Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Syifa MEDIKA published by Faculty of Medicine, University of Muhammadiyah Palembang is a peer-reviewed journal that published two times a year: September and March. Syifa MEDIKA is a national peer-reviewed and open access journal. We accept original article, case report, and literature review from all area of medicine, biomedicine, and publich health fields. Focus and Scope: All area of medicine, biomedicine, and publich health fields. Anatomy, Biomedicine, Pharmacology, Microbiology, Nutrition, Biochemistry, Physiology, Tropical Medicine, Public Health, Pediatric, Internal Medicine, Obstetry and Gynaecology, Dermatovenereology, Surgery, Neurology, Family Medicine, Medical Education.
Articles
230 Documents
TINGGI AKHIR REMAJA BERDASARKAN TINGGI POTENSI GENETIK DIPENGARUHI OLEH STATUS GIZI
Resya, Mutiara;
Chairani, Liza;
Indriyani, Indriyani
Syifa'Medika Vol 12, No 2 (2022): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32502/sm.v12i2.3910
Status gizi adalah kondisi tubuh terukur yang merefleksikan dari zat gizi yang dikonsumsi seseorang. Status gizi normal dan tidak normal (kurus dan gemuk) merupakan dua kategori status gizi. Kekurangan gizi jangka Panjang akan berakibat hambatan dalam pencapaian tinggi badan akhir sesuai dengan tinggi potensi genetik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan status gizi terhadap tinggi akhir remaja berdasarkan tinggi potensi genetik di SMA Negeri 2 Palembang. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik secara cross sectional. Data sampel diambil dengan teknik total sampling sebanyak 323 orang. Kuesioner digunakan untuk mengumpulkan data tinggi badan serta berat badan siswa. Hasil penelitian didapatkan status gizi yang normal berjumlah 179 orang (69,9%) dan status gizi tidak normal 77 orang (30,1%) yang termasuk dalam tinggi akhir remaja sesuai Tinggi Potensi Genetik (TPG). Sedangkan untuk tinggi akhir remaja yang tidak sesuai TPG yaitu dengan status gizi normal 2 orang (3,0%) dan status gizi tidak normal 65 orang (97,0%). Hasil uji Chi-Square didapatkan hubungan antara status gizi terhadap tinggi akhir remaja berdasarkan tinggi potensi genetik di SMA Negeri 2 Palembang (p=0.000).
PENGAMBILAN KEPUTUSAN CARA PERSALINAN: TINJAUAN LITERATUR
Syifa'Medika Vol 13, No 1 (2022): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32502/sm.v13i1.4765
Pemilihan cara persalinan Sectio Caesarea (SC) akhir-akhir ini terjadi peningkatan, terutama pada negara yang berpenghasilan tinggi. Persalinan tidak selalu normal, sehingga diperlukan pengambilan keputusan yang tepat. Tujuan tinjauan pustaka untuk mengetahui faktor apasaja yang mempengaruhi serta hambatan yang ditemukan dalam pengambilan keputusan cara persalinan oleh ibu hamil. Metode penelitian menggunakan literature reviewmelalui database Pubmed, Proquest dan EBSCO. Hasil ditemukan 14 artikel terkait pengambilan keputusan berbagai alasan memilih cara persalinan dengan cara Vagina Delivery (VD) dan SC. Wanita yang memilih VD menyebutkan pemulihan menjadi lebih cepat, sedangkan wanita yang memilih SC beralasan adanya ketakutan akan nyeri persalinan dengan VD. Sumber informasi cara persalinan umumnya didapatkan dari dokter kandungan dan bidan. Adapun orang yang mempengaruhi pengambilan keputusan adalah orang tua, pasangan, teman, dokter dan bidan. Peran tenaga kesehatan seharusnya memberikan konseling berbasis bukti dengan informasi yang tepat sesuai kebutuhan wanita dan selalu melibatkan wanita dalam pengambilan keputusan.
SEPSIS YANG DISEBABKAN KUMAN MRSA PADA PASIEN POST COVID-19
Syifa'Medika Vol 13, No 1 (2022): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32502/sm.v13i1.4478
Sepsis adalah adanya respon sistemik terhadap infeksi di dalam tubuh yang dapat berkembang menjadi sepsis berat dan syok septik. Sepsis dapat disebabkan berbagai jenis kuman, salah satunya yang menjadi masalah kesehatan global utama adalah kuman Staphylococcus aureus resisten obat atau Multidrug Resistant Staphylococcus Aureus (MRSA). Laporan kasus ini membahas tentang seorang pasien yang telah sembuh dari COVID-19 (post COVID-19) kemudian mengalami sepsis yang disebabkan MRSA berdasarkan hasil pemeriksaan kultur darah. Pasien telah diberikan tatalaksana sesuai protokol sepsis serta terapi antibiotik berdasarkan hasil kultur dan pola sensitivitas kuman yaitu vankomisin dan amikacin. Kondisi pasien makin memburuk dengan mengalami syok sepsis dan akhirnya meninggal dunia setelah 22 hari dirawat di RS dr. M. Djamil Padang.
