cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
JAUR (Journal of Architecture and Urbanism Research)
Published by Universitas Medan Area
ISSN : 25990179     EISSN : 25990160     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Architecture is an art done by every individual to imagine themselves and the science in designing the building. In a broader sense, the architecture includes designing and building the entire built environment, ranging from the macro level of urban planning, urban design, landscape architecture, to the micro level of building design, furniture design and product design. Architecture also refers to the results of the design process.
Arjuna Subject : -
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 2 (2022): JAUR APRIL" : 12 Documents clear
PENERAPAN ARSITEKTUR KONTEKSTUAL PADA BANGUNAN MASJID DI KUDUS, JAWA TENGAH muhammad izhar s; Hadi Prabowo; Sri Handjajanti
JAUR (JOURNAL OF ARCHITECTURE AND URBANISM RESEARCH) Vol 5, No 2 (2022): JAUR APRIL
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jaur.v5i2.5562

Abstract

Pada saat ini, arsitektur kontekstual dikaitkan dengan atap lengkung serta kemegahan, seperti bentuk kubah pada masjid. Arsitektur kontekstual diterapkan dengan mengaplikasikan pada bangunan tua dengan lingkungan baru dalamnya , Setelah arsitektur ekologis menjadi acuh tak acuh dan mencoba untuk menjadi berbeda. Oleh karena itu, penting untuk memahami bagaimana arsitektur konteks mempengaruhi desain agar bangunan dapat bermanfaat dan berfungsi secara optimal. Masjid kudus memiliki desain bentuk dan tatanan ruang yang memunculkan persepsi tersendiri, baik yang melalui konsep Islam ataupun hasil dari pengamatan subjektif, menarik untuk mengkaji keterkaitan antara konsep perancangan bentuk bangunan, dan tatanan ruang luar dan dalam masjid dalam. Masjid dan data mengenai masjid yang kemudian dianalisa untuk memperoleh suatu kesimpulan bahwa masjid merupaka bangunan masjid yang dalam perencangannya mempertimbangkan nilai-nilai islam.
Perancangan Trade Center Tanggap Pandemi Covid-19 dengan Penerapan Prinsip Arsitektur Eco-Tech Mardi Liansyah; R.Lisa Suryani; Wahyu Hidayat
JAUR (JOURNAL OF ARCHITECTURE AND URBANISM RESEARCH) Vol 5, No 2 (2022): JAUR APRIL
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jaur.v5i2.5693

Abstract

AbstrakDari kurun tahun 2019 dunia mengalami pandemic covid-19, virus covid-19 merucut ke Indonesia. Indonesia terkena dampak yang sangat besar dalam pertumbuhan virus covid-19 ini. Salah satunya yaitu kota Pekanbaru. Kota Pekanbaru merupakan kota yang teridikasi zona merah dalam berkurun waktu yang sangat lama sehingga menyebabkan kebudayaan itu bergeser. Contohnya seperti dulu kita mudah untuk berjabat tangan sehingga berkomunikasi bisa lebih nyaman kini bergeser menjadi bersosial distancing dengan unsur protokol kesehatan. Perilaku manusia kini menjadi berubah di karenakan pandemi virus covid-19 ini. Seperti pada pasar dimana masyarakat dulu mudah untuk berbelanja, bersentuhan atau kontak langsung dan juga tatap muka. Salah satu upaya mewujudkan kegiatan perdagangan dan jasa yang perlu dikembangkan yakni dengan merancang Trade Center. Trade center merupakan sebuah pusat bisnis perdagangan yang menyediakan fasilitas perdagangan dan jasa dengan menyatukan agen bisnis yang terlibat dalam perdagangan dan diharapkan dapat memicu perkembangan ekonomi di daerah pelayanan. Untuk memenuhi kebutuhan Trade center yang aman dan nyaman terhadap lingkungan maka di terapkannya arsitektur Eco-tech yang memiliki teknologi berwawasan lingkungan. Prancangan Trade Center tanggap pandemic covid-19  ini berfokus pada desain yang menggunakan prinsip eco-tech, peraturan dan kebijakan pemerintah juga turut andil di dalam desain pada bangunan.Kata Kunci :Protokol kesehatan, Dampak Covid-19, Trade Center, Ecotech Arsitektur.
Perancangan Pesantren Tahfidz dengan Pendekatan Energy Conscious Design di Tembilahan muhammad ibrahim; Wahyu Hidayat; Mira Dharma Susilawati
JAUR (JOURNAL OF ARCHITECTURE AND URBANISM RESEARCH) Vol 5, No 2 (2022): JAUR APRIL
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jaur.v5i2.4896

