cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Biologi Tropis
Published by Universitas Mataram
ISSN : 14119587     EISSN : 25497863     DOI : -
Jurnal Biologi Tropis (ISSN Cetak 1411-9587 dan ISSN Online 2549-7863) diterbitkan mulai tahun 2000 dengan frekuensi 2 kali setahun oleh Program Studi Pendidikan Biologi PMIPA FKIP Universitas Mataram, berisi hasil penelitian dan ulasan Ilmiah dalam bidang Biologi Sains.
Arjuna Subject : -
Articles 2,360 Documents
STRUKTUR KOMUNITAS IKAN PADA AREAL BUDIDAYA RUMPUT LAUT SISTEM LONG LINE DI TELUK EKAS LOMBOK TIMUR Muhammad Sulaiman, Lalu Japa dan I Putu Artayasa
Jurnal Biologi Tropis Jurnal Biologi Tropis. Vol.13 No. 2 Desember 2013
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (275.903 KB) | DOI: 10.29303/jbt.v13i2.151

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menggambarkan struktur komunitas ikan pada arealbudidaya rumput laut secara long line di Teluk Ekas Lombok Timur. Metode yangdigunakan adalah metode survei dengan menggunakan jaring sapu. Teknik pengambilan datateknik removal sampling. Analisis data untuk menggambarkan struktur komunitas ikanadalah analisis secara diskriptif pada parameter jumlah jenis ikan, kemelimpahan,keanekaragaman, keseragaman, dan dominansinya. Hasil analisis menunjukkan bahwajumlah spesies yang diperoleh sebanyak 886 yang terdiri dari 19 spesies. Spesies ikan yangpaling melimpah adalah Apogon angustatus diikuti oleh Achreichtys tomentosus dan Histriohistrio. Indeks keanekaragaman spesies termasuk kategori sedang. Sedangkan indekskeseragaman kategori tinggi dan dominansi berada pada katagori rendah. Kesimpulan daripenelitian ini dimana indeks keanekaragaman spesies ikan pada areal budidaya rumput laut diperairan Teluk Ekas secara keseluruhan sebesar 2,55. Nilai keanekaragaman tersebut dapatmenunjukkan bahwa rumput laut memiliki peran yang cukup besar dalam meningkatakanjumlah jenis ikan di lokasi studi.Kata-kata kunci: Kemelimpahan, Keanekaragaman, Keseragaman dan DominansiABSTRACTA research on fish community structure in the area of long line seaweeds mariculture of Ekasbay East Lombok was done. Samplings of fish were conducted during September and October2011. Removal sampling technique was applied in this research. Sample of fishes wereidentified and analyzed for density, diversity, equitability or evenees, and domiancy. Total886 fishes collected were identified as 19 species. Three species with the highest density wereApogon angustatus, Achreichtys tomentosus, and Histrio histrio. Species diversity index offish in Ekas bay was in intermediate category. Furthermore, species index equitability orevenees and dominancy were high and low category, respectively. This means there was nofish species dominated other species. All 19 species of fish recorded in this research were inrelative similar number of individual.Key Words: community structure, fish, seaweeds, Ekas bay
POPULASI BAKTERI NORMAL DAN BAKTERI KITINOLITIK PADA SALURAN PENCERNAAN LOBSTER PASIR (Panulirus homarus L.) YANG DIBERI KITOSAN Baiq Nihayatun Nufus, Galuh Tresnani dan Faturrahman
Jurnal Biologi Tropis Jurnal Biologi Tropis. Vol.16 No. 1 Juni 2016
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (503.387 KB) | DOI: 10.29303/jbt.v16i1.102

