cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
journal.pm.uinsuka@gmail.com
Editorial Address
Jl. Marsda Adisucipto Yogyakarta 55281, Indonesia.
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Pemberdayaan Masyarakat: Media Pemikiran dan Dakwah Pembangunan
ISSN : 2580863X     EISSN : 25977768     DOI : -
Core Subject : Social,
Jurnal Pemberdayaan Masyarakat: Media Pemikiran dan Dakwah Pembangunan (ISSN : (p) 2580-863X | (e) 2597-7768 ) is a peer-reviewed journal published and managed by Islamic Community Development, Faculty of Da'wah and Communication, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta in collaboration with Asosiasi Pembangunan Sosial Indonesia (APSI) and Perkumpulan Pengembangan Masyarakat Islam (P2MI). This scientific journal specifically addresses findings, new methods, and research experiences on Muslim society development. This journal includes, but not limited to, research in social policy of development, community-based tourism, Islamic philanthropy of development, and Islamic community development. The journal has been indexed in DOAJ and accredited by the Indonesian Ministry of Research Technology and ranked Sinta 2 (second grade) by Science and Technology Index.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 2 (2019)" : 10 Documents clear
Peningkatan Kesadaran Pelajar dengan Edukasi Konservasi Lingkungan Hidup di Sekolah Menengah Kejuruan Kesehatan Kharisma Bahtiar Efendi
Jurnal Pemberdayaan Masyarakat: Media Pemikiran dan Dakwah Pembangunan Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jpm.2019.032-04

Abstract

This article try to testing the education of conservation living environment program to increase students’ awareness in the Kharisma vocational high school, Tanggerang. The research uses a quantitative-experiment method with the analysis of pre-test, post-test, and follow-up. The result is showing the Chi-square score 74,171 (p<0,0001), the context is identification that the education of environmental conservation program for sustainable livelihood can be increasingly of students’ awareness. It was observed with the students’ concern might influenced by awareness factors from early to treat the living environment. The participation in the conservation of environment program has implemented in the school, it is the urgency for sustainability who useful for students’ skills in the job area for the future. The student of participation can be important factors to grow an empathy of the environment. This condition of environment more awful has influenced exploitation activity conducted by factories.Tulisan ini berusaha menguji edukasi program konservasi lingkungan hidup dalam meningatkan kesadaran siswa di Sekolah Menengah Kejuruan Kesehatan Kharisma Tanggerang. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif-eksperimen dengan menguji pretest, posttest, dan follow up. Hasil analisis menunjukkan skor Chi-square sebesar 74,171 (p<.0001) mengindikasikan bahwa edukasi program konservasi lingkungan hidup terbukti dapat meningkatkan kesadaran siswa. Hal ini terpantau dengan kepedulian siswa dapat dipengaruhi oleh faktor kesadaran sejak dini untuk merawat lingkungan sekitar. Partisipasi dalam konservasi lingkungan yang diimplementasikan di lingkungan sekolah merupakan urgensi kelestarian yang berguna bagi siswa di dunia pekerjaan. Partisipasi siswa dalam hal tersebut menjadi faktor terpenting untuk menumbuhkan rasa empati terhadap lingkungan. Kondisi lingkungan saat ini semakin memburuk akibat kegiatan eksploitasi yang dilakukan oleh banyak perusahaan.
Gerakan Literasi Digital: Studi Pemberdayaan Pemuda Melalui Program Sistem Informasi Potensi Kreatif Desa di Kulonprogo Eka Zuni Lusi Astuti
Jurnal Pemberdayaan Masyarakat: Media Pemikiran dan Dakwah Pembangunan Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (392.947 KB) | DOI: 10.14421/jpm.2019.032-05

