cover
Contact Name
Yusrawati JR Simatupang
Contact Email
yusrawati090992@gmail.com
Phone
+6285260106663
Journal Mail Official
intankemalasari00@gmail.com
Editorial Address
Jalan Tanggul Krueng Aceh No.34 Rukoh – Darussalam, Banda Aceh 23112
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
TUNAS BANGSA
ISSN : 23550066     EISSN : 2502681X     DOI : -
Core Subject : Education,
Tunas Bangsa Journal is a periodical scientific publication dedicated to lecturers, students and educational observers to disseminate relevant studies, thinks and research results in the field of primary school education, critical study of teaching and learning for primary school, classroom action research on education for children curriculum, learning methods and medias for students, research on teacher and student assessment, and research on the development of primary school teaching and learning. The History of Tunas Bangsa Journal was published by Department of Primary School Education of STKIP Bina Bangsa Getsempena on 2003. Tunas Bangsa Journal was formed on Februari 2012, and began releasing the first time in Volume 1 Number 1 Februari 2014. Any visitor to this site can browse abstracts, read journal contents and download PDF files. E-ISSN: 2502-681X and P-ISSN 2355-0066 Tunas Bangsa Journal has become a CrossRef Member. Numeracy is currently indexed and included in Sinta, Google Scholar, Garuda, etc. And than Elkawnie has H-index 7 in Google Scholarand accredited 4 in Sinta.
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 4 No 2 (2017)" : 9 Documents clear
RESPONS MAHASISWA TERHADAP PENGEMBANGAN NILAI-NILAI KARAKTER SETELAH MENGIMPLEMENTASIKAN PEMBELAJARAN PENDIDIKAN MATEMATIKA SD Ferry Aristya; Ayatullah Muhammadin Al Fath
Jurnal Tunas Bangsa Vol 4 No 2 (2017)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (139.136 KB)

Abstract

The purpose of this study is to describe the students response to the development of values after implementing mathematics learning. Informant from this research is student of second semester class A study program of elementary school teacher education STKIP PGRI Pacitan, data collected by using interview and questionnaire as poko method of observation and documentation as auxiliary method, this research use qualitatif descriptif method. The validity of data is done by trianggulation technique and trianggulation method. Data analysis qualitatively through 3 path is data reduction, data presentatif, and conclusion. The result of student research on the development of math learning characteristic values is 1) implementation value in math learning involves greeting and praying before and after learning, encouraging student to develop honest religious attitudes, tolerance, disciplin, hard work, creative democracy, curiosity in learning, and exemplary, 2) the need to develop indigo characters can show the superiority of students us a thinker who has a superior intellectual response to make students after following basic mathematics learning more about the values of personality in each. Abstrak Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan respons mahasiswa terhadap pengembangan nilai-nilai karakter setelah mengimplementasikan pembelajaran matematika. Informan dari penelitian ini adalah mahasiswa semester 2 kelas A Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar STKIP Pacitan. Data dikumpulkan dengan menggunakan wawancara, dan angket sebagai metode pokok, observasi dan dokumentasi sebagai metode bantu. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Keabsahan data dilakukan dengan triangulasi sumber, triangulasi teknik dan triangulasi metode.Analisis data secara kualitatif melalui 3 alur yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan respons mahasiswa terhadap pengembangan nilai-nilai karakter setelah mengimplementasikan pembelajaran matematikaadalah, (1) Proses implementasi nilai-nilai karakter dalam pembelajaran matematika meliputi mengucapkan salam dan doa sebelum dan sesudah pembelajaran, memberi semangat kepada mahasiswa, mengembangkan sikap religius, jujur, toleransi, disiplin, kerja keras, kreatif, demokratis, rasa ingin tahu dalam pembelajaran, dan keteladanan, (2) Perlunya mengembangkan nilai karakter dalam pembelajaran dikarenakan nilai-nilai karakter tersebut dapat menunjukan keunggulan mahasiswa sebagai seorang pemikir yang memiliki intelektual yang unggul, (3) Respons mahasiswa setelah mengikuti pembelajaran matematika dasar membuat mahasiswa lebih mengerti tentang nilai kepribadian dalam diri masing-masing. Kata Kunci: Respons Mahasiswa, Karakter, Pembelajaran Matematika SD
ANALISIS PEMAHAMAN MAHASISWA PGSD FKIP UNIVERSITAS RIAU TERHADAP PENDEKATAN SAINTIFIK PADA KURIKULUM 2013 Eddy Noviana
Jurnal Tunas Bangsa Vol 4 No 2 (2017)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (423.344 KB)

