cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. kuningan,
Jawa barat
INDONESIA
Empowerment : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Published by Universitas Kuningan
ISSN : -     EISSN : 25982052     DOI : -
Core Subject : Social,
EMPOWERMENT adalah media penerbitan karya tulis berbasis hasil pengabdian masyarakat dosen dan mahasiswa, menerima tulisan dari berbagai disiplin ilmu pengetahuan/multidisipin. Jenis naskah yang dipublikasikan adalah naskah asli/orisinal hasil pengabdian kepada masyarakat, jurnal ini terbit dalam 6 (enam) bulanan. EMPOWERMENT diterbitkan oleh Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Kuningan.
Arjuna Subject : -
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol. 6 No. 01 (2023): Empowerment" : 15 Documents clear
Sosialisasi Undang Undang tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan pada Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kuningan Budiman, Haris; Harjadi, Dikdik; Rifa’i, Iman Jalaludin; Pina, Pina; Agustian, Agung Gumelar
Empowerment Vol. 6 No. 01 (2023): Empowerment
Publisher : Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/empowerment.v6i01.7281

Abstract

Salah satu reformasi perpajakan yang dilakukan oleh pemerintah adalah dengan disahkannya undang-undang perpajakan yang terbaru yaitu Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (UU HPP). Undang-undang ini telah mengintegrasikan beberapa undang-undang perpajakan sebelumnya, yaitu UndangUndang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (UU KUP); Undang-Undang Pajak Penghasilan (UU PPh); dan Undang-Undang Pajak Pertambahan Nilai Barang dan Jasa dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (UU PPN). Dengan ditetapkannya UU ini diharapkan target penerimaan pajak negara bisa tercapai. Sosialisasi Undang Undang Harmonisasi Perpajakan harus terus dilakukan terutama kepada para pelaku bisnis terutama pada sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), karena sejatinya tujuan dibuatnya Undang-Undang HPP ini untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, mendukung percepatan pemulihan perekonomian pasca pandemi, mengoptimalkan penerimaan negara, dapat mewujudkan sistem perpajakan yang berkeadilan dan berkepastian hukum, dapat melaksanakan reformasi adminitrasi perpajakan, perluasan basis perpajakan serta meningkatkan kepatuhan sukarela Wajib Pajak. Kegiatan sosialisasi undang undang HPP dilakukan kepada para pelaku UMKM yang berada di Desa Bojong Kecamatan Cilimus yang mayoritas penduduknya bergerak di sektor bisnis dan jasa, sebagai bentuk pengabdian pada masyarakat agar memiliki pengetahuan dan kesadaran hukum yang baik sebagai wajib pajak. Peserta sangat antusias dan menyambut baik kegiatan ini dan berharap kegiatan seperti ini terus dilakukan terutama apabila ada regulasi terbaru yang harus segera diketahui dan dilaksanakan oleh masyarakat.  
Penyuluhan Hukum Bahaya Narkotika serta Bentuk Pencegahan dikalangan Remaja Mustika Karang Satria Kabupaten Bekasi Saputra, Rahmat; Widiansyah, Apriyanti
Empowerment : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 01 (2023): Empowerment
Publisher : Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/empowerment.v6i01.6501

