cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Home Economics Journal
ISSN : 25794272     EISSN : 25794280     DOI : -
Core Subject : Economy,
Home Economics Journal adalah jurnal ilmiah sebagai wadah pertukaran, pengembangan, dan desiminasi ilmu pengetahuan dalam ruang lingkup pendidikan vokasional di bidang boga, busana, rias, pariwisata dan industri kreatif.
Arjuna Subject : -
Articles 3 Documents
Search results for , issue " Vol 2, No 1 (2018): Mei" : 3 Documents clear
IMPLEMENTASI METODE INQUIRY DISCOVERY UNTUK PEMBENTUKAN KREATIVITAS MAHASISWA DALAM SENI PENYAJIAN MAKANAN Komariah, Kokom
Home Economics Journal Vol 2, No 1 (2018): Mei
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kreativitas dapat dikembangkan melalui berbagai cara, sementara ini implementasi inquiry dan descovery pada praktek seni penyajian makanan belum pernah dikaji. Melalui tulisan ini ingin diketahui apakah penggunaan metode inquiry. discovery berdampak pada pembentukan kreativitas seni penyajian makanan. Penelitian ini dilakukan melalui penelitian tindakan kelas, metode penelitian dimodifikasi dari Kemmis, setiap siklus dibagi 3 tahap yaitu perencanaan, observasi dan tindakan serta refleksi. Subjek penelitian adalah 39 orang mahasiswa..Pengumpulan data melalui observasi, angket dan wawancara, Analisis data dilakukan secara deskiptif kuantitatif. Hasil penelitian menemukan metode inquiry discovery menunjukkan kreativitas proses sangat baik (3,44) dan kreativitas produk baik (3,97), dan kreativitas individu secara rerata sangat baik (3,33), Dengan demikian proses inquary dapat membentuk peserta didik untuk berkreasi pada aktivitas seni penyajian makanan, hal ini dapat dibuktikan dengan produk yang dihasilkan lebih bervariasi tidak terpancang pada contoh yang diberikan oleh dosen, dan gambar atau model yang di dapatkan melalui inernet
PENERAPAN KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA (K3) PADA LABORATORIUM TATA RIAS DAN KECANTIKAN Tritanti, Asi; Siregar, Ika Pranita
Home Economics Journal Vol 2, No 1 (2018): Mei
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui: (1) mengetahui penerapan K3 di lingkungan prodi tata rias baik penerapan K3 pada diri sendiri, alat dan bahan praktik, serta area kerja praktik, (2) membuat Standar Operasional Prosedur (SOP) yang sesuai dengan prinsip K3 untuk kegiatan praktik tata kecantikan kulit, (3) membuat Standar Operasional Prosedur (SOP) yang sesuai dengan prinsip K3 untuk kegiatan praktik tata kecantikan rambut, dan (4) membuat Standar Operasional Prosedur (SOP) yang sesuai dengan prinsip K3 untuk kegiatan praktik tata rias pengantin. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif khususnya deskriptif kualitatif yang mengacu pada model interaktif Miles dan Huberman. Subjek penelitian adalah mahasiswa prodi tata rias dan kecantikan yang sedang menempuh mata kuliah di semester genap pada tahun akademik 2015/2016, dan sedang menempuh mata kuliah di semester ganjil pada tahun akademik 2016/2017, dosen dan laboran Prodi Tata Rias. Data dikumpulkan dengan lembar observasi, kuisioner dan wawancara. Teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif kualitatif kualitatif dan analisis data menurut Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) di lingkungan prodi tata rias baik penerapan pada diri sendiri, alat dan bahan praktik, serta