cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Home Economics Journal
ISSN : 25794272     EISSN : 25794280     DOI : -
Core Subject : Economy,
Home Economics Journal adalah jurnal ilmiah sebagai wadah pertukaran, pengembangan, dan desiminasi ilmu pengetahuan dalam ruang lingkup pendidikan vokasional di bidang boga, busana, rias, pariwisata dan industri kreatif.
Arjuna Subject : -
Articles 93 Documents
IMPLEMENTASI METODE INQUIRY DISCOVERY UNTUK PEMBENTUKAN KREATIVITAS MAHASISWA DALAM SENI PENYAJIAN MAKANAN Komariah, Kokom
Home Economics Journal Vol 2, No 1 (2018): Mei
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kreativitas dapat dikembangkan melalui berbagai cara, sementara ini implementasi inquiry dan descovery pada praktek seni penyajian makanan belum pernah dikaji. Melalui tulisan ini ingin diketahui apakah penggunaan metode inquiry. discovery berdampak pada pembentukan kreativitas seni penyajian makanan. Penelitian ini dilakukan melalui penelitian tindakan kelas, metode penelitian dimodifikasi dari Kemmis, setiap siklus dibagi 3 tahap yaitu perencanaan, observasi dan tindakan serta refleksi. Subjek penelitian adalah 39 orang mahasiswa..Pengumpulan data melalui observasi, angket dan wawancara, Analisis data dilakukan secara deskiptif kuantitatif. Hasil penelitian menemukan metode inquiry discovery menunjukkan kreativitas proses sangat baik (3,44) dan kreativitas produk baik (3,97), dan kreativitas individu secara rerata sangat baik (3,33), Dengan demikian proses inquary dapat membentuk peserta didik untuk berkreasi pada aktivitas seni penyajian makanan, hal ini dapat dibuktikan dengan produk yang dihasilkan lebih bervariasi tidak terpancang pada contoh yang diberikan oleh dosen, dan gambar atau model yang di dapatkan melalui inernet
Analisis Pengaruh Gaya Kepemimpinan, Kompleksitas Tugas, dan Time Budget Pressure terhadap Kepuasan Kerja Auditor Ekaternal Risthian, Vinvin
Home Economics Journal Vol 1, No 1 (2017): Mei
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan kerja auditor eksternal. Faktor tersebut antara lain gaya kepemimpinan, kompleksitas tugas, dan time budget pressure. Unit analisis dari penelitian ini adalah auditor eksternal yang bekerja di KAP Jakarta. Jumlah sampel adalah 75 auditor dan diolah menggunakan SPSS 20.Analisis yang dilakukan meliputi uji validitas, uji reliabilitas, uji asumsi klasik, analisis regresi linier berganda yang meliputi uji F, uji t, dan uji koefisien determinasi.Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) variabel gaya kepemimpinan berpengaruh positif namun tidak signifikan terhadap kepuasan kerja (2) variabel kompleksitas tugas berpengaruh negatif signifikan terhadap kepuasan kerja (3) variabel time budget pressure berpengaruh positif signifikan terhadap kepuasan kerja.Kata Kunci: auditor eksternal, kepuasan kerja, gaya kepemimpinan, kompleksitas tugas, dan time budget pressure.
PENERAPAN KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA (K3) PADA LABORATORIUM TATA RIAS DAN KECANTIKAN Tritanti, Asi; Siregar, Ika Pranita
Home Economics Journal Vol 2, No 1 (2018): Mei