Abstract

Adolescent groups are one of the groups that are vulnerable to drug abuse because, in addition to choosing dynamic, energetic, always curious nature, they are also easily discouraged and easily influenced by drug dealers. The population in Mustika Karang Satria housing complex, Bekasi Regency is quite a lot, consisting of 21 RTs, many teenagers who commit juvenile delinquency, including activities at night until late at night which is worried about the involvement of teenagers in drug abuse, considering that nowadays teenagers' access to drugs is getting younger. either through gadgets or their playmates. To anticipate that teenagers are not involved in drug abuse, parents must participate in paying attention to and supervising their children's interactions, especially in making effective communication within the family so that children can honestly and openly tell all things that they experience to their parents. The problem of lack of understanding is the Narcotics Law, a form of narcotics prevention. The purpose of this activity is to increase the insight and knowledge of youth. The stages of implementing community partnership program activities include preparation, implementation of activities, evaluation, and reporting. Community service activities in the form of socialization and legal counseling received a very positive response from the participants. The emergence of the understanding of RW youth. 014 Mustika Karangsatria Housing, Tambun Utara District, Bekasi Regency, especially for being able to understand the dangers of Narcotics Abuse, Able to Act Number 35 of 2009 concerning Narcotics, Forms of Prevention of the Spread and Abuse of Narcotics.Keywords: Legal Counseling, Dangers of Narcotics, Forms of Prevention Among Adolescents. AbstrakKelompok remaja menjadi salah satu kelompok yang rentan terhadap penyalahgunaan narkoba, karena selain memilih sifat dinamis, energik, selalu ingin tahu, mereka juga mudah putus asa dan mudah dipengaruhi oleh pengedar narkoba. Jumlah penduduk di perumahan mustika karang satria Kabupaten Bekasi cukup banyak terdiri dari 21 RT, banyak anak remaja yang melakukan tindak kenakalan remaja antara lain beraktivitas pada malam hari hingga larut malam yang dikawatirkan keterlibatan remaja dalam penyalahgunaan narkoba, mengingat saat ini semakin mudanya akses remaja terhadap narkoba baik melalui gadget maupun melalui kawan bermain mereka. Untuk mengantisipasi agar remaja tidak terlibat dalam penyalahgunaan narkoba maka diperlukan peran serta orang tua dalam memperhatikan dan mengawasi pergaulan anak-anaknya, terutama dalam mengefektifkan komunikasi di dalam keluarga agar anak-anak dapat dengan jujur dan terbuka menceritakan semua hal yang dialaminya kepada orang tuannya. Permasalahan kurangnya pemahaman seperti UU Narkotika, bentuk pencegahan narkotika. Tujuan kegiatan ini adalah menambah wawasan dan pengetahuan remaja. Adapun tahapan pelaksanaan kegiatan program kemitraan masyarakat dengan persiapan, pelaksanaan kegiatan, evaluasi dan pelaporan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dalam bentuk sosialisasi dan penyuluhan hukum mendapat respon yang sangat positif dari para peserta. Munculnya pemahaman remaja RW. 014 Perumahan Mustika Karangsatria Kecamatan Tambun Utara Kabupaten Bekasi khususnya terhadap Mampu Memahami Bahaya Penyalahgunaan Narkotika, Mampu Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika, Bentuk Pencegahan Penyebaran dan Penyalahgunaan Narkotika.
Workshop Manajemen Sekolah Berbasis Akreditasi Berdasarkan Instrumen Akreditasi Satuan Pendidikan 2020 di SMK Katolik Kefamenanu Nalenan, Joni Soleman; Seran, Yanuarius
Empowerment Vol. 6 No. 01 (2023): Empowerment
Publisher : Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/empowerment.v6i01.6798

