cover
Contact Name
AL Qariah
Contact Email
lensafkip@wiraraja.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
lensafkip@wiraraja.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. sumenep,
Jawa timur
INDONESIA
LENSA (Lentera Sains): Jurnal Pendidikan IPA
ISSN : 23015071     EISSN : 24067393     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Arjuna Subject : -
Articles 180 Documents
EKPLORASI LINGKUNGAN PESISIR KALIANGET SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN PENUNJANG PEMBELAJARAN IPA KONSTEKTUAL Herowati Herowati; Lutfiana Fazad Azizah
LENSA (Lentera Sains): Jurnal Pendidikan IPA Vol. 10 No. 2 (2020): November 2020
Publisher : Faculty of Teaching and Education, University of Wiraraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24929/lensa.v10i2.120

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan lingkungan pesisir Kalianget Kabupaten Sumenep untuk dapat dikembangkan menjadi buku petunjuk media pembelajaran IPA berbasis lingkungan pesisir. Model yang digunakan dalam penelitian ini adala ADDIE yang terdiri dari analisis (analysis), desain (design), pengembangan (development), implementasi (implementation), dan evaluasi (evaluation). Penelitian ini terbatas pada tahap analisis, desain, dan pengembangan. Hasil penelitian berupa kelayakan buku petunjuk media pembelajaran IPA berbasis lingkungan pesisir didapatkan dari hasil validasi aspek materi memperoleh hasil rata-rata presentase 86% dengan nilai indeks kesepakatan ahli 0,86 dengan kategori sangat valid, validasi aspek desain memperoleh hasil 95%, dan respon guru memperoleh hasil 90% dengan kategori sangat layak sehingga buku petunjuk media pembelajaran IPA berbasis lingkungan pesisir dapat digunakan.
VALIDITAS INSTRUMEN PENILAIAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MELALUI MODEL PROBLEM BASED LEARNING MENUJU PEMBELAJARAN IPA ABAD KE 21 Lydiana Putri Novita Sari; Dyah Ayu Fajarianingtyas; Jefri Nur Hidayat
LENSA (Lentera Sains): Jurnal Pendidikan IPA Vol. 10 No. 2 (2020): November 2020
Publisher : Faculty of Teaching and Education, University of Wiraraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24929/lensa.v10i2.121

Abstract

Penelitian ini merupakan jenis penelitian Research And Development (R&D) yang bertujuan untuk mengetahui validitas dan respon guru terhadap instrumen penilaian yang dikembangkan. Model pengembangan diadaptasi dari model 4D dengan pelaksanaan tahapan Define, Design dan Develop. Instrumen penelitian ini meliputi instrumen validitas materi, bahasa, konstruksi, dan angket respon guru. Subyek penelitian adalah MTsn 2 Sumenep. Bentuk produk yang dikembangkan dianalisis menggunakan analisis data kuantitatif dan kualitatif. Hasil validasi penilaian validitas produk didapatkan data pada aspek materi mendapatkan kategori baik (71%), aspek konstruk mendapatkan kategori baik (65%), dan aspek bahasa mendapatkan kategori baik (77%). Hasil respon guru terhadap instrumen penilaian yang dikembangkan adalah baik dan dapat digunakan. Hal ini diihat dari hasil aspek tampilan mendapatkan kategori baik (80%), aspek kebahasaan mendapatkan kategori baik (80%), aspek penggunaan dan penyajian mendapatkan kategori baik (80%), dan standart penilaian berdasarkan kurikulum K-13 mendapatkan kategori baik (80%).
KESIAPAN SEKOLAH DAN SISWA TERHADAP PELAKSANAAN UNBK TINGKAT SMP SEDERAJAT TAHUN PELAJARAN 2019-2020 Nisfil Maghfiroh Meita; Akmad Feri Fatoni
LENSA (Lentera Sains): Jurnal Pendidikan IPA Vol. 10 No. 2 (2020): November 2020
Publisher : Faculty of Teaching and Education, University of Wiraraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24929/lensa.v10i2.122

