cover
Contact Name
Ahadiyat Yugi R., SP., MSi., D.Tech.Sc.
Contact Email
psi.faperta@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
ahadiyat_yugi@yahoo.com
Editorial Address
-
Location
Kab. banyumas,
Jawa tengah
INDONESIA
Agrin : Jurnal Penelitian Pertanian
ISSN : 14100029     EISSN : 25496786     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Agrin provides facilities for publishing articles or quality papers in the form of research results in various aspects of agriculture and agricultural commodities widely including ; agronomy, agroecology, plant breeding, horticulture, soil science, plant protection, agribusiness, agroforestry, food science and technology , agricultural techniques, agricultural innovations, agricultural models and agricultural biotechnology. This journal is published twice a year, ie the April and October. The Agrin Journal invites researchers, academics and intellectuals to contribute critical writing and contribute to the development of agricultural science.
Arjuna Subject : -
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol 12, No 1 (2008): Agrin" : 11 Documents clear
PENGARUH PEMBENAH TANAH TERHADAP SIFAT FISIKA TANAH DAN HASIL BAWANG MERAH PADA LAHAN PASIR PANTAI BUGEL KABUPATEN KULON PROGO Rajiman Rajiman; Prapto Yudono; Endang Sulistyaningsih; Eko Hanudin
Agrin Vol 12, No 1 (2008): Agrin
Publisher : Jenderal Soedirman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.agrin.2008.12.1.80

Abstract

Penelitian bertujuan untuk: 1) mengetahui pengaruh pembenah tanah terhadap perubahan sifatfisika tanah dan hasil bawang merah di lahan pasir pantai; dan 2) mencari bahan alternatif pembenahtanah di tanah pasir pantai. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap Faktorialterdiri atas 3 faktor. Faktor pertama adalah jenis tanah dengan takaran 30 t/ha (T) yaitu Grumusol (T1)dan Lumpur (T2). Faktor kedua adalah jenis bahan organik dengan takaran 20 t/ha (B) yaitu pupukkandang sapi (B1) dan blotong tebu (B2). Faktor ketiga berupa dosis limbah karbit (A) yangdibedakan menjadi 3 aras yaitu 0 t/ha (A0), 1 t/ha (A1) dan 2 t/ha (A2). Sebagai kontrol digunakantanah pasir tanpa pembenah tanah. Parameter yang diamati meliputi tekstur, berat volume, berat jenis,porositas total, kadar lengas pF 2,54, pF 4,2, kapasitas air tersedia, berat segar, berat kering, beratkering oven dan diameter umbi bawang merah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis tanah,bahan organik dan limbah karbit di tanah pasir pantai nyata meningkatkan jumlah fraksi lempung,debu, porositas, kadar lengas, menurunkan BV, BJ dan meningkatkan berat segar, berat kering, beratkering oven dan diameter umbi bawang merah dibanding kontrol. Penggunaan jenis tanah, bahanorganik dan limbah karbit tidak nyata mempengaruhi hasil bawang merah. Lumpur, blotong danlimbah karbit dapat dimanfaatkan sebagai salah satu alternatif pengganti grumusol dan pupuk kandangdi tanah pasir.Kata kunci : bawang merah, lahan pasir, pembenah tanah ABSTRACTThe objectives of study were to 1) study the effect of soil conditioner on soil physics and shallotyield in coastal sandy land, 2) find out soil conditioner alternative in coastal sandy land. The researchwas conducted by complete randomized design, which consists of three factors. First factor was soiltypes at level of 30 t/ha (T) : grumusol (T1) and mud (T2). Second factor was organic matter types atlevel of 20 t/ha: manure (B1) and sugarcane (B2). Third factor was waste of carbida (A), 0 t/ha (A0),1 t/ha (A1), 2 t/ha (A2) and control. The observation of parameters was texture, bulk density, particledensity, porosity, water contents of pF 2,54; pF 4,2; available water capasity, fresh weight, dry weight,oven dry weight and diameters of bulbs. The result showed that the soil types, organic matter typesand waste of carbida in coastal sandy land significantly increased on clay and silt fraction total,porosity, water contents, fresh weight, dry weight, oven dry weight and diameters bulbs and reducedto bulk density, particle density, sand fraction. The effect of the soil types, organic matter and waste ofcarbida were not significant on the shallots yield. Mud, sugarcane “blotong” and waste of carbide canbe used as alternative substittution of grumusol and litter of livestock in coastal sandy land.Key words: shallot, sandy land, soil conditioner
SERAPAN Fe, K DAN KANDUNGAN KLOROFIL TANAMAN PADI PADA KONDISI TERCEKAM Fe Utar, Riastri Sri i; Riyanto, Agus
Agrin Vol 12, No 1 (2008): Agrin
Publisher : Jenderal Soedirman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.agrin.2008.12.1.81

