cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Biologi Tropis
Published by Universitas Mataram
ISSN : 14119587     EISSN : 25497863     DOI : -
Jurnal Biologi Tropis (ISSN Cetak 1411-9587 dan ISSN Online 2549-7863) diterbitkan mulai tahun 2000 dengan frekuensi 2 kali setahun oleh Program Studi Pendidikan Biologi PMIPA FKIP Universitas Mataram, berisi hasil penelitian dan ulasan Ilmiah dalam bidang Biologi Sains.
Arjuna Subject : -
Articles 2,360 Documents
Identifikasi Bambu pada Daerah Aliran Sungai Tiupupus Kabupaten Lombok Utara Huzaemah, Tri Mulyaningsih Evy Aryanti
Jurnal Biologi Tropis Jurnal Biologi Tropis. Vol.16 No.2 Desember 2016
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (350.691 KB) | DOI: 10.29303/jbt.v16i2.221

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis bambu, membuat kunci identifikasi, deskripsi, membuat dendogram hubungan kekerabatan antar jenis bambu, peta persebaran bambu di Daerah Aliran Sungai Tiupupus Lombok Utara dan persebaran jenis-jenis bambu pada tiap ketinggian. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode jelajah, yakni kolektor menjelajahi Daerah Aliran Sungai untuk mengoleksi semua jenis bambu yang ada di sepanjang sungai utama (6.576 meter), 50 meter dari tepi kiri dan kanan palung sungai. Hasil penelitian didapatkan 9 jenis dan 1 varietas yang termasuk ke dalam anggota dari 5 marga yaitu Dendrocalamus asper, Thyrsostachys siamensis, Schizostachyum jaculans, Gigantochloa atter, Gigantochloa apus, Bambusa glaucophylla, Bambusa multiplex, Bambusa maculata, Bambusa vulgaris, dan Bambusa vulgaris var. vittata.  Kata Kunci:  Keanekaragaman Bambu, Sungai Tiupupus  Lombok Utara  
Densitas Amfibi Di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat Muhammad Syazali, Agil Al Idrus dan Gito Hadiprayitno
Jurnal Biologi Tropis Jurnal Biologi Tropis vol.17 No.1 Juni 2017
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (319.498 KB) | DOI: 10.29303/jbt.v17i1.434

Abstract

Abstrak. Aspek ekologi dari amfibi dan trend populasi dari Limnonectes dammmermani yang belum banyak diketahui, disebabkan oleh kurangnya studi tentang hewan tersebut di habitatnya. Update data ukuran populasi spesies lainnya juga dibutuhkan untuk kegiatan konservasi amfibi di Pulau Lombok. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis densitas 12 spesies dari kelas amfibi yang ditemukan di Pulau Lombok. Survey lapangan dilakukan di 10 lokasi sampling yang tersebar di Pulau Lombok menggunakan metode Visual Encounter Survey (VES) selama bulan Maret – Juli 2016. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bufo melanostictus adalah spesies yang memiliki kepadatan paling tinggi (0.30 individu/are), kemudian Fejervarya cancrivora dan Limnonectes kadarsani (0.24 individu/are), sedangkan yang paling rendah adalah Oreophryne monticola (0.01 individu/are). Kata kunci: densitas, amfibi, Pulau Lombok Abstract. The ecological aspect of the amphibians and population trends of Limnonectes dammmermani are not widely known, due to the lack of studies of these animals in their habitats. Update data on other species population size is also required for amphibious conservation activities on Lombok Island. This study aims to analyze the density of 12 species of amphibian classes found on the island of Lombok. The field survey was conducted in 10 sampling sites spread on Lombok Island using Visual Encounter Survey (VES) during March - July 2016. The results showed that Bufo melanostictus was the highest density species (0.30 indi./are), then Fejervarya cancrivora and Limnonectes kadarsani (0.24 indi./are), while the lowest is Oreophryne monticola (0.01 indi./ are). Key word: density, amphibians, Lombok Island
Penggunaan BA Pada Mikropropagasi Pisang (Musa paradisiaca L.) Kultivar Kusto Reni Apriani, Tri Mulyaningsih Rina Kurnianingsih dan Fitrahtunnisa
Jurnal Biologi Tropis Jurnal Biologi Tropis. Vol.16 No. 1 Juni 2016
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (124.701 KB) | DOI: 10.29303/jbt.v16i1.213

