehidupan manusia merupakan media atau sarana yang membantu pendidik untuk membentuk karakter anak. Cerita rakyat adalah warisan leluhur secara turun temurun yang menggambarkan budaya, adat-istiadat, suku serta agama tiap daerah di Indonesia. Wilayah Indonesia dari sabang sampai merauke memiliki cerita rakyatnya sendiri. Melalui cerita rakyat anak dapat mengenal kepribadian Indonesia dan secara tidak langsung dapat menanamkan karakter yang sesuai dengan prinsip Pancasila.
The Functions Of Indonesian-English Code-Switching In Written Literature
Laely Wahyuni Indah Susanti
Jurnal Lingua Idea Vol 6 No 1: Juni - 2015
Publisher : Faculty of Humanities, Universitas Jenderal Soedirman
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (323.719 KB)
Sebagai variasi bahasa, alih kode menjadi kondisi yang umum di masyarakat tutur tertentu. Fenomena ini biasanya memunculkan keadaan kedwibahasaan. Dwibahasawan setidaknya menguasai dua bahasa selain bahasa ibunya. Sebagai contoh, pelajar Indonesia berbicara bahasa Inggris sebagai bahasa asing yang mereka pelajari di sekolah atau kampus. Akibatnya, ketika mereka berinteraksi dengan yang lainnya, mereka sering beralih kode satu dengan yang lain secara sengaja atau tidak. Sebagai proses menyampaikan pesan, alih kode muncul dalam karya tulis seperti artikel, tesis, buku teks, cerita pendek, puisi dan novel. Alih kode yang secara sistematis muncul di karya tulis diasumsikan dilakukan untuk memenuhi beberapa fungsi. Rangkaian fungsi tersebut diusulkan olehGumperz (1982) dan dilengkapi oleh Marasigan (1983). Fungsi-fungsi tersebut meliputiquotation, addressee specification, interjection, reiteration, message qualification, personilization v.s objectivizationdanfacility of expression.