Abstract

Penelitian tentang serapan Fe, K dan kandungan klorofil tanaman padi pada kondisi tercekam Fe telahdilakukan. Penelitian bertujuan mendapatkan informasi tentang serapan Fe, K dan kandungan klorofil tanamanpadi pada kondisi tercekam Fe. Faktor yang dicoba ada dua, yaitu varietas dan konsentrasi unsur Fe dan K.Varietas yang dicoba sebanyak 3 varietas peka, yaitu Cisadane, IR64, Memberamo dan 3 varietas toleran yaituMahsuri, Pucuk, Batang Ombilin. Konsentrasi unsur hara yang dicoba ada empat yaitu : Fe2K4 (Fe 2ppm + K4ppm); Fe2K40 (Fe 2ppm + K 40 ppm); Fe300K4 (Fe 300 ppm + K 4 pmm); dan 4. Fe300K40 = Fe 300 ppm + K 40ppm. Tanaman padi ditanam pada kultur hara Yoshida, menggunakan Rancangan Petak Terbagi denganRancangan Dasar Acak Kelompok, tiga kali ulangan. Variabel yang diamati adalah kandungan Fe dan K dalamjaringan tanaman, dan kandungan klorofil. Hasil yang diperoleh adalah: 1) kondisi cekaman Fe akan menaikkankandungan Fe jaringan tanaman padi; 2) penambahan unsur hara K pada kondisi cekaman Fe akan menurunkankandungan Fe jaringan tanaman padi; 3) tanaman peka dan tahan mampu menyerap unsur K yang baik padakondisi cekaman Fe sehingga dapat mempertahankan pertumbuhannya dan 4) kandungan klorofil tidak dapatdijadikan penanda fisiologis ketahanan tanaman padi terhadap cekaman Fe.Kata kunci: kandungan F , kandungan K, keracunan, padi ABSTRACTConcerning research on Absorption of Fe, K and content of chlorophyll of rice in condition of Fe stresswas done. The objective of this research was to get information about absorption of Fe, K and content ofchlorophyll of rice in condition of Fe stress. Two factors were tried in this study by using split plot design consistof concentrations as main plot, i.e Fe2K4 ( Fe 2ppm + K 4ppm); Fe2K40 ( Fe 2ppm + K 40 ppm); Fe300K4 ( Fe300 ppm + K 4 pmm); Fe300K40 = Fe 300 ppm + K 40 ppm and varieties as sub plot i.e. Cisadane, IR64,Memberamo, Mahsuri, Pucuk dan Batang Ombilin. Rice planted in Yoshida culture, with three replications. Theresult showed that 1) high concentration of Fe increased Fe content in rice tissue 2) addition of K at condition ofhigh Fe decreased content of Fe in rice tissue 3) sensitive and tolerant crop could uptake K under stress of Fe andcould maintain their growth and 4) content of chlorophyll could not be a physiological marker of rice toleranceto high Fe.Key words: Fe content, K content, toxicity, rice
KOMPONEN BUAH DAN FITOKIMIA DAGING BUAH KELAPA GENJAH Towaha, Juniaty; Indriati, Gusti; Rusli, Rusli
Agrin Vol 12, No 1 (2008): Agrin
Publisher : Jenderal Soedirman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.agrin.2008.12.1.76

