cover
Contact Name
Dr. Rosihan Asmara
Contact Email
jepa@ub.ac.id
Phone
+62341-580054
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya Jl. Veteran, Malang. Indonesia, 65145
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
JEPA (Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis)
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 26144670     EISSN : 25988174     DOI : 10.21776/ub.jepa
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis (JEPA) adalah jurnal yang diterbitkan oleh Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian secara reguler setiap tiga bulan sekali untuk tujuan mendeseminasikan hasil penelitian dan pengabdian yang dilakukan oleh mahasiswa, dosen, peneliti dan pengabdi. Topik keilmuan yang melingkupi JEPA adalah bidang ekonomi pertanian dan agribisnis secara luas. Semua makalah yang diterbitkan secara online oleh JEPA terbuka untuk pembaca dan siapapun dapat mendownload atau membaca jurnal tanpa melanggan maupun membayar.
Arjuna Subject : -
Articles 26 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 2 (2021)" : 26 Documents clear
Pola Konsumsi dan Permintaan Protein Hewani di Kota Malang Model Almost Ideal Demand System (AIDS) Muhammad Faishal Farras; Ratya Anindita; Rosihan Asmara
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 5, No 2 (2021)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jepa.2021.005.02.01

Abstract

Total konsumsi protein hewani Indonesia masih tertinggal dari negara lain di ASEAN. Tingkat konsumsi protein hewani di Indonesia hanya mencapai 8% dari total konsumsi pangan. Salah satu indikator yang dapat dilihat dari rendahnya tingkat konsumsi protein adalah bayi pendek. prevalensi bayi pendek meningkat dari 2016 yaitu 27,5% menjadi 29,6% pada 2017. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi pola konsumsi dan permintaan protein hewani yaitu daging sapi, ayam, telur , susu dan ikan di Kota Malang dan untuk Mengetahui elastisitas permintaan protein hewani di Kota Malang. Penelitian ini menggunakan fungsi permintaan Almost Ideal Demand System (AIDS) dengan metode Seemingly Unrelated Regression (SUR). Faktor-faktor yang berpengaruh signifikan terhadap pola konsumsi dan permintaan protein hewani di Kota Malang ada harga sendiri, pendapatan, dan faktor sosiodemografi yang mempengaruhi permintaan adalah jumlah anggota rumah tangga, usia kepala rumah tangga, tingkat pendidikan dan jenis pekerjaan kepala rumah tangga. Elastisitas harga dari permintaan menunjukkan bahwa komoditas protein hewani di Malang inelastis, elastisitas pendapatan menunjukkan barang normal, dan elastisitas silang menunjukkan bahwa komoditas ini saling substitusi.
Analisis Komparasi Faktor-Faktor Produksi dan Pendapatan pada Usahatani Padi Lahan Sawah dengan Sistem Irigasi yang Berbeda di Kecamatan Banyubiru Maruhum Simbolon; Bambang Mulyatno Setiawan; Edy Prasetyo
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 5, No 2 (2021)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jepa.2021.005.02.24

Abstract

Perbedaan letak geografis dan sistem pengairan pada lahan sawah Rawa Pening dan lahan sawah irigasi sederhana menyebabkan adanya perbedaan penggunaan faktor-faktor produksi yang meliputi luas lahan, benih, pupuk, pestisida, tenaga kerja dan nilai pendapatan petani. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis jumlah penggunaan dan perbedaaan faktor-faktor produksi dan nilai biaya produksi, jumlah produksi, penerimaan dan pendapatan. Metode penelitian menggunakan metode survei. Lokasi penelitian dipilih secara sengaja (purposive). Metode penentuan sampel dilakukan dengan metode nonprobability sampling melalui teknik quota sampling. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah sebanyak 60 responden yang meliputi 30 responden untuk lahan sawah Rawa Pening dan 30 responden untuk lahan sawah irigasi sederhana. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan analisis deskriptif dan analisis uji beda independent sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata penggunaan faktor-faktor produksi meliputi luas lahan, benih, pupuk, pestisida dan tenaga kerja pada lahan sawah Rawa Pening secara berurutan adalah 0,367 ha,  21,3 kg, 158,44 kg, 0,236 liter dan 14,97 HOK dan pada lahan sawah irigasi sederhana secara berurutan adalah 0,427 ha, 20,90 kg, 201,83 kg, 0,203 liter, 3,16 liter dan 18,79 HOK. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biaya pendapatan pada lahan sawah Rawa Pening adalah Rp 5.057.886,20 dan pada lahan sawah irigasi sederhana adalah Rp 9.136.848,40. Hasil analisis uji beda dengan konversi pada lahan 1 ha menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan pada penggunaan benih, pestisida dan tenaga kerja sementara terdapat perbedaan pada penggunaan pupuk. Terdapat perbedaan pada biaya produksi, produksi, penerimaan dan pendapatan, antara lahan sawah Rawa Pening dan lahan sawah irigasi sederhana dimana pendapatan lahan sawah irigasi sederhana lebih besar dibandingkan lahan sawah Rawa Pening.   
Kelayakan Agroindustri Jeruk di Desa Sukoreno Kecamatan Umbulsari Kabupaten Jember Uus Fadia; Rezky Octavian Harmanto Saputro; Alfina Uswatun Hasanah
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 5, No 2 (2021)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jepa.2021.005.02.15