Abstract

ABSTRAK Pertumbuhan lobster pasir (Panulirus homarus) sangat bergantung pada bakteri-bakteri yang terdapat pada saluran pencernaan. Salah satu upaya untuk meningkatkannya adalah dengan penambahan kitosan yang akan berpengaruh terhadap bakteri-bakteri kitinolitik saluran pencernaan lobster. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbandingan jumlah bakteri kitinolitik dan bakteri normal pada saluran pencernaan lobster pasir (Panulirus homarus). Penelitian dilakukan selama 3 bulan di Balai Perikanan Budidaya Laut Lombok, Sekotong. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan dengan variasi berat kitosan per-kg pakan (0 g, 1 g, 2 g dan 4 g). Sampel yang diambil dari saluran pencernaan lobster yaitu bagian usus dan lambung. Seri pengenceran 10-6 cfu/ml, 10-7 cfu/ml dan 10-8 cfu/ml diisolasi pada media Plate Count Agar (PCA) dan dimurnikan pada media agar kitin. Perhitungan total bakteri menggunakan analisis Total Plate Count (TPC). Hasil penelitian variasi berat kitosan diperoleh angka lempeng total bakteri pada kontrol, P1, P2 dan P3 secara berturut-turut pada media PCA adalah 49,5x109 cfu/ml, 52,1x109 cfu/ml, 25,1x109 cfu/ml dan 15,8x109 cfu/ml dan pada media agar kitin adalah 5x107 cfu/ml, 272x107 cfu/ml, 241x107 cfu/ml dan 55x107 cfu/ml. Jumlah populasi bakteri tertinggi pada P1 sebesar 52,1x109 cfu/ml pada media PCA dan P1 pada media kitin agar sebesar 272x107 cfu/ml. Berdasarkan hasil analysis of variance (ANOVA 5%) menunjukkan perlakuan variasi berat kitosan per-kg pakan tidak berpengaruh nyata. Kata kunci: lobster pasir, bakteri normal, bakteri kitinolitik, saluran pencernaan, kitosan, metode TPC.
Fermentasi Ikan Kembung (Rastrelliger sp.) dalam Pembuatan Peda dengan Penambahan Bakteri Asam Laktat (BAL) yang Terkandung dalam Terasi Empang pada Berbagai Konsentrasi Garam Yuniati Fajri, AA. Sukarso dan Dewa Ayu Citra Rasmi
Jurnal Biologi Tropis Jurnal Biologi Tropis. Vol.14 No. 2 Desember 2014
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (849.16 KB) | DOI: 10.29303/jbt.v14i2.142

Abstract

ABSTRAKPeda merupakan produk fermentasi ikan melalui penambahan garam pada kadartertentu. Fermentasi Peda terbentuk karena penguraian senyawa lemak dan proteinkompleks yang terdapat dalam tubuh ikan menjadi senyawa yang lebih sederhana denganbantuan enzim dari mikroba fermentor. Berkaitan dengan hal tersebut telah dilakukanpenelitian dengan tujuan mengetahui konsenterasi garam yang tepat dalam pembuatanpeda yang ditambahkan BAL yang terkandung dalam terasi. Sampel ikan kembung yangdiperoleh dari Pasar Bertais diambil sebanyak 36 ekor diberi perlakuan dengan 3konsenterasi penggaraman yang berbeda (15%, 20%, dan 25%) b/b dan difermentasimelalui penggaraman I selama 7 hari dan penggaraman II selama 21 hari. Hasil fermentasidiamati untuk parameter warna, aroma, tekstur dan rasa peda. Data hasil penelitian diujidengan uji hedonik oleh panelis ahli dan hasilnya dianalisis dengan uji Kruskal-Wallis.Hasil analisis data menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan nyata antar perlakuanpenggaraman dan penambahan BAL terhadap sifat hedonik Peda pada p> 0,05. Namun,Peda yang paling diterima oleh panelis adalah Peda yang difermentasi dengankonsenterasi penggaraman 25%.Kata kunci: Fermentasi, Ikan Kembung ,Peda, Bakteri Asam Laktat (BAL), uji hedonikFermentation of Mackerel (Rastrelliger sp.) in Making Peda Added with of LacticAcid Bacteria (LAB) in Several Salt ConcentrationsABSTRACTPeda is a fermentation products by additing of salt in certain concentrations. In thefermentation is occurred breaking the complex compound of fish’s fat and protein intoseveral simpler compounds by enzymes of fermentor agents (the microbes). This researchwas purposed to know exactly salt concentration in the process of making peda withaddition of lactic acid bacteria from terasi. The type of this research is experiment.Population of this research is all Mackerels which are sold in Bertais market, and 36 ofthem are taken as sample, by purposive sampling. The treatment of this research consistsof 3 concentration of salt, that is 15%, 20% and 25%. Data was taken by using hedonictest by 5 expert panelists. Data was analyzed by using Kruskal-Wallis test. Result showedthat there were no treatment differences of salt and lactic acid bacteria towards hedonictests (P > 0,05). Yet, the most acceptable of peda, is fermented within 25% saltconcentration.Key words :Fermentation, Mackerel fish, Peda, Lactic Acid Bacteria, Hedonic Test
Pemetaan Daerah Penangkapan Ikan Dengan Pendekatan Ruang Di Perairan Kabupaten Sumba Timur Ihsan dan Mustamin Tajuddin
Jurnal Biologi Tropis Jurnal Biologi Tropis. Vol.16 No.2 Desember 2016
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (316.254 KB) | DOI: 10.29303/jbt.v16i2.224

