cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
ARKESMAS [Arsip Kesehatan Masyarakat]
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 8 No 1 (2023)" : 10 Documents clear
Hubungan antara Kepribadian dan Beban Kerja Dengan Kinerja Perawat Rahmawati Azis; Inggrid Tasidjawa; Apdiyani Toalu; Akmal
ARKESMAS [Arsip Kesehatan Masyarakat] Vol 8 No 1 (2023)
Publisher : UHAMKA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Perawat memiliki peran penting dalam upaya peningkatan pelayanan kesehatan dan kajian kinerjanya merupakan salah satu strategi untuk meningkatkan pelayanan rumah sakit. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan antara kepribadian dan beban kerja dengan kinerja perawat di ruang rawat inap RSUD Labuang Baji Kota Makassar tahun 2022. Jenis penelitian yang digunakan survei analitik dengan pendekatan cross sectional study. Populasi pada penelitian ini berjumlah 143 perawat dan sampel sebanyak 72 orang perawat yang bertugas di ruang rawat inap. Teknik pengumpulan sampel menggunakan teknik sampling acak sederhana dan uji statistik yang digunakan chi square. Hasil penelitian ini menunjukkan ada hubungan kepribadian (ρ= 0,018) dan beban kerja (ρ= 0,015) dengan kinerja perawat. Di RSUD Labuang Baji Kota Makassar, kinerja perawat di ruang rawat inap memiliki hubungan dengan kepribadian dan beban kerja. Diharapkan kepada pihak rumah sakit agar dapat memberikan pelatihan pengembangan kepribadian terkait dengan kinerja perawat untuk dapat meningkatkan keterampilan dan mengembangkan hubungan dengan pasien dan sesama rekan kerja. Perlunya pula melakukan monitoring evaluasi secara berkesinambungan agar kualitas asuhan keperawatan yang diberikan makin menjadi lebih baik lagi. Kata kunci: Kinerja, Perawat, Kepribadian, Beban Kerja
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Konsumsi Buah dan Sayur pada Siswa di SMAN 4 Tambun Selatan Tahun 2021 Putri Indah Sari; Retno Mardhiati; Dian Kholika Hamal
ARKESMAS [Arsip Kesehatan Masyarakat] Vol 8 No 1 (2023)
Publisher : UHAMKA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Buah dan sayur merupakan makanan sumber serat yang paling baik dan utama. Kandungan gizi yang terdapat pada buah dan sayur mempunyai banyak manfaat khususnya bagi remaja yang salah satunya dalam pencegahan penyakit degeneratif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan konsumsi buah dan sayur pada siswa di SMAN 4 Tambun Selatan. Penelitian kuantitatif dengan desain penelitian Cross Sectional dilakukan terhadap 200 siswa di SMAN 4 Tambun Selatan dengan jumlah populasi sebesar 1.113. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Quota Sampling. Data dianalisis secara univariat dan bivariat dengan uji Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan pengetahuan, sikap, dukungan teman sebaya, jumlah anggota keluarga berhubungan dengan konsumsi buah dan sayur (Pvalue < 0,05), sedangkan jenis kelamin, ketersediaan buah dan sayur di rumah, penghasilan orangtua, dukungan orang tua tidak berhubungan dengan konsumsi buah dan sayur (Pvalue ≥ 0,05). Untuk itu, diharapkan siswa memiliki kebiasaan mengkonsumi buah dan sayur melalui penerapan kebijakan sekolah yang mewajibkan setiap siswa membawa bekal makan siang yang terdiri dari sayur dan buah. Kata kunci: Siswa, Buah dan Sayur, Konsumsi
Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Rendahnya Pemberian ASI Eksklusif Kurnia Nurcahya; Dinia Kholida Kiptiyah; Farianingsih; Homsiatur Rohmatin
