cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. grobogan,
Jawa tengah
INDONESIA
EPIGRAPHE: Jurnal Teologi dan Pelayanan Kristiani
ISSN : 26147203     EISSN : 25799932     DOI : -
EPIGRAPHE: Jurnal Teologi dan Pelayanan Kristiani merupakan wadah publikasi hasil penelitian teologi yang berkaitan dengan pelayanan Kristiani, dengan nomor ISSN: 2579-9932 (online), ISSN: 2614-7203 (print), diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Teologi Torsina Surakarta.
Arjuna Subject : -
Articles 20 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 2: November 2021" : 20 Documents clear
Gagasan Teologi Konstruktif Asia bagi Model Pendidikan Agama Kristen dalam Mengentaskan Isu Kemiskinan di Indonesia Ivonne Sandra Sumual; Anggi Maringan Hasiholan; Aldi Abdillah; Naftali Untung; Amos Hosea
EPIGRAPHE: Jurnal Teologi dan Pelayanan Kristiani Vol 5, No 2: November 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Torsina Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33991/epigraphe.v5i2.308

Abstract

Indonesia adalah negara yang melekat dengan kemiskinan yang bertumpah ruah. Berbagai macam faktor menjadi penyebab kemiskinan tersebut, mulai dari konsep ekonomi yang menindas sehingga sulit untuk mendapatkan kesempatan mengembangkan diri, faktor politik, dan religius. Fakta ini diperparah dengan adanya masalah pandemi COVID-19 yang tidak kunjung menemukan titik cerah penyelesaiannya. Permasalahan ini menjadi perhatian serius dari seluruh pihak, termasuk gereja. Penelitian ini bertujuan untuk mengusulkan suatu teologi konstruktif yang mengarah kepada konsep PAK di Indonesia. Peneliti menyoroti secara khusus semangat dari Agustinus yang menjadi titik awal di dalam membangun suatu bangunan teologi yang konstruktif. Peneliti juga secara khusus mengangkat realitas sosial-teologis di Indonesia yang memiliki corak kemiskinan yang begitu kuat. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan teologi konstruktif. Penelitian ini diharapkan bisa mengusulkan suatu harmonisasi di dalam tataran sosial antara PAK dengan masyarakat.
Diskursus Kebersamaa Umat sebagai Wujud Hidup Menggereja Munatar Kause; Yudhi Kawangung; Desi Arisandi Laga Nguru; Vera Herawati Siahaan; Elias Modok
EPIGRAPHE: Jurnal Teologi dan Pelayanan Kristiani Vol 5, No 2: November 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Torsina Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33991/epigraphe.v5i2.265

Abstract

 As socialized by the former Minister of Religion of the Republic of Indonesia Lukman Hakim, that there are three mantras that will become the flagship program of the Ministry of Religion of the Republic of Indonesia, namely: Religious Moderation; Togetherness of the People; and Data Integration. Three major schemes are the main focus in moving the national development curve in the field of religious level and religious education. It is inevitable that the Indonesian nation is often hit by the issue of religious intolerance in some regions, so that it is quite draining of thought and energy and leaves a humanitarian issue that is alienated from a society that is far from harmonizing with diversity. This article aims to offer and at the same time present a breakthrough in the awareness of the mind that is surrounded by the clogged public space, in this case the isolation of social structures so that there is friction, so a simple conception is needed to unravel this. The togetherness of the people is an important key in releasing the shackles of division (segmentation) and separation (fragmentation) among the people, so that this attachment is a new form of church life. The approach method used is qualitative literature which is thoroughly explored to find the meaning behind the phenomenon.
Lansia dalam Pandangan Lansia: Kajian Sosio-Teologis Relevansi Pelayanan Gereja di Jemaat GMIT Efata, Soe Sintha Armus Allu
EPIGRAPHE: Jurnal Teologi dan Pelayanan Kristiani Vol 5, No 2: November 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Torsina Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33991/epigraphe.v5i2.138

