cover
Contact Name
Dr. Rosihan Asmara
Contact Email
jepa@ub.ac.id
Phone
+62341-580054
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya Jl. Veteran, Malang. Indonesia, 65145
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
JEPA (Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis)
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 26144670     EISSN : 25988174     DOI : 10.21776/ub.jepa
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis (JEPA) adalah jurnal yang diterbitkan oleh Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian secara reguler setiap tiga bulan sekali untuk tujuan mendeseminasikan hasil penelitian dan pengabdian yang dilakukan oleh mahasiswa, dosen, peneliti dan pengabdi. Topik keilmuan yang melingkupi JEPA adalah bidang ekonomi pertanian dan agribisnis secara luas. Semua makalah yang diterbitkan secara online oleh JEPA terbuka untuk pembaca dan siapapun dapat mendownload atau membaca jurnal tanpa melanggan maupun membayar.
Arjuna Subject : -
Articles 20 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 2 (2019)" : 20 Documents clear
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kinerja Pemasaran pada Usaha Mikro Kecil dan Menengah Pangan Olahan di Kota Surakarta Susi Rahmawati; Darsono Darsono; Nuning Setyowati
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (295.129 KB) | DOI: 10.21776/ub.jepa.2019.003.02.9

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh karakteristik pimpinan terhadap orientasi pasar dan untuk menganalisis pengaruh orientasi pasar, inovasi produk dan orientasi kewirausahaan terhadap kinerja pemasaran pada usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) pangan olahan di Kota Surakarta. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan Teknik survei. Pemilihan lokasi penelitian dilakukan secara sengaja (purposive). Penelitian ini menggunakan 50 responden yang merupakan pemilik UMKM pangan olahan. Analisis menggunkan metode Structural Equation Modelling (SEM) dengan pendekatan Partial Least Square (PLS) dan software SmartPLS 3.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik pimpinan mempengaruhi orientasi pasar secara positif. Orientasi pasar dan inovasi produk masing-masing berpengaruh positif terhadap kinerja pemasaran, sedangkan orientasi kewirausahaan tidak berpengaruh terhadap kinerja pemasaran. Oleh karena itu, para pelaku UMKM pangan olahan diharapkan lebih memperhatikan perubahan selera konsumen dan menjawab perubahan tersebut melalui perbaikan kualitas dan pelayanan guna mempertahankan minat beli konsumen dengan harapan mampu meningkatkan kinerja pemasaran.
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Ketimpangan Penguasaan Tanah Di Provinsi Jambi Nopa Linda; Indrawari Indrawari; Syafruddin Karimi
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jepa.2019.003.02.15

Abstract

Ketimpangan penguasaan tanah merupakan salah satu masalah yang dihadapi sektor pertanian di Provinsi Jambi. Hal ini dapat menyebabkan rendahnya kesejateraan petani. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berpengaruh terhadap ketimpangan penguasaan tanah di tiap kecamatan dalam Provinsi Jambi pada Tahun 2004 dan Tahun 2014. Adapun data yang digunakan adalah data sekunder dari hasil survei Pendapatan Petani yang dilakukan BPS dengan jumlah responden sebanyak 8407 rumah tangga pertanian pada 69 kecamatan pada tahun 2004 dan 9968 rumah tangga pertanian pada 127 kecamatan pada tahun 2014. Adapun alat analisis yang digunakan adalah analisis regresi berganda. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa model regresi tahun 2004 tidak bisa di analisis karena nilai dari uji F model > 0,05. Sementara itu untuk tahun 2014, terdapat tiga variabel bebas yang berpengaruh yaitu ketimpangan pendapatan petani, jumlah yang berusaha di sektor pertanian dan jumlah buruh non pertanian dengan tingkat signifikansi sebesar 0,001 dan nilai koefesien dari masing-masing variabel bebas adalah 0,54, (-0,00082) dan (-0,0032) sedangkan pengaruh serentak dari variabel bebas ini adalah 39, 58 persen
Dampak Risiko Produksi Terhadap Kesejahteraan Rumahtangga Petani Bawang Merah di Kabupaten Sigi Sherley Siseraf Pamusu; Harianto Harianto; Kuntjoro Kuntjoro; Ratna Winandi
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.987 KB) | DOI: 10.21776/ub.jepa.2019.003.02.18