Abstract

Jeruk adalah komoditas hortikultura yang cukup digemari oleh masyarakat dan menguntungkan jika dikembangkan. Keadaan tersebut dapat disebabkan oleh jumlah produksi jeruk lokal masih sangat rendah, sehingga yang mendominasi pasar adalah jeruk impor. Pohon jeruk siam mampu beradaptasi pada beberapa kondisi iklim di Indonesia sehingga memiliki potensi yang tinggi untuk dikembangkan. Penelitian ini dilakukan di Desa Sukoreno Kecamatan Umbulsari Kabupaten jember terhadap anggota kelompok petani Sumber Makmur. Jenis dan sumber data pada kegiatan penelitian dapat dibagi menjadi dua yakni data primer dan data sekunder. Analisis data merupakan metode untuk mengolah sebuah data menjadi informasi sehingga sebuah data menjadi mudah dipahami. tiga aspek pada Agroindustri Jeruk di Desa Sukoreno Kecamatan Umbulsari Kabupaten Jember, diantaranya yaitu: a.Aspek pasar dan pemasaran pada usaha agroindustri sirup jeruk siam yaitu terletak pada pemilihan koperasi sebagai pasar penjualan produk. Segmen pasar agroindustri sirup jeruk berdasarkan karakteristik konsumen meliputi kelas sosial dan gaya hidup. Pasar sasaran pada agroindustri jeruk ditinjau dari status sosial meliputi masyarakat kalangan menengah ke bawah. Pemilik agroindustri jeruk melakukan persaingan produk dengan menampilkan beberapa keunggulan yang dimiliki produk sirup jeruk untuk menentukan posisi pasar. b.Aspek teknis dan teknologi dalam usaha agroindustri sirup jeruk siam meliputi pemilihan lokasi yang terletak di Desa Sukoreno, kapasitas produksi sebanyak 350 botol. Pelaksanaan produksi sirup jeruk dilakukan setiap 1 minggu sekali. Pengkoordinasian dilakukan pada karyawan ketika selesai melakukan proses produksi. Evaluasi dan pengendalian dilakukan juga untuk mengatasi berbagai kendala ketika produksi sirup jeruk finansial pada usaha agroindustri sirup jeruk siam di Desa Sukoreno Kecamatan Umbulsari dinilai dengan menghitung kriteria investasi. 
Segmentasi Pasar Produk Keripik Pisang Industri Rumah Tangga Morinawa Rahmawaty Andi Nadja; Andi Sitti Halimah
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 5, No 2 (2021)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jepa.2021.005.02.06

