cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. asahan,
Sumatera utara
INDONESIA
Bernas
Published by Universitas Asahan
ISSN : 02167689     EISSN : -     DOI : -
JURNAL PENELITIAN PERTANIAN BERNAS Universitas Asahan dengan nomor ISSN 0216-7689 didedikasikan untuk menyebarkan makalah hasil penelitian (Research Article), ulasan kritis (Review Articles) dan Komunikasi Singkat (Short Communication) di bidang luas Agronomi, Hortikultura dan Kehutanan, Lanskap, Ekonomi dan Pembangunan Pertanian, Pengukuran Lahan dan Perbaikan Lahan, Ilmu Alam dan Lingkungan, Mesin Pertanian, Industri Makanan, dan lain-lain yang dapat memberikan pengetahuan bagi masyarakat umum, akademisi dan profesional. Jurnal Penelitian Pertanian Bernas terbit 2 kali dalam setahun yakni bulan Februari dan Juli, namun pada kebutuhan tambahan dilakukan penerbitan pada bulan Oktober.
Arjuna Subject : -
Articles 13 Documents
Search results for , issue "Vol 15, No 3 (2019): Bernas October 2019" : 13 Documents clear
PENGARUH PEMBERIAN PUPUK MAJEMUK INTAN SUPER DAN PUPUK NITROPHOSKA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN SAWI (Brassica juncea L.) Muh zainuddin; Syafrizal Hasibuan; Sri Susanti Ningsih
Bernas : Jurnal Penelitian Pertanian Vol 15, No 3 (2019): Bernas October 2019
Publisher : Universitas Asahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (199.128 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan di jalan Durian, Kelurahan Kisaran Naga Kecamatan Kisaran Timur Kabupaten Asahan Propinsi Sumatera Utara dengan ketinggian tempat + 12 m di atas permukaan laut dengan topografi datar. Penelitian ini dilakukan  pada bulan Februari dan berakhir pada bulan Maret 2017. Penelitian ini disusun berdasarkan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan 2 faktor perlakuan dan 3 ulangan. Faktor pertama pemberian pupuk Majemuk Intan Super dengan 4 taraf yaitu : I0 = 0 kg/plot, I1 = 0,5 kg/plot, I2 = 1,0 kg/plot dan I3 = 1,5 kg/plot. Faktor kedua dengan pemberian pupuk NPK Pupuk Nitrophoska dengan 3 taraf yaitu N0 = 0 g/plot, N1 = 7,5 g/plot, dan N2 = 15 g/plot. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pemberian pupuk Majemuk Intan Super berpengaruh nyata terhadap seluruh peubah amatan dimana dosis terbaik terdapat pada perlakuan 1,5 kg/plot (I3) yang menghasilkan tinggi tanaman 28,24 cm, jumlah daun 14,09 helai, produksi per tanaman 124,00 g dan produksi per plot 2,79 kg. Pemberian pupuk NPK Pupuk Nitrophoska berpengaruh nyata terhadap seluruh peubah amatan dimana dosis terbaik terdapat pada perlakuan 15 g/plot (N2) yang menghasilkan tinggi tanaman 28,77 cm, jumlah daun 14,03 helai, produksi per tanaman 129,00 g dan produksi per plot 2,91 kg. Interaksi pemberian pupuk Majemuk Intan Super dan pupuk NPK Pupuk Nitrophoska menunjukkan pengaruh tidak nyata terhadap semua parameter amatan.
PENGARUH TEKNIK PEMBERIAN AIR CUCIAN BERAS DAN WAKTU PENYEMPROTAN AIR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN TOMAT (Solanum lycopersicum L.) Yuli Suwardani; Ansoruddin Ansoruddin; Deddy Wahyudin Purba
Bernas : Jurnal Penelitian Pertanian Vol 15, No 3 (2019): Bernas October 2019
Publisher : Universitas Asahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.425 KB)

