cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. banyumas,
Jawa tengah
INDONESIA
Majalah Ilmiah Biologi BIOSFERA: A Scientific Journal
ISSN : 08531629     EISSN : 08531629     DOI : -
Majalah Ilmiah Biologi Biosfera : A Scientific Journal merupakan peer reviewed jurnal yang diterbitkan oleh Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman. Media ini mewadahi hasil-hasil penelitian di bidang biologi tropika yang terbit tiga kali setahun (Januari, Mei, September).
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 38, No 2 (2021)" : 8 Documents clear
Inventarisasi Keanekaragaman Bambu (Bambusoideae) di Pulau Rupat, Kecamatan Rupat, Kabupaten Bengkalis Fitmawati Fitmawati; Nur Afdila Saputri; Sri Nur Kholifah; Nery Sofiyanti; Ninik Nihayatul Wahibah
Majalah Ilmiah Biologi BIOSFERA: A Scientific Journal Vol 38, No 2 (2021)
Publisher : Fakultas Biologi | Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.mib.2021.38.2.1282

Abstract

Pulau Rupat adalah pulau kecil di wilayah Sumatra yang memiliki keanekaragaman hayati tinggi. Salah satu flora di Pulau Rupat adalah bambu. Bambu memiliki kemampuan beradaptasi tinggi terhadap kondisi asam pada lahan gambut, tetapi informasi tentang spesies bambu di Pulau Rupat belum pernah dilaporkan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui keanekaragaman spesies dengan mengidentifikasi dan memeriksa berdasarkan kunci identifikasi karakter morfologi. Metode penelitian yang digunakan adalah survey eksploratif. Hasil inventarisasi mengidentifikasi total sembilan spesies dari empat genus (Bambusa vulgaris, Bambusa vulgaris var. striata, Bambusa heterostachya, Bambusa multiplex, Gigantochloa sp., Gigantochloa cf. velutina, Gigantochloa hasskarliana, Schizostachyum brachycladum, Schizostachyum zollingeri, Thyrsostachys  siaminensis). Sebanyak sepuluh aksesi bambu diamati karakter vegetatifnya. Hasil skoring 53 karakter tersebut dianalisis menggunakan program NTSYSPC 2.02 untuk mengetahui pengelompokkannya. Hasil penelitian menunjukkan koefisien kemiripan berkisar 48%-77%.
Sebaran Kelimpahan, Ukuran dan Hubungan Panjang Tinggi Megalops cyprinoides Broussunet (1782) Pada Perairan Sungai Di Belawan Khairul Khairul
Majalah Ilmiah Biologi BIOSFERA: A Scientific Journal Vol 38, No 2 (2021)
Publisher : Fakultas Biologi | Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.mib.2021.38.2.650

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk memperoleh data pola sebaran, ukuran dan hubungan panjang berat ikan bulan-bulan di Sungai Belawan Nilai Indek Morisita pada stasiun 1 (id = 0,299), stasiun 2 (id = 0,121), dan stasiun 3 (id = 0,2773), dengan demikian distribusi ikan bulan-bulan  mempunyai pola penyebaran yang seragam.  Komposisi  ukuran panjang  ikan dibagi menjadi 3 kelas ukuran, yakni: Kecil (9 – 24,9 cm), Sedang (25 – 40,9 cm), dan Besar (> 40 cm). ikan yang dominan hasil tertangkap tergolong ikan-ikan muda. Komposisi ukuran berat ikan dibagi 3 kelas yaitu: Ringan (0 – 299,9 g), Sedang (300 – 599,9 g), dan Berat (> 600 g). Hal ini sama ikan yang tertangkap lebih banyak ukuran ringan dan sedang (ikan-ikan muda). Hasil pengukuran panjang berat ikan bulan-bulan mengikuti persamaan: W = 0,3978 L0,9980 , dengan koefisien determinasi (R2) = 0,8732. Berdasarkan hasil analisis hubungan panjang tinggi di Sungai Belawan bersifat allometrik negatif artinya setiap penambahan panjang, maka dikuti pertambahan tinggi
Aktivitas Protease, Amilase dan Lipase Digesti Ikan Medaka (Oryzias javanicus) yang Tertangkap di Segara Anakan Cilacap Hana Hana; Untung Susilo; Sri Sukmaningrum
Majalah Ilmiah Biologi BIOSFERA: A Scientific Journal Vol 38, No 2 (2021)
Publisher : Fakultas Biologi | Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.mib.2021.38.2.965