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui: (1) mengetahui penerapan K3 di lingkungan prodi tata rias baik penerapan K3 pada diri sendiri, alat dan bahan praktik, serta area kerja praktik, (2) membuat Standar Operasional Prosedur (SOP) yang sesuai dengan prinsip K3 untuk kegiatan praktik tata kecantikan kulit, (3) membuat Standar Operasional Prosedur (SOP) yang sesuai dengan prinsip K3 untuk kegiatan praktik tata kecantikan rambut, dan (4) membuat Standar Operasional Prosedur (SOP) yang sesuai dengan prinsip K3 untuk kegiatan praktik tata rias pengantin. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif khususnya deskriptif kualitatif yang mengacu pada model interaktif Miles dan Huberman. Subjek penelitian adalah mahasiswa prodi tata rias dan kecantikan yang sedang menempuh mata kuliah di semester genap pada tahun akademik 2015/2016, dan sedang menempuh mata kuliah di semester ganjil pada tahun akademik 2016/2017, dosen dan laboran Prodi Tata Rias. Data dikumpulkan dengan lembar observasi, kuisioner dan wawancara. Teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif kualitatif kualitatif dan analisis data menurut Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) di lingkungan prodi tata rias baik penerapan pada diri sendiri, alat dan bahan praktik, serta area kerja praktik sudah diterapkan. Mahasiswa, laboran dan dosen pengampu memiliki komitmen untuk melakukan K3, memiliki pengetahuan dasar K3, dan bersedia menerapkan K3 sesuai dengan standar operasional prosedur yang berlaku, (2) Standar Operasional Prosedur (SOP) yang sesuai dengan prinsip K3 untuk bidang keahlian tata kecantikan kulit dibuat dengan memperhatikan prinsip-prinsip dasar dan kompetensi tata kecantikan kulit, (3) Standar Operasional Prosedur (SOP) yang sesuai dengan prinsip K3 untuk bidang keahlian tata kecantikan rambut dibuat dengan memperhatikan prinsip-prinsip dasar dan kompetensi tata kecantikan rambut, dan (4) Standar Operasional Prosedur (SOP) yang sesuai dengan prinsip K3 untuk kegiatan praktik tata rias pengantin dibuat dengan memperhatikan konsep dasar tata rias pengantin, dan jenis-jenis tata rias pengantin dengan kompetensi rias pengantin Indonesia, pengantin Barat, dan Pengantin Muslim 
PROGRAM KEAHLIAN GANDA UNTUK MENGATASI KEKURANGAN GURU PRODUKTIF DI SMK wanti, Marwanti; Dewanto, Satrio Agung
Home Economics Journal Vol 2, No 1 (2018): Mei
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan  nasional  berfungsi  mengembangkan  kemampuan  dan  membentuk  watak  serta  peradaban bangsa  yang  bermartabat  dalam  rangka  mencerdaskan  kehidupan  bangsa,  bertujuan  untuk  berkembangnya potensi  peserta  didik  agar  menjadi  manusia  yang  beriman  dan  bertakwa  kepada  Tuhan  Yang  Maha  Esa, berakhlak  mulia,  sehat,  berilmu,  cakap,  kreatif,  mandiri,  dan  menjadi  warga  negara  yang  demokratis  serta bertanggung jawab. Guru harus bertanggung jawab atas pencapaian tujuan pendidikan.  Guru  yang jumlahnyakurang dapat dipastikan akan menghambat peningkatan mutu pendidikan yang sedang di galakkan.Kekurangan  guru  sekarang  ini  sangat  dirasakan  oleh  sekolah  SD,  SMP,  SMA,  SMK  baik  negeri maupun  swasta,  yang  disebabkan  banyaknya  guru  pensiun  dan  pemerintah  tidak  mengangkat  guru  baru. Pemerintah memprogramkan Diklat yang diperuntukan mengatasi kekurangan guru produktif di SMK, selesai diklat  guru  yang  lulus  akan  diberi  sertifikat  keahlian  ganda  yaitu  sertifikat  pendidik  dan  sertifikat  keahlian. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melakukan penataan dan pemenuhan guru produktif di  SMK  untuk  mendukung  peningkatan  kualitas  pendidikan  vokasi.  