Abstract

Penelitian ini hendak mengemukakan dua hal pokok yaitu pemahaman jemaat lanjut usia di jemaat GMIT Efata Soe atas dirinya sendiri di masa lanjut usia serta pokok pikiran yang relevan bagi pelayanan jemaat lanjut usia berdasarkan keberadaan jemaat lansia. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian ini didapatkan dengan metode observasi, pustaka, dan wawancara. Metode Purposive Sampling merupakan metode yang digunakan dalam memperoleh sampel penelitian. Berdasarkan penelitian ini dapat diketahui bahwa jemaat lansia di GMIT Efata Soe memiliki pemahaman pribadi atas dirinya di masa lanjut usia dan mengharapkan pelayanan yang lebih luas dan mendalam secara khusus dari pelayan di GMIT Efata Soe. GMIT Efata Soe termasuk di dalamnya para pelayan merasa bertanggung jawab atas pelayanan kepada jemaat lansia dan masih selalu mengusahakan pelayanan yang lebih baik kepada jemaat lansia.
Tinjauan Teologis tentang Tanah Menurut Kehidupan Atoni Pah Meto Ezra Tari
EPIGRAPHE: Jurnal Teologi dan Pelayanan Kristiani Vol 5, No 2: November 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Torsina Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33991/epigraphe.v5i2.300

Abstract

The land crisis has begun amid rampant deforestation. The condition of the soil began to be arid and did not produce maximum results. The land is seen as an area that must be controlled and utilized as much as possible for prosperity. The land is often a source of dispute between humans. However, humans ignore environmental sustainability. The purpose of writing is to describe Atoni Pah Meto's life attitude, preserving nature by respecting local wisdom. The purpose of this research is to explore the meaning of land according to the life of Atoin Pah Meto. The method used is qualitative. The research approach is a literature review. Atoin Pah Meto is very concerned about everyday life. The values built are a brotherhood, love for the environment, and care. Second, the farming method is how Atoni Pah Meto behaves. Third: personality emerges from challenging working conditions. Personality strives well to achieve a decent life.
Pendidikan Teologi sebagai Peta Jalan Pembaharuan Kehidupan: Sebuah Refleksi Teologi Transformatif: Bakhoh Jatmiko
EPIGRAPHE: Jurnal Teologi dan Pelayanan Kristiani Vol 5, No 2: November 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Torsina Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33991/epigraphe.v5i2.310

Abstract

 This research is motivated by the disparity of developmental dimensions of theological students. It is often found that the learning process in theological education gives more portion to the content rather than the other developmental dimensions. Theological education should be a transformative experience that covers cognition development, spiritual formation, character maturation, competencies enrichment, and relational engagement with the faith communities. Therefore, this research was conducted to find a form of theological education that can convey a transformative experience for the participants. In order to achieve this, the study used a qualitative research method with a descriptive approach. Data collection techniques were carried out by literature review related to the topics discussed. This study found a theological framework of transformative theology in the Bible. This research also presented the idea of transformative theological education style, namely theological education that emphasizes on balance in concepts and practices in the learning experience. Some of the integrative learning models that can be implemented are the holistic target of changes, a variety of learning approaches, determinative learning strategies, and authentic learning evaluation.AbstrakPenelitian ini dilatarbelakangi oleh ketimpangan dimensi perkembangan peserta didik dalam belajar teologi. Sering dijumpai proses pembelajaran dalam pendidikan teologi memberikan porsi lebih banyak pada konten daripada dimensi yang lain. Pendidikan teologi seharusnya menjadi pengalaman transformatif yang meliputi pengembangan kognisi, pembentukan kerohanian, pembangunan karakter, penajaman kompetensi, dan penguatan relasi sosial dengan komunitas iman. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mencari bentuk pendidikan teologi yang mampu menghadirkan pengalaman transformatif bagi peserta belajarnya. Dalam rangka mencapainya, kajian di dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan kajian pustaka terkait dengan topik yang dibahas. Penelitian ini menemukan kerangka berpikir teologis tentang teologi transformatif di dalam Alkitab. Penelitian ini juga menghadirkan pemikiran corak pendidikan teologi transformatif yaitu pendidikan teologi yang menekankan keseimbangan dalam konsep dan praktik di dalam pengalaman belajar. Beberapa model pembelajaran integratif yang dapat dilakukan adalah: Sasaran perubahan yang Holistik, Ragam pendekatan Pembelajaran yang Variatif, Strategi Pembelajaran yang determinatif, dan Evaluasi Pembelajaran yang Autentik.
Model Pendidikan Kristiani bagi Kaum Lanjut Usia di Era Pandemi Covid-19 Esra Nopita Purba
EPIGRAPHE: Jurnal Teologi dan Pelayanan Kristiani Vol 5, No 2: November 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Torsina Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33991/epigraphe.v5i2.292

