cover
Contact Name
Karto Wijaya
Contact Email
kartowijaya@universitaskebangsaan.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
arcade@universitaskebangsaan.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Arsitektur ARCADE
Published by Universitas Kebangsaan
ISSN : 25808613     EISSN : 25973746     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Architecture Journal A R C A D E is Open Journal System published by Prodi Architecture Kebangsaan University, Bandung. Architectural Journal A R C A D E is, is a peer-reviewed scientific journal, publishing scholarly writings about Architecture and its related discussion periodically. The aims of this journal is to disseminate research findings, ideas, and review in architectural studies SCIENTIFIC AREAS: Building (architecture) and Urban/Regional Study: theory, history, technology, landscape and site planning, behavioral, social and cultural, structure and construction, traditional architecture, criticism, digital architecture, urban design /planning, housing and settlements, and other related discussion Architecture Education and Practice: curriculum/studio development, work opportunities and challenges, globalization, locality, professionalism, code of ethics, project managerial etc. Architectural Journal A R C A D E is published 3 times a year in March, July and November every last date of the month.
Arjuna Subject : -
Articles 305 Documents
IDENTIFIKASI KARAKTERISTIK BIOFISIK DAS CILIWUNG TENGAH Rini - Fitri; Nur Intan Simangunsong; Nuraida Nuraida
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 6, No 1 (2022): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2022
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31848/arcade.v6i1.881

Abstract

Abstract: Watersheds (DAS) in Indonesia are experiencing degradation due to population growth that changes land functions for economic. The purpose of this research is to identify the biophysical characteristics of the watershed as the basis for planning the management of the Central Ciliwung watershed. The method used is a field survey; this research was carried out in three stages, namely (a) primary and secondary data collection, (b) identification and analysis of biophysical characteristics in the Central Ciliwung watershed including soil physical conditions, slope and land use, (c) results of analysis of biophysical characteristics of the Central Ciliwung watershed. It is displayed spatially. The results show that the area of the Central Ciliwung watershed is 15,706.73 Ha, dominated by flat topography of 9576.86 Ha or 60.97% of the total watershed area. Land use for settlements is the most extensive, namely 12891.53 ha with a percentage of 82.06% of the total area of the watershed. Soil type in general is latosol association covering an area of 13151.36 Ha with a percentage of 83.74% of the total watershed area.Abstrak: Daerah Aliran Sungai (DAS) di Indonesia mengalami degradasi akibat dari pertambahan penduduk yang merubah fungsi lahan untuk kepentingan ekonomi. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi karakteristik biofisik DAS sebagai dasar perencanaan pengelolaan DAS Ciliwung Tengah. Metode yang digunakan adalah survei lapang; penelitian ini dilaksanakan melalui tiga tahap yaitu (a) pengumpulan data primer dan data sekunder, (b) identifikasi dan analisis karakteristik biofisik di DAS Ciliwung Tengah meliputi keadaan fisik tanah, kemiringan lereng dan penggunaan lahan, (c) hasil analisis karakteristik biofisik DAS Ciliwung Tengah ini ditampilkan secara spasial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa luas DAS Ciliwung Tengah sebesar 15,706,73 Ha, didominasi oleh jenis topografi datar seluas 9576,86 Ha atau 60,97 % dari total luas DAS. Penggunaan lahan untuk Pemukiman merupakan paling luas yaitu 12891.53 Ha dengan persentase 82,06 % dari total luas keseluruhan DAS. Jenis tanah pada umumnya adalah asosiasi latosol seluas 13151.36 Ha dengan persentase 83.74 % dari total luas DAS.
REVITALISASI KAWASAN KOTA LAMA SEMARANG: ANTARA HARAPAN DAN KENYATAAN Sonaesti, Ceratomia; Purwanto, Edi
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 6, No 1 (2022): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2022
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31848/arcade.v6i1.813

