cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Biologi Tropis
Published by Universitas Mataram
ISSN : 14119587     EISSN : 25497863     DOI : -
Jurnal Biologi Tropis (ISSN Cetak 1411-9587 dan ISSN Online 2549-7863) diterbitkan mulai tahun 2000 dengan frekuensi 2 kali setahun oleh Program Studi Pendidikan Biologi PMIPA FKIP Universitas Mataram, berisi hasil penelitian dan ulasan Ilmiah dalam bidang Biologi Sains.
Arjuna Subject : -
Articles 2,360 Documents
PENGARUH AIR REBUSAN AKAR ARU (Caesalpinia bonduc) TERHADAP KUALITAS SPERMA EPIDIDIMIS MENCIT (Mus musculus) : DASAR PENGEMBANGAN OBAT K0NTRASEPSI TRADISIONAL BAGI LAKI-LAKI D. Setiadi dan S. Bachri
Jurnal Biologi Tropis Jurnal Biologi Tropis. Vol.13 No. 2 Desember 2013
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (108.426 KB) | DOI: 10.29303/jbt.v13i2.146

Abstract

AbstrakIndonesia memiliki banyak tumbuhan berpotensi obat salah satunya bisa dijadikan sebagai obatkontrasepsi tradisonal yang biasa digunakan untuk menjarangkan anak atau sterilisasi sepertirebusan akar Caesalpinia bonduc (Aru). Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh obatkontrasepsi tradisional air rebusan akar aru terhadap kualitas pematangan sperma epididimis mencit(Mus musculus). Mencit dipilih secara acak untuk mewakili 4 kelompok dosis yaitu : 0,0 (K0), 16,0(K1) 24,0 (K2) dan 32,0 (K3) μl/gram berat badan/hari. Setiap kelompok perlakuan dilakukandengan 5 kali replikasi. Perlakuan diberikan melalui oral dengan menggunakan jarum gavage selama10 hari berturut-turut. Pembedahan dilakukan pada hari pertama setelah perlakuan selesai.Pengamatan kualitas sperma epididimis dengan perhitungan produksi sperma, % sperm motil, %sperma hidup, % sperma abnormal,dan rangking keaktifan sperma. Untuk mengetahui ada atautidaknya perbedaan yang bermakna antar perlakuan dalam kelompok dilakukan uji Anava satu arah,bila terdapat perbedaan bermakna dilanjutkan uji BNJ untuk membandingkan angka rata-rata antarkelompok perlakuan. Pemberian air rebusan akar Caesalpinea bonduc pada mencit menunjukanpengaruh perbedaan secara signifikan pada jumlah (%) sperma abnormal antara dosis 0,0 μl dengan24,0 dan 32,0 μl serta antara 16,0 μl dengan 24,0 dan 32,0 μl; Jumlah (%) sperma hidup terdapatperbedaan antara dosis 0,0 μl dengan 16,0 , 24,0 dan 32,0 μl; Jumlah (%) sperma motil terdapatperbedaan antara dosis 0,0 μl dengan 24,0 dan 32,0 μl; Rangking keaktifan sperma terdapatperbedaan antara dosis 0,0 μl dengan 24,0 dan 32,0 μl. Pemberian rebusan akar aru berpengaruhsecara signifikan terhadap peningkatan persen sperma abnormal, dan penuruan persen sperma hidup,motil dan keaktifan.AbstractIndonesia has many species of plants that have potent of medicine, one of them cold be as antraditional contraception medicine ussually used to limit child or sterilizatiom such as root boiledwater of Caesalpinia bonduc. The aims of this study is to know the effect of root boiled water ofCaesalpinia bonduc as traditional contraception medicine on quality of sperm maturation ofepididymis of mice (Mus musculus). Mice were choosed radomly and doses gouped: 0,0 (K0 ), 16,0(K1) 24,0 (K2) and 32,0 (K3) μl/gram body weight/day. Each of group was replicated 5 times.Treatment were given by oral with using gavage needle for ten days. Surgery was carried out on firstday after completing treatments. Examination of epidymis sperm by counting number of spermproduction, percentage of motil, live, abnormal sperm, and rank of sperm motility. In order to knowthe deferences between control and treated group, was used one way anava analysis and analysedvalue for comparing between teratment group. The treatments of root boiled water of Caesalpiniabonduc have effect significantly on percentage of abnormal sperm between dose of 0,0 μl with 24,0and 32,0 μl, also between 16,0 μl with 24,0 and 32,0 μl. Percentage of live sperem is different betweendose of 0,0 μl with 16,0 , 24,0 and 32,0 μl. Percentage of motile sperm is defferent significantlybetween dose of 0,0 μl with 24,0 and 32,0 μl. Meanwhile percentage of motile rank has differencebetween dose of 0,0 μl with 24,0 and 32,0 μl. The treatment of root boiled water of Caesalpiniabonduc has effect signifiantly on increasing percentange of sperm abnormality, decreasingpercentage of life sperm, motile and rank of motile of mice sperm.
APLIKASI PUPUK ORGANIK CAIR UNTUK MENINGKATKAN PERTUMBUHAN KEDELAI (Glycine max L.) Ahmad Raksun
Jurnal Biologi Tropis Jurnal Biologi Tropis. Vol.14 No. 1 Juni 2014
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (42.333 KB) | DOI: 10.29303/jbt.v14i1.359

