cover
Contact Name
Karto Wijaya
Contact Email
kartowijaya@universitaskebangsaan.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
arcade@universitaskebangsaan.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Arsitektur ARCADE
Published by Universitas Kebangsaan
ISSN : 25808613     EISSN : 25973746     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Architecture Journal A R C A D E is Open Journal System published by Prodi Architecture Kebangsaan University, Bandung. Architectural Journal A R C A D E is, is a peer-reviewed scientific journal, publishing scholarly writings about Architecture and its related discussion periodically. The aims of this journal is to disseminate research findings, ideas, and review in architectural studies SCIENTIFIC AREAS: Building (architecture) and Urban/Regional Study: theory, history, technology, landscape and site planning, behavioral, social and cultural, structure and construction, traditional architecture, criticism, digital architecture, urban design /planning, housing and settlements, and other related discussion Architecture Education and Practice: curriculum/studio development, work opportunities and challenges, globalization, locality, professionalism, code of ethics, project managerial etc. Architectural Journal A R C A D E is published 3 times a year in March, July and November every last date of the month.
Arjuna Subject : -
Articles 305 Documents
KONSEP OPTIMALISASI KENYAMANAN TERMAL PADA PERANCANGAN PUSAT PELATIHAN BAHASA ASING DI BANDA ACEH Indra Putra Misbach; Maysarah Bakri; Dony Arief Sumarto
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 6, No 1 (2022): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2022
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31848/arcade.v6i1.825

Abstract

Abstract: In order to support its function, the educational building is required to provide thermal comfort for the user. The thermal comfort affects the learning quality that occurs in the classroom. It is a challenge for the designed objects in a tropical region. Therefore, this design research aims to implement a tropical concept using the passive approach to optimize the building’s thermal comfort. The data is collected through literature review and site studies. This design research produces a designed object that implements the passive approaches through building design and layout, the use of sloping roof, the optimization of the cross-ventilation system, the use of exterior bright color, and outdoor space arrangement.Abstrak: Untuk mendukung fungsinya, bangunan pendidikan dituntut untuk memberikan kenyamanan termal bagi pengguna. Kenyamanan termal mempengaruhi kualitas pembelajaran yang terjadi di ruang belajar. Hal ini menjadi tantangan bagi objek rancangan yang berada di daerah tropis. Oleh karena itu, penelitian perancangan ini berupaya menerapkan konsep tropis dengan pendekatan pasif untuk mengoptimalkan kenyamanan termal pada bangunan. Data dikumpulkan melalui kajian literature dan studi tapak. Penelitian perancangan ini menghasilkan objek rancangan yang mengaplikasikan pendekatan pasif melalui desain bentuk dan tata bangunan, penggunaan atap miring, optimalisasi system ventilasi silang, penggunaan warna cerah pada kulit bangunan serta penyediaan dan penataan ruang luar.   
LANSKAP SEBAGAI PROSES DAN PRODUK (LANSKAP BUDAYA, LANSKAP PERKOTAAN, DAN LANSKAP PERKOTAAN BERSEJARAH) Husna Izzati; Ikaputra Ikaputra
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 6, No 1 (2022): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2022
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31848/arcade.v6i1.947

