cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Majalah Farmaseutik
ISSN : 1410590x     EISSN : 26140063     DOI : -
Core Subject : Health,
Majalah Farmaseutic accepts submission concerning in particular fields such as pharmaceutics, pharmaceutical biology, pharmaceutical chemistry, pharmacology, and social pharmacy.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 2 (2011)" : 5 Documents clear
PENGENDALIAN PERSEDIAAN PADA APOTEK ONKOLOGI KOTABARU, APOTEK DENGAN SPESIALISASI TERFOKUS M Rifqi Rokhman; Satibi Satibi
Majalah Farmaseutik Vol 7, No 2 (2011)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1304.064 KB) | DOI: 10.22146/farmaseutik.v7i2.24054

Abstract

Apotek dengan spesialisasi terfokus merupakan strategi yang menjadikan apotek fokus untuk melayani relung pasar (niche market) tertentu. Relung pasar mempunyai kebutuhan khusus yang harus dipenuhi dengan pilihan produk atau obat tertentu sehingga pengendalian persediaan menjadi hal yang sangat penting bagi apotek dengan spesialisasi terfokus. Penelitian dilakukan pada Apotek Onkologi Kotabaru. Penelitian merupakan penelitian deskriptif non eksperimental. Data diperoleh secara retrospektif. Data primer didapat dari wawancara. Data sekunder didapat dari dokumen persediaan. Kelompok persediaan yang diteliti terbatas pada persediaan kelompok A. Apotek Onkologi Kotabaru mempunyai 23 item obat (9,60% total persediaan) yang masuk kategori A. Item obat ini merupakan item obat yang harus dikendalikan secara ketat. Perhitungan EOQ dan ROP dapat digunakan untuk mencari pembelian yang paling ekonomis, namun demikian pembelian obat Xeloda®, Doxorubicin, Epirubicin, Nasea® dan Endoxan® harus tetap memperhatikan kebutuhan khusus dari pasien. Data dari apotek menunjukkan bahwa dalam 4 bulan pengamatan terjadi back order sebanyak 7 kasus. Dari 7 kasus back order, 5 pasien tetap bersedia untuk menunggu sedangkan 2 pasien tidak bersedia untuk menunggu. Perhitungan EOQ dapat digunakan untuk meminimalisir pembelian back order. Nilai ITOR dari Apotek Onkologi Kotabaru sebesar 26,13 kali per tahun. Hal ini mengindikasikan perputaran persediaan sudah efisien sebanyak 2 kali setiap bulan.
RUMUSAN STRATEGI DALAM UPAYA MENINGKATKAN KEPUASAN PASIEN RAWAT JALAN INSTALASI FARMASI RUMAH SAKIT MATA DR. YAP YOGYAKARTA BERDASARKAN ANALISIS SWOT Fina Aryani; Lukman Hakim; Satibi Satibi
Majalah Farmaseutik Vol 7, No 2 (2011)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1220.665 KB) | DOI: 10.22146/farmaseutik.v7i2.24049

Abstract

Instalasi farmasi sebagai salah satu penyedia pelayanan kesehatan harus menyusun tujuan yang spesifik serta langkah yang strategis untuk dapat mencapai kepuasan pasien terutama pasien rawat jalan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Data yang dikumpulkan berupa data kualitatif yang dilakukan dengan wawancara, kemudian dilakukan juga penelitian secara kuantitatif menggunakan kuesioner untuk mengetahui kepuasan pasien dengan metode Servqual, kondisi skala semangat kerja dan kepuasan kerja karyawan IFRSM Dr.Yap Yogyakarta. Berdasarkan data yang diperoleh, selanjutnya dilakukan analisis lingkungan internal dan eksternal yang dilanjutkan dengan analisis SWOT.Hasil analisis digunakan sebagai dasar perumusan strategi untuk pengembangan IFRSM Dr.Yap Yogyakarta dengan dilakukan uji Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM). Analisis kepuasan pasien rawat jalan: Harapan pasien terhadap kinerja karyawan IFRS lebih tinggi sehingga timbul gap negatif pada tiap-tiap dimensi. Nilai gap pada dimensi pelayanan tertinggi hingga terendah berturut-turut responsiveness (-0,74), assurance (-0,62), empathy (-0,60), reliability (-0,51), dan tangibles (-0,32). Berdasarkan analisis SWOT, IFRSM Dr. Yap Yogyakarta mempunyai peluang yang lebih besar (1,54) dibandingkan ancaman (1,06) dan mempunyai kekuatan (1,77) yang lebih besar dibandingkan kelemahan (1,18) yang artinya IFRSM Dr.Yap Yogyakarta dapat memenuhi harapan-harapan pasien. Strategi alternatif yang diambil IFRSM Dr.Yap Yogyakarta adalah melaksanakan penambahan program-program IFRS yang terkait dengan kesehatan mata, pengembangan SDM baik dari segi kualitas maupun kuantitas, dan penyempurnaan kebijakan mengenai pengembangan SDM IFRS.
RUMUSAN STRATEGI PENINGKATAN KEPUASAN PASIEN RAWAT JALAN INSTALASI FARMASI RUMAH SAKIT BETHESDA LEMPUYANGWANGI YOGYAKARTA BERDASARKAN ANALISIS LINGKUNGAN EKSTERNAL-INTERNAL Eme Stepani Sitepu; Lukman Hakim; Satibi Satibi
Majalah Farmaseutik Vol 7, No 2 (2011)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1228.298 KB) | DOI: 10.22146/farmaseutik.v7i2.24051

