cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
Aqlam: Journal of Islam and Plurality
ISSN : 25280333     EISSN : 25280341     DOI : -
Core Subject : Social,
AQLAM: Journal of Islam and Plurality (P-ISSN 2528-0333; E-ISSN: 2528-0341) is a journal published by the Ushuluddin, Adab and Dakwah Faculty, State Islamic Institute of Manado, Indonesia. AQLAM published twice a year and focused on the Islamic studies especially the basic sciences of Islam, including the study of the Qur’an, Hadith, Islamic Philosophy, Islamic History and Culture, Theology, Mysticism, and Local Wisdom in Indonesia. It is intended to communicate original research and current issues on the subject. This journal warmly welcomes contributions from scholars of related disciplines. Every article submitted and will be published by AQLAM will review by two peer review through a double-blind review process | Address: Jl. Dr. S.H. Sarundajang Kompleks Ring Road I, Kota Manado, Sulawesi Utara, 95128 | E-Mail; aqlam@iain-manado.ac.id | Phone: +62431860616 | AQLAM has become a CrossRef Member since the year 2018. Therefore, all articles published by AQLAM will have unique DOI number.
Arjuna Subject : -
Articles 2 Documents
Search results for , issue "Vol 10, No 1 (2025)" : 2 Documents clear
Discoursing and Mobilizing Religious Moderation in Indonesia 2022-2024: A Critical View Zuhri, Zuhri; Ahyunadi, Ahyunadi; Yahya, Padli Pawaid
Aqlam: Journal of Islam and Plurality Vol 10, No 1 (2025)
Publisher : IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/ajip.v10i1.3494

Abstract

Abstract: Building religious behavior in society that fosters social sensitivity, sensitivity towards others, and national awareness still requires the participation of many parties, including contributions in thought, ideas, political policies, and societal momentum. As a nation with a society rich in social, religious, cultural, and political diversity, developing a narrative and discourse on religious moderation is absolutely necessary. This study critiques the ideas and movements of religious moderation in Indonesia, both in academic and political contexts, as well as what is being done by society and in the realm of digital platforms. With data and the process of diversifying patterns of discourse and movements, as well as the critical analysis conducted by the researcher, the discourse and movement of religious moderation still prioritize pragmatic interests rather than building a fundamental narrative. It is as if this movement must be accepted and practiced in daily life without realizing that such a narrative should be part of ethical religious descriptions. This means that if ethical and epistemological awareness is constructed in such a way within society, then moderate religious discourse will naturally emerge from self-awareness, without the need for it to be campaigned by the state or certain groups with significant costs. Keywords: Religion, Moderation, Episteme, Sociology, and Indonesia   Abstrak: Membangun perilaku beragama di masyarakat yang menumbuhkan kepekaan sosial, kepekaan terhadap sesama, dan kesadaran berbangsa tetap memerlukan peran serta banyak pihak, termasuk sumbangan pemikiran, gagasan, kebijakan politik, dan momentum kemasyarakatan. Sebagai bangsa yang masyarakatnya kaya akan keberagaman sosial, agama, budaya, dan politik, membangun narasi dan wacana moderasi beragama mutlak diperlukan. Kajian ini mengkritisi gagasan dan gerakan moderasi beragama di Indonesia, baik dalam konteks akademis maupun politik, serta apa yang tengah dilakukan oleh masyarakat dan di ranah platform digital. Dengan data dan proses diversifikasi pola wacana dan gerakan, serta analisis kritis yang dilakukan peneliti, wacana dan gerakan moderasi beragama masih lebih mengutamakan kepentingan pragmatis ketimbang membangun narasi yang fundamental. Gerakan ini seolah-olah harus diterima dan dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari tanpa menyadari bahwa narasi semacam itu seharusnya menjadi bagian dari deskripsi keagamaan yang etis. Artinya, apabila kesadaran etika dan epistemologi sudah terkonstruksi sedemikian rupa dalam masyarakat, maka wacana keagamaan yang moderat akan lahir dengan sendirinya dari kesadaran itu sendiri, tanpa perlu dikampanyekan oleh negara atau kelompok tertentu dengan biaya yang tidak sedikit.Kata Kunci: Agama, Moderasi, Episteme, Sosiologi, dan Indonesia 
Identity, Expression and Preferences of Muslim Youth Towards Da`Wah Content: Study on Podcasts at Islamic University of Bandung Aldreka, Ridfiazhi; Muhtadi, Asep S.; Fardiah, Dedeh
Aqlam: Journal of Islam and Plurality Vol 10, No 1 (2025)
Publisher : IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/ajip.v10i1.3586

Abstract

Abstract: The rapid development of digital technology has transformed communication and information access, including Islamic propagation (da'wah). This study explores Universitas Islam Bandung (Unisba) students' preferences for digital da'wah content, particularly podcasts, using Berger and Luckmann's Social Construction of Reality theory and the bilisani qaumihi principle. Through qualitative methods, including in-depth interviews and observations targeting students aged 18-24, findings reveal preferences short, engaging, and visually appealing content for entertainment and long-form, educational content for deeper understanding. Platforms like TikTok, Instagram, and YouTube Shorts cater to short-form needs, while YouTube podcasts provide extensive and systematic discussions. Students favor relatable themes such as self-development, mental health, and daily Islamic practices, delivered in a relaxed, humorous, and relatable tone. The study concludes that digital da'wah must integrate entertainment with education to adapt to Generation Z's preferences, ensuring message relevance and effective Islamic value internalization in daily life.Key Words: Digital Da'wah, Student Preferences, Podcast, Social Media, Social ConstructionAbstrak: Perkembangan teknologi digital mengubah cara komunikasi dan akses informasi, termasuk dakwah Islam. Penelitian ini mengkaji preferensi mahasiswa Universitas Islam Bandung (Unisba) terhadap konten dakwah digital, khususnya podcast, dengan menggunakan teori Konstruksi Sosial atas Realitas dari Berger dan Luckmann serta prinsip bilisani qaumihi. Melalui metode kualitatif, termasuk wawancara mendalam dan observasi dengan target mahasiswa berusia 18-24 tahun, hasil penelitian menunjukkan preferensi konten singkat, menarik, dan visual untuk hiburan, serta konten panjang dan edukatif untuk pemahaman mendalam. Platform seperti TikTok, Instagram, dan YouTube Shorts memenuhi kebutuhan konten singkat, sementara podcast di YouTube memenuhi kebutuhan diskusi mendalam dan sistematis. Mahasiswa menyukai tema relevan seperti pengembangan diri, kesehatan mental, dan praktik Islami sehari-hari, dengan gaya penyampaian santai, humoris, dan relatable. Penelitian ini menyimpulkan bahwa dakwah digital harus mengintegrasikan hiburan dan pendidikan untuk beradaptasi dengan preferensi generasi Z, memastikan relevansi pesan, dan memungkinkan internalisasi nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari.Kata Kunci: Dakwah Digital, Preferensi Mahasiswa, Podcast, Media Sosial, Konstruksi Sosial

Page 1 of 1 | Total Record : 2