cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
ARKESMAS [Arsip Kesehatan Masyarakat]
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 14 Documents
Search results for , issue "Vol 2 No 2 (2017)" : 14 Documents clear
Analisis Pengaruh Kebugaran Jasmani terhadap Tingkat Kognisi Lansia Aminoto, Toto
ARKESMAS [Arsip Kesehatan Masyarakat] Vol 2 No 2 (2017)
Publisher : UHAMKA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/arkesmas.v2i2.2515

Abstract

Di Indonesia penduduk lanjut usia atau lansia meningkat cukup tinggi. Pada lansia secara perlahanlahan terjadi proses penurunan kemampuan jaringan untuk memperbaiki diri, mengganti yang rusak danmempertahankan fungsi normalnya. Pada lansia wanita, karena terjadinya penurunan estrogen pada fasepascamenopause masalah kognisi sering muncul. Penelitian ini akan melihat pengaruh kebugaran jasmaniterhadap tingkat kognisi lansia wanita. Disain penelitian ini adalah analitik dengan rancangan crosssectional. Metode sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Variabel bebas kebugaran jasmaniyang terdiri dari kekuatan otot, fleksibilitas dan keseimbangan dinamis, diukur dengan menggunakan SFT.Sedangkan variabel terikat berupa tingkat kognisi diukur dengan menggunakan MMSE dan dianalisisdengan regresi linear berganda. Adapun persamaan regresi linear bergandanya yang diperoleh adalah: .Persamaan tersebut menjelaskan bahwa adalah ketika variabel kekuatan otot (x1) dinaikan sebesar 1%maka kognisi akan naik sebesar 0.184. Fleksibilitas (x2) dinaikan sebesar 1% maka kognisi akan naiksebesar 0.018 dan keseimbangan dinamis (x3) dinaikan sebesar 1% maka kognisi akan naik sebesar 0,841.
Gambaran Pelaporan Kejadian Nyaris Cedera (KNC) dan Kejadian Tidak Diharapkan (KTD) Berdasarkan Faktor Manusia dan Organisasi/Manajemendi Instalasi Gizi Rumah Sakit Rachmawati, Emma; Azizah, Siti Dharma
ARKESMAS [Arsip Kesehatan Masyarakat] Vol 2 No 2 (2017)
Publisher : UHAMKA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/arkesmas.v2i2.2495

Abstract

Keamanan makanan (food safety) adalah aspek penting keselamatan pasien dalam pelayanan gizi kepadapasien di ruang perawatan. Kejadian Nyaris Cedera (KNC) dan Kejadian Tidak Diharapkan (KTD) padapelayanan gizi dapat berakibat kematian kepada pasien.Penelitian ini bertujuan memberikan gambaranpelaporan KNC dan KTD di suatu unit Instalasi Gizi di Rumah Sakit Ibu Anak, Jakarta.Disain penelitianadalah epidemiologi deskriptif.Pengumpulan data melalui kuesioner yang diberikan kepada seluruhkaryawan suatu Instalasi Gizi Rumah Sakit Ibu Anaksejumlah 35 orang pada tahun 2014. Analisis datadilakukan secara deskriptif. Penelitian menunjukkan bahwa terdapat 46 % pegawai Instalasi Gizi RS Xyangmelaporkan pernah melakukan KNC/KTD.Untuk faktor manusia, kejadian KNC dan KTD dilaporkan olehsebagaian besar pegawai dengan kompetensi tinggi (81,2%), pendidikan terakhir D3/S1 (56,2 %), bebankerja berat (56,2 %), sikap kurang baik (56,2 %), dan motivasi tinggi (68,7%). Sementara tidak ada perbedaanproporsi kelompok pegawai dengan masa kerja kurang atau lebih dari 5 tahun dalam melaporkan kejadianKNC dan KTD. Untuk faktor organisasi/manajemen, kelompok pegawai yang melaporkan terjadinyaKNC dan KTD merupakan kelompok pegawai yang menilai kepemimpinan yang kurang baik (56,2%),kondisi kebijakan/prosedur yang ada sudah sesuai (75,0%), kerjasama tim yang kurang baik (56,2%), dankomunikasi yang baik (68,7%). Sementara tidak ada perbedaan proporsi pelaporan kejadian KNC/KTDdari sisi variabel peralatan dan lingkungan fsik. Kejadian KNC/KTD dilaporkan oleh pegawai dengankompetensi tinggi, pendidikan terakhir D3/S1, dengan beban kerja berat, sikap kurang baik, motivasitinggi, kepemimpinan kurang baik, dan komunikasi yang baik.
Tracer Study terhadap Alumni Fakultas Ilmu Kesehatan UPN “Veteran” Jakarta di Rumah Sakit Wilayah Jakarta dan Depok Wahyuningtyas, Widayani; Fauziyah, A’immatul; Nasrulloh, Nanang
ARKESMAS [Arsip Kesehatan Masyarakat] Vol 2 No 2 (2017)
Publisher : UHAMKA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/arkesmas.v2i2.2516