Abstract

The purpose of this research is knowing the understanding of PGSD FKIP University of Riau students about the scientific approach in the curriculum of 2013. Population in this research is students of PGSD FKIP University of Riau grade of 2013 with 137 students. The sample of this research is 36 students by using sample technique from Taro Yamane formula with 20% precision level. Data analysis technique used is descriptive statistical analysis technique. The results of this research indicate that: (a) in the one indicator of the legislation regulating the scientific approach obtained an average score is 6.67 with the category less; (b) the two indicators of understanding the scientific approach obtained an average score of 46.67 with the less category; (c) a three indicator of the requirements of a scientific approach, observing activity obtained an average score of 23.33 with less categories; (d) the fourth indicator of the scientific stage obtained an average score of 56.67 with sufficient category; (e), the five indicators of observation activity obtained an average score of 43.33 under the category of less; (f) the sixth indicator of the questioning activity obtained an average score of 51.67 with sufficient category; (g) the seven indicators of collecting information obtained an average score of 42.23 with the less category; (h) the eighth indicator of associate activity obtained an average score of 46.67 with the less category; And (i) on the nine indicator of communicating activity obtained an average score of 26.67 with less categories. Based on the data of the researchers, it can be concluded that the understanding of PGSD FKIP University of Riau students about the scientific approach in the curriculum of 2013 included in the category less with the average score 39,56. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemahaman mahasisswa PGSD FKIP Universitas Riau terhadap pendekatan saintifik pada kurikulum 2013. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa PGSD FKIP Universitas Riau angkatan 2013 dengan jumlah 137 mahasiswa. Sampel penelitian ini berjumlah 36 mahasiswa dengan menggunakan teknik sampel dari rumus Taro Yamane dengan tingkat presisi 20%. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (a) pada indikator satutentang peraturan perundang-undangan yang mengatur pendekatan saintifik perolehan rata-rata skor adalah 6,67 dengan kategori kurang; (b) indikator duatentang pengertian pendekatan saintifik memperoleh rata-rata skor sebesar 46,67 dengan kategori kurang; (c) indikator tigatentang persyaratan pendekatan saintifik, kegiatan mengamati memperoleh rata-rata skor sebesar 23,33 dengan kategori kurang; (d) indikator empat tentang tahap saintifik memperoleh rata-rata skor sebesar 56,67 dengan kategori cukup; (e), indikator limatentang kegiatan mengamati memperoleh rata-rata skor 43,33 dengan kategori kurang; (f) indikator enam tentang kegiatan menanya memperoleh rata-rata skor 51,67 dengan kategori cukup; (g) indikator tujuhtentang mengumpulkan informasi memperoleh rata-rata skor sebesar 42,23 dengan kategori kurang; (h) indikator delapan tentang kegiatan mengasosiasi memperoleh rata-rata skor sebesar 46,67 dengan kategori kurang; dan (i) pada indikator sembilantentang kegiatan mengkomunikasikan memperoleh rata-rata skor sebesar 26,67 dengan kategori kurang. Berdasarkan data hasil peneliti, maka dapat diusimpulkan bahwa pemahaman mahasiswa PGSD FKIP Universitas Riau terhadap pendekatan saintifik pada kurikulum 2013 termasuk pada kategori kurang dengan rata-rata skor 39, 56. Kata Kunci: Pemahaman, Pendekatan Saintifik, Kurikulum 2013
PRESTASI BELAJAR IPS SISWA SMP DALAM LINGKUNGAN BELAJAR INKUIRI BERBANTUAN LEMBAR KERJA SISWA I Gede Widiastika
Jurnal Tunas Bangsa Vol 4 No 2 (2017)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.003 KB)