Abstract

This research was conducted at the Experimental Garden of the Faculty of Agriculture, Asahan University, Kisaran Timur District, Asahan Regency, North Sumatra Province from March to May 2018. The design used in this study was Factorial Randomized Block Design with two factors and four replications. The first factor is the technique of giving rice washing water with a concentration of 250 ml / liter of water consisting of 2 levels: B1 = watered, B2 = sprayed. The second factor when spraying consists of 3 levels: W1 = morning, W2 = daytime, W3 = afternoon. Parameters observed were plant height (cm), number of fruit per plant (fruit), production per plant (g) and production per plot (kg). The results showed that the technique of giving rice washing water affected plant height up to 72.83 cm, number of fruit per plant 55.38 fruit, production per plant 3.88 kg and production per plot 12.86 kg. Watering time affects plant height at 2 MST, up to 10.85 cm and production per plot 12.49 kg but does not affect the number of fruit per plant and production per plant. The interaction of water-giving techniques and watering time did not affect plant height at all ages, number of fruit per plant, production per plant and production per plot.
PEMANFAATAN AIR KELAPA DAN APLIKASI PUPUK ORGANIK UNTUK MERANGSANG PERTUMBUHAN BIBIT TEBU G3 KULTUR JARINGAN Badiatud Durroh
Bernas : Jurnal Penelitian Pertanian Vol 15, No 3 (2019): Bernas October 2019
Publisher : Universitas Asahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (109.095 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan jenis pupuk organik dan kosentrasi penyemprotan air kelapa yang memberikan pertumbuhan terbaik pada tanaman tebu G3 kultur jaringan. Penelitian dilaksanakan di Kebun Penelitian KPTR Manis Harum Kab. Pasuruan . Penelitian dilaksanakan pada bulan September 2018 sampai Desember 2018. Racangan percobaan menggunakan rancangan faktorial yang diatur dalam rancangan acak lengkap (completely randomized design) yang terdiri atas dua faktor yaitu jenis pupuk (P), konsentrasi air kelapa (K). Faktor yang pertama yaitu jenis pupuk, terdiri dari:P0 Kontrol (Tanpa Pupuk), P1 (Kompos), P2 ( Kotoran sapi ), P3 ( Kascing) . Faktor yang kedua yaitu penyemprotan dengan  air kelapa, terdiri dari 4 aras  K0 ( tanpa penyemprotan), K1 (penyemprotan dengan 100 ml/l) , K2 ( penyemprotan dengan 200 ml/l),  K3 (penyemprotan dengan 300 ml/l).  Data dianalisis dengan sidik ragam (analysis of variance).  Apabila ada beda nyata maka dilanjutkan dengan uji jarak berganda (Duncan’s Multiple Range Test) pada jenjang nyata 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata perlakuan berbagai jenis pupuk  berbeda nyata, tetapi perlakuan penyemprotan air kelapa tidak berbeda nyata. Hasil pengamatan saat muncul daun membuka pertama dengan perlakuan jenis pupuk kascing menunjukkan kecepatan tumbuh yang lebih cepat sehingga kecepatan membukanya daun yang muncul pertama juga lebih cepat. Perlakuan tanaman yang dipupuk dengan pupuk kompos dan  yang dipupuk dengan pupuk kotoran sapi tidak berbeda nyata. Sedangkan perlakuan kontrol (tanpa pupuk) menunjukkan hasil yang lebih lambat.   Pada  perlakuan berbagai jenis pupuk organik dan konsentrasi penyemprotan air kelapa menunjukkan adanya interaksi pada parameter berat segar daun. Berat  segar daun tertinggi dihasilkan oleh perlakuan kompos sebesar  327,16 gram dengan perlakuan penyemprotan air kelapa dengan konsentrasi 100ml/l, tetapi pada perlakuan lain juga terdapat rerata yang berbeda tidak nyata. Perlakuan    kompos sebesar 246,50 gram dan kotoran sapi sebesar 302,66 gram menunjukkan interaksi yang nyata pada perlakuan penyemprotan air kelapa  kontrol (tanpa penyemprotan).
RESPON PEMBERIAN PUPUK KOTORAN BURUNG PUYUH DAN PUPUK BOKASI ENCENG GONDOK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN SELADA (Lactuca sativa L.) Riska Fitriani Manurung; Cik Zulia; Sri Susanti Ningsih
Bernas : Jurnal Penelitian Pertanian Vol 15, No 3 (2019): Bernas October 2019
Publisher : Universitas Asahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.493 KB)

