cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
InComTech: Jurnal Telekomunikasi dan Komputer
ISSN : 20854822     EISSN : 25796089     DOI : -
Program Studi Magister Teknik Elektro UMB menerbitkan Jurnal InComTech sebagai wadah bagi para akademisi, praktisi dan penggiat lainnya dalam bidang telekomunikasi dan computer (Information and Communication Technology/ICT) untuk menerbitkan karya tulisnya. Bidang-bidang yang menjadi bahasan jurnal ini meliputi teknologi, bisnis dan regulasi di bidang ICT, seperti (namun tak terbatas), teknologi IP, Wireless technology, Internet of Things, Microwaves, digital broadcasting, Fiber optik, strategi bisnis ICT, sumber daya manusia ICT, perencanaan bisnis, regulasi NGN, security in ICT, cyberlaw.
Arjuna Subject : -
Articles 250 Documents
Penerapan Metode Certainty Factor Dalam Sistem Pendeteksi Risiko Hipertensi Berbasis Smartphone Desta Yolanda; Derisma Derisma; Dodon Yendri
InComTech : Jurnal Telekomunikasi dan Komputer Vol 11, No 1 (2021)
Publisher : Department of Electrical Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/incomtech.v11i1.9969

Abstract

Biasanya, penderita hipertensi sering tidak mau memeriksakan diri ke dokter, karena menganggap bahwa dirinya sehat. Di samping itu, proses pemeriksaan dianggap menyita waktu mereka. Penelitian ini ditujukan untuk pendeteksian dan pemantauan risiko hipertensi melalui pengukuran tekanan darah. Sistem ini dibangun dengan beberapa komponen yaitu, Sensor Tekanan MPX5500DP yang berfungsi untuk pengukuran tekanan darah, mikrokontroler Arduino Uno sebagai perangkat proses pengolah data hasil sensing, modul Bluetooth sebagai media transmisi data dan smartphone sebagai antarmuka sistem pendeteksi risiko hipertensi dan pengaksesan database. Data hasil pengukuran tekanan darah dari mikrokontroler diterima oleh smartphone melalui Bluetooth dan diklasifikasikan sesuai dengan pengetahuan yang dirancang. Kemudian, proses pendeteksian risiko hipertensi dilanjutkan dengan pemilihan gejala dan faktor risiko sesuai dengan pengalaman pengguna dan hasil pendeteksian disimpan ke dalam database. Pada sistem ini proses pemgambilan keputusan menggunakan metode Certaintty Factor. Berdasarkan pengujian alat pada lengan kanan dan kiri pengguna, nilai error rata-rata terkecil didapatkan pada lengan kiri pengguna dengan nilai error rata-rata sistolik 1,94 % dan diastolik 2,8%. Secara keseluruhan, sistem yang dirancang menunjukkan tingkat keberhasilan sistem dalam mendeteksi risiko hipertensi sebesar 100%.
Perancangan Internet of Things Nurse Call System pada Area Rawat Inap Rumah Sakit Berbasis Arduino menggunakan Metode FIFO Jonston Sirait; Ahmad Firdausi
InComTech : Jurnal Telekomunikasi dan Komputer Vol 10, No 3 (2020)
Publisher : Department of Electrical Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/incomtech.v10i3.8274

Abstract

Pada setiap rumah sakit atau fasilitas medis terdapat perawat yang bertanggung jawab atas perawatan suatu pasien. Para perawat ini mengawasi keadaan pasien selama masa pemulihannya atas penyakit atau cidera yang dideritanya. Pasien dalam kondisi tertentu terkadang membutuhkan bantuan perawat, bahkan dalam situasi gawat darurat pasien membutuhkan pertolongan segera. Sistem pemanggil perawat ini dirancang agar pasien bisa melakukan panggilan ke perawat dengan hanya menekan suatu tombol. Ketika pasien menekan tombol akan muncul indikasi pada suatu layar LCD yang terdapat di ruang perawat untuk menunjukkan pasien dari ruangan mana yang membutuhkan bantuan. Pengujian prototype alat dilakukan dengan membuat simulasi panggilan dari tempat tidur pasien dengan menekan tombol CALL 1 dan dari toilet dengan menekan tombol WC 1. Sistem merespon dengan segera menampilkan pemanggil secara real time di LCD dengan tidak ada delay waktu. LCD menampilkan pemanggil secara bergantian dan yang ditampilkan terlebih dahulu adalah yang pertama melakukan panggilan (metode FIFO).
Forensik Jaringan Terhadap Serangan ARP Spoofing menggunakan Metode Live Forensic M. Nasir Hafizh; Imam Riadi; Abdul Fadlil
InComTech : Jurnal Telekomunikasi dan Komputer Vol 10, No 2 (2020)
Publisher : Department of Electrical Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/incomtech.v10i2.8757