Abstract

This paper aims to describe the implementation of the Sipkades (Sistem Informasi Potensi Kreatif Desa) carried out by the YouSure Community Service (YouSure), Faculty of Social dan Political Sciences Universitas Gadjah Mada team in Brosot Village, Galur District, and Sidorejo Village, Lendah District, Kulon Progo Regency, Daerah Istimewa Yogyakarta. This resesearch use a qualitative method based on community-based research approach. This paper emphasizes several things as a finding of the research. First, youth empowerment in the social, cultural and economic fields needs to be supported by digital literacy. Second, digital literacy skills can contribute to village development through the use of the internet. In this digital age, youth cannot be separated from digital technology that needs to be adaptive. If it does not support digital literacy skills, digital technology brings a bad effect on youth. Sipkades try to empower youth digital literacy so that they are asked to build their villages through the use of digital technology. Using community empowerment strategies by community-based resources management approach, Sipkades encourages young people to optimize their village resources and promote it through the internet—the slogan is thinking globally, act locally. Youth is a potential resource in development. However, youth can be toxic as a substitute for various social deviations or tonics as agents of change in development. Youth has a pioneering in the village.Tulisan ini berusaha mendeskripsikan implementasi Sipkades (Sistem Informasi Potensi Kreatif Desa) yang dilaksanakan oleh Tim Pengabdian Masyarakat Youth Studies Centre (YouSure), Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Gajah Mada, di Desa Brosot, Kecamatan Galur, dan Desa Sidorejo Kecamatan Lendah, Kabupaten Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan Community Based Research. Tulisan ini menekankan pada dua aspek penting sebagai temuan penelitian. Pertama, pemberdayaan kepemudaan di bidang sosial, budaya dan ekonomi perlu disertai dengan gerakan literasi digital. Kedua, keterampilan literasi digital pemuda dapat berkontribusi pada pembangunan desa melalui penggunaan internet. Pada era digital ini, pemuda tidak dapat terlepas dari teknologi informasi yang perlu adaptif. Program Sipkades berupaya memberdayakan pemuda agar mengerti dunia digital sehingga dapat berpartisipasi untuk membangun desa melalui pemanfaatan teknologi informasi. Menggunakan startegi pemberdayaan masyarakat dengan pendekatan pengelolaan sumberdaya berbasis komunitas, Sipkades berupaya mendorong pemuda supaya mampu mengenali potensi lokal desa—slogan yang tepat “think globally, act locally.  Pemuda merupakan sumber daya potensial dalam pembangunan. Namun demikian, pemuda dapat menjadi toxic sebagai pelaku berbagai penyimpangan sosial atau tonic sebagai agen perubahan dalam pembangunan. Pemuda harus menjadi pelopor perubahan di desa.
Peningkatan Kemandirian Desa Panggungharjo Melalui Komunikasi Pembangunan Nanang Mizwar Hasyim
Jurnal Pemberdayaan Masyarakat: Media Pemikiran dan Dakwah Pembangunan Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (377.174 KB) | DOI: 10.14421/jpm.2019.032-06

Abstract

This article explores the village independent of Panggungharjo through developed communication. Based on the qualitative-descriptive method, it can be a result of a new perspective on independent village development. The development of communication by the stronger local leadership can be Panggungharjo Village entrance of the nomination of the better village in Indonesia for Village-Owned Enterprises (Badan Usaha Milik Desa) on developing of institutional governance. Leadership as a local strongman has established to analyze framing on the role of communication with the people. The participation can be conducted to developing programs on physically and unphysically. This paper founded on social services programs (education, health, and economic) and better central both effective and efficiency on Village-Owned Entreprises management. This enterprise can be economic productivity increasingly. In adding of village budgeting from the result of economic productivity on access and planning social programs more accessible for societies. Artikel ini mengeksplorasi kemandirian Desa Panggungharjo melalui komunikasi pembangunan. Hal ini dilandasi oleh prestasi Desa Panggungharjo yang berhasil menjadi desa mandiri. Melalui metode kualitatif-deskriptif dapat menghasilkan satu perspektif baru dalam pembangunan desa mandiri. Ternyata, komunikasi pembangunan yang diciptakan oleh kekuatan leadership lokal mampu menjadikan Panggungharjo masuk nominasi desa terbaik di Indonesia dalam pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa). Leadership sebagai local strongman telah membingkai framing analisis dalam pola komunikasi dengan masyarakat. Dengan komunikasi efektif menghasilkan masyarakat yang pasif menjadi lebih aktif. Hal ini terlihat dengan tingkat partisipasi masyarakat dalam setiap program pembangunan. Partisipasi tersebut telah mampu menjalankan program-program pembangunan yang bersifat fisik maupun non fisik. Temuan penelitian yang paling menonjol adalah program pelayanan sosial (pendidikan, kesehatan, dan ekonomi) tersentral dengan baik melalui pengelolaan BUMDesa secara efektif dan efisien. BUMDesa menjadi motor penggerak pelayanan karena pendapatan secara ekonomis setiap tahun terus meningkat. Kondisi ini menjadikan pendapatan desa semakin bertambah. Dengan penambahan anggaran desa dari hasil produktifitas ekonomi semakin mempermudah akses dan perencanaan program pelayanan sosial bagi masyarakat.
Pemberdayaan Masyarakat Dusun Ngelorejo Melalui Pengolahan Limbah Konveksi Menjadi Kerajinan Keset Berbasis Sustainability Livelihood Imroatun Nafiah
Jurnal Pemberdayaan Masyarakat: Media Pemikiran dan Dakwah Pembangunan Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jpm.2019.032-01