Abstract

Pertumbuhan lulusan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakartasejak tahun 2014-2016 mengalami peningkatan setiap tahunnya sekitar 9%. Tujuan penelitian untukmengetahui persepsi pengguna terhadap mutu lulusan, kinerja lulusan dan kepuasan pengguna rumah sakitterhadap alumni Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta. Penelitianobservasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi terjangkau penelitian ini seluruh alumniFakultas Ilmu Kesehatan Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta yang bekerja di RumahSakit sedangkan populasi target adalah lulusan yang bekerja di lima rumah sakit wilayah Kota Depok danDKI Jakarta. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 80 orang yang ditentukan secara proportional randomsampling. Pengumpulan data akan dilaksanakan dengan metode kuantitatif dengan Instrumen penelitianberupa kuesioner yang dirancang dengan jawaban tertutup. Dengan menggunakan analisis diskrptif danmatriks IPA. Hasil dari uji analis didapat kualitas lulusan atribut tanggung jawab sebesar 4,73 dan kepuasanpengguna dengan atribut kepercayaan pengguna sebesar 7,70. Kepercayaan pengguna terhadap kualitas dankinerja lulusan fkes baik
Perilaku Merokok Masyarakat Di Kecamatan Ciampea Kabupaten Bogor Jawa Barat Hidayati, Hidayati; Setiaji, Bambang
ARKESMAS [Arsip Kesehatan Masyarakat] Vol 2 No 2 (2017)
Publisher : UHAMKA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/arkesmas.v2i2.2496

Abstract

Pada tahun 2016, Provinsi Jawa Barat dipilih oleh Kementerian Kesehatan RI menjadi salah satu darisembilan provinsi untuk program prioritas Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK).Dari 12 indikator PIS-PK, indikator ke-9, yaitu anggota keluarga tidak ada yang merokok, merupakanindikator cakupan terendah di Kecamatan Ciampea Kabupaten Bogor Jawa Barat, yaitu sebesar 25,58%.Melihat hal tersebut, penelitian ini dilakukan untuk menggali lebih dalam perilaku merokok di KecamatanCiampea. Penelitian ini menggunakan desain analisis kualitatif dan dilakukan pada bulan Oktober danNovember 2016. Dengan cara purposive sampling, informan yang terpilih adalah 4 orang anggota rumahtangga (ART), 6 orang tokoh masyarakat, 5 orang kader kesehatan, 3 orang bidan desa, 2 orang petugasPuskesmas, dan 2 orang Kepala Puskesmas. Data dikumpulkan dengan metode wawancara mendalam dandiskusi kelompok terarah (Foccus Group Discussion/FGD). Analisis data dalam penelitian ini terdiri darireduksi data, penyajian data, penyusunan kesimpulan. Merokok merupakan hal yang lumrah dilakukandi Kecamatan Ciampea. Sebagian besar dari mereka merupakan perokok sosial. Mereka merokok ketikasedang berkumpul dengan lingkungan sekitarnya. Walaupun demikian, mereka telah mengetahui bahwaterdapat peraturan terkait dengan larangan merokok.Warga Kecamatan Ciampea juga telah menyadaribahwa merokok memiliki dampak buruk bagi kesehatan seperti terserang penyakit terkait pernapasan. Disamping itu, mereka pun memahami bahwa merokok membawa pengaruh buruk bagi keadaan ekonomimereka. Merokok merupakan kebiasaan sehari-hari warga di Kecamatan Ciampea walaupun mereka telahmengetahui larangan untuk merokok dan dampak buruknya.
Potret Kejadian Infeksi Oportunistik pada Perempuan dengan HIV/AIDS (Studi kasus di Jakarta Timur) Rostina, Julie; Alkaff, Raihana N.; Purnama, Tri Bayu
ARKESMAS [Arsip Kesehatan Masyarakat] Vol 2 No 2 (2017)
Publisher : UHAMKA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/arkesmas.v2i2.2513