Abstract

Since 2019, BAN S/M has been applying Instrumen Akreditasi Satuan Pendidikan 2020 (IASP 2020) that has more complex assessing system than the previous accreditation guideline. The implementation of IASP 2020 will impact on SMK Katolik Kefamananu accreditation result. School management of SMK Katolik based on IASP 2020 was not maximal. This community service was conducted to provide an optimal understanding and assistance related to IASP 2020. The method applied in this community service, namely preparation, action, and evaluation. The result showed that there were some items have been conducted in real action, however not documented effectively. Those items were item 1, 2, 4, 6, 9, 10, 11, 16, 20, 21, and 23. Sejak tahun 2019, BAN S/M telah menerapkan IASP 2020 yang sistem penilaiannya lebih kompleks dari pedoman akreditasi sebelumnya. Penerapan IASP 2020 akan berdampak pada nilai akreditasi SMK Katolik Kefamenanu. Manajemen sekolah pada SMK Katolik berbasis IASP 2020 belum maksimal. Pengabdian ini dilakukan untuk memberikan pemahaman dan pendampingan yang optimal terkait instrument penilaian IASP 2020. Tahapan metode yang diterapkan dalam pengabdian ini, yakni tahap persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Hasil pengabdian menujukkan bahwa terdapat beberapa butir yang secara konkret sudah dilakasanakan kegiatannya namun tidak terdokumentasikan secara baik. Butir-butir yang dimaksud adalah butir 1, 2, 4, 6, 9, 10, 11, 16, 20, 21, dan 23.
Penyuluhan Hukum Bahaya Bank Emok dan Produk Pinjaman Online Ilegal bagi Masyarakat Anugrah, Dikha; Yuhandra, Erga; Akhmaddhian, Suwari
Empowerment Vol. 6 No. 01 (2023): Empowerment
Publisher : Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/empowerment.v6i01.6860

Abstract

People's needs for different living costs affect the community's dependence on sources of income and financial sources, one of which is in the form of loans either in the form of direct loans, known as Bank Emok, or online loans. The number of emok banks continues to grow even though the public has directly and indirectly tried to eradicate them, as well as illegal fintech where the Financial Services Authority has taken actions, so this raises concern in the community because it can cause material and non-material losses. The approach method used in this community service is through socialization and discussion methods, where counseling participants are given information about emok banks and online loans and then given the opportunity to ask questions and discuss in the forum. It is hoped that with this counseling, community members can participate in helping efforts to overcome the emergence and re-development of emok banks and online loans in particular, which have the potential to cause harm to the community, assist the community in improving social conditions so that they can choose safe and legal funding sources, and have an active role in law enforcement in Sindangsari Village, thus making Sindangsari Village a SADARKUM (law-aware) village. Kebutuhan masyarakat akan biaya hidup yang berbeda-beda berpengaruh pada kebergantungan masyarakat akan sumber penghasilan dan sumber keuangan, salah satunya adalah berupa pinjaman baik berupa pinjaman langsung, yaitu yang dikenal dengan istilah Bank Emok, maupun pinjaman online. Jumlah bank emok terus bertambah meskipun masyarakat secara langsung dan tidak langsung telah berupaya memberantasnya, begitu juga dengan dan fintech illegal dimana Otoritas Jasa Keuangan telah melakukan penindakan-penindakan, sehingga hal ini menimbulkan kekhawatiran di masyarakat karena dapat menimbulkan kerugian baik secara material dan non-material. Metode pendekatan yang dilakukan dalam pengabdian kepada masyarakat ini adalah melalui metode sosialisasi dan diskusi, dimana peserta penyuluhan diberikan informasi mengenai bank emok dan pinjaman online dan kemudian diberikan kesempatan untuk tanya jawab dan diskusi dalam forum. Diharapkan dengan adanya penyuluhan ini, anggota masyarakat dapat turut serta membantu upaya penanggulangan muncul dan berkembangnya kembali bank emok dan pinjaman online pada khususnya, yang berpotensi dalam menimbulkan kerugian bagi masyarakat, membantu masyarakat dalam meningkatkan kondisi sosial sehingga dapat memilih sumber pendanaan yang aman dan legal, serta berperan aktif dalam penegakan hukum di Desa Sindangsari, sehingga menjadikan Desa Sindangsari sebagai Desa SADARKUM (sadar hukum).
Kaizen dan Omotenashi sebagai Budaya Kerja dalam Meningkatkan Kinerja SMK Pusat Keunggulan Nusantara Weru Abidin, Zaenal; Hindriana, Anna Fitri; Arip, Asep Ginanjar
Empowerment Vol. 6 No. 01 (2023): Empowerment
Publisher : Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/empowerment.v6i01.7479