Jalan  yang  ditempuh  antara  lain memaksimalkan  guru  yang  ada,  Direktorat  Jendral  Guru  dan  Tenaga  Kependidikan  mengambil  langkah strategis, merancang, dan mengimplementasikan Program Keahlian Ganda (PKG).PKG dinilai solutif mengatasi kekurangan jumlah guru produktif.Indonesia akan mengejar ketertinggalan di bidang pendidikan dari negara-negara lain, untuk itu upaya  –upaya mengejar ketertinggalan itu ditempuh antara lain mengganti kurikulum yang ada diganti kurikulum 2013, anggaran  pendidikan  ditetapkan  minimal  20%  dari  APBN  maupun  APBD  dialokasikan  untuk  pendidikan, membuka sekolah kejuruan yang dinilai sangat penting untuk menopang pembangunan nasional seperti SMK kelautan, SMK perikanan,SMK otomotif dan lain-lain selain itu juga mengadakan pelatihan-pelatihan, program PPG,  PLPG,  SM3T, program  keahlian  ganda  dan  lain  sebagainya.  Program  keahlian  ganda  diharapkan  dapat mengurangi kekurangan guru di SMK.
PEMBUATAN TEMPE BEKATUL DAN KANDUNGAN GIZINYA Auliana, Rizqie
Home Economics Journal Vol 1, No 1 (2017): Mei
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui formula  tempe bekatul yang tepat sesuai dengan karakteristik bekatul, 2) mengetahui daya terima konsumen terhadap tempe bekatul, dan 3) mengetahui kandungan gizi tempe bekatul berdasarkan analisis proksimat.Jenis penelitian adalah eksperimen yang dilakukan di Laboratorium Program Studi Pendidikan Teknik Boga, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Yogyakarta dan pengolahan data kandungan gizi di lakukan oleh Laboratorium Chemix Pratama, Seturan, Penelitian dibagi menjadi: 1) tahap persiapan untuk membuat tepung bekatul dan tiwul bekatul, 2) tahap pra eksperimen untuk membuat tempe bekatul 1 dan 2 yang tepat, 3) tahap eksperimen 1 untuk mengetahui daya terima melalui uji kesukaan, dan 4) tahap eksperimen 2 untuk mengetahui kandungan gizi tempe bekatul 1 dan 2 yang disukai melalui analisis proksimat. Disain penelitian yang digunakan adalah rancangan blok lengkap dengan 3 kali ulangan percobaan dan 2 kali ulangan sampel. Formula tempe bekatul 1 dan 2 yang ditemukan menggunakan tingkat substitusi 7½ % (30 g bekatul), 10% (40 g bekatul) dan 12½ % (50 g bekatul).Hasil penelitian menemukan: 1) Formula tempe bekatul yang tepat baik tempe bekatul 1 (substitusi tepung bekatul) maupun tempe bekatul 2 (substitusi tiwul bekatul) adalah 10% (40 g) bekatul, 90% (360 g) kedelai dan 8% (2 g) ragi tempe  (dari berat kedelai acuan). 2) Tempe bekatul 1 dan 2 yang disukai adalah yang dibuat dari formula 2 dengan tingkat substitusi 10%. 3) Kandungan gizi tempe bekatul 1 dan 2 tidak berbeda jauh dengan tempe kedelai. Kadar air tempe bekatul berkisar antara 60-61% dan tempe kedelai acuan sekitar 65%. Kadar abu tempe bekatul tertinggi dimiliki oleh tempe bekatul 2 sebesar 1,5452% pada kadar air 61,7328% (tempe kedelai=0,7857%). Kandungan protein ketiga tempe tidak berbeda jauh, tetapi pada tempe bekatul dengan kadar air yang lebih rendah, kandungan protein yang dimiliki hampir sebanding dengan tempe kedelai. Kandungan protein tempe kedelai pada kadar air 65,0487% adalah 17,7712%, tempe bekatul 1 pada kadar air 60,7341% adalah 16,1638%, dan tempe bekatul 2 pada kadar air 61,7328% adalah 17,8622%. Kandungan lemak tertinggi dimiliki tempe bekatul 1 sebesar 10,3032% pada kadar air 60,7341% (tempe kedelai=8,6937%). Serat kasar tempe bekatul 2 lebih rendah (5,4824%) dibandingkan tempe bekatul 1 (5,4824%) padahal kadar air yang dimiliki keduanya hampir sama. Kandungan karbohidrat dan energi nampak lebih tinggi pada tempe bekatul 1 sebesar 4,7637% dan 4,7637%.
Rancangan Pembelajaran Teaching Factory Di Smk Tata Busana Fitrihana, Noor
Home Economics Journal Vol. 2 No. 2 (2018): October
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (451.992 KB) | DOI: 10.21831/hej.v2i2.23293