Abstract

Abstract: The etymological meaning of the word landscape needs to be studied as a basis for conducting further research. In the extension of this meaning, the semantics of landscape need to be studying as a strategy to choose the right term. The purpose of this study is to collect and analyse the suitable theories in discussing landscape as the processes and landscape as the products. This study focuses on the context of the landscape and the development of the meaning of landscape, in terms of its relationship to nature and culture, which proceeds through the urban landscape. One of the components that make up the urban landscape is the history of the city. The methode of the study are using the literature review by collecting various theories related to the context of the discussion, to be further analyzed and described as a well-structured discussion. This study approach also use a case study method by focusing on Braga Area, to find out how and why a historic urban landscape can become an influential concept in shaping the urban landscape. Historic urban landscape can be seen as a process by studying how interactions are formed with the surrounding area, while as a product, historic urban landscape can be seen in the image of the city that is formed.Abstrak: Makna dari kata lanskap secara etimologi perlu dipelajari sebagai dasar dalam melakukan sebuah penelitian lanjutan. Dalam perkembangan makna tersebut, semantik dari lanskap juga menjadi pertimbangan dalam memilih penggunaan istilah yang tepat. Tujuan dari penelitian ini adalah menemukan teori yang tepat dalam membahas lanskap sebagai proses dan lanskap sebagai produk. Kajian ini fokus kepada konteks lanskap dan rekayasa pengembangan dari makna lanskap, ditinjau dari hubungannya dengan alam dan budaya, yang berproses melalui lanskap perkotaan. Salah satu komponen pembentuk lanskap perkotaan adalah sejarah kota tersebut. Kajian ini menggunakan metode literatur review dengan mengumpulkan berbagai teori yang berhubungan dengan konteks pembahasan, untuk selanjutnya dianalisis dan di deskripsikan sebagai satu kesatuan pembahasan yang tersusun dengan baik. Pendekatan kajian ini juga menggunakan metode studi kasus dengan mempelajari lokus Kawasan Braga Kota Bandung untuk mengetahui faktor bagaimana dan mengapa sebuah lanskap perkotaan bersejarah dapat menjadi sebuah konsep yang berpengaruh dalam membentuk lanskap perkotaan. Lanskap perkotaan bersejarah dapat dilihat sebagai proses dengan mempelajari bagaimana interaksi yang dibentuk dengan kawasan sekitarnya, sedangkan sebagai produk, lanskap perkotaan bersejarah dapat dilihat pada citra kota yang dibentuknya.
IDENTIFIKASI TRANSFORMASI KORIDOR JALAN Ir. H. DJUANDA (DAGO) BANDUNG SEBAGAI PEMBENTUK PERSEPSI PENGGUNA Hendi Anwar; Reza Hambali Wilman Abdulhadi; Togar Mulya Raja; Alifannisaa Rizqi Nuur Jannaty; Arista Widyani Aura
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 6, No 1 (2022): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2022
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31848/arcade.v6i1.802

Abstract

Abstract: Urban dynamics often provide changes to the urban order, which is also seen in Dago road corridor of Bandung. Dago road corridor is a primary artery that is part of downtown Bandung where along the road there are educational buildings, commerce, services, worship, and occupancy. This research will be discussed about the corridor elements as a result of the transformation of the city, by identifying road corridor elements, followed by evaluating the arrangement of good urban design elements in a road corridor. The evaluation was conducted based on the results of the perception of Dago road corridor users related to the comfort and safety of the road corridor elements. This research uses a qualitative approach to case studies. The data collection method is done by observation method, as well as questionnaires. The determination of respondents using non-random sampling where respondents are selected only practitioners in the field of architecture and design, as well as students in the same field. The results of the study showed that overall the Dago street corridor has met the requirements of a good street based on the Great Street theory, which can be seen from the perception of respondents who showed a positive response to almost all criteria. This research can be used to be a consideration in the planning and development of the Dago road corridor.Abstrak: Dinamika perkotaan acap kali memberikan perubahan pada tatanan perkotaan, yang juga tampak di koridor jalan Ir.H. Djuanda (Dago) kota Bandung. Koridor jalan Dago merupakan arteri primer yang menjadi bagian dari pusat kota Bandung dimana sepanjang jalan tersebut terdapat bangunan pendidikan, niaga, jasa, peribadatan serta hunian. Dalam penelitian ini akan dibahas mengenai elemen koridor sebagai akibat dari transformasi kota, dengan melakukan identifikasi elemen koridor jalan, dilanjutkan dengan melakukan evaluasi mengenai penataan elemen rancang kota yang baik pada sebuah koridor jalan. Evaluasi tersetut dilakukan berdasarkan hasil persepsi pengguna koridor jalan Dago terkait kenyamanan serta keamanan terhadap elemen koridor jalan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus. Metode pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi serta kuesioner. Penentuan responden menggunakan nonrandom sampling dimana responden yang dipilih hanya praktisi dalam bidang arsitektur dan desain, serta mahasiswa dalam bidang yang sama. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa secara keseluruhan koridor jalan Dago telah memenuhi persyaratan jalan yang baik berdasarkan teori Great Street, dimana dapat dilihat dari persepsi responden yang menunjukkan respon positif pada hampir semua kriteria. Penelitian ini dapat digunakan untuk menjadi pertimbangan dalam perencanaan dan pengembangan koridor jalan Dago.
KAJIAN FAKTOR PERILAKU PEMANFAATAN TERITORI PUBLIK OLEH PEDAGANG DI PASAR JATINGALEH SEMARANG Umamah Al Batul; Djoko Indrosaptono; Agung Budi Sardjono
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 6, No 2 (2022): Jurnal Arsitektur ARCADE Juli 2022
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31848/arcade.v6i2.998