Abstract

Pada jaringan komputer, protokol yang bertugas untuk untuk menerjemahkan IP address menjadi MAC Address adalah Address Resolution Protocol (ARP). Sifat stateless pada protokol ARP, menyebabkan protokol ARP memiliki celah dari segi keamanan. Celah ini dapat menimbulkan serangan terhadap ARP Protocol, disebabkan karena ARP request yang dikirimkan secara broadcast, sehingga semua host yang berada pada satu broadcast domain dapat merespon pesan ARP tersebut walaupun pesan tersebut bukan ditujukan untuknya. Serangan inilah yang biasa disebut dengan ARP Spoofing. Serangan ini dapat berimbas pada serangan-serangan yang lain, seperti serangan Man In The Middle Attack, Packet Sniffing, dan Distributed Denial of Service. Metode Live Forensic digunakan untuk mengidentifikasi dan mendeteksi serangan ketika sistem dalam keadaan menyala. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan terbukti bahwa dengan penggunaan metode Live Forensics, investigator dapat dengan cepat mendeteksi suatu serangan dan mengidentifikasi penyerangnya.
Optimization BLE Power Beacon for Indoor Locations Static Smart Device with Gaussian Filter Fanda Lyta Suzanayanti; Mudrik Alaydrus
InComTech : Jurnal Telekomunikasi dan Komputer Vol 11, No 1 (2021)
Publisher : Department of Electrical Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/incomtech.v11i1.9811

Abstract

BLE beacon in an indoor location, battery efficiency usage must be right. Power beacons as one of the keys that need to be optimized. The decrease in power beacons will decrease the estimated distance from an indoor location based on the RSSI value. Therefore, an additional method is needed to recover the estimated distance's accuracy value due to the reduced power. In this paper, the method for recovery accuracy is by using a gaussian filter. Measurements were made at the same position on 3 BLE signals from multipower transmitters, which differed in their transmit power (TX power -1 dBm, -9 dBm and -20 dBm). The first six points are selected with the position of the line of sight as environment 1, and the second six points are chosen with the position of non-line of sight as environment 2 (obstructed). The first point of each environment is used as a reference. In environment 1, transmit power reduces the 24 dB effect to a decrease in accuracy distance estimation. The Gaussian effectiveness filter for improvement accuracy at all measurement points or 100%. In environment 2, reduce power transmit 12 dB is not followed by a decrease in accuracy distance estimation. The effectiveness of the Gaussian filter for improving accuracy is 60% of the number of measurement points. Finally, the Gaussian filter in the power optimization can provide recovery accuracy distance estimation is 80% from measurement sample for environment 1 and environment 2.
Perencanaan Strategis SI/TI menggunakan Framework Ward and Peppard (Studi Kasus: PO. Blue Star) Danianto Enggar Prasetyo; Agustinus Fritz Wijaya
InComTech : Jurnal Telekomunikasi dan Komputer Vol 10, No 3 (2020)
Publisher : Department of Electrical Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/incomtech.v10i3.9802

Abstract

Pengelolaan perusahaan yang belum terkomputerisasi menyebabkan manajemen yang kurang efektif dan efisien, sehingga mengakibatkan biaya operasional yang tinggi dan banyaknya variabel tidak terdokumentasi dengan baik. Pengembangan SI/TI yang tepat diperlukan agar fungsi-fungsi yang dihasilkan dapat memberikan manfaat dan keunggulan kompetitif bagi perusahaan. Untuk itu dibutuhkan suatu Perencanaan Strategis SI/TI yang terarah dan selaras dengan visi-misi perusahaan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah framework Ward and Peppard. Tahapan awal dari penelitian ini adalah dengan menganalisis lingkungan bisnis dan lingkungan SI/TI internal dan eksternal perusahaan, seperti analisis SWOT, analisis Value Chain, analisis PEST dan analisis Porter’s Five Competitive Forces. Hasil dari penelitian adalah beberapa rekomendasi Sistem Informasi yang selaras dengan visi-misi dan kebutuhan perusahaan dengan dipetakan menggunakan matriks McFarlan Strategic Grid dan roadmap implementasi SI pada organisasi dalam jangka waktu empat tahun kedepan. Diharapkan dengan adanya perencanaan strategis ini, pengembangan SI/TI dapat terarah dan mendorong implementasi aplikasi yang mendukung kelangsungan proses bisnis perusahaan secara efektif dan efisien dan meminimalkan kebocoran anggaran. 
Sistem Deteksi Kualitas Gula Aren Berbasis Warna Menggunakan Algoritma Fuzzy C-Means Clustering T. Rahmad Effendi; Tesa Asmita; Mirna Adelia; Nurul Fadillah
InComTech : Jurnal Telekomunikasi dan Komputer Vol 10, No 2 (2020)
Publisher : Department of Electrical Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/incomtech.v10i2.8214