Abstract

This research was carried out with the aim of improving the learning achievements of students in Social Studie lesson by applying model-based Inkuiri learning Student Worksheet. This research was carried out at SMP N 1 Kubu Bali. This type of research this is a class action research (PTK). The subject of this research is the grade VIIIA totalling 41 people consisted of 22 students are male and 19 female students. Class VIII A has the lowest percentage of ketuntasan of all the class VIII in SMP Negeri 1 Kubu, namely of 34.15% or only 14 students from 41 students who value on top of the KKM. Therefore, this important research is done in order to make the learning achievements of IPS students at SMP N 1 Kubu. The results obtained in this study are as follows. On cycle I gained the highest grade of students is 80 and the lowest was 50, an average score of learning achievements of learners is a 67 with 67% and absorbance ketuntasan of classical 60.98%. While on cycle II obtained the highest value earned is 90 students and the lowest was 60, an average score of 76 students learning achievements with absorbance 76% and 97.6% classical ketuntasan. The results showed an increase in absorbance of 9% and an increase of 36.62% classical ketuntasan. The results obtained in cycle II also meets success indicators are defined. Based on the results of this study, the researcher recommends to teachers of Social Science Subjects to apply Learning Models Inkuiri because it can increase the learning achievements of students. Abstrak Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan meningkatkan prestasi belajar siswa dalam pelajaran IPS dengan menerapkan model pembelajaran Inkuiri berbasis Lembar Kerja Siswa. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 1 Kubu, Bali. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Subjek dari penelitian ini adalah siswa kelas VIIIA yang berjumlah 41 orang terdiri dari 22 orang siswa laki-laki dan 19 orang siswa perempuan. Kelas VIII A memiliki persentase ketuntasan paling rendah dari semua kelas VIII di SMP Negeri 1 Kubu, yaitu sebesar 34,15% atau hanya 14 siswa dari 41 siswa yang nilainya di atas KKM. Oleh karena itu, penelitian ini penting dilakukan agar prestasi belajar IPS siswa di SMP Negeri 1 Kubu. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini adalah sebagai berikut. Pada siklus I nilai tertinggi yang diraih siswa adalah 80 dan terendah adalah 50, skor rata-rata prestasi belajar peserta didik adalah 67 dengan daya serap 67% dan ketuntasan klasikal 60,98%. Sedangkan pada siklus II diperoleh nilai tertinggi yang diraih siswa adalah 90 dan terendah adalah 60, skor rata-rata prestasi belajar peserta didik 76 dengan daya serap 76% dan ketuntasan klasikal 97,6%. Hasil tersebut menunjukkan terjadi peningkatan daya serap sebesar 9% dan peningkatan ketuntasan klasikal sebesar 36,62%. Hasil yang diperoleh pada siklus II juga sudah memenuhi indikator keberhasilan yang ditetapkan. Berdasarkan hasil penelitian ini, peneliti merekomendasikan kepada guru-guru Mata Pelajaran IPS untuk menerapkan Model Pembelajaran Inkuiri karena dapat meningkatkan prestasi belajar siswa. Kata kunci: Model Pembelajaran Inkuiri, LKS, Prestasi Belajar Siswa
HUBUNGAN MOTIVASI BELAJAR TERHADAP PRESTASI BELAJAR IPS SISWA KELAS V SD GUGUS VI KECAMATAN GOLEWA SELATAN TAHUN AJARAN 2016/2017 Konstantinus Dua Dhiu
Jurnal Tunas Bangsa Vol 4 No 2 (2017)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (647.203 KB)