Abstract

Penelitian tentang aplikasi pupuk organik cair  untuk meningkatkan pertumbuhan kedelai (Glycine max L.) telah dilaksanakan di Kelurahan Pagutan Kota Mataram. Tujuan dilaksanakannya penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) pengaruh aplikasi pupuk organik cair terhadap pertumbuhan kedelai, (2) dosis  pupuk organik cair yang harus diberikan agar kedelai dapat tumbuh secara optimal. Dalam penelitian ini digunakan rancangan acak lengkap  dengan empat ulangan. Hasil penelitian  menunjukkan bahwa (1) pemberian pupuk organik  cair dapat meningkatkan pertumbuhan kedelai, (2) penggunaan dosis pupuk organik cair  3,5  ml/50 ml air memberikan hasil yang terbaik dibandingkan perlakuan lainnya. Kata-kata kunci: Pupuk organik cair, pertumbuhan, kedelai  THE APLICATION OF LIQUID ORGANIC FERTILIZER TO INCREAST THE GROWTH OF SOY BEAN (Glycine max L.)  Ahmad Raksun  ABSTRACT A research about the application of liquid organic fertilizer to increase the growth of soy bean has done in Pagutan, Mataram. The objective of this research are: (1) to know the effect of liquid organic fertilizer to the growth of  soy bean (2) to know the dose of  liquid organic fertilizer  in oder that soy bean can grow optimally. Complately randomized design with four replicates were used in this research. The result of this research are: (1) the application of  liquid organic fertilizer can increas  the growth of soy bean, (2)  aplication 3,5 ml liquid organic fertilizer/50 ml water cause the better growth than other treatment. Key Words: liquid organic fertilizer, growth, soy bean
Kerusakan Lamun (Seagrass) dan Rumusan Konservasinya di Tanjung Luar Lombok Timur Abdul Syukur,Yusli Wardiatno, Ismudi Muchsin dan M. Mukhlis kamal
Jurnal Biologi Tropis Jurnal Biologi Tropis vol.17 No.2 Desember 2017
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (221.655 KB) | DOI: 10.29303/jbt.v17i2.549