Abstract

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 41 Tahun 2015  tentang pembangunan sumber daya industri menyatakan bahwa  penyelenggaraan pendidikan vokasi industri berbasis kompetensi harus dilengkapi dengan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP), pabrik dalam sekolah (teaching factory), dan tempat uji kompetensi (TUK). Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 22 tahun 2016 tentang standar proses pendidikan dasar dan menengah menyatakan bahwa salah satu model pembelajaran yang perlu dikembangkan adalah  pembelajaran yang menghasilkan karya berbasis pemecahan masalah (project based learning) disesuaikan dengan karakteristik kompetensi dan jenjang pendidikan.  Kedua peraturan ini menjadi landasan implementasi teaching factory (TEFA) di sekolah menengah kejuruan (SMK). Makalah ini selanjutnya akan membahas tentang rancangan pembelajaran  TEFA di SMK kompetensi keahlian Tata Busana
Peningkatan Self Regulated Learning Skills Mahasiswa Melalui Aplikasi Jejaring Sosial Edmodo Tamyiz, Muchammad
Home Economics Journal Vol. 2 No. 1 (2018): May
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (61.898 KB)

Abstract

Kemampuan untuk belajar mandiri mahasiswa atau dikenal Self Regulated Learning Skills (SRL) menjadi masalah tersendiri bagi dosen. Sehingga pembelajaran mata kuliah biomonitoring kualitas lingkungan perlu memanfaatkan aplikasi jejaring sosial edmodo yang khusus untuk memfasilitasi dosen dan mahasiswa. Kegiatan Lesson Study mencakup tiga tahap kegiatan yaitu Plan, Do, dan See. Dalam tahap Plan dilakukan diskusi mengkaji lesson design yang dibuat oleh dosen model, dalam tahap Do dilakukan pembelajaran oleh dosen model berdasar RPP hasil Plan. Sedagkan tahap See dilakukan refleksi untuk mengkaji pelaksanaan pembelajaran yang telah dilakukan dosen model untuk menemukan kekurangan dan kelebihan guna ditindak lanjuti pada pembelajaran berikutnya. Hasil perpaduan antara lesson study dengan penerapan edmodo dapat meningkatkan keaktifan mahasiswa dalam mengikuti pembelajaran, meningkatkan keberanian mahasiswa untuk menyampaikan pendapat, dan meningkatkan kolaborasi antar mahasiswa untuk menyelesaikan studi kasus. Kesimpulan dari pelaksanaan lesson study adalah terjadi peningkatan Self Regulated Learning Skills mahasiswa pada mata kuliah biomonitoring kualitas lingkungan.
Evaluasi Pembelajaran Mata Kuliah Menejemen Usaha Busana Modiste Sintawati, Esin; Nurdiansyah, Rudi; Purwaningsih, Nur Endah
Home Economics Journal Vol. 1 No. 1 (2017): May
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (82.711 KB) | DOI: 10.21831/hej.v1i1.23279

Abstract

Menejemen Usaha Busana (MUB) Modiste merupakan mata kuliah yang diselenggarakan Program Studi Tata Busana D3 maupun S1.Tujuan penelitian  untuk   (1) mengetahui pelaksanaan model pembelajaran pada MUB Modiste berkaitan dengan komponen konteks, (2) mengetahui  efektivitas  model pembelajaran Teaching Factory- enam Model pada tahap input yang berhubungan dengan teknis pengelolaan, administrasi, alokasi waktu serta sarana dan prasarana. Penelitian ini merupakan penelitian evaluasi yang bertujuan untuk mengetahui tingkatketerlaksanaan suatu kebijakan secaracermat dengan cara mengetahui efektivitasmasing-masing komponen yang dievaluasidengan pendekatan model CIPP (Context, Input, Process, Product). Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) pembelajaran MUB Modiste terlaksana karena telah memiliki landasan yuridis berupa kurikulum, sesuai dengan visi misi program studi, (2) pembelajaran MUB Modiste didukung oleh aspek teknis pelaksanaan yang rinci dan konsisten, alokasi waktu pelaksanaan yang memadai untuk pelaksanaan pembelajaran usaha, administrasi yang standar sesuai yang berlaku serta sarana prasarana yang memadai, (3) aspek proses pelaksanaan pembelajaran MUB Modiste telah didukung oleh kompetensi dosen yang sesuai dan memadai, serta dalam prosesnya memiliki model yang sesuai dengan standar dan tujuan pembelajaran.
Peningkatan Self-Directed Learning Readiness Mahasiswa Dalam Mata Kuliah Fotografi Dasar Melalui Flipped Classroom Dan Ict Satrio, Putra Uji Deva; Utami, Athika Dwi Wiji
Home Economics Journal Vol. 2 No. 2 (2018): October
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (137.682 KB) | DOI: 10.21831/hej.v2i2.23274