Abstract

Perkembangan anak-anak hingga usia remaja perlu mendapat perhatian lebih terhadap lingkungan sosial sekitar, sehingga dapat menghasilkan anak bangsa yang berakhlaq dan bermoral. Kurangnya peran sosial dari orangtua dan lingkungan sekitarnya menyebabkan perkembangan psikologis anak menjadi kurang matang. Perancangan Pesantren Tahdfidz dengan menggunakan tema energy conscious design di Tembilahan ini adalah sebuah wadah hunian serta edukasi sosial agama yang bertujuan mengkaji, menghafal, dan mengaplikasikan al-qur’an sebagai tahap untuk memperbaiki dan menjaga moral dan kualitas anak bangsa yang semakin lama semakin menurun. Pesantren Tahfidz di Tembilahan ini dibuat untuk anak-anak dan  remaja tepatnya anak yang bersekolah ditingkat SD, SMP, SMA agar kelak dewasa meraka bisa menanamkan nilai-nilai islam sehingga tumbuh menjadi manusia yang berakhlak dan bermoral lebih lagi berilmu.Dalam perancangan Pesantren Tahfidz ini, penulis menerapkan prinsip Energy Conscious Design karena tema ini menjelaskan tentang pemanfaatan iklim yang ada disekitar site untuk penghematan energi pada bangunan pondok pesantren. Energy Conscious Design dalam konsep perancangannya menggunakan iklim sebagai sistem penghematan energi. Dalaam penerapannya dapat membuat ventilasi silang dan bukaan yang banyak agar ruangan di dalam bangunan dapat terasa sejuk tanpa menggunakan AC. Kemudian dapat dibuat banyak bukaan berupa jendela agar cahaya terang dapat masuk ke dalam ruangan sehingga dapat menghemat energi listrik.
APPLICATION OF FOLDING ARCHITECTURE AT HALLYU CENTER IN PEKANBARU Tutilia Manalu; Muhammad Rijal; Yohannes Firzal
JAUR (JOURNAL OF ARCHITECTURE AND URBANISM RESEARCH) Vol 5, No 2 (2022): JAUR APRIL
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jaur.v5i2.4951

Abstract

Dalam beberapa tahun industry, budaya populer Korea Selatan berkembang sangat pesat dan menyebar ke berbagai negara di dunia salah satunya Indonesia. Fenomena ini dikenal dengan istilah “hallyu” yang merupakan istilah dari penyebaran budaya populer Korea, berupa musik, drama, film, fasion, kosmetik, destinasi wisata, kuliner dan lain sebagainya. Fenomena ini juga menyebar di wilayah Pekanbaru sehingga mendorong terbentuknya komunitas- komunitas  para penggemar Korea Seperti Komunitas Dance cover dan idol group. Serta ketertarikan masyarakat  untuk mengunjungi negera asal hallyu tersebut dan merasakan suasana disana. Tetapi belum adanya wadah khusus untuk menampung berbagai kegiatan dari komunitas tersebut Oleh karena itu, perancangan Hallyu Center  sebagai wadah untuk memperkenalkan budaya popular Korea  dengan berbagai fasilitas didalamnya yang dapat menampung aktifitas komunitas penggemar Korea diwilayah Pekanbaru dan sebagai media dalam berbagi dan bertukar informasi dengan menerapkan folding Architecture. Folding architecture adalah  metode pencarian bentuk yang memfokuskan pada bentuk eksploratif  dan visualitatif yang dapat mengkomunikasikan fungsi objek hallyu center.Kata-kunci : Budaya Populer, Hallyu Center, Folding Architecture.
Pusat Pecinta Kucing di Pekanbaru dengan Pendekatan Arsitektur Ekspresionis Muhammad Mahdi Hadiwijaya; Yohannes Firzal; Pedia Aldy
JAUR (JOURNAL OF ARCHITECTURE AND URBANISM RESEARCH) Vol 5, No 2 (2022): JAUR APRIL
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jaur.v5i2.4894

Abstract

Banyaknya kasus kekerasan terhadap kucing yang dilakukan sebagian orang menunjukkan bahwa kesenjangan terhadap kucing masih banyak terjadi, dikarenakan minimnya perhatian masyarakat akan kesejahteraan kucing. Kesenjangan yang terjadi pada kucing dialami oleh kucing jalanan dan juga kucing peliharaan, sehingga melatarbelakangi munculnya Pecinta Kucing sebagai kelompok masyarakat yang peduli akan kesejahteraan kucing. Suatu wadah diperlukan bagi Pecinta Kucing di Pekanbaru agar dapat menaungi segala kegiatan mereka untuk memberikan kesejahteraan bagi kucing melalui kegiatan perawatan, edukasi, dan rekreasi. Pusat Pecinta Kucing hadir sebagai wadah dalam menjalankan aktivitas bagi Pecinta Kucing di Pekanbaru. Pusat Pecinta Kucing kelak akan menjadi tempat yang tidak hanya dapat dinikmati oleh Pecinta Kucing dan masyarakat Pekanbaru yang tertarik pada kucing, namun juga bagi kucing melalui fasilitas yang disediakan dan kegiatan yang diadakan. Perancangan Pusat Pecinta Kucing menggunakan pendekatan Arsitektur Ekspresionis, agar dapat mengkomunikasikan ekspresi rasa peduli pecinta kucing terhadap kesejahteraan kucing kepada masyarakat umum sebagai wujud pentingnya hak untuk sejahtera bagi kucing.Kata Kunci: Arsitektur Ekspresionis, Pusat Pecinta Kucing 
PERANCANGAN STUDIO ANIMASI DI PEKANBARU DENGAN PENDEKATAN PRINSIP DESAIN NORMAN FOSTER lintang pangesti; Muhd Arief Al Husaini; Gun Faisal
JAUR (JOURNAL OF ARCHITECTURE AND URBANISM RESEARCH) Vol 5, No 2 (2022): JAUR APRIL
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jaur.v5i2.4944

