cover
Contact Name
Bisarul Ihsan
Contact Email
bisarulihsan@unisda.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
pentas.unisda@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. lamongan,
Jawa timur
INDONESIA
PENTAS : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
ISSN : 2442787X     EISSN : 25798979     DOI : -
Core Subject : Education,
PENTAS : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia is a journal published by Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Islam Darul 'Ulum Lamongan This journal which is published twice a year provides a room for researchers, academists, professionals, practicians, and students to deliver and share various knowledge in forms of research articles, as well as research results or qualified theoretical studies such as case studies, analysis or book review about linguistics, literature and teaching.
Arjuna Subject : -
Articles 219 Documents
PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS KARYA ILMIAH MELALUI STRATEGI BELAJAR KOOPERATIF TIPE GROUP INVESTIGATION SISWA KELAS XI MAN I KOTA SUNGAI PENUH Suci Marselina
PENTAS : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 4 No 1 (2018): PENTAS: Mei 2018
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan yang melatarbelakangi penelitian ini adalah rendahnya keterampilan siswa kelas XI MAN I Kota Sungai Penuh dalam menulis, khususnya menulis karya ilmiah. Rendahnya keterampilan siswa dalam menulis karya ilmiah, disebabkan penggunaan strategi belajar yang kurang tepat. Strategi belajar kooperatif tipe Group Investigation diharapkan dapat menjadi solusi permasalahan yang ditemukan siswa dan guru sehingga dapat meningkatkan keterampilan siswa dalam menulis karya ilmiah. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan proses peningkatan keterampilan siswa menulis karya ilmiah melalui strategi belajar kooperatif tipe Group Investigation. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Pelaksanaan penelitian terdiri atas tiga siklus penelitian. Satu siklus penelitian dilakukan tiga kali pertemuan (3x45 menit). Tindakan tiap siklus didasarkan pada hasil refleksi siklus sebelumnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan strategi belajar kooperatif tipe Group Investigation menyebabkan proses pembelajaran menulis menjadi lebih efektif dan menyenangkan. Hal ini, tampak pada hasil belajar siswa yakni saat pra siklus siswa yang mencapai KKM 1 orang dari 31 dan pada siklus 1 siswa yang mencapai KKM 6 orang dari 31. Pada siklus kedua jumlah siswa yang mencapai KKM ada 18 orang dari 31 orang. Siklus ketiga seluruh siswa mampu mencapai KKM. Faktor yang mempengaruhi peningkatan keterampilan siswa menulis karya ilmiah adalah penggunaaan strategi belajar kooperatif tipe Group Investigation.
STRATEGI BELAJAR BAHASA ANAK Anggi Fitri
PENTAS : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 4 No 1 (2018): PENTAS: Mei 2018
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran bahasa Indonesia bukan hanya diarahkan pada penguasaan kompetensi gramatikal melainkan juga harus diarahkan pada penguasaan kompetensi sosiolinguistik kompetensi wacana, dan kompetensi strategi. Untuk menguasai kompetensi-kompetensi tadi diperlukan strategi yang tepat dalam pembelajaran bahasa. Salah satu strategi yang dapat digunakan adalah Strategi Belajar Bahasa, Strategi Belajar Bahasa adalah tindakan spesifik yang diambil oleh pelajar untuk membuat belajar lebih mudah, lebih cepat, lebih menyenangkan, lebih mandiri, lebih efektif, dan lebih dapat dialihkan kepada situasi baru.Permasalahan yang ada dijawab melalui penelitian kepustakaan (libraryresearch). Data-data dikumpulkan dari berbagai referensi; baik primer, sekunder, maupun data pendukung. Data-data yang ada dianalisis dengan pendekatan hermeneutik dengan cara content analysis (analisis isi). hasil penelitian menunjukan bahwa ada 12 karakteristik/ fitur dalam strategi belajar bahasa. dan Strategi Belajar Bahasa itu sendiri meliputi : Strategi Langsung (strategi memori, strategi kognitif, strategi kompensasi), 2. Strategi Tidak Langsung (strategi metakognitif, strategi afektif, dan strategi sosial).
KAJIAN ANTROPOLOGI SASTRA DALAM NOVEL RANGGALAWE: MENDUNG DI LANGIT MAJAPAHIT KARYA GESTA BAYUADHY Bisarul Ihsan; SISFIYAH ZULIYANTI
PENTAS : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 4 No 1 (2018): PENTAS: Mei 2018
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan aspek bahasa, aspek religi, sosial, serta aspek politik dalam novel Ranggalawe : Mendung di Langit Majapahit karya Gesta Bayuadhy. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif hermeneutika, sedangkan sumber data dalam penelitian ini ialah berupa novel Ranggalawe: Mendung di Langit Majapahit karya Gesta Bayuadhy. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini ialah (1) bahasa yang digunakan dalam Novel Ranggalawe: Mendung di Langit Majapahit Karya Gesta Bayuadhy ialah bahasa Jawa senapa dan bahasa Indonesia, (2) aspek Religi masyarakat jawa yang terdapat dalam novel Ranggalawe: Mendung di Langit Majapahit Karya Gesta Bayuadhy ialah penganut kepercayaan Hindu Budha, (3) aspek sosial dalam novel Ranggalawe: Mendung di Langit Majapahit Karya Gesta Bayuadhy ialah para tokoh dalam novel ini tidak semuanya memiliki sosial yang baik dan tinggi seperti raja Wilwatikta Dyah Wijaya dan Sahasika, ada pula yang tokoh yang memiliki sosial rendah seperti Halayudha, yang terlalu mementingkan kepentingan pribadi sehingga menimbulkan perang saudara.
PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS PANTUN DENGAN MODEL PEMBELAJARAN TANDUR PADA SISWA KELAS IV MI. MIFTAHUL ULUM BANDUNGSARI KECAMATAN SUKODADI KABUPATEN LAMONGAN NURUL HIDAYAH
PENTAS : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 4 No 1 (2018): PENTAS: Mei 2018
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini ialah (1) mendskripsikan aktifitas guru, (2) mendeskripsikan aktifitas siswa yang berkaitan dengan proses pembelajaran dan hasil akhir pembelajaran, dan (3) mendeskripsikan peningkatan kemampuan siswa dalam menulis puisi dengan model pembelajaran TANDUR. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Yang dimaksud dengan metode kualitatif adalah metode yang bermaksud untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian misalnya perilaku, motivasi, tindakan dan lain-lain dengan cara deskriptif dalam bentuk kata-kata dan bahasa, pada suatu konteks khusus yang alamiah dan dengan memanfaatkan berbagai metode alamiah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa aktifitas guru dalam pelaksanaan proses pembelajaran memperoleh kreiteria sangat baik dengan persentase skor 94,55%. Aktifitas siswa dalam proses menulis pantun terbilang sangat baik dengan perolehan skor 90% dan hasil kerja siswa dikategorikan baik dengan persentase skor 84%. Adapun peningkatan kemampuan menulis siswa sebesar 9%.
ANALISIS SOSIOLOGI SASTRA NOVEL PASIR PUN ENGGAN BERBISIK KARYA TAUFIQURROHMAN AL-AZIZY NOFA RUSTAFIYA AYU NINGRUM
PENTAS : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 4 No 1 (2018): PENTAS: Mei 2018
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas sosiologi sastra yang menyangkut masalah sosial yang terdapat dalam novel Pasir Pun Enggan Berbisik Karya Taufiqurrohman AL-Azizy. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengungkapkan masalah sosial apakah yang terkandung dalam novel Pasir Pun Enggan Berbisik karya Taufiqurrahman AL-Aziziy. Pendekatan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Objek penelitian ini adalah unsure intrinsik dsn masalah sosial dalam novel Pasir Pun Enggan Berbisik karya Taufiqurrahman AL-Aziziy dipakai oleh peneliti sebagai sumber data primer, sedangkan sumber data sekundernya adalah buku-buku bacaan yang menunjang penelitian ini. Pengumpulan data dilakukan dengan studi kepustakaan. Teknik analalisis data yang digunakan adalah pembacaan model semiotik. Wujud unsur intrinsik dalam novel Pasir Pun Enggan Berbisik karya Taufiqurrahman AL-Aziziy. (1) Masalah sosial: peran di dalam keluarga yang produktif, karakter tokoh perempuan, dan pandangan hidup tokoh perempuan. (2) tokoh pendobrak masalah sosial, kejahatan, di lihatkan oleh tokoh utama yaitu Wujud nilai social dalam novel Pasir Pun Enggan Berbisik karya Taufiqurrahman AL-Azizi, adalah bentuk dari kejahatan.
