cover
Contact Name
Yoga Adwidya
Contact Email
-
Phone
+6289619714482
Journal Mail Official
baktibudaya.fib@ugm.ac.id
Editorial Address
Zoetmulder/G Building, 1st Floor, Faculty of Cultural Sciences Sosiohumaniora 1 St., Bulaksumur, UGM, Yogyakarta, Indonesia
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Bakti Budaya: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
ISSN : -     EISSN : 26559846     DOI : https://doi.org/10.22146/bb
Bakti Budaya mempublikasikan hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Tulisan yang dimuat berupa temuan penelitian atau re?eksi pengajaran yang terhilirkan untuk pemanfaatan secara lebih luas oleh masyarakat. Hilirisasi dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat tidak terbatas pada konsep, metode, objek material penelitian dan kajian, tetapi juga aspek aspek penguatan kapasitas masyarakat dalam mengidentifkasi dan menyelesaikan permasalahan. Bakti Budaya terbit dua kali setahun pada bulan April dan Oktober dan diterbitkan oleh Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Gadjah Mada.
Articles 65 Documents
Penguatan Kapasitas Pokdarwis untuk Pengurangan Risiko Bencana di Destinasi Pariwisata Dieng Destha Titi Raharjana; Mohamad Yusuf; Arry Retnowati
Bakti Budaya: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 3, No 2 (2020)
Publisher : Faculty of Cultural Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/bb.60957

Abstract

Efforts to reduce disaster risks should be a main endeavour in every development, including in tourism sector. In many places, the tourism industry is vulnerable to disasters, either directly or indirectly. Either the tourism sector triggers disasters, or it can be affected by disasters. The Dieng Plateau area is one of the leading tourism destinations in Central Java which has potentials to attract tourists. But behind its beautiful charm, this destination holds a threat. The people of Dieng Kulon, Batur District, Banjarnegara Regency, Central Java live in a disaster-prone area. They do not forget the series of disasters had occured around them. On the other hand, the surrounding nature in the village provides economic benefits, one of them comes from the tourism sector. The disaster risk reduction (DRR) approach is strategic to be applied in this village. Through the Education for Sustainability Development (ESD) program, the Dieng Pandawa Tourism Awareness Group (Pokdarwis) has to be strengthened its role so that the Pokdarwis is able to become one of the elements in DRR, especially the ability related to the process of rescueing tourists. Disaster threats on a tourism location makes the tourism industry very vulnerable, but it should be attempted that this destination or industry will become resilient at the same time. Disaster risk reduction programs and capacity building for Pokdarwis are strategic to be implemented and directed in building disaster mitigation plans.====Upaya mengurangi resiko bencana perlu menjadi arus utama dalam setiap pembangunan, termasuk di sektor kepariwisataan. Di banyak tempat, industri pariwisata rentan dengan bencana, baik secara langsung ataupun tidak langsung. Di satu pihak sektor pariwisata memicu terjadinya bencana, tetapi  di pihak lain dapat menjadi yang terdampak. Kawasan Dieng Plateau salah satu destinasi pariwisata unggulan Jawa Tengah yang potensial mendatangkan wisatawan. Namun di balik pesonanya yang indah, destinasi ini menyimpan ancaman. Masyarakat Dieng Kulon, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara Jawa Tengah tinggal di kawasan rentan bencana. Mereka tidak lupa terhadap rentetan kejadian bencana di sekitar mereka tinggal. Di sisi lain, alam sekitar di desa memberikan manfaat ekonomi, salah satunya dari sektor pariwisata. Pendekatan pengurangan resiko bencana (PRB) menjadi strategis untuk diterapkan di desa tersebut. Melalui program Education for Sustainabe Deveopment (ESD), Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Dieng Pandawa diperkuat perannya supaya mampu menjadi salah satu unsur dalam PRB, khususnya kemampuan terkait proses penyelamatan wisatawan. Adanya ancaman bencana terhadap lokasi pariwisata menjadikan industri pariwisata sangat rapuh (vulnerable), tetapi di pihak lain diharapkan secara bersamaan destinasi atau industri ini menjadi tangguh (resilient). Program pengurangan resiko bencana dan penguatan kapasitas Pokdarwis menjadi strategis untuk dijalankan dan diarahkan untuk menyusun perencanaan mitigasi bencana.
Oktober 2020 Tjahjono Prasodjo
Bakti Budaya: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 3, No 2 (2020)
Publisher : Faculty of Cultural Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/bb.60958

Abstract

Jurnal Bakti Budaya edisi ini menjadi sangat berbeda dari biasanya. Terbit di kala pandemi Covid-19 masih berlangsung. Marilah melihat perbedaan ini secara positif. Memandang “berbeda dari biasanya” sebagai hal yang istimewa. Bagaimana tidak istimewa, saat program-program pengabdian kepada masyarakat (PkM) yang telah disusun serius di awal tahun harus diubah berkaitan dengan kondisi di lapangan. Pandemi menyebabkan program-program yang ada harus disesuaikan dengan situasi dan kondisi yang terjadi. Namun, kita masih bisa bertahan, bahkan program-program PkM banyak yang diarahkan untuk membantu masyarakat menyelesaikan permasalahan-permasalahan kemasyarakatan yang diakibatkan oleh kehadiran pandemi. Pandemi kali ini menantang kita untuk membangun metode dan konsep baru yang adaptif dan solutif dalam menghadapi keadaan ini.
Tanduk Alit: Pengembangan Pengabdian kepada Masyarakat di Masa Pandemi, Bidang Sosial-Humaniora Bakti Budaya
Bakti Budaya: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 3, No 2 (2020)
Publisher : Faculty of Cultural Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/bb.60961