Abstract

This study aims to know the significant correlation between the learning motivation with the students social science learning achievement. The sampling method done using cluster random sampling with its sample was 40% from all students of the fifth grade of primary school in South Golewa subdistrict. The method of data collection in this study used was the learning motivation questionnaire and the test method on the social science learning achievement. The study instrument was 22 questions in the form of multiple choice and 20 questions for the learning motivation questionnaire. The analysis of the prerequisite test used Liliefors test concluding the tool of the regression interpretation Y over X for normal distributed. For testing the study hypothesis by counting the correlation coefficient between X and Y using the “pearson product moment” formula. From the result of the hypothesis test count got the value of rxy=0,899, then compared with rtable at the significant standard 0,05 got the rtable value = 0,320. Because of that if rxy>rtable or 0,899 >,so H1 accepted, and the result of the correlation between the learning motivation with the social science learning achievement after analyzed got the correlation r = 0,90 with its determinant coefficient in the amount of 81%. From the result of the study can be concluded that there is a significant correlation between the learning motivation with the social science learning achievement at the fifth grade students of primary school in South Golewa subdistrict. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan yang signifikan antara motivasi belajar dengan prestasi belajar IPS siswa. Pada kenyataan bahwa prestasi siswa menurunatau rendah dikarenakan oleh dorongan dan motivasi yang renda. Menjadi sebuah harapan adalah para guru hendaknya memperhatikan kondisi awal siswa saat mengikuti pembelajaran, karena kondisi psikologis yang baik akan mempengaruhi motivasi siswa dalam mengikuti pembelajaran. Jenis penelitian ini merupakan jenis penelitian korelasi dengan pendekatan ex post facto karena dalam penelitian ini tidak diadakan perlakuan (treatment) atau manipulasi terhadap variabel-variabel penelitian. Metode pengambilan sampel dilakukan dengan cara cluster random samplingdengan mengambil sampel 40% dari seluruh siswa kelas V SD di Kecamatan Golewa Selatan. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan angket motivasi belajar dan metode tes prestasi belajar IPS. Instrumen penelitian yang diberikan berupa tes sebanyak 22 soal tipe pilihan ganda dan angket motivasi belajar sebanyak 20 butir pertanyaan. Uji prasyarat analisis dengan menggunakan uji liliefors menyimpulkan alat tafsiran regresi Y atas X berdistribusi normal. Untuk menguji hipotesis penelitian dengan menghitung koefisien hubungan antara X dan Y dengan menggunakan rumus “pearson product moment”. Dari hasil perhitungan uji hipotesis diperoleh nilai rxy=0,899 kemudian dibandingkan dengan rtabel pada taraf signifikan 0,05 diperoleh nilai rtabel = 0,320, oleh karena itu jika rxy> rtabel atau 0,899 > maka H1 diterima, dan besarnya hubungan antara motivasi belajar dengan prestasi belajar IPS setelah dianalisis diperoleh korelasi r = 0,90 dengan koefisien determinasi sebesar 81%, makakesimpulan dalam penelitian ini adalah terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi belajar dengan prestasi belajar IPS pada siswa kelas V SD di Kecamatan Golewa Selatan. Dengan demikian maka dengan adanya motivasi belajar yang tinggi, siswa akan terdorong untuk berusaha mencapai sasaran dan tujuannya. Kata kunci: Motivasi Belajar, Prestasi belajar, IPS
IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 DI KELAS II SD NEGERI 079 PEKAN BARU Otang Kurniaman; Lazim N
Jurnal Tunas Bangsa Vol 4 No 2 (2017)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (270.126 KB)