Abstract

This article highlight the process of community empowerment conducted by the UIN Sunan Kalijaga Sociology students on the Ngelorejo Village Family Welfare Development Organization or Organisasi Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK). This empowerment is an activity that aims to improve the ability in processing convection waste into a handicraft of doormats that has a sale value. The economic of prosperity in Ngelorejo Village is behind the students’ initiative to conducted economic programs based on empowerment. The members of PKK hoped that is increasing in more productive activities. This research uses qualitative research methods with the theory of community empowerment by using a sustainable livelihoods approach. Data was collected through interviews, written document searches in the form of books and articles, observations, Focus Group Discussions (FGD), and data analysis. Furthermore, the management of data follows scientific procedures by classifying data, analyzing data, and drawing conclusions. The results showed that the existence of an empowerment program pioneered by students had a positive impact on the organization in improving skills to create an economic craft so that it could be a business reference for increasing the productivity of their members. This activity theoretically supports many theories about the importance of sustainability in empowerment by directly involving the community. They are no longer the object but are simultaneously the subject of empowerment.Artikel ini menyoroti proses pemberdayaan masyarakat yang dilakukan oleh Mahasiswa Sosiologi UIN Sunan Kalijaga terhadap Organisasi Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) di Dusun Ngelorejo. Pemberdayaan ini merupakan kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dalam mengolah limbah konveksi menjadi kerajinan keset yang bernilai jual. Masih rendahnya tingkat kesejahteraan ekonomi di Dusun Ngelorejo menjadikan mahasiswa berinisiatif untuk melakukan program pemberdayaan berbasis ekonomi. Dengan harapan para anggota PKK dapat melaksanakan kegiatan yang lebih produktif. Penelitian ini menggukan metode penelitian kualitatif berbasis teori pemberdayaan masyarakat dengan menggunakan pendekatan sustainable livelihood. Data dikumpulkan melalui wawancara, penelusuran dokumen tertulis baik berupa buku maupun artikel, pengamatan (observasi), Focus Group Discussion (FGD), dan analisis data. Selanjutnya pengelolahan data mengikuti prosedur ilmiah dengan cara pengklasifikasian data, analisis data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa program pemberdayaan yang dipelopori oleh mahasiswa memiliki dampak positif. Dampak ini bagi Ibu-ibu mampu meningkatkan skill untuk menciptakan kerajinan bernilai ekonomis. Hasil kerajinan ini dapat menjadi referensi usaha bagi organisasi PKK untuk meningkatkan produktifitas anggotanya. Kegiatan ini, secara teoritis mendukung banyak teori mengenai pentingnya keberlanjutan dalam pemberdayaan dengan melibatkan langsung masyarakat. Mereka tidak lagi menjadi objek akan tetapi secara bersamaan menjadi subjek pemberdayaan.
Beyond Studies Tarekat Rifa’iyah Kalisalak: Doktrin, Jalan Dakwah, dan Perlawanan Sosial Andi Kaprabowo
Jurnal Pemberdayaan Masyarakat: Media Pemikiran dan Dakwah Pembangunan Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (383.6 KB) | DOI: 10.14421/jpm.2019.032-07