Abstract

Abstract: Semarang Old Town area has a row of historic buildings. Revitalization efforts have been made by the Government since 2017 to increase the attractiveness of the area in order to increase tourism potential in Semarang and to maintain the preservation of cultural heritage buildings. Currently, the condition of this area is getting better and more lively and attracts more visitors. However, so far there are various assumptions regarding of the Semarang Old City Area’s revitalization successness, so it is necessary to conduct a study to find out the problems that still exist to increase the successness of this area’s revitalization. This study was using a a comparative descriptive method. The evaluation results show that the revitalization of this area has not yet fully met the revitalization objectives, because although it has been able to improve its physical, economic and social qualities, it has not yet fully improved from a cultural perspective because there are still several problems, including street furniture, crowds concentrated in one area, volume of vehicles, infrastructure development, many unused buildings, vandalism and building facades differences. This is also not in accordance with the Government's vision of making this area a permanent list of "World Heritage Sites".Abstrak: Kawasan Kota Lama Semarang memiliki deretan bangunan bersejarah. Telah dilakukan upaya revitalisasi oleh Pemerintah terhadap Kawasan ini sejak tahun 2017 untuk meningkatkan daya tarik kawasan tersebut dalam rangka meningkatkan potensi pariwisata di Kota Semarang serta untuk menjaga kelestarian bangunan-bangunan cagar budaya yang ada di kawasan tersebut. Saat ini kondisi Kawasan Kota Lama ini menjadi lebih baik dan lebih hidup serta menarik lebih banyak pengunjung. Namun selama ini terdapat berbagai macam anggapan mengenai keberhasilan revitalisasi Kawasan Kota Lama Semarang, sehingga perlu dilakukan evaluasi untuk mengetahui permasalahan yang masih ada untuk meningkatkan keberhasilan revitalisasi Kawasan ini. Evaluasi ini dilakukan dengan metode deskriptif komparasi. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa revitalisasi kawasan ini masih belum sepenuhnya memenuhi tujuan revitalisasi, karena meskipun telah mampu meningkatkan kualias fisik, ekonomi dan sosial, namun belum belum sepenuhnya meningkatkan dari sisi budaya karena masih terdapat beberapa permasalahan antara lain mengenai street furniture, keramaian yang terpusat di satu titik, volume kendaraan, pembangunan infrastruktur, banyak bangunan yang tidak dimanfaatkan, vandalisme serta perbedaan fasad bangunan. Hal tersebut juga belum sesuai dengan visi Pemerintah dalam menjadikan Kawasan ini sebagai daftar tetap “World Site Heritage”.
KAJIAN KENYAMANANAN VISUAL MELALUI PENCAHAYAAN PADA RUANG KERJA Adji, Agus Ruminto
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 6, No 1 (2022): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2022
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31848/arcade.v6i1.841

Abstract

Abstract: Basically, humans need light to visually see an object. It is the light that is reflected by these objects so that we can see it clearly and the eyes are comfortable to see. A good workspace is a comfortable workspace to do a job so that work results are optimal. Visual comfort can be achieved if the points of visual comfort are applied optimally, among others, by conformity of the design with the recommended light standards and the arrangement of room layouts in accordance with the distribution of lighting. This paper is a brief study of visual comfort through the lighting system in the room. This paper aims to analyze lighting and furniture layout arrangements in order to obtain design proposals in the process of redesigning the general and staffing subdivision space at the Tegal City DPUPR office.Abstrak: Pada dasarnya manusia memerlukan cahaya untuk melihat secara visual suatu obyek/benda. Cahaya yang dipantulkan oleh objek-objek tersebutlah maka kita dapat melihatnya secara jelas dan mata nyaman untuk melihat. Ruang kerja yang baik adalah ruang kerja yang nyaman untuk melakukan suatu pekerjaan agar hasil kerja optimal. Kenyamanan visual dapat tercapai jika poin-poin kenyamanan visual teraplikasikan secara optimal antara lain dengan kesesuaian rancangan dengan standar terang yang direkomendasikan dan penataan layout ruangan yang sesuai dengan distribusi pencahayaan. Tulisan ini merupakan kajian singkat mengenai kenyamanan visual melalui sistem pencahayaan pada ruang. Tulisan ini bertujuan untuk menganalisa pencahayaan dan penataan layout perabot guna mendapatkan usulan desain pada proses re-desain ruang subbag umum dan kepegawaian pada kantor DPUPR Kota Tegal.
PEMANFAATAN RUANG KAWASAN TEBING BREKSI UNTUK KEGIATAN PARIWISATA PADA PERIODE TAHUN 2016-2017 Noni Kusumaningrum; Nuthqy Fariz
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 6, No 1 (2022): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2022
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31848/arcade.v6i1.807