Abstract

The purpose of this research is to look at the implementation of the curriculum learning in 2013 in class II SD Negeri 079 Pekanbaru in particular the success of the implementation of the curriculum learning in 2013 in class II SD Negeri 079 Pekanbaru on theme 4 sub theme 4-2nd learning. The subject of this research one teachers and 32 students, using the istrumen research in the form of sheets of observation and tests in measuring the implementation of the learning curriculum and student learning outcomes 2013. The research is qualitative, descriptive. Assessment of student learning outcomes in the form of an assessment of the attitude of the confident, meticulous, and polite with the highest percentage by categories began to appear while in category party is yet to be seen. The most notable knowledge assessment is good value with 46.88%, in the percentage of learning this skill assessment is divided into two categories with the highest skills tell enough with 87.5% percentage and volume with the highest good by category percentage of 71.88%, while reading narrative skills with the highest percentage of good percentage of 81.25%. Implementation of curriculum in the 2013 class II SD Negeri 079 Soweto has not shown satisfactory results. Especially on assessment, gurumasih overwhelmed in performing, and also still no assessment has not been done well, because in 2013 demanding curriculum attitude became the first priority to be developed. Thus it can be concluded that the application of curriculum 2013 still require review back so that the purpose of education can be achieved optimally. Abstrak Tujuan penelitian ini yaitu untuk melihat penerapan kurikulum 2013 dalam pembelajaran di kelas II SD Negeri 079 Pekanbaru khususnya keberhasilan penerapan kurikulum 2013 dalam pembelajaran di kelas II SD Negeri 079 Pekanbaru pada tema 4 sub tema 4 pembelajaran ke-2. Subjek penelitian ini satu orang guru dan 32 siswa, dengan menggunakan istrumen penelitian berupa lembar observasi dan tes dalam mengukur pelaksanaan pembelajaran kurikulum 2013 dan hasil belajar siswa. Penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Penilaian hasil belajar siswa berupa penilaian sikap percaya diri, teliti, dan santun dengan presentase tertinggi dengan kategori mulai terlihat sedangkan pada kategori membudaya belum terlihat. Penilaian pengetahuan yang paling menonjol adalah nilai baik dengan persentase 46,88%, dalam pembelajaran ini penilaian keterampilan terbagi dua yaitu keterampilan menceritakan dengan kategori tertinggi cukup dengan persentase 87,5% dan volume suara dengan kategori tertinggi baik dengan persentase 71,88%, sedangkan keterampilan membaca cerita narasi dengan persentase tertinggi baik persentase 81,25%. Implementasi kurikulum 2013 di kelas II SDNegeri 079 Pekanbaru belum menunjukkan hasil yang memuaskan. Apalagi pada penilaian, gurumasih kewalahan dalam melaksanakan, dan juga masih ada penilaian yang belum terlaksana dengan baik, karena dalam kurikulum 2013 menuntut sikap yang menjadi prioritas pertama untuk dikembangkan.Sehingga dapat disimpulkan bahwa penerapan kurikulum 2013 masih memerlukan peninjauan ulang kembali supaya tujuan pendidikan dapat tercapai secara optimal. Kata kunci: Kurikulum 2013, Pembelajaran, Sekolah Dasar
EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN ICARE BERBASIS MEDIA AUTENTIK “BERBABE” TERHADAP HASIL BELAJAR BAHASA INGGRIS SISWA SEKOLAH DASAR Maria Desidaria Noge
Jurnal Tunas Bangsa Vol 4 No 2 (2017)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (438.47 KB)