Abstract

Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan Universitas Asahan, dengan topografi datar dan tinggi tempat ± 15 m dpl. Tipe iklim Oldeman termasuk tipe iklim E1 dan jenis tanah Alluvial. Curah hujan antara 1.917 mm—3.884 mm, dengan rata-rata curah hujan tahunan 2.900 mm. Suhu berkisar 20,4—32,7° C dan kelembaban udara antara 82% - 94%.  Penelitian rencana dilaksanakan pada bulan Maret sampai bulan Mei 2017. Penelitian ini disusun berdasarkan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan 2 faktor perlakuan dan 3 ulangan. Faktor pertama adalah Pupuk Kotoran Burung Puyuh (P) terdiri dari 3 taraf yaitu : P0 :  0 kg/tanaman (kontrol), P1 :  1 kg/tanaman, dan P2 :  2 kg/tanaman. Faktor kedua adalah pemberian Pupuk Bokashi Eceng Gondok (B) terdiri dari 4 taraf yaitu : B0:  0 Kg/tanaman, B1:  1 Kg/tanaman, B2:  2 Kg/tanaman, , B3:  3 Kg/tanaman. Hasil penelitian pemberian Pupuk Kotoran Burung Puyuh menunjukkan berpengaruh nyata terhadap jumlah daun, berat segar per tanaman, dan berat segar per plot tanaman selada, dengan perlakuan pupuk Pupuk Kotoran Burung Puyuh terbaik pada dosis 2 kg/tanaman. Pemberian Pupuk Bokashi Eceng Gondok menunjukan berpengaruh nyata terhadap Pertumbuhan tanaman, dengan dosis perlakuan terbaik pada dosis 3 kg/tanaman Interaksi antara pengaplikasian pupuk Kotoran Burung Puyuh dan Pupuk Bokashi Eceng Gondok Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi Tanaman Selada (Lactuca sativa L) menunjukkan pengaruh tidak nyata terhadap parameter yang diamati.
Respon Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Sereh (Cymbopogon citrus) Terhadap Aplikasi Pupuk NPK Tawon dan ZPT Hantu Heni Nurdianti; Elfin Efendi; Heru Gunawan
Bernas : Jurnal Penelitian Pertanian Vol 15, No 3 (2019): Bernas October 2019
Publisher : Universitas Asahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (252.777 KB)

Abstract

Penelitian di laksanakan di lahan kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Asahan, Kabupaten Asahan, Provinsi Sumatera Utara, dengan topografi datar, ketinggian tempat 22 mdpl. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari 2019 sampai April 2019. Alat-alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah cangkul, gembor, timbangan, meteran, pisau, plat dokumentasi, plat perlakuan, plat ulangan dan spanduk penelitian, serta alat tulis. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah bibit sereh varietas Mahapengiri, pupuk dasar, pupuk NPK Tawon, ZPT Hantu, dan air. Penelitian ini disusun berdasarkan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan 2 faktor perlakuan dan 3 ulangan. Faktor pertama adalah pupuk NPK Tawon (T) dengan 4 taraf yaitu T0 = 0 g/plot, T1 = 15 g/plot, T2 =  30 g/plot, T3 = 45 g/plot. Faktor kedua adalah ZPT Hantu dengan 3 taraf, yaitu Z0 = 0 ml/liter air, Z1 = 4 ml/liter air, dan Z2 = 8 ml/liter air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk NPK Tawon secara tunggal dengan dosis 45 g/plot mampu menghasilkan tinggi rumpun 74,35 cm, jumlah anakan 32,28 batang, berat biomassa per rumpun 731,56 g, berat biomassa per plot 2,58 kg, produksi per rumpun 457,22 g, dan produksi per plot 1,88 kg. Pemberian ZPT Hantu secara tunggal dengan konsentrasi 8 ml/liter air mampu menghasilkan tinggi rumpun 72,38 cm, jumlah anakan 29,00 batang, berat biomassa per rumpun 560,20 g, berat biomassa per plot 2,23 kg, produksi per rumpun 350,12 g, dan produksi per plot 1,51 kg. Interaksi antara pemberian pupuk NPK Tawon dan ZPT Hantu menunjukkan pengaruh yang tidak nyata terhadap parameter amatan.
Pengaruh Dosis Pupuk NPK Grower dan POC TOP G2 Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Jagung Pulut Hibrida F1 Fictoria (Zea mays Ceratina) Arif Prandana; Elfin Efendi; Noverina Chaniago
Bernas : Jurnal Penelitian Pertanian Vol 15, No 3 (2019): Bernas October 2019
Publisher : Universitas Asahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (227.882 KB)