Abstract

Artikel ini membahas tentang pergumulan para lansia yang tidak dapat mengikuti kegiatan-kegiatan gerejawi secara langsung selama masa pandemi COVID-19. Pembatasan perjumpaan secara langsung menjadi tantangan tersendiri bagi gereja, secara khusus dalam melayani kaum lansia. Untuk mengatasi persolan tersebut, maka desain pendidikan Kristiani kepada kaum lansia harus memerhatikan kebutuhan utama kaum lansia di masa pandemi ini. Gereja harus memikirkan model pendidikan Kristiani yang tepat untuk membina kaum lansia. Gereja harus memberikan perhatian dan kepedulian yang dikemas dengan cara-cara yang kreatif dengan mempertimbangkan penggunaan ilmu pengetahuan dan teknologi, yang dapat membantu kaum lansia untuk tetap bisa mengembangkan potensi dirinya. Penelitian ini menggunakan penelitian kepustakaan (library research) untuk menggali apa yang menjadi kebutuhan kaum lansia untuk mendapatkan pendidikan Kristiani di tengah keterbatasan mereka di era pandemi COVID-19. Penulis mempertimbangkan tawaran Gentzler tentang desain pendidikan Kristiani bagi kaum lansia yang disebut dengan model pelayanan SENIORS, yaitu Spirituality, Education, Nutritition and Health, Intergenerational Opportunities, Outreach, Recreation, dan Social Activities. Tujuh bidang ini harus diperhatikan dalam melakukan pendidikan Kristiani bagi kaum lansia, sehingga mereka tidak menjadi terabaikan selama pandemi.
Pargodungan dan Pembangunan Jemaat HKBP yang Transformatif: Sebuah Kajian Eklesiologis-Historis Franciska Marcia J Silaen
EPIGRAPHE: Jurnal Teologi dan Pelayanan Kristiani Vol 5, No 2: November 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Torsina Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33991/epigraphe.v5i2.295

Abstract

Sejak tahun 2020 pandemi COVID-19 menyebar begitu cepat di seluruh dunia dan menghantam aspek penting dalam kehidupan jemaat (masyarakat). Berangkat dari hal tersebut penulis memandang bahwa dengan menghidupkan kembali fungsi pargodungan sebagai pusat transformasi jemaat melalui rekonstuksi imajinatif pargodungan, Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) dapat terus melakukan pembangunan jemaat pada masa krisis dan paska krisis. Rekonstuksi imajinatif pargodungan menggunakan lensa eklesiologi historis yang menjadi alat ukur untuk menelisik sekaligus mengkaji ulang teologi dan misi pargodungan pada masa lalu. Pargodungan adalah kompleks gereja yang menjadi pusat (pangkalan) pekabar Injil untuk melakukan berbagai upaya menghadirkan transformasi bagi masyarakat Batak melalui berbagai pelayanan di dalam gereja, sekolah, dan rumah sakit. Bertolak dari hal tersebut penulis menawarkan model pargodungan yang kembali melaksanakan fungsinya sebagai ruang bersama bagi pembangunan jemaat melalui peningkatan ekonomi, pendamping pendidikan di sekolah, dan penyedia ruang isolasi mandiri bagi warga jemat penderita virus COVID-19.  
Pendidikan Kristiani Intergenerasi sebagai Upaya Memulihkan Kehidupan Bergereja Merensiana Hale
EPIGRAPHE: Jurnal Teologi dan Pelayanan Kristiani Vol 5, No 2: November 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Torsina Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33991/epigraphe.v5i2.301