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi Benziladenin (BA) terhadap mikropropagasi pisang (Musa paradisiaca L.) kultivar Kusto. Penelitian dirancang menggunakan RAL dengan 6 taraf perlakuan konsentrasi Benziladenin (2, 3, 4, 5, 6 dan 7 mg/l), setiap perlakuan terdiri dari 5 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi BA tidak berpengaruh nyata terhadap waktu muncul tunas, jumlah tunas dan panjang tunas. Waktu muncul tunas tercepat (36,67 hst) didapat pada perlakuan 6 mg/l BA, panjang tunas tertinggi (2,38 cm) pada perlakuan 4 mg/l BA dan jumlah tunas terbanyak (1,6 tunas) pada perlakuan 7 mg/l BA.Kata kunci: Musa paradisiaca, pisang ‘Kusto’, mikropropagasi, kultur jaringan. ABSTRACTThe aim of this research was to study the effect of Benzyladenine consentrations on micropropagation of banana (Musa Paradisiaca L.) cultivar Kusto.  The experiment used completely randomized design with 6 level treatments of Benzyladenine consentration (2, 3, 4, 5, 6 and 7 mg/l), each treatment consisted of 5 replications. The result of the experiment showed that the treatments did not significantly effect the shoots formation time, the number of shoots and the length of shoots. The fastest shoots formation time (36,67 hst) was observed in treatment 6 mg/l BA, the highest length of shoots (2,38 cm) in treatment 4 mg/l BA and the highest number of shoots (1,6 shoots) in treatment 7 mg/l BA.Key words: Musa paradisiaca, banana ‘ Kusto’, micropropagation, tissue culture.
Nilai Ekologis Ekosistem Hutan Mangrove Siti Julaikha, Lita Sumiyati
Jurnal Biologi Tropis Jurnal Biologi Tropis vol.17 No.1 Juni 2017
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (234.07 KB) | DOI: 10.29303/jbt.v17i1.389

Abstract

Abstrak Mangrove mempunyai peranan nilai ekologis yang sangat penting dalam mendukung  konservasi laut dan pembangunan wilayah pesisir. Fungsi dan manfaat mangrove telah banyak diketahui, baik sebagai tempat pemijahan ikan di perairan, pelindung daratan dari abrasi oleh ombak, pelindung daratan dari tiupan angin, penyaring intrusi air laut ke daratan dan kandungan logam berat yang berbahaya bagi kehidupan, tempat singgah migrasi burung, dan sebagai habitat satwa liar serta manfaat langsung lainnya bagi manusia. Teknik pengumpulan data dalam panelitian ini yaitu studi kepustakaan, yang merupakan suatu teknik pengumpulan data dengan menghimpun dan menganalisis dokumen-dokumen, baik dokumen tertulis, gambar ataupun elektronik, dalam hal ini berupa analisis artikel dari berbagai sumber jurnal (Internasional & Nasional) kemudian dianalisis secara deskriptif. kata kunci: Ekologis, Ekosistem, dan Hutan Mangrove. Abstract            Mangrove has a very important ecological value role in supporting marine conservation and coastal area development. The functions and benefits of mangroves have been widely known, both as a spawning ground for fish in waters, land protection from abrasion by waves, land-covering from the wind, intrusion of seawater into land and heavy metal contents harmful to life, bird migration shelter, and as a wildlife habitat as well as other direct benefits to humans. The technique of collecting data in this research is literature study, which is a technique of collecting data by collecting and analyzing documents, either written documents, drawings or electronic, in this case in the form of article analysis from various sources of journals (International & National) then analyzed in descriptive. Keywords: Ecological, Ecosystem, and Mangrove Forest. 
ANALISIS KANDUNGNAN LOGAM BERAT PADA TUMBUHAN MANGROVE Khairuddin, M. Yamin, Abdul Syukur
Jurnal Biologi Tropis Vol. 18 No. 1 (2018): Januari - Juni
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (205.719 KB) | DOI: 10.29303/jbt.v18i1.731