Abstract

The purpose of holding a work culture activity workshop by Nusantra Weru Vocational School, Cirebon Regency is to train, develop and familiarize yourself with the work culture that applies in the global business and industrial world. Participants were given an understanding of two work cultures that originate from Japan and are global in nature, namely Kaizen and Omotenashi. How are the two work cultures implemented in work as teachers, employees and structural officials at SMK Nusantara Weru, Cirebon Regency. The material is delivered by lecture method, question and answer and recitation using power point media. The recitation was carried out by the participants at their respective homes, starting with technical instructions and examples of making Standard Operating Procedures (SOP). Participants create SOPs according to the main tasks of each participant. During the activity, all participants looked enthusiastic and enthusiastic and determined to apply it as a work culture in improving performance so as to improve the quality of output and outcomes for SMK Nusantara Weru graduates, Cirebon Regency
Pelatihan Pengelolaan Sampah Domestik melalui Pengukuran Timbulan Sampah di Desa Sakerta Timur, Darma, Kuningan Nurdin, Nurdin; Yudhayana, Bambang; Karyaningsih, Ika; Mulyanto, Age; Fatah, Eep Saeful; Rahardian, Haydar
Empowerment Vol. 6 No. 01 (2023): Empowerment
Publisher : Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/empowerment.v6i01.7318

Abstract

The potential for the generation of organic and inorganic waste is increasing in line with the increase in population and lifestyle. Domestic waste generation data were obtained based on a family survey by sampling. For 8 (eight days). The data were analyzed according to the Indonesian National Standard (SNI) 19-3964-1994. The results obtained show that the amount of inorganic waste is greater than organic waste. This potential can be utilized as a business activity unit for BUMDESA by establishing 3R TPS. The community paradigm changes after assessing the economic potential of organic and inorganic waste generation.
Pembelajaran Mata Pelajaran Biologi Bioteknologi dan Virtual Laboratory di SMAN 2 Tasikmalaya Arip, Asep Ginanjar; Hindriana, Anna Fitri; Abidin, Zaenal
Empowerment Vol. 6 No. 01 (2023): Empowerment
Publisher : Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/empowerment.v6i01.5439

Abstract

The aim this activity is to inform teacher about new technic in Biotechnology and the using of Virtual Laboratory. The knowledge of teacher about biotechnology very limited to the new technic using in Biotechnology. They did not know about PCR, Gel elechtroporesis, and gene sequencing. In this program the teacher informed about those method. Now they knew about the aims this method and understood how this method be done. The  Biotechnology methode to be done is very expensive. The equipment in the laboratory is too expensive.The other way to make it as like at laboratory is virtual laboratory. In Virtual laboratory  all step like the real in laboratory. All to do is per click mouse to do step by step of the laboratory activity from the beginning to the end of the activity. So student can work in the labor but with virtual laboratory. Tujuan kegiatan ini adalah untuk menginformasikan kepada guru tentang teknik baru di bidang Bioteknologi dan penggunaan Virtual Laboratory. Pengetahuan guru tentang bioteknologi sangat terbatas pada teknik-teknik baru yang digunakan dalam Bioteknologi. Mereka tidak tahu tentang PCR, gel elechtroporesis, dan sequencing gen. Dalam program ini guru menginformasikan tentang metode tersebut. Sekarang mereka tahu tentang tujuan metode ini dan mengerti bagaimana metode ini dilakukan. Metode Bioteknologi yang akan dilakukan sangat mahal. Peralatan di laboratorium terlalu mahal. Cara lain untuk membuatnya seperti di laboratorium adalah laboratorium virtual. Di laboratorium Virtual semua langkah seperti nyata di laboratorium. Yang harus dilakukan adalah per klik mouse untuk melakukan langkah demi langkah kegiatan laboratorium dari awal hingga akhir kegiatan. Jadi mahasiswa dapat bekerja di dunia kerja tetapi dengan laboratorium virtual
Pelatihan Pengelolaan Keuangan Keluarga dalam Rangka Meningkatkan Literasi Keuangan di Desa Kasturi Syarifudin, Syahrul; Nurfatimah, Siti Nuke; Wiharno, Herma
Empowerment Vol. 6 No. 01 (2023): Empowerment
Publisher : Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/empowerment.v6i01.7389

