cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Pemikiran Sosiologi
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Social,
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 10, No 1 (2023): June" : 5 Documents clear
Generasi Z dalam Komunitas Keagamaan: Potensi Intoleransi Beragama melalui Budaya Eksklusif dalam Memahami Agama Qolbi Mujahidillah Adzimat Sukmayadi; Sardin Sardin; Nindita Fajria Utami
Jurnal Pemikiran Sosiologi Vol 10, No 1 (2023): June
Publisher : Departemen Sosiologi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jps.v10i1.81066

Abstract

Intoleransi merupakan salah satu bentuk konflik dan diskriminasi umat beragama yang hingga kini termanifestasi dalam bentuk-bentuk pelarangan, penyerangan, sampai pemaksaan terhadap umat agama minoritas. Faktor yang memberikan pengaruh terhadap intoleransi adalah eksklusivisme beragama, khususnya pada generasi Z yang berpotensi terpapar pemahaman keagamaan yang ekstrem, terlebih dalam komunitas keagamaan yang dianggap dapat mengembangkan budaya eksklusif. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur hubungan antara eksklusivisme beragama dengan intoleransi beragama. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode statistik deskriptif dan statistik inferensial melalui model analisis regresi linear sederhana. Teknik random sampling digunakan dengan menarik 100 sampel dari keseluruhan populasi melalui rumus Lemeshow dengan menggunakan teknik pengumpulan data Google Form. Instrumen penelitian telah teruji dengan uji validitas pearson product moment, uji reliabilitas cronbach alpha, uji normalitas kolmogorov-smirnov, dan uji linearitas deviation from linearity. Hasil penelitian menunjukkan bahwasanya terdapat pengaruh eksklusivisme beragama terhadap intoleransi beragama dengan persentase koefisien korelasi sebesar 36%, koefisien determinasi sebesar 13%, serta thitung   = 3,835 > ttabel =1,984.
Modal Sosial dalam Graduasi Sejahtera Mandiri Program Keluarga Harapan di Provinsi Bali Ni Luh Putu Manasaputri Indrasawarni; Gede Sri Darma
Jurnal Pemikiran Sosiologi Vol 10, No 1 (2023): June
Publisher : Departemen Sosiologi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jps.v10i1.81752

Abstract

Graduasi sejahtera mandiri merupakan fenomena keluarnya Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dari kepesertaan Program Keluarga Harapan (PKH) secara sukarela baik atas inisiatif pribadi maupun dorongan dari pendamping. Menariknya, di saat terjadi kenaikan angka kemiskinan dan mayoritas KPM ingin tetap mempertahankan status kepesertaan PKH, masih terdapat KPM yang mampu mencapai graduasi sejahtera mandiri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor pendorong KPM dalam mencapai graduasi sejahtera mandiri ditinjau dari aspek modal sosial, serta menggali kendala-kendala dalam pencapaiannya, sehingga dapat dirumuskan strategi kebijakan untuk meningkatkan jumlah graduasi sejahtera mandiri PKH. Penelitian dilaksanakan di dua lokasi yaitu Desa Candikuning dan Sumerta Kaja dengan metode kualitatif deskriptif. Informan dalam penelitian ini antara lain Kepala Dinas Sosial P3A Provinsi Bali, Administrator Pangkalan Data PKH, Kepala Kewilayahan, Pendamping, dan KPM PKH. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modal sosial berkontribusi dalam mewujudkan graduasi sejahtera mandiri PKH. Namun masih ditemukan kendala-kendala baik dari internal KPM maupun kendala eksternal seperti belum stabilnya perekonomian pasca pandemi, serta belum optimalnya program-program pemberdayaan. Berdasarkan hal tersebut, maka disusun strategi kebijakan menggunakan analisis SWOT yang menghasilkan alternatif strategi antara lain: penguatan pendamping PKH, melaksanakan program pemberdayaan yang lebih sistematis dan bekelanjutan, sinergi dengan stakeholders terkait untuk melaksanakan pelatihan kewirausahaan, mempermudah akses permodalan, serta melanjutkan program komplementer untuk mendukung stabilitas ekonomi KPM pasca pandemi.
Analisis Wacana Kritis Tentang Pekerjaan Petani Muda di Media Sosial Ivanda Normalita; Sugeng Harianto
Jurnal Pemikiran Sosiologi Vol 10, No 1 (2023): June
Publisher : Departemen Sosiologi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jps.v10i1.81843