Abstract

ABSTRAK Perairan Kabupaten Sumba Timur yang begitu luas menyebabkan distribusi dan sebaran potensi perikanan tangkap sulit untuk dimanfaatkan, oleh karena itu diperlukan adanya suatu peta daerah penangkapan ikan yang jelassehingga para nelayan dapat dengan muda melakukan penangkapan ikan. Penelitian ini bertujuan untuk pemetaan daerah penangkapan ikan dengan pendekatan ruang di perairan Kabupaten Sumba Timur. Kabupaten Sumba Timur  memiliki wilayah perairan laut yang luas dan potensi sumberdaya perikanan tangkap yang sangat melimpah, dan produksi ikan tahun 2014, belum optimal. Hasil analisis kesesuaian daerah penangkapan ikan pelagis ditetapkan “sangat sesuai” (S1)   163.464,47 Ha, “sesuai” (S2)  44.724,60 Ha, kurang sesuai (S3) 11.707,62. Kesesuaian daerah penangkapan ikan demersal  pada kriteria “sangat sesuai” (S1)   7.109,89 Ha,  “sesuai” (S2)   6.386,77 Ha, dan kurang sesuai (S3)   11.233,14 Ha. KATA KUNCI: Analisis; Daerah Penangkapan Ikan;  Pendekatan; Ruang.  ABSTRACT East SumbaWaters  is so wide, the distribution and the spread of fishery potential is difficult to exploit, therefore it is necessary to have a map of the fishing area clearlyso that the fishermen can easily engaging in fishing activities.This study aims to mapping the fishing area with space approach in the waters of East Sumba District. The results of the analysis of the suitability of pelagic fishing area designated "very appropriate" (S1) 163.464,47 Ha, "appropriate" (S2) 44.724,60 ha, less suitable (S3) 11.707,62.Suitability demersal fishing areas on the criteria of "very appropriate" (S1) 7.109,89 Ha, "appropriate" (S2) 6.386,77 Ha, and less suitable (S3) 11.233,14 Ha. KEYWORDS: Analysis; Fishing areas; Approach; Space. 
Aplikasi Analytical Hierarchy Process (AHP) pada model penentuan komoditi Hortikultura unggulan lahan kering di Kabupaten Sumbawa Barat. Nofy Armanto
Jurnal Biologi Tropis Jurnal Biologi Tropis vol.17 No.2 Desember 2017
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (192.758 KB) | DOI: 10.29303/jbt.v17i2.416

