cover
Contact Name
Yusrawati JR Simatupang
Contact Email
yusrawati090992@gmail.com
Phone
+6285260106663
Journal Mail Official
intankemalasari00@gmail.com
Editorial Address
STKIP Bina Bangsa Getsempena, Jalan Tanggul Krueng Aceh, No.34, Rukoh, Darussalam, Banda Aceh, 23112
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
Visipena
ISSN : 20861397     EISSN : 25026860     DOI : 10.46244/visipena
Core Subject : Education,
Articles to be published on Visipena should follow the focus and scope of this journal. The scope of this journal is Education.
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol 4 No 2 (2013)" : 11 Documents clear
MOTIVASI KERJA SEBAGAI SALAH SATU FAKTOR PENDORONG KINERJA Inom Nasution
Jurnal Visipena Vol 4 No 2 (2013)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian (LP2M) STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (165.896 KB) | DOI: 10.46244/visipena.v4i2.140

Abstract

Madrasah sebagai suatu lembaga pendidikan tidak terlepas dari keinerja pimpinannya. Pimpinan maadrasah sangat berperan dalam melaksanakan organisasi sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. Motivasi kerja kepala madrasah sangat penting dalam mendorong kinerja. Namun yang menjadi dilema selama ini bahwa madrasah masih tertinggal dalam dengan sekolah umum dilihat dari salah satu penyebab makin menurunnya mutu pendidikan persekolahan di Indonesia adalah kurang profesionalnya kepala sekolah sebagai manajer di tingkat lapangan. Banyak faktor yang dapat mendorong kinerja. Beberapa teori dalam hasil penelitian bahwa motivasi kerja dapat mendorong meningkatkan kinerja. Berdasarkan pada teori dan hasil penelitian tersebut dapat diasumsikan bahwa untuk meningkatkan kinerja yang tinggi dapat melalui berbagai komponen motivasi kerja.
STUDENT QUESTIONNAIRE OF PISA 2006 AND RASCH ANALYSIS Fitriati
Jurnal Visipena Vol 4 No 2 (2013)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian (LP2M) STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (690.037 KB) | DOI: 10.46244/visipena.v4i2.162

Abstract

PISA is one of the biggest international student assessments. The results of this study are frequently used to inform policy directions and to provide feedback to learning and teaching. However, due to country socioeconomic, cultural and language differences among the countries, the test instruments may not be funtioning in the same way in all culture. Those differences may cause non-equivalence of tests or or tests may not be fair among different cultures, which then challenges assumptions made about measurement equivalence. This study aims to examine the equivalence of motivation and self concept items on student questionnaires of PISA 2006 study whether fit Indonesia context or not. The study employed two analisis of Rasch model to seek the equivalence of the tests. The results revealed that there is no significant DIF on motivation scale. One important finding of DIF analysis using Indonesia data was that two items of self-concept scale have been shown favoring males. The study also found that all items on motivation and self concept scale fit the data set and are not dependent on upon the sample of Indonesian students. The test is fair among different groups and contexts. This study suggests that more scales analysis is required as it will provide more comprehensive findings about the equivalence of this survey test.
PENINGKATAN HASIL BELAJAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DENGAN MENGGUNAKAN METODE PETA PIKIRAN BAGI ANAK USIA DINI Ayi Teiri Nurtiani
Jurnal Visipena Vol 4 No 2 (2013)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian (LP2M) STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (377.408 KB) | DOI: 10.46244/visipena.v4i2.211

Abstract

The aims of this research are to know the upgrading of learning outcome in islamic study by use of mind map method and are there any increase of grade first class elementary student capability of learning outcome in islamic study after giving the learning outcome in islamic study by use of mind map method. 24 students of first class at Amaliah Elementary Ciawi-Bogor are the subject of this research.This research used action research method according to Kemmis and Mc.Taggart that consist of four step: 1) plan, 2) action, 3) observation, and 4) reflection. The data was collected by filed notes, interview, observation, test, an documentation. The data was analyzed by qualitative and quantitative method.The result of research shows that the learning outcome in islamic study by use of mind map method could increase capability of first class elementary students. Whereas the learning outcome in islamic study consist of cognitive, afective, and psikomotor.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD TERHADAP HASIL BELAJAR KOGNITIF, MOTIVASI, DAN AKTIVITAS BELAJAR SISWA PADA KONSEP EKOSISTEM DI MTSN MODEL BANDA ACEH Nurmahni Harahap
Jurnal Visipena Vol 4 No 2 (2013)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian (LP2M) STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (291.186 KB) | DOI: 10.46244/visipena.v4i2.212

