cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
DIKLUS: Jurnal Pendidikan Luar Sekolah
ISSN : 0854896X     EISSN : 26859637     DOI : 10.21831
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 1 (2021)" : 8 Documents clear
Pemberdayaan Keluarga Melalui Pembuatan Produk Home Industry Hand Sanitizer Alami di Masa Pandemi Covid-19 Ari Putra; Olen Okta Reza; Ane Lia Pratiwi
Diklus: Jurnal Pendidikan Luar Sekolah Vol 5, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/diklus.v5i1.38164

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan dalam rangka memberdayakan masyarakat agar tetap produktif dimasa pandemi Corona Virus Desease -19 (COVID-19) dengan meningkatkan keberdayaan masyarakat dalam menciptakan produk yang dapat membantu mengurangi angka penyebaran virus corona 19. Kebutuhan akan pentingnya menjaga diri sendiri agar tidak terpapar virus menjadi sebuah keharusan. Hand Sanitizer menjadi upaya dalam pencegahan virus corona. Dalam melengkapi kebutuhan terhadap Hand Sanitizer tersebut dilakukanlah pemberdayaan ibu-ibu rumah tangga dalam mengembangkan produk Hand Sanitizer home industry. Hal ini dilakukan dengan tujuan meningkatkan produktifitas Masyarakat dan memutus rantai penyebaran Virus Covid-19. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang dengan pendekatan studi kasus.  Subjek penelitian ini adalah ibu-ibu rumah tangga di Puri Angreek. Hasil dari peneltiian ini adalah meningkatknya pengetahuan dan keterampilan ibu –ibu di bukit mekarwangi dalam  memanfaatkan peluang untuk dapat memenuhi kebutuhan public terhadap Hand Sanitizer dan mengembangkan kapasitas diri agar tetap produktif dimasa pandemi. AbstractThis research was carried out in order to empower the community to remain productive during the Corona Virus Desease -19 (COVID-19) pandemic by increasing the power of the community in creating products that can help reduce the spread of coronavirus 19. The need for the importance of keeping yourself from being exposed to the virus becomes a necessity. Hand Sanitizer becomes an effort in the prevention of coronavirus. In completing the need for Hand Sanitizer is carried out the empowerment of housewives in developing products Hand Sanitizer home industry. This is done with the aim of increasing community productivity and breaking the chain of spread of the Covid-19 Virus. This research uses qualitative method with case study approach.  The subjects of this study were housewives in Puri Angreek. The result of this research is the increasing knowledge and skills of mothers in mekarwangi hill in utilizing opportunities to be able to meet the public needs of Hand Sanitizer and develop their capacity to remain productive during pandemics.
Kurikulum Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat Berbasis Qur’an Iin Purnamasari; Sri Wahyuni; Ismatul Khasanah
Diklus: Jurnal Pendidikan Luar Sekolah Vol 5, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/diklus.v5i1.36532

Abstract

Penelitian bertujuan mengembangkan kurikulum Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat/PKBM berbasis qur’an pada Qur’anic School Kota Surakarta. Metode peneitian menggunakan Reasearch and Development/RnD, dengan desain Model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Hasil penelitian menunjukkan bahwa PKBM Qur’anic School mengembangkan model kurikulum yang memadukan antara kurikulum nasional, nilai-nilai qur’an, dan keterampilan sebagai life skill atau Program Kecakapan Hidup. Pada struktur kurikulum tersebut terdiri dari kompetensi nasional, berbasis Qur’an dan keterampilan. Dapat disimpulkan, Kurikulum Qur’anic School of Dewan Da’wah terbagi menjadi 4 bagian besar, yaitu (1) Tahfizhul qur’an, (2) Bahasa Arab, (3) Adab Islami, dan (4) Mata Pelajaran Umum. Dari beberapa krikulum yang ada, Qur’anic School of Dewan Da’wah Surakarta menekankan pada tahfizhul qur’an dan Bahasa, dengan alokasi waktu tahfizh Alqur’an sebanyak 70% dari keseluruhan KBM, sedangkan 30% tersisa untuk kurikulum mata pelajaran umum dan pengenalan adab islami. CURRICULUM OF COMMUNITY LEARNING ACTIVITIES CENTER BASED ON QUR'AN                                               AbstractThe research aims to develop a quran-based curriculum for Community Learning Activities Center at the Qur'anic School in Surakarta. The research method uses Reasearch and Development / RnD, with the ADDIE Model design (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). The results showed that PKBM Qur'anic School developed a curriculum model that combines the national curriculum, quran values, and skills as life skills or Life Skills Program. The curriculum structure consists of national competences, based on the Qur'an and skills. It can be concluded that the Qur'anic School of Da'wah Council curriculum is divided into 4 major sections, namely (1) Tahfizhul quran, (2) Arabic, (3) Islamic Adab, and (4) General Subjects. Tthe several existing quirks, the Qur'anic School of the Surakarta Da'wah Council emphasizes on tahfizhul qur'an and language, with a time allocation for tahfizh Alqur'an as much as 70% of the total teaching and learning activities, while the remaining 30% is for general subject curriculum and introduction islamic manners.
Peningkatan Keterampilan Komunikasi melalui Participatory Learning pada Kegiatan Pemberdayaan Masyarakat Citra Dwi Palenti; Suardi Jasman
Diklus: Jurnal Pendidikan Luar Sekolah Vol 5, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/diklus.v5i1.37074