Abstract

Pada hari Jumat, 11 September 2020, pukul 09.00-11.00 WIB, Unit Pengabdian kepada Masyarakat dan Alumni FIB UGM menyelenggarakan seminar “Pengembangan Pengabdian kepada Masyarakat di Masa Pandemi, Bidang Sosial-Humaniora” secara daring via Google Meet. Pemantik diskusi yang diundang dalam seminar ini adalah: Prof. Ir. Irfan Dwidya Prijambada Ph.D. (Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat UGM), Dr. Hempri Suyatna, S.Sos, M.Si. (Fakultas Ilmu Sosial dan Politik UGM), Rahmawan Jatmiko, M.A. (Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Gadjah Mada), dan Dr. Anggraeni, M.A. (Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Gadjah Mada).Kegiatan seminar dibuka dengan sambutan Wakil Dekan Bidang Alumni, Penelitian, dan Pengabdian kepada Masyarakat FIB UGM, Dr. Agus Suwignyo dan dilanjutkan dengan sambutan dari Dekan Fakultas Ilmu Budaya, Dr. Wening Udasmoro, M.Hum, DEA., yang sekaligus membuka kegiatan seminar. Dalam sambutannya Dr. Wening Udasmoro menyampaikan bahwa dalam pemikiran kampus merdeka perlu ditekankan mengenai kontribusi perguruan tinggi kepada masyarakat. Dalam kerangka tersebutlah  pengabdian kepada masyarakat itu akan menjadi poin yang sangat penting, yaitu sebagai pengembangan keilmuan, kontribusi perguruan tinggi kepada masyarakat, dan pengembangan karir dosen. Satu hal yang menarik, Covid-19 ini memberikan satu pelajaran, yaitu bagaimana ketika ilmu kedokteran dan ilmu farmasi selama berbulan-bulan itu belum berhasil mengalahkan virus ini dan ternyata salah satu aspek yang dapat mengerem penularan adalah dari aspek budaya. Itu pun belum berhasil sepenuhnya, karena membuat orang berbudaya cuci tangan, memakai masker bukan lah sesuatu yg mudah. Hal yang penting adalah melakukan sesuatu dari yang kecil tapi mungkin bisa memberikan dampak yang besar bagi masyarakat sekitar.  Di akhir sambutannya, beliau mengharapkan seminar ini akan menghasilkan masukan-masukan yang sangat berguna bagi kita dalam menghadapi masa pandemi.Pada hari Jumat, 11 September 2020, pukul 09.00-11.00 WIB, Unit Pengabdian kepada Masyarakat dan Alumni FIB UGM menyelenggarakan seminar “Pengembangan Pengabdian kepada Masyarakat di Masa Pandemi, Bidang Sosial-Humaniora” secara daring via Google Meet. Pemantik diskusi yang diundang dalam seminar ini adalah: Prof. Ir. Irfan Dwidya Prijambada Ph.D. (Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat UGM), Dr. Hempri Suyatna, S.Sos, M.Si. (Fakultas Ilmu Sosial dan Politik UGM), Rahmawan Jatmiko, M.A. (Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Gadjah Mada), dan Dr. Anggraeni, M.A. (Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Gadjah Mada).              Kegiatan seminar dibuka dengan sambutan Wakil Dekan Bidang Alumni, Penelitian, dan Pengabdian kepada Masyarakat FIB UGM, Dr. Agus Suwignyo dan dilanjutkan dengan sambutan dari Dekan Fakultas Ilmu Budaya, Dr. Wening Udasmoro, M.Hum, DEA., yang sekaligus membuka kegiatan seminar. Dalam sambutannya Dr. Wening Udasmoro menyampaikan bahwa dalam pemikiran kampus merdeka perlu ditekankan mengenai kontribusi perguruan tinggi kepada masyarakat. Dalam kerangka tersebutlah  pengabdian kepada masyarakat itu akan menjadi poin yang sangat penting, yaitu sebagai pengembangan keilmuan, kontribusi perguruan tinggi kepada masyarakat, dan pengembangan karir dosen. Satu hal yang menarik, Covid-19 ini memberikan satu pelajaran, yaitu bagaimana ketika ilmu kedokteran dan ilmu farmasi selama berbulan-bulan itu belum berhasil mengalahkan virus ini dan ternyata salah satu aspek yang dapat mengerem penularan adalah dari aspek budaya. Itu pun belum berhasil sepenuhnya, karena membuat orang berbudaya cuci tangan, memakai masker bukan lah sesuatu yg mudah. Hal yang penting adalah melakukan sesuatu dari yang kecil tapi mungkin bisa memberikan dampak yang besar bagi masyarakat sekitar.  Di akhir sambutannya, beliau mengharapkan seminar ini akan menghasilkan masukan-masukan yang sangat berguna bagi kita dalam menghadapi masa pandemi.
Oktober 2018 Bakti Budaya
Bakti Budaya: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Faculty of Cultural Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/bb.41090

Abstract

April 2019 Bakti Budaya
Bakti Budaya: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : Faculty of Cultural Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/bb.45046

Abstract