Abstract

This article is the result of community service activities that the author did in Kasturi Village, Kuningan Regency. This community service program was carried out with the theme "Training in Family Financial Management in the Context of Increasing Financial Literacy in Kasturi Village". The methods used in the implementation of community service are socialization, assistance with an individual approach, training and evaluation regarding the mastery of digitizing financial information systems. The implementation of community service was carried out in September 2022. Household financial planning is an activity in managing household finances which is arranged based on the amount of income/income and the scale of household priorities. Family financial planning is needed by every family, not only for those with large incomes, everyone, whether rich or poor, needs to make financial planning to improve welfare and realize family life goals. In addition, financial planning also needs to be done because everyone basically has an uncertainty, namely fear of future financial life, because in essence, life is uncertainty. However, financial planning will provide options for dealing with the future. Tulisan ini merupakan hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang penulis lakukan di desa Kasturi Kabupaten Kuningan. Program pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan dengan tema “Pelatihan Pengelolaan Keuangan Keluarga Dalam Rangka Meningkatkan Literasi Keuangan Di Desa Kasturi”. Adapun metode yang digunakan dalam pelaksanaan pengabdian yaitu sosialisasi, pendampingan dengan pendekatan individual, pelatihan dan evaluasi mengenai penguasaan digitalisasi sistem informasi keuangan. Sedangkan pelaksanaan pengabdian dilaksanakan pada bulan September 2022. Perencanaan keuangan rumah tangga adalah kegiatan dalam mengelola keuangan rumah tangga yang disusun berdasarkan jumlah pendapatan/penghasilan serta skala prioritas rumah tangga. Perencanaan keuangan keluarga diperlukan oleh setiap keluarga, tidak hanya diperuntukkan bagi mereka yang berpenghasilan besar, setiap orang baik yang kaya ataupun miskin perlu untuk membuat perencanaan keuangan guna meningkatkan kesejahteraan serta mewujudkan tujuan hidup keluarga. Selain itu, perencanaan keuangan juga perlu dilakukan karena setiap orang pada dasarnya memiliki sebuah ketidakpastian yaitu ketakutan akan kehidupan finansial di masa depan, karena pada hakikatnya, hidup adalah ketidakpastian. Namun, dengan adanya perencanaan keuangan akan memberikan pilihan untuk menghadapi masa depan.
Pelatihan Perhitungan Harga Pokok Produksi (HPP) dan Penyusunan Laporan Laba Rugi Bagi Komunitas UMKM di Provinsi Lampung Hasnawati, Hasnawati; Wahyuni, Ika; Lestari, Ayu; Dewi, R. Rosiyana; Ariani, Marieta
Empowerment Vol. 6 No. 01 (2023): Empowerment
Publisher : Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/empowerment.v6i01.6826