Abstract

Abstrak: Abad 21 ini juga ditandai dengan keterbukaan artinya manusia pada abad 21 mengalami perubahan yang furdamental yang memiliki perbedaan dengan kehidupan sebelumnya. Dengan demikian saat perkembangan pada abad 21 ini semua aspek akan mengalami perubahan termasuk pada sumber daya manusia  yang berkualitas. Tujuan penelitian ini untuk mengukur tingkat keterampilan komunikasi melalui Particiaptory Learning (PL) pada kegiatan pemberdayaan kelompok tani Desa Sricunoro. Metode yang digunakan social action research penelitian digunakan dengan 3 siklus. Hasil penelitian dengan PL menunjukkan pada siklus 1 terhadap 4 warga belajar dengan persentase 60-75% (sedang) dan 19 warga belajar dengan persentase 55-50% (cukup). Siklus II 3 warga belajar dengan persentase 76-86% dan 20 warga belajar persentase 60-75% (sedang), dan siklus III terjadi menunjukkan warga belajar dengan persensate 76-85% (baik) dan warga 16 warga belajar dengan persentase 60-75% (sedang). Improvement of Communication Skills through Participatory Learning in Community Empowerment activities Abstract: The 21st century also experiences openness, that is, humans in the 21st century experience changes that are different from their previous lives. Thus the development of the 21st century, all aspects will experience changes, including quality human resources. The purpose of this study was to measure the level of communication skills through Particiaptory Learning (PL) in the empowerment activities of farmer groups in Sricunoro Village. The method used is social action research which is studied in 3 cycles. The results of the research with PL showed that in cycle 1 there were 4 learning citizens with a proportion of 60-75% (moderate) and 19 citizens learning with a proportion of 55-50% (sufficient). Cycle II 3 residents learn with a proportion of 76-86% and 20 residents learn the proportion of 60-75% (moderate), and cycle III shows that residents learn with a percentage of 76-85% (good) and 16 residents learn with a proportion of 60-75% (moderate).
Systematic Review: Strategi Pemberdayaan Pelaku UMKM Menuju Ekonomi Digital Melalui Aksi Sosial Debi S Fuadi; Ade Sadikin Akhyadi; Iip Saripah
Diklus: Jurnal Pendidikan Luar Sekolah Vol 5, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/diklus.v5i1.37122

Abstract

Abstrak: Seiring perubahan perilaku konsumen di era digital menjadi satu peluang bagi pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM) dalam memperluas akses pasar serta menjadi tantangan beradaptasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pemberdayaan pelaku UMKM go digital melalui aksi sosial yaitu Volunter, Komunitas UMKM, Klinik ekonomi digital, Model Desa Cerdas dan Pahlawan ekonomi dengan melakukan pendampingan secara berkelanjutan serta berkolaborasi dengan berbagai pihak. Penelitian ini menggunakan pendekatan systematic review melalui beberapa tahapan yaitu identifikasi pertanyaan penelitiaan, menetapkan data base hasil penelitian, seleksi hasil penelitian yang relevan dan terindeks, ekstarsi data, sintasi hasil dengan metode naratif dan penyajian data. Dari hasil analisis peran komunitas sosial memberikan kontribusi serta solusi terhadap permasalahan yang dihadapi untuk menekan kesenjangan arus digitalisasi antara desa dan kota. Manfaat dari penelitian ini bisa dijadikan bahan referensi dalam merancang kurikulum pengembangan dan pemberdayaan pelaku UMKM dalam menuju digitalisasi. Systematic Review: Strategies for Empowering UMKM Subject Toward a Digital Economy through Social ActionAbstract: Along with changes in consumer behavior in the digital era, there is an opportunity for small and medium enterprises (UMKM) to expand market access and become a challenge to adapt. This study aims to analyze the strategy for empowering UMKM subject to go digital through social actions, namely Volunteers, UMKM Communities, Digital Economy Clinics, Smart Village Models and Economic Heroes by providing ongoing assistance and collaborating with various parties. This study uses a systematic review approach through several stages, namely identification of research questions, establishing a data base of research results, selecting relevant and indexed research results, data extraction, synthesis of results using narrative methods and data presentation. From the results of the analysis of the role of the social community in contributing and solutions to the problems faced in reducing the gap in the flow of digitalization between villages and cities. The benefits of this research can be used as reference material in designing a curriculum for developing and empowering UMKM subject towards digitalization.
Pemberdayaan Perempuan Melalui Pelatihan Kewirausahaan Menjahit di PKBM Bhina Swakarya Sri Ratnasari; Iip Saripah; Ade Sadikin Akhyadi
Diklus: Jurnal Pendidikan Luar Sekolah Vol 5, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/diklus.v5i1.37126