Abstract

Infeksi Oportunistik (IO) merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas orang dengan HIV/AIDS (ODHA) baik baik di negara maju maupun negara berkembang. Diperkirakan sekitar sepertigakematian ODHA dikarenakan Infeksi Oportunistik (IO).IO yang sering ditemukan di Indonesia meliputikandidiasis mulutesofagus 80,8%; tuberkulosis 40,1%; CMV 28,8%; ensefalitis toksoplasma 17,3%;pneumonia Pneumocystis carinii (Ariani & Suryana, 2014). Penelitian ini dilakukan untuk mendapatkangambaranpenyebab internal dan eksternal infeksi Oportunistikpada perempuan dengan HIV.Penelitianini menggunakan metode kualitatif dengan wawancara mendalam. Pemilihan informan ditetapkan secaralangsung dengan prinsip kesesuaian dan kecukupan. Sumber informasi meliputi:1 orang staf penanggungjawab program HIV Puskesmas, 3 orang staff LSM yang mendampingi perempuan HIV di Jakarta Timur,serta 5 orang perempuan HIV. Analisis data dilakukan dengan analisis kualitatif. Triaangulasi dilakukanuntuk menjamin validitas penelitian.Penelitian ini menunjukkanbahwa IO didominasi oleh Kandidiasisoral, TB Paru, dermatitis, diare serta sebagian kecil toksoplasma. Faktor penyebab internal kejadianInfeksi Oportunistik pada Perempuan HIV di Jakarta Timur yang berhasil diidentifkasi dalam penelitianini meliputirendahnya pengetahuan ODHAtentang IO,stress karena beban hidup, tidak menerima keadaandirinya sudah menderita HIV-AIDS, pola hidup tidak sehat dan teratur, ketidakdisiplinan berobat sertarendahnya pengetahuan odha akan HIV dan dampaknyaberupaketerlambaant mengetahui IO.Faktor luaryang berhasil diidentifkasi adalahstigma yang datang dari keluarga dekat dan lingkungan sekitar.Odhadengan pola hidup tidak sehat dan rentan stress memiliki resiko lebih besar untuk mengalami IO
Perbandingan Perilaku Jajan, Konsumsi Makanan Cepat Saji serta Tidur Siang berdasarkan Status Obesitas pada Remaja Mardhiati, Retno; Setiawan, Arif
ARKESMAS [Arsip Kesehatan Masyarakat] Vol 2 No 2 (2017)
Publisher : UHAMKA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/arkesmas.v2i2.2514

Abstract

Dampak jangka pendek akan menurunkan produktiftas dan menurunkan rasa percaya diri remaja,sedangkan dampak jangka panjang akan menimbulkan penyakit degeneratif. Tujuan penelitian ini adalahmembandingkan perilaku remaja obesitas dan bukan obesitas berdasarkan kebiasaan konsumsi makanancept saji dan perilaku jajan, menonton televisi serta kebiasaan tidur siang.Desain penelitian ini adalah CrossSectional dengan jumlah sampel 120 siswa/i pada salah satu SMA di Jakarta tahun 2017. Teknik samplingmenggunakan sampling jenuh. Jenis data primer yang dikumpulkan dengan wawancara dan pengukuranberat badan dan tinggi badan. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner. Analisis data dilakukan dengananalisis perbandingan proporsi. Terdapat perbedaan proporsi dimana remaja obesitas lebih banyak yangmemiliki kebiasaan konsumsi makanan cepat saji, jajan di sekolah dan menonton televisi lebih dari 4 jamper hari daripada remaja non-obesitas. Diperlukan upaya edukasi dalam bentuk penyuluhan dan konselingpada remaja obesitas sangat membantu memotivasi remaja obesitas untuk merubah perilaku makan danaktiftasnya.
Hubungan Karakteristik Pasien dan Keluarga dengan Kepuasan Pelayanan di Puskesmas Cibeber, Kabupaten Cianjur Birwin, Alib
ARKESMAS [Arsip Kesehatan Masyarakat] Vol 2 No 2 (2017)
Publisher : UHAMKA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/arkesmas.v2i2.2494