Abstract

Abstract: A number of tourism destination components have occupied the spaces of Tebing Beksi area so that the distribution of space around Tebing Breksi has formed which forms certain patterns. The aim of this research is to identify the use of the area around the Tebing Beksi. The study used a descriptive method regarding the use of space. Based on the results of the analysis, it can be illustrated that the use of space is mostly located on the east side of the Tebing Beksi area and extends to north and south side.Abstrak: Sejumlah komponen destinasi pariwisata telah menempati ruang-ruang kawasan Tebing Breksi sehingga terbentuk sebaran ruang di sekitar Tebing Breksi yang membentuk pola-pola tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pemanfaatan kawasan di sekitar Tebing Beksi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif mengenai pemanfaatan ruang. Berdasarkan hasil analisis dapat digambarkan bahwa pemanfaatan ruang sebagian besar terletak di sisi timur kawasan Tebing Beksi dan meluas ke sisi utara dan selatan
ANALISIS MORFOLOGI KOTA BATAM STUDI KASUS KAMPUNG SEI JODOH Hendro Murtiono
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 6, No 1 (2022): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2022
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31848/arcade.v6i1.890

Abstract

Abstract: activities to expand indefinitely. The physical city rapidly grows and develops horisontaly with a gigantic scale occupying the surrounding area urban growth does not always start from the center of the city but move from the suburbs.The city’s morphologi has undergone a metamorphosis from tradisional houses into the business and economic center city  of Batam. Morphologi is an approach in understanding the logistics form of acity and regional space. In the process of realizing the city’s morphologi about as growth of the city’s past history. The metamorphosis of the jodoh viilage which at the beginning of it.s existense in Batam city was a traditional fishing village with thousand of stilt houses with thatched roofs, now with a significant shift in civilization has made the jodoh village a center of crowds and a traditional trading center in BatamAbstrak: Pertumbuhan layaknya sebuah perkotaan telah menjadi fenomena di dunia,hal ini menyebabkan kota yang tadinya baru memulai aktivitasnya menjadi berkembang dengan cepatnya. Kondisi dari fisik sebuah kota yang dengan cepat berkembang secara horisontal dengan skala yang besar dan mempenagruhi kawasan yang berada disekitarnya. Perkembangan sebuah kota tidak selalu dimulai dari kawasan pusat kota tersebut melainkan bisa bergeser ataupun berpindah ke kawasan pinggiran. Morfologi sebuah kota mengalami metamorfosa atau perubahan dimana yang tadinya rumah rumah tradisional menjadi pusat bisnis dan perekonomian dikota Batam.Morfologi merupakan salah satu pendekatan dalam memahami bentuk fisik sebuah ruang kota dan kawasan dimana didalam proses perwujudannya, konsep morfologi kota dapat dilihat sebagai perubahan dari sejarah kota masalalu. Metamorfosa kampung jodoh yang pada awal ekistensinya kota batam ini adalah sebuah kampung nelayan tradisional dengan ribuan rumah panggung berdinding papan beratap rumbia, sekarang dengan pergeseran peradaban yang signifikan menjadikan kampung jodoh sebagai pusat keramaian dan sentra dagang tradisional batam.
MENELUSURI GENIUS LOCI PASAR BARU JAKARTA Geofani Kurniawaty; Agus Suharjono Ekomadyo
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 6, No 1 (2022): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2022
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31848/arcade.v6i1.908