Abstract

Berkembangnya Industri kreatif terutama pada bidang animasi semakin banyak dan semakin meluas. Penggunaan animasi kini telah mencangkup ke seluruh bidang, mulai dari dunia hiburan, pendidikan, dan kini animasi juga banyak dipakai dalam dunia bisnis sebagai media untuk mempromosikan barang dan jasanya. Perkembangan minat masyarakat Pekanbaru terhadap dunia animasi belum terlalu dapat dilihat. Untuk dapat meningkatkan minat masyarakat terhadap animasi maka dibutuhkanlah sebuah wadah yang dapat menampung keahlian serta kreativitas animator untuk bekerja sesuai dengan bidang yang dikuasainya yaitu animasi. Perancangan Studio Animasi ini berada di kota Pekanbaru ini berfungsi sebagai rumah produksidan kantor. Metode prinsip desain Norman Foster merupakan pendekatan yang digunakan sebagai sebuah solusi dalam merancang bangunan yang memiliki fleksibilitas ruang, penggunaan bentuk struktur yang menarik, dan tentunya mengikuti perkembangan teknologi yang nantinya akan sejalan dengan fungsi bangunan yaitu Studio Animasi.
PENERAPAN PRINSIP ECO-TECH ARCHITECTURE PADA PERANCANGAN PEKANBARU SPORTS MEDICINE CENTER Muhammad Fikri Pratama; Lisa Suryani; Wahyu Hidayat
JAUR (JOURNAL OF ARCHITECTURE AND URBANISM RESEARCH) Vol 5, No 2 (2022): JAUR APRIL
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jaur.v5i2.5694

Abstract

Provinsi Riau merupakan daerah yang memiliki banyak potensi atlet. Namun hanya sedikit yang memiliki prestasi yang gemilang. Hal ini dikarenakan kurangnya teknologi penunjang performa atlet dan fasilitas penanggulangan cedera pada atlet. Pekanbaru Sports Medicine Center merupakan penyedia layanan kesehatan di bidang Sport Science yang berfungsi untuk memberikan perlindungan keselamatan terhadap cedera olahraga dan dapat berkontribusi dalam meningkatkan prestasi atlet. Dengan penerapan tema Eco-Architecture, perancangan bangunan Pekanbaru Sports Medicine Center akan dapat memanfaatkan teknologi berwawasan lingkungan dan menjawab tentang iklim kota Pekanbaru yang memiliki tingkat suhu yang tinggi agar aktivitas didalam bangunan dapat berjalan dengan sebaik mungkin, khususnya dalam penanganan pasien di rumah sakit yang membutuhkan kenyamanan.
Revitalisasi Gedung Bioskop Ria Di Kota Pematangsiantar Dengan Pendekatan Arsitektur Ekspresionis Desy Intan; Muhammad Rijal; Gun Faisal
JAUR (JOURNAL OF ARCHITECTURE AND URBANISM RESEARCH) Vol 5, No 2 (2022): JAUR APRIL
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jaur.v5i2.4971

Abstract

Keberadaan bangunan peninggalan sejarah pada masa kolonial Belanda di kota Pematangsiantar menjadi salah satu potensi destinasi pariwisata sejarah. Saat ini terdapat Bioskop Ria sebagai salah satu bangunan tua yang tidak difungsikan dan terbengkalai. Revitalisasi dengan pengalihan fungsi sebagai solusi untuk memanfaatkan kembali bangunan terabaikan yang memiliki nilai sejarah. Melalui pendekatan Arsitektur Ekspresionis dengan analogi konsep “ekspresi dari memutar masa lalu untuk dikenang” yang digambarkan pada pemutar film. Revitalisasi dengan penambahan, dan perbaikan fungsi Bioskop Ria dapat meningkatkan sektor pariwisata di kota Pematangsiantar.
PENERAPAN PRINSIP-PRINSIP ARSITEKTUR EKSPRESIONIS DALAM PERANCANGAN THEATRE ART CENTER DI RENGAT aprilliya ningsih; Gun Faisal; Muhammad Rijal
JAUR (JOURNAL OF ARCHITECTURE AND URBANISM RESEARCH) Vol 5, No 2 (2022): JAUR APRIL
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jaur.v5i2.4959