Abstract

Abstract: Jatingaleh Market is a traditional market with high historical value in the city of Semarang, but currently the market conditions seem dirty. The phenomenon of market corridor’s use by traders is one of the main factors behind it. This phenomenon causes the market corridor become narrow from its proper width. Territory describes an individual's identity related to a sense of belonging to an area. The use of public territory in the market occurs when traders expand their trading area by claiming ownership of territory that is not legally theirs. This study aims to determine the condition of the Jatingaleh market compared to the initial planning and to find out the condition by the phenomenon public territory’s use in the Jatingaleh market and the factors behind it based on a literature study. The research was conducted using observation and mapping methods of the phenomenon and then examining the influencing factors through reference studies. The results showed that the behavior of using public territory was influenced by internal factors from individuals and external factors from settings or the environment.Abstrak: Pasar Jatingaleh merupakan pasar tradisional dengan nilai sejarah tinggi di kota Semarang, namun saat ini kondisi pasar terkesan kotor dan kumuh. Fenomena pemanfaatan koridor pasar oleh pedagang merupakan salah satu faktor utama yang melatarbelakanginya. Pemanfaatan ini menyebabkan koridor pasar menyempit dari lebar yang seharusnya. Teritori meggambarkan identitas seorang individu yang berhubungan dengan rasa memiliki terhadap sebuah area. Pemanfaatan teritori pada pasar terjadi saat pedagang memperluas area dagangnya dengan melakukan klaim kepemilikan terhadap teritori yang secara legal bukan miliknya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi pasar Jatingaleh dibandingkan dengan perencanaan awal dan mengetahui kondisi fenomena pemanfaatan teritori publik di pasar Jatingaleh serta faktor yang melatarbelakanginya berdasarkan studi literatur. Penelitian dilakukan dengan metode observasi dan pemetaan terjadinya pemanfaatan kemudian mengkaji faktor yang mempengaruhi melalui studi referensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku pemanfaatan teritori publk dipengaruhi oleh faktor internal dari individu dan faktor eksternal dari seting atau lingkungan.
ANALISIS DESAIN BIOKLIMATIK PADA BANGUNAN RUMAH TINGGAL TROPIS (STUDI KASUS: RUMAH HEINZ FRICK SEMARANG) Hari Utama; Eddy Prianto
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 6, No 2 (2022): Jurnal Arsitektur ARCADE Juli 2022
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31848/arcade.v6i2.991

Abstract

Abstract: Global warming is one of the main causes of environmental quality deterioration. This phenomenon is closely related to the acceleration of industrialism and the increased of uncontrolled energy consumption. The building sector donates for 40% of global energy use and is responsible for 30% of the global greenhouse effect. This study discusses the implementation of bioclimatic design criteria in small buildings with Heinz Frick House in Semarang as the object of study. The research was conducted using a qualitative descriptive method. The data were analyzed using bioclimatic design theory in the book “Bioclimatic Housing – Innovative Design for Warm Climates” by Hyde (2012). The results showed that Heinz Frick House building has implemented the bioclimatic design criteria. This residential building applies 6 of 6 principles, 5 of 6 elements, and 2 of 3 bioclimatic design engineering strategies. The building concept “in harmony with the environment and able to support itself” is well realized through adaptive passive design and maximizing environmental conditions, as well as the fulfillment and independent resources processing.Abstrak: Pemanasan global merupakan salah satu penyebab utama penurunan kualitas lingkungan. Fenomena ini erat kaitannya dengan percepatan industrialisme dan konsumsi energi yang semakin tidak terkendali. Sektor bangunan menyumbang 40% dari penggunaan energi global dan bertanggung jawab atas 30% efek rumah kaca global. Penelitian ini membahas penerapan kriteria desain bioklimatik pada bangunan skala rendah dengan objek penelitian adalah Rumah Heinz Frick di Semarang. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data yang telah terkumpul kemudian dianalisis menggunakan teori desain bioklimatik dalam buku “Bioclimatic Housing – Innovative Design for Warm Climates” karya Hyde (2012). Hasil penelitian menunjukkan bahwa bangunan Heinz Frick House telah memenuhi kriteria desain bioklimatik. Bangunan hunian ini menerapkan 6 dari 6 prinsip, 5 dari 6 elemen, dan 2 dari 3 strategi rekayasa desain bioklimatik. Konsep bangunan “selaras dengan lingkungan dan mampu menopang dirinya sendiri” diwujudkan dengan baik melalui desain pasif adaptif dan memaksimalkan kondisi lingkungan, serta pemenuhan dan pengolahan sumber daya secara mandiri. 
HUBUNGAN PERILAKU PENGGUNA DENGAN DESAIN SUASANA RUANG UTAMA DI FOLKAFE SEMARANG Glandisepa Chahyanita Dargayana; Djoko Indrosaptono
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 6, No 2 (2022): Jurnal Arsitektur ARCADE Juli 2022
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31848/arcade.v6i2.887