area kerja praktik sudah diterapkan. Mahasiswa, laboran dan dosen pengampu memiliki komitmen untuk melakukan K3, memiliki pengetahuan dasar K3, dan bersedia menerapkan K3 sesuai dengan standar operasional prosedur yang berlaku, (2) Standar Operasional Prosedur (SOP) yang sesuai dengan prinsip K3 untuk bidang keahlian tata kecantikan kulit dibuat dengan memperhatikan prinsip-prinsip dasar dan kompetensi tata kecantikan kulit, (3) Standar Operasional Prosedur (SOP) yang sesuai dengan prinsip K3 untuk bidang keahlian tata kecantikan rambut dibuat dengan memperhatikan prinsip-prinsip dasar dan kompetensi tata kecantikan rambut, dan (4) Standar Operasional Prosedur (SOP) yang sesuai dengan prinsip K3 untuk kegiatan praktik tata rias pengantin dibuat dengan memperhatikan konsep dasar tata rias pengantin, dan jenis-jenis tata rias pengantin dengan kompetensi rias pengantin Indonesia, pengantin Barat, dan Pengantin Muslim 
PROGRAM KEAHLIAN GANDA UNTUK MENGATASI KEKURANGAN GURU PRODUKTIF DI SMK wanti, Marwanti; Dewanto, Satrio Agung
Home Economics Journal Vol 2, No 1 (2018): Mei
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan  nasional  berfungsi  mengembangkan  kemampuan  dan  membentuk  watak  serta  peradaban bangsa  yang  bermartabat  dalam  rangka  mencerdaskan  kehidupan  bangsa,  bertujuan  untuk  berkembangnya potensi  peserta  didik  agar  menjadi  manusia  yang  beriman  dan  bertakwa  kepada  Tuhan  Yang  Maha  Esa, berakhlak  mulia,  sehat,  berilmu,  cakap,  kreatif,  mandiri,  dan  menjadi  warga  negara  yang  demokratis  serta bertanggung jawab. Guru harus bertanggung jawab atas pencapaian tujuan pendidikan.  Guru  yang jumlahnyakurang dapat dipastikan akan menghambat peningkatan mutu pendidikan yang sedang di galakkan.Kekurangan  guru  sekarang  ini  sangat  dirasakan  oleh  sekolah  SD,  SMP,  SMA,  SMK  baik  negeri maupun  swasta,  yang  disebabkan  banyaknya  guru  pensiun  dan  pemerintah  tidak  mengangkat  guru  baru. Pemerintah memprogramkan Diklat yang diperuntukan mengatasi kekurangan guru produktif di SMK, selesai diklat  guru  yang  lulus  akan  diberi  sertifikat  keahlian  ganda  yaitu  sertifikat  pendidik  dan  sertifikat  keahlian. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melakukan penataan dan pemenuhan guru produktif di  SMK  untuk  mendukung  peningkatan  kualitas  pendidikan  vokasi.  Jalan  yang  ditempuh  antara  lain memaksimalkan  guru  yang  ada,  Direktorat  Jendral  Guru  dan  Tenaga  Kependidikan  mengambil  langkah strategis, merancang, dan mengimplementasikan Program Keahlian Ganda (PKG).PKG dinilai solutif mengatasi kekurangan jumlah guru produktif.Indonesia akan mengejar ketertinggalan di bidang pendidikan dari negara-negara lain, untuk itu upaya  –upaya mengejar ketertinggalan itu ditempuh antara lain mengganti kurikulum yang ada diganti kurikulum 2013, anggaran  pendidikan  ditetapkan  minimal  20%  dari  APBN  maupun  APBD  dialokasikan  untuk  pendidikan, membuka sekolah kejuruan yang dinilai sangat penting untuk menopang pembangunan nasional seperti SMK kelautan, SMK perikanan,SMK otomotif dan lain-lain selain itu juga mengadakan pelatihan-pelatihan, program PPG,  PLPG,  SM3T, program  keahlian  ganda  dan  lain  sebagainya.  Program  keahlian  ganda  diharapkan  dapat mengurangi kekurangan guru di SMK.

Page 1 of 1 | Total Record : 3