Abstract

Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi sekarang ini memungkinkan untuk mengembangkaan deteksi dan pengenalan objek pada citra. Melalui bentuk, warna dan tekstur objek yang setiap objek memiliki perbedaan, pengenalan tersebut dapat terjadi. Sebagai contoh, warna buah cokelat muda dengan buah cokelat tua, bentuk angka 0 dan angka 1, dan tekstur cangkang kulit telur dengan kulit pepaya juga berbeda. Namun, bukan sebuah hal yang mudah untuk mendeteksi dan menentukan kualitas sebuah objek berdasarkan berbagai pertimbangan tertentu. Penelitian ini menggunakan salah satu algoritma, yaitu Fuzzy C-Means Clustering (FCM) untuk sistem deteksi kualitas berbasis warna untuk objek gula aren. Parameter yang digunakan dalam mendeteksi penentuan warna gula aren dengan membagi cluster gula aren menjadi dua, yaitu gula aren yang bagus dan tidak bagus. Dari hasil penelitian yang dilakukan, dapat dikatakan bahwa proses deteksi dan clustering berjalan secara baik dan memiliki akurasi yang tinggi.
Perancangan Antena Diplexing Menggunakan Metode Half Mode SIW dengan Metode Cavity Back Slot Sebagai Matching Impedansi Astuti, Dian Widi; Putri, Melinda Megahari; Rusdiyanto, Dian
InComTech : Jurnal Telekomunikasi dan Komputer Vol 11, No 1 (2021)
Publisher : Department of Electrical Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/incomtech.v11i1.9238

Abstract

Penggunaan teknologi dinas tetap (fixed-services) bertujuan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan teknologi telekomunikasi nirkabel. Pada perkembangannya muncul tantangan untuk meningkatkan performa dan efisiensi perangkat teknologi seperti penggunaan lebih dari satu frekuensi dalam satu device. Penelitian ini mendukung tantangan tersebut dengan membuat antena yang dapat bekerja untuk dua resonansi frekuensi (diplexing). Metode yang digunakan untuk mendesain antena diplexing tersebut yaitu Half Mode Substrate Integrated Waveguide (HMSIW) Cavity Backed Slot Antenna (CBSA). Metode CBSA mempunyai kemampuan untuk mencapai matching impedansi dengan mengatur inset-feed dan rectangular slot. Hasil simulasi menunjukan antena dapat bekerja pada frekuensi tengah (fC) 4,5 dan 5,8 GHz.  Nilai S11 dan S22 simulasi masing-masing memperoleh -30 dB dan -16,86 dB, serta nilai S12 dan S21 masing-masing -27 dB dan -26 dB. Sedangkan hasil pengukuran menunjukan antena bekerja pada frekuensi tengah (fC) 4,25 dan 5,67 GHz, dengan nilai S11 dan S22 masing-masing -33,10 dB dan -23,27 dB, serta nilai S12 dan S21 masing-masing -30 dB dan -29,6 dB. Hasil simulasi telah sesuai dengan spesifikasi yang diinginkan. Perbedaan dengan hasil pengukuran dapat disebabkan karena faktor pabrikasi, penyolderan dan proses etching.
Illumination Invariant Face Recognition Regina Lionnie; Mochamad Miftakhul Huda; Mudrik Alaydrus
InComTech : Jurnal Telekomunikasi dan Komputer Vol 10, No 3 (2020)
Publisher : Department of Electrical Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/incomtech.v10i3.8466