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mempelajari komponen dan fitokimia daging buah dari delapankultivar kelapa Genjah. Penelitian ini dilaksanakan di Instalasi Penelitian Kelapa (Inlitka) Pakuwon,Parungkuda, Sukabumi, Jawa Barat. Kultivar yang dipergunakan adalah: Genjah Hijau Jombang(GHJ), Genjah Hijau Nias (GHN), Genjah Kuning Bali (GKB), Genjah Kuning Jombang (GKJ),Genjah Raja (GRA), Genjah Salak (GSK), Genjah Kuning Nias (GKN) dan Genjah Kuning Malaysia(GKM). Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 8 perlakuan dan 3ulangan. Parameter yang diamati adalah komponen buah meliputi: bobot (buah, sabut, air, tempurung,daging buah, kopra), tebal daging buah dan fitokimia daging buah, kadar (air, protein, lemak, seratkasar dan asam lemak bebas). Hasil penelitian menunjukkan komponen buah dan fitokimia dagingbuah kelapa kultivar genjah berbeda nyata. Bobot (buah, sabut, daging) dan tebal daging buahtertinggi diperoleh pada kultivar GKM. Bobot air dan tempurung tertinggi diperoleh pada GSK. Kadarair terendah 44,7% diperoleh pada kultivar GKM, kadar protein dan lemak tinggi masing-masing8,84% dan 65,72% ditunjukkan oleh kultivar GHN. Kadar serat kasar tertinggi pada kultivar GKB21,69% dan asam lemak bebas terendah pada kultivar GSK 0,02%.Kata kunci: kelapa, komponen, buah, daging buah ABSTRACTThe objectives of this research were to study the fruit component and phytochemical endosperm of dwarfcoconut from eight cultivars. This research was conducted at installation research og coconut (Inlitka) inPakuwon, Parungkuda, Sukabumi, West Java. The cultivars used were: Genjah Hijau Jombang (GHJ), GenjahHijau Nias (GHN), Genjah Kuning Bali (GKB), Genjah Kuning Jombang (GKJ), Genjah Raja (GRA), GenjahSalak (GSK), Genjah Kuning Nias (GKN), and Genjah Kuning Malasia (GKM). Research design used completerandomized design with 8 treatments and 3 replications. The observed variables were weight fruit component(fruit, coconut fiber, waters, coconut shell, endosperm and copra), thickness and phytochemical of endospermcontens (water, protein, lipid, coarse fiber and free fatty acid). The result showed that fruit component andendosperm phytochemical were vary significantly. The highest weight of fruit, fiber, endosperm and endospermthickness obtained from GKM. The highest weight of water and shell obtained from GSK. The lowest weight ofwater, i.e. 44.7% obtained from GKM. The highest content of protein and lipid for 8.84% and 65.72% obtainedfrom GHN. The highest coarse fiber obtained from GKB, i.e. 21.69% and the lowest free fatty acid obtainedfrom GSK, i.e. 0.02%Key words: Cocos nucifera, component, fruit, endosperm 
EVALUASI INPUT AGEN HAYATI PADA UJI PAKET TEKNOLOGI BUDIDAYA KEDELAI DI LAHAN KERING MASAM LAMPUNG TENGAH Prihastuti, Prihastuti; Sudaryono, Sudaryono
Agrin Vol 12, No 1 (2008): Agrin
Publisher : Jenderal Soedirman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.agrin.2008.12.1.79

