cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
AL-JAZARI JURNAL ILMIAH TEKNIK MESIN
ISSN : 25024922     EISSN : 26150867     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal ini membuat Jurnal Ilmiah hasil-hasil penelitian Teknik Mesin, Jurnal ini terbit 2 kali dalam setahun yaitu bulan Mei dan Nopember dan terdaftar di LIPI dengan kode persi cetak p-ISSN 2502-4922 dan persi online e-ISSN 2615-0867.
Arjuna Subject : -
Articles 22 Documents
Search results for , issue "VOLUME 9, ISSUE 1, MEI 2024" : 22 Documents clear
EKSPERIMEN KEKUATAN MATERIAL KOMPOSIT SERAT PINANG DAN PELEPAH PISANG TERHADAP UJI IMPACT Sidabutar, Sadat NS; Maryanti, Budha
AL-JAZARI JOURNAL SCIENTIFIC OF MECHANICAL ENGINEERING VOLUME 9, ISSUE 1, MEI 2024
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/al-jazari.v9i1.14445

Abstract

Serat pelepah pisang dan serat pinang merupakan serat alam yang bersumber dari batang pisang dan pinang. serat ini dapat digunakan dalam bidang industri, misalnya dalam pembuatan komposit. Komposit merupakan material yang terbuat dari dua atau lebih material yang terpisah dan berbeda untuk membentuk material tunggal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kekuatan serat pinang dan pelepah pisang dengan menggunakan uji impact. Pembuatan komposit menggunakan metode hand lay-up yang terbuat dari serat pelepah pisang dan serat pinang dengan perendaman NaOH selama 1 jam, dan perbandingan fraksi volum resin dan katalis 88% (1% katalis) dan serat 11% pada setiap spesimen. Hasil penelitian yang diperoleh, serat pelepah pisang memberikan pengaruh yang signifikan dibandingkan serat pinang dan tanpa serat  dengan masing masing nilai impact 0,01048 joule /????????2 serat pelepah pisang, nilai impact pinang 0,00853 Joule/mm2 dan nilai tanpa serat dengan nilai 0,00804 Joule/????????2. Penempatan serat pada saat pembuatan spesimen secara baik/tidak terdapat celah yang tidak beraturan dapat mempengaruhi peningkatan kekuatan yang lebih baik dibandingkan penempatan serat yang memiliki celah/tidak rapat.
ANALISA HASIL PENGEREMAN SISTEM LOAD SENSING PROPORTIONING VALVE (LSPV) TERHADAP KELEBIHAN BEBAN MUATAN (OVER LOAD) PADA MOBIL BARANG BAK TERBUKA PICK UP Abdurahim Rahim Sidiq; Gusti Rusydi F S
AL-JAZARI JOURNAL SCIENTIFIC OF MECHANICAL ENGINEERING Volume 9, Issue 1, Mei 2024
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/al-jazari.v9i1.14384