Abstract

Abstraks Lamun memiliki fungsi yang cukup vital di lingkungan laut. Fungsi vital lamun adalah habitat biota laut, produktivitas primer, mengatur tingkat trofik serta regulasi gas untuk keseimbangan gas CO2 dan O2 di atmosfir melalui mekanisme fotosintesis.  Disisi lain laju kerusakan lamun terus terjadi dan sulit diprediksi akibat over-ekploitasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami implikasi ekologi dari over-ekploitasi terhadap degradasi biota yang bernilai ekonomi dan kerusakan akibat penggunaan alat yang tidak ramah lingkungan. Selanjutnya merumuskan indikator ekologi dari kedua parameter tersebut sebagai dasar konservasi  lamun. Metode pengambilan data melalui survei, observasi, kuesioner dan dokumentasi. Survei untuk memahami karakter masyarakat yang dipilh sebagai responden dan observasi untuk penilaian jumlah biomassa lamun. Kuesioner untuk menilai kondisi biota yang bernilai ekonomi berdasarkan preperensi masyarakat dan dokumen adalah yang berkaitan dengan ikan hasil tangkapan nelayan, khususnya ikan baronang (Siganidae). Analisis data dilakukan secara diskriptif dan sintesis untuk merumuskan indikator ekologi sebagai dasar konservasi lamun. Hasil penelitian ini menunjukkan over-ekploitasi memiliki dampak yang cukup besar terhadap degradasi biota seperti ikan, moluska, kepiting, see-urchin dan tripang. Implikasi ekologinya dapat dilihat dari degradasi biota yang memiliki peran penting untuk menilai kualitas keanekaragaman hayati dan degradari populasi dari komponen penyususn tingkat trofik  yaitu pada level herbivora dari jenis Siganidae dan see-urchin. Selanjutnya nilai biomassa lamun yang hilang akibat penggunaan alat yang tidak ramah lingkungan. Dari parameter kerusakan lamun dan implikasi ekologi dari degradasi biota digunakan sebagai dasar pertimbangan dalam rumusan konservasi lamun di lokasi studi.  Kata kunci: Over-ekploitasi, Kerusakan lamun dan Konservasi.
Komunitas Fitoplankton Perairan Pantai Utara, Timur, Dan Selatan Pulau Lombok Lalu Japa dan Khairuddin
Jurnal Biologi Tropis Jurnal Biologi Tropis. Vol.14 No. 2 Desember 2014
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (435.167 KB) | DOI: 10.29303/jbt.v14i2.137

Abstract

ABSTRAKPerairan pantai menyediakan sumber daya alam yang melimpah dan potensial untukdimanfaatkan secara ekonomi. Tidak sedikit kegiatan pemanfaatan ekosistem pantai yangdisertai dengan dokumen pengelolaan. Tolok ukur kualitas perairan yang banyak dipakaidan dilaporkan adalah komunitas fitoplankton. Untuk itu, survey ini dilakukan pada 3stasiun di kawasan pemanfaatan ekosistem pantai untuk kegiatan budidaya kerangmutiara. Empat titik sampling ditetapkan pada masing-masing stasiun. 50 ml sampel airlaut diambil pada setiap titik sampling menggunakan jaring plankton dengan mata jaringberukuran 20 μm. Perairan pantai utara dan timur pulau Lombok didominasi olehBacteriastrum delicatulum dan pantai selatan pulau Lombok didominasi oleh Chaetocerosaffinis. Secara umum, ketiga titik sampling penelitian ini didominasi oleh spesies darigenus Chaetoceros. Tetapi Bacteriastrum delicatulum adalah jenis yang paling dominandan melimpah di ketiga lokasi sampling. Indeks diversitas spesies ketiga perairan pantaipulau Lombok tersebut termasuk kategori sedang.Kata kunci: Komunitas, Fitoplankton, Perairan Pantai, EkosistemPHYOPLANKTON COMMUNITY OF NORTH, EAST, AND SOUTHLOMBOK ISLAND COASTAL WATERSABSTRACTCoastal waters providing numerous diversity of flora and fauna since the area is asuitable habitat for many flora and fauna species and have some high economic potentialuses. The flora and fauna than have economical benefits. Community of phytoplankton iscommonly recorded and studied for biological indicator of aquatic ecosystemsustainability. Four sampling sites of each three station (north, east, and south) of Lombokcoastal waters were absorbed for phytoplankton community. Tweleve of 50 ml bottlescoastal waters samples were taken using a nylon plankton net of 20 μm mesh size. Thenorth and east coastal waters of Lombok were dominated by Bacteriastrum delicatulumand the south coastal water of Lombok was dominated by Chaetoceros affinis. In generalthe coastal waters of Lombok were dominated by species of the genus of Chaetoceros.However, diatom Bacteriastrum delicatulum was the most commonly found and has thehighest density in all sampling sites.Species diversity index of phytoplankton in all threesampling station of this study was intermediate categoryKey woods: Community, Phytoplankton, Coastal Water, Ecosystem
APLIKASI PUPUK ORGANIK UNTUK MENINGKATKAN PERTUMBUHAN BIBIT JAMBU METE (Anacardium occidentale L.) Ahmad Raksun
Jurnal Biologi Tropis Jurnal Biologi Tropis. Vol.16 No.2 Desember 2016
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (56.902 KB) | DOI: 10.29303/jbt.v16i2.219