Abstract

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode Lesson Study berbasis Classroom Action Research. Kegiatan Lesson Study mencakup 3 tahap kegiatan dalam satu siklus yaitu Plan, Do, dan See selama 3 siklus yang melibatkan dua dosen observer. Hasil Lesson Study menunjukkan bahwa pelaksanaan Lesson Study selama 3 siklus ini, antara lain : (1) Suasana perkuliahan menjadi "lebih hidup" ditunjukkan oleh meningkatnya keaktifan belajar mahasiswa selama 3 siklus tersebut; (2) Penerapan Flipped classroom meningkatkan kesiapan mahasiswa dalam mengikuti perkuliahan, yang dapat dilihat dari adanya peningkatan keaktifan dan kesiapan mahasiswa pada setiap siklusnya saat berada pada sesi tanya jawab dan diskusi kelompok; (3) Terjadi perubahan pola pembelajaran dosen berupa semakin mengurangi penggunaan ceramah dan menambah variasi metode serta penggunaan media; (4) Semua dosen yang terlibat baik dosen model maupun dosen observer ada kecenderungan semakin bisa bekerja sama dengan teman sejawat ,semakin terbuka dalam mengemukakan kekurangan, dan semakin berkeinginan untuk selalu meningkatkan kualitas pembelajarannya; dan (5) Tanggapan mahasiswa terhadap penerapan flipped classroom berbantu ICT terhadap kemandirian mahasiswa pada perkuliahan Fotografi Dasar adalah positif.
Tata Rias Fantasi Lionfish Lepu Dalam Pergelaran Drama Musikal Sabda Raja Mutiara Novita, Elok; Nadilah, Shabrina
Home Economics Journal Vol. 2 No. 2 (2018): October
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (479.393 KB) | DOI: 10.21831/hej.v2i2.23292

Abstract

Penelitian  ini adaptasi dari penulisan proyek akhir mahasiswa D3 Tata Rias& Kecantikan yang menggelar acara drama musikal sabda raja mutiara. Adapun tujuan pembuatannya  untuk memperlihatkan proses hasil rias fantasi mulai dari merancangtata  rias fantasi, merancang  kostum dan kelengkapanya sampai aplikasi rias fantasi  dan menata kostum dengan kelengkapannya pada tokoh Lionfish Lepu dan mempergelarkan drama musikal Sabda Raja Mutiara yang terdapat tokoh Lionsfish Lepu. Metode yang digunakan untuk endapatkan hasil rias fantasi tokoh Lionfish Lepu menggunakan R&D dengan model pengembangan 4D, yaitu: 1) define; 2) design; 3) develop; 4) disseminate. Waktu penelitian dilakukan di lab tata rias dan kecantikan lt 2 program studi Tata Rias& Kecantikan , jurusan PTBB, FT-UNY. Hasil yang diperoleh dari proyek akhir ini, yaitu: 1) rancangan tata rias fantasi dan rancangan kostum serta kelengkapannya; 2) terwujudnya aplikasi tata rias fantasi berupa ; 3) terselenggara penampilan tokoh Lionfish Lepu dalam sebuah pergelaran di auditorium UNY 26 Januari 2017 pukul 13.00 wib yang dihadiri 850 penonton.

Page 1 of 10 | Total Record : 93