cover
Contact Name
Tri Kurniawati
Contact Email
-
Phone
+62811313559
Journal Mail Official
pedagogi@um-surabaya.ac.id
Editorial Address
Jl. Sutorejo No. 59 Surabaya
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
PEDAGOGI
ISSN : 25990438     EISSN : 2599042X     DOI : -
Core Subject : Education,
PEDAGOGI merupakan jurnal yang diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Guru Anak Usia Dini Universitas Muhammadiyah Surabaya. Jurnal ini memfokuskan pada publikasi hasil penelitian, kajian dan telaah ilmiah kritis dan komprehensif dalam bidang ilmu murni anak usia dini dan pendidikan anak usia dini
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 240 Documents
Manfaat Bermain Papercraft Dalam Meningkatkan Kreativitas Berpikir Pada Anak Usia Dini: Literature Review Hari Budiwaluyo; Abdul Muhid
Pedagogi : Jurnal Anak Usia Dini dan Pendidikan Anak Usia Dini Vol 7, No 1 (2021): FEBRUARI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/pedagogi.v7i1.6889

Abstract

ABSTRAKPerkembangan pendidikan yang ada di Indonesia hanya mengukur kepandaian anak dengan dasar nilai studi di setiap sekolah belum sampai mendidik dan mengembangkan kreativitas anak. Pendidikan harus mengalami perkembangan sesuai dengan kemajuan zaman, anak-anak harus dibekali kemampuan untuk menyesuaikan dengan perubahan dan perkembangan teknologi supaya anak dapat menghadapi perkembangan zaman yang dinamis. Kemampuan berpikir kritis dan kemampuan menganalisa pada anak perlu ditumbuhkan, kurangnya anak bermain di luar. Ini menyebabkan kemampuan berpikirnya kurang berkembang, tidak berani mencoba hal baru, menghadapi tantangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan mendeskripsikan secara mendalam tentang manfaat bermain papercraft dalam meningkatkan kreativitas berpikir pada anak usia dini. Kajian-kajian terdahulu telah membahas pengaruh bermain papercraft terhadap peningkatan motorik pada anak namun belum melihat aspek kreativitas berpikir yang dapat dikembangkan anak ketika bermain papercraft.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan atau studi literatur. Metode studi literatur yaitu salah satu metode peneltian yang lebih mengutamakan penelusuran pustaka, seperti buku-buku tentang anak, kreatvitas berpikir dan bermain papercraft. Saat bermain papercraft, anak akan terbiasa memperhatikan dan mengikuti perintah/ instruksi yang diberikan guru dengan runut. Dan yang tidak kalah penting pada saat anak bermain papercraft akan menstimulasi anak untuk berpikir kreatif dimana akan memunculkan ide-ide baru dan model baru dari hasil karya yang dibuatnya, dan juga mendorong anak untuk berimajinasi akan hasil karyanya. Dengan demikian, ketika anak bermain papercraft dapat menstimulasi kemampuan kreativitas berpikir anak. Karena kreativitas berpikir anak bisa dikembangkan dan dirangsang melalui pengalaman bermain anak yang menyenangkan dan imajinatif, dimana anak-anak dapat terlibat dalam bermain peran untuk menghasilkan gagasan-gagasan yang baru serta inovatif dalam proses bermain tersebut.Kata-kata Kunci: kreativitas berpikir, bermain papercraft, anak usia diniABSTRACTThe development of education in Indonesia only measures the intelligence of children on the basis of the value of studies in each school that has not yet educated and developed children's creativity. Education must experience development in accordance with the progress of the times, children must be equipped with the ability to adapt to changes and technological development so that children can face the development of a dynamic era. The ability to think critically and analytical skills in children needs to be grown, the lack of children playing outside. This causes the ability to think less developed, not dare to try new things, face challenges. The research aims to study and describe in depth the benefits of playing papercraft in improving creativity in thinking at an early age. Previous studies have discussed the effect of playing papercraft on increasing motor skills in children but have not looked at aspects of thinking creativity that children can develop when playing papercraft. This study uses a qualitative approach to the type of library research or literature studies. The literature study method is one of the research methods which prioritizes library research, such as books about children, thinking creativity and playing papercraft. When playing papercraft, children will get used to paying attention and following the instructions / instructions given by the teacher by trace. And no less important when children play papercraft will stimulate children to think creatively which will bring up new ideas and new models of the work they make, and also encourage children to imagine their work. Thus, when children play papercraft can stimulate children's creative thinking abilities. Because children's creativity can be developed and stimulated through children's play experiences that are fun and imaginative, where children can be involved in role playing to produce new and innovative ideas in the play process. Key Words: creativity thinking, playing papercraft, early childhood
Pengaruh Pola Asuh Permisif Terhadap Kemandirian Anak Usia Dini Azizah Muthi Nuryatmawati
Pedagogi : Jurnal Anak Usia Dini dan Pendidikan Anak Usia Dini Vol 6, No 2 (2020): AGUSTUS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/pedagogi.v6i2.5286