Abstract

ABSTRAK Penelitian tentang aplikasi pupuk organik untuk meningkatkan pertumbuhan bibit Jambu Mete telah dilaksanakan di Desa Pijot Kabupaten Lombok Timur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) pengaruh aplikasi pupuk organik terhadap pertumbuhan bibit Jambu Mete, (2) dosis  pupuk organik agar bibit Jambu Mente dapat tumbuh secara optimal. Dalam penelitian ini digunakan rancangan acak lengkap  dengan tiga ulangan. Hasil penelitian  menunjukkan bahwa (1) pemberian pupuk organik dapat meningkatkan pertumbuhan bibit Jambu Mete, (2) Penggunaan dosis pupuk organik 2,0  kg/12 kg tanah memberikan hasil yang lebih baik dibandingkan perlakuan lainnya. Kata-kata kunci: Pupuk organik, pertumbuhan, jambu mete  THE APLICATION OF ORGANIC FERTILIZER TO INCREAST THE GROWTH OF CASHEW  SEEDLING  Ahmad Raksun  ABSTRACT A research about the application of organic fertilizer to increase the growth of cashew seedling has done in Pijot Village East Lombok. The purpose of this research are: (1) to know the effect of organic fertilizer to the growth of  cashew seedling, (2) to know the dose of  organic fertilizer  in oder that cashew seedling can grow optimally. Complately randomized design with three replicates were used in this research. The result of this research are: (1) the application of  organic fertilizer can increas  the growth of cashew seedling, (2)  Aplication 2,0 kg organic fertilizer/12 kg soil cause the better growth than other treatment. Key Words: organic fertilizer, growth, cashew
Struktur Komunitas Zooplankton Pada Kawasan Biorock di Perairan Gili Trawangan Lombok Utara Ike Putri Desyana, Suripto, Hilman Ahyadi, Lalu Japa
Jurnal Biologi Tropis Jurnal Biologi Tropis vol.17 No.2 Desember 2017
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (332.186 KB) | DOI: 10.29303/jbt.v17i2.400

Abstract

AbstrakZooplankton memiliki peran ekologis yang sangat penting di perairan termasuk pada kawasan biorock di perairan Gili Trawangan Lombok Utara. Penelitian ini dilaksanakan untuk mendapatkan gambaran tentang keanekaragaman dan komposisi jenis zooplankton pada kawasan biorock di perairan Gili Trawangan Lombok Utara. Pengambilan sampel zooplankton dilakukan pada 6 titik di kawasan biorock dan non biorock yang tersebar di perairan Gili Trawangan. Pengamatan dan identifikasi zooplankton dilakukan di Laboratorium Biologi Fakultas MIPA Universitas Mataram. Total zooplankton yang teridentifikasi pada kawasan biorock dan non biorock di perairan Gili Trawangan adalah 56 jenis yang tergolong dalam 6 kelas yaitu kelas Annelida dengan 2 famili (2 jenis), Arthropoda meliputi 19 famili (40 jenis),  Chaetognatha dengan hanya 1 famili (2 jenis), Chordata yang terdiri dari 6 famili (8 jenis), Coelenterata dengan 3 famili (3 jenis) dan Mollusca yang terdiri atas 1 famili (1 jenis). Keanekaragaman jenis zooplankton pada kawasan biorock termasuk kategori sedang dan pada kawasan non biorock termasuk dalam kategori rendah. Jenis yang memiliki nilai penting tertinggi adalah Calanus sinicus.  Kata kunci : zooplankton, biorock, Gili Trawangan AbstractZooplankton have some ecological importants in aquatic ecosystem including in the artificial habitat of biorock in the waters of Gili Trawangan Lombok Utara. A research was conducted in the biorock of Gili Trawangan for zooplankton community. Samplings were done at six sites in the biorock and nonbiorock area of Gili Trawangan waters. Laboratory observation and identification of zooplankton species was conducted in the Biology Laboratory of Science Faculty, University of Mataram. Total fivety six species of zooplankton were identified. The species were member of six classes: Annelide with two families and two species; Arthrophod with six families and eigth species; Chaetognathe with one family and two species; six families and eigth species of class Chordate; three families and three species for class of Coelenterate; and Mollusc with one family and one species. Species diversity of zooplankton in the areas of biorock and nonbiorock were intermediate and low categories, respectively. Calanus sinicus was a dominant species of zooplankton in that areas. Keywords:Community,Zooplankton,Biorock,GiliTrawangan 
KONSORSIUM TUMBUHAN ANTI MOLUSKA UNTUK MENGENDALIKAN KEONG MAS HAMA TANAMAN PADI Baiq Farista, Suripto, Erin Ryantin G. dan Kurniasih Sukenti
Jurnal Biologi Tropis Jurnal Biologi Tropis. Vol.13 No.1 Juni 2013
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (972.184 KB) | DOI: 10.29303/jbt.v13i1.75