Abstract

Dalam upaya meningkatkan produktivitas lahan kering masam mutlak diperlukan introduksi mikroba.Agen hayati merupakan sel mikroba yang bermanfaat untuk pertumbuhan tanaman, di mana aktivitasnyaditentukan oleh kondisi lingkungan tumbuhnya. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan evaluasi terhadap duajenis agen hayati, yaitu (A) yang berisi bakteri Rhizobium, Azospirillum dan Aspergillus niger, dan (B) yangberisi jamur mikoriza vesikular-arbuskular, pada uji paket teknologi budidaya kedelai di lahan kering masamLampung Tengah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat interaksi dalam pemberian agen hayati terhadappertumbuhan tanaman dan hasil biji. Pemberian agen hayati (A) secara tunggal tidak meningkatkan hasil biji,sedangkan pada pemberian agen hayati (B) dapat meningkatkan hasil biji 10,88% dan pada pemberian keduanyameningkatkan hasil biji sekitar 5,18% daripada kontrol. Faktor lingkungan tumbuh mikroba merupakan penentukeberhasilan introduksi suatu agen hayati. Adanya perbedaan tanggap tanaman kedelai terhadap agen hayati Adan B menunjukkan bahwa pada aplikasi agen hayati perlu diperhatikan kondisi lahan yang berfungsi sebagaimedia untuk tumbuh dan beraktivitas bagi mikroba yang terkandung di dalamnya.Kata kunci: agen hayati, hasil biji, kedelai, lahan kering masam ABSTRACTAn effort to improve the productivity of dry acid soil is necessarily need microorganism inputs. The soilmicroorganism cells have an important role on the plant growth, where their activity is determined by thecondition of environmental growth. Field trial to evaluate two biological agents, i.e (A) consist of Rhizobium,Azospirillum and Aspergillus niger, and (B) consist of vesicular-arbuscular mycorrhyzae was conducted onintegrated crop management of soybean on dry acid soil in Central Lampung. The result showed that theintroduction of the agent was significantly affected on soybean growth and seed yield. In single application ofbio-agent A did not increase seed yield, however the bio-agent B increasing seed yield by 10.88%, and theircombination increasing 5.18% higher than control. The environmental conditions for the microorganism growthare determine by the development of soil microorganism. The different responses of soybean to bio-agent A andbio-agent B was suggested that the soil conditions as the medium of soil microorganism development should beunderstood.Key words: biological agent, seed yield, soybean, acid dry land
PENGARUH UKURAN BENIH TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT MAKADAMIA (Macadamia integrifolia) Heryana, Nana; Rusli, Rusli; Indriati, Gusti
Agrin Vol 12, No 1 (2008): Agrin
Publisher : Jenderal Soedirman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.agrin.2008.12.1.77

