cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Al-MARSHAD: Jurnal Astronomi Islam dan Ilmu-Ilmu Berkaitan
ISSN : 24425729     EISSN : 25982559     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Al-Marshad: Jurnal Astronomi Islam dan Ilmu-Ilmu Berkaitan, published by the Observatorium Ilmu Falak, University of Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), Medan, Indonesia, which includes articles on the scientific research field of Islamic astronomy observatory and others. Al-Marshad: Jurnal Astronomi Islam dan Ilmu-Ilmu Berkaitan accepts manuscripts in the field of research includes scientific fields relevant to: Islamic astronomy observatory and others. Al-Marshad: Jurnal Astronomi Islam dan Ilmu-Ilmu Berkaitan published Twice a year in June and December.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 2 (2016)" : 5 Documents clear
Peran Ilmu Falak Dalam Masalah Arah Kiblat, Waktu Salat dan Awal Bulan Habibullah Ritonga; Arwin Juli Rakhmadi Butar-Butar
Al-Marshad: Jurnal Astronomi Islam dan Ilmu-Ilmu Berkaitan Vol 2, No 2 (2016)
Publisher : University of Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (606.721 KB) | DOI: 10.30596/jam.v2i2.2549

Abstract

Ilmu falak adalah disiplin ilmu yang mengkaji tentang benda-benda langit, khususnya bulan dan matahari. Bagi umat Islam, ilmu falak berperan setidaknya dalam tiga hal yaitu (1) menentukan waktu-waktu salat, (2) menentukan arah kiblat, dan (3) menentukan awal bulan qamariyah, khususnya dalam menetapkan puasa dan hari raya. Tiga hal ini merupakan persoalan ijtihad yang membuka ruang perbedaan pendapat berdasarkan cara telaah dan argumentasi masing-masing.
طريقة الشيخ محمد نووي بن عمر البنتني في تحديد القبلة Nurhidayatullah al-Banjari
Al-Marshad: Jurnal Astronomi Islam dan Ilmu-Ilmu Berkaitan Vol 2, No 2 (2016)
Publisher : University of Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1310.7 KB) | DOI: 10.30596/jam.v2i2.2547

Abstract

معرفة جهة الكعبة بالدقة الصحيحة أمر مهم عند المسلمين, خصوصا في الصلاة. لأن استقبال القبلة شرط من شروط صحة الصلاة. قسم الفقهاء طرق تحديد القبلة إلى ثلاثة أقسام, منها سمائية و أرضية و هوائية. و لكن في مجال عام, قسم الفلكيون طرق تحديد القبلة إلى قسمين, و هما سمت القبلة و رصد القبلة. و مما يلفت النظر أن هناك طريقة التي أنشأها الشيخ محمد نووي بن عمر البنتني و هي غريبة بأن تكون قبلة أهل جاوي بستّ و عشرين درجة من الغرب إلى الشمال. و تطبيقها بالنقود المصفوفة و بالبوصلة التي فيها الجهات الأربع و جهات مهاب الرياح.هذه تكون نقطة الانطلاق و مثابة المبدأ ليجرب الباحث تحليل عن هذه الطريقة و تطبيقها لمعرفة دقتها في وقتنا الحاضر. و أن هذا البحث لتعمق و تبخر خزائن العلوم الفلكية الكلاسيكية. فبالطبع أن الغرض من هذا البحث : 1) كيف طريقة الشيخ نووي البنتني في تحديد القبلة؟ 2) كيف دقة طريقة الشيخ نووي البنتني في تحديد القبلة حيث علم الفلك الحديث ؟في هذه الدراسة تستخدم مناهج البحث كالآتي : 1) منهج جمع البيانات للحصول على البيانات المطلوبة في هذه الدراسة يستخدم الباحث مكتبة بحث (Library Research) . 2) و أيضا لم يتخلف أن أجري على المقابلة (Interview) إلى الفلكيين و الفقهاء. 3) و طرق تحليل البيانات, بالتحليل النوعي. و المضمون (content analisis),  وبتحليل المقارن.
Unifikasi Kalender Hijriah Global Problem dan Tantangan Syamsul Anwar
Al-Marshad: Jurnal Astronomi Islam dan Ilmu-Ilmu Berkaitan Vol 2, No 2 (2016)
Publisher : University of Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (827.213 KB) | DOI: 10.30596/jam.v2i2.2548