Abstract

Abstrak Kabupaten Sumbawa Barat memiliki luas lahan sawah mencapai 9,705 ha. Peningkatan tersebut berkaitan dengan penambahan sawah baru di Kabupaten Sumbawa Barat. Menurut jenisnya sebagian besar lahan sawah berpengairan teknis (4.013 ha), setengah teknis seluas 2.081 ha, sisanya berpengairan sederhana dan tadah hujan lahan kering. Sektor pertanian masih memegang peranan penting dalam menopang perekonomian Kabupaten Sumbawa Barat, karena merupakan penyerap tenaga kerja terbesar. Oleh karena itu sangat diperlukan metode dalam mengolah dan menentukan jenis komoditas hortikultura unggulan yang akan dikembangkan di daerah Kabupaten Sumbawa Barat. Dalam penentuan komoditas hortikultura unggulan dapat menggunakan Analytical Hierarchy Process (AHP). Teknik  pengumpulan  data  pada  penelitian  menggunakan  teknik  survey dan wawancara langsung dengan narasumber yang ada di Kabupaten Sumbawa Barat. Dari hasil Analisis data diketahui bahwa terdapat 10 urutan komoditi unggulan lintas subjenis, dan terlihat bahwa yang memiliki nilai rangking tertinggi adalah jenis buah-buahan, yaitu buah semangka dengan skor terbobot (0.0793).Kata kunci : holtikultura, Analytical Hierarchy Process (AHP), kabupaten Sumbawa Barat.Abstract                                           West Sumbawa Regency has a land area reaches 9,705 ha. The increase is related to the addition of new rice fields in West Sumbawa regency. According to its kind, most of the rice fields are technical (4,013 ha), half technical area of 2,081 ha, the rest are simple and rain-fed with dry land. The agricultural sector still plays an important role in sustaining the economy of West Sumbawa Regency, because it is the largest employer absorber. Therefore it is very necessary method in processing and determine the type of superior horticultural commodities that will be developed in the district of West Sumbawa. In the determination of superior horticultural commodities can use Analytical Hierarchy Process (AHP). Data collection techniques in research using survey techniques and direct interviews with resource persons in West Sumbawa Regency. From the result of data analysis, it is known that there are 10 sequence of superior commodity cross subtype, and it can be seen that the highest rank is the type of fruit, namely watermelon fruit with weighted score (0.0793). Keywords: holtikultura, Analytical Hierarchy Process (AHP), West Sumbawa District. 
Pengaruh Aktivitas Antropogenik Terhadap Kualitas Air, Sedimen dan Moluska di Danau Maninjau, Sumatera Barat. Muhamad Suhaemi Syawal, Yusli Wardiatno dan Sigid Hariyadi
Jurnal Biologi Tropis Jurnal Biologi Tropis. Vol.16 No. 1 Juni 2016
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (602.739 KB) | DOI: 10.29303/jbt.v16i1.210

Abstract

ABSTRAKTelah dilakukan penelitian dengan tujuan untuk mengkaji pengaruh pencemaran dari lingkungan antropogenik terhadap kondisi kualitas air, sedimen dan moluska di perairan Danau Maninjau. Danau Maninjau adalah salah satu danau yang terletak di Kabupaten Agam Sumatera Barat. Tipe danau ini adalah danau tekno vulkanik yang terbentuk oleh aktivitas vulkanik. Isu pencemaran air danau merupakan isu utama dalam pemanfaatan dan pengembangan kawasan danau, di daerah manapun. Kegiatan penduduk di sekitar