cover
Contact Name
Yusrawati JR Simatupang
Contact Email
yusrawati090992@gmail.com
Phone
+6285260106663
Journal Mail Official
intankemalasari00@gmail.com
Editorial Address
Jalan Tanggul Krueng Aceh No.34 Rukoh – Darussalam, Banda Aceh 23112
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Metamorfosa
ISSN : 23380306     EISSN : 25026895     DOI : -
Core Subject : Education,
Metamorfosa Journal (e-ISSN 2502-6895 and p-ISSN 2338-0306) is a periodic scientific publication intended for lecturers, students and educational observers to disseminate the results of studies, thoughts and research that are relevant in the fields of language, Indonesian literature and regions. Every visitor to this site can browse abstracts, read journal contents and download PDF files. Metamorfosa journal is published twice a year, July and January.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 11 No 2 (2023)" : 5 Documents clear
WHY DO STUDENTS PREFER YOUTUBE-BASED ASSIGNMENT? A MIXED METHODS ANALYSIS OF ASSIGNMENT FORM Indra Saputra; Hayatunnufus; Elviza Yeni Putri
Jurnal Metamorfosa Vol 11 No 2 (2023)
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46244/metamorfosa.v11i2.2123

Abstract

This research is motivated by the condition of not maximizing assignment activities in learning in higher education. The purpose of this study was to analyze the tendency of student choices towards Youtube-based assignment formats or essay-based assignments. This research is a comparative research with mixed methods method. The respondents of this study were Cosmetology and Beauty students of Universitas Negeri Padang. The results of the study described 87.5% of respondents choosing the YouTube-based assignment format for reasons related to freedom of space to express ideas and imagination, increased motivation and novelty of the assignment concept, increased understanding, challenges, and flexibility of assignment access. 2.5% of respondents chose the essay-based assignment format due to limited skills and supporting tools in terms of video editing. Furthermore, 10% of respondents chose a combination of Youtube-based assignments and essays for the reasons of excellence of each assignment format. AbstrakPenelitian ini dilatarbelakangi oleh kondisi belum maksimalnya kegiatan penugasan dalam pembelajaran di perguruan tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis feasibility of Youtube-based assessment format as well as analyzing kecenderungan pilihan mahasiswa terhadap format penugasan berbasis Youtube atau penugasan berbasis esai. Penelitian ini merupakan penelitian komparatif dengan metode mixed methods. Pengumpulan data penelitian menggunakan angket dan juga wawancara terstruktur. Analisis data menggunakan analisis kuantitatif deskriptif dan juga kualitatif deskriptif. Responden penelitian ini adalah mahasiswi Tata Rias dan Kecantikan Univeritas Negeri Padang. Hasil penelitian mendeskripsikan 87,5% responden memilih format penugasan berbasis Youtube dengan alasan terkait kebebasan ruang untuk menuangkan ide dan imajinasi, peningkatan motivasi dan kebaruan konsep penugasan, peningkatan pemahaman, tantangan, dan fleksibilitas akses penugasan. 2,5% responden memilih format penugasan berbasis esai dengan alasan keterbatasan skill dan perangkat pendukung dalam hal editing video. Selanjutnya, 10% responden memilih kombinasi penugasan berbasis Youtube dan esai dengan alasan keunggulan dari masing-masing format penugasan.
MANAJEMEN PEMASARAN JASA PENDIDIKAN BERBASIS BUDAYA RELIGIUS DI SMAN 1 BUKIT KABUPATEN BENER MERIAH Desi Kurniawati; Syahrizal Syahrizal; Marhamah Marhamah; Ramlan Efendi
Jurnal Metamorfosa Vol 11 No 2 (2023)
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46244/metamorfosa.v11i2.2156