Abstract

Makadamia merupakan tanaman tahunan penghasil biji berkadar lemak lebih tinggi dibandingkan dengankacang-kacangan yang banyak dibudidayakan di Indonesia. Produk makadamia berupa kacang yang bernilaiekonomi tinggi di pasaran internasional dan menjadi bahan baku industri yang dapat diolah menjadi berbagaibentuk makanan dan telah dipasarkan di beberapa kota besar di Indonesia. Penelitian bertujuan untukmengetahui ukuran benih makadamia yang tepat untuk dijadikan bibit. Penelitian dilaksanakan di BalaiPenelitian Tanaman Rempah dan Aneka Tanaman Industri (Balittri) Pakuwon, Parungkuda, Sukabumi, JawaBarat pada bulan April 2006 sampai April 2007. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan3 perlakuan dan 9 ulangan, adapun perlakuannya sebagai berikut : A (benih besar: berat biji 6-7 g, diameter biji2,1-2,3 cm), B (benih sedang : berat biji 5-6 g, diameter biji 1,8-2,0 cm) dan C (benih kecil : berat biji 4-5 g,diameter biji 1,5-1,7 cm). Jumlah pohon contoh yang diamati tiap perlakuan terdiri atas 45 pohon, sehinggaseluruhnya menjadi 135 pohon. Variabel yang diamati meliputi : tinggi tanaman, diameter batang, jumlahcabang, jumlah daun, panjang daun dan lebar daun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ukuran benih sedangdan besar, pertumbuhannya lebih baik bila dibandingkan dengan benih kecil tetapi ukuran benih sedang danbesar pada semua parameter tidak menunjukkan perbedaan yang nyata dan hasil pengamatan, tinggi tanaman26,63 cm, diameter batang 0,50 cm, jumlah cabang 0,50 cabang, jumlah daun 19,70 helai, panjang daun17,68 cm dan lebar daun 2,72 cm yang terbaik diperoleh pada benih ukuran sedang.Kata kunci: makadamia, Macadamia integrifolia, ukuran, benih, bibit, pertumbuhanABSTRACTMacadamia is a perennial plant which produce seed contains higher fat rather than other legumesin Indonesia. Macadamia has high economic value in International market and becomes raw material for industrythat could be processed onto many variety of food and have been sold in several big cities in Indonesia. Theobjectives of research were to know the appropriate Macadamia’s seed size for seedling. This research was heldat The Research Institute of Spices and Industrial Crop (Balittri) in Pakuwon, Parungkuda, Sukabumi, West Javaon April 2006 until April 2007. the experimental design of research was using randomized block design with 3treatment and 9 replications. The treatment were: A (large seed: seed weigh was 6-7 g, seed diameter was 2.1-2.3cm), B (middle seed: seed weigh was 5-6 g, seed diameter was 1.8-2.0 cm), C (small seed: seed weigh was 4-5g, seed diameter was 1.5-1.7 cm). The amount of tree sample for every treatment were 45 tree, so for whole therewere 135 tree. Variable consist height, stem diameters, number of branch’s and leaves , length and width ofleaves. Result of research showed that seed size for medium and large have better growth than smaller seed, thusseed size for medium and large for all variable did not show significant difference, i.e. plant weight was 26.63cm, stem diameter was 0.50 cm, amount of branch was 0.50 branch, lenght of leaves was 17.68 cm and width ofleaves was 2.72 cmKey Words: macadamia, Macadamia integrifolia, size, seed, growth 
STUDI KELAYAKAN INDUSTRI RUMAH TANGGA PANGAN (IRTP) SAGU Timisela, Natelda R.
Agrin Vol 12, No 1 (2008): Agrin
Publisher : Jenderal Soedirman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.agrin.2008.12.1.78

Abstract

Sagu dapat dimanfaatkan sebagai substitusi terigu dan mengurangi ketergantungan terhadap beras karenamengandung karbohidrat dalam jumlah tinggi. Sagu bahkan dapat diandalkan menjadi sumber pangan pokok,sehingga jika budidaya dan pemanfaatan tanaman sagu dikembangkan menjadi tanaman komersil di bidangpertanian maka tanaman sagu bisa setara popularitasnya dengan pangan lain. Tujuan penelitian ini adalah untukmengetahui kelayakan industri rumah tangga pangan (IRTP) sagu; kepekaan IRTP sagu terhadap perubahanharga output dan harga input, produktivitas tenaga kerja pada IRTP sagu dan kontribusi IRTP sagu terhadappendapatan total rumah tangga. Berdasarkan hasil analisis finansial dan analisis kelayakan, IRTP sagumenguntungkan dan layak diusahakan. Nilai produktivitas tenaga kerja juga sangat tinggi lebih besar dari UpahMinimum Provinsi, selain itu juga IRTP sagu memberikan kontribusi yang sangat tinggi terhadap pendapatantotal rumah tangga yaitu sebesar 87,9 %.Kata kunci: IRTP sagu, kelayakan, kontribusi, kepekaan, produktivitas ABSTRACTSago could be consumed as a substitute of flour and decrease dependency of rice due to high contents ofcarbohydrate. Sago could become as main food so it is possible to develop its cultivation as well as utilization inorder to improve as a commercial crop similar to other crops. The objectives of this study were to evaluate thefeasibility of sago household industries, sensitivity of these household industries upon the change of output andinput price, the productivity of its labors and contribution upon the household income. The results of this studyindicated that sago was profitable and feasible to develop. The labors productivity was higher than the minimumprovincial wage. The contribution of this business on the total household income was to 87.9 percent.Key words: Sago household industries, feasibility, contribution, sensitivity, productivity.
OPTIMALISASI PRODUKTIVITAS LAHAN PASIR PANTAI MELALUI BUDIDAYA TANAMAN KUBIS BAWAH NAUNGAN DAN PEMBERIAN LAPISAN BENTONIT Saparso Saparso; Tohari Tohari; Dj. Shiddieq; B. Setiadi
Agrin Vol 12, No 1 (2008): Agrin
Publisher : Jenderal Soedirman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.agrin.2008.12.1.83