Abstract

Abstrak: Jiwa kewirausahaan harus diterapkan pada setiap individu dimana hal ini mengharuskan setiap individu memiliki soft skill dan hard skill  yang baik agar menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas. Hal tersebut dapat dicapai dengan adanya pemberdayaan perempuan. Tujuan penelitian ini untuk memberikan kajian tentang pemberdayaan perempuan dan kewirausahaan secara nyata sesuai dengan hasil penelitian lapangan. Metode penelitian ini menggunakan deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian yaitu kewirausahaan menjadi salah satu upaya dalam pemberdayaan masyarakat, khususnya bagi warga belajar. Kewirausahaan dapat menciptakan berkembangnya potensi masyarakat berkembang secara optimal. Pemberdayaan dan pembangunan masyarakat memberikan bimbingan dan dukungan agar masyarakat agar mampu menjalankan peranan dan tugas-tugas kehidupannya. Empowering Women through Sewing Entrepreneurship Training at PKBM Bhina SwakaryaAbstract: Entrepreneurial spirit must be applied to each individual where this requires that each individual has good soft skills and hard skills in order to create quality human resources. This can be achieved by empowering women. The purpose of this research is to provide a study on women's empowerment and entrepreneurship in real terms according to the results of field research. This research method uses a descriptive qualitative approach. The result of this research is that entrepreneurship is one of the efforts in community empowerment, especially for learning citizens. Entrepreneurship can create the development of the community's potential to develop optimally. Community empowerment and development provide guidance and support so that people are able to carry out their roles and duties in life.
Kebutuhan Kegiatan Menulis Cerita Bergambar di Sopo Belajar Eva Septiana Manurung
Diklus: Jurnal Pendidikan Luar Sekolah Vol 5, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/diklus.v5i1.32635

Abstract

Abstrak: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kebutuhan kegiatan penulisan cerita bergambar di Sopo Belajar, dan menperoleh rencana kegiatan penulisan cerita bergambar anak-anak dalam Sopo Belajar. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian ini adalah fasilitator Sopo Belajar, anak-anak penerima manfaat dari Sopo Belajar dan tenaga ahli. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya kegiatan belajar di Sopo Belajar. Menggunakan teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Menggunakan model Miles dan Huberman untuk analisis data yaitu reduksi data, representasi data dan kesimpulan. Triangulasi sumber dan metode mendukung validitas data. Hasil penelitian ini menunjukkan: (1) kebutuhan kegiatan menulis cerita bergambar di Sopo Belajar. (2) diperoleh rencana kegiatan menulis cerita bergambar di Sopo Belajar yang terdiri dari (a) input (b) proses (c) output, dan (d) outcome. Maka, perlu dilakukan tindakan lanjutan berupa realisasi kegiatan menulis cerita bergambar di Sopo Belajar karena berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan maka kreativitas anak dapat ditingkatkan. The Need for Writing Illustrated Story in Sopo BelajarAbstract: The purpose of this study was to determine the need for picture story writing activities in Sopo Belajar, and to obtain plans for children's picture story writing activities in Sopo Belajar. This research is a descriptive study using a qualitative approach. The subjects of this research are the Sopo Belajar facilitators, children who are beneficiaries of Sopo Belajar and experts. This research was motivated by the existence of learning activities at Sopo Belajar. using data collection techniques with observation, interviews and documentation. Using Miles and Huberman's model for data analysis, namely data reduction, data representation and conclusions. Triangulation of sources and methods supported data validity. The results of this study indicate: (1) the need for pictorial story writing activities in Sopo Belajar. (2) obtained a pictorial story writing activity plan in Sopo Belajar which consists of (a) input (b) process (c) output, and (d) outcome. So, it is necessary to take further action in the form of the realization of the pictorial story writing activity in Sopo Belajar because based on the results of the research that has been done, the creativity of children can be improved.
Pendekatan Andragogi dan Proses Pembelajaran Jarak Jauh di PAUD Qolbun Salim, Kecamatan Cilengkrang, Kabupaten Bandung Reni Suwarni; Ade Sadikin Akhyadi; Iip Saripah
Diklus: Jurnal Pendidikan Luar Sekolah Vol 5, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/diklus.v5i1.37131