Abstract

Medaka fish (Oryzias javanicus) originating from Segara Anakan, Cilacap Regency has the potential as a bio-indicator of brackish water. The study of the physiological character of this species has not been done before, so that there needs to be basic information for domestication. The purpose of this study was to determine changes in protease, amylase and lipase digestive activity of medaka fish from Segara Anakan at different body sizes and salinity. The study was conducted by survey method. A sample of 567 medaka fish taken from three locations with different salinities (10 ± 1, 15 ± 1 and 20 ± 1 ppt) at the time of sampling, were used in this study. Medaka fish is grouped into three different sizes, namely (1) 0.063±0.01g (small), (2) 0.153±0.03 g (medium), and (3) 0.287±0.03 g (large). Measurements of enzyme activity were carried out by spectrophotometric methods. The results showed that body size and salinity were significantly different (P<0.05) on protease, amylase and lipase digestive activity of medaka fish. Large medaka fish shows higher digestive enzyme activity compared to the small body size in each salinity. However, amylase and lipase show same activity between different body sizes at 15±1 ppt. The higher the salinity, the lower the activity of protease, amylase and lipase. However, the salinity of 10±1-20±1 ppt shows the same amylase activity (small and medium size) and lipase (small size). Conclusion from the results of this study is the protease, amylase and lipase digestive activity of medaka fish that originating from Segara Anakan, Cilacap has been increased with increasing body size and decreasing environmental salinity. The results of this study are expected to contribute to the enrichment of fish biology, especially medaka fish.
Potensi Ancaman Invasive Aliens Species (IAS) Terhadap Biodiversitas Vegetasi Di Kebun Raya Baturraden Jawa Tengah endah sulistiyowati
Majalah Ilmiah Biologi BIOSFERA: A Scientific Journal Vol 38, No 2 (2021)
Publisher : Fakultas Biologi | Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.mib.2021.38.2.782

Abstract

The Invasive Aliens Species (IAS) has become an ecologically distinctive threat to the conservation area which is a biodiversity sanctuary, the Baturraden Botanical Garden (KRB). This research aims to know the IAS that can affect the biodiversity of vegetation in KRB. The KRB is divided into 10 plots, and then observes the existing IAS vegetation along with environmental factors such as temperature, humidity, soil pH and canopy cover. Introductory process information and conservation strategic recommendations are obtained through literature studies and interviews with resource persons. The data then analyzed using the Importance Value Index (INP), the Shannon-Winner Diversity Index, the individual spatial distribution pattern of a species at each growth rate is calculated based on the Morishita Index. The results showed that the IAS introduction process began in 1952 through the utilization of Protected Forest (HL) and Limited Production Forest (HPT) in KRB; The vegetation community structure in the KRB is dominated by spikes (saplings), seedlings, trees and poles. There were 13 IAS species consisting of 9 families; Seedling and saplings Calliandra houstoniana var. calothyrsus (Meissner) Barneby and Agathis dammara (Lamb). Rich. while at Agathis dammara (Lamb) tree level. Rich. and Schima wallichii Choisy. potential as a special IAS in the KRB; Controlling can be done through mitigation, periodic maintenance and eradication. In situ and ex situ conservation strategy plans in KRB are the creation of forest pharmacy conservation villages.
Kajian Fitofarmaka Kulit Pisang Kepok sebagai Bahan Baku Awal Imunostimulan Ikan Rika Wulandari; Raja Marwita Sari Putri
Majalah Ilmiah Biologi BIOSFERA: A Scientific Journal Vol 38, No 2 (2021)
Publisher : Fakultas Biologi | Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.mib.2021.38.2.1138