Abstract

This research was important at finding out the significant difference between English learning achievements of students who were treated by using ICARE learning based authentic media “Berbabe” and students who were treated by using Conventional learning model of class V students in Jerebuu Catholic Primary School. This research was quasi experiment with Non Equivalent Control Group Design. The population of this research was class V students of Jerebuu Catholic Primary School totaled 40 students. The sample of research was class VA students as experiment group and class VB students as control group. Research data collected used English learning achievement instrument test formed objective test. The result of test next analyzed by using statistical trial t-test with counting Gane Score dinormalisasi (Gsn) from each group. The result of data analysis shows that there is significant difference of English learning achievement between students of experiment group and students of control group. It can be seen from the result of t-test analysis obtained that Tcount = 3,870 > Ttable = 2,042, (DB) = n1+ n2 – 2 = 38, significant level 5%. The average of English learning achievement in experiment group is higher than the average of English learning achievement in control group (0.50>0.38). Based on the results of research can be concluded that ICARE learning model based authentic media “Berbabe” is effectively used as English learning model for English teachers of Primary School so as to improve English learning achievement of Primary School students. Abstrak Penelitian ini penting dilakukan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan antara hasil belajar bahasa Inggris siswa yang belajar melalui model pembelajaran ICARE berbasis media autentik “Berbabe” dengan siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran Konvensional pada siswa kelas V SDK Jerebuu. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu (Quasi Experiment) dengan rancangan penelitian Non Equivalent Control Group Design. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas V SDK Jerebuu berjumlah 40 orang. Sampel penelitian ini adalah siswa kelas VA sebagai kelompok eksperimen dan siswa kelas VB sebagai kelompok kontrol. Data penelitian dikumpulkan menggunakan instrumen tes hasil belajar bahasa Inggris berupa tes objektif. Hasil tes selanjutnya dianalisis dengan menggunakan pengujian statistik uji-t dengan menghitung Gane Score dinormalisasi (Gsn) dari setiap kelompok. Hasil analisis data menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar bahasa Inggris antara siswa kelompok eksperimen dan siswa kelompok kontrol. Hal ini dapat dilihat dari hasil analisis uji-t diperoleh bahwa Thitung = 3,870 > Ttabel = 2,042, (DB) = n1+ n2 – 2 = 38, taraf signifikan 5%. Rata-rata hasil belajar bahasa Inggris kelompok eksperimen lebih tinggi dari rata-rata hasil belajar kelompok kontrol (0,50>0,38). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran ICARE berbasis media autentik “Berbabe” efektif digunakan sebagai model pembelajaran bahasa Inggris bagi guru-guru bahasa Inggris SD sehingga dapat meningkatkan hasil belajar bahasa Inggris siswa Sekolah Dasar. Kata Kunci: Model Pembelajaran Icare, Media Autentik “Berbabe”, Sekolah Dasar
PENERAPAN TEKNIK SCRAMBLE WACANA UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA PEMAHAMAN SISWA KELAS IV SDN 32 BANDA ACEH Cut Marlini; Yusrawati JR Simatupang
Jurnal Tunas Bangsa Vol 4 No 2 (2017)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (389.922 KB)