Abstract

Tanaman kubis lahan pasir pantai memiliki peranan penting dalam mencapai ketahanan pangan nasionaldan memanfaatkan peluang pasar luar musim kubis dataran tinggi dalam rangka meningkatkan pendapatanpetani dan produktivitas lahan. Teknologi spesifik lokasi yang belum lengkap menyebabkan hasil kubis masihlebih rendah daripada potensinya. Penelitian bertujuan menentukan naungan optimum bagi pertumbuhantanaman kubis di lahan pasir pantai tanpa dan dengan lapisan bentonit. Penelitian dilaksanakan di lahan pasirpantai Samas, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta dari Januari 2005 sampai Mei 2006. Naungan danpemberian lapisan kedap dari campuran bentonit dan pasir 15% tebal 2 cm pada jeluk 30 cm berinteraksimempengaruhi total lengas tanah, lebar bukaan stomata, kadar klorofil, panjang akar, luas daun penutup,pertumbuhan dan hasil tanaman. Tanaman tanpa naungan dengan intensitas cahaya (ISMH) 537,7 ????mol.m-2.det-1 di lahan tanpa lapisan bentonit memiliki kadar prolin daun 7,8 mol.g-1 lebih tinggi daripada daun tanamandi lahan dengan lapisan bentonit 7,1 mol.g-1. Lapisan bentonit menyediakan lengas segera tersedia lebih lamadaripada tanpa lapisan bentonit. Tanaman kubis bawah naungan 20,5% dengan intensitas cahaya 427,3mol.m-2.det-1 di lahan tanpa lapisan kedap memberikan hasil maksimum 34,3 t.ha-1 mengikuti persamaankudratik Ybsh.tb = 4,15 +0,141 X ismh –1,65 10-4 X2ismh , (R2=0,786**). Di lahan dengan lapisan bentonit,pemberian naungan menurunkan hasil secara linier sesuai persamaan Ybsh.db = 13,0759 +0,056632 X ismh(R2=0,819 **) dengan hasil maksimum 44,4 t.ha-1, 136,6% lebih tinggi daripada lahan tanpa lapisan bentonit.Kata kunci: naungan optimum, lapisan bentonit, produktivitas kubis, lahan pasir pantai ABSTRACTCabbage in coastal sandy land has an important role in national food resilience and in taking advantageout of season market of upland cabbage for increasing farmer income and land productivity. Uncomplete specifictechnology gave yield lower than the potential. The research objectives was to determine the optimum shadingfor cabbage growth on land without and with bentonite layer application. Field experiment was carried out incoastal sandy land of Samas, Bantul, Yogyakarta Special Province from January 2005 up to May 2006.Interaction between shading and bentonite layer 15% by volume affected total soil water, stomatal aperture,chlorophyll content, root length, wrapped leaves area, growth rate and yield. The leaf of crop without shadingwith light intensity (ISMH) of 537,7 mmol.m-2.s-1 on land without bentonite layer had proline content 7,8mol.g-1 higher than that with bentonite layer application 7,1 mol.g-1. Application of bentonite layer resultedin longer readily available water than the soil without layer. Cabbage under 20,5% shading with light intensityof 427,3 mmol.m-2.s-1 on land without bentonite layer produced maximum yield 34,3 t.ha-1 according toquadratic equation Ybshs.tb = 4,15 +0,141 X ismh –1,65 10-4 X2ismh (R2=0,786**). Land with bentonite layerapplication, shading decreased the yield linearly according to equation Ybshs.db = 13,0759 +0,056632 X ismh(R2=0,819 **) with maximum yield of 44,4 t.ha-1, 136,6% higher in the land without bentonite layer.Key words: optimum shading, bentonite layer, cabbage productivity, coastal sandy land
HUBUNGAN ANTARA TINGKAT PENDIDIKAN FORMAL DAN FAKTOR PSIKOLOGIS DENGAN KINERJA PENYULUH PERTANIAN LAPANGAN (Studi Kasus di Kabupaten Banjar) Suprijanto, Suprijanto
Agrin Vol 12, No 1 (2008): Agrin
Publisher : Jenderal Soedirman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.agrin.2008.12.1.84