Abstract

Face recognition adalah bidang penelitian yang selalu menjadi topik penelitian dengan peminatan yang sangat besar. Berbagai potensial pengembangan aplikasi, dari sistem keamanan individu hingga untuk sistem control dan sistem surveillance. Algoritma pengenalan wajah telah diusulkan oleh banyak peneliti. Metode pengenalan wajah dengan performa yang baik seperti eigenfaces, fisherfaces, jaringan saraf tiruan, elastic bunch graph matching, laplacian faces, dan lainnya. Performa dari algoritma ini awalnya diuji pada gambar wajah yang dikumpulkan di bawah lingkungan kontrol yang baik pada kondisi studio dan pencahayaan yang diatur, dan karenanya, sebagian besar mengalami kesulitan dalam mengatasi gambar alami, yang dapat ditangkap di bawah kondisi pencahayaan, pose, dan ekspresi wajah yang sangat bervariasi. Situasi menjadi lebih menantang ketika kombinasi variasi ini harus ditangani secara bersamaan. Kondisi pencahayaan berbeda menimbulkan hambatan vital dalam sistem pengenalan karena mereka sangat mempengaruhi penampilan gambar wajah dan meningkatkan variasi antar kelas. Pada penelitian ini, telah dibangun sistem pengenalan wajah menggunakan Local Binary Pattern (LBP) dengan total gambar pada basis data sebanyak 400 gambar yang diambil dari 25 kelas/responden. Menggunakan 2-fold cross validation dan jarak Euclidean, presisi tertinggi yang diraih system adalah sebesar 87,98% dengan variasi ekualisasi histogram tanpa menggunakan LBP.
Ekstraksi Ciri Sel Darah Putih Berdasarkan Gray Level Co-occurence Matrix Anwar Siswanto; Abdul Fadlil; Anton Yudhana
InComTech : Jurnal Telekomunikasi dan Komputer Vol 10, No 2 (2020)
Publisher : Department of Electrical Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/incomtech.v10i2.8756

Abstract

Dalam tubuh manusia terkandung darah yang terdiri dari komponen selular dan non selulardimana salah satu komponen selular adalah sel darah putih. Darah didistribusikan melalui pembuluh darah dari jantung ke seluruh tubuh dan kembali lagi menuju jantung. Sistem ini berfungsi untuk memenuhi kebutuhan sel atau jaringan akan nutrien dan oksigen serta mentranspor sisa metabolisme sel atau jaringan keluar dari tubuh. Dalam berbagai penegakan diagnosis penyakit, sel darah putih merupakan indikator yang dibutuhkan. Pengenalan secara manual membutuhkan waktu yang lama dan cenderung subjektif tergantung dari pengalaman petugas. Sel darah putih diketahui dengan pemeriksaan Sediaan Apus Darah Tepi (SADT) dengan pewarnaan My Grundwald. Penelitian ini bertujuan untuk membantu pengenalan sel darah putih secara otomatis sehingga didapatkan hasil yang cepat dan akurat. Sel darah putih terdiri dari Eosinofil, Basofil, Neutrofil, Limfosit dan Monosit.Penelitian ini menggunakan citra dari apusan darah tepi menggunakan mikroskop digital. Sistem pengenalan sel darah putih ini berdasarkan ekstraksi fitur Gray Level Co-occurrence Matrix (GLCM) yaitu menggunakan fitur Contrast, Anguler Second Moment (ASM) serta Inverse Difference Moment (IDM) dan Correlation. Klasifikasi dengan menggunakan K-means Clustering dihasilkan plot berbeda-beda dan terlihat beberapa ciri yang mirip sesuai jenis sel darah putih. 
Klasifikasi Citra Buah Pir Menggunakan Convolutional Neural Networks Syauqani Juliansyah; Arif Dwi Laksito
InComTech : Jurnal Telekomunikasi dan Komputer Vol 11, No 1 (2021)
Publisher : Department of Electrical Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/incomtech.v11i1.10185

Abstract

Buah Pir (Pyrus) adalah salah satu buah yang kaya akan nutrisi, seperti vitamin, niasin, asam pantotenat, dan folacin. Pir salah satu buah favorit dan banyak digemari diindonesia. Sebab, rasa yang khas dan identik dengan banyak air, masir, dan manis. Setiap jenis buah pir memiliki karakteristik yang berbeda, tentu setiap jenisnya mempunyai rasa yang khusus sehingga menghasilkan harga dan pengistimewaan berbeda dari setiap orang. Para petani buah pir tentu memiliki tempat penyimpanan untuk mengumpulkan hasil dari panen yang didapat. Sehingga para petani memisahkan jenis buah secara manual yang tentu akan membutuhkan waktu, kebosanan dan biaya tinggi. Pada penelitian ini bertujuan untuk mengatasi permasalahan klasifikasi buah secara manual tersebut dengan menggunakan salah satu algoritma Deep Learning dalam klasifikasi suatu gambar yaitu Convolutional Neural Network. Studi ini melakukan uji akurasi pada dua proses yaitu training dan testing dengan akurasi yang didapatkan yaitu 100% untuk training dan   testing menggunakan 100 sample data baru dengan nilai akurasi 98%.