Abstract

Kesiapan pelaksanaan UNBK tidak hanya tentang sarana dan prasarana saja, kesiapan siswa kelas IX juga harus diperhatikan. Kesiapan siswa dari segi internal siswa juga dapat mempengaruhi hasil UNBK. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui: 1) Kesiapan sekolah terhadap pelaksanaan UNBK tingkat SMP sederajat Tahun Pelajaran 2019-2020 di Kecamatan Talango; dan 2) Kesiapan siswa terhadap pelakasanaan UNBK SMP sederajat di Kecamatan Talango Tahun Pelajaran 2019-2020. Jenis penelitian yang akan dilakukan adalah kuantitatif. Penelitian dilakukan di Kecamatan Talango sedangkan penentuan sampel yaitu purposive sampling. Responden penelitian adalah 13 sekolah dan 100 siswa SMP sederajat kelas IX di Kecamatan Talango. Analisi data menggunakan analisis regresi linier berganda. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner. Hasil dari penelitian yaitu a) Nilai signifikasi 0,000 < 0,05 artinya akrediatsi sekolah, komputer dan server, serta syarat teknis UNBK mempengaruhi secara simultan terhadap kesiapan sekolah melaksanakan UNBK. persentase sumbangan pengaruh akrediatsi sekolah, komputer dan server, serta syarat teknis terhadap kesiapan sekolah melaksanakan UNBK sebesar 96,1%; b) Nilai uji t paling besar yaitu 3,422. Artinya secara parsial syarat teknis UNBK memberikan pengaruh paling besar dibandingkan variabel lainnya; c) Nilai signifikasi 0,000 < 0,05 artinya persiapan belajar, persiapan mental, dan persiapan respon mempengaruhi secara simultan terhadap kesiapan siswa melaksanakan UNBK. Persentase sumbangan pengaruh persiapan belajar, persiapan mental, dan persiapan respon terhadap kesiapan siswa melaksanakan UNBK sebesar 71,1%; dan d) Nilai uji t paling besar yaitu 4,101. Artinya secara parsial persiapan respon memberikan pengaruh paling besar dibandingkan variabel lainnya.
EFEKTIFITAS WEB CLME (CONTEXTUAL LEARNING MANGROVE EDUTOURISM) UNTUK MENGEMBANGKAN KARAKTER PEDULI LINGKUNGAN PADA SISWA SMA Sekar Jati Pamungkas; N.A Muhammad Radian; Fitrianti Alifia Rizka
LENSA (Lentera Sains): Jurnal Pendidikan IPA Vol. 10 No. 2 (2020): November 2020
Publisher : Faculty of Teaching and Education, University of Wiraraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24929/lensa.v10i2.125