Abstract

The performance of a business can be seen from the income statement. To be able to calculate the profit or loss of a business, the calculation of the cost of production (HPP) is crucial. An inaccurate HPP calculation will result in an inaccurate pricing as well. If it turns out that the price set is too high to be able to cover the cost of production which is too high, it can have an impact on sales volume where the business can be unable to compete in the market. The UMKM community under the guidance of Bina UMKM Indonesia or Indonesia Small And Medium Enterprises Development (ISMED) is currently having difficulty calculating HPP and preparing their financial reports due to their limited knowledge. This prompted the DIII Tax Accounting Study Program, Faculty of Economics and Business, Trisakti University, to work together with the ISMED community to organize a Community Service Program (PKM) by providing Training Results for Calculation of Cost of Production (HPP) and preparation of financial reports. The results of the PKM activities show: 1) there is an increase in knowledge about calculating HPP and preparing financial reports from the training participants; 2) ongoing training is needed so that the trainees are able to calculate HPP and prepare financial reports independently. Kinerja sebuah usaha dapat dilihat dari laporan laba rugi. Untuk dapat menghitung laba atau rugi sebuah usaha, penghitungan harga pokok produksi (HPP) merupakan hal yang krusial. Penghitungan HPP yang kurang tepat, akan berdampak pada penetapan harga yang kurang tepat juga. Jika ternyata harga yang ditetapkan terlalu tinggi untuk dapat menutup harga pokok produksi terlalu tinggi, bisa berdampak pada volume penjualan dimana usaha tersebut bisa saja kalah bersaing di pasaran. Komunitas UMKM yang berada dibawah binaan Bina UMKM Indonesia atau Indonesia Small And Medium Enterprises Development (ISMED) pada saat ini masih kesulitan dalam menghitung HPP dan Menyusun laporan keuangan mereka dikarenakan keterbatasan pengetahuan yang dimiliki. Hal ini mendorong Program Studi DIII Akuntansi Perpajakan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Trisakti, bekerja sama dengan komunitas ISMED untuk menyelenggarakan program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dengan memberikan Hasil pelatihan Perhitungan Harga Pokok Produksi (HPP) dan penyusunan laporan keuangan.  Hasil kegiatan PKM menunjukkan: 1) adanya peningkatan pengetahuan tentang penghitungan HPP dan pembuatan laporan keuangan dari para peserta pelatihan; 2) dibutuhkan pelatihan berkelanjutan agar para peserta pelatihan mampu menghitung HPP dan Menyusun laporan keuangan secara mandiri.
Pelatihan Usaha Budidaya Maggot sebagai Bahan Pakan bagi Peternak Lele Yudistria, Yuyus; Rusyandi, Deddy
Empowerment Vol. 6 No. 01 (2023): Empowerment
Publisher : Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/empowerment.v6i01.6829

Abstract

After the implementation of the new Sariwangi catfish farming business program in Parongpong District, West Bandung Regency in RW 12 Sariwangi Village, the majority of youth were very enthusiastic in the program implemented and the number of youth involvement in the program increased, marked by the increase in the number of cultivation groups. The increasing number of youth involved still has problems in developing catfish farming business, one of which is feed (not relying on 100% pellet feed), because if you only rely on pellets the difference in relative profits is very small, besides the price of pellets continues to increase while the selling price of catfish ups and down. Our solution to this problem is that maggot cultivation is needed as a feed ingredient for catfish farming farmers, namely by carrying out training on making maggot cultivation sites, management (planning, finance) with the implementation of the establishment program, which is expected to increase productivity and independence of catfish cultivation.  Setelah dilaksanakannya program usaha baru budidaya peternakan lele sariwangi yang terdapat di wilayah Kecamatan Parongpong Kabupaten Bandung Barat di RW 12 Desa Sariwangi mayoritas pemuda sangat antusias dalam program yang dilaksanakan dan semakin bertambah jumlah keterlibatan para pemuda dalam program tersebut, ditandai dengan bertambahnya jumlah kelompok budidaya. Bertambahnya jumlah pemuda yang terlibat masih memiliki masalah dalam pengembangan usaha budidaya peternakan lele salah satunya adalah pakan (tidak mengandalkan 100% pakan pelet), karena jika hanya mengandalkan pelet selisih keuntungan relative sangat sedikit, selain itu harga pelet yang terus mengalami kenaikan sedangkan harga jual lele naik turun. Solusi kami dengan adanya masalah tersebut maka diperlukan usaha budidaya maggot sebagai bahan pakan bagi peternak budidaya lele, yaitu dengan melaksanakan pelatihan pembuatan tempat budidaya maggot, pengelolaan (perencanaan, keuangan) dengan dilaksanakannya program pembentukan tersebut diharapkan dapat meningkatkan produktifitas dan kemandirian budidaya lele.

Page 1 of 2 | Total Record : 15