Abstract

Salah satu faktor yang menyebabkan terjadinya fluktuasi produksi dan menurunnya produktivitas lahan usahtani bawang merah adalah risiko produksi.  Penelitian bertujuan untuk mengetahui dampak risiko produksi terhadap kesejahteraan rumahtangga petani bawang merah di Kabupaten Sigi. Sampel petani yang digunakan sebanyak 210 responden dan pengumpulan data menggunakan teknik random sampling method. Hasil penelitian menunjukkan bahwa risiko produksi berbanding lurus dengan luas lahan garapan usahatani bawang merah. Semakin tinggi luas lahan garapan, semakin tinggi risiko produksi. Variabel luas lahan, total penggunaan tenaga kerja usahatani bawang merah, penggunaan pupuk Urea,  KCl, TSP dan penggunaan pestisida berpengaruh positif terhadap fungsi risiko produksi, sebaliknya penggunaan pupuk SP berpengaruh  negatif. Peningkatan risiko produksi berdampak menurunkan pendapatan usahatani bawang merah, usahatani non bawang merah, dan pendapatan non pertanian sehingga pendapatan rumahtangga petani menurun.  Peningkatan risiko tersebut berdampak menurunkan kesejahteraan rumahtangga petani.
PREFERENSI RESIKO PETANI DALAM ALOKASI INPUT USAHATANI JAGUNG MENGGUNAKAN MODEL JUST AND POPE Asmara, Rosihan; Widyawati, Wiwit; Hidayat, Abdul Haris
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (223.416 KB) | DOI: 10.21776/ub.jepa.2019.003.02.20

Abstract

Perilaku risiko usahatani tanaman jagung dipengaruhi oleh dua faktor utama yaitu perilaku sumberdaya manusia dan sifat sumberdaya alam. Salah satu kondisi alam yang menyebabkan peningkatan risiko pada sektor pertanian ialah perubahan iklim. Usahatani tanaman jagung merupakan salah satu usahatani tanaman pangan yang dapat menerima kondisi tersebut, yaitu perilaku usahatani yang dilakukan petani dan perubahan iklim yang tidak dapat diprediksi secara pasti. Peneletian ini menganalisis preferensi petani terhadap risiko produksi jagung menggunakan model Just and Pope. Hasil penelitian menunjukkan petani dengan preferensi risk seeker menggunakan input produksi lebih besar daripada petani dengan preferensi risk averse. Petani dengan preferensi risk seeker lebih efisien secara teknis daripada preferensi risk averse. Pada kondisi sosial petani dengan preferensi risk seeker cenderung memiliki jumlah tanggungan keluarga yang lebih besar, tingkat pendidikan lebih tinggi, serta memiliki pengalaman usahatani jagung lebih lama daripada petani dengan preferensi risk averse.
Hubungan Tingkat Kemiskinan dengan Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan Tangkap pada Kawasan Minapolitan Jamilah Jamilah; Mawardati Mawardati
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jepa.2019.003.02.10

Abstract

Tingginya angka kemiskinan masyarakat pesisir menunjukkan bahwa potensi sumberdaya perikanan Kabupaten Aceh Timur belum dapat dimanfaatkan secara maksimal. Untuk itu, pemerintah mencanangkan pengembangan wilayah pesisir timur Provinsi Aceh melalui Program Minapolitan. Penelitian bertujuan untuk menganalisis hubungan tingkat kemiskinan nelayan dengan pemanfaatan sumberdaya perikanan tangkap pada Kawasan Minapolitan. Metode yang digunakan adalah metode survey dengan pendekatan explanatory explanatory research. Penentuan kabupaten dilakukan secara purposive, yaitu Kabupaten Aceh Timur sebagai kawasan minapolitan perikanan tangkap berdasarkan keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Nomor 35/KEPMEN-KP/2013. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kabupaten Aceh Timur memiliki potensi perikanan yang cukup besar sebagai motor penggerak ekonomi wilayah dan dapat dikembangkan secara terintegrasi dalam kawasan minapolitan, namun tingkat pemanfaatan sumberdaya perikanan tangkap belum  maksimal, hanya  27.659,5 ton atau 10,16%  dari  total  potensi  lestari Propinsi Aceh. Diperkirakan sebanyak 10.053 nelayan atau 76,07 % nelayan tidak memiliki armada tangkap. Produksi ikan sebanyak 27.474,3 ton/tahun dan rata-rata produksi ikan di tingkat nelayan sebesar 6,67 kg/hari. Kontribusi pendapatan nelayan dalam pemenuhan kebutuhan rumah tangga sebesar Rp 13.340/kapita/hari atau Rp. 346.840/kapita/bulan. Pendapatan nelayan dibawah garis kemiskinan dan tergolong dalam kategori paling miskin
Analisis Integrasi Pasar dan Faktor Pembentuk Harga Udang Beku Indonesia di Pasar Internasional Ulfira Ashari; Sahara Sahara; Sri Hartoyo
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (358.833 KB) | DOI: 10.21776/ub.jepa.2019.003.02.19