Abstract

This study is aimed to improve reading comprehension ability of the fourth grade students of SDN 32 Banda Aceh. This research is based on the problems found in the class that the students look less excited due to the monotonous method used by the teacher in presenting the material to the students. The teacher only provides reading text to students and then the students were asked to answer questions from the reading text. This research is using Classroom Action Research and the subject of this study were the fourth grade students of SDN 32 Banda Aceh academic year 2015/2016 of that consist of 30 students. This study was conducted in two cycles in which for each cycle consist of two meetings. The data were analyzed descriptively both qualitative and quantitative. The result shows that the application of word scramble technique successfully improve students' reading comprehension ability. Students become more active and enthusiastic in learning reading, students are more willing to express their opinions, and students’ group work is running well. The improvement of students' reading comprehension ability is seen from the number of students who achieved the minimum criteria of pre-test at 36.6%, which it is increased 60% at the first cycle and at the end of the second cycle of 87%. While the average value on pre-treatment is equal to 65.2, the end of first cycle is 70.5, and at the end of second cycle is 78.33. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk memperbaiki kualitas kemampuan membaca pemahaman Siswa Kelas IV SDN 32 Banda Aceh. Dalam mengikuti pembelajaran siswa terlihat kurang bersemangat, hal ini dikarenakan guru dalam mengajarkan materi pembelajaran membaca pemahaman menggunakan cara yang monoton. Guru dalam pembelajaran Bahasa Indonesia hanya memberikan teks bacaan kepada siswa, kemudian siswa disuruh menjawab pertanyaan dari teks bacaan tersebut. Sehingga keterampilan membaca pemahaman siswa masih kurang. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research), dengan subjek penelitian Siswa Kelas IV SDN 32 Banda Aceh Tahun ajaran 2015/2016. Objek dari penelitian ini adalah kemampuan membaca pemahaman siswa Kelas IV SDN 32 Banda Aceh. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus pembelajaran dengan setiap siklus dua kali pertemuan. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Penerapan teknik scramble wacana berhasil memperbaiki proses pembelajaran serta kemampuan membaca pemahaman siswa dapat meningkat. Siswa menjadi lebih aktif dan antusias dalam mengikuti pembelajaran, siswa lebih berani mengungkapkan pendapatnya, serta kerja kelompok berjalan dengan baik. Peningkatan kemampuan membaca pemahaman siswa terlihat dari jumlah siswa yang berhasil mencapai nilai Kriteria Ketuntasan Minimal pada pre-tes sebesar 36,6%, akhir siklus I sebesar 60%, dan pada akhir siklus II sebesar 87%. Sedangkan nilai rata-rata pada pratindakan adalah sebesar 65,2, akhir siklus I sebesar 70,5, dan pada akhir siklus II sebesar 78,33. Kata kunci: Teknik Scramble, Membaca Pemahaman
TINGKAT METAKOGNISI MAHASISWA PROGRAM STUDI PGSD PADA PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA DITINJAU DARI GAYA BELAJAR INTROVERT-EXTROVERT Natalia Rosalina Rawa
Jurnal Tunas Bangsa Vol 4 No 2 (2017)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (253.48 KB)

Abstract

This research aims to know the knowledge Metacognition of the students program of study learning style PGSD introvert-extrovert on solving math problems and manganalisis the difficulties students with style introvert-extrovert in solving math problems. The type of research used in this research is descriptive qualitative research. The subject is a student of the course learning style PGSD introvert-extrovert. This research uses the learning styles test introvert-extrovert, math problem solving task sheet, and the recording of the live interview. Research results show that the level of Metacognition of the students program of study PGSD STKIP Citra Bakti with learning style introvert are at categories reflective use, where the use of his thoughts both before and after or even during the ongoing process of considering the continuation and improvement of the results of his thoughts, so that students with learning styles is able to complete math problems correctly. While the level of Metacognition of the students program of study PGSD STKIP Citra Bakti with learning styles are extrovert category strategic use and aware use, where the use of his thoughts both before and after or even during a process lasting less considering the continuation and improvement of the results of his thinking, so there is some math problems that are not exactly the result calculation. Therefore, in considering the dosenperlu and associated activities of the learning styles of college students at the time of choosing the method or strategy and the ability of Metacognition is especially related to mathematical problem solving. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengetahuan metakognisi mahasiswa program studi PGSD dengan gaya belajar introvert-extrovert pada pemecahan masalah matematika dan manganalisis kesulitan-kesulitan mahasiswa dengan gaya introvert-extrovert dalam menyelesaikan masalah matematika. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif. Subjek penelitian adalah mahasiswa program studi PGSD dengan gaya belajar introvert-extrovert. Penelitian ini menggunakan tes gaya belajar introvert-extrovert, lembar tugas pemecahan masalah matematika, dan rekaman wawancara langsung.Hasil penelitian menunjukan bahwa tingkat metakognisi mahasiswa program studi PGSD STKIP Citra Bakti dengan gaya belajar introvert berada pada kategori reflective use, dimana penggunaan pemikirannya baik sebelum dan sesudah atau bahkan selama proses berlangsung mempertimbangkan kelanjutan dan perbaikan hasil pemikirannya, sehingga mahasiswa dengan gaya belajar ini mampu menyelesaikan masalah matematika dengan benar. Sedangkan tingkat metakognisi mahasiswa program studi PGSD STKIP Citra Bakti dengan gaya belajar extrovert berada pada kategori strategic use dan aware use, dimana penggunaan pemikirannya baik sebelum dan sesudah atau bahkan selama proses berlangsung kurang mempertimbangkan kelanjutan dan perbaikan hasil pemikirannya, sehingga ada beberapa masalah matematika yang tidak tepat hasil perhitungannya. Oleh karena itu dalam kegiatan perkuliahan dosenperlu mempertimbangkan gaya belajar mahasiswa pada saat memilih metode atau strategi dan kemampuan metakognisi terutama yang berhubungan dengan pemecahan masalah matematika. Kata kunci: Metakognitif, Introvert-Extrovert, Masalah Matematika
PENERAPAN METODE TUTOR SEBAYA UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS IV SD 38 BANDA ACEH PADA POKOK BAHASAN OPERASI HITUNG BILANGAN BULAT Musdiani
Jurnal Tunas Bangsa Vol 4 No 2 (2017)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (110.822 KB)