ARKESMAS [Arsip Kesehatan Masyarakat] Vol 8 No 1 (2023)
Publisher : UHAMKA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK ASI secara eksklusif atau ASI eksklusif adalah ketika bayi hanya diberikan ASI tanpa makanan tambahan lainnya selama 6 bulan pertama dan disusui sejak dini. Banyak alasan yang menjadi faktor mengapa ibu tidak memberikan ASI eksklusif kepada bayinya. Beberapa faktor utama termasuk kesadaran akan pentingnya ASI, kurangnya rasa percaya diri ibu, kurangnya pengetahuan ibu tentang manfaat ASI, dan kurangnya dukungan keluarga dalam pemberian ASI Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor pengetahuan ibu, pendidikan, dan dukungan suami yang mempengaruhi rendahnya pemberian ASI eksklusif di Desa Pandansari Kecamatan Senduro Kabupaten Lumajang tahun 2022. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini yaitu 27 orang ibu yang mempunyai bayi umur 6-11 bulan yang diambil menggunakan total sampling. Penelitian ini akan dilakukan di desa Pandansari Kecamatan Senduro Kabupaten Lumajang. Kesimpulan hasil dari penelitian ini adalah ada hubungan yang bermakna antara faktor pengetahuan ibu, faktor pendidikan ibu dan faktor dukungan suami dengan rendahnya pemberian ASI eksklusif di Desa Pandansari Kecamatan Senduro Kabupaten Lumajang. Diharapkan Puskesmas dapat meningkatkan program promosi kesehatan, khususnya penyuluhan melalui kelas ibu hamil tentang ASI eksklusif mulai dari persiapan pemberian ASI eksklusif sampai pentingnya dukungan keluarga dalam pemberian ASI eksklusif, sehingga capaian ASI eksklusif dapat meningkat. Kata Kunci: ASI Eksklusif, Faktor Pemberian ASI Eksklusif
Factors Associated with Dyspepsia among Final Year University Students Kurnia Amelia; Febrianti
ARKESMAS [Arsip Kesehatan Masyarakat] Vol 8 No 1 (2023)
Publisher : UHAMKA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Dispepsia merupakan kumpulan gejala yang ditandai dengan rasa tidak nyaman pada abdomen bagian atas dan berdampak negatif terhadap produktivitas penderitanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor risiko kejadian dispepsia pada mahasiswa tingkat akhir. Penelitian ini menggunakan desain penelitian cross sectional dan dilaksanakan pada bulan April – Juni 2022 di Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta. Prevalensi kejadian dispepsia pada penelitian ini adalah sebesar 46,6%. Frekuensi konsumsi makanan berlemak, makanan dan minuman manis, minuman berkafein, makanan dan minuman tanpa dimasak, makan di luar rumah, konsumsi camilan saat malam hari, tidak sarapan, dan jenis kelamin tidak menunjukkan hubungan yang signifikan dengan kejadian dispepsia pada mahasiswa tingkat akhir. Sementara itu, kejadian dispepsia memiliki hubungan yang signifikan dengan frekuensi konsumsi makanan pedas (p-value: 0,020 ; OR: 2,252 ; 95% CI: 1,181-4,293), jam makan tidak teratur (p-value: 0,033 ; OR: 2,331 ; 95% CI: 1,124-4,833), dan stres (p-value: 0,017 ; OR: 4,577 ; 95% CI: 1,435-14,594). Frekuensi konsumsi makanan pedas, jam makan tidak teratur, dan stres merupakan faktor risiko kejadian dispepsia pada mahasiswa tingkat akhir. Mahasiswa disarankan untuk menghindari jenis makanan pedas, jam makan tidak teratur, dan meningkatkan kapasitas manajemen stres yang baik. Kata kunci: Dispepsia, Kebiasaan Makan, Stres