Abstract

Abstract: The emergence of cafes in crowded areas, one of which is that universities are one reason for users (students) to make cafes a place to study. The phenomenon of behavior is the behavior of cafe users towards the design of the atmosphere of the space created based on a specific purpose. It can be interpreted that users who feel like or are suitable for the design of the cafe room atmosphere will carry out the purpose of designing the cafe room atmosphere design.The aim of this research is to explain that the design of the main room atmosphere in Folkafe affects the behavior of users in doing tasks. The research method used is a quantitative method with descriptive statistical analysis, namely a research method that seeks to describe a symptom, event, event to get the most results of the questionnaire.The results of this study are the design of the main room atmosphere of the Folkafe affects the behavior of its users and provides comfort from various aspects, namely the comfort of the senses of the eyes, ears, skin sensory comfort, privacy, convenience and comfort.Abstrak: Munculnya kafe di daerah keramaian, salah satunya adalah perguruan tinggi menjadi satu alasan pengguna (mahasiswa) untuk menjadikan kafe sebagai tempat belajar. Fenomena perilaku tersebut adalah perilaku pengguna kafe terhadap desain suasana ruang yang diciptakan berdasarkan dengan tujuan tertentu. Bisa diartikan bahwa pengguna yang merasa menyukai atau cocok terhadap desain suasana ruang kafe akan melakukan tujuan dari dirancangnya desain suasana ruang kafe.Tujuan yang dicapai dalam penelitian ini adalah ingin menjelaskan bahwa desain suasana ruang utama di Folkafe mempengaruhi perilaku pengguna. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan analisa statistik deskriptif, yaitu metode penelitian yang berusaha mendeskripsikan suatu gejala, peristiwa, kejadian untuk mendapatkan hasil angket yang terbanyak.Hasil dari penelitian ini adalah desain suasana ruang utama Folkafe mempengaruhi perilaku penggunanya dan memberikan kenyamanan dari berbagai aspek yaitu kenyamanan indera mata, telinga, kenyamanan sensori kulit, privasi, kemudahan dan kenyamanan.  Informasi Naskah:Diterima: 3 April 2022Direvisi:17 April 2022Disetujui terbit:15 Mei 2022Diterbitkan:   Cetak:29 Juni 2022 Online15 Juni 2022   Abstract: The emergence of cafes in crowded areas, one of which is that universities are one reason for users (students) to make cafes a place to study. The phenomenon of behavior is the behavior of cafe users towards the design of the atmosphere of the space created based on a specific purpose. It can be interpreted that users who feel like or are suitable for the design of the cafe room atmosphere will carry out the purpose of designing the cafe room atmosphere design.The aim of this research is to explain that the design of the main room atmosphere in Folkafe affects the behavior of users in doing tasks. The research method used is a quantitative method with descriptive statistical analysis, namely a research method that seeks to describe a symptom, event, event to get the most results of the questionnaire.The results of this study are the design of the main room atmosphere of the Folkafe affects the behavior of its users and provides comfort from various aspects, namely the comfort of the senses of the eyes, ears, skin sensory comfort, privacy, convenience and comfort.Keyword: main room atmosphere design, user behavior, cafe Abstrak: Munculnya kafe di daerah keramaian, salah satunya adalah perguruan tinggi menjadi satu alasan pengguna (mahasiswa) untuk menjadikan kafe sebagai tempat belajar. Fenomena perilaku tersebut adalah perilaku pengguna kafe terhadap desain suasana ruang yang diciptakan berdasarkan dengan tujuan tertentu. Bisa diartikan bahwa pengguna yang merasa menyukai atau cocok terhadap desain suasana ruang kafe akan melakukan tujuan dari dirancangnya desain suasana ruang kafe. Tujuan yang dicapai dalam penelitian ini adalah ingin menjelaskan bahwa desain suasana ruang utama di Folkafe mempengaruhi perilaku pengguna. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan analisa statistik deskriptif, yaitu metode penelitian yang berusaha mendeskripsikan suatu gejala, peristiwa, kejadian untuk mendapatkan hasil angket yang terbanyak.Hasil dari penelitian ini adalah desain suasana ruang utama Folkafe mempengaruhi perilaku penggunanya dan memberikan kenyamanan dari berbagai aspek yaitu kenyamanan indera mata, telinga, kenyamanan sensori kulit, privasi, kemudahan dan kenyamanan. Kata kunci : desain suasana ruang utama, perilaku pengguna, kafe
HIERARKI DAN INFORMALITAS SOSIAL PADA PRODUKSI RUANG DI NAGARI PARIANGAN, SUMATERA BARAT Juli Yanda Putra; Agus S. Ekomadyo
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 6, No 2 (2022): Jurnal Arsitektur ARCADE Juli 2022
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31848/arcade.v6i2.931