Abstract

Upaya meningkatkan kesehatan ikan bisa dimulai dengan pemberian imunostimulan secara oral. Bahan herbal imunostimulan dapat diperoleh dari beberapa jenis tumbuhan, salah satunya ialah Pisang kepok (Musa balbisiana x Musa acuminata) . Dengan tingkat konsumsi buah Pisang Kepok di pulau Bintan yang cukup tinggi, tentunya akan menyumbang limbah seperti kulit ke lingkungan. Limbah kulit pisang kepok kuning inilah yang dimanfaatkan sebagai bahan baku imunostimulan untuk ikan budidaya sekaligus turut serta menjaga daya dukung lingkungan.Penelitian ini bertujuan menganalisis nilai probit logaritma dosis secara absis ekstrak kulit pisang kepok kuning agar layak dikonsumsi ikan budidaya. Penelitian ini meliputi pembuatan ekstrak menggunakan pelarut etanol, karakterisasi dan skrining fitokimia simplisia secara kualitatif, serta analisis probit ekstrak terhadap hewan uji Artemia salina. Konsentrasi ekstrak bertingkat yang digunakan yaitu 20 ppm, 40 ppm dan 60 ppm, 80 ppm, 100 ppm dan 120 ppm. Data mortalitas hewan uji dianalisis dengan metode grafik probit log konsentrasi yang menempatkan persentasi respons dari tiap kelompok hewan pada ordinat dan logaritma dosis secara absis, dimana mortalitas pada konsentrasi ekstrak dengan LC50-24 jam lebih dari 50% bersifat toksik.Hasil penelitian mendapatkan persentase total rendemen dengan pengikat etanol 70% adalah 3,64% dan etanol 96% adalah 3,42%. Hasil uji fitokimia mendapatkan etanol 70% berhasil menarik senyawa bioaktif jenis flavonoid dan tanin, sedangkan etanol 96% berhasil menarik flavonoid, steroid dan triterpenoid. Nilai LC50-24 jam menunjukkan konsentrasi ekstrak yang mampu menyebabkan 50% kematian hewan uji pada fraksi etanol 70% sebesar 1,300 ppm dan etanol 96% sebesar 2,767 ppm. 
Pertumbuhan Lamun Enhalus acoroides pada Berbagai Kondisi Lingkungan di Perairan Pulau Penyengat, Kepulauan Riau Rani Fitmadiniyah; Tri Apriadi; Winny Retna Melani
Majalah Ilmiah Biologi BIOSFERA: A Scientific Journal Vol 38, No 2 (2021)
Publisher : Fakultas Biologi | Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.mib.2021.38.2.1091

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas perairan serta tingkat kerapatan dan laju pertumbuhan daun lamun Enhalus acoroides di perairan Pulau Penyengat Provinsi Kepulauan Riau. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari–Maret 2019 di perairan Pulau Penyengat. Penentuan stasiun penelitian berdasarkan metode purposive sampling. Sebanyak 5 stasiun pengambilan sampel yaitu: wilayah yang dekat dengan pelabuhan, pemukiman penduduk, pembangunan taman di wilayah pesisir (reklamasi), ekosistem mangrove dan tempat pembuangan sampah sementara (TPSS). Pengamatan laju pertumbuhan daun lamun melalui  metode penandaan pada daun yang muda dan tidak rusak menggunakan kabel ties disetiap titik pada tiap stasiun. Pengamatan pertumbuhan daun selama 30 hari dengan interval waktu 15 hari sekali. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu kualitas perairan di Pulau Penyengat memenuhi baku mutu kecuali pada nitrat dan fosfat. Nilai kerapatan lamun E. acoroides tertinggi berada pada tempat pembuangan sampah sementara (TPSS) sebesar 50,33 ind/m². Laju pertumbuhan tertinggi setelah 30 hari pada daun lamun E. acoroides yaitu pada wilayah yang dekat dengan pelabuhan sebesar 5,74 mm/hari. 
Hubungan Panjang-Bobot dan Sebaran Kelompok Umur Osteochilus vittatus (Valenciennes, 1842) dan Rasbora spp. di Sungai Banjaran, Banyumas Monik Sriwijayanti; Suwarno Hadisusanto; W Lestari
Majalah Ilmiah Biologi BIOSFERA: A Scientific Journal Vol 38, No 2 (2021)
Publisher : Fakultas Biologi | Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.mib.2021.38.2.1103