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan mendeskripsikan pelaksanaan, kendala, resistensi, serta faktor yang harus diperhatikan dalam Pembelajaran Jarak Jauh melalui pendekatan andragogi pada Tahun Ajaran 2019/2020 di PAUD Qolbun Salim Desa Jatiendah Kecamatan Cilengkrang Kabupaten Bandung. Subjek penelitian berjumlah 26 orang tua (ibu) saat pandemi Covid-19. Penelitian ini bersifat eksploratif dengan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh di PAUD Qolbun Salim melalui pendekatan andragogi 92% dapat diikuti, hanya 8% orang tua (ibu) yang tidak dapat mengikutinya. Dari 8% yang tidak dapat mengikuti PJJ sebesar 4% disebabkan  kesibukan berbisnis online, dan 4 %  Handphone yang tidak memadai. Kendala dan resistensi dalam pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh terkait dengan sarana prasarana, kemampuan orang tua serta kondisi lingkungan. Oleh karena itu perlunya kesiapan dari pihak lembaga dan orang tua terutama kesediaan sarana, prasarana pembelajaran yang memadai serta pentingnya pendekatan andragogi pada proses pembelajarannya.Andragogical Approach and Distance Learning Process in PAUD Qolbun Salim, Jatiendah Village, Cilengkrang District Bandung district AbstractThe purpose of this study was to describe the implementation, constraints, resistance, and the influential factors in Distance Learning through the andragogy approach in the 2019/2020 Academic Year at PAUD Qolbun Salim, Jatiendah Village, Cilengkrang District, Bandung Regency. The research subjects were 26 parents (mothers) during the Covid-19 pandemic. This research is exploratory with descriptive analysis. The results showed that the implementation of Distance Learning in PAUD Qolbun Salim through an andragogical approach was 92% followed, only 8% of parents (mothers) could not follow it. Of the 8% who cannot participate in PJJ, 4% are due to busy doing business online, and 4% are inadequate / decent cellphones. Constraints and resistance in implementing Distance Learning are related to infrastructure, parents' abilities and environmental conditions. Therefore the need for readiness from the institutions and parents, especially the availability of adequate learning facilities, infrastructure and the importance of an andragogical approach in the learning process.
Peningkatan Kinerja Aparat Kampung melalui Pelatihan Komputer di Kampung Semurut Muhamad Ali salman
Diklus: Jurnal Pendidikan Luar Sekolah Vol 5, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/diklus.v5i1.35338

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perencanaan, pelaksanaan dan hasil program pelatihan komputer dalam meningkatkan kinerja Aparat Kampung di Kampung Semurut. Jenis penelitian adalah deskriptif kualitatif. Sumber data menggunakan wawancara, pengamatan, dan analisis dokumen. Tehnik analisis data menggunakan reduksi data, display data dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1). Perencanaan: adanya rapat internal oleh Aparat kampung. Adanya rapat gabungan antara Aparat Kampung bersama PKBM Pusaka Indonesia, (2). Pelaksanaan: Pelatihan terselenggara sesuai  jadwal. Peserta pelatihan aktif bertanya. Ada beberapa peserta pelatihan yang belum mengetahui dasar-dasar komputer bahkan cara mengoperasikan komputer, (3). Hasilnya: Peserta pelatihan mampu mengoperasikan komputer. Peserta pelatihan mampu menggunakan dasar-dasar Microsoft word, Microsoft excel dan Microsoft power point. Kepercayaan diri Aparat Kampung meningkat. Pekerjaan yang bersifat administasi dapat dikerjakan secara langsung tanpa menggunakan jasa pengetikan. Penyelenggaraan Pelatihan komputer menunjukkan adanya keberhasilan dengan meningkatnya kinerja Aparat Kampung di bidang administrasi. Village Agency Performance Improvement through Computer Trainingin Semurut VillageAbstract: This study aims to determine the planning, implementation and results of computer training programs in improving the performance of village officials in Semurut Village. This type of research is descriptive qualitative. Sources of data using interviews, observations, and document analysis. Data analysis techniques used data reduction, data display and data verification. The results showed that (1). Planning: an internal meeting by village officials. There was a joint meeting between village officials and PKBM Pusaka Indonesia, (2). Implementation: The training is held according to schedule. Active training participants ask questions. There are some training participants who do not know the basics of computers and even how to operate computers, (3). The result: The trainees are able to operate computers. The training participants are able to use the basics of Microsoft word, Microsoft excel and Microsoft power point. The village apparatus' self-confidence increased. Administrative work can be done directly without using typing services. The implementation of computer training has shown success with the increase in the performance of village officials in the administration sector. 

Page 1 of 1 | Total Record : 8