Abstract

Instalasi farmasi sebagai salah satu penyedia pelayanan kesehatan harus menyusun tujuan yang spesifik serta langkah yang strategis untuk dapat mencapai kepuasan pasien terutama pasien rawat jalan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Data yang dikumpulkan berupa data kualitatif yang dilakukan dengan wawancara, kemudian dilakukan juga penelitian secara kuantitatif menggunakan kuesioner untuk mengetahui kepuasan pasien dengan metode Servqual, kondisi skala semangat kerja dan kepuasan kerja karyawan IFRSM Dr.Yap Yogyakarta. Berdasarkan data yang diperoleh, selanjutnya dilakukan analisis lingkungan internal dan eksternal yang dilanjutkan dengan analisis SWOT. Hasil analisis digunakan sebagai dasar perumusan strategi untuk pengembangan IFRSM Dr.Yap Yogyakarta dengan dilakukan uji Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM). Analisis kepuasan pasien rawat jalan: Harapan pasien terhadap kinerja karyawan IFRS lebih tinggi sehingga timbul gap negatif pada tiap-tiap dimensi. Nilai gap pada dimensi pelayanan tertinggi hingga terendah berturut-turut responsiveness (-0,74), assurance (-0,62), empathy (-0,60), reliability (-0,51), dan tangibles (-0,32). Berdasarkan analisis SWOT, IFRSM Dr. Yap Yogyakarta mempunyai peluang yang lebih besar (1,54) dibandingkan ancaman (1,06) dan mempunyai kekuatan (1,77) yang lebih besar dibandingkan kelemahan (1,18) yang artinya IFRSM Dr.Yap Yogyakarta dapat memenuhi harapan-harapan pasien. Strategi alternatif yang diambil IFRSM Dr.Yap Yogyakarta adalah melaksanakan penambahan program-program IFRS yang terkait dengan kesehatan mata, pengembangan SDM baik dari segi kualitas maupun kuantitas, dan penyempurnaan kebijakan mengenai pengembangan SDM IFRS.
ANALISIS KEPUASAN PENGGUNA SISTEM INFORMASI MANAJEMEN FARMASI DI RSUD DR. MOEWARDI SURAKARTA Novi Hastuti; Akhmad Kharis Nugroho; Lutfan Lazuardi
Majalah Farmaseutik Vol 7, No 2 (2011)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1186.574 KB) | DOI: 10.22146/farmaseutik.v7i2.24052

Abstract

Kepuasan pengguna sistem informasi dapat diukur menggunakan beberapa prediktor diantaranya kualitas sistem, kualitas informasi, dan kualitas pelayanan. Kepuasan pengguna yang tinggi nantinya akan memberikan manfaat yang besar bagi mereka. Kuesioner diisi oleh subyek penelitian sebanyak 34 responden kemudian dianalisis deskriptif, korelasi rank kendall, dan analisis jalur. Untuk memperkuat analisis, dilakukan juga wawancara mendalam terhadap beberapa informan. Korelasi terkuat antara variabel kepuasan pengguna dengan variabel manfaat yaitu 63,2% (p < 0,05). Sedangkan Korelasi antara variabel kualitas informasi dengan kepuasan pengguna yaitu 44,9% (p < 0,05). Variabel kepuasan pengguna paling berpengaruh yakni 68,8% (p < 0,05) secara signifikan terhadap manfaat yang diperoleh pengguna. Sementara itu, variabel kepuasan pengguna dipengaruhi secara kuat dan signifikan sebesar 40,2% (p < 0,05%) oleh kualitas informasi. Dengan demikian, kualitas informasi perlu mendapatkan perhatian lebih besar dalam hal perbaikan sistem informasi selanjutnya yang nantinya diharapkan berujung pada kepuasan pengguna hingga memberikan manfaat besar bagi penggunanya.
ANALISIS KEPUASAN PASIEN RAWAT JALAN TERHADAP PELAYANAN DI RS. PKU MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA PERIODE MARET-MEI 2009 Khairul Ikhsan; Abdul Karim Zulkarnain
Majalah Farmaseutik Vol 7, No 2 (2011)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1186.574 KB) | DOI: 10.22146/farmaseutik.v7i2.24053

Abstract

Seiring dengan meningkatnya tuntutan dan harapan konsumen terhadap pelayanan kesehatan, perlu adanya peningkatan pelayanan yang berkualitas oleh pihak penyedia jasa kesehatan. Penelitian bertujuan untuk mengetahui seberapa besar tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan Instalasi Farmasi Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Yogyakarta. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan metode accidental sampling sebanyak 100 pasien. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan Indeks Kepuasan Konsumen (IKK) dan uji GAP untuk menggambarkan tingkat kepuasan pasien. Chi-square untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan yang signifikan antara karakteristik pasien dengan kepuasan pasien, analisi tersebut menggunakan bantuan program SPSS for windows version 13.0. Hasil uji IKK (tingkat kesesuaian antara harapan dan kinerja) dan uji GAP menunjukkan kinerja yang dilakukan RSU PKU Muhammadiyah bagian instalasi rawat jalan belum memenuhi harapan pasien atas rumah sakit tersebut,dilihat dari nilai GAP sebesar -0.79 dan dari nilai IKK sebesar 0,95. Dari uji Chi-square, memperlihatkan adanya perbedaan signifikan distribusi kepuasan berdasarkan profil (karakteristik), pasien pada dasarnya tetap ingin mendapatkan pelayanan yang terbaik.

Page 1 of 1 | Total Record : 5