Pengaruh Pengaruh Konsumsi Teh Hijau Terhadap Tingkat Kecemasan dan Kualitas Tidur Terhadap Pegawai: Pengaruh Konsumsi Teh Hijau Terhadap Tingkat Kecemasan dan Kualitas Tidur Terhadap Pegawai Monica Monic; Prita Dhyani Swamilaksita; Reza Fadhilla; Khairizka Citra Palupi; Dudung Angkasa
ARKESMAS [Arsip Kesehatan Masyarakat] Vol 8 No 1 (2023)
Publisher : UHAMKA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Teh hijau adalah salah satu tanaman yang mempunyai nama latin camelia sinensis. Teh hijau memiliki fungsi sebagai antioksidan, meningkatkan relaksasi, mengurangi gangguan tidur, dan mengurangi kecemasan. Penelitian bertujuan mengetahui pengaruh konsumsi teh hijau pada tingkat kecemasan dan kualitas tidur terhadap staff Universitas Esa Unggul. Design penelitian ini adalah menggunakan jenis design quasi experimental design dan menggunakan rancangan one-group pretest dan posttest, dan dalam penelitian ini terdapat 32 orang staff sebagai responden. Berdasarkan hasil penelitian pretest dan posttest pada kualitas tidur responden mengalami perubahan, pada saat posttest kualitas tidur lebih meningkat dibandingkan pada saat pretest, pada saat posttest kualitas tidur responden yaitu 6,50 ± 2,52, sedangkan kualitas tidur pada saat pretest 8,75 ± 2,67, sementara itu untuk pretest dan posttest tingkat kecemasan juga berubah, pada saat posttest tingkat kecemasan responden juga mengalami penurunan yaitu 7,50 ± 7,47 sedangkan tingkat kecemasan pada saat pretest 16,03 ± 12,76. Analisa statistik menggunakan uji paired sample t-test untuk kualitas tidur dan uji Wilcoxon untuk tingkat kecemasan. Pengaruh konsumsi teh hijau menunjukkan adanya perubahan signifikan antara tingkat kecemesan dan kualitas tidur pada waktu sebelum dan sesudah dilakukan intervensi yang menpunyai significansi yaitu (p=0,000). Kata Kunci: Teh Hijau, Tingkat Kecemasan, Kualitas Tidur
Hubungan antara Kepribadian dan Beban Kerja Dengan Kinerja Perawat Azis, Rahmawati; Tasidjawa, Inggrid; Toalu, Apdiyani; Akmal
ARKESMAS [Arsip Kesehatan Masyarakat] Vol 8 No 1 (2023)
Publisher : UHAMKA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Perawat memiliki peran penting dalam upaya peningkatan pelayanan kesehatan dan kajian kinerjanya merupakan salah satu strategi untuk meningkatkan pelayanan rumah sakit. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan antara kepribadian dan beban kerja dengan kinerja perawat di ruang rawat inap RSUD Labuang Baji Kota Makassar tahun 2022. Jenis penelitian yang digunakan survei analitik dengan pendekatan cross sectional study. Populasi pada penelitian ini berjumlah 143 perawat dan sampel sebanyak 72 orang perawat yang bertugas di ruang rawat inap. Teknik pengumpulan sampel menggunakan teknik sampling acak sederhana dan uji statistik yang digunakan chi square. Hasil penelitian ini menunjukkan ada hubungan kepribadian (ρ= 0,018) dan beban kerja (ρ= 0,015) dengan kinerja perawat. Di RSUD Labuang Baji Kota Makassar, kinerja perawat di ruang rawat inap memiliki hubungan dengan kepribadian dan beban kerja. Diharapkan kepada pihak rumah sakit agar dapat memberikan pelatihan pengembangan kepribadian terkait dengan kinerja perawat untuk dapat meningkatkan keterampilan dan mengembangkan hubungan dengan pasien dan sesama rekan kerja. Perlunya pula melakukan monitoring evaluasi secara berkesinambungan agar kualitas asuhan keperawatan yang diberikan makin menjadi lebih baik lagi. Kata kunci: Kinerja, Perawat, Kepribadian, Beban Kerja