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pola asuh permisif terhadap kemandirian anak usia dini. Penelitian ini termasuk pada kategori penelitian kualitatif (field research). Kemudian jika ditinjau dari segi sifatnya maka penelitian ini termasuk penelitian kualitatif dengan metode studi kasus yaitu metode untuk mempelajari keadaan dan perkembangan seseorang secara lengkap dan mendalam dengan tujuan memahami individualitas dengan baik dan membantunya dalam perkembangan selanjutnya. Dengan demikian tentunya penulis mendeskripsikan sebagaimana adanya yang terjadi di lapangan dan tanpa adanya penyimpangan data, sehingga semua data yang diteliti sesuai dengan fakta-fakta sebenarnya. Hasil penelitian adalah Pola asuh permisif tidak selalu menghasilkan kemandirian anak yang kurang baik apabila diimbangi dengan lingkungan yang baik. Kemandirian sendiri juga dapat dipengaruhi oleh faktor lingkungan. Apabila faktor lingkungan baik, serta orangtua dapat menerapkan perilaku yang baik pula agar dicontoh oleh anaknya, maka kemandirian bisa berhasil diterapkan dalam segala aspek pola asuh. Jadi, pola asuh permisif tidak sepenuhnya memberikan dampak kemandirian anak yang kurang. Akan tetapi faktor lingkungan juga perlu diperhatikan.
Analisis Metode Menghafal Al-Qur’an Pada Anak Usia Dini Di Tahfidzhul Anak Usia Dini (Taud Saqu) Pondok Pesantren Karangasem Paciran Lamongan Wuri Ainia; Badruli Martati; Aristiana Prihatining Rahayu
Pedagogi : Jurnal Anak Usia Dini dan Pendidikan Anak Usia Dini Vol 7, No 1 (2021): FEBRUARI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/pedagogi.v7i1.6232

Abstract

Sebagai lembaga pendidikan paling awal bagi anak, PAUD memiliki peran untuk membangun nilai-nilai keagamaansebagai pondasi anak usia dini, yaitu kegiatan menghafal Al-qur’an menggunakan metode menghafal yang tepat bagi anak. Maka diperlukan analisis metode menghafal Al-qur’an pada anak usia dini. Tujuan penelitian ini adalah 1) Mengetahui perencanaan pembelajaran menghafal Al-qur’an pada anak usia dini, 2) Mengetahui pelaksanaan pembelajaran menghafal Al-qur’an pada anak usia dini, 3) Mengetahui faktor pendukung dan penghambat dalam menghafal Al-qur’an pada anak usia dini. Metode dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian analisis metode menghafal al-qur’an pada anak usia dini di TAUD SaQu Pondok Pesantren Karagasem Paciran Lamongan mencakup : 1) Perencanaan pembelajaran menghafal Al-qur’an pada anak usia dini di TAUD SaQu yaitu, mempersiapkan silabus tahfidz, mempersiapkan metode menghafal Al-qur’an dan mempersiapkan media menghafal Al-qur’an, 2) Pelaksanaan pembelajaran menghafal Al-qur’an pada anak usia dini di TAUD SaQu terdiri dari kegiatan pembuka dengan sholat dhuha, berdzikir dan berdo’a bersama, kegiatan inti melakukan setoran hafalan Al-qur’an, dan kegiatan penutup melakukan permainan tebak sambung ayat, muroja’ah bersama dan berdo’a, evaluasi yang dilakukan dengan cara ujian tahfidz dan panggung tahfidz setiap akhir semester, 3) Faktor pendukung dalam kegiatan menghafal Al-qur’an pada anak usia dini di TAUD SaQu yaitu adanya reward, orang tua yang aktif dalam membimbing peserta didik menghafalkan Al-qur’an. Sedangkan faktor penghambat dalam kegiatan menghafal Al-qur’an yaitu peserta didik mudah merasa jenuh dan orang tua yang pasif dalam membimbing peserta didik menghafalkan Al-qur’an. 
Implementasi Budaya Antri Dalam Melatih Kesabaran Anak Usia 4-5 Tahun Melalui Kegiatan Pembiasaan Putri Ismawati
Pedagogi : Jurnal Anak Usia Dini dan Pendidikan Anak Usia Dini Vol 6, No 2 (2020): AGUSTUS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/pedagogi.v6i2.4412