Abstract

This article tries to exploring the substance of the Rifa’iyah tarekat movement which is the subject of public discussion. This study was examined using a qualitative method by tracing the history of the biography of Haji Rifa'i as the founder of the tarekat. This study succeeded in finding the existence of the Rifa'iyah order as a group that consistently opposed the hegemony of the government and the Dutch colonial. Evidence of consistency has been unraveled by traces of the historical alignment of religious movements. This trace is proven by the teachings of the tarekat which are very doctrinal to their followers. So far, the existence of the Rifa'iyah tarekat tends to be deviant but the reality of the teachings is able to provide lessons about peaceful invitation and methods of social resistance that are an inseparable part of the process of spreading Islam. Doctrine, preaching and social resistance are three existences that are still alive in society. This existence as a discursive narrative that is intimately connected with the study of social movements. Although the existence of the Rifa'iyah tarekat movement invited various debates that led to the attack of a group of times and actions to silence the existence of the tarekat by the government.Artikel ini mencoba menelusuri hakekat gerakan tarekat Rifa’iyah yang menjadi perbincangan masyarakat. Penelitian ini dikaji menggunakan metode kualitatif dengan penelusuran sejarah biografi Haji Rifa’i sebagai pendiri tarekat. Kajian ini berhasil menemukan keberadaan tarekat Rifa’iyah sebagai kelompok yang konsisten menentang hegemoni pemerintah dan kolonial Belanda. Bukti konsistensi tersebut telah terurai dengan jejak pelurusan sejarah gerakan keagamaan. Jejak ini terbukti dengan ajaran tarekat yang sangat doktriner kepada para pengikutnya. Selama ini, eksistensi tarekat Rifa’iyah cenderung dianggap menyimpang namun realitas ajarannya mampu memberikan pelajaran tentang dakwah yang damai dan metode perlawanan sosial yang menjadi bagian tidak terpisah dari proses penyebaran Islam. Doktrin, jalan dakwah, dan perlawanan sosial merupakan tiga eksistensi yang masih hidup di masyarakat. Eksistensi ini sebagai narasi diskursif yang berkawan erat dengan studi gerakan sosial. Walaupun eksistensi gerakan tarekat Rifa’iyah mengundang beragam perdebatan yang berujung kepada penyerangan sekelompok masa dan tindakan membungkam keberadaan tarekat oleh pemerintah.  
Bid’ah Hasanah dalam Pembangunan Ekonomi Kreatif di Industri Fashion Bandung Tantan Hermansah
Jurnal Pemberdayaan Masyarakat: Media Pemikiran dan Dakwah Pembangunan Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jpm.2019.032-02