Abstract

AbstrakPencemaran air dapat berasal dari sampah, limbah cair serta bahan pencemar lain seperti dari pupuk, pestisida, penggunaan detergen sebagai bahan pembersih. Air laut dapat dengan mudah tercemari oleh berbagai logam berat seperti timbal (Pb), dan kadmium (Cd). Permasalahan dalam penelitian ini yaitu ” Berapakah kandungan logam berat (Pb dan Cd) pada tumbuhan bioindikator dari teluk Bima ? Tujuan dari penelitian ini yaitu ingin mengetahui kandungan logam berat Pb dan Cd pada tumbuhan bioindikator dari teluk Bima. Pengambilan sampel ditentukan berdasarkan pertimbangan topografi, yang dibagi menjadi 2 stasiun. Sampel akar dan daun mangrove  diambil dengan menggunakan alat pemotong atau secara manual untuk 2 spesies mangrove yaitu Sonneratia alba dan Ryzophora apiculata. Jaringan dari akar dan daun akan dianalisis kandungan logam berat berupa timbal (Pb), dan Kadmium (Cd) dengan menggunakan alat Spektrofotometer Serapan Atom (Atomic Absorption Spectrophotometer). Hasil penelitian menunjukkan kandungan logam berat timbal (Pb) pada jaringan daun dan akar tumbuhan bioindikator/mangrove dari teluk Bima pada spesies bakau (Sonneratia alba) masing-masing 3,74 ppm dan 4,15 ppm. Sedangkan kadar logam timbal (Pb) pada jaringan daun bakau kecil (Ryzophora apiculata) sebesar 3,21 ppm dan pada akarnya sebesar 1,85 ppm. Kadar Cd pada daun bakau (Sonneratia alba) adalah 0,24 ppm, dan pada akarnya sebesar 0,19 ppm. Sementara kadar Kadmium (Cd) pada daun Ryzophora apiculata adalah 0,41 ppm dan pada akarnya sebesar 0,18 ppm.Kata Kunci : Tumbuhan bioindikator,  jaringan akar dan daun, dan logam berat.AbstractThe contamination of  water come from waste, liquid waste and other pollutants such as from fertilizers, pesticides, use of detergents as cleaning materials. Sea water can be easily polluted by various heavy metals such as lead (Pb), and cadmium (Cd). The problem in this study is "What is the heavy metal content (Pb and Cd) in bioindicator plants from Bima bay? The purpose of this study is to know the heavy metal content of Pb and Cd in bioindicator plants from Bima bay. Sampling is determined based on topographic considerations, which are divided into 2 stations. Samples of roots and mangrove leaves were taken using cutlery or manually for 2 mangrove species namely Sonneratia alba and Ryzophora apiculata. The tissue from root and leaf will be analyzed heavy metal content in the form of lead (Pb), and Cadmium (Cd) by using Atomic Absorption Spectrophotometer (Atomic Absorption Spectrophotometer). The results showed that the heavy metal content of lead (Pb) in leaf tissue and bioindicator / mangrove root from Bima bay in mangrove species (Sonneratia alba) were 3.74 ppm and 4.15 ppm respectively. While the lead metal content (Pb) in small mangrove leaf tissue (Ryzophora apiculata) of 3.21 ppm and at its roots of 1.85 ppm. The level of Cd in mangrove leaves (Sonneratia alba) is 0.24 ppm, and at its roots of 0.19 ppm. While the level of cadmium (Cd) in Ryzophora apiculata leaves is 0.41 ppm and at its roots of 0.18  ppm.Keywords: Bioindicator, root and leaf tissue, and heavy metal.
ANALISIS KOMUNITAS MAKROZOOBENTHOS DENGAN BEBERAPA INDEKS BIOLOGI DALAM PENENTUAN TINGKAT PENCEMARAN HULU SUNGAI CISADANE, BOGOR Majariana Krisanti, Emi Susilowati dan Yusli Wardiatno
Jurnal Biologi Tropis Jurnal Biologi Tropis. Vol.13 No.1 Juni 2013
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jbt.v13i1.69