Abstract

Kerusakan mangrove di kawasan Demang Gedi, Purwodadi, Purworejo yang disebabkan sebagian besar oleh tangan manusia dikarenakan kurangnya kepedulian terhadap lingkungan. Karakter peduli lingkungan perlu dibangun sejak dini, maka diperlukan sebuah upaya untuk menanamkan karakter peduli terhadapp lingkungan. Karakter peduliilingkungan dapat dibentuk melalui contextual learning mangrove edutourism. Melalui Aplikasi Contextual Learning Mangrove Edutourism (CLME) ini diharapakan dapat menanamkan karakter peduli terhadap lingkungan sejak dini, karena tujuan dari contextual learning mangrove edutourism ini yaitu memotivasi peserta didik di SMA pesisir pantai sekitar Purwodadi agar lebih memahami suatu materi yang dipelajarinya dengan menerapkan apa yang dipelajarinya dengan kehidupan sehari hari. Pada era revolusi industri 4.0 ini, untuk mempermudah penanaman karakter peduli terhadap lingkungan peserta didik SMA di pesisir pantai, maka peneliti tertarik untuk membuat Aplikasi Contextual Learning Mangrove Edutourism (CLME) untuk mengembangkan karakter peduliilingkungan pada peserta didik SMA di kawasan tersebut. Tujuan penelitian adalah (a) mengembangkan karakter peduli lingkungan melalui aplikasi contextual learning mangrove edutourism (CLME), (b) mengukur karakter peduli lingkungan setelah menggunakan aplikasi contextual learning mangrove edutourism (CLME). Penelitian ini menggunakan metode pengembangan (R & D) atau 4-D yang mana terdiri dari 4 tahapan: define,,design,ddevelop danddisseminate. Dari penelitian pengembangan karakter peduli lingkungan melalui aplikasi contextual learning mangrove edutourism (CLME). Terdapat lima data yang digunakan meliputi: (1) Penilaian Sikap Peduli Lingkungan (Teman Sebaya) mendapatkan rerata skor 4 (sangat setuju), (2) Penilaian Sikap Peduli Lingkungan (Observer) mendapatkan rerata skor 4 (sangat setuju), (3) Tanggapan Siswa Mengenai Pembelajaran Biologi Melalui CLME mendapatkan rerata skor 4 (sangat setuju), (4)Tanggapan Siswa Mengenai Kepedulian Lingkungan mendapatkan rerata skor 4 (sangat setuju) dan (5) Penilaian Web CLME Oleh Dosen Ahli, Praktisi Dan Peer Reviewer Sedangkan untuk penilain Web CLME oleh dosen ahli, praktisi, dan peer reviewer masing masing aspek mendapatkan rerata dalam kategori baik dan sangat baik. Berdasarkan data diatas maka Contextual Learning Mangrove Edutourism dapat membentuk karakter peduli lingkungan peserta didik.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TEAM ASSISTED INDIVIDUALIZATION (TAI) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK KELAS 8.3 SEMESTER II SMPN 1 SUMENEP TAHUN AJARAN 2015/2016 Sri Hartatik
LENSA (Lentera Sains): Jurnal Pendidikan IPA Vol. 11 No. 1 (2021): Mei 2021
Publisher : Faculty of Teaching and Education, University of Wiraraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24929/lensa.v11i1.127

Abstract

Diakui atau tidak saat ini kebanyakan guru mengajar dikelas lebih banyak menggunakan metode ceramah, alasan yang dikemukakan oleh guru mengapa cenderung menggunakan metode ceramah adalah mudah dilaksanakan, selain itu alasan lainnya adalah kebanyakan murid yang diajarnya bersifat pasif. Namun apakah benar alasan yang dikemukakan oleh guru seperti itu? Menurut hemat penulis, hal tersebut tidak sepenuhnya benar, berdasarkan pengalaman dilapangan sebagai praktisi pendidikan (guru), guru lebih banyak menggunakan metode ceramah dalam mengajar karena mereka miskin metode mengajar yang lain, memang diakui atau tidak Pemerintah sebenarnya telah banyak menggelontorkan uang untuk mendidik dan melatih guru melalui Pendidikan dan pelatihan (Diklat), Workshop, seminar dan lain sebagainya. Tujuannya satu, yaitu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan guru di dalam menggunakan metode pembelajaran yang merangsang murid untuk aktif, kreatif dan inovatif. Salah satu metode yang dikenalkan kepada guru adalah Model Pembelajaran Kooperatif dengan menggunakan Tehnik Team Asistead Individualisition (TAI). Secara garis besar tehnik ini dilakukan dengan cara membagi kelas menjadi kelompo kecil sekitar 4 atau lima orang yang dipilih secara heterogen, kemudian diberikan bantuan baik secara individual melalui kelompok. Guru memberikan Lembar Kerja Siswa (LKS), kemudian masing-masing kelompok berdiskusi menemukan konsep yang ada di LKS tersebut, setelah itu, setiap siswa diberikan tanggung jawab untuk memecahkan soal di LKS itu, sehingga disinilah peran aktif setiap anggota kelompok dituntut. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 1 Sumenep kelas 8-3, menggunakan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK), yang terdiri dari dua siklus. Siklus I menggunakan 2 kali pertemuan tatap muka dan diakhiri dengan penilaian atau Evaluasi. Sedangkan pada siklus II, adapun langkahnya sama dengan siklus I cuma berbeda perlakuan karena di siklus II sub materinya berbeda. Adapun hasil yang didapat dalam pelaksanaan pembelajaran Metode Kooperatif dengan teknik Team Asistead Individualisition (TAI) adalah sebagai berikut: Ketika dilakukan penilaian di Pra Siklus didapat nilai rata-rata siswa : 54,16, kemudian setelah Siklus I terjadi kenaikan nilai rata-rata sebesar: 67,25 dengan tingkat ketuntasan belajar sebanyak 60%. Dan pada saat dilakukan evaluasi pada siklus II nilai rata-rata siswa sudah mencapai nilai : 84,5 dengan ketuntasan belajar sebanyak 97,2%. Sehingga bisa disimpulkan bahwa penggunaan Metode Pembelajaran Metode Kooperatif dengan tehnik Team Asistead Individualisition (TAI), dengan menggunakan dua siklus dapat meningkatkan hasil belajar pada siswa kelas 8-3 SMP Negeri 1 Sumenep dengan materi belajar Tekanan.
IMPLEMENTASI MODEL TEMATIK UNTUK MENGINTEGRASIKAN KEMAMPUAN SOSIAL DALAM PELAJARAN IPA SMA Habibi Habibi
LENSA (Lentera Sains): Jurnal Pendidikan IPA Vol. 1 No. 1 (2011): Mei 2011
Publisher : Faculty of Teaching and Education, University of Wiraraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24929/lensa.v1i1.135