Abstract

Udang beku adalah salah satu produk ekspor utama perikanan Indonesia yang menghadapi fluktuasi harga dari waktu ke waktu. Harga udang beku Indonesia cenderung mengikuti pergerakan harga udang beku Amerika Serikat sebagai negara tujuan ekspor utama. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis (1) integrasi pasar udang beku antara Indonesia dan Amerika Serikat dan (2) faktor-faktor yang mempengaruhi pembentukan harga ekspor udang beku Indonesia. Model yang digunakan adalah uji kointegrasi dan Error Correction Model (ECM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasar udang beku Indonesia terintegrasi dengan Amerika Serikat. Faktor-faktor yang mempengaruhi harga udang beku Indonesia secara signifikan adalah haga ekspor udang beku Indonesia periode sebelumnya, harga impor udang beku Amerika Serikat dan nilai tukar.
Analisis Ketahanan Pangan Rumah Tangga di Kabupaten Lampung Tengah Lintia Putri Nanda; Jangkung Handoyo Mulyo; Lestari Rahayu Waluyati
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (230.783 KB) | DOI: 10.21776/ub.jepa.2019.003.02.1

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui ketahanan pangan rumah tangga di Kabupaten Lampung Tengah dan 2) mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi ketahanan pangan rumah tangga di Kabupaten Lampung Tengah. Metode analisis yang digunakan untuk mengetahui ketahanan pangan rumah tangga berdasarkan metode Jonsson dan Toole dan analisis regresi logit ordinal untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi ketahanan pangan rumah tangga di Kabupaten Lampung Tengah. Hasil analisis 1) Ketahanan pangan rumah tangga di Kabupaten Lampung Tengah kurang dari 50% berada dalam kondisi tahan pangan atau sebesar 38,04%. 2.a) Harga padian, harga konsumsi lainnya dan pendapatan rumah tangga berpengaruh positif, sedangkan harga aneka kacang, harga makanan dan minuman jadi dan jumlah anggota rumah tangga berpengaruh negatif terhadap ketahanan pangan rumah tangga di Kabupaten Lampung Tengah. 2.b). Ketahanan pangan rumah tangga di perkotaan dan pedesaan tidak berbeda, rumah tangga pertanian lebih tahan pangan dibandingkan rumah tangga non pertanian dan rumah tangga yang menerima raskin mememliki peluang untuk tahan pangan lebih besar dibandingkan rumah tangga yang tidak menerima raskin.
Efisiensi Alokatif Usahatani Padi Pada Lahan Gambut di Kecamatan Pelalawan, Kabupaten Pelalawan, Riau Nazeb, Ahmad; Darwanto, Dwidjono Hadi; Suryantini, Any
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jepa.2019.003.02.5

Abstract

Padi adalah komoditas pangan di Indonesia yang strategis untuk usahatani padi yang memberikan tambahan pendapatan untuk petani. Usahatani dapat meningkat jika penggunaan faktor – faktor produksi sudah efisien. Penelitian bertujuan untuk (1) Menentukan faktor – faktor mempengaruhi produksi usahatani padi dilahan gambut Kabupaten Pelalawan. (2) Menentukan efisiensi alokatif faktor produksi usahatani padi lahan gambut di Kabupaten Pelalawan. Jumlah responden sebanyak 50 petani dengan pengambilan sampel secara sengaja dengan lokasinya berada di Desa pelalawan, Kecamatan Pelalawan, Kabupaten pelalawan, Provinsi Riau. Alat analisis yang digunakan adalah Fungsi Produksi Cobb-Douglass metode Ordinary Least Square (OLS) uji asumsi klasik dan untuk mengetahui tujuan kedua yaitu analisis efisiensi alokatif faktor-faktor produksi usahatani padi lahan gambut di Kabupaten Pelalawan sudah efisien secara alokatif. Efisiensi penggunaan input terjadi apabila petani mampu megupayakan sesuatu agar nilai produk marginal (NPM) untuk suatu input samadengan harga input. Hasil penelitian menunjukkan beberapa variabel dengan pemanfaatan luas lahan, benih, pupuk urea, pupuk tsp, herbisida, insektisida, tenaga kerja dan faktor sosial dan berpengaruh positif terhadap produksi usahatani padi lahan gambut di Kabupaten Pelalawan adalah Luas lahan, benih dan pupuk urea. Hasil analisis efisiensi alokatif menunjukkan pemanfaatan penggunaan benih dan penggunaan pupuk urea belum efisien dalam usahatani padi lahan gambut di Kabupaten Pelalawan, petani harus lebih bijak dalam menanggapi hal itu agar mencapai hasil yang maksimal dari usahatani padi di lahan gambut Kabupaten Pelalawan Provinsi Riau.
Strategi Pengembangan Umbi Mini Bawang Merah True Shallot Seed di Kabupaten Grobogan Nafiatul Khoyriyah; Titik Ekowati; Syaiful Anwar
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jepa.2019.003.02.6