Abstract

ABSTRAKTujuan penelitian ini adalah untuk menggunakan komunitas makroozoobenthos sebagaiindikator biologi perairan di hulu Sungai Cisadane melalui aplikasi beberapa indeks biologi.Sampling dilakukan di segmen hulu Sungai Cisadane, Desa Pasir Buncir, KecamatanCaringin, Kabupaten Bogor, Jawa Barat pada bulan Juni - Agustus 2006. Indeks biologi yangdigunakan adalah Indeks keanekaragaman, LQI, FBI, Indeks Pantle & Buck, dan SIGNAL 2,ditambah dengan analisis kualitas air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi dankepadatan makrozoobenthos bervariasi antar stasiun dan antar pengamatan. Dari analisismenggunakan lima metode indeks biologi diduga perairan hulu Sungai Cisadane tercemarsangat ringan hingga ringan. Metode FBI nampaknya paling sesuai diterapkan di sungai ini,dan untuk dipakai di Indonesia.Kata kunci: makrozoobenthos, indeks biologi, pencemaran, sungaiABSTRACTThe aime of the research was to use makrozoobenthic community as bioindicator of CisadaneRiver headstream by some biological indices analyses. Sample collections were made inheadstream segment of Cisadane River in Pasir Buncir Village, Bogor Regency, West Jawaon June – August 2006. Some biological indices were applied, i.e. Shannon-Wiener index,LQI, FBI, Indeks Pantle & Buck, and SIGNAL 2; in addition, water quality analysis was alsoperformed. The results showed that the composition and abundance of makrozoobenthiccommunity varied among sampling stations as well as sampling time. The indices showedthat the river segment was very light until light polluted. FBI seemed to be the suitable indexto determine pollution status in the river, and for applying in Indonesia.Keywords: makrozoobenthos, biological indices, pollution, stream
PENGETAHUAN EKOLOGI MASYARAKAT LOKAL SEBAGAI INDIKATOR PENILAIAN POTENSI LAMUN (SEAGRASS) DI TANJUNG LUAR LOMBOK TIMUR Abdul Syukur
Jurnal Biologi Tropis Jurnal Biologi Tropis. Vol.13 No. 2 Desember 2013
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (977.499 KB) | DOI: 10.29303/jbt.v13i2.153

Abstract

AbstraksLamun adalah jenis tumbuhan tingkat tinggi yang telah dikenal cukup lama olehmasyarakat di wilayah pesisir. Tujuan dari artikel ini adalah memformulasikan secarakonseptual bentuk pengetahuan ekologi masyarakat lokal sebagai instrumen penilaianperubahan kondisi lamun. Teknik sampling yang digunakan adalah quota sampling dengankriteria responden umurnya ≥ 40 tahun dan jenis pekerjaan utama sebagai nelayan. Selain ituuntuk mendapatkan informasi yang lebih lengkap dan mendalam digunakan teknik snowballsampling. Analisis data di lakukan secara diskriftif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwapengetahuan ekologi masyarakat lokal cukup komprehensip. tentang lamun. Klasifikasi jenislamun oleh masyarakat lokal menjadi 4 jenis yaitu lamun kaken (Enhalus acoroides), lamunranten (alga), lamun hijau dan lamun pupak (rumput). Distribusi tiap jenis lamun dan fungsilamun terhadap ikan dan biota laut dalam perspektif masyarakat tidak berbeda dengan yangdijelaskan oleh sumber-sumber secara ilmiah. Kesimpulan dari penelitian ini adalahpengetahuan ekologi masyarakat lokal dapat menjadi instrumen pengelolaan lamun, terutamadalam mendeteksi perubahan kondisi lamun akibat gangguan baik dari alam maupunantropogenik.Kata kunci: Pengetahuan Ekologi dan Potensi LamunABSTRACTSeagrass is a kind of higher plants that have been known for a long time by the people in thecoastal areas . The purpose of this article is to formulate a conceptual form of local ecologicalknowledge as an instrument of change in the condition assessment of seagrass . The samplingtechnique used was quota sampling criteria respondents aged ≥ 40 years and the main job as afisherman . Moreover, to obtain more detailed information and in-depth use snowballsampling technique . Data analysis was done in descriptive . The results of this study indicatethat local ecological knowledge quite comprehensively . on seagrass . Classification ofseagrass by local communities into 4 types: seagrass Kaken ( Enhalus acoroides ) , seagrassRanten ( algae ) , seagrass and seagrass pupak green ( grass ) . Distribution and function ofeach type of seagrass seagrass on fish and marine life in the perspective of society notdissimilar to that described by scientific sources . The conclusion of this study is localecological knowledge can be instrumental seagrass management , especially in the detectionof changes in the condition of seagrass due to interference from both natural andanthropogenic .Key Words: Ecology Knowledge and Potential Seagrass
Penggunaan BA Pada Mikropropagasi Pisang (Musa paradisiaca L.) Kultivar Kusto Reni Apriani, Tri Mulyaningsih Rina Kurnianingsih, dan Fitrahtunnisa
Jurnal Biologi Tropis Jurnal Biologi Tropis. Vol.16 No. 1 Juni 2016
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (329.539 KB) | DOI: 10.29303/jbt.v16i1.104