Abstract

This research was aimed to know the differences of cognitive learning outcomes, motivation, student learning activity in the implementation of cooperative learning model of STAD type and conventional learning, and the relation between motivation and student learning activity towards cognitive learning outcomes in the implementation of cooperative learning model of STAD type. The method in this research used was quasi experiment. The population in this research was all of seventh grade students of MTsN Model Banda Aceh totaling 396 students from 11 classrooms. Sampling was done with random sampling technique. The research instrument was used cognitive learning outcomes test, student motivation questionnaire, and observation sheet student learning activity. Data analysis was used t test and multiple correlation test at significance level of 0.05. The cognitive learning outcomes obtained tcount = 2.18. Students motivation obtained tcount = 4.05. Student learning activity obtained tcount = 17.25. This means there are the differences of cognitive learning outcomes, student motivation, student learning activity in both classes. The relation between motivation and student learning activity towards cognitive learning outcomes obtained R = 0.56 which means it has enough relation. The conclusion of this research is there are differences in cognitive learning outcomes, motivation, of student learning activity in the implementation of cooperative learning model of STAD type and conventional learning, and there is a relation between motivation and student learning activity towards cognitive learning outcomes in the implementation of cooperative learning model STAD type. As an effort to improve cognitive learning outcomes, motivation and of student learning activity optimally, it is expected that biology teachers can apply the cooperative learning model of STAD type that anable students to engage actively in the learning process.
INTEGRASI CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING DENGAN KEWIRAUSAHAAN UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA KONSEP BIOTEKNIK DI SMA NEGERI 1 INDRAPURI Rossy Anggelia Hasibuan
Jurnal Visipena Vol 4 No 2 (2013)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian (LP2M) STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (241.903 KB) | DOI: 10.46244/visipena.v4i2.213

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa pada konsep bioteknologi di SMA negeri 1 Indrapuri. Metode yang digunakan adalah ekperimen dengan sampel 58 siswa terdiri dari 28 siswa kelas XII-IPA 1 dan 30 siswa kelas XII-IPA 2. Parameter penelitian ini adalah hasil belajar siswa. Analisis data untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa digunakan N-Gain dan perbedaan peningkatan hasil belajar dengan uji t pada taraf signifikan 0,05. Hasil analisis N-Gain diperoleh terdapat peningkatan hasil belajar siswa pada kedua kelas dengan kategori tinggi 85,7%, sedang 14,3% di kelas eksperimen dengan integrasi CTL dengan kewirausahaan, sedangkan di kelas kontrol dengan CTL 66,7% tinggi, 20% sedang, dan 13,3% rendah. Hasil uji t diperoleh terdapat perbedaan hasil belajar belajar siswa pada kedua kelas. Kesimpulan dari penelitian ini adalah integrasi CTL dengan kewirausahaan dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada konsep bioteknologi di SMA negeri 1 Indrapuri.
PEMBELAJARAN KOOPERATIF TEKNIK BERPIKIR BERPASANGAN BEREMPAT SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN MAHASISWA MENGUASAI EJAAN PADA MKU BAHASA INDONESIA Syahriandi
Jurnal Visipena Vol 4 No 2 (2013)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian (LP2M) STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (322.241 KB) | DOI: 10.46244/visipena.v4i2.214

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah model pembelajaran kooperatif teknik berpikir berpasangan berempat dapat meningkatkan kemampuan mahasiswa terhadap materi ejaan. Metode kegiatan dirancang berupa perencanaan awal, perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, pengamatan, dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah adalah mahasiswa Fakultas Pertanian Malikussaleh yang dipilih secara random dari enam kelas. Masing-masing kelas diambil lima kelompok. Masing-masing pasangan terdiri atas empat mahasiswa. Jadi, jumlah kelompok yang diambil sebanyak 30 kelompok. Indikator keberhasilan penelitian tindakan kelas ini adalah di atas 85% kelompok memperoleh nilai keseluruhan ≥ 75. Hasil penelitian terlihat bahwa model kooperatif teknik berpikir berpasangan berempat dapat meningkatkan kualitas hasil belajar dan membuat suasana belajar menjadi terarah. Hal tersebut terlihat dari nilai keseluruh yang selalu meningkat, yaitu dari 3 kelompok yang mendapat nilai ≥ 75 (10%), lalu menjadi 10 kelompok (33,33%), kemudian menjadi 26 kelompok (86,67%). Keberhasilan juga terlihat dari jumlah mahasiswa yang aktif, yaitu persentase keseluruhan juga meningkat menjadi 79,88% pada siklus II dari 51,43% pada siklus I. Jadi, pada siklus II ini keaktifan mahasiswa sudah ≥ 75% sehingga pada siklus II ini telah dikategorikan sudah berhasil.
PENGUASAAN SISWA PADA MATERI TRIGONOMETRI DI MAN DARUSSALAM ACEH BESAR Miksalmina
Jurnal Visipena Vol 4 No 2 (2013)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian (LP2M) STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (337.234 KB) | DOI: 10.46244/visipena.v4i2.215