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan serta strategi pengembangan usahatani umbi mini bawang merah  True Shallot Seed di Kabupaten Grobogan. Penelitian dilaksanakan pada bulan September – November 2017 di Desa Penawangan dan Winong, Kecamatan Penawangan, Kabupaten Grobogan. Metode penelitian menggunakan metode sensus dengan jumlah sampel responden sebanyak 86 orang. Analisis data yang digunakan untuk menjawab tujuan adalah analisis regresi linier berganda dan SWOT (strenghts, weaknesses, opportunities, threats). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendapatan usahatani umbi mini bawang merah True Shallot Seed sebesar Rp. 241.056.245 /hektar/musim tanam dengan rata-rata biaya sebesar Rp. 60.827.317/hektar/musim tanam. Berdasarkan hasil uji t bahwa variabel yang dianalisis meliputi biaya benih, biaya pupuk kimia, biaya pupuk hayati, biaya pestisida dan biaya tenaga kerja berpengaruh nyata terhadap pendapatan usahatani umbi mini bawang merah True Shallot Seed dengan nilai signifikansi pada taraf 5 % sedangkan variabel biaya sewa lahan dan biaya screen house tidak berpengaruh nyata terhadap pendapatan umbi mini bawang merah True Shallot Seed. Hasil analisis SWOT diperoleh koordinat (0,609 : 0, 271) yang mana koordinat ini berada pada kuadran I yang artinya Strategi Agresif. Strategi ini menunjukkan posisi usahatani umbi mini bawang merah True shallot seed yang kuat dan berpeluang. Implikasi penelitian ini adalah biaya benih dan biaya pupuk hayati yang tinggi dalam proses usahatani sangat berpengaruh terhadap pendapatan petani, peningkatan umbi mini True Shallot Seed dengan mengoptimalkan strategi produksi, peningkatan sumber daya manusia dan teknologi, dan peningkatan peran lembaga pendukung
Strategi Pengembangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) Kasus di BUMDES Mitra Sejahtera Desa Cibunut Kecamatan Argapura Kabupaten Majalengka Jaka sulaksana; Irni Nuryanti
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (212.641 KB) | DOI: 10.21776/ub.jepa.2019.003.02.11

Abstract

Penelitian ini telah dilaksanakan di Desa Cibunut Kecamatan Argapura Kabupaten Majalengka pada Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Mitra Sejahtera mulai bulan Januari – Agustus 2017. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran BUMDes Mitra Sejahtera, mengidentifikasi dan menganalisis faktor internal dan eksternal yang dapat mempengaruhi perkembangan BUMDes Mitra Sejahtera, serta mengetahui alternatif strategi apa yang memungkinkan untuk diterapkan dalam pengembangan BUMDes Mitra Sejahtera. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan teknik penentuan responden dipecah menjadi dua yaitu sampling jenuh (sensus) dan snowball sampling total jumlah responden adalah 35 orang yang terdiri dari pengurus BUMDes Mitra Sejahtera, Aparat Desa Cibunut, Petani Desa Cibunut dan Karang Taruna Desa Cibunut. Teknik analisis yang digunakan yaitu Deskriptif, analisis SWOT dan matriks QSPM. Hasil penelitian menunjukan bahwa BUMDes Mitra Sejahtera telah dibentuk dari tahun 2015 dan memiliki tiga bidang usaha yang dijalankannya yaitu pengelolaan tanah gunung, kios pertanian dan otomotif (grasstack). Faktor lingkungan internal BUMDes Mitra Sejahtera yang diamati yaitu manajemen, keuangan, SDM, sarana dan prasarana, serta payung hukum, sedangkan Faktor lingkungan eksternal yang diamati adalah teknologi, mitra bisnis, pemerintah, potensi desa, partisipasi masyarakat dan pesaing. Strategi yang menjadi prioritas utama untuk pengembangan BUMDes Mitra Sejahtera adalah menjadi distributor usaha atau sebagai pemasok barang untuk kios pertanian dengan nilai TAS (Total Atractive Score) tertinggi.

Page 1 of 2 | Total Record : 20