Abstract

Abstract: Jakarta as the largest city in Indonesia has had the center of the economy for a long time. One of the historic economic centers is Pasar Baru, Central Jakarta. As a historical place, Pasar Baru has its own unique character compared to any other market through the spatial phenomena that have long ago been formed through the various ethnicities, cultures, and histories, which created their uniqueness in that area. This study aims to find the spirit of place in the Pasar Baru area using the Genius Loci concept by Norberg-Schulz to show the uniqueness of a place that was created through the interaction between the natural and built environment. The method used in this study is a qualitative descriptive method with data collection obtained through literature reviews, field observations, and interviews. Through research, it was found that there was a mixture of culture between Chinese and Indian and was followed by the local community that keeps the place alive. However, identities contained in this market are slowly receding. Therefore, this research is expected to discover the spirit that shapes and makes the place feel alive so it can provide additional insight for both readers and support the revitalization or other development in the future that may help maintain the identity and uniqueness of this place.Abstrak: Jakarta sebagai kota terbesar di Indonesia sudah memiliki pusat perekonomian sejak dahulu. Salah satu pusat perekonomian bersejarah berada di Kawasan Pasar Baru Jakarta Pusat. Sebagai tempat bersejarah, Pasar Baru memiliki karakter unik tersendiri dari pasar lainnya melalui fenomena-fenomena ruang yang telah lama terbentuk dari percampuran berbagai etnis, budaya, dan sejarah di dalamnya menciptakan keunikan tersendiri pada kawasan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mencari spirit of place Kawasan Pasar Baru yang didasari dengan konsep Genius Loci oleh Norberg-Schulz untuk menunjukan keunikan sebuah tempat melalui interaksi yang tercipta antara lingkungan alam dan binaannya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data diperoleh melalui kajian pustaka terhadap beberapa literatur yang relevan, observasi lapangan secara langsung, dan wawancara. Melalui penelitian yang telah dilakukan, ditemukan adanya percampuran budaya antara Tionghoa dengan India yang kemudian diikuti dengan masyarakat lokal sehingga membuat tempat ini tetap hidup hingga saat ini. Namun, secara perlahan identitas-identitas yang terkandung di dalam pasar ini kian surut. Oleh karena itu, penelitian ini diharapkan dapat memberikan tambahan wawasan bagi para pembaca dan mendukung pengembangan Pasar Baru di masa mendatang yang turut menjaga identitas dan keunikan tempat ini.
PENERAPAN IDENTITAS PERUSAHAAN DALAM PERANCANGAN INTERIOR: STUDI KASUS LEMBAGA BAHASA LIA PENGADEGAN Nur Arief Hapsoro; Zetta Andalusia Zahra
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 6, No 1 (2022): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2022
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31848/arcade.v6i1.957

Abstract

Abstract: Corporate identity is totally important to make the public identify its existence easily. Corporate identity must be applied in its interior design to directly present the visual form of the spaces to its users. The case study in this research is the interior design of Lembaga Bahasa LIA Pengadegan building. Researchers found that LIA identity is not fully applied in the space forming elements—floor, wall and ceiling. Therefore, the aim of this research is to get the public insights about the application of LIA identity on its interior design by means of questionnaire and then match the results with the respondents’ answers and the researcher’s opinion about the identity being applied. This research uses a qualitative method where data is gained by filling in questionnaire, source, and pictures. Data analysis results in a descriptive conclusion: researchers, the public and source have the same opinion about the color of LIA identity, but they have different opinion about other elements of LIA identity.   Abstrak: Identitas perusahaan sangatlah penting agar perusahaan tersebut dikenal masyarakat. Identitas perusahaan harus diterapkan dalam perancangan interiornya sehingga bentuk visualnya dapat dihadirkan secara langsung untuk pengguna ruang. Studi kasus yang diangkat dalam penelitian ini adalah interior gedung Lembaga Bahasa LIA Pengadegan yang merupakan Kantor pusat sekaligus tempat kursus bahasa Inggris. Peneliti bahwa identitas LIA kurang diterapkan pada elemen pembentuk ruang-lantai, dinding dan plafon. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk memperoleh pandangan masyarakat terhadap penerapan identitas LIA pada perancangannya melalui pengisian kuesioner, serta mencocokkannya dengan jawaban narasumber pada saat wawancara dan pandangan peneliti mengenai identitas yang diterapkan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pengumpulan datanya berupa pengisian kuesioner, wawancara dan foto.  Data dianalisis menghasilkan kesimpulan yang berbentuk deskripsi berupa: peneliti, masyarakat, dan narasumber memiliki pandangan yang serupa terhadap warna identitas LIA, namun ketiga pihak tersebut memiliki pandangan yang berbeda terhadap elemen identitas lainnya.
PERANCANGAN RUMAH TINGGAL YANG MERESPON KONDISI PANDEMIK; PASSIVE DESIGN SEBAGAI UPAYA UNTUK MENYARING PATOGEN Noor Zakiy Mubarrok; Adityo Adityo; Clarissa Alfionita; Event Alviando Mulyadi; Brigita Murti Utaminingtyas
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 6, No 1 (2022): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2022
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31848/arcade.v6i1.803