Abstract

Pelayanan dalam gereja yang cenderung memisahkan jemaat berdasarkan usia dan generasi dapat memperlebar gap generasi bahkan berdampak pada perpecahan jemaat. Gap generasi merusak relasi persekutuan dalam gereja. Tulisan ini bertujuan menawarkan konsep pendidikan kristiani intergenerasi sebagai upaya pemulihan kehidupan bergereja. Hasil yang dicapai melalui penelitian studi kepustakaan yang relevan adalah konsep pendidikan kristiani intergenerasi di gereja. Pendidikan intergenerasi dalam gereja dimaknai sebagai upaya pemulihan kehidupan bergereja. Pendidikan kristiani intergenerasi dapat memperkuat persekutuan dan meminimalisir peselisihan akibat kesenjangan generasi.
Pola Asuh Orang tua Berdasarkan Perkembangan Usia Anak Menurut Pemikiran Erik Erikson di Persekutuan Doa CEB Ministry Matheis Picauly
EPIGRAPHE: Jurnal Teologi dan Pelayanan Kristiani Vol 5, No 2: November 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Torsina Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33991/epigraphe.v5i2.312

Abstract

Mendidik dan mengasuh anak merupakan tugas mulia setiap orangtua. Cara orangtua dalam mengasuh dan mendidik anak sangat memengaruhi perkembangan anaknya. Namun, acapkali ditemukan orangtua mengalami kesulitan untuk menemukan pola asuh yang tepat dalam mengasuh dan mendidik anak sesuai dengan tahap perkembangan anaknya. Persoalan ini terjadi karena orangtua sendiri tidak memiliki pengetahuan mengenai tahap perkembangan anak. Tujuan dari penelitian ini adalah agar orangtua dapat memilih pola asuh yang tepat dan mampu menganalisa kebutuhan anak sesuai dengan tahap perkembangan anak. Pola asuh yang tepat berdasarkan tahap perkembangan anak berdampak positif dalam perkembangan dan kehidupan anak. Dengan kata lain, pola asuh berdasarkan tahap perkembangan anak menghasilkan pertumbuhan dan perkembangan anak berjalan dengan baik, orangtua senang, keluarga Bahagia.
Kontras Pandangan Yesus dan Orang Muda yang Kaya: Analisis Teologis Matius 19:16-26 Juniatri Kadang
EPIGRAPHE: Jurnal Teologi dan Pelayanan Kristiani Vol 5, No 2: November 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Torsina Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33991/epigraphe.v5i2.294

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menelisik alasan dibalik penolakan orang muda yang kaya terhadap  Yesus dan mengapa Yesus memberi kecaman kepada orang kaya dalam ajaran-Nya. Pendekatan yang dilakukan berupa interpretasi terhadap Matius 19:16-26 dan pendekatan pada konteks sosial yang terkait erat dengan Imperialisme Romawi. Berdasarkan hasil analisa maka dapat dipahami bahwa penolakan orang muda tersebut karena paham religius Yahudi yang dianutnya mengenai kekayaan dan dominansi Romawi, memperjelas prestasi sosial orang muda tersebut sehingga keputusan itu bagi dirinya dan orang sezamannya dianggap sebuah kewajaran dan ajaran Yesus justru sebuah kebaruan. Selanjutnya kecaman Yesus terhadap orang kaya, dilatari oleh ruang lingkup pelayanan Yesus pada kaum termarginalkan dan kekayaan dianggap sebagai penghalang keselamatan karena diperoleh melalui keberpihakan pada pemerintahan Romawi yang dalam  wacana apokaliptik Injil Matius, diidentikkan sebagai sekutu Setan.

Page 2 of 2 | Total Record : 20