Abstract

Kalender Islam global sebagai kalender hijriah berdasarkan lunasi bulan yang berfungsi tidak saja untuk kehidupan sivil tetapi juga sekaligus untuk tujuan-tujuan keagaan Islam. Kalender global Islam juga bukan kalender zonal, melainkan kalender yang berlandasakan prinsip satu hari satu tanggal di seluruh dunia agar dapat menepatkan jatuhnya waktu ibadah umat Islam, khususnya hari puasa Arafah yang pelaksanaannya di suatu tempat terkait dengan peristiwa di tempat lain. Oleh karena itu pemikir kalender Islam di Indonesia karenanya tidak memadai lagi berdebat tentang kalender lokal, tetapi sebaliknya harus memberi perhatian kepada perumusan sistem penanggalan yang bersifat global (lintas kawasan) agar dapat dan dalam rangka mengupayakan penyatuan hari ibadah umat Islam. Upaya ini juga menjadi modal negosiasi ke dunia Islam lainnya, khususnya kepada pemerintah Arab Saudi, guna menyatukan jatuhnya hari-hari besar Islam di seluruh dunia, khususnya hari Arafah yang sangat penting bagi umat Islam karena merupakan hari ibadah. Lebih dari itu, upaya ini juga memberi kontribusi kepada peradaban Islam yang dalam usia hampir 1,5 milenium belum mempunyai kalender terunifikasi.
Syaikh Zubair Umar al-Jailany (w. 1411 H/1990 M) dalam Sejarah Hisab di Indonesia Ahmad Izuddin
Al-Marshad: Jurnal Astronomi Islam dan Ilmu-Ilmu Berkaitan Vol 2, No 2 (2016)
Publisher : University of Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (778.904 KB) | DOI: 10.30596/jam.v2i2.2532

Abstract

Syaikh Zubair Umar al-Jailany (w. 1411 H/1990 M) adalah akademisi dan pakar falak terkenal di Indonesia. Karya monumentalnya dalam bidang ini adalah buku berjudul“Al-Khulashah al-Wafiyah”.Buku ini menggunakan prinsip ‘heliosentris’ yang sampai sekarang masih diakui kebenaran ilmiahnya. Selain itu, konsep dan pemikiran hisab Syaikh Zubair Umar al-Jailany juga menggunakan prinsip astronomi Modern, dan masih menggunakan bahasa Arab. Pemikiran hisab Syaikh Zubair merupakan corak baru yang pada waktu berikutnya banyak dicangkok oleh pemikiran hisab yang ada di Indonesia, seperti pemikiran hisab Noor Ahmad SS dalam “Nurul Anwar”, “Al-Maksyuf” karya Amad Soleh Cirebon, “Ittifaq Dzatil Bain” karya Muhammad Zubair Abdul Karim Gresik, dan lainnya. Oleh karena itu, pemikiran Syaikh Zubair Umar al-Jailany sangat mempengaruhi dan memberikan corak dalam khazanah perkembangan hisab di Indonesia.
Melacak Metode Penentuan Awal Bulan Hijriah Pengikut Abu Peuleukung Nagan Raya (Analisis Penetapan 1 Ramadhan, 1 Syawal dan 10 Zulhijah) Ismail ,
Al-Marshad: Jurnal Astronomi Islam dan Ilmu-Ilmu Berkaitan Vol 2, No 2 (2016)
Publisher : University of Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (757.981 KB) | DOI: 10.30596/jam.v2i2.2533

Abstract

Tulisan ini mencoba untuk melacak dan menjelaskan metode penentuan awal bulan Hijriah yang dipraktikkan oleh pengikut Abu Peuleukung Nagan Raya provinsi Aceh. Praktik penetapan 1 Ramadhan, 1 Syawal dan 10 Zulhijah yang selalu berbeda dengan kebanyakan masyarakat di Indonesia menggerakkan hati penulis untuk mengkaji lebih dalam tentang metode apa yang dipakai oleh pengikut Abu Peuleukung Nagan raya dalam menetapkan hari-hari besar Islam, khususnya 1 Ramadhan, 1 Syawal dan 10 Zulhijah. Berdasarkan data yang diambil dari media massa yang mempublikasikan tentang praktik penetapan 1 Ramadhan, 1 Syawal dan 10 Zulhijah pengikut Abu Peuleukung Nagan Raya dapat disimpulkan bahwa metode yang dipakai selama ini adalah hisab ‘urfi yang lebih dekat dengan metode hisab ‘urfi khumasi.

Page 1 of 1 | Total Record : 5