Abstract

Penelitian ini di laksanakan di lahan kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Asahan, Kabupaten Asahan, Provinsi Sumatera Utara, dengan topografi datar, ketinggian tempat 22 mdpl. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari  hingga Maret 2019. Alat – alat yang di gunakan dalam penelitian ini adalah ember, sekop, cangkul, kalkulator, timbangan, papan plot penelitian, papan judul penelitian, patok sample, rol, buku, pensil, pulpen, gembor, dan alat – alat lainnya yang dapat membantu dan mendukung dalam penelitian. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini antara lain: benih tanaman jagung pulut hibrida FI Victoria, dengan pupuk : ( NPK Grower dan POC TOP G2), media tanam adalah tanah, air, fungisida, pupuk kandang dan bahan – bahan lain yang dapat membantu dan mendukung dalam penelitian. Penelitian ini disusun berdasarkan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan 2 faktor perlakuan dan 3 ulangan. Faktor pertama adalah pupuk NPK Grower (N) dengan 4 taraf yaitu N0 = 0 g/plot, N1 = 75 g/plot, N2 =  150 g/plot, N3 = 225 g/plot. Faktor kedua adalah POC TOP G2 dengan 3 taraf, yaitu P0 = 0 ml/liter air, P1 = 1 ml/liter air, dan P2 = 2 ml/liter air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk NPK Grower secara tunggal dengan konsentrasi 225 g/plot, menghasilkan tinggi tanaman hingga 148,83 cm, jumlah daun  10,83 helai, produksi tongkol berkelobot per tanaman 169,12 g, produksi tongkol tanpa kelobot per tanaman 171,42 g, produksi tongkol tanpa kelobot per plot 1,20 kg. Pemberian POC TOP G2 secara tunggal dengan konsentrasi 2 ml/liter air/plot, menghasilkan tinggi tanaman hingga 146,77 cm, jumlah daun  10,96 helai, produksi tongkol berkelobot per tanaman 156,87 g, produksi tongkol tanpa kelobot per tanaman 147,13 g, produksi tongkol berkelobot per plot 1,45 kg dan produksi tongkol tanpa kelobot per plot 1,14 kg. Interaksi antara pemberian pupuk NPK Grower dan POC TOP G2 menunjukkan pengaruh yang tidak nyata terhadap parameter amatan.
PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK DAUN KELOR DAN NUTRISI AB-MIX TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN SELEDRI (Apium graveolens L.) SECARA HIDROPONIK DENGAN SISTEM WICK Suci Wahidma Sari; Safruddin Safruddin; Deddy Wahyudin Purba
Bernas : Jurnal Penelitian Pertanian Vol 15, No 3 (2019): Bernas October 2019
Publisher : Universitas Asahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (161.758 KB)