Abstract

Studi ini mengangkat bagaimana implementasi budaya antri dalam melatih kesabaran anak usia dini khususnya anak usia 4-5 tahun  melalui kegiatan pembiasaan. Budaya antri adalah suatu hal dan sifat yang harus ditanamkan sejak dini, karena pada saat ini sering kita sering melihat di beberapa kesempatan masyarakat tidak mau lagi mengantri. Semua ingin selalu mendahului dan berada di posisi depan. Sedangkan untuk anak usia dini membutuhkan stimulus yang tepat, tentunya dengan metode yang sesuai dengan pertumbuhan dan perkembangan anak. Melalui pembiasaan yang berulang-ulanh dapat menjadikan anak tersebut terbiasa dengan kegiatan itu. Pendidikan anak usia dini sangatlah penting untuk mengembangkan dan menstimulus potensi anak, dimana anak usia dini berada dalam tahap pertumbuhan dan perkembangan yang sangat pesat, baik fisik maupun mental. Maka tepatlah bila usia dini dikatakan sebagai usia emas, dimana anak dapat berpotensi mempelajari banyak hal dengan cepat. Pada saan inilah merupakan saat yang paling tepat untuk menerapkan pondasi dasar anak untuk mengembangkan kemampuan fisik motoric, kognitif, bahasa, soaial emosional, moral agama, dan juga kemampuan seni.
Pengaruh Persepsi Penyebaran Covid-19 Terhadap Kesiapsiagaan Bencana pandemi Guru PAUD Di Kota Magelang Tri Winugroho; Rio Khoirudin Apriyadi; Aprilyanti Aprilyanto
Pedagogi : Jurnal Anak Usia Dini dan Pendidikan Anak Usia Dini Vol 7, No 1 (2021): FEBRUARI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/pedagogi.v7i1.6980

Abstract

Pandemi Covid-19 telah berdampak pada semua sektor kehidupan di seluruh dunia, tidak hanya berdampak pada sektor kesehatan, namun juga berdampak pada dunia pendidikan.  Pendidikan akan menjadi kunci terpenting karena memiliki peran dalam mewujudkan peradaban suatu bangsa. Oleh karena itu pendidikan harus selalu mendapat perhatian khusus, baik dalam situasi normal maupun dalam situasi darurat. Adanya bencana pandemi Covid-19 ini, peran guru PAUD disekolah sangat dibutuhkan dalam hal pembelajaran dan sosialisasi terkait dengan pelaksanaan protokol kesehatan. Pendidikan kebencanaan dari guru PAUD diharapkan dapat membentuk karakter empati dari siswa dan kemauan untuk membantu sesama dalam menjalankan protokol kesehatan dengan ceria. Namun terkadang munculnya perbedaan persepsi guru dan gagapnya sekolah dalam melaksanakan proses pembelajaran dari rumah menunjukkan bahwa kebijakan yang diambil oleh pemerintah masih menghadapi beberapa tantangan di lapangan. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk menjabarkan dan menganalisis bagaimana pengaruh persepsi penyebaran Covid-19 terhadap kesiapsiagaan bencana pandemi Covid-19 pada guru PAUD yang ada di Kota Magelang. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif asosiatif dengan sampel 75 responden guru PAUD. Metode kuesioner digunakan sebagai intrumen dalam pengumpulan data yang digunakan diolah dengan menggunakan skala likert. Analisa data pada penelitian ini menggunakan bantuan aplikasi SPSS 17 untuk melakukan uji statistik seperti uji analisa gambaran, uji kolmogrov smirnov, uji hipotesa, uji korelasi, uji analisa regresi. Hasil penelitian menggambarkan terdapat 60,8% kontribusi tentang persepsi penyebaran Covid-19 terhadap kesiapsiagaan bencana pandemi.
Stimulasi Kecerdasan Kinestetik Anak Melalui Penggunaan Lagu Di Taman Kanak-Kanak Usia 5-6 Tahun Indra Yeni; Vivi Anggraini
Pedagogi : Jurnal Anak Usia Dini dan Pendidikan Anak Usia Dini Vol 6, No 2 (2020): AGUSTUS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/pedagogi.v6i2.5535