Abstract

This article try to provide an understanding about bid’ah in the creativity industry. Bid’ah is permissible and can be a means of strengthening Islamic bases. This research use qualitative method and Weber's social actions approach. The analysis concludes that creativity in the Muslim fashion industry falls within the category of religiously acceptable heresy. This study also concludes that in the Muslim fashion industry, the motives intended are not only economic motives, but also religious motives. This religious motive is used by producers as a means of developing Muslim societies through the provision of attributes required in consumers' efforts to behave obediently. Producers act as agents with religious motives to provide establishment in Muslim hijab communities. In addition, the producers are increase creativity and innovation, it is the basis of the adaptation and sustainability of a community entity. If creativity can be an abstract idea, innovation embodies it in a product that can be used by many people. In the industrial world, creativity and innovation become lives to survive and develop. If the industry is engaged in products related to Islam, then it must adjust to the rules in Islam. Creativity in Islam is often equated with the term bid'ah. Bid'ah in Islamic literature is still in question. Some people consider it as something permissible on condition that it must be following the Islamic law.Tulisan ini mencoba untuk memberikan pemahaman tentang bid’ah dalam industri kreatif. Bid’ah boleh dilakukan dan dapat menjadi sarana untuk memperkuat basis-basis ke-Islaman. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan pendekatan tindakan sosial Weber. Hasil analisis menyimpulkan kreativitas dalam industri fashion muslim masuk kategori bid’ah hasanah yang diperbolehkan oleh agama. Kajian ini juga menyimpulkan bahwa industri fashion muslim, motif yang dituju tidak hanya motif ekonomi. Namun motif agama juga menjadi tujuan. Motif agama ini digunakan oleh produsen sebagai sarana pengembangan masyarakat muslim melalui penyediaan atribut yang dibutuhkan dalam usaha konsumen untuk berperilaku taat. Produsen bertindak sebagai agen dengan motif religius untuk memberikan kemapanan dalam komunitas muslim berhijab. Pada kondisi ini produsen perlu meningkatkan kreativitas dan inovasi yang merupakan dasar adaptasi dan keberlanjutan suatu entitas masyarakat. Jika kreativitas merupakan ide yang abstrak, inovasi mewujudkannya dalam suatu produk yang bisa digunakan oleh banyak orang. Dalam dunia industri, kreativitas dan inovasi menjadi nyawa untuk bertahan dan berkembang. Jika industri bergerak pada produk-produk yang berkaitan dengan Islam maka ia harus menyesuaikan dengan aturan-aturan dalam Islam. Kreativitas dalam Islam sering disamakan dengan term bid’ah. Bid’ah dalam literatur Islam masih dipersoalkan. Beberapa kalangan menganggap sebagai sesuatu yang diperbolehkan dengan syarat harus sesuai dengan kaidah-kaidah hukum Islam.
Implikasi Kualitas Pelayanan Program Keluarga Harapan terhadap Kepuasaan Penerima Manfaat di Kelurahan Beji Depok Muhtadi Muhtadi; Indah Choirunnisa
Jurnal Pemberdayaan Masyarakat: Media Pemikiran dan Dakwah Pembangunan Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jpm.2019.032-08

Abstract

This paper examines the effect of service quality on the satisfaction of receiving benefits in the Conditional Cash Transfers or Program Keluarga Harapan (PKH) program in Beji Village Office, Depok. The hypothesis services of the PKH program have a significant influenced on beneficiary satisfaction. The instrument was tested to answer the hypothesis using a survey research method. This survey was conducted on 86 respondents who were members and beneficiaries of the PKH program. The results of the hypothesis test analysis show that service quality with indicators of reliability, responsiveness, assurance, empathy, and tangible simultaneously have a significant correlation between variables. Meanwhile, the resulting correlation coefficient has an effect on the beneficiary satisfaction variable of 70.3 percent. While the remaining value of 29.7 percent is influenced by other variables outside the regression equation like other variables not included in this study. The results of this study provide positive input for PKH program administrators to further improve the quality of service to aid recipients. Moreover, PKH implemented according to the wishes of the community but still needs support to be able to have broader insights (changing mindsets) to increase the independence of program beneficiaries.Paper ini menguji pengaruh kualitas pelayanan terhadap kepuasaan penerimaan manfaat pada program Program Keluarga Harapan (PKH) di Kelurahan Beji Depok. Hipotesis yang berkembang adalah pelayanan program PKH berpengaruh signifikan terhadap kepuasan penerima manfaat. Instrumen yang diujikan untuk menjawab hipotesis menggunakan metode penelitian survei. Survei ini dilakukan kepada 86 responden yang menjadi anggota dan penerima manfaat program PKH. Hasil analisis uji hipotesis menunjukkan bahwa kualitas pelayanan dengan indikator keandalan (realibility), ketanggapan (responsiveness), jaminan (assurance), empati (empathy), dan berwujud (tangible) secara bersamaan memiliki korelasi signifikan antar variabel. Sementara itu, nilai koefisiensi korelasi yang dihasilkan memiliki pengaruh terhadap variabel kepuasan penerima bantuan sebesar 70,3 persen. Sedangkan sisa nilai sebesar 29,7 persen dipengaruhi variabel lain di luar dari persamaan regresi seperti variabel lain yang tidak diikut sertakan dalam penelitian ini. Hasil penelitian ini memberikan masukan positif bagi pengelola program PKH untuk lebih meningkatkan kualitas pelayanan terhadap penerima  bantuan. Untuk itu, PKH berjalan sesuai keinginan masyarakat namun masih perlu dukungan agar mampu memiliki wawasan yang lebih luas (merubah pola pikir) untuk meningkatkan kemandirian penerima manfaat program.
Manjemen Pengelolaan Sumberdaya Manusia Berbasis Religious Approach di Waroeng Stake & Shake dan Pamella Supermarket Nita Fitriana
Jurnal Pemberdayaan Masyarakat: Media Pemikiran dan Dakwah Pembangunan Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jpm.2019.032-03