Abstract

This research aims to know the use of the method of peer tutors in improving the outcomes studied mathematics on materials operation count integer grade IV SD Negeri 38 Banda Aceh. This research using qualitative approaches and types of research is the Research Action class (PTK). Method of data collection conducted using tests and observation. The research results obtained by the conclusion that the teachers have an increased activity of the cycle I get to cycle II, it can be seen from the average score on a cycle I gained of 3.92 and cycle II reached the score average of 4.63. Student's activities has increased from cycle I get to cycle II, it can be seen from the average score on a cycle I gained of 3.3 while on cycle II increased to 4.2. Learning outcomes students also experienced penigkatan. On pre cycle, the average value obtained by students of 63.57 and students who thoroughly follow the learning process as much as 11 students (39.29%) and are not completely by 17 people (60.71%). In cycle I, the average value obtained student of 71.07 and students thoroughly in the learning process as many as 20 students (71.43%) and students who do not complete as many as 8 students (28.57%). In cycle II, the average value of students achieve mastery of 77.14 students in the learning process as many as 26 students (92.6%), whereas students who do not complete as much as 2 students (7.14%). Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan metode tutor sebaya dalam meningkatkan hasil belajar matematika pada materi operasi hitung bilangan bulat siswa kelas IV SD Negeri 38 Banda Aceh. Penelitian ini mengunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitiannya merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Metode pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan tes dan observasi. Hasil penelitian didapatkan kesimpulan bahwa aktifitas guru mengalami peningkatan dari siklus I sampai ke siklus II, hal ini dapat dilihat dari skor rata-rata pada siklus I yang diperoleh sebesar 3,92 dan pada siklus II mencapai skor rata-rata sebesar 4,63. Aktifitas siswa mengalami peningkatan dari siklus I sampai ke siklus II, hal ini dapat dilihat dari skor rata-rata pada siklus I yang diperoleh sebesar 3,3 sedangkan pada siklus II meningkat menjadi 4,2. Hasil belajar siswa juga mengalami penigkatan. Pada pra siklus, nilai rata-rata yang diperoleh siswa sebesar 63,57 dan siswa yang tuntas mengikuti proses pembelajaran sebanyak 11 siswa (39,29%) dan yang tidak tuntas sebesar 17 orang (60,71%). Pada siklus I nilai rata-rata diperoleh siswa sebesar 71,07 dan siswa yang tuntas dalam proses pembelajaran sebanyak 20 siswa (71,43%) dan siswa yang tidak tuntas sebanyak 8 siswa (28,57%). Pada siklus II nilai rata-rata siswa mencapai sebesar 77,14 siswa yang tuntas dalam proses pembelajaran sebanyak 26 siswa (92,6%), sedangkan siswa yang tidak tuntas sebanyak 2 siswa (7,14%). Kata kunci: Penerapan, Metode Tutor Sebaya, Hasil Belajar

Page 1 of 1 | Total Record : 9