KOMPETENSI KOMUNIKATIF Eva Astriani
PENTAS : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 4 No 2 (2018): PENTAS: November 2018
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Kompetensi komunikatif adalah kemampuan sesorang dalam berkomunikasi sesuai dengan topik, daerah, bidang sampai dengan sapa lawan bicara. Kompetensi komunikatif meliputi pengetahuan yang penutur-pendengar miliki tentang apa yang mendasari perilaku bahasa atau perilaku tutur yang tepat dan benar, dan tentang apa yang membentuk perilaku bahasa yang efektif. Kata Kunci: Kompetensi komunkatif, pengetahuan. Abstract: Communicative competence is a person's ability to communicate in accordance with the topic, area, field up to greet the other person. Communicative competence includes the knowledge that the speakers have about what underlies the correct language behavior or speech behavior, and about what constitutes effective language behavior. Keywords: Communicative Competencies, knowledge
KOMPETENSI BAHASA ANAK Sunarti Unar; Nursalim Nursalim
PENTAS : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 4 No 2 (2018): PENTAS: November 2018
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Dalam kehidupan sehari-hari kompetensi berbahasa sesorang sangat diperlukan. Kompetensi berbahasa merupakan penguasaan seseorang terhadap konten yang terdapat didalam bahasa yang dipelajari. Tanpa kompetensi bahasa seseorang menjadi tidak teratur dalam berbahasa. Manusia hanya mampu memproduksi ujaran-ujaran dalam bentuk tuturan pada level mengeluarkan bunyi tanpa makna. Seseorang yang memiliki kemampuan berbahasa yang baik akan terlihat pada saat dia memverbalkan bahasa tersebut, serta kecakapannya dalam menggunakan bahasa yang memadai dalam sistem bahasa itu sendiri. Karena kompetensi bahasa adalah keterampilan yang harus dikuasai oleh sesorang, hal ini menjadi dasar yang dikuasai dalam kehidupan bermasyarakat. Permasalahan yang akan dijawab dalam kajian ini menggunakan penelitian kepustakaan (library research), yang akan menjawab tentang apa saja komponen-komponen kompetensi bahasa. Data-data yang dikumpulkan dari berbagai referensi; baik primer, skunder maupun data pendukung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada lima kompetensi bahasa menurut Canale dan Swain yaitu linguistik, sosio-linguistik, tindak tutur (speech acts), tindak latar (speech sets), strategi. Dalam kompetensi bahasa seseorang harus menguasai keterampilan bahasa, yaitu menyimak, berbicara, membaca dan menulis. Kata Kunci: kompetensi, bahasa, anak
PEMBELAJARAN BAHASA BERBASIS SOSIOKULTURAL richa dwi rahmawati
PENTAS : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 5 No 1 (2019): PENTAS: Mei 2019
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PEMBELAJARAN BAHASA BERBASIS SOSIOKULTURAL Richa Dwi Rahmawati Program Pascasarjana Magister PGMI UIN Sultan Syarif Kasim Riau Telp: 082288369248 E-Mail : richarahmawati28@gmail.com Abstract: Language is a communication tool, the connector between humans. Language learning emphasizes students’ communication skill. Language learning process is also affected by multi-cultures in Indonesia. The problem is being answered by library research. The data is taken from certain references; primary data, secondary data and also supporting data. The result shows that sociocultural language learning is a learning which integrates culture as a part of learning process. Multicultural education is emphasized in an attempt to empower and improve minority and cultural group representation in curriculum and textbook. Sociocultural education is a process of giving how to respect, be honest and tolerant towards multi-cultures in plural society life. Sociocultural factors that affect language learning are social interaction and acculturation Keywords: language, learning, sociocultural, multicultural education.
PERAN KONTEKS DALAM PENGAJARAN BAHASA Roza Al mustari
PENTAS : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 6 No 1 (2020): PENTAS: Mei 2020
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Context language is atmosphereorcircumstancesan interaction processbetweeneducators withchildeducated (learners) inenvironmentlearn .Master createsatmospherelearning PAIKEM ( LearningActive, Interactive, Effective , andFun ) accordinglywithdemandsinrenewal education .Teaching is an interaction processbetweeneducatorsandparticipantseducateinenvironmentlearnwhilelearning morereferringtoparticipantseducate .Relatewiththat , then we deliverlimitsthatcontextlearningis atmosphereorcircumstancesan interaction processbetweeneducatorswithchildeducate(learners) withinenvironmentlearn . Keywords : RoleContext , Teaching , Language ABSTRAK Konteks pengajaran bahasa merupakan suasana atau keadaan suatu proses interaksi antara pendidik dengan anak didik (pembelajar) dalam lingkungan belajar. Guru menciptakan suasana pembelajaran yang PAIKEM (Pembelajaran Aktif, Interaktif, Efektif, dan Menyenangkan) sesuai dengan tuntutan dalam pembaharuan pendidikan. Pengajaran merupakan suatu proses interaksi antara pendidik dan peserta didik dalam lingkungan belajar sedangkan pembelajaran lebih mengacu kepada peserta didik. Berkaitan dengan itu, maka kami memberikan batasan bahwa konteks pembelajaran merupakan suasana atau keadaan suatu proses interaksi antara pendidik dengan anak didik ( pembelajar ) dalam lingkungan belajar. Kata kunci : Peran Konteks, Pengajaran, Bahasa
PENGAJARAN SASTRA Windy Anggraini
PENTAS : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 6 No 1 (2020): PENTAS: Mei 2020
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengajaran sastra adalah penyampaian dan penularan ilmu mengenai suatu ciptaan dari proses kreatifitas dengan menggunakan bahasa sebagai medianya.Pengajaran sastra di MI/SD dapat dikasifikasikan dalam 3 macam, yaitu fiksi, puisi, dan drama. Ketiga bentuk sastra ini harus disajikan guru secara apresiasi. Oleh karena itu guru harus mampu mencari materi yang tepat, menyusun, menyajikan kegiatan yang bersifat kreatif. Pengajaran sastra di sekolah dasar tentunya diarahkan untuk meningkatkan kemampuan siswa untuk berkomunikasi dengan baik dan benar, baik secara lisan maupun tulisan, serta menumbuhkan apresiasi terhadap hasil karya kesastraan manusia Indonesia.

Page 11 of 22 | Total Record : 219