Abstract

Terjadinya kecelakaan yang diakibatkan kendaraan mengangkut beban muatan yang melebihi kapasitas kemampuan kendaraannya (Over Load) permasalahan dari penelitian ini adalah bagaimana pengaruh beban muatan berlebih (Overload) terhadap kemampuan rem utama / efisiensi rem utama pada mobil yang dilenkapi dengan system LSPV "Load Sensing Proportioning Valve". Kendaraan yang menggunakan  LSPV "Load Sensing Proportioning Valve"  dicoba dengan berbagai kombinasi variasi beban dan hal tersebut di buktikan dengan hasil gaya pengereman kendaraan saat dilakukan pengujian kinerja rem sebagai berikut Pengujian pengujian variasi beban ke 1 dengan berat kendaraan dan muatan 1144 kg gaya rem utama kendaraan sebesar  601 kg dengan efisiensi rem utama 53 %, pada pengujian variasi beban ke 2 dengan berat kendaraan dan muatan 1512 kg gaya rem utama kendaraan  648 kg dengan efisiensi rem utama  43%, pada pengujian variasi beban ke 3 dengan berat kendaraan dan muatan 2062 kg gaya rem utama kendaraan 986 kg dengan efisiensi rem utama 48 %, pada pengujian variasi beban ke 4 berat kendaraan dan muatan 2286 kg gaya rem utama menjadi 1000 kg dengan efisiensi rem sebesar 44 %, dan pada pengujian variasi beban ke 5 dengan berat kendaraan dan muatan  sebesar 2532 kg gaya rem yang utama kendaraan sebesar 893 kg dengan efisiensi rem utama menjadi 35%,. Percobaan Pengujian sebagaimana telah dilaksanakan tersebut membuktikan bahwa LSPV bekerja menjadikan gaya rem meningkat (bertambah naik) seiring penambahan beban muatan pada kendaraan.  Akan tetapi dalam kondisi Overload / kelebihan muatan besaran gaya pengereman yang di hasilkan akan tetap dan cenderung mulai menurun saat diadakan penambahan muatan sehingga kinerja rem utama tidak mampu memberikan efek pengereman yang optimal pada saat kendaraan berjalan. Kurang optimalnya pengereman pada kendaraan berakibat pada jarak henti kendaraan, semakin berat muatan kendaraan maka jarak yang diperlukan kendaraan untuk berhenti saat melakukan pengereman akan semakin panjang.Kata kunci : Rem, Kinerja Rem, LSPV, Over Load.
Desain dan Investigasi Dinamometer 3 Sumbu di Mesin CNC Router untuk Material Polimer dengan metode VDI 2221 Archi Kun Cahyo Utomo; Hadi Sutanto; Marsellinus Bachtiar Wahju; Novi Misgi P. Adi; Taji Harya Prakosa; Dikky Kusuma Wijaya
AL-JAZARI JOURNAL SCIENTIFIC OF MECHANICAL ENGINEERING Volume 9, Issue 1, Mei 2024
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/al-jazari.v9i1.14568

Abstract

Kepuasan pelanggan dapat tercapai dengan kualitas produk yang baik. Sistem pengendalian sangat diperlukan untuk menjamin mutu suatu produk. Metode desain VDI (Verein Deutcher Ingenieure) 2221 digunakan untuk mencari solusi terbaik, optimalisasi penggunaan material, dan optimalisasi teknologi. Tahapan perancangan cover dinamometer menggunakan VDI 2221 adalah klarifikasi tugas, perancangan konseptual, perwujudan konsep, dan perancangan detail. Proses pembuatan, perakitan, pemasangan, dan pengoperasiannya relatif mudah. Yang terpilih adalah varian desain 3 dengan proses 3D printing PLA karena lebih kuat, murah, dan mudah dari varian desain lainnya. Dinamometer menggunakan loadcell sebagai sensor berat dan arduino uno sebagai controller. Beban penyayatan yang terbesar terdapat pada sumbu Z, semakin besar kedalaman pemakanan semakin tinggi beban penyayatan.
RESTORASI CITRA MAGNETIC RESONANCE IMAGING (MRI) RUANG KATERISASI JANTUNG RSUD ULIN BANJARMASIN MENGGUNAKAN METODE BLIND DECONVOLUTION Ice - Trianiza; Abdurahim Sidiq; Ayu Novia Lisdawati
AL-JAZARI JOURNAL SCIENTIFIC OF MECHANICAL ENGINEERING Volume 9, Issue 1, Mei 2024
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/al-jazari.v9i1.12803

Abstract

Magnetic Resonance Imaging (MRI) adalah sebuah metode pemeriksaan diagnostik yang mulai digunakan sejak tahun 1980. Gambar yang dihasilkan merupakan hasil rekonstruksi pencitraan komputer. Namun berbeda dengan CT-Scan MRI tidak menggunakan radiasi ion melainkan menggunakan medan magnet dan radiofrekuensi. studi kasus yang dijumpai banyak gangguan debluring terhadap citra yang didapatkan dari MRI. Degradasi dan gangguan tersebut tentunya akan berakibat pada pada kualitas gambar yang dihasilkan. Hal tersebut tentunya sangat merugikan dalam dunia medis dikarenakan citra yang dihasilkan akan digunakan untuk mendiagnosa ataupun mendeteksi kelainan yang ada pada tubuh. Dari hasil penulisan dapat disimpulkan proses peningkatan kualitas citra termal dilakukan dengan menggunakan metode blind deconvolution yang terdiri dari 3 tahap, yaitu mencari nilai kernel, mencari nilai konvolusi dan estimasi (MAP????,????).  Metode blind deconvolution dapat diterapkan dalam peningkatan kualitas citra termal dengan cara mengurangi efek blur yang terdapat pada gambar. Aplikasi peningkatan kualitas citra termal telah selesai dirancang dengan menggunakan matlab R2022a dan dapat dijalankan pada sistem operasi macOS atau windows.
ANALISIS VARIASI BEBAN PENUMPANG TERHADAP EFISIENSI GAYA PENGEREMAN PADA SISTEM REM ANTI LOCK BRAKING (ABS) DAN NON ABS Dodik Purwanto; Puji Saksono; Marsius Ferdnian
AL-JAZARI JOURNAL SCIENTIFIC OF MECHANICAL ENGINEERING Volume 9, Issue 1, Mei 2024
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/al-jazari.v9i1.14439