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara tingkat pendidikan formal dan faktorpsikologis (harga diri, kecemasan berkomunikasi, kepuasan kerja, dan motivasi berprestasi) dengan kinerjapenyuluh pertanian lapangan (PPL). Metode pengumpulan data yang digunakan adalah survei yang dilengkapidengan kuesioner. Responden dipilih dengan menggunakan metode Simple Random Sampling. Data yang telahterkumpul dianalisis dengan teknik analisis jejak rekursif (Recursive Path Analysis). Berdasarkan analisis data,kesimpulan yang dapat ditarik adalah sebagai berikut: (1) tingkat kecemasan berkomunikasi memiliki hubungannegatif yang sangat nyata dengan kinerja PPL; (2) tingkat motivasi berprestasi memiliki hubungan positif yangsangat nyata dengan kinerja PPL; dan (3) tingkat pendidikan formal, tingkat harga diri, dan tingkat kepuasankerja tidak memiliki hubungan yang nyata dengan kinerja PPL.Kata-kata kunci: tingkat pendidikan formal, faktor psikologis, kinerja ABSTRACTThe objective of the research was to analysis relationship between level of formal educationand psychological factor (self respect, communication stress, job satisfaction, and achievementmotivation) with agricultural extension worker (AEW) performance. Survey method was used incollecting data and complemented by questioners. Respondents were selected by Simple RandomSampling. Data were analyzed by using Recursive Path Analysis Technique. The conclusion could bedrawn as follows: (1) communication stress has a very significant negative effect on AEWperformance, (2) achievement motivation has a very significant positive negative effect on AEWperformance, and (3) formal education, self respect, and job satisfaction have no significant effect onAEW performance.Key words: formal education level, psychological factor, performance
ANALISIS BIAYA PRODUKSI KENTANG DI KELURAHAN KEJAJAR KECAMATAN KEJAJAR KABUPATEN WONOSOBO Hartono, G.; Prihtanti, Tinjung Mary
Agrin Vol 12, No 1 (2008): Agrin
Publisher : Jenderal Soedirman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.agrin.2008.12.1.74

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh jumlah produksi, upah tenaga kerja, harga benihkentang, harga urea, harga pupuk kandang, dan harga obat pemberantas hama penyakit terhadap biaya produksiusaha tani kentang. Metode penelitian yang dipakai adalah metode penelitian deskriptif, sementara datadikumpulkan dengan menggunakan metode survei. Sebanyak 40 responden diambil secara acak sederhana dari110 petani kentang monokultur di Kelurahan Kejajar, Kacamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa secara keseluruhan terdapat pengaruh nyata dari variabel independen yangmeliputi: harga benih kentang, harga urea, harga pupuk kandang, harga obat pemberantas hama penyakit, upahtenaga kerja, dan jumlah produksi, terhadap biaya produksi usaha tani kentang yang dianalisis dengan modelfungsi biaya Cobb-Douglas dan masing-masing koefisien regresinya secara berturut adalah: 0,87000; 0,04393;0,09935; -0,91600; -3,47900 dan 0,63400.Kata kunci: fungsi biaya Cobb-Douglas, harga input, kentang. ABSTRACTThe objectives of this research were to know the affects of price of urea, manure, pesticide, labour wageand production level on the potato production cost. Descriptive method was used in this research, while data wascollected using survey method. Fourty respondents were randomly selected among the 110 population of potatofarmers at Kejajar village, sub district of Kejajar, regency of Wonosobo. The results of this research showed thatthere had a significantly affect between of price of seed, urea, manure and pesticide, labour wage and productionlevel on potato production cost, using the Cobb-Douglas cost function model, and with regression coefficients of0.87000; 0.04393; 0.09935; -0.91600; -3.47900 and 0.63400, respectively.Key words: Cobb Douglas cost function, input price, potato.
STUDI SUMBER INOKULUM DAN CARA PENYEBARAN PATOGEN Botryodiplodia theobromae. PENYEBAB PENYAKIT KULIT DIPLODIA PADA JERUK SIAM BANJAR Salamiah, Salamiah
Agrin Vol 12, No 1 (2008): Agrin
Publisher : Jenderal Soedirman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.agrin.2008.12.1.82