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan respon siswa, kepekaan sosial siswa dan faktor-faktor yang mempengaruhi pembelajaran biologi yang dikembangkan dengan model tematik. Jenis Penelitian ini adalah penelitian campuran, dimana perlakuan yang diberikan berupa pembelajaran Biologi menggunakan model tematik bersama dengan ilmu-ilmu sosial dianalisis secara deskriptif secara kualitatif (untuk mengetahui respon dan faktor-faktor yang mempengaruhinya) dan kuantitatif (perubahan moral reasoning sebagai landasan bagi nilai kepekaan sosial). Temuan yang dihasilkan dalam penelitian ini antara lain: respon siswa terbagi menjadi kelas produkstif, kelas produktif, dan kelas kontraproduktif, sedangkan nilai kepekaan sosial siswa dalam pembelajaran mengalami peningkatan. Faktor-faktor yang mempengaruhi proses pembelajaran berorientasi model tematik ini adalah tingkat pemahaman siswa terhadap materi sebelumnya, media pembelajaran dan jumlah jam pelajaran. Berdasarkan beberapa temuan yang didapatkan pada penelitian ini maka dapat diambil suatu kesimpulan bahwa pembelajaran biologi yang diintegrasikan dengan nilai sosial dapat diajarkan menggunakan model tematik.
KAJIAN TENTANG IMPLEMENTASI MODUL BAHAN KIMIA DI RUMAH TANGGA PADA SISWA KELAS VII DI SMP NEGERI 2 SIDOARJO TAHUN PELAJARAN 2005/2006 Herowati Herowati
LENSA (Lentera Sains): Jurnal Pendidikan IPA Vol. 1 No. 1 (2011): Mei 2011
Publisher : Faculty of Teaching and Education, University of Wiraraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24929/lensa.v1i1.136