Abstract

Sistem rem berfungsi mengontrol kecepatan, menahan beban dan berat dari kendaraan. Adanya teknologi sistem anti lock braking (ABS) diharapkan mampu meningkatkan kinerja sistem rem terutama efisiensi gaya pengereman. Penelitian dilakukan pada kendaraan Toyota Avanza tipe 1.3 G dengan sistem rem ABS dan non ABS. Variasi beban pada 103,5 kg, 183 kg, 274,55 kg, dan 362,3 kg. Hasil penelitian didapatkan bahwa hubungan antara beban penumpang terhadap efisiensi gaya pengereman berbanding terbalik. Semakin besar beban penumpang maka nilai efisiensi gaya pengereman semakin kecil. Pada beban yang sama, efisiensi gaya pengereman pada sistem rem ABS lebih tinggi dibanding non ABS. Pada beban 103,5 kg nilai efisiensi rem ABS 62,2% sedangkan non ABS 60%, pada  beban 183 kg nilai efisiensi rem ABS  53,7% sedangkan non ABS 51,6%, pada beban 274,55 kg nilai efisiensi rem ABS 46,8% sedangkan non ABS 44,3%, dan pada beban 362,3 kg maka nilai efisiensi rem ABS 40,9% sedangkan rem non ABS 38%.Kata Kunci : variasi beban, sistem rem, pengujian, efisiensi pengereman 
RANCANG BANGUN BRACKET SISTEM STEERING RODA DEPAN PADA PROTOTIPE MOBIL LISTRIK HEULANG GALUNGGUNG Irfan Aditia Pratama; Anes Inda Rabbika
AL-JAZARI JOURNAL SCIENTIFIC OF MECHANICAL ENGINEERING Volume 9, Issue 1, Mei 2024
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/al-jazari.v9i1.14239

Abstract

Bracket sistem steering roda depan merupakan salah satu komponen kendaraan roda empat yang berfungsi sebagai penopang atau dudukan dari poros roda dan sistem kemudi.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui alur perancangan, proses manufaktur, serta pengujian dengan metode Finite Element Analysis. Perancangan gambar teknik (CAD), program NC (CAM), dan Finite Element Analysis (FEA) menggunakan software Solidworks dan proses manufaktur menggunakan mesin milling CNC. Hasil perancangan didapatkan jenis material yang digunakan adalah Alumunium 6061-T6. Proses pengujian menggunakan metode FEA dengan variasi beban 100 N, 125 N, dan 150 N. Beban maksimal 150 N didapatkan hasil pengujian menunjukan bahwa nilai Von mises stress adalah 438325,09 N/mm2, besar nilai displacement yang terjadi sebesar 0,000293 mm, nilai minimum safety factor adalah 125,86. Hasil yang didapatkan menunjukan bahwa bracket sistem steering roda depan yang didesain aman digunakan maksimal beban 150 N. Kata kunci : Bracket, CAD, CAM, FEA
PENGARUH BESAR ARUS DAN KECEPATAN PENGELASAN SMAW TERHADAP KEKUATAN TARIK DAN STRUKTUR MIKRO PADA BAJA KARBON MENENGAH suwarto .; Wajilan .; Agus Hariyanto
AL-JAZARI JOURNAL SCIENTIFIC OF MECHANICAL ENGINEERING Volume 9, Issue 1, Mei 2024
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/al-jazari.v9i1.14460

