cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
,
INDONESIA
Jurnal Ergonomi dan K3
ISSN : 26157732     EISSN : 26157732     DOI : -
Core Subject : Health, Engineering,
Jurnal Ergonomi dan K3 diterbikan 2 kali setahun, bulan Maret dan September. Topik makalah untuk jurnal Ergonomi dan K3 meliputi namun tidak terbatas pada: antropometri, biomekanika, fisiologi, lingkungan kerja, ergonomi kognitif, ergonomi budaya, keselamatan dan kesehatan kerja.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 2 (2019): September 2019" : 5 Documents clear
ANALISIS RISIKO KECELAKAAN KERJA PADA STASIUN KLARIFIKASI DENGAN METODE ANALYTIC HIERARCHY PROCESS (AHP) PT MOPOLI RAYA Buchari Buchari; Mutia Irani
Jurnal Ergonomi dan K3 Vol 4, No 2 (2019): September 2019
Publisher : Perhimpunan Ergonomi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/j.ergo.2019.4.2.5

Abstract

Permasalahan yang dihadapi oleh PT Mopoli Raya adalah dari data dan observasi lapangan kasus kecelakaan pada stasiun klarifikasi yang paling besar terjadi pada tahun 2017 di mana terdapat enam kasus kecelakaan kerja. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah mengidentifikasi risiko kecelakaan kerja pada stasiun klarifikasi PT Mopoli Raya yang menyebabkan besarnya angka kecelakaan kerja. Metode yang digunakan dalam penelitian ini untuk menentukan faktor penyebab kecelakaan kerja paling berpengaruh yaitu menggunakan Analytic Hierachy Process (AHP) kemudian dilakukan pengendalian risiko keecelakaan kerja. Berdasarkan hasil perhitungan AHP, pengukuran faktor kecelakaan kerja yang memiliki total bobot tertinggi yaitu faktor manusia dengan bobot 0,2143, urutan kedua yaitu faktor peralalatan dengan bobot 0,2081, urutan ketiga yaitu faktor lingkungan dengan bobot 0,1960, urutan keempat yaitu peraturan perusahaan dengan bobot 0,1914, urutan kelima yaitu Standard Operating Procedure (SOP) dengan bobot 0,1901. Setelah itu, dilakukan analisis pengendalian risiko terhadap faktor manusia yang memilki bobot tertinggi sebagai faktor yang paling berpengaruh terhadap angka kecelakaan kerja, rekomendasi perbaikan yang dapat diberikan untuk mengendalikan tingkat kecelakaan kerja yang disebabkan oleh faktor manusia yaitu membuat peraturan yang mewajibkan pengguanaan APD yang menyesuaikan pada penyakit akbiat kerja yang sesuai potensi bahaya, membuat worksheet sebagai bahan inspeksi manajemen, membuat visual display pengunaan APD, membuat jadwal pelatihan K3 tentang pengunaan APD, manajemen melakukan pemeriksaan kesehatan pekerja secara prakarya dan berkala, perusahaan menyediakan fasilitas kesehatan untuk pekerja yang dilengkapi dengan dokter spesialis okupasi, membuat SOP disiplin sikap dalam bekerja, dan melakukan sosialisasi SOP disiplin sikap dalam bekerja. Kata kunci: Pengendalian risiko kecalakaan kerja, analytic hierachy process (AHP)
PERANCANGAN SUHU TERMAL RUANG KULIAH DENGAN MEMPERHATIKAN BEBAN AKTIVITAS, SENSASI TERMAL DAN TERMAL ACCEPTABILITY: STUDI KASUS PADA UNIVERSITAS ATMA JAYA YOGYAKARTA Parama Kartika Dewa; Novenda Kartika Putrianto
Jurnal Ergonomi dan K3 Vol 4, No 2 (2019): September 2019
Publisher : Perhimpunan Ergonomi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (250.726 KB) | DOI: 10.5614/j.ergo.2019.4.2.1