Abstract

The paper seeks to reveal the management carried out by the two companies— Waroeng Stake & Shake dan Pamella Supermarket—based on Islamic principles. To get this picture, this study uses a descriptive-qualitative method with a data analysis model using a phenomenological approach. The results showed that both Waroeng Steak & Shake and Pamella Supermarket involved religious aspects in managing human resources with different criteria. These differences are found in the procurement and development process. In the procurement process, Waroeng Steak & Shake emphasizes religious criteria such as the ability to read the Koran, while Pamella emphasizes politeness. In training & development, Waroeng Steak & Shake conducts religious and employment training while Pamella does not hold training activities. In compensation, maintenance and dismissal, both Waroeng Grop and Pamella Supermarket have the same criteria. This condition conducted because influencing by the Western scientific model raises tension and scientific disparity. Many people then conceptualize new models in managing human resources to be more in line with the Islamic concept. However, this would only add to the debate at the theoretical level. Amid the theoretical debate process, Pamella Supermarket and Woreong Steak & Shake applied the human resource management model in an applicable manner to their employees.Artikel ini berusaha mengungkapkan pengelolaan yang dilakukan oleh dua perusahaan— Waroeng Stake & Shake dan Pamella Supermarket— berdasarkan prinsip ke-Islaman. Untuk mendapatkan gambaran tersebut, penelitian ini menggunakan metode deskriptif-kualitatif dengan model analisis data melalui pendekatan fenomenologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa baik Waroeng Steak & Shake maupun Pamella Supermarket telah melibatkan aspek-aspek agama dalam pengelolaan sumber daya manusia dengan kriteria yang berbeda. Perbedaan tersebut terdapat pada proses pengadaan dan pengembangan. Pada proses pengadaan, Waroeng Steak & Shake menekankan kriteria agama seperti kemampuan Baca Tulis al-Qur’an, sedangkan Pamella menekankan pada kesopanan. Pada pelatihan & pengembangan, Waroeng Steak & Shake mengadakan pelatihan agama dan pekerjaan sedangkan Pamella tidak menyelenggarkan kegiatan pelatihan. Pada kompensasi, pemeliharaan dan pemberhentian, baik Waroeng Steak & Shake maupun Pamella Supermarket memiliki kriteria yang sama. Kondisi tersebut karena pengaruh model keilmuan Barat yang memunculkan ketegangan dan disparitas keilmuan. Banyak kalangan kemudian mengkonsepsi model-model baru dalam pengelolaan sumberdaya manusia agar lebih sesuai dengan tatanan Islam. Akan tetapi hal tersebut justru menambah perdebatan dalam tataran teoritis. Di tengah proses perdebatan teoritis, Pamella Supermarket dan Woreong Steak & Shake justru menerapkan model pengelolaan sumberdaya manusia secara aplikatif kepada karywan-karyawannya.
Model Pengelolaan Sampah di Kelompok Paguyuban Peduli Sampah Kalibeber Wonosobo Imam Subqi; Ulul Albab
Jurnal Pemberdayaan Masyarakat: Media Pemikiran dan Dakwah Pembangunan Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jpm.2019.032-10