Abstract

Kepuasan pasien terhadap pelayanan di Puskesmas dipengaruhi oleh banyak faktor. Tujuan penelitianini adalah diketahuinya hubungan karakteristik keluarga dengan kepuasan pasien terhadap pelayananpemeriksaan pada poli klinik umum, gigi, KIA/KB, dan apotik di Puskesmas Kecamatan Cibeber,Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Penelitian ini menggunakan disain studi cross sectional analitik. Populasipada penelitian ini adalah seluruh pasien yang datang berobat kemasing-masing poliklinik dan apotikdi Puskesmas Kecamatan Cibeber pada tahun 2011. Adapun sampel penelitian berjumlah 210 orang.Pengumpulan data dilaksanakan dengan wawancara kepada sampel terpilih menggunakan kuesioner.Pengolahan data dilakukan dengan komputer, dan análisis data dengan dua tahap yaitu análisis univariatdan análisis bivariat. Pada bagian Poliklinik Umum, pasien yang statusnya sebagai kepala keluarga lebihberpeluang 6 kali tidak puas pada pelayanannya (CI 95%: 2,79 – 11,18). Sedangkan pasien laki-laki lebihberpeluang 11 kali tidak puas pada pelayanan Poliklinik gigi (CI 95%: (5.28 – 24.15). Pada pasien yangberstatus sebagai kepala keluarga berpeluang 9 kali tidak puas pada pelayanan Poliklinik KIA/KB (CI 95%:3.29 – 23.63) dan pada pasien yang berpenghasilan keluarga lebih dari Rp. 810.500/bulan lebih berpeluang7 kali tidak puas pada pelayanan di Apotik (CI 95%: 2.42 – 20.70). Penelitian ini merekomendasikankepada puskesmas agar petugas kesehatan perlu memperbaiki kualitas pelayanan dengan cara meningkatkanketerampilan teknis dalam memeriksa pasien, meningkatkan pelayanan yang lebih ramah kepada pasien,serta tidak membiarkan pasien menunggu terlalu lama untuk mendapatkan pemeriksaan
Hubungan Karakteristik Pasien dan Keluarga dengan Kepuasan Pelayanan di Puskesmas Cibeber, Kabupaten Cianjur Alib Birwin
ARKESMAS [Arsip Kesehatan Masyarakat] Vol 2 No 2 (2017)
Publisher : UHAMKA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2784.454 KB) | DOI: 10.22236/arkesmas.v2i2.2494

Abstract

Kepuasan pasien terhadap pelayanan di Puskesmas dipengaruhi oleh banyak faktor. Tujuan penelitianini adalah diketahuinya hubungan karakteristik keluarga dengan kepuasan pasien terhadap pelayananpemeriksaan pada poli klinik umum, gigi, KIA/KB, dan apotik di Puskesmas Kecamatan Cibeber,Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Penelitian ini menggunakan disain studi cross sectional analitik. Populasipada penelitian ini adalah seluruh pasien yang datang berobat kemasing-masing poliklinik dan apotikdi Puskesmas Kecamatan Cibeber pada tahun 2011. Adapun sampel penelitian berjumlah 210 orang.Pengumpulan data dilaksanakan dengan wawancara kepada sampel terpilih menggunakan kuesioner.Pengolahan data dilakukan dengan komputer, dan análisis data dengan dua tahap yaitu análisis univariatdan análisis bivariat. Pada bagian Poliklinik Umum, pasien yang statusnya sebagai kepala keluarga lebihberpeluang 6 kali tidak puas pada pelayanannya (CI 95%: 2,79 – 11,18). Sedangkan pasien laki-laki lebihberpeluang 11 kali tidak puas pada pelayanan Poliklinik gigi (CI 95%: (5.28 – 24.15). Pada pasien yangberstatus sebagai kepala keluarga berpeluang 9 kali tidak puas pada pelayanan Poliklinik KIA/KB (CI 95%:3.29 – 23.63) dan pada pasien yang berpenghasilan keluarga lebih dari Rp. 810.500/bulan lebih berpeluang7 kali tidak puas pada pelayanan di Apotik (CI 95%: 2.42 – 20.70). Penelitian ini merekomendasikankepada puskesmas agar petugas kesehatan perlu memperbaiki kualitas pelayanan dengan cara meningkatkanketerampilan teknis dalam memeriksa pasien, meningkatkan pelayanan yang lebih ramah kepada pasien,serta tidak membiarkan pasien menunggu terlalu lama untuk mendapatkan pemeriksaan
Gambaran Pelaporan Kejadian Nyaris Cedera (KNC) dan Kejadian Tidak Diharapkan (KTD) Berdasarkan Faktor Manusia dan Organisasi/Manajemendi Instalasi Gizi Rumah Sakit Emma Rachmawati; Siti Dharma Azizah
ARKESMAS [Arsip Kesehatan Masyarakat] Vol 2 No 2 (2017)
Publisher : UHAMKA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1988.108 KB) | DOI: 10.22236/arkesmas.v2i2.2495