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi Benziladenin (BA) terhadap mikropropagasi pisang (Musa paradisiaca L.) kultivar Kusto. Penelitian dirancang menggunakan RAL dengan 6 taraf perlakuan konsentrasi Benziladenin (2, 3, 4, 5, 6 dan 7 mg/l), setiap perlakuan terdiri dari 5 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi BA tidak berpengaruh nyata terhadap waktu muncul tunas, jumlah tunas dan panjang tunas. Waktu muncul tunas tercepat (36,67 hst) didapat pada perlakuan 6 mg/l BA, panjang tunas tertinggi (2,38 cm) pada perlakuan 4 mg/l BA dan jumlah tunas terbanyak (1,6 tunas) pada perlakuan 7 mg/l BA.Kata kunci: Musa paradisiaca, pisang ‘Kusto’, mikropropagasi, kultur jaringan.
ASPEK PERTUMBUHAN UNDUR-UNDUR LAUT, Hippa adactyla DARI PANTAI BERPASIR KABUPATEN KEBUMEN Ali Mashar dan Yusli Wardiatno
Jurnal Biologi Tropis Jurnal Biologi Tropis. Vol.13 No. 2 Desember 2013
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (259.872 KB) | DOI: 10.29303/jbt.v13i2.144

Abstract

ABSTRAKUndur-undur laut atau mole crab merupakan komponen penting dari komunitas makrobentos di pantaiberpasir terbuka, baik di daerah tropis maupun bermusim empat di seluruh dunia.Undur-undur lautmempunyai fungsi ekonomi dan ekologi.Salah satu jenis undur-undur laut yang banyak dijumpai diIndonesia adalah jenis Hippa adactyla.Karena fungsi ekonomi dan ekologi undur-undur laut pentinguntuk dilestarikan, salah satu informasi penting yang dibutuhkan adalah pola pertumbuhan undurundurlaut.Penelitian dilakukan di Pantai Bocor, Kecamatan Buluspesantren, KabupatenKebumen.Pengambilan sampel undur-undur laut dilakukan setiap bulan dari bulan Maret hingga Mei2012, yang dilakukan dengan metode penyapuan dengan bantuan alat tangkap sorok pada daerahpantai berpasir yang terpengaruh gerakan gelombang (swash zone) (swept area method).Hasilpenelitian menunjukkan bahwa undur-undur laut Hippa adactyla yang tertangkap mempunyai kisaranpanjang karapas antara 15 mm hingga 40 mm, dengan ukuran yang paling banyak tertangkap beradapada selang panjang karapas 24-26 mm.Nisbah kelamin undur-undur laut di lokasi penelitianmendekati 1 (1,035) atau tergolong seimbang, dimana jumlah undur-undur laut jantan relatif seragamdengan undur-undur laut betina.Kondisi ini juga menunjukkan bahwa kondisi populasi undur-undurlaut di lokasi penelitian relatif stabil. Pola pertumbuhan undur-undur laut Hippa adactylaseluruhnya,baik jantan, betina, maupun gabungan, adalah isometrik, artinya pertambahan panjang undur-undurlaut relatifsama dengan pertambahan bobotnya.Kata kunci: Hippa adactyla, pantai berpasir, undur-undur lautABSTRACTMole crabs are one of important biological component among macrobenthos communityinhabiting sandy beach, both in tropic or temperate area all over the world. They playsignificant ecology and economy role in their habitat. One of Indonesian mole crabs is Hippaadactyla. Due to its ecological and economical function of the crab, it is neede to study thepopulation growth pattern for biological information based sustainable management. One ofimportant biological information is growth pattern. The research was conducted in PantaiBocor, Kecamatan Buluspesantren, Kabupaten Kebumen. Sample collections were donemonthly during March – May 2012. Sampling was done by swep area method by means oflocal fishermen gear called sorok along swash zone. The results showed that the carapacelength of collected crabs ranged from 19 – 34 mm, with the highest abundance within range of29 – 30 mm. Female dominated the sex ratio. The F/M ratio was 0.244. The growth pattern ofmale was isometric, while in female it was negative allometric. However, combining datashowed that the growth patern of the population was negative allometric, so its length growsfaster than its weight.Keywords: Hippa adactyla, sandy beach, mole crab, southern part of Jawa
Jurnal Biologi Tropis Volume. 16 Nomor. 2 Juli 2016 husnul fuadi
Jurnal Biologi Tropis Jurnal Biologi Tropis. Vol.16 No.2 Desember 2016
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (266.392 KB) | DOI: 10.29303/jbt.v16i2.227