Abstract

Trigonometri merupakan materi pokok yang banyak menggunakan konsep yang akan terus berkembang dan bukan materi hafalan sehingga apabila siswa belum menguasai konsep materi sebelumnya maka dikhawatirkan akan mengalami kesulitan dalam materi selanjutnya. Namun kenyataan menunjukkan bahwa siswa sekolah menengah atas, pada umumnya masih banyak yang belum memahami dan mengalami kesalahan dalam mempelajari trigonometri serta belum mampu menguasai konsep-konsep trigonometri. Mengingat kenyataan tersebut, penulis melakukan penelitian terhadap siswa kelas XI IPA MAN Darussalam Aceh Besar dan bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat penguasaan siswa terhadap materi trigonometri, menentukan jenis kesalahan dan penyebab kesalahan siswa dalam memahami materi trigonometri. Pendekatan yang digunakan adalah gabungan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara melakukan tes dan wawancara. Analisis data dilakukan dengan memeriksa jawaban siswa dan dikonversikan ke dalam kriteria penguasaan yang telah ditetapkan. Dari hasil pengolahan data diperoleh informasi bahwa dari 31 orang siswa yang mengikuti tes penguasaan materi trigonometri dapat disimpulkan bahwa yang menguasai kategori penguasaan-1 ada 11 orang (35,48%), yang menguasai kategori pengusaan-2 ada 4 orang (12,9%), dan kategori penguasaan-3 tidak ada satu orang pun yang menguasai (0%).
MEMOTIVASI DIRI DENGAN HAL-HAL KECIL SEDERHANA DALAM USAHA MENINGKATKAN PRESTASI OLAHRAGA Ahadin
Jurnal Visipena Vol 4 No 2 (2013)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian (LP2M) STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (321.404 KB) | DOI: 10.46244/visipena.v4i2.216

Abstract

Tingkah-laku dan tindakan individu untuk mencapai suatu tujuan yang ingin diperoleh pada prinsipnya sangat ditentukan oleh suatu keinginan, kebutuhan, dan harapan. Individu dalam melakukan tingkah-laku, tindakan, dan perbuatan selalu didasari oleh faktor yang sifatnya datang dari dalam dirinya atau datang dari luar dirinya atau dari lingkungan. Faktor dari dalam diri individu dapat menentukan tingkah-laku, tindakan dan perbuatan, begitu juga faktor dari luar diri individu dapat memperkuat atau dapat memperkecil motif seseorang individu dalam bertingkah-laku, bertindak dan berbuat. Motif merupakan suatu rangsangan, dorongan, keinginan, atau hasrat dari individu untuk bertingkah-laku, bertindak dan berbuat. Sedangkan motivasi merujuk pada proses yang mendorong individu untuk bertingkah-laku, bertindak dan berbuat dalam memberikan reaksi pada setiap situasi, dengan demikian motif merupakan suatu kekuatan penggerak untuk dapat terjadinya tingkah-laku, tindakan dan perbuatan. Dalam kompetisi pada setiap cabang olahraga ditingkat yang paling tinggi pada umumnya di ikuti oleh atlet-atlet yang memiliki bakat yang hebat, memiliki talenta-talenta yang mengagumkan, gigih, berdisiplin tinggi, bermental yang kokoh dan tangguh, jadi yang membedakan sang juara atau yang memiliki prestasi yang mengagumkan dengan yang prestasi biasa saja sangatlah sukar untuk dibedakan. Pada level prestasi yang sangat tinggi ini atlet dengan teknik memotivasi diri yang kecil sederhana yang dikelola dengan sangat baik dapat menjadikan sang atlet menjadi sukses dalam berkarir.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERTIF TIPE TEAM ASSISSTED INDIVIDUALIZATION (TAI) BERBANTUKAN WORKSHEET UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN TRIGONOMETRI MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA STKIP BINA BANGSA GETSEMPENA Ega Gradini
Jurnal Visipena Vol 4 No 2 (2013)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian (LP2M) STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (322.649 KB) | DOI: 10.46244/visipena.v4i2.217