Abstract

This research aims (1). to describe the marketing planning of educational services based on religious culture at SMAN 1 Bukit, (2). To describe the implementation of the marketing of educational services based on religious culture at SMAN 1 Bukit and (3). To describe the evaluation of the marketing of educational services based on religious culture at SMAN 1 Bukit, the type of research used in this research is qualitative with a phenomenological approach, the data collection method uses observation, interviews and documentation, the results of the research show that (1). Marketing planning for education services at SMAN 1 Bukit is carried out by holding a coordination meeting with all school members to discuss, time, strategies used in marketing education services based on religious culture and forming an implementing committee. (2) the implementation of the marketing of educational services based on religious culture at SMAN 1 Bukit was carried out using 3 strategies namely; a. marketing services internally with the target audience, teachers, students and alumni; b. Marketing services externally by providing information to the public in general regarding programs, achievements and activities at schools which are carried out through activity events such as bazaars and social services, providing information is also carried out through social media schools and teachers; c. An assessment of the marketing of religiously and culturally based educational services at SMAN 1 Bukit was conducted throughout the activity, and at its conclusion, the results of the assessment of marketing activities had a favorable effect, namely a notable increase in the number of students enrolling at SMAN 1 Bukit for the 2023–2024 academic year.AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan strategi pemasaran SMAN 1 Bukit terhadap layanan pendidikan berbasis budaya religi, dan (2). Mendiskusikan bagaimana SMAN 1 Bukit telah mengimplementasikan pemasaran layanan pendidikan berbasis budaya religi. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi untuk mengevaluasi pemasaran jasa pendidikan berbasis budaya religi di SMAN 1 Bukit. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, dan temuan penelitian menunjukkan bahwa (1). perencanaan pemasaran jasa pendidikan di SMAN 1 Bukit dilakukan dengan mengadakan rapat koordinasi dengan semua warga sekolah untuk membahas, waktu, strategi yang digunakan dalam pemasaran pendidikan jasa berbasis budaya religius dan pembentukan panitia pelaksana. (2) pelaksanaan pemasaran jasa pendidikan berbasis budaya religius di SMAN 1 Bukit dilakukan dengan menggunakan 3 strategi yaitu; a. pemasaran jasa secara internal dengan target sasaran, guru, siswa dan alumni; b. Pemasaran jasa secara eksternal dengan memberikan informasi ke masyarakat secara umum menganai program, prestasi dan kegiatan di sekolah yang dilakukan melalui event kegiatan seperti bazar dan bakti sosial, pemberian informasi juga dilakukan melalui media sosial sekolah dan guru; c. evaluasi pemasaran jasa pendidikan berbasis budaya religius di SMAN 1 Bukit dilakukan dengan monitoring pada saat kegiatan berlangsung dan evaluasi diakhir kegiatan pemasaran jasa pendidikan, hasil evaluasi kegiatan pemasaran mendapatkan dampak positif yaitu bertambahnya siswa yang mendaftar di SMAN 1 Bukit secara signifikan pada tahun ajaran 2023/2024.
KEKERABATAN BAHASA INDONESIA DAN BAHASA JAWA NGOKO BIDANG FONOLOGI DAN KOSAKATA: KAJIAN LINGUISTIK HISTORIS KOMPARATIF Wahyu Fajar Lestari Tari; Slamet Mulyono
Jurnal Metamorfosa Vol 11 No 2 (2023)
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46244/metamorfosa.v11i2.2162

Abstract

Subrumpun yang sama bisa mempengaruhi kemiripan kosakata dan aspek fonologi bahasa yang dapat berdampak pula pada adanya hubungan kekerabatan diantara dua bahasa tersebut. Dalam hal ini, bahasa Indonesia dan bahasa Jawa berasal dari satu rumpun bahasa yang sama yaitu rumpun Austronesia. Maka dari itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui korespondensi fonem, hubungan kekerabatan dan waktu pisah antara bahasa Indonesia dan bahasa Jawa. Penelitian ini menggunakan pendekatan leksikostatistik dengan menggunakan metode pengumpulan data berupa wawancara dan metode analisis data berupa Hubungan Banding Menyamankan. Analisis dilakukan dengan cara membandingkan 200 kosa kata dasar Swadesh untuk di analisis korespondensi fonemnya. Dari korespondensi tersebut akan diketahui jumlah kosa kata yang berkerabat, yang mana digunakan untuk mencari prosentase kekerabatannya dan juga waktu pisahnya. Hasil penelitian membuktikan telah ditemukan sebanyak 48 pasangan kosakata berkerabat. Adapun, berdasarkan perhitungan rumus leksikostatistik, hubungan kekerabatan antara bahasa Indonesia dan bahasa Jawa termasuk dalam kategori rumpun (stock) dengan lama waktu pisah 3386 tahun yang lalu dan jangka waktu kesalahannya sekitar 279 tahun.
MEDIA PEMBELAJARAN ANIMASI TIGA DIMENSI DENGAN METODE DISCOVERY LEARNING DALAM MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENULIS TEKS DESKRIPSI SISWA SMP Khairunnissah Khairunnissah; Sintowati Rini Utami; Suhartini Suhartini
Jurnal Metamorfosa Vol 11 No 2 (2023)
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46244/metamorfosa.v11i2.2204