Abstract

Abstract: Nagari Pariangan is an old village in Minangkabau, West Sumatra. Nagari is a customary law community unit consisting of a collection of several tribes and has its own territorial boundaries. The phenomenon of the nagari shows the production of social space based on Minangkabau villages culture. The purpose of this paper is to determine the relationship between the architectural elements of Nagari Pariangan and their relationship with their environment associated with the spatial production, uses Spatializing Culture approach (Low, 2017). Research is conducted by ethnographic approach data is collected by observation and in-depth interview. It is resulted, that the spaces of Nagari are formed mostly based on the social hierarchy of community, but also provided spaces for informal relationship.  Political culture of the Nagari is important factor in governing spatial production by the traditonal community, but the other side, the community also produces their own communal spaces.Abstrak: Nagari Pariangan adalah nagari tuo yang ada di Minangkabau, Sumatra Barat. Nagari merupakan satu kesatuan masyarakat hukum adat yang terdiri dari kumpulan beberapa suku dan mempunyai batas wilayahnya sendiri.  Fenomena Nagari menunjukkan adanya produksi ruang sosial berdasarkan budaya pada Nagari di Minangkabau. Tujuan dari penulisan ini adalah untuk mengetahui hubungan antara elemen arsitektur pembentuk Nagari Pariangan dan relasi sosial yang memproduksi ruang yang ditelaah melalui pendekatan Spatializing Culture (Low, 2017). Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan etnografi, data dikumpulkan lewat observasi dan wawancara mendalam. Ditemukan, ruang-ruang Nagari terbentuk berdasarkan hierarki sosial, namun tetap tersedia ruang-ruang informal. Budaya politik dari Nagari menjadi faktor terpenting dalam tata kelola produksi ruang oleh komunitas adat, namun di sisi lain, komunitas Adat juga memproduksi ruang-ruang komunalnya sendiri.
KAJIAN AKSESBILITAS KAWASAN MIKRO PADA PERENCANAAN RUMAH SAKIT UNIVERSITAS BENGKULU Samsul Bahri; Panji Anom Ramawangsa; Atik Prihatiningrum; Debby Seftyarizki
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 6, No 2 (2022): Jurnal Arsitektur ARCADE Juli 2022
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31848/arcade.v6i2.926