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuibagaimana segmentasi pasar produk keripik pisang Zelika pada industri rumah tangga Morinawa.Penelitian ini dilakukan di Kelurahan Kappasa, Kecamatan Tamalanrea, Kota Makassar.Penentuan lokasi ini dilakukan secara purposive sampling dengan pertimbangan bahwa di wilayah tersebut terdapat agroindustri pengolahan buah pisang menjadi keripik.Dalam penelitian ini digunakan teknik penelitian studi kasus.Sebagai dasaryang dapat digunakan dalam  segmentasi ini adalah variabel utama yang dipergunakan dalam mensegmentasi pasar konsumen berdasarkan Kotler yaitu Geografis, Demografis, Psikografis, dan Perilaku.Hasil penelitian menunjukkan keripik pisang Zelika dapat dijangkau oleh masyarakat, baik lokasi produk ini dipasarkan maupun harga yang ditawarkan.Pilihan terhadap keripik pisang Zelika umumnya sebagai camilan selingan khusus bagi mereka yang aktivitas kesehariannya lebih banyak diluar rumah sehingga sangat mempengaruhi mereka untuk membeli camilan di pasar-pasar modern.Selain itu, pendapatan masyarakat perkotaan yang cenderung cukup tinggi juga ikut menentukan pola konsumsi mereka termasuk keputusan dalam membeli keripik pisang Zelika.
Pengukuran Kinerja Rantai Pasok pada PT. Saudagar Buah Indonesia dengan Menggunakan Metode Supply Chain Operation Reference (SCOR) Syafrizal Saragih; Totok Pujianto; Irfan Ardiansah
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 5, No 2 (2021)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jepa.2021.005.02.20

Abstract

Peningkatan pertumbuhan sektor industri tidak terlepas dari peran industri kecil menengah (IKM). Salah satu IKM yang belokasi di Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang adalah PT. Saudagar Buah Indonesia yang bergerak dibidang industri pengolahan pangan dengan merek yang dikenal yaitu Frutivez. PT. Saudagar Buah Indonesia sedang mengalami masalah dalam kinerja manajemen rantai pasok. Oleh sebab itu, PT. Saudagar Buah Indonesia memerlukan pengukuran kinerja rantai pasok agar diketahui bagian-bagian dari kegiatan rantai pasok yang memiliki nilai kinerja yang rendah sehingga dapat dilakukan analisis masalah dan penemuan solusinya. Pengukuran kinerja rantai pasok dalam penelitian ini menggunakan metode Supply Chain Operations Reference (SCOR) dan penentuan nilai bobot tiap metrik kinerja rantai pasok menggunakan Analytical Hierarchy Process (AHP). Hasil dari pengukuran kinerja rantai pasok pada PT. Saudagar Buah Indonesia adalah 84,19 termasuk dalam kriteria sedang. Atribut rantai pasok yang memiliki nilai kinerja kurang maksimal adalah responsivitas, adaptabilitas, dan manajemen aset. PT. Saudagar Buah Indonesia harus melakukan perbaikan pada sektor penjualan, sektor pengolahan, dan siklus keuangan perusahaan.
Analisis Komparatif Industri Rumah Tangga Gula Merah dan Gula Semut di Kecamatan Buayan, Kabupaten Kebumen Rina Tri Puspitasari; Mei Tri Sundari; Setyowati Setyowati
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 5, No 2 (2021)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jepa.2021.005.02.11

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan keuntungan, profitabilitas, dan efisiensi dari industri rumah tangga gula merah dan industri rumah tangga gula semut di Kecamatan Buayan, Kabupaten Kebumen. Metode dasar penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dan analitik. Metode pengambilan lokasi secara purposive dan pengambilan sampel dengan metode simple random sampling. Jumlah sampel yang diambil dalam penelitian ini adalah 30 responden gula merah dan 30 responden gula semut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata biaya industri rumah tangga gula merah sebesar Rp 2.110.243, penerimaan sebesar Rp 2.421.617, dengan keuntungan sebesar Rp 311.374, sedangkan besarnya rata-rata biaya industri rumah tangga gula semut sebesar Rp 2.484.629, penerimaan sebesar Rp 3.741.700, dengan keuntungan sebesar Rp 1.257.071. Industri rumah tangga gula merah mempunyai tingkat profitabilitas sebesar 12,75%, dengan nilai efisiensi sebesar 1,13, sedangkan industri rumah tangga gula semut sebesar 46,66% dengan nilai efisiensi sebesar 1,47. Hasil uji statistik (t-test) menunjukkan bahwa terdapat perbedaan keuntungan, profitabilitas, dan efisiensi antara industri rumah tangga gula merah dan gula semut.

Page 3 of 3 | Total Record : 26