Abstract

Artikel ini membahas stimulasi kecerdasan kinestetik melalui penggunaan lagu siswa TK berusia 5-6 tahun. Metode penelitian ini menggunakan penelitian dan pengembangan yang dilakukan pada siswa kelompok B di kota Padang. Penelitian ini memiliki langkah-langkah sebagai berikut: (1) analisis kebutuhan, (2) membuat model desain, (3) pengembangan model, (4) tahap uji coba 1, (5) model revisi 1, (6) tahap uji coba model 2, (7) model revisi 2, (8) uji coba lapangan, (9) revisi dan finalisasi. Hasil berdasarkan studi ahli, pengujian kelompok kecil, dan uji coba kelompok besar menggambarkan bahwa kegiatan dansa pendidikan berfokus pada aspek keseimbangan gerak, koordinasi otot kasar, kelenturan gerak dan kelincahan gerakan, sehingga dapat menstimulasikecerdasan kinestetik anak usia dini.
Analisi Penyebab Temper Tantrum Pada Anak Usia Dini Di TK Aisyiyah Bustanul Athfal 52 Surabaya Rifdatul Mardhiyah; Badruli Martati; Aristiana Prihatining Rahayu
Pedagogi : Jurnal Anak Usia Dini dan Pendidikan Anak Usia Dini Vol 7, No 1 (2021): FEBRUARI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/pedagogi.v7i1.6244

Abstract

Mardhiyah Rifdatul : Analisis Penyebab Tempr Tantrum Pada Anak Usia Dini Di TK Aisyiyah Bustanul Athfal 52 Surabaya. Skripsi, Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Surabaya. Pembimbing I : Dr. Dra Badruli Martati SH. MA. M.Pd., Pembimbing II : Aristiana Prihatining Rahayu., S.Sos., M.Med.Kom. Sebagai layanan pendidikan paling awal bagi anak, PAUD merupakan peletak dasar pertama dan utama dalam mengembangkan berbagai macam aspek yang ada dalam diri anak, yaitu meliputi kognitif, bahasa, fisik motorik, seni, nilai agama moral, dan sosial emosional.  Kekeliruan belajar di usia dini dapat menghambat proses belajar dan perkembangan pada usia-usia selanjutnya, termasuk perkembangan emosi anak Maka diperlukan analisis penyebab temper tantrum pada anak usia dini. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisa peyebab temper tantrum pada anak usia dini. Metode dalam penelitian ini adalah kualitatf deskriptif menggunkan observasi, dan wawancara. Hasil penelitian analisis penyebab temper tantrum pada anak usia dini di TK Aisyiyah Bustanul Athfal 52 Surabaya yaitu Anak yang dimanja akan membuat anak dapat memanfaatkan orang tuanya. Saat anak sering dimanja oleh orangtua dan anggota keluarga lainnya , anak akan memahami bahwa semua yang diinginkan akan dituruti dan anak akan berfikir dia tidak akan menerima penolakan dari orangtuany. Kebiasaan tersebut yang telah ditanam orangtua kepada anak yang akan membuat anak kelak  akan menjadi seorang yang individualis dan membuat anak tidak dapat terbiasa dengan lingkungan yang memiliki  berbagai macam sikap.Kata Kunci : analisis, anak usia dini, temper tantrum
Pemahaman Pendidik PAUD Terkait Kompetensi Pedagogik Menurut Konsep Ki Hadjar Dewantara Fikriyah Nurul Mufidah; Kuswanto Kuswanto
Pedagogi : Jurnal Anak Usia Dini dan Pendidikan Anak Usia Dini Vol 6, No 2 (2020): AGUSTUS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/pedagogi.v6i2.4929