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjawab pertanyaan umum: “Apakah modul bahan kimia di rumah tangga yang telah dikembangkan oleh Susilawati (2004) efektif untuk digunakan dalam pembelajaran di SMP?”, dan menjawab pertanyaan yang lebih operasional: (1) Bagaimanakah kualitas proses pembelajaran dengan menggunakan modul bahan kimia di rumah tangga yang telah dikembangkan?; (2) Bagaimanakah ketuntasan belajar siswa SMP kelas VII dalam mempelajari pokok bahasan bahan kimia di rumah tangga menggunakan modul bahan kimia di rumah tangga yang telah dikembangkan?; (3) Bagaimana persepsi siswa terhadap modul bahan kimia di rumah tangga? Data penelitian berupa data kuantitatif skor tes untuk materi bahan kima di rumah tangga, serta data kuantitatif lembar observasi ranah psikomotorik, dan data kuantitatif berupa skor siswa hasil pengolahan angket yang diinterpretasikan berdasarkan kriteria yang dinyatakan oleh Arikunto, dan data kualitatif hasil pengolahan lembar observasi diskusi dinyatakan dengan persentase. Hasil penelitian yang diperoleh adalah: Secara umum modul bahan kimia di rumah tangga yang dikembangkan oleh Susilawati (2004) adalah efektif untuk diimplentasikan dalam pembelajaran di SMP. Secara operasional diperoleh bahwa: (1) kualitas proses pembelajaran ditinjau dari: (a) aspek afektif yaitu keaktifan siswa pada saat diskusi dengan kategori paling aktif dalam kegiatan menjawab pertanyaan; (b) aspek psikomotorik siswa pada saat praktikum tergolong dalam kategori sangat aktif; (2) ketuntasan belajar siswa dalam mempelajari materi bahan kimia di rumah tangga sebesar 90,0% dengan skor rata-rata kelas sebesar 76,10. Hal ini menunjukkan bahwa hasil belajar telah memenuhi kriteria standar ketuntasan belajar mengajar (SKBM); (3) data persepsi siswa terhadap pembelajaran dengan menggunakan modul diperoleh 55,0% (22 orang) menyatakan sangat setuju dan 18 orang siswa (45,0%) menyatakan setuju. Hal ini menunjukkan bahwa siswa menyetujui pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan modul bahan kimia di rumah tangga model learning cycle (LC). Dengan demikian hasil penelitian ini dapat dijadikan bahan pertimbangan dalam memilih strategi belajar ‘baru’ untuk mengaktualisasikan keterampilan proses sains secara maksimal dalam pembelajaran dan dapat dijadikan sebagai acuan dalam pengembangan modul untuk materi yang lain.
PENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF MODEL STAD UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENENTUKAN TOPIK DAN TEMA DALAM SUATU KARANGAN PADA SISWA KELAS IV SDN KEBUNAN I SUMENEP TAHUN PELAJARAN 2010-2011 Sumiyatun Sumiyatun
LENSA (Lentera Sains): Jurnal Pendidikan IPA Vol. 1 No. 1 (2011): Mei 2011
Publisher : Faculty of Teaching and Education, University of Wiraraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24929/lensa.v1i1.137

Abstract

Upaya peningkatan mutu dan kualitas pendidikan untuk mengubah paradigma pembelajaran dari teacher centered menjadi student centered terus menerus dilakukan baik secara konvensional maupun inovatif. Membaca adalah salah satu di antaraempat komponen ketrampilan berbahasa.Pesan atau informasi yang disampaikan penulis melalui kata-kata bermakna dalam bentuk bahasa yang dituliskan dapat diperoleh melalui kegiatan membaca.Selain itu, dalam suatu karangan pasti memiliki topik dan tema tertentu.Cooperative Learning merupakan suatu teknik pembelajaran yang berusaha meningkatkan kemampuan siswa untuk bekerjasama dalam kelompok kecil, guna memaksimalkan kemampuan belajarnya.Model pembelajaran yang cukupefektifdankooperatifadalah model pembelajaran STAD (Student Teams AchivementDevisions). Tujuan dari penelitian ini adalah Mendeskripsikanperencanaan, pelaksanaan dan hasil penerapan pembelajaran kooperatif model STAD untukmaterimenentukantopikdantemadalamsuatukaranganpadasiswakelas IV SDN Kebunan I Sumenep. Jenis penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK).Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing siklus terdiri dari 4 tahap yaitu perencanaan tindakan (planning), pelaksanaan tindakan (action), observasi (observation), dan refleksi (reflection). Pelaksanaan siklus II dilaksanakan setelah mempelajari hasil refleksi pada siklus I.Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara, dokumentasi, dan tes. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah terdapat peningkatan nilai di atas KKM siswa kelas IV SDN Kebunan I untuk materi pokok menentukan topik atau tema mata pelajaran bahasa Indonesia dengan pendekatan teknik pembelajaran kooperatif STAD (cooperative learning) dari 14 anak menjadi 43 anak.Hasil observasi terhadap performa siswa, baik secara individu maupun kelompok menunjukkan hasil nilai di atas KKM (>60,00). Hal ini ditunjukkan dari rata-rata nilai individu sebesar 73, 15 dan nilai kelompok 86, 11 dari total nilai 100 dengan beberapa indikator yang telah ditentukan. Respon siswa terhadap materi pembelajaran menentukan topik atau tema dalam bahasa Indonesia melalui pendekatan pembelajaran kooperatifteknik STAD menunjukkan para siswa menyukai teknik ini karena memberikan suasana baru dan penghargaan yang memotivasi mereka dalam belajar, namun para siswa menyatakan juga belum terbiasa karena kedua teknik ini masih baru bagi mereka.
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN KIMIA POKOK BAHASAN MINYAK BUMI BERORIENTASI PEMBELAJARAN TERPADU TIPE IMMERSED Lutfiana Fazat Azizah
LENSA (Lentera Sains): Jurnal Pendidikan IPA Vol. 1 No. 2 (2011): November 2011
Publisher : Faculty of Teaching and Education, University of Wiraraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24929/lensa.v1i2.138