Abstract

Sungai Banjaran mendapat masukan limbah organik dari berbagai aktifitas penduduk di sekitarnya yang akan mengakibatkan terjadinya perubahan populasi ikan, khususnya ikan Osteochilus vittatus (Valenciennes, 1842) dan Rasbora spp. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hubungan panjang dan bobot, struktur umur, serta mengevaluasi kualitas air yang mempengaruhi kemelimpahan ikan nilem dan lunjar hasil tangkapan pada tahun 2013 dan 2018 di Sungai Banjaran. Hasil penelitian menunjukan pada tahun 2013 diperoleh ikan Nilem sebanyak 81 individu dan ikan Lunjar sebanyak 79 individu, sedangkan pada tahun 2018 didapatkan Ikan Nilem sebanyak 55 individu dan Ikan Lunjar sebanyak 24 individu. Kemelimpahan Ikan paling banyak pada tahun 2013, Ikan Nilem ditemukan pada stasiun 3 (22 individu) dan 4 (35 individu) dan tahun 2018 pada stasiun 3 (21 individu), sedangkan Ikan Lunjar pada tahun 2013 stasiun 1 (32 individu), stasiun 2 (22 individu), dan stasiu 4 (22 individu) dan tahun 2018 kelimpahan paling banyak pada stasiun 2 (10 individu). Ikan Nilem pada kedua tahun tersebut memiliki pola pertumbuhan yang sama yaitu Allometrik negatif. Namun Ikan Lunjar tahun 2013 dengan pola pertumbuhan Allometrik negatif dan pada tahun 2018 dengan pola pertumbuhan Allometrik positif. Populasi Ikan Nilem dan Ikan Lunjar pada tahun 2013 dan 2018 di dominasi oleh ikan berumur remaja. Ikan Nilem sebanyak 21 dan 20 individu sementara Ikan Lunjar 46 dan 10 individu. Hasil analisis komponen PCA menunjukan bahwa DO, BOD, dan COD merupakan faktor penentu kemelimapahan Ikan Nilem dan Ikan.
Distribution Of Eel Fish (Anguilla bicolor) In Cibeureum River, Cilacap District Sutirno Sutirno; Purnama Sukardi; Agatha Sih Piranti
Majalah Ilmiah Biologi BIOSFERA: A Scientific Journal Vol 38, No 2 (2021)
Publisher : Fakultas Biologi | Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.mib.2021.38.2.1128

Abstract

Fish resources in the waters are very dependent on fish larvae resources. Catching eel from the size of the seed (glass eel) to the size of the adult eel has decreased in nature indicating that in the management of eel the economic aspect is more dominant than its conservation aspects. The purpose of this study was to design the management pattern of eel fish in Cibeureum River, Sidareja District, Cilacap Regency based on their ecology, water quality, and rate of exploitation. The research method used is explanatory research and sampling techniques using purposive sampling method in five sampling stations from upstream to downstream of the Cibeureum River. The research data were analyzed using descriptive analysis. The results of the study of the water quality of the Cibeureum River meet the water quality requirements as eel living areas in accordance with GR No.82 of 2001. The abundance of eel species has an Abundance Index (KR) 72.73 - 93.75%, Yellow Eel types have KR = 6,25 - 27.27%, Glass Eel and Silver Eel have abundance, KR = 0%. The distribution pattern of eel fish species of Elver and Yellow Eel has a random distribution pattern (Id = 0.95 and Id = 0.99). Glass Eel and Silver Eel do not have a distribution pattern (Id = 0). Growth rate of eel fish = 120.23 (1-. Total mortality rate (Z) of 2.88 per year that eel fish mortality in the Cibeureum River, mostly caused by fishing activities with exploitation rate (E) of 0.84 per year and it is thought to have exceeded the optimum value (overfishing) The management pattern of eel fish (Anguila bicolor) by limiting the time and area of capture as well as the important role of TPI, cooperatives and Pokmaswas (Community Watch Group) in the eel catchment area. 

Page 1 of 1 | Total Record : 8