Abstract

Dalam Kehidupan manusia saat ini erat kaitannya dengan yang namanya seni dan budaya. Terutama seni teater yang menampilkan pertunjukan yang berisi dialog, akting, tarian, dan nyanyian yang dilakukan oleh para pemainnya diatas panggung. Fasilitas penunjang dan pendidikan yang berfokus pada bakat dan minat generasi muda terutama pada bidang seni teater saat ini sangat kurang diperhatikan. Hal ini mempengaruhi penurunan aktivitas pada beberapa komunitas atau sanggar teater yang sudah ada. Kurangnya fasilitas yang memadai untuk pendidikan dan pertunjukan seni teater merupakan salah satu yang melatar belakangi perencanaan dan perancangan Theatre Art Center di Rengat. Rengat  merupakan kota yang kaya tentang adat istiadat serta kesenian teaternya, hal ini dapat dilihat dari sering diadakannya pementasan teater di beberapa gedung. Ditambah dengan banyaknya berdiri komunitas atau sanggar teater didaerah tersebut. Theatre Art Center menjadi wadah kegiatan seni teater yang berfungsi sebagai ruang edukasi dan pertunjukan, sehingga dapat mendukung minat dan bakat bagi masyarakat dalam pementasan seni teater. Tema Ekspresionis akan menerapkan ciri dan nilai dari ekspresionisme ke dalam rancangan. Tema akan diterapkan pada tapak, fasad maupun ruang di dalam bangunan.
PERANCANGAN PONDOK PESANTREN DENGAN PRINSIP ARSITEKTUR ECO-FRIENDLY nabilla zahraini; Mira Dharma Susilawaty; Wahyu Hidayat
JAUR (JOURNAL OF ARCHITECTURE AND URBANISM RESEARCH) Vol 5, No 2 (2022): JAUR APRIL
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jaur.v5i2.4935

Abstract

AbstrakPondok pesantren merupakan sekolah yang mengajarkan tentang ilmu agama islam, perpaduan antara kurikulum pondok pesantren dan kurikulum pendidikan nasional. Perkembangan pondok pesantren saat ini dirasa cukup tinggi dengan banyaknya bermunculan pondok pesantren di sekitar Duri. Karena tingginya minat orang tua yang memasukkan anak-anaknya ke pondok pesantren diluar kota untuk mendapat pendidikan agama dan fasilitas belajar yang lebih baik, kota Duri merupakan lokasi yang memiliki potensial untuk pembangunan pondok pesantren untuk mengikuti perkembangan zaman tidak hanya membutuhkan pendidikan agama saja tetapi juga harus diimbangi dengan pendidikan umum yang akan diterapkan dikehidupan sehari-hari. Seiring perkembangan zaman dibutuhkan suasana baru dalam desain pondok pesantren, tujuan perancangan pondok pesantren ini adalah untuk memberikan suasana baru dalam desain pondok pesantren. Pondok pesantren ini menggunakan prinsip eco-friendly architecture yang memberikan hubungan antara manusia dan alam dengan memanfaatkan apa yang ada disekitar lokasi dalam rancangan yang mengacu pada fungsi edukasi dengan menerapkan penggunaan material lokal yang ada, penerapan penghawaan alami yang maksimal, memaksimalkan energi alami.Kata kunci : Arsitektur Eco-Friendly, Kota Duri, Perancangan Arsitektur, Pondok pesantren. AbstractIslamic boarding schools are schools that teach Islamic religious knowledge, a combination of the Islamic boarding school curriculum and the national education curriculum.  The development of Islamic boarding schools is currently considered quite high with many Islamic boarding schools emerging around Duri.  Due to the high interest of parents who send their children to Islamic boarding schools outside the city to get better religious education and learning facilities, the city of Duri is a potential location for the construction of Islamic boarding schools to keep up with the times not only requires religious education but also has to be.  balanced with general education that will be applied in everyday life.  Along with the times, a new atmosphere is needed in the design of Islamic boarding schools. The purpose of designing this Islamic boarding school is to provide a new atmosphere in the design of the Islamic boarding school.  This boarding school uses the principles of eco-friendly architecture that provides a connection between humans and nature by utilizing what is around the location in a design that refers to the educational function by applying the use of local materials available, maximizing natural ventilation, maximizing natural energy.Keywords: Eco-Friendly Architecture, Duri City, Architectural Design, Islamic Boarding School..

Page 1 of 2 | Total Record : 12