Abstract

Penelitian dilaksanakan di rumah hidroponik fakultas pertanian Universitas Asahan Jl. Ahmad Yani Kec. Kisaran Timur Kab. Asahan. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari sampai bulan Maret 2019  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak daun kelor dan nutrisi AB Mix terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman seledri (Apium graveolens L.) secara hidroponik dengan sistem wick. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK), Faktorial, yang terdiri dari 2 taraf dengan 3 level perlakuan untuk faktor pertama, yaitu : K1 = 15ml/liter air, K2 = 30ml/liter air, K3 = 45 ml/liter air. 3 level perlakuan untuk faktor kedua, yaitu : A1= 400 ppm, A2= 600 ppm, A3= 800 ppm. dengan 3 ulangan. Peubah pengamatan yang diamati yaitu Tinggi Tanaman (cm), Jumlah daun (helai), Jumlah Cabang (cabang), pH Awal Air dalam plot, pH Akhir Air dalam plot, Produksi Tanaman Sampel (g), dan Produksi Tanaman Per Plot (g). Pemberian ekstrak daun kelor tidak berpengaruh pada semua parameter amatan, Nutrisi AB Mix berpengaruh pada tinggi tanaman umur 6 MST, jumlah daun 4 MST, produksi per sampel dan produksi per plot dengan pemberian AB Mix Terbaik yaitu A2 (600 ppm/plot). Interaksi pemberian ekstrak daun kelor dan nutrisi AB Mix tidak berpengaruh terhadap semua parameter pengamatan.
RESPON PEMBERIAN PUPUK KOTORAN BURUNG PUYUH DAN PUPUK BOKASI ENCENG GONDOK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN SELADA (Lactuca sativa L.) Riska Fitriani Manurung; Cik Zulia; Sri Susanti Ningsih
Bernas : Jurnal Penelitian Pertanian Vol 15, No 3 (2019): Bernas October 2019
Publisher : Universitas Asahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (213.005 KB)

Abstract

Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan Universitas Asahan, dengan topografi datar dan tinggi tempat ± 15 m dpl. Tipe iklim Oldeman termasuk tipe iklim E1 dan jenis tanah Alluvial. Curah hujan antara 1.917 mm—3.884 mm, dengan rata-rata curah hujan tahunan 2.900 mm. Suhu berkisar 20,4—32,7° C dan kelembaban udara antara 82% - 94%.  Penelitian rencana dilaksanakan pada bulan Maret sampai bulan Mei 2017. Penelitian ini disusun berdasarkan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan 2 faktor perlakuan dan 3 ulangan. Faktor pertama adalah Pupuk Kotoran Burung Puyuh (P) terdiri dari 3 taraf yaitu : P0 :  0 kg/tanaman (kontrol), P1 :  1 kg/tanaman, dan P2 :  2 kg/tanaman. Faktor kedua adalah pemberian Pupuk Bokashi Eceng Gondok (B) terdiri dari 4 taraf yaitu : B0:  0 Kg/tanaman, B1:  1 Kg/tanaman, B2:  2 Kg/tanaman, , B3:  3 Kg/tanaman. Hasil penelitian pemberian Pupuk Kotoran Burung Puyuh menunjukkan berpengaruh nyata terhadap jumlah daun, berat segar per tanaman, dan berat segar per plot tanaman selada, dengan perlakuan pupuk Pupuk Kotoran Burung Puyuh terbaik pada dosis 2 kg/tanaman. Pemberian Pupuk Bokashi Eceng Gondok menunjukan berpengaruh nyata terhadap Pertumbuhan tanaman, dengan dosis perlakuan terbaik pada dosis 3 kg/tanaman Interaksi antara pengaplikasian pupuk Kotoran Burung Puyuh dan Pupuk Bokashi Eceng Gondok Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi Tanaman Selada (Lactuca sativa L) menunjukkan pengaruh tidak nyata terhadap parameter yang diamati.
Pengaruh Sistem dan Konsentrasi Nutrisi Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Pakcoy (Brassica Rapa L.) Secara Hidroponik Noni Narulita; Syafrizal Hasibuan; Rita Mawarni
Bernas : Jurnal Penelitian Pertanian Vol 15, No 3 (2019): Bernas October 2019
Publisher : Universitas Asahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (193.583 KB)