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini diarahkan untuk mengembangkan pemberdayaan sejumlah jenis tumbuhan antimoluska yang selektif fisiologis dan aplikasinya yang selektif ekologis untuk mengendalikankeong mas hama tanaman padi. Data mortalitas keong mas diolah dengan menggunakanprogram analisis probit untuk menentukan LC50. Hasil menunjukkan, bahwa preferesi keongmas terhadap tanaman padi tidak dipengaruhi oleh variasi kultivar akan tetapi dipengaruhioleh umur tanaman padi. Tanaman padi 10 hari dan 20 hari lebih disukai oleh keong masdaripada tanaman padi 60 hari. Keong mas berusia enam bulan mempunyai kecepatan makantanaman padi dua kali lipat dari keong mas berusia tiga bulan an empat kali lipat dari eongmas berusia satu bulan. Keberadaan keong mas dan aplikasi molusisida di lapangan tidakmempengaruhi keanekaragaman moluska di sawah padi. Sifat anti moluska terhadap keongmas dari C. gigantea, C. rotundus, P. angulata dan S. grandiflora ditunjukkan terutama olehfraksi ekstrak non-polar, dengan LC50 berturut-turut adalah 29,19 ppm, 18,84 ppm, 22,17 ppmdan 546,53 ppp, sedangkan sifat anti muluska dari S. sesban terutama ditunjukkan olehfraksi ekstrak polar, dengan LC50 164,55 ppm. Golongan senyawa yang terutama aktif antimoluska dari C. gigantea, C. rotundus, P. angulata, S. grandiflora dan S. sesban berturutturutadalah alkaloid, steroid, asam fenolat, dan saponin.
Distribusi, Keragaman Jenis Lamun (Seagrass) dan Status Konservasinya di Pulau Lombok Abdul Syukur
Jurnal Biologi Tropis Jurnal Biologi Tropis. Vol.15 no.2 Desember 2015
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (198.435 KB) | DOI: 10.29303/jbt.v15i2.205