Abstract

Keamanan makanan (food safety) adalah aspek penting keselamatan pasien dalam pelayanan gizi kepadapasien di ruang perawatan. Kejadian Nyaris Cedera (KNC) dan Kejadian Tidak Diharapkan (KTD) padapelayanan gizi dapat berakibat kematian kepada pasien.Penelitian ini bertujuan memberikan gambaranpelaporan KNC dan KTD di suatu unit Instalasi Gizi di Rumah Sakit Ibu Anak, Jakarta.Disain penelitianadalah epidemiologi deskriptif.Pengumpulan data melalui kuesioner yang diberikan kepada seluruhkaryawan suatu Instalasi Gizi Rumah Sakit Ibu Anaksejumlah 35 orang pada tahun 2014. Analisis datadilakukan secara deskriptif. Penelitian menunjukkan bahwa terdapat 46 % pegawai Instalasi Gizi RS Xyangmelaporkan pernah melakukan KNC/KTD.Untuk faktor manusia, kejadian KNC dan KTD dilaporkan olehsebagaian besar pegawai dengan kompetensi tinggi (81,2%), pendidikan terakhir D3/S1 (56,2 %), bebankerja berat (56,2 %), sikap kurang baik (56,2 %), dan motivasi tinggi (68,7%). Sementara tidak ada perbedaanproporsi kelompok pegawai dengan masa kerja kurang atau lebih dari 5 tahun dalam melaporkan kejadianKNC dan KTD. Untuk faktor organisasi/manajemen, kelompok pegawai yang melaporkan terjadinyaKNC dan KTD merupakan kelompok pegawai yang menilai kepemimpinan yang kurang baik (56,2%),kondisi kebijakan/prosedur yang ada sudah sesuai (75,0%), kerjasama tim yang kurang baik (56,2%), dankomunikasi yang baik (68,7%). Sementara tidak ada perbedaan proporsi pelaporan kejadian KNC/KTDdari sisi variabel peralatan dan lingkungan fsik. Kejadian KNC/KTD dilaporkan oleh pegawai dengankompetensi tinggi, pendidikan terakhir D3/S1, dengan beban kerja berat, sikap kurang baik, motivasitinggi, kepemimpinan kurang baik, dan komunikasi yang baik.
Perilaku Merokok Masyarakat Di Kecamatan Ciampea Kabupaten Bogor Jawa Barat Hidayati Hidayati; Bambang Setiaji
ARKESMAS [Arsip Kesehatan Masyarakat] Vol 2 No 2 (2017)
Publisher : UHAMKA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1543.746 KB) | DOI: 10.22236/arkesmas.v2i2.2496

Abstract

Pada tahun 2016, Provinsi Jawa Barat dipilih oleh Kementerian Kesehatan RI menjadi salah satu darisembilan provinsi untuk program prioritas Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK).Dari 12 indikator PIS-PK, indikator ke-9, yaitu anggota keluarga tidak ada yang merokok, merupakanindikator cakupan terendah di Kecamatan Ciampea Kabupaten Bogor Jawa Barat, yaitu sebesar 25,58%.Melihat hal tersebut, penelitian ini dilakukan untuk menggali lebih dalam perilaku merokok di KecamatanCiampea. Penelitian ini menggunakan desain analisis kualitatif dan dilakukan pada bulan Oktober danNovember 2016. Dengan cara purposive sampling, informan yang terpilih adalah 4 orang anggota rumahtangga (ART), 6 orang tokoh masyarakat, 5 orang kader kesehatan, 3 orang bidan desa, 2 orang petugasPuskesmas, dan 2 orang Kepala Puskesmas. Data dikumpulkan dengan metode wawancara mendalam dandiskusi kelompok terarah (Foccus Group Discussion/FGD). Analisis data dalam penelitian ini terdiri darireduksi data, penyajian data, penyusunan kesimpulan. Merokok merupakan hal yang lumrah dilakukandi Kecamatan Ciampea. Sebagian besar dari mereka merupakan perokok sosial. Mereka merokok ketikasedang berkumpul dengan lingkungan sekitarnya. Walaupun demikian, mereka telah mengetahui bahwaterdapat peraturan terkait dengan larangan merokok.Warga Kecamatan Ciampea juga telah menyadaribahwa merokok memiliki dampak buruk bagi kesehatan seperti terserang penyakit terkait pernapasan. Disamping itu, mereka pun memahami bahwa merokok membawa pengaruh buruk bagi keadaan ekonomimereka. Merokok merupakan kebiasaan sehari-hari warga di Kecamatan Ciampea walaupun mereka telahmengetahui larangan untuk merokok dan dampak buruknya.

Page 1 of 2 | Total Record : 14