Abstract

Abstract: Adaptation to the pandemic has been going on from past eras. An increasingly modern society learns a lot from the previous case in dealing with the next pandemic. Technological advances and new discoveries in various fields make it easy for humans to deal with existing conditions, both individually and systematically. But does it ever come to our thoughts if we are in the worst condition when we cannot rely on technology anymore, when all systems are shut down, when we are in such catastrophe, is there anything we can do? This design tries to find a solution by utilizing the existing natural potential and our adaptation as a human, wisely. Cyclical Design Process used in the design process, starting with analysis; both programmatic and site analysis, synthesis which consist of conceptual, zoning and the design implementation, and evaluation using the ENVI-met software to evaluate and also to prove the design. The result is a house with multi mass, which has different orientation, connected by the courtyard to maximize the daylight and natural ventilation inside the house, and also separating the activity of the inhabitant, to minimize the spread of the virus among the inhabitants. Vegetation chosen in this design for supporting the passive design system, as a pathogen trap and ensuring food sufficiency for inhabitants.Abstrak: Adaptasi terhadap pandemik telah berlangsung selama berabad-abad. Masyarakat modern mempelajari kasus yang terjadi sebelumnya guna menghadapi kondisi pandemik berikutnya. Kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk menghadapi kondisi yang ada, baik secara individu maupun sistemik. Permasalahan yang diangkat adalah bagaimana jika dalam kondisi terburuk, teknologi yang membantu dan memudahkan kita beradaptasi tidak dapat digunakan. Rancangan ini mencoba untuk mencari solusi dengan memanfaatkan potensi alam yang ada serta adaptasi kita sebagai manusia dengan bijak. Metode Cyclical Design Process digunakan dalam proses perancangan, diawali dengan analisis programatik dan analisis tapak, sintesis yang meliputi konsep, zonasi dan implementasi desain serta evaluasi terhadap rancangan dengan menggunakan software ENVI-met untuk pembuktian rancangan. Hasilnya sebuah rancangan rumah tinggal multi massa dengan orientasi massa yang berbeda, dihubungkan dengan taman di tengah massa bangunan guna memaksimalkan pencahayaan dan penghawaan alami dalam ruang, sekaligus memecah aktivitas guna meminimalkan penyebaran virus diantara penghuni. Penggunaan vegetasi dalam perancangan selain untuk memaksimalkan sistem desain pasif, penyaring patogen serta memenuhi kebutuhan pangan mandiri bagi penghuni.
PENINGKATAN KUALITAS WALKBILITY DI RUAS JALAN H.Z. MUSTOFA KOTA TASIKMALAYA Dicky Nurmayadi; Farhan Sholahudin
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 6, No 1 (2022): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2022
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31848/arcade.v6i1.883