danau yang cenderung bersifat produktif  pada umumnya otomatis menghasilkan limbah buangan hasil proses produksi. Penelitian ini dilakukan selama 3 (tiga) kali dari bulan Maret-September 2015 di 7 (tujuh) titik lokasi muara sungai di sekitar D. Maninjau yang berpotensi masuknya bahan pencemar. Hasil yang diperoleh menunjukkan konsentrasi rata-rata TP pada air berkisar 0,0245-0,2117 mg L-1; TN 0,5085-1,2292 mg L-1; O-PO4 0,0206-0,2241 mg L-1 dan NO3 0,0841-1,0618 mg L-1. Kandungan logam rata-rata pada sedimen Fe 1,1733-3,5733 mg kg-1; Pb 0,0037-11,230 mg kg-1; Cd 0,0050-0,0193 mg kg-1; Hg 0,00056-0,05914 mg kg-1; dan Cr tidak terdeteksi atau dibawah 0,004 mg kg-1. Sementara untuk rata-rata logam berat pada moluska Fe 0,04-0,948 mg kg-1; Pb 0,002-4,17 mg kg-1; Cd 0,013-1,032 mg kg-1; Cr 0,040-0,098 mg kg-1; dan Hg 0,0004-0,1062 mg kg-1. Dari hasil analisis data yang diperoleh menunjukkan ada dugaan telah terjadi pencemaran logam berat pada sedimen dan  moluska di muara-muara sungai yang masuk langsung ke badan perairan Danau Maninjau. Kata kunci :antropogenik, danau maninjau,kualitas air, moluska, sedimen, ABSTRACTHas conducted research with the aim to study the effect of anthropogenic pollution of the environment on the condition of water quality, sediment and molluscs in the waters of Lake Maninjau. Maninjau is one lake located in Agam regency of West Sumatra.Type this lake is techno volcaniclake formed by volcanic activity.The issue of pollution of the lake water is a major issue in the utilization and development of the area of the lake, in any area. Activity of the population around the lake tends to be productive in general automatically generates waste from the production process results. This study was conducted over three (3) times from March-September 2015 in seven (7) locations of river estuaries around D. Maninjau potential influx of contaminants.The results showed the average concentration of TP in water ranging from 0.0245 to 0.2117 mg L-1; TN 0.5085 to 1.2292 mg L-1; O-PO4 from 0.0206 to 0.2241 mg L-1 and NO3 0.0841 to 1.0618 mg L-1. The average metal content in the sediment Fe 1.1733 to 3.5733 mg kg-1; Pb 0.0037 to 11.230 mg kg-1; Cd 0.0050 to 0.0193 mg kg-1; 0.00056 to 0.05914 mg Hg kg-1; and Cr undetectable or below 0.004 mg kg-1. As for the average heavy metals in mollusks Fe 0.04 to 0.948 mg kg-1; Pb 0.002 to 4.17 mg kg-1; Cd 0.013 to 1.032 mg kg-1; Cr 0.040 to 0.098 mg kg-1; and Hg from 0.0004 to 0.1062 mg kg-1. From the analysis of the data obtained showed no allegation has been going on heavy metal pollution in the sediment and molluscs in a river estuary that goes directly into the water body of Lake Maninjau. The purpose of this study was to examine the influence of anthropogenic pollution of the environment on the condition of water quality, sediment and molluscs in the waters of Lake ManinjauKeywords: anthropogenic, Lake Maninjau, molluscs, sediment, water quality
POPULASI BAKTERI NORMAL DAN BAKTERI KITINOLITIK PADA SALURAN PENCERNAAN LOBSTER PASIR (Panulirus homarus L.) YANG DIBERI KITOSAN Baiq Nihayatun Nufus, Galuh Tresnani dan Faturrahman
Jurnal Biologi Tropis Jurnal Biologi Tropis. Vol.16 No. 1 Juni 2016
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (106.646 KB) | DOI: 10.29303/jbt.v16i1.215