Abstract

Fenomena terkait krisis regenerasi petani muda menjadi masalah di Indonesia. Hasil statistik menunjukkan petani didominasi oleh golongan tua berusia 45-55 tahun dengan 28.22%. Adapun faktor penyebab yaitu, stigma masyarakat, keluarga kurang mendukung, dan lainnya. Namun demikian, ternyata masih ada pemuda yang masih bertahan menjadi petani dan memiliki kehidupan yang layak. Terlihat dari empat media sosial meliputi: Youtube akun Capcapung, Facebook akun Petani Muda Indonesia Sukses (PMIS), Instagram akun @akupetani.id, serta tiktok akun @petanimilenial_indonesia. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis wacana kritis tentang pekerjaan petani muda di media sosial melalui aspek teks, konteks sosial, kognisi sosial dari Van Dijk. Metode penelitian ini kualitatif dengan pisau analisis wacana kritis dari Van Dijk. Teknik pengumpulan data primer dilakukan dengan dokumentasi dan observasi terbagi atas video dan teks. Sedangkan sekunder berupa buku, jurnal, dan lainnya. Analisis data mengacu Van Dijk meliputi, teks, kognisi sosial dan konteks sosial. Guna mempertajam penelitian ini menggunakan perspektif James S. Coleman mengenai tindakan pemuda menjadi petani dengan memanfaatkan media sosial sebagai tujuannya. Hasil menunjukkan media sosial mampu meningkatkan kondisi petani muda dalam menghadapi tantangan keterbatasan modal, alat pertanian dan lahan pertanian. Selanjutnya, hasil analisis elemen teks menunjukkan perbedaan pada setiap akun media sosial baik dari segi visual maupun isi konten. Namun, persamaan pada keempat media sosial tersebut menunjukkan mematahkan stigma pekerjaan petani bagi pemuda. Hasil bagian kognisi sosial memperlihatkan terdapat kesadaran yang dilakukan petani muda untuk mengatasi masalah krisis regenerasi petani dengan melakukan kampanye sosial. Sedangkan, hasil konteks sosial yaitu kekuasaan petani muda melalui pengetahuan dengan menggunakan akses media sosial.
Otonomi Sosiologi Pedesaan di Asia Tenggara: Dari Ontologi Menuju Pengembangan Metodologi Riset Sampean Sampean; Raudlatul Jannah
Jurnal Pemikiran Sosiologi Vol 10, No 1 (2023): June
Publisher : Departemen Sosiologi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jps.v10i1.82278

Abstract

Artikel ini membahas tentang kajian Sosiologi Pedesaan di Asia Tenggara yang banyak dipengaruhi oleh pengetahuan Barat, meskipun karakteristik desa di Asia Tenggara berbeda dengan desa di Barat. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis ontologi Sosiologi Pedesaan di Asia Tenggara dengan menggunakan metode studi literatur pada tiga artikel yang diterbitkan pada tahun 1959 dan satu artikel tahun 2022. Penggunaan teori Pierre Bourdieu membantu peneliti menjelaskan praktik dominasi Barat terhadap kajian Sosiologi Pedesaan di Asia Tenggara. Penelitian ini menemukan bahwa sejarah perkembangan Sosiologi Pedesaan di Asia Tenggara tidak bisa dilepaskan dari orientalisme, kolonialisme, dan fenomena Perang Dunia II. Ilmuwan asing memainkan peran penting dalam memperkenalkan dominasi pengetahuan "ilmiah" Barat. Ontologi Sosiologi Pedesaan di Asia Tenggara diwarnai oleh tipe positivisme logis, tipe naturalistik, dan tipe materialisme. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kajian Sosiologi Pedesaan di Asia Tenggara pada tahun 1959 dirancang untuk melayani kolonialisme dan kepentingan Barat, dan perlu adanya otonomi kajian Sosiologi Pedesaan yang memberikan  sudut pandang baru melalui pembaruan metodologi di Indonesia. Data Desa Presisi adalah salah satu bentuk pembaharuan metodologi dalam sistem penelitian di Indonesia yang berupaya membangun otonomi Sosiologi Pedesaan.
Environmental Justice Advocacy Oleh Gerakan Masyarakat Cinta Alam dalam Konflik Pembangunan Kereta Gantung Rinjani Lalu Ary Kurniawan Hardi
Jurnal Pemikiran Sosiologi Vol 10, No 1 (2023): June
Publisher : Departemen Sosiologi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jps.v10i1.83010

Abstract

GEMA ALAM muncul sebagai konfigurasi gerakan sosial baru yang memiliki domain tuntutan terkait keadilan lingkungan dalam konflik pembangunan kereta gantung rinjani, dimana keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat menjadi dua hal yang paling krusial didalamnya. Artikel ini ditulis melalui pendekatan kualitatif, dengan memanfaatkan metode pengumpulan data sekunder dan wawancara untuk menjawab dua pertanyaan mendasar terkait faktor pendorong keterlibatan GEMA ALAM dalam konflik ini dan strategi advokasi yang digunakan dalam menjawab berbagai persoalan yang timbul di masyarakat.   Keterlibatan GEMA ALAM sendiri didorong oleh jati diri gerakan yang mereka miliki, serta berbagai fenomena lain yang mengindikasikan minimnya akses bagi masyarakat untuk terlibat dalam pengambilan kebijakan yang partisipatif. Hal inilah yang mendorong GEMA ALAM melakukan berbagai strategi seperti edukasi, advokasi digital, membangun jejaring, serta public hearing untuk menjembatani terbentuknya kesepahaman antara masyarakat, pemerintah daerah, dan aktor multisektoral. Upaya ini pula yang turut mendudukkan GEMA ALAM sebagai pihak penting yang berperan besar sebagai mediator lintas aktor, edukator masyarakat, agregator perspektif publik, dan katalisator tuntutan masyarakat dalam upaya resolusi konflik pembangunan Kereta Gantung Rinjani ini.

Page 1 of 1 | Total Record : 5