Abstract

Abstract: Walkability is an innovation concept in creating pedestrian path facilities that prioritize pedestrian comfort and minimize air pollution levels. The purpose of this study is to identify the application of the walkability concept in Tasikmalaya City, especially the H.Z. Musthofa to support the City of Tasikmalaya as a productive and sustainable city. The research uses a literature study methodology or literature review by reviewing books and journals related to walkability and other literature such as news and regulations. The results show that the application of the concept of walkability in Tasikmalaya City in realizing Tasikmalaya City as a productive and sustainable city is still very low when viewed from several global walkability index indicators. In realizing the City of Tasikmalaya as a pedestrian-friendly city, there are still some obstacles, such as the misuse of pedestrian paths as parking lots or as places or stalls for Street Vendors (PKL).Abstrak: Walkability merupakan sebuah konsep inovasi dalam menciptakan fasilitas jalur pedestrian yang mengutamakan kenyamanan pejalan kaki dan meminimalisir tingkat polusi udara.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi penerapan konsep walkablility di Kota Tasikmalaya khususnya Ruas Jalan H.Z. Musthofa untuk mendukung Kota Tasikmalaya sebagai kota yang produktif dan berkelanjutan. Penelitian menggunakan metodologi studi kepustakaan atau literature review dengan menelaah buku dan jurnal terkait walkability serta litelature lainnya seperti berita dan regulasi. Hasil penelitian menunjukkan penerapan konsep walkability di Kota Tasikmalaya dalam mewujudkan Kota Tasikmalaya sebagai kota yg produktif dan berkelanjutan masih sangat rendah apabila dilihat dari beberapa indikator global walkability index. Dalam mewujudkan Kota Tasikmalaya sebagai Kota yang ramah bagi pejalan kaki masih ditemui beberapa hambatan seperti halnya penyalahgunaan jalur pedestrian sebagai lahan parkir maupun dijadikan tempat atau lapak Pedagang Kaki Lima (PKL).
JALUR PEDESTRIAN SEBAGAI UNSUR FISIK PEMBENTUK KARAKTER VISUAL KORIDOR JALAN DIPONEGORO SALATIGA Reivandy Christal Joenso; Edi Purwanto; Wijayanti Wijayanti
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 6, No 1 (2022): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2022
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31848/arcade.v6i1.696

Abstract

Abstract: Diponegoro Street is one of the main roads in Salatiga City which has a pedestrian lane with its own characteristics and can be a different identity from other roads. This characteristic can be seen in the presence of vegetation in the form of a row of large trees on the pedestrian path so that it can visually give character to the corridor of Jalan Diponegoro. In addition, the pedestrian revitalization carried out by the Salatiga City Government on Jalan Diponegoro looks quite interesting because visually it can provide perceptions that can influence the visual character of Jalan Diponegoro.. The purpose of this study was to determine the effect of pedestrian ways elements on the visual character of the corridor. The method used is an exploratory descriptive approach where the researcher acts as the main instrument in exploring and analyzing field data. The results showed that the pedestrian ways had a strong effect on the visual character formation of the corridor of Jalan Diponegoro Salatiga as a Dutch Colonial heritage area. The elements of pedestrian paths that have a strong influence are the elements of sidewalks, lighting, trash cans, seating, and vegetation. The existence of strong dominance in these elements is strengthened by the continuity of the Jalan Diponegoro Salatiga corridor so that it has a strong influence on the visual character of the corridor.Abstrak: Jalan Diponegoro merupakan salah satu jalan utama di Kota Salatiga yang memiliki jalur pedestrian dengan ciri khas tersendiri dan dapat menjadi identitas yang membedakannya dengan jalan lainnya. Ciri khas tersebut dapat dilihat dengan keberadaan vegetasi berupa deretan pohon besar di jalur pedestrian sehingga secara visual dapat memberikan karakter pada koridor Jalan Diponegoro. Selain itu, adanya revitalisasi jalur pejalan kaki yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Salatiga di Jalan Diponegoro terlihat cukup menarik karena secara visual dapat memberikan persepsi yang dapat mempengaruhi karakter visual Jalan Diponegoro. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh elemen-elemen alur pejalan kaki terhadap karakter visual koridor. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif eksploratif dimana peneliti berperan sebagai instrumen utama dalam menggali dan menganalisis data lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jalur pejalan kaki berpengaruh kuat terhadap pembentukan karakter visual koridor Jalan Diponegoro Salatiga sebagai kawasan peninggalan Kolonial Belanda. Elemen jalur pejalan kaki yang memiliki pengaruh kuat adalah elemen trotoar, lampu penerangan, tempat sampah, tempat duduk, dan vegetasi. Adanya dominasi yang kuat pada elemen-elemen tersebut diperkuat dengan adanya kontinuitas pada koridor Jalan Diponegoro Salatiga sehingga memberikan pengaruh yang kuat terhadap karakter visual koridor.