Abstract

ABSTRAK Pertumbuhan lobster pasir (Panulirus homarus) sangat bergantung pada bakteri-bakteri yang terdapat pada saluran pencernaan. Salah satu upaya untuk meningkatkannya adalah dengan penambahan kitosan yang akan berpengaruh terhadap bakteri-bakteri kitinolitik saluran pencernaan lobster. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbandingan jumlah bakteri kitinolitik dan bakteri normal pada saluran pencernaan lobster pasir (Panulirus homarus). Penelitian dilakukan selama 3 bulan di Balai Perikanan Budidaya Laut Lombok, Sekotong. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan dengan variasi berat kitosan per-kg pakan (0 g, 1 g, 2 g dan 4 g). Sampel yang diambil dari saluran pencernaan lobster yaitu bagian usus dan lambung. Seri pengenceran 10-6 cfu/ml, 10-7 cfu/ml dan 10-8 cfu/ml diisolasi pada media Plate Count Agar (PCA) dan dimurnikan pada media agar kitin. Perhitungan total bakteri menggunakan analisis Total Plate Count (TPC). Hasil penelitian variasi berat kitosan diperoleh angka lempeng total bakteri pada kontrol, P1, P2 dan P3 secara berturut-turut pada media PCA adalah 49,5x109 cfu/ml, 52,1x109 cfu/ml, 25,1x109 cfu/ml dan 15,8x109 cfu/ml dan pada media agar kitin adalah 5x107 cfu/ml, 272x107 cfu/ml, 241x107 cfu/ml dan 55x107 cfu/ml. Jumlah populasi bakteri tertinggi pada P1 sebesar 52,1x109 cfu/ml pada media PCA dan P1 pada media kitin agar sebesar 272x107 cfu/ml. Berdasarkan hasil analysis of variance (ANOVA 5%) menunjukkan perlakuan variasi berat kitosan per-kg pakan tidak berpengaruh nyata. Kata kunci: lobster pasir, bakteri normal, bakteri kitinolitik, saluran pencernaan, kitosan, metode TPC. ABSTRACT The grow of sand lobster (Panulirus homarus L.)  is extremely depend on a lot of bacteria which is found at digestive system. On of the effort to increase it for chitosan addition that influence to chitinolytic bacteria of sand lobster (Panulirus homarus L.) at digestive system. The research aimed to find out amount of comparation between chitinolytic bacteria and normal bacteria of sand lobster (Panulirus homarus L.) at digestive system which is donefor for three months at Mariculture Hall Lombok, Sekotong. This research use completely randomized design with 4 treatment and 3 test of variation weight of chitosan each kg woof (0 g, 1 g, 2 g dan 4 g). The sampleis taken through its colon and stomach. Melting series 10-6 cfu/ml, 10-7 cfu/ml dan 10-8 cfu/ml are isolated on Plate Count Agar (PCA) and be purified on Chitin Agar Media. The total calculation of bacteria that using Total Plate Count (TPC). The result of chitosan weight variationhas found a total plate count of bacteria on control, P1, P2 and P3 continuously at PCA media are 49,5x109 cfu/ml, 52,1x109 cfu/ml, 25,1x109 cfu/ml dan 15,8x109 cfu/ml and Chitin Agar Media are 5x107 cfu/ml, 272x107 cfu/ml, 241x107 cfu/ml dan 55x107 cfu/ml. the highest is on P1 is about 52,1x109 cfu/ml and P1 for Chitin Agar Media is about 272x107 cfu/ml. Based on the results of analysis of variance (ANOVA 5%) show chitosan weight variation treatment each kg woof did not significantly affect. Keywords: sand lobster, normal bacteria, bacteria chitinolytic, gastrointestinal tract, chitosan, TPC method.
Daftar Isi Jurnal Biologi Tropis Januari - Juni 2017 Daftar Isi Jurnal Biologi Tropis 2017
Jurnal Biologi Tropis Jurnal Biologi Tropis vol.17 No.1 Juni 2017
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (551.959 KB) | DOI: 10.29303/jbt.v17i1.437

Abstract

terlampir
IDENTIFIKASI TUMBUHAN PAKU SEJATI (Filicopytha) DI KAWASAN HUTAN WISATA AIK NYET SEBAGAI SUMBER BELAJAR BIOLOGI Novi Heryani Putri, Ahmad Raksun, I Gde Mertha
Jurnal Biologi Tropis Vol. 18 No. 1 (2018): Januari - Juni
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (115.227 KB) | DOI: 10.29303/jbt.v18i1.734

Abstract

Abstrak KawasanWisata Aik Nyet merupakan kawasan hutan hujan tropis yang memiliki ketinggian 350 hingga 550 mdpl. Di kawasan hutan wisata ini banyak memiliki kekayaan, keanekaragaman hayati yang mempunyai nilai penting bagi kehidupan dan kesejahteraan manusia, di antaranya adalah tumbuhan paku sejati yang masih belum banyak mendapat perhatihan oleh masyarakat.  Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi jenis-jenis tumbuhan paku sejati (Filocopyta) di Kawasan Hutan Wisata Aik Nyet. Prosedur pengumpulan sampel menggunakan metode jelajah. Identifikasi sampel menggunakan beberapa buku, dan situs web. Data yang dikumpulkan diidentifikasi dan dideskripsikan berdasarkan sifat dan cirinya. Hasil penelitian diperoleh 36 spesies. Spesies yang telah diidentifikasi tersebut terklasifikasi dalam 2 ordo, 9 famili, 26 genus. Jenis tumbuhan paku yang paling banyak ditemukan berasal dari Ordo Polipodiales yaitu Famili Polypodiaceae 11 spesies. Kata kunci: identifikasi tumbuhan paku, hutan Wisata Aik Nyet AbstractAik Nyet Tourism Forest is a tropical rain forest area that has an altitude of 350 to 550 MDPL. In this forest area abundant biological resources, biodiversity that has important value for life and human welfare, among them is a fern, which still have not received much attention from the people.The objectives of this study were to identify the species of fern(Filocopyta). The sample collection procedure uses the roaming method. Identify samples using multiple books, and websites. The data collected is identified and described by its characteristics. The results obtained 36 species. Species that have been identified are classified into 2 orders, 9 families, 26 genera. The most common type of fern from the Polipodiales Order is the 11 species Polypodiaceae Family. Keywords: Identification Fern, Aik Nyet Tourism Forest
KEANEKARAGAMAN ARTHROPODA PERMUKAAN TANAH DI HUTAN LINDUNG DAN TAMAN WISATA ALAM KERANDANGAN LOMBOK BARAT Immy Suci Rohyani dan B. Farista
Jurnal Biologi Tropis Jurnal Biologi Tropis. Vol.13 No.1 Juni 2013
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (338.417 KB) | DOI: 10.29303/jbt.v13i1.71