Abstract

Abtract: Bengkulu University Hospital (UNIB Hospital) in the current time, the building has not been built physically. From the location of the building footprint and the fairly dense circulation path, we found problems in the form of an inappropriate accessibility pattern to be used as the main access route to enter the hospital area. The purpose of the study was to obtain data on the condition of the circulation path around the construction site of the UNIB Hospital. The approach consists of regional data collection and analysis using the concept of accessibility. Data analysis begins by examining the condition of vehicle circulation around the site and surrounding buildings and analyzing accessibility with the software space syntax. The results showed that 98% of respondents thought this area needed to reorganize. The results of the analysis of software space syntax on micro-accessibility in the UNIB Hospital area along the main route in front of the site, the integration value is high with a red view. In the current vehicle path surrounding the site, the integration value is knowing the yellow color. The behind area has a low integration value with a green color update. Mainline connectivity in front of the tread is high with red color options. Several connectivity lines in the site area have a blue color pattern with low connectivity.Abstrak: Rumah Sakit Universitas Bengkulu (RS UNIB) Kondisi saat ini, bentuk fisik bangunan dan kawasan belum dibangun. Ditinjau dari lokasi tapak bangunan dan jalur sirkulasi yang cukup padat, ditemukan permasalahan berupa pola aksesibilitas yang belum tepat untuk digunakan sebagai akses jalur utama untuk masuk ke dalam kawasan rumah sakit. Tujuan   penelitian  adalah mendapatkan data terukur kondisi jalur sirkulasi di sekitar lokasi pembangunan RS UNIB. Pendekatan penelitian terdiri dari pengumpulan data kawasan dan analisis dengan menggunakan konsep aksesbilitas.  Analisis data dimulai dengan menelaah kondisi sirkulasi kendaraan disekitar tapak dan bangunan sekitar serta analisis aksesbilitas dengan software space syntax. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 98% reponden berpendapat kawasan yang akan dibangun RS UNIB perlu ditata kembali. Hasil analisis software space syntax  terhadap aksesbilitas mikro pada kawasan RS UNIB di sepanjang jalur utama di depan tapak, nilai integrasi adalah tinggi dengan identifikasi warna merah. Pada jalur kendaraan eksisting yang mengelilingi site, nilai integrasi adalah sedang dengan identifikasi warna kuning. Area belakang kawasan memiliki nilai integrasi rendah dengan identifikasi warna hijau. Konektifitas  jalur utama di depan tapak adalah tinggi dengan identifikasi warna merah. Beberapa jalur konektifitas di kawasan tapak memiliki identifikasi corak warna biru dengan konektifitas yang rendah.
SISTEM PENGHAWAAN PADA KAMAR HOTEL Maria Carizza Pandora Raharjo; Wahyu Setia Budi; Eddy Prianto
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 6, No 2 (2022): Jurnal Arsitektur ARCADE Juli 2022
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31848/arcade.v6i2.1010

Abstract

Abstract: Nowadays, development in urban areas is progressing very rapidly, accompanied by an increase in the number of residents and various kinds of activities carried out. Seeing this phenomenon, many developers are competing to build multi-layered high buildings. Air conditioning systems in high-rise buildings are generally carried out with artificial air arrangements. The Grand Edge Hotel Semarang building is one of the multi-layered high-rise buildings that will be the case study. This hotel building is located in Semarang on an area of 2860 m2, 7 floors above ground and 3 basement floors as deep as 9 meters from ground level, total floor area is 15,958 m2. The electricity used from PLN is 700 KVA, equipped with 1 generator unit with a capacity of 650 KVA. The ventilation system used in this building is in the form of an artificial air system, including: Direct Air Conditioning (AC) Fan Coil Unit with Split Ducting system, as many as 117 units, with capacities of 1.5 PK, 2 PK, 3.5 PK and 10 PK. The ventilation system used in terms of the specifications of the AC unit used is able to produce conditions according to the PERMENKES No. 1077/MENKES/PER/V/2011, especially in hotel rooms. The information obtained at this time is a prelude to obtaining quantitative-qualitative data about the existing problems, as well as the form of the solution, it is necessary to deepen and add cases in the project.Abstrak: Dewasa ini pembangunan di perkotaan melaju sangat pesat yang disertai dengan jumlah peningkatan penduduk dan berbagai macam aktivitas yang dilakukan nya. Melihat fenomena tersebut maka banyak dari para developer berlomba-lomba untuk membangun bangunan tinggi berlapis. Sistem penghawaan pada bangunan tinggi umum nya dilakukan dengan tatanan udara buatan. Bangunan Hotel Grand Edge Semarang adalah salah satu bangunan tinggi berlapis yang akan menjadi studi kasus ini. Bangunan hotel ini terletak di Semarang diatas lahan 2860 m2, berlantai 7 lapis diatas tanah dan 3 lantai basement sedalam 9 meter dari permukaan tanah, luas lantai total 15.958 m2. Tenaga listrik yang digunakan dari PLN sebesar 700 KVA, dilengkapi 1 unit genset dengan kapasitas 650 KVA. Sistem penghawaan yang digunakan bangunan ini berupa tatanan udara buatan, meliputi : Air Conditioning (AC) langsung Fan Coil Unit dengan sistem Split Ducting, sebanyak 119 buah, dengan kapasitas 1,5 PK, 2 PK, 3,5 PK dan 10 PK. Sistem penghawaan yang digunakan dari sisi spesifikasi unit AC yang dipakai mampu menghasilkan kondisi yang sesuai standar PERMENKES No. 1077/MENKES/PER/V/2011, khususnya pada kamar hotel.  Info yang didapatkan saat ini adalah sebuah awalan untuk mendapatkan data kuantitatif-kualitatif tentang permasalahan yang ada, serta bentuk solusinya perlu diadakan pendalaman dan penambahan kasus di proyek.
PERSPEKTIF TEKNIS DAN TEKNOLOGIS DALAM PERKEMBANGAN DESAIN RUMAH BERBIAYA RENDAH DI INDONESIA Adityo Adityo; Theodora Yonna Effia Santoso
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 6, No 2 (2022): Jurnal Arsitektur ARCADE Juli 2022
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31848/arcade.v6i2.692