Abstract

Abstract: The educator is a very important person in the world of education where the learning process with students will determine the future they will live. Especially PAUD educators who will instill various aspects of the foundation in learning to their students. Therefore, the understanding of educators related to one of the competencies that must be possessed, namely pedagogical competence is needed to support good education as professional educators. The pedagogical competence itself is inseparable from an important figure in education, namely Ki Hajar Dewantara who is a well-known figure in the world of education who came to be known as the Father of Indonesian Education who gave birth to a concept of momong, among, and ngemong who until now had an influence in the world. education in Indonesia. The purpose of this study was to find out about educators' understanding of pedagogical competencies according to the Ki Hajar Dewantara concept. By using descriptive analytical qualitative methods by taking various journals and books as a reference. The results obtained are still very lack of understanding of early childhood educators related to pedagogical competence. Which is caused by the lack of PAUD educator insight on teacher competency standards, as well as the lack of implementation of the training or training that he has participated in. Therefore, it is very important for PAUD educators to be able to understand pedagogical competency standards to be able to become professional educators who can educate a qualified generation according to the Ki Hajar Dewantara concept.
Stimulasi Kecerdasan Logika Matematika Melalui Media Animasi Lagu Berbasis Tematik Pada Masa Pandemic Covid-19 Di Kota Bukit Tinggi Vivi Anggraini
Pedagogi : Jurnal Anak Usia Dini dan Pendidikan Anak Usia Dini Vol 7, No 1 (2021): FEBRUARI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/pedagogi.v7i1.7258

Abstract

Covid 19 merupakan virus yang menyerang saluran pernafasan dan menyebabkan orang membatasi aktivitas seperti sekolah. Pada PAUD tentunya berdampak pada kecerdasan logika matematika anak, hal ini disebabkan karena anak kurang mampu memahami pembelajaran melalui pembelajaran jarak jauh. Berdasarkan observasi lapangan yang terjadi di Taman Kanak-kanak di Bukittinggi, terdapat rendahnya kemampuan matematika anak terlihat anak belum mampu mengenal angka 1-10, anak belum mampu memasangkan bilangan dengan benda sesuai dengan angka, mengelompokkan bentuk bentuk geometri dan mengelompokkan benda berdasarkan ukuran, warna dll.  Desain penelitian dilakukan 1 tahun berturut pada Taman Kanak kanak kelompok A usia 4-5 Tahun. Penelitian ini berbentuk penelitian dan pengembangan dengan menggunakan model ADDIE dengan tahapan Analisis, Perancangan, Pengembangan, Implementasi, dan Evaluasi. Berdasarkan data penelitian dari penggunaan media animasi lagu berbasis tematik; Hasilnya menunjukkan kecerdasan logika matematika anak berkembang. Kecerdasan logika matematika anak berkembang dapat dikembangkan melalui media animasi dalam lagu anak yang dirancang sesuai dengan tema pada pembelajaran AUD. Penggunaan media animasi dalam lagu dapat menarik minat anak untuk menggunakan imajinasinya sehingga mampu mengekspresikan ide. Media animasi berbasis tematik merupakan kegiatan yang menyenangkan bagi anak kecil.
Pembelajaran Gerak Dan Lagu Untuk Meningkatkan Kecerdasan Kinestetik Anak Usia Dini Ria Octa Viana; Jauhari Jauhari
Pedagogi : Jurnal Anak Usia Dini dan Pendidikan Anak Usia Dini Vol 6, No 2 (2020): AGUSTUS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/pedagogi.v6i2.5538

Abstract

Pembelajaran gerak dan lagu adalah salah asatu cara yang dilakukan guru dalam menyajikan materi pembelajaran dalam tema. Hal tersebut memudahkan peserta didik dalam mengingat tema dalam pembelajaran. Penelitian ini  bertujuan untuk  mendeskripsikan pembelajaran gerak dan lagu untuk meningkatkan kecerdasan kinestetik anak. Metode penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan studi kasus. Pengambilan data dilakukan melalui wawancara dan dokumentasi. Analisis data menggunakan teknik reduksi data, penyajian data dan verifikasi data. Sedangkan keabsahan data dengan menggunakan trianggulasi teknik dan sumber. Berdasarkan penelitian didapatkan bahwa perencanaan pembelajaran gerak dan lagu untuk meningkatkan kecerdasan kinestetikanak dengan mengadakan rapat kerja yang sudah diprogramkan diawal sebelum pembelajaran berlangsung untuk membahas program tahunanm semester gdan harian dan tema, model, media apa yang tepat untuk dilakukan dalam pembelajaran. pelaksanaan pembelajaran gerak dan lagu, guru melakukan tiga pelaksanaan yaitu pembukaan, inti, penutup. evaluasi yang dilakukan dengan menggunakan catatan anekdot, ceklis, dan hasil karya, dengan melihat perkembangan dan kemajuan yang dicapai individual anak. Kata Kunci: Pembelajaran, gerak dan lagu, kecerdasan kinestetik