Abstract

Riset perancangan suhu termal selama ini berfokus kepada desain dan evaluasi ruang pada gedung yang diperuntukkan untuk kegiatan perkantoran, tempat tinggal dan kegiatan manufaktur. Faktor yang dominan diperhatikan adalah jumlah pengguna dalam ruang, temperatur dalam ruang, dan kelembaban udara dalam ruang. Perancangan suhu termal untuk ruang kelas tidak banyak ditemukan dalam literatur, terutama dengan memperhatikan beban aktivitas, sensasi termal dan termal acceptability. Penelitian ini bertujuan untuk merancang suhu termal yang ideal pada ruang kelas di Universitas Atma Jaya Yogyakarta dengan memperhatikan beban aktivitas, sensasi termal dan termal acceptability. Proses untuk mengidentifikasi suhu kenyamanan termal pada saat mahasiswa melakukan aktivitas kuliah menjadi penting untuk dilaksanakan. Hasil ini diharapkan menjadi masukan bagi tahapan penelitian berikutnya terkait dengan pengukuran energi yang diperlukan untuk menjadikan kondisi termal tersebut terwujud di ruang kuliah UAJY. Lokasi penelitian dilakukan di ruang kuliah Fakultas Teknologi Industri UAJY. Subjek penelitian adalah 120 mahasiswa. Periode waktu pengambilan data dilakukan sebanyak 2 periode setiap pengambilan data. Proses pengukuran data dan hasil dilakukan secara langsung di ruang kuliah. Suhu ruang diatur pada alternative suhu 19°C, 23°C, 27°C dan 30°C. Hasil penelitian berdasarkan analisis sensasi termal dan analisis thermal acceptability merekomendasikan suhu ruang kuliah dikondisikan 23°C yang akan menjamin kenyamanan mahasiswa saat mengikuti kuliah dalam kondisi baik. Kata kunci: kenyamanan, suhu, termal, aktivitas kuliah
STUDI KECELAKAAN KERJA OPERATOR MESIN DI INDUSTRI PENGOLAHAN KELAPA SAWIT: INVESTIGASI DAN ANALISIS PENYEBAB DENGAN METODE 5 WHYS DAN SCAT Luciana Triani Dewi; Lucy Versyanti Pangaribuan
Jurnal Ergonomi dan K3 Vol 4, No 2 (2019): September 2019
Publisher : Perhimpunan Ergonomi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (190.146 KB) | DOI: 10.5614/j.ergo.2019.4.2.2

Abstract

Kecelakaan kerja akibat mesin merupakan kejadian yang seringkali terjadi pada industri, termasuk industri pengolahan kelapa sawit. Pencegahan kecelakaan akibat permesinan dapat dilakukan melalui pendekatan antisipasi bahaya dengan belajar dari kasus yang telah terjadi sebelumnya dan melakukan tindakan pengendalian. Penelitian terdahulu terkait kecelakaan kerja di industri pengolahan kelapa sawit lebih bersifat umum untuk menemukan penyebab dan pengendaliannya. Metode yang umum digunakan adalah analisis postur kerja, evaluasi ergonomi dan identifikasi bahaya. Penelitian ini fokus menganalisis kasus kejadian kecelakaan kerja pada operator mesin kapstan di industri pengolahan kelapa sawit yang berakibat fatal yaitu kematian. Sejauh ini belum ditemukan publikasi penelitian tentang kecelakaan akibat mesin ini. Studi yang dilakukan bersifat deskriptif analitis dengan menelaah kasus kejadian kecelakaan kerja mesin kapstan untuk menemukan akar masalah dan memberikan solusi. Teknik yang digunakan adalah 5whys dan Sytematic Cause Analysis Technique (SCAT). Analisis menghasilkan sepuluh jenis tindakan pengendalian yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya kecelakaan, terdiri dari 50% tindakan teknis (desain) dan 50% tindakan non teknis. Sebagai tindakan kunci adalah penyediaan tenaga ahli keselamatan kerja untuk menginduksi tindakan pengendalian lainnya. Evaluasi manajemen menilai tindakan pengendalian kunci dapat diimplementasikan dalam jangka pendek. Kata kunci: bahaya permesinan, investigasi, analisis penyebab, SCAT
RANCANGAN PERBAIKAN KURSI KERJA OPERATOR PADA BAGIAN PENJAHITAN AIRBAG DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN ANTROPOMETRI DAN SOFTWARE CATIA V5R19 Syarifuddin Nasution; Nanih Suhartini; Aditya Wahyu Nugroho
Jurnal Ergonomi dan K3 Vol 4, No 2 (2019): September 2019
Publisher : Perhimpunan Ergonomi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (322.398 KB) | DOI: 10.5614/j.ergo.2019.4.2.3