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Konsumsi Buah dan Sayur pada Siswa di SMAN 4 Tambun Selatan Tahun 2021 Indah Sari, Putri; Mardhiati, Retno; Hamal, Dian Kholika
ARKESMAS [Arsip Kesehatan Masyarakat] Vol 8 No 1 (2023)
Publisher : UHAMKA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Buah dan sayur merupakan makanan sumber serat yang paling baik dan utama. Kandungan gizi yang terdapat pada buah dan sayur mempunyai banyak manfaat khususnya bagi remaja yang salah satunya dalam pencegahan penyakit degeneratif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan konsumsi buah dan sayur pada siswa di SMAN 4 Tambun Selatan. Penelitian kuantitatif dengan desain penelitian Cross Sectional dilakukan terhadap 200 siswa di SMAN 4 Tambun Selatan dengan jumlah populasi sebesar 1.113. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Quota Sampling. Data dianalisis secara univariat dan bivariat dengan uji Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan pengetahuan, sikap, dukungan teman sebaya, jumlah anggota keluarga berhubungan dengan konsumsi buah dan sayur (Pvalue < 0,05), sedangkan jenis kelamin, ketersediaan buah dan sayur di rumah, penghasilan orangtua, dukungan orang tua tidak berhubungan dengan konsumsi buah dan sayur (Pvalue ≥ 0,05). Untuk itu, diharapkan siswa memiliki kebiasaan mengkonsumi buah dan sayur melalui penerapan kebijakan sekolah yang mewajibkan setiap siswa membawa bekal makan siang yang terdiri dari sayur dan buah. Kata kunci: Siswa, Buah dan Sayur, Konsumsi
Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Rendahnya Pemberian ASI Eksklusif Nurcahya, Kurnia; Kiptiyah, Dinia Kholida; Farianingsih; Rohmatin, Homsiatur
ARKESMAS [Arsip Kesehatan Masyarakat] Vol 8 No 1 (2023)
Publisher : UHAMKA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK ASI secara eksklusif atau ASI eksklusif adalah ketika bayi hanya diberikan ASI tanpa makanan tambahan lainnya selama 6 bulan pertama dan disusui sejak dini. Banyak alasan yang menjadi faktor mengapa ibu tidak memberikan ASI eksklusif kepada bayinya. Beberapa faktor utama termasuk kesadaran akan pentingnya ASI, kurangnya rasa percaya diri ibu, kurangnya pengetahuan ibu tentang manfaat ASI, dan kurangnya dukungan keluarga dalam pemberian ASI Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor pengetahuan ibu, pendidikan, dan dukungan suami yang mempengaruhi rendahnya pemberian ASI eksklusif di Desa Pandansari Kecamatan Senduro Kabupaten Lumajang tahun 2022. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini yaitu 27 orang ibu yang mempunyai bayi umur 6-11 bulan yang diambil menggunakan total sampling. Penelitian ini akan dilakukan di desa Pandansari Kecamatan Senduro Kabupaten Lumajang. Kesimpulan hasil dari penelitian ini adalah ada hubungan yang bermakna antara faktor pengetahuan ibu, faktor pendidikan ibu dan faktor dukungan suami dengan rendahnya pemberian ASI eksklusif di Desa Pandansari Kecamatan Senduro Kabupaten Lumajang. Diharapkan Puskesmas dapat meningkatkan program promosi kesehatan, khususnya penyuluhan melalui kelas ibu hamil tentang ASI eksklusif mulai dari persiapan pemberian ASI eksklusif sampai pentingnya dukungan keluarga dalam pemberian ASI eksklusif, sehingga capaian ASI eksklusif dapat meningkat. Kata Kunci: ASI Eksklusif, Faktor Pemberian ASI Eksklusif
Factors Associated with Dyspepsia among Final Year University Students Amelia, Kurnia; Febrianti
ARKESMAS [Arsip Kesehatan Masyarakat] Vol 8 No 1 (2023)