Abstract

Pada saat ini las busur listrik elektroda terbungkus atau Shielded Metal Arc Welding (SMAW) banyak digunakan secara luas dalam penyambungan batang–batang pada konstruksi bangunan baja dan konstruksi mesin. Pengaruh panas dari besar arus pengelasan  dan kecepatan pengelasan menyebabkan terjadinya perubahan sifat mekanik dan fisis pada hasil lasan material yang dilas. Konsep yang digunakan untuk melakukan penelitian ini adalah dengan metode penelitian murni dan Proses pengelasan yang digunakan adalah.variasi besar arus 70A, 80A, 90A dan 100A sedangkan variasi kecepatan pengelasan yaitu 90 mm/menit, 120 mm/menit dan 150 mm/menit. Hasil yang dicapai dari pengujian tarik diperoleh nilai kekuatan tarik terbesar adalah pada perlakuan besar arus pengelasan 100A dengan kecepatan pengelasan 150 mm/menit dengan nilai rata–rata 354 MPa, sedangkan nilai kekuatan tarik terkecil pada besar arus pengelasan 80 A dengan kecepatan pengelasan 90 mm/menit dengan nilai rata–rata 315 MPa dan Pada pengamatan struktur mikro untuk daerah las (Weld Metal) didominasi unsur ferit dibanding perlit, sehingga sifat mekanik semakin tangguh tetapi kekuatan tariknya menurun
ANALISIS JARAK PENGEREMAN DAN TEMPERATUR DISC BRAKE PADA PROTOTIPE MOBIL LISTRIK HEULANG GALUNGGUNG Kenken Ahmad Fauzi; Anes Inda Rabbika
AL-JAZARI JOURNAL SCIENTIFIC OF MECHANICAL ENGINEERING Volume 9, Issue 1, Mei 2024
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/al-jazari.v9i1.14238

Abstract

Disc brake merupakan salah satu komponen kendaraan bermotor yang berfungsi untuk memperlambat atau menghentikan laju kendaraan khususnya kendaraan darat yaitu sebuah besi yang berbentuk piringan yang dijepit oleh kampas rem menggunakan kaliper yang digerakkan oleh piston. Tujuan dari pengujian ini untuk melihat temperatur disc dan jarak pengereman pada mobil listrik heulang galunggung. Pada penelitian ini akan diambil data 3 temperatur disc setelah pemakaian beberapa kali. Data tersebut meliputi kecepatan mobil listrik, jarak tempuh, dan panas pada piringan. Metode pengukuran panas pada piringan dengan menggunakan Thermogun infrared, sebelum memulainya pengujian tersebut pastikan suhu awal pada piringan depan kiri 24.2˚C, depan kanan 24,1 ˚C, belakang 24,8˚C selanjutnya kendaraan melaju dengan jarak 50 M, dan menentukan jarak pengereman sampai kendaraan berhenti. Hasil dari pengujian ini bahwa dari ke-3 piringan cakram menunjukkan hasil bahwa suhu tertinggi piringan cakram tersebut mencapai depan kiri 33,6˚C, depan kanan 37,7˚C, belakang 30˚C dan suhu terendah depan kiri 26,6˚C, depan kanan 29,7˚C, belakang 26,4˚C dan untuk jarak pengereman terpanjang mencapai 3.2 meter dan jarak terpendek 2,55 meter. Untuk hasil pengujian dari ketiga piringan cakram adalah piringan depan kanan yang paling panas 37,7˚C dibandingkan dengan yang lain dan suhu terendah ada di piringan depan kiri 26,6˚C, untuk jarak pengereman terpanjang 3,2 meter dan jarak terpendek 2,55 meter.Kata kunci : Disc Brake, Temperatur disc dan jarak pengereman.
PENGUJIAN TURBIN ANGIN DARRIEUS DENGAN PENAMBAHAN DUEL STAGE KOMBINASI SUDU Mujiburrahman .; Heri Irawan
AL-JAZARI JOURNAL SCIENTIFIC OF MECHANICAL ENGINEERING Volume 9, Issue 1, Mei 2024
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/al-jazari.v9i1.14404