Abstract

Penelitian dilaksanakan di Rumah Hidroponik Fakultas Pertanian Unversitas Asahan, pada bulan Desember 2018 hingga Januari 2019. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Sistem dan Konsentrasi Nutrisi Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Pakcoy (Brassica Rapa L) Secara Hidroponik. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK), sedangkan rancangan perlakuannya adalah Faktorial, yang terdiri atas dua faktor yang diteliti, yaitu :1. Sistem Hidroponik  (S) terdiri dari  2  Sistem  S1: Sistem Wick, S2 : Sistem Rakit Apung, 2. Konsentrasi Nutrisi AB Mix (N) terdiri dari 4 Taraf N0 : 500 ppm, N1 : 1000 ppm, N2 :1500 ppm, N3 :2000 ppm dengan 3 ulangan. Peubah amatan yang diamati: Tinggi Tanaman, Jumlah Daun, Kandungan Klorofil, Berat Basah Tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sistem Hidroponik menunjukan pengaruh yang nyata pada pengamatan tinggi tanaman, Jumlah Daun dan Berat Basa pada Semua umur amatan, Konsentrasi Nutrisi berpengaruh nyata pada pengamatan tinggi tanaman dan jumlah daun pada umur 5 MST, kandungan Klorofil dan Berat Basa tanaman dengan Konsentrasi Nutrisi terbaik Pada N3 (2000 ppm), Interaksi Sistem Hidroponik dan Konsentrasi Nutrisi tidak berpengaruh pada semua parameter pengamatan.
TANGGAP PERTUMBUHAN SERTA PRODUKSI BAYAM MAVI (Amaranthus holf red) TERHADAP PERLAKUAN BOKASHI LIMBAH JUS DAN PUPUK ORGANIK CAIR G2 Findo Welman Simanjuntak; Cik Zulia; Surya Fazri
Bernas : Jurnal Penelitian Pertanian Vol 15, No 3 (2019): Bernas October 2019
Publisher : Universitas Asahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (312.218 KB)

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Percobaan Universitas Asahan Fakultas Pertanian, Jalan Jend. Ahmad Yani, Kecamatan Kisaran Timur Kabupaten Asahan dengan topograi datar dan ketingian tempat ±15 m dpl. Penelitian dilaksanakan pada bulan  Januari sampai bulan Februari 2019. Penelitian ini disusun berdasarkan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan 2 faktor perlakuan dan 3 ulangan. Faktor pertama adalah pemberian Bokashi Limbah Jus yang terdiri dari 3 taraf yaitu J0 = tanpa pemberian bokashi (kontrol), J1 = 10 ton/ha (1 kg/plot), J2 = 20 ton/ha (2 kg/plot). Dan faktor kedua adalah Pupuk Organik Cair G2 yang terdiri dari 4 taraf yaitu C0 = tanpa pemberian pupuk organik cair G2 (kontrol), C1  = 0,5 cc/100 cc air/plot, C2 = 1 cc/200 cc air/plot, C3 = 1,5 cc/300 cc air/plot. Hasil penelitian pemberian bokashi limbah jus  menunjukkan berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman dan jumlah daun umur 14 dan 21 hari setelah tanam serta produksi per tanaman sample dan produksi per plot dengan perlakuan terbaik pada dosis J2 = 20 ton/ha (2 kg/plot). Pemberian pupuk organik cair G2 menunjukkan berpengaruh nyata terhadap ttinggi tanaman dan jumlah daun umur 14 dan 21 hari setelah tanam serta produksi per tanaman sample dan produksi per plot dengan perlakuan terbaik pada dosis C3 = 1,5 cc/300 cc air/plot. Interaksi antara bokashi batang pisang dan pupuk organik cair G2 menunjukkan tidak berpengaruh nyata terhadap seluruh amatan yang diamati.

Page 1 of 2 | Total Record : 13