Abstract

This study aims to improve the writing skills of description text using Discovery Learning Method through Three-Dimensional Animation media for students of class VII G SMP Negeri 7 Jakarta. The subjects in this study consisted of 30 students. This research consisted of three cycles. Each cycle consists of four stages, namely planning, implementation, observation, and reflection. Data collection techniques used in this study were observation, questionnaires, interviews, tests, and documentation. The collected data were analyzed using qualitative descriptive analysis techniques supported by quantitative data. The results of this study indicate that students of class VII G have the ability based on the results of learning activities and student scores. Thus, the application of Discovery Learning method through Three-Dimensional Animation media has been designed and used to improve description text writing skills in detailing objects. The increase obtained from the pre-cycle stage to cycle 3 with an average of 66.87 pre-cycle, 71.83 cycle 1, 77.87 cycle 2 and 86.57 cycle 3. Based on the results of the study, it can be concluded that the Discovery Learning Method through Three-Dimensional Animation Media can improve the ability to write description texts in class VII G students of SMP Negeri 7 Jakarta.AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan keterampilan menulis teks deskripsi dengan Metode Discovery Learning melalui Media Animasi Tiga Dimensi pada siswa kelas VII G SMP Negeri 7 Jakarta. Subjek pada penelitian ini terdiri dari 30 siswa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa siswa kelas VII G memiliki kemampuan berdasarkan hasil aktivitas belajar dan nilai siswa. Dengan demikian, penerapan Metode Discovery Learning melalui media Animasi Tiga Dimensi telah dirancang dan digunakan untuk meningkatkan keterampilan menulis teks deskripsi dalam merincikan objek secara detil. Adapun peningkatan yang diperoleh mulai dari tahap prasiklus hingga siklus 3 dengan rata-rata prasiklus 66,87, siklus 1 71,83, siklus 2 77,87 dan siklus 3 86,57. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpukan bahwa Metode Discovery Learning melalui Media Animasi Tiga Dimensi dapat meningkatkan kemampuan menulis teks deskripsi pada siswa kelas VII G SMP Negeri 7 Jakarta.
ANALISIS KANDUNGAN, PENAMAAN, DAN MAKNA DARI MAKANAN TRADISIONAL ACEH Lili Kasmini; Inge Mulyani
Jurnal Metamorfosa Vol 11 No 2 (2023)
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46244/metamorfosa.v11i2.2272

Abstract

Makanan tradisional adalah salah satu jenis keanekaragaman budaya. Selain berfungsi untuk memenuhi kebutuhan pangan, makanan tradisional juga menjadi media untuk menyatakan terima kasih, ritual budaya dan mempererat kekerabatan dalam masyarakat. Penamaan makanan diciptakan oleh manusia sebagai pembeda antara satu dengan lainnya. Penamaan makanan di Aceh sangat unik yang erat kaitannya dengan bahasa. Penamaan ini menjadi suatu pelambangan yang dapat membedakan setiap makanan tradisonal Aceh. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui komposisi dan bentuk penamaan makanan tradisional Aceh. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data diperoleh dari data primer dan data sekunder. Data primer adalah transkip hasil wawancara yang diperoleh dari narasumber tokoh-tokoh adat Aceh. Data sekunder adalah data yang diperoleh dari teknik pengumpulan yang bersumber dari buku, jurnal, literature dan dokumen lainnya. Hasil penelitian pada penelitian ini adalah terdapat tiga puluh tujuh jenis makanan tradisonal Aceh yang terdiri dari makanan berat dan makanan ringan. Makanan berat merupakan makanan yang biasanya dihidangkan yang menjadi menu utama. Adapun beberapa macam makanan berat tradisonal Aceh adalah kuah beulanggong , sie reuboh, kuah pliek U, kuah masam keu’eung, gulai jruek drien, keumamah, gulai kambing, gulai leubu eungkot masen, kanji rumba, dan gulai ikan sembilang. Makanan ringan merupakan jenis makanan tradisional yang disajikan diluar makanan utama. Adapun beberapa macam makanan ringan tradisional Aceh adalah kue timphan, kue bhoi, kue keukarah, kue bunggong kayee, meuseukat, dan kue apam Aceh, rujak Aceh, seuneucah oen, pisang sale, tapee, dan kembang Loyang. Menurut hasil yang telah dianalisis penamaan makanan tradisonal Aceh berdasarkan bahan yang digunakan, tempat asal pembuatan, serta berdasarkan bentuk pada makanan tradisional tersebut.AbstractTraditional dishes is one type of cultural diversity. Apart from its main function as main food, traditional dishes are also a medium for expressing gratitude, performing traditional rituals, and strengthening kinship in society. The naming of food was created by humans to differentiate between one food and another. The naming of food in Aceh is very unique, which is closely related to language. This naming becomes a symbol that can distinguish each of Acehnese traditional dishes. The purpose of this study was to determine the composition and the naming of the Acehnese traditional food. The research design used in this study is descriptive qualitative research. The data were obtained from primary data and secondary data. The primary data was the interview results obtained from different Acehnese traditional figures. The secondary data was obtained from various sources, namely books, journals, literature and other documents. The results of the research showed that there were thirty-seven types of traditional food in Aceh consisting of main food and snacks. Main food is food that’s usually served as the main dishes. There are several kinds of traditional food, namely kuah beulanggong (curry), sie reuboh (curry), kuah pliek U, kuah masam keu’eung, gulai jruek drien, keumamah, gulai kambing, gulai leubu eungkot masen, kanji rumba, and gulai ikan sembilang. Snack is a type of traditional food that was served outside the main dish. There are several types of traditional snacks in Aceh, namely timphan, bhoi, keukarah, bunggong kayee, meuseukat, and apam (Acehnese traditional pancake), rujak, seuneucah oen, pisang sale, tapee, and kembang Loyang. According to the results, the naming of traditional food in Aceh was based on the ingredients, the place of origin, and the shape of the traditional food.

Page 1 of 1 | Total Record : 5