Abstract

ABSTRAKLamun adalah salah satu jenis tumbuhan berbunga yang hidup di perairan laut. Keberadaan padang lamun sangat penting untuk keberlanjutan biota laut dan  bermanfaat secara ekonomi dan sosial bagi masyarakat lokal. Penulisan peper ini bertujuan untuk mendiskripsikan potensi spesies lamun dan distribusinya di pesisir Pulau Lombok dan status konservasinya. Metode pengumpulan data menggunakan penelusuran dokumen yang relevan dan internet dengan kata kunci spesies lamun, distribusi lamun dan status konservasi lamun.  Analisis data secara diskriptif dengan proses identifikasi, sintesis dan merumuskan kesimpulan. Hasil analisis data adalah studi yang berkaitan dengan keberadaan lamun di perairan pesisir Pulau Lombok yang telah dipublikasi masih sangat sedikit.  Selanjutnya jumlah spesies lamun di perairan pesisir Pulau Lombok sebanyak 9 spesies dari 12 spesies lamun di perairan Indonesia. Status konservasi  lamun di perairan pesisir Pulau Lombok sampai saat ini hanya pada kawasan konservasi yaitu di Taman Wisata Laut Gili Air, Trwangan dan Meno serta Kawasan Konservasi Laut Daerah di Gili Sulat. Kesimpulan dari peper  ini adalah dibutuhkan penelitian yang lebih komprehensip tentang lamun di perairan pesisir Pulau Lombok agar status konservasinya dapat diperluas untuk menjamin kelestarian sumberdaya ikan dan biota laut lainnya agar dapat mendukung pengembangan parawisata di Pulau Lombok. Kata kunci: spesies lamun, Distribusi lamun, Status konservasi Lamun dan Pesisir Pulau Lombok ABSTRACTSeagrass is a flowering plant species that live in marine waters. The existence of seagrass is vital to the sustainability of marine and beneficial both economically and socially for the local community. Writing peper aims to describe potential seagrass species and their distribution in the coastal island of Lombok and its conservation status. Methods of data collection using the relevant documents and search the Internet by keyword species of seagrass, seagrass distribution and conservation status of seagrass. Descriptive analysis of the data with the identification, synthesis and drawing conclusions. The results of data analysis is the study related to the presence of seagrass in the coastal waters of the island of Lombok that have been published are still very few. Furthermore, the number of species of seagrass in the coastal waters of the island of Lombok as many as 9 out of 12 species of seagrass species in Indonesian waters. Conservation status of seagrass in the coastal waters of the island of Lombok to date only in the conservation area that is in the Marine Park of Gili Air, Meno and Trwangan and Regional Marine Conservation Area in Gili Sulat. The conclusion of this peper is more comprehensive research is needed on seagrass in the coastal waters of the island of Lombok so that its conservation status can be expanded to ensure the sustainability of fish resources and other marine organisms in order to support the development of tourism in Lombok Island              Keywords: Species of seagrass, Seagrass distribution Seagrass conservation status and Coastal Lombok Island
Uji Efektivitas Daya Hambat Ekstrak Etil Asetat Kulit Batang Kamboja (Plumeria acuminata, Ait.) Terhadap Jamur Fusarium oxysporum fsp. cepae Ni Luh Putu Nina Sriwarthini, Dwi Soelistya Dyah Jekti, Prapti Sedijani
Jurnal Biologi Tropis Jurnal Biologi Tropis vol.17 No.1 Juni 2017
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (462.263 KB) | DOI: 10.29303/jbt.v17i1.391

Abstract

AbstrakPenelitian yang dilakukan ini dilakukan untuk menganalisis: konsentrasi ekstrak etil asetat kulit batang tanaman kamboja yang paling efektif dalam menghambat pertumbuhan jamur Fusarium oxysporum fsp. cepae. Penelitian ini merupakan penelitian eksploratif eksperimen. Metode pengujian sampel yang digunakan yaitu metode uji sensitivitas. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL). Data uji daya hambat dianalisis dengan mengukur diameter zona hambat bakteri uji dan dianalisis menggunakan ANOVA (Analysis Of Varians) yang dilanjutkan dengan uji beda nyata terkecil (BNT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh konsentrasi ekstrak etil asetat mulai dari 5, 20, 35, 50 dan 65% efektif menghambat pertumbuhan jamur patogen dan membentuk zona hambat yang termasuk dalam kategori sangat kuat.Kata kunci: Kulit batang, Kamboja, daya hambat, Fusarium.AbstractThe aim of this research was to analyze : The most effective concentration that could inhibit the growth of Fusarium oxysporum fsp. cepae. This was an explorative experimental research. Samples are examined by sensitivity test. Design of this research was Complete Random Design. Data were collected by measuring the clear zone diameter of fungu’s growth inhibition and analyzed using Analysis Of Varians (ANOVA) then continued by using LSD (Least Significance Difference) test. The result showed that all the concentration of ethyl acetate extract start from 5, 20, 35, 50 and 65% effective inhibit the growth of patogen fungi and produced clear zone in very strong categories.Keywords: Bark, Plumeria acuminata, inhibition potention, Fusarium   
STRUKTUR KOMUNITAS MAKRO ALGA DI PERAIRAN DESA MATA SULAWESI TENGGARA Ira ira
Jurnal Biologi Tropis Vol. 18 No. 1 (2018): Januari - Juni
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (517.485 KB) | DOI: 10.29303/jbt.v18i1.729