Abstract

Turbin angin Darrieus kombinasi adalah sebuah jenis turbin angin yang terdiri dari beberapa bentuk Darrieus rotor yang diatur sedemikian rupa sehingga dapat meningkatkan efisiensi turbin angin. penelitian ini di tekankan pada kombinasi rotor sudu yang mampu bekerja pada kecepatan angin rendah. Mengingat kecepatan angin di wilayah banjarmasin tergolong rendah. Sehingga di perlukan desain turbin yang mampu bekerja pada kecepatan angin rendah. penambahan duel stage kombinasi sudu pada rotor turbin angin darrieus, yang di posisikan secara vertikal dan sejajar satu sama lain di duga mampu mengoptimalkan kinerja turbin. Darrieus dengan penambahan duel stage kombinasi sudu juga memiliki swap area lebih besar dalam mengekstrak energi kinetik menjadi energi mekanik. Adapun yang menjadi tujuan penelitian ini Mengetahui pengaruh penambahan duel stage kombinasi sudu terhadap kinerja  turbin angin darrieus saat pengujian, Mengetahui penambahan duel stage kombinasi sudu darrieus terhadap berbagai kondisi kecepatan angin saat pengujian. Metode yang di gunakan dalam penelitian ini melakukan ekspriment membuat  alat, pengujian alat, yang di simulasikan menggunakan wind tunnel, selanjutnya melakukan pengamatan data secara langsung pada Turbin Darrieus tanpa penambahan duel stage kombinasi sudu  dan menggunakan konsep penambahan duel stage kombinasi sudu. Hasilnya Turbin Darrieus dengan penambahan duel stage kombinasi sudu  menghasilkan kinerja lebih baik di bandingkan  tanpa menggunakan konsep penambahan duel stage kombinasi sudu. Pada kecepatan angin terendah 2,14 m/s putaran generator sebesar 49,40 rpm, daya generator sebesar 0,71 Watt, dan efesiensi 0,02%. Sedangkan pada kecepatan angin tertinggi 6,33 m/s mampu mencapai putaran generator sebesar 301,80 rpm, daya generator sebesar 217,53 Watt, dan efesiensi 2,59%. Sedangkan Pengaruh penambahan duel stage kombinasi sudu  mampu mengoptimalkan swap area sapuan angin lebih besar sehingga membuat rasio putaran ujung bilah sudu memiliki keseimbangan akibat gaya dorong  angin yang besar memutar generator. Hal ini dapat di lihat dari nilai tsr yang di hasilkan pada berbagai kondisi angin, di mana pada kecepatan angin terendah sebesar 2,99 dan tertinggi sebesar 53,9  lebih baik jika di bandingkan tanpa penambahan duel stage kombinasi sudu.Kata Kunci : Kecepatan angin, duel stage kombinasi , kinerja turbin.
EKSPERIMEN KEKUATAN MATERIAL KOMPOSIT SERAT PINANG DAN PELEPAH PISANG TERHADAP UJI IMPACT Sadat NS Sidabutar; Budha Maryanti
AL-JAZARI JOURNAL SCIENTIFIC OF MECHANICAL ENGINEERING Volume 9, Issue 1, Mei 2024
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/al-jazari.v9i1.14445

Abstract

Serat pelepah pisang dan serat pinang merupakan serat alam yang bersumber dari batang pisang dan pinang. serat ini dapat digunakan dalam bidang industri, misalnya dalam pembuatan komposit. Komposit merupakan material yang terbuat dari dua atau lebih material yang terpisah dan berbeda untuk membentuk material tunggal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kekuatan serat pinang dan pelepah pisang dengan menggunakan uji impact. Pembuatan komposit menggunakan metode hand lay-up yang terbuat dari serat pelepah pisang dan serat pinang dengan perendaman NaOH selama 1 jam, dan perbandingan fraksi volum resin dan katalis 88% (1% katalis) dan serat 11% pada setiap spesimen. Hasil penelitian yang diperoleh, serat pelepah pisang memberikan pengaruh yang signifikan dibandingkan serat pinang dan tanpa serat  dengan masing masing nilai impact 0,01048 joule /????????2 serat pelepah pisang, nilai impact pinang 0,00853 Joule/mm2 dan nilai tanpa serat dengan nilai 0,00804 Joule/????????2. Penempatan serat pada saat pembuatan spesimen secara baik/tidak terdapat celah yang tidak beraturan dapat mempengaruhi peningkatan kekuatan yang lebih baik dibandingkan penempatan serat yang memiliki celah/tidak rapat.

Page 2 of 3 | Total Record : 22