Abstract

Telah dilakukan penelitian mengembangkan perangkat pembelajaran RP, LKS, Buku Siswa dan Tes Hasil Belajar yang berorientasi model Kemp dengan pembelajaran terpadu tipe immersed antara minyak bumi, viskositas dan dampak terhadap lingkungan. Subyek penelitian 30 siswa MAN Surabaya kelas X-1, X-2, X-3 dan X-4 tahun pembelajaran 2006/2007 dengan pretest- posttest control group design. Analisis data ternyata frekuensi aktivitas siswa untuk kelas eksperimen selama kegiatan cukup baik pada aspek afektif, kognitif dan psikomotor rata-rata mengalami peningkatan 10%, respon siswa baik, dan sebagian besar siswa menyatakan jelas terhadap bimbingan guru, senang terhadap latihan dan pemecahan masalah, sangat berminat untuk mengikuti kegiatan pembelajaran berikutnya. Hasil belajar siswa kelas eksperimen 75% dan 80%, kelas kontrol 60%. Dapat disimpulkan bahwa pembelajaran terpadu tipe immersed ternyata mean score beda lebih baik tapi tidak signifikan.
PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN BIOLOGI BERORIENTASI MODEL PEMAKNAAN UNTUK MENGAJARKAN KEMAMPUAN AKADEMIK DAN SENSITIVITAS MORAL Habibi Habibi
LENSA (Lentera Sains): Jurnal Pendidikan IPA Vol. 1 No. 2 (2011): November 2011
Publisher : Faculty of Teaching and Education, University of Wiraraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24929/lensa.v1i2.139

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan dalam dua tahap yakni tahap pertama, mengembangkan perangkat pembelajaran Biologi SMA berorientasi Model Pembelajaran Pemaknaan. Metodenya mengacu pada model pengembangan define, design, and develop. Tahap kedua, mengujicobakan perangkat pembelajaran yang telah dikembangkan pada siswa SMA Negeri 3 Pamekasan. Bertujuan untuk mendeskripsikan aktivitas siswa, respon siswa, hasil belajar siswa berupa kemampuan kognitif dasar, kemampuan berpikir, keterampilan ilmiah dan sensitivitas moral siswa. Rancangan penelitian ini menggunakan one group pretest-posttest design. Hasil Penelitian ini dianalisis dengan statistik deskriptif kuantitatif dan diperoleh beberapa temuan yakni: respon siswa setelah pembelajaran adalah positif dengan prosentase positif 94%. Persentase skor siswa dalam tes kemampuan kognitif dasar adalah 90%. Perolehan skor kemampuan berpikir siswa rata-rata sebesar 2,9, berdasarkan rubrik kemampuan berpikir termasuk pada katagori berpikir kritis. Skor keterampilan ilmiah berkatagori baik sebesar 3,64. Dalam tes sensitivitas moral secara keseluruhan siswa mendapatkan skor rata-rata 3,8 dengan katagori sensitif. Berdasarkan hasil tersebut, dapat dideskripsikan secara umum bahwa perangkat pembelajaran yang telah dikembangkan dapat mengajarkan kemampuan kognitif dasar, kemampuan berpikir, keterampilan ilmiah, dan sensitivitas moral.

Page 9 of 18 | Total Record : 180