Abstract

Salah satu kendala utama dalamusaha tani jeruk di Kalimantan Selatan adalah gangguan cendawanBotryodiplodia theobromae Pat. penyebab penyakit Diplodia. Sampai saat ini pengendalian penyakit diplodia diKalimantan Selatan masih belum efektif dan efisien. Kegagalan pengendalian di atas karena tidak tepat sasaran,sebab daur hidup patogen ini belum diketahui dengan pasti. Salah satu cara untuk mengetahui daur hidup adalahdengan mempelajari sumber inokulum dan cara penyebaran penyakit kulit diplodia B. theobromae. Dalampenelitian ini dilaporkan hasil studi sumber inokulum dan cara penyebaran patogen penyebab penyakit kulitdiplodia pada jeruk siam Banjar. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Fitopatologi dan Rumah Kaca JurusanHama dan Penyakit Tanaman Fakultas Pertanian Unlam Banjarbaru. Penelitian ini meliputi tahapan-tahapan:(1) identifikasi patogen; (2) isolasi patogen dari berbagai tempatnya bertahan; dan (3) studi cara penyebarannya.Hasil identifikasi terhadap patogen yang diisolasi dari jeruk siam Banjar menunjukkan bahwa patogen itu adalahcendawan genus Botryodiplodia. Selain pada tanaman jeruk, sumber inokulum patogen dapat bertahan di biji,kulit buah, tunggul tanaman, dan cabang pohon yang masih sehat, tetapi tidak ditemukan di tanah. Patogen dapatmenyebar melalui vektor serangga, penempelan/pelukaan, penyemprotan lewat udara, dan percikan air.Kata kunci: jeruk siam Banjar, Botryodiplodia theobromae, penyakit kulit diplodia, cara penyebaran patogen,tempat bertahan Botryodiplodia. ABSTRACTMain problem on citrus farming in South Kalimantan is diplodia disease of Botryodiplodia. Currentlythere’s no effective and efficient practice on diplodia control. Due to the limited knowledge of the cycle of thepathogen by which the control; is failed. To know life cycle of this pathogen study of inoculum source anddispersal of citurs must be done. This study was carried out at the Laboratory of Plant Diseases and at glasshouse of the Department of Plant Pests and Diseases of the Faculty of Agriculture-Lambung MangkuratUniversity in Banjarbaru. The study was done into three phases, i.e. (1) identification of pathogens, (2) pathogenisolation from different place, and (3) study the dispersal of the pathogen. Results showed that the diplodiadiseases of citrus “Siam Banjar” was caused by a fungus of genus Botryodiplodia. The pathogen can be isolatedfrom seeds, fruit peels, branches, or twigs of infected plants but available in soil. The pathogen can be dispersedthrough insects (Nitidulidae and Euphoria sp.; Coleoptera), through air and rain or water.Key words: citrus “Siam Banjar”, Botryodiplodia theobromae, diplodia diseases, fungus dispersal, survival place of Botryodiplodia.

Page 1 of 2 | Total Record : 11