Abstract

Manusia dalam melakukan aktivitas kerja terkadang membutuhkan alat atau fasilitas yang dapat mempermudah dalam melakukan setiap kegiatan maupun pekerjaannya. Permasalahannya adalah beberapa operator sering mengeluhkan kondisi fisik pada saat melakukan pekerjaan disebabkan kursi kerja yang mereka gunakan tidak sesuai dengan dimensi tubuh operator, yang pada akhirnya memengaruhi produktivitas/kinerja operator. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi keluhan rasa sakit yang timbul pada bagian tubuh operator kerja bagian penjahitan, menentukan dimensi tubuh operator kerja penjahitan yang digunakan untuk usulan perbaikan kursi kerja, dan usulan perbaikan kursi kerja yang didapatkan dari hasil pengamatan kursi kerja sebelumnya. Pendekatan antropometri, kuisioner nordic body map, dan Catia V5R19 digunakan untuk perbaikan kursi kerja operator penjahitan tersebut. Terdapat beberapa pekerja mengeluh adanya rasa sakit pada bagian leher, lengan atas, bagian tangan, serta bagian kaki kanan yang berkaitan dengan sendi terasa nyeri. Perbaikan kursi kerja berdasarkan data antropometri adalah dimensi tinggi popliteal untuk tinggi kaki kursi kerja adalah 45 cm, dimensi pantat popliteal untuk panjang alas kursi kerja adalah 52 cm, dimensi lebar pinggul untuk lebar alas kursi kerja adalah 34 cm, dimensi tinggi bahu posisi duduk untuk tinggi sandaran kursi kerja adalah 60 cm, dimensi lebar bahu untuk lebar sandaran kursi kerja adalah 48 cm, dimensi tinggi siku duduk untuk tinggi penyangga tangan adalah 24 cm. Usulan perbaikan kursi kerja berdasarkan hasil pengamatan kursi kerja sebelumnya adalah adanya sandaran punggung, bantalan leher, penyangga tangan, serta pemakaian bahan tambahan seperti busa supaya lebih lunak yang itu semua dibuat untuk mengurangi resiko keluhan-keluhan fisik pada operator pada saat melakukan pekerjaan penjahitan airbag. Kata kunci: Kursi kerja, nordic body map, antropometri, Catia V5R19
USULAN PERANCANGAN KABIN MASINIS KRL COMMUTER LINE YANG ERGONOMIS MENGGUNAKAN MODEL VIRTUAL ENVIROMENT Djodi Erlangga; Nurfajriah Nurfajriah
Jurnal Ergonomi dan K3 Vol 4, No 2 (2019): September 2019
Publisher : Perhimpunan Ergonomi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (526.558 KB) | DOI: 10.5614/j.ergo.2019.4.2.4

Abstract

Ketidakergonomisan ruang kemudi Kereta Rel Listrik (KRL) dapat menyebabkan seorang masinis terkena Work Related Musculoskeletal Disorder (WMSDs) yang berdampak pada berkurangnya kemampuan konsentrasi saat mengoperasikan KRL yang cenderung statis. Penelitian dilakukan dengan tujuan untuk memberikan usulan desain ruangan kemudi terbaik, baik dari ukuran kursi dan kabin serta penempatan instrumen pengontrol dan layar pemantau yang dapat mengakomodasi postur kerja masinis agar terhindar dari WMSDs. Penelitian dilakukan dengan menganalisis risiko postur pengemudi dengan metode Quick Exposure Check (QEC) dan nilai Rapid Upper Limb Assessment (RULA) melalui pengujian Virtual Environment terhadap desain aktual dan desain usulan menggunakan konfigurasi Virtual Human Modelling dari data antropometri masinis yang telah diperoleh. Hasil yang terbaik merupakan desain yang memberikan nilai RULA terendah. Kata kunci: Ergonomi, antropometri, quick exposure check, rapid upper limb assessment, model virtual environment

Page 1 of 1 | Total Record : 5