Abstract

AbstractThe aim of this research were to study the diversity of soil Arthropods in KerandanganProtected Forest and Natural Park; and to know the influence of environmental factors(physical and soil chemistry) on the abudance of soil Arthropods. This research wasconducted in Kerandangan Protected Forest and Natural Park. Soil arthropods were gatheredby PSM (metode perangkap sumuran/pitting trap method) and PCT (metode pencuplikantanah/soil sampling method).Identification to the artrophods captured by these methods wasdetermined until ordo level of classification, while data analysis was done by the use of HillBiodiversity Index. Soil Arthropods class that obtained by using PSM method are 5 classesand by PCT method are 6 classes. The total taxa of soil arthropods that obtained by usingPSM method was 25 taxa and by PCT method was 29 taxa. Formicidae, Hymenoptera other,Colembolla, Orthtoptera, Dermaptera weresoil Arthropod groups which are the most abundantand found in almost every location with PSM method. The Taxa obtained by PCT methodwere Acari, Hexapoda larva and Coleoptera.

Page 9 of 236 | Total Record : 2360


Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 25 No. 4 (2025): Oktober-Desember Vol. 25 No. 4b (2025): Special Issue Vol. 25 No. 4a (2025): Special Issue Vol. 25 No. 3 (2025): Juli-September Vol. 25 No. 2 (2025): April-Juni Vol. 25 No. 1 (2025): Januari - Maret Vol. 24 No. 4 (2024): Oktober - Desember Vol. 24 No. 3 (2024): July - September Vol. 24 No. 2b (2024): Special Issue Vol. 24 No. 2 (2024): April - Juni Vol. 24 No. 1 (2024): Januari - Maret Vol. 24 No. 1b (2024): Special Issue Vol. 23 No. 4 (2023): October - December Vol. 23 No. 3 (2023): July - September Vol. 23 No. 2 (2023): Special Issue Vol. 23 No. 2 (2023): April-June Vol. 23 No. 1 (2023): Special Issue Vol. 23 No. 1 (2023): January - March Vol. 22 No. 4 (2022): October - December Vol. 22 No. 3 (2022): July - September Vol. 22 No. 2 (2022): April - June Vol. 22 No. 1 (2022): January - March Vol. 21 No. 3 (2021): September - Desember Vol. 21 No. 2 (2021): Mei - Agustus Vol. 21 No. 1 (2021): Januari - April Vol. 20 No. 3 (2020): September - Desember Vol. 20 No. 2 (2020): Mei - Agustus Vol. 20 No. 1 (2020): Januari - April Vol. 19 No. 2 (2019): Juli - Desember Vol. 19 No. 1 (2019): Januari - Juni Vol. 18 No. 2 (2018): Juli - Desember Vol. 18 No. 1 (2018): Januari - Juni Jurnal Biologi Tropis vol.17 No.2 Desember 2017 Jurnal Biologi Tropis vol.17 No.1 Juni 2017 Jurnal Biologi Tropis. Vol.16 No.2 Desember 2016 Jurnal Biologi Tropis. Vol.16 No. 1 Juni 2016 Jurnal Biologi Tropis. Vol.15 no.2 Desember 2015 Jurnal Biologi Tropis. Vol.15 No. 1 Juni 2015 Jurnal Biologi Tropis. Vol.14 No. 2 Desember 2014 Jurnal Biologi Tropis. Vol.14 No. 1 Juni 2014 Jurnal Biologi Tropis. Vol.13 No. 2 Desember 2013 Jurnal Biologi Tropis. Vol.13 No.1 Juni 2013 More Issue