Publisher : UHAMKA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Dispepsia merupakan kumpulan gejala yang ditandai dengan rasa tidak nyaman pada abdomen bagian atas dan berdampak negatif terhadap produktivitas penderitanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor risiko kejadian dispepsia pada mahasiswa tingkat akhir. Penelitian ini menggunakan desain penelitian cross sectional dan dilaksanakan pada bulan April – Juni 2022 di Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta. Prevalensi kejadian dispepsia pada penelitian ini adalah sebesar 46,6%. Frekuensi konsumsi makanan berlemak, makanan dan minuman manis, minuman berkafein, makanan dan minuman tanpa dimasak, makan di luar rumah, konsumsi camilan saat malam hari, tidak sarapan, dan jenis kelamin tidak menunjukkan hubungan yang signifikan dengan kejadian dispepsia pada mahasiswa tingkat akhir. Sementara itu, kejadian dispepsia memiliki hubungan yang signifikan dengan frekuensi konsumsi makanan pedas (p-value: 0,020 ; OR: 2,252 ; 95% CI: 1,181-4,293), jam makan tidak teratur (p-value: 0,033 ; OR: 2,331 ; 95% CI: 1,124-4,833), dan stres (p-value: 0,017 ; OR: 4,577 ; 95% CI: 1,435-14,594). Frekuensi konsumsi makanan pedas, jam makan tidak teratur, dan stres merupakan faktor risiko kejadian dispepsia pada mahasiswa tingkat akhir. Mahasiswa disarankan untuk menghindari jenis makanan pedas, jam makan tidak teratur, dan meningkatkan kapasitas manajemen stres yang baik. Kata kunci: Dispepsia, Kebiasaan Makan, Stres
Pengaruh Pengaruh Konsumsi Teh Hijau Terhadap Tingkat Kecemasan dan Kualitas Tidur Terhadap Pegawai: Pengaruh Konsumsi Teh Hijau Terhadap Tingkat Kecemasan dan Kualitas Tidur Terhadap Pegawai Monic, Monica; Swamilaksita, Prita Dhyani; Fadhilla, Reza; Palupi, Khairizka Citra; Angkasa, Dudung
ARKESMAS [Arsip Kesehatan Masyarakat] Vol 8 No 1 (2023)
Publisher : UHAMKA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Teh hijau adalah salah satu tanaman yang mempunyai nama latin camelia sinensis. Teh hijau memiliki fungsi sebagai antioksidan, meningkatkan relaksasi, mengurangi gangguan tidur, dan mengurangi kecemasan. Penelitian bertujuan mengetahui pengaruh konsumsi teh hijau pada tingkat kecemasan dan kualitas tidur terhadap staff Universitas Esa Unggul. Design penelitian ini adalah menggunakan jenis design quasi experimental design dan menggunakan rancangan one-group pretest dan posttest, dan dalam penelitian ini terdapat 32 orang staff sebagai responden. Berdasarkan hasil penelitian pretest dan posttest pada kualitas tidur responden mengalami perubahan, pada saat posttest kualitas tidur lebih meningkat dibandingkan pada saat pretest, pada saat posttest kualitas tidur responden yaitu 6,50 ± 2,52, sedangkan kualitas tidur pada saat pretest 8,75 ± 2,67, sementara itu untuk pretest dan posttest tingkat kecemasan juga berubah, pada saat posttest tingkat kecemasan responden juga mengalami penurunan yaitu 7,50 ± 7,47 sedangkan tingkat kecemasan pada saat pretest 16,03 ± 12,76. Analisa statistik menggunakan uji paired sample t-test untuk kualitas tidur dan uji Wilcoxon untuk tingkat kecemasan. Pengaruh konsumsi teh hijau menunjukkan adanya perubahan signifikan antara tingkat kecemesan dan kualitas tidur pada waktu sebelum dan sesudah dilakukan intervensi yang menpunyai significansi yaitu (p=0,000). Kata Kunci: Teh Hijau, Tingkat Kecemasan, Kualitas Tidur

Page 1 of 1 | Total Record : 10