Abstract

JURNAL BIOLOGI TROPISVolume : 16 nomor 2 (Juli – Desember ) 2016 Pelindung:Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Mataram Pimimpin RedaksiDr. Drs. Abdul Syukur, M.Si (Ketua)Dr. Drs, Mahrus, M.Si (Anggota)Dr. Dra. Prapti Setijani, M.Sc (Anggota) Dewan RedaksiProf. Dr. Drs. A Wahab Jufri, M.Sc.Drs. Lalu Zulkifli, M.Si, Ph.DDr. Drs, Karnan. M.Si.Dr. Drs. Muhlis, M.Si.Dr. Drs. Agus Ramdani, M.Sc.Dr. Drs. Dadi Setiadi, M.Sc. Redaksi AhliProf. Ir Sunarpi, Ph.D (Unram)Prof. Dr. Drs. Agil Al Idrus, M.Si (Unram)Prof. Dr. Dra. Dwi Soelistya Dyah Jekti, M.Si (Unram)Dr. Drs. Syachruddin, AR. M.Si (Unram) Jurnal Biologi Tropis menerima naskah dari dosen, peneliti, mahasiswa maupun praktisi yang belumpernah diterbitkan dalam publikasi lain dengan ketentuan penulisan seperti tercantum pada halamandalam sampul belakang. Tulisan yang dimuat dikenakan biayasebesar Rp. 300.000. Pembayaran dapat dilakukan dengan cara: a. pembayaran langsung,b. wesel atau c. transfer ke Tahapan BCA nomor rekening 232 – 0150623 Bank BCA Ampenan.Salinan bukti pembayaran (b dan c) harap dikirim kekantor redaksi.  Penerbit:Prog. Pendidikan Biologi PMIPA FKIP Universitas MataramJl. Majapahit No. 62 Mataram, Lombok NTB 83125Tlp. (0370) 623873 pes 112 Fax. (0370)n634918.E-mail: bio.trofis16@gmail.com

Page 3 of 236 | Total Record : 2360


Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 25 No. 4a (2025): Special Issue Vol. 25 No. 4 (2025): Oktober-Desember Vol. 25 No. 4b (2025): Special Issue Vol. 25 No. 3 (2025): Juli-September Vol. 25 No. 2 (2025): April-Juni Vol. 25 No. 1 (2025): Januari - Maret Vol. 24 No. 4 (2024): Oktober - Desember Vol. 24 No. 3 (2024): July - September Vol. 24 No. 2b (2024): Special Issue Vol. 24 No. 2 (2024): April - Juni Vol. 24 No. 1 (2024): Januari - Maret Vol. 24 No. 1b (2024): Special Issue Vol. 23 No. 4 (2023): October - December Vol. 23 No. 3 (2023): July - September Vol. 23 No. 2 (2023): Special Issue Vol. 23 No. 2 (2023): April-June Vol. 23 No. 1 (2023): Special Issue Vol. 23 No. 1 (2023): January - March Vol. 22 No. 4 (2022): October - December Vol. 22 No. 3 (2022): July - September Vol. 22 No. 2 (2022): April - June Vol. 22 No. 1 (2022): January - March Vol. 21 No. 3 (2021): September - Desember Vol. 21 No. 2 (2021): Mei - Agustus Vol. 21 No. 1 (2021): Januari - April Vol. 20 No. 3 (2020): September - Desember Vol. 20 No. 2 (2020): Mei - Agustus Vol. 20 No. 1 (2020): Januari - April Vol. 19 No. 2 (2019): Juli - Desember Vol. 19 No. 1 (2019): Januari - Juni Vol. 18 No. 2 (2018): Juli - Desember Vol. 18 No. 1 (2018): Januari - Juni Jurnal Biologi Tropis vol.17 No.2 Desember 2017 Jurnal Biologi Tropis vol.17 No.1 Juni 2017 Jurnal Biologi Tropis. Vol.16 No.2 Desember 2016 Jurnal Biologi Tropis. Vol.16 No. 1 Juni 2016 Jurnal Biologi Tropis. Vol.15 no.2 Desember 2015 Jurnal Biologi Tropis. Vol.15 No. 1 Juni 2015 Jurnal Biologi Tropis. Vol.14 No. 2 Desember 2014 Jurnal Biologi Tropis. Vol.14 No. 1 Juni 2014 Jurnal Biologi Tropis. Vol.13 No. 2 Desember 2013 Jurnal Biologi Tropis. Vol.13 No.1 Juni 2013 More Issue