Abstract

AbstrakMakroalga termasuk salah satu sumberdaya hayati laut yang banyak terdapat di perairan Indonesia. Makroalga memiliki potensi besar untuk dikembangkan, karena memiliki peranan penting baik dari segi ekologis maupun ekonomis. Tujuan penelitian adalah untuk mendapatkan informasi mengenai struktur komunitas makroalga yang ada di perairan Desa Mata Kecamatan Kambowa Kabupaten Buton Utara. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember 2014-Januari 2015. Metode yang digunakan adalah metode kuadran ukuran 1x 1 m2 yang diletakkan pada garis transek sepanjang 100 m dengan interval 10 m. Makroalga yang ditemukan 17 spesies yang terdiri atas Kelas Chlorophyta berjumlah 7 jenis, kelas Phaeophyta 3 jenis dan kelas Rhodophyta 7 jenis. Komposisi jenis makroalga didominasi oleh kelas Chlorophyta (39%), Kelas Phaeophyta (37%) dan kelas Rhodophyta (24%). Indeks keanekaragaman makroalga sekitar 2.058 dikategorikan sedang, indeks keseragaman sekitar 0.726 dikategorikan tinggi dan indeks dominansi 0.198 dikategorikan rendah. Kata Kunci: Makroalga, komunitas dan keanekaragam AbstractMacroalgae is one of the marine biological resources that are found in Indonesian waters. Macroalgae has great potential to develop, because it has an important role both in terms of ecological and economical. The study aimed to obtain information on the community structure of macroalgae in Mata village water, Kambowa districts, north buton district south east Sulawesi. The study was conducted in December 2014-January 2015. The method used in study is a sampling squares transect 1x1 m2 and other is 10 m distance and 100 m lenght. The observation was found that the number of macroalgae spesies consisted of 17 species consisting of chlorophyta class 7 species, phaeophyta class 3species dan rhodophyta class 7 species. The composition was dominated by chlorophyta class (39%), phaeophyta class (37%) and rhodophyta class (24%). Density of macroalgae with a value of 2.058 which is the category was based on the index of diversity, uniformity value amounted to 0.726 with a high category indexes based on uniformity while for dominance with value amounted to 0.198 and low dominance categorized based on the index of dominance. Key words: Macroalgae, comunity and biodiversity 

Page 8 of 236 | Total Record : 2360


Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 25 No. 4a (2025): Special Issue Vol. 25 No. 4 (2025): Oktober-Desember Vol. 25 No. 4b (2025): Special Issue Vol. 25 No. 3 (2025): Juli-September Vol. 25 No. 2 (2025): April-Juni Vol. 25 No. 1 (2025): Januari - Maret Vol. 24 No. 4 (2024): Oktober - Desember Vol. 24 No. 3 (2024): July - September Vol. 24 No. 2b (2024): Special Issue Vol. 24 No. 2 (2024): April - Juni Vol. 24 No. 1b (2024): Special Issue Vol. 24 No. 1 (2024): Januari - Maret Vol. 23 No. 4 (2023): October - December Vol. 23 No. 3 (2023): July - September Vol. 23 No. 2 (2023): Special Issue Vol. 23 No. 2 (2023): April-June Vol. 23 No. 1 (2023): Special Issue Vol. 23 No. 1 (2023): January - March Vol. 22 No. 4 (2022): October - December Vol. 22 No. 3 (2022): July - September Vol. 22 No. 2 (2022): April - June Vol. 22 No. 1 (2022): January - March Vol. 21 No. 3 (2021): September - Desember Vol. 21 No. 2 (2021): Mei - Agustus Vol. 21 No. 1 (2021): Januari - April Vol. 20 No. 3 (2020): September - Desember Vol. 20 No. 2 (2020): Mei - Agustus Vol. 20 No. 1 (2020): Januari - April Vol. 19 No. 2 (2019): Juli - Desember Vol. 19 No. 1 (2019): Januari - Juni Vol. 18 No. 2 (2018): Juli - Desember Vol. 18 No. 1 (2018): Januari - Juni Jurnal Biologi Tropis vol.17 No.2 Desember 2017 Jurnal Biologi Tropis vol.17 No.1 Juni 2017 Jurnal Biologi Tropis. Vol.16 No.2 Desember 2016 Jurnal Biologi Tropis. Vol.16 No. 1 Juni 2016 Jurnal Biologi Tropis. Vol.15 no.2 Desember 2015 Jurnal Biologi Tropis. Vol.15 No. 1 Juni 2015 Jurnal Biologi Tropis. Vol.14 No. 2 Desember 2014 Jurnal Biologi Tropis. Vol.14 No. 1 Juni 2014 Jurnal Biologi Tropis. Vol.13 No. 2 Desember 2013 Jurnal Biologi Tropis. Vol.13 No.1 Juni 2013 More Issue