Abstract

Langkah dosen dalam menetapkan metode yang tepat untuk menyampaikan materi perkuliahan di kelas merupakan salah satu penentu keberhasilan belajar mahasiswa. Proses perkuliahan Trigonometri di STKIP Bina Bangsa Getsempena belum memperoleh hasil yang memuaskan, dengan nilai rata- rata untuk tahun perkuliahan 2011/2012 hanya mencapai 63. Hal tersebut perlu ditingkatkan melalui implementasi Model Pembelajaran Kooperatif tipe Team Assisted Individualization (TAI) dikolaborasikan dengan penggunaan Worksheet (Lembar Kerja). Subyek penelitian ini adalah mahasiswa yang memprogramkan matakuliah Trigonometri pada tahun akademik 2012/2013 yang berjumlah 18 mahasiswa yang terdiri dari 12 mahasiswi dan 6 mahasiswa. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes formatif, lembar observasi mahasiswa dan aktivitas diskusi kelompok serta angket refleksi terhadap pembelajaran. Prosedur tindakan kelas ini ditempuh dalam 2 (dua) siklus. Setiap siklus terdiri dari: perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Indikator keberhasilannya ditunjukkan dengan adanya peningkatan hasil belajar mahasiswa , yaitu apabila sekurang-kurangnya 75% hasil belajar mahasiswa pada matakuliah Trigonometri sudah mencapai sekurang- kurangnya 75. Pada siklus I rata-rata kelasnya mencapai 67.31, mahasiswa yang memiliki nilai > 75 sebanyak 11 orang (62,5%) dan yang < 75 sebanyak 7 mahasiswa (37,5%) dengan nilai tertinggi 98 dan nilai terendah 45. Pada siklus I untuk nilai rata-rata hasil belajar yang diperoleh sudah mencapai indikator yang ditetapkan, tetapi untuk prosentase ketercapaian nilai > 75 masih dibawah 75%. Pada siklus II rata-rata kelasnya mencapai 75, mahasiswa yang memiliki nilai > 75 sebanyak 15 orang (84.62%) dan yang memiliki nilai < 75 adalah 3 orang (15.38%) dengan nilai tertinggi 95 dan nilai terendah 53. Pada siklus II hasil belajar yang diperoleh sudah mencapai indikator yang ditetapkan. Berdasarkan hasil penelitian di atas, dapat disimpulkan bahwa melalui implementasi model pembelajaran kooperatif tipe TAI berbantuan LKS dapat meningkatkan hasil belajar mahasiswa pada matakuliah Trigonometri. Berdasarkan hasil penelitian ini diharapkan agar dosen menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe TAI berbantuan Worksheet untuk meningkatkan hasil belajar Trigonometri mahasiswa .
MANAJEMEN PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN TINGGI Ully Muzakir
Jurnal Visipena Vol 4 No 2 (2013)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian (LP2M) STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (299.013 KB) | DOI: 10.46244/visipena.v4i2.218

Abstract

Dalam upaya peningkatan SDM, peranan pendidikan cukup menonjol. Oleh karena itu sangat penting bagi pembangunan nasional untuk memfokuskan peningkatan mutu pendidikan. Pendidikan yang bermutu akan diperoleh pada sekolah yang bermutu, dan sekolah yang bermutu akan menghasilkan SDM yang bermutu pula. Manajemen Mutu Terpadu yang diterjemahkan dari Total Quality Management (TQM) atau disebut pula Pengelolaan Mutu Total (PMT) adalah suatu pendekatan mutu pendidikan melalui peningkatan mutu komponen terkait. M. Jusuf Hanafiah, dkk (1994:4) mendefinisikan Pengelolaan Mutu Total (PMT) adalah suatu pendekatan yang sistematis, praktis, dan strategis dalam menyelenggarakan suatu organisasi, yang mengutamakan kepentingan pelanggan. pendekatan ini bertujuan untuk meningkatkan dan mengendalikan mutu. Sedang yang dimaksud dengan Pengeloaan Mutu Total (PMT) Pendidikan tinggi (bisa pula sekolah) adalah cara mengelola lembaga pendidikan berdasarkan filosofi bahwa meningkatkan mutu harus diadakan dan dilakukan oleh semua unsur lembaga sejak dini secara terpadu berkesinambungan sehingga pendidikan sebagai jasa yang berupa proses pembudayaan sesuai dengan dan bahkan melebihi kebutuhan para pelanggan baik masa kini maupun yang akan datang.

Page 1 of 2 | Total Record : 11