Abstract

This article discusses two important studies. First, the way the Kalibeber Wonosobo community handles waste. Second, the model of waste management in the Kalibeber Wonosobo group. This research uses a Participatory Action Research approach. This approach involves the Kalibeber community as an object and subject as well as to deal with waste. The results of this study show two important scopes. First, the Kalibeber Wonosobo community has an initiative to deal with waste. The initiative emerged because the community felt the environment was dirty, the river water flow was obstructed, and many sufferers of itching. Second, the waste management model uses decentralization. Waste management is carried out in each sub-area to be able to reuse waste (recycling). This discourse is different from other studies. The most prominent differentiating side is the active role of the community by being able to separate organic and inorganic waste. The community operates independently with a voluntary financing mechanism.Artikel ini membahas dua kajian penting. Pertama, cara masyarakat Kalibeber Wonosobo menangani sampah. Kedua, model pengelolaan sampah kelompok paguyuban peduli sampah Kalibeber Wonosobo. Penelitian ini menggunakan pendekatan Participatory Action Research. Pendekatan ini melibatkan masyarakat kalibeber sebagai obyek dan subyek sekaligus untuk menangani sampah. Hasil penelitian ini menunjukan dua cakupan penting. Pertama, masyarakat Kalibeber Wonosobo memiliki inisiatif untuk menangani sampah. Inisiatif muncul karena masyarakat merasakan lingkungan kotor, aliran air sungai terhambat, dan banyak penderita penyakit gatal-gatal. Kedua, model pengelolaan sampah menggunakan desentralisasi. Pengelolahan sampah ini dilakukan pada setiap sub area untuk bisa memanfaatkan kembali sampah (daur ulang). Diskursus ini berbeda dengan kajian lain. Sisi pembeda yang paling menonjol, antara lain peran masyarakat yang aktif dengan mampu memisahkan sampah organik dan anorganik. Masyarakat bergerak mandiri dengan mekanisme pembiayaan secara sukarela.
Pemberdayaan Muslim Muallaf Melalui Home Industry Kerupuk Ikan Lomek di Desa Selat Akar Masduki Masduki; Toni Hartono; Vera Sardila; Dony Arung Triantoro
Jurnal Pemberdayaan Masyarakat: Media Pemikiran dan Dakwah Pembangunan Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (446.9 KB) | DOI: 10.14421/jpm.2019.032-09

Abstract

This article discusses about economic empowerment based on home industry to enforce the faith of new Muslim converters in Desa Selat Akar Kepualaun Meranti, Riau. To understand the economic potential of this village, the faith enforcement seems to be more effective when it is done through economic empowerment based on home industry. This resesearch was founded, i.e. To support this, the empowerment uses community based research concept. This research founded i.e. first, doing an evaluation during observation and conducting identification before the empowerment done. Second, this empowerment finds that this a new Muslim group needs physical capital assistance to develop its enterprises. Third, making ‘Lomek’ fish crackers has become an instrument or media among the Muallafs to keep and improve their faith. Tulisan ini mendiskusikan pemberdayaan ekonomi berbasis home industry untuk penguatan akidah Muslim Muallaf di Desa Selat Akar Kepulauan Meranti, Riau. Memahami potensi ekonomi yang ada di desa tersebut, maka penguatan akidah para Muslim Muallaf tampak menjadi lebih efektif apabila dilakukan dengan penguatan sisi ekonomi rumahan atau berbasis home industry. Untuk mendukung keberhasilan kegiatan, pemberdayaan ini menggunakan konsep Community Based Research (CBR) dengan metode kualitatif. Penelitian ini menemukan beberapa program pemberdayaan antara lain; pertama, melakukan evaluasi pada saat observasi dan identifikasi sebelum pemberdayaan dilakukan. Kedua, menemukan bahwa kelompok Muslim Muallaf memerlukan bantuan modal fisik untuk pengembangan usaha mereka. Ketiga, membuat kerupuk Ikan Lomek benar-benar telah menjadi media sekaligus wadah tempat di mana para Muslim Muallaf dapat meningkatkan dan memperkokoh akidah mereka.    

Page 1 of 1 | Total Record : 10