Abstract

Abstract: House is a building that has a functions as a residence. The house plays an important role for life because humans need a permanent place to live. A house must have a strong and stable structure so that it can protect and secue its residents. But in reality, many houses are built with nonstandard structures. For many cases, limited cost become the obstacles in building house. The main problem in designing residential houses in Indonesia is the 'old-fashioned' way of thinking that involving an architect must have expensive costs. So over time, Indonesian architects began to create and develop low-cost home design concepts. Lowcast house does not mean reducing its design quality, but implementing efficient strategies in building structure and material. This research case study are several houses in Indonesia designed by renowned architects with the main focus on low-cost house design. This study aims to identify the optimal and efficient use of materials in low-cost housing elements, then the analysis is conducted with secondary data sources through the literature study method. From this research it was found that lowcast house design is consider the use of material in structural and non-structural building elements. Exposed building material and efficient structure grid module is an effective way to reduce the cost of house building construction.Abstrak: Rumah adalah bangunan yang berfungsi sebagai tempat tinggal atau hunian. Rumah berperan penting bagi kehidupan karena manusia memerlukan tempat tinggal yang tetap. Bangunan rumah harus memiliki struktur yang kuat dan stabil sehingga dapat memberikan perlindungan dan keamanan bagi penghuninya. Namun pada kenyataannya, tidak sedikit rumah-rumah yang dibangun dengan struktur seadanya. Hal ini biasanya dikarenakan oleh keterbatasan biaya dalam membangun rumah. Permasalahan utama perancangan rumah tinggal di Indonesia adalah pola pikir masyarakat yang masih ‘kuno’ menganggap bahwa sebuah perancangan bangunan yang melibatkan arsitek pasti memiliki biaya yang mahal. Maka seiring berjalannya waktu, para arsitek Indonesia mulai menciptakan dan mengembangkan konsep desain rumah berbiaya rendah. Desain rumah murah bukan berarti mengurangi kualitas desainnya, melainkan menerapkan beberapa strategi yang efisien dalam merancang rumah terkait struktur dan materialnya. Penelitian ini mengambil studi kasus berupa beberapa rumah di Indonesia karya arsitek ternama dengan fokus utama desain rumah berbiaya rendah sebagai objek penelitian. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi penggunaan jenis material yang optimal dan efisien dalam elemen rumah berbiaya rendah. Analisis dilakukan dengan sumber data sekunder melalui metode studi literatur. Dari penelitian ini ditemukan bahwa untuk mewujudkan rancangan rumah dengan biaya relatif rendah adalah dengan cara mempertimbangkan penggunaan material pada elemen struktur dan non-struktur. Selain itu penyelesaian material dengan cara di ekspos serta penggunaan grid struktur yang tepat merupakan cara yang efektif untuk menekan biaya pembangunan rumah.