MANAJEMEN ANESTESI PADA PASIEN KANKER TIROID: SEBUAH LAPORAN KASUS
Syifa'Medika Vol 13, No 1 (2022): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32502/sm.v13i1.4324
Kelenjar tiroid berada di bagian depan leher, di bawah tulang rawan tiroid (jakun). Pada kebanyakan orang, tiroid tidak dapat dilihat atau dirasakan. Bentuknya seperti kupu-kupu, dengan 2 lobus kanan dan lobus kiri. Ada banyak alasan mengapa kelenjar tiroid mungkin lebih besar dari biasanya. Benjolan di kelenjar tiroid disebut nodul tiroid. Kebanyakan nodul tiroid jinak, tetapi sekitar 2 atau 3 dari 20 bersifat ganas. Jenis utama kanker tiroid adalah diferensiasi (termasuk sel papiler, folikel dan Hürthle), medullary, dan anaplastik (kanker agresif). Pembedahan adalah pengobatan pertama untuk sebagian besar jenis kanker tiroid. Operasi dilakukan di bawah anestesi umum. Tindakan operatif yang dilakukan pada kepala dan leher merupakan pembedahan berisiko tinggi yang dapat menyebabkan kerusakan otak, dan berakhir kematian. Oleh karena itu, diperlukan persiapan rencana anestesi serta manajemen pre-operatif, intra-operatif, dan post-operatif yang tepat untuk menghindari komplikasi yang mungkin dapat terjadi. Pasien Ny. M usia 56 tahun, datang dengan keluhan muncul benjolan di leher sejak awal tahun 2021 dan membesar kurang lebih sekitar 8cm dalam kurun waktu 4 bulan. Lima tahun yang lalu pasien pernah menjalani operasi tiroidektomi parsial dengan anestesi umum. Laporan kasus ini bertujuan melihat manajemen anestesi pada pasien kanker tiroid, dimana penanganan anestesi yang tepat juga menentukan keberhasilan dan prognosis prosedur radical neck dissection pada pasien ini.
PENYAKIT KULIT SPESIFIK SELAMA KEHAMILAN
Syifa'Medika Vol 13, No 1 (2022): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32502/sm.v13i1.4327
Kehamilan dikaitkan dengan beberapa perubahan fisiologis yang melibatkan sistem organ yang berbeda seperti sistem endokrin, vaskular, metabolisme, dan kekebalan wanita hamil yang mengakibatkan beberapa perubahan kulit yang dapat fisiologis atau patologis. Kondisi ini disebabkan oleh perubahan fisiologis, penyakit kulit spesifik kehamilan, dan penyakit kulit non spesifik kehamilan lainnya pada kehamilan. Perubahan fisiologis kulit selama kehamilan terutama melibatkan perubahan tingkat pigmentasi kulit dan elastisitas kulit terutama karena efek dari peningkatan hormon. Patologi dermatologis spesifik kehamilan meliputi impetigo herpetiformis, kolestasis kehamilan, prurigo kehamilan, folikulitis pruritus, papula urtikaria pruritus, dan plak kehamilan. Selain itu, kondisi kulit lain yang ada, seperti psoriasis dan dermatitis atopik, dapat memburuk dan muncul dengan flare selama kehamilan. Kondisi kulit patologis ini dapat menjadi sumber tekanan yang cukup besar bagi wanita hamil dan mungkin memerlukan intervensi segera, meskipun diagnosis dan manajemennya dapat menjadi tantangan dan memerlukan pengetahuan menyeluruh tentang berbagai presentasi dan perawatan khusus mereka untuk memastikan keselamatan ibu dan janin. Oleh karena itu, pengetahuan dokter tentang profil berbagai penyakit kulit selama kehamilan diperlukan untuk merencanakan tindakan pencegahan dan memberikan perawatan yang komprehensif untuk ibu dan bayinya. Tinjauan pustaka ini meninjau evaluasi penyakit kulit kehamilan dan manajemen untuk mengelola kondisi ini.
GANGGUAN DISMORFIK TUBUH PADA REMAJA
Syifa'Medika Vol 13, No 1 (2022): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32502/sm.v13i1.4330
Paparan konstan terhadap gambaran “kesempurnaan” pada media sosial dapat menyebabkan tekanan yang tidak sehat untuk mencapai tipe tubuh yang tidak realistis, yang dapat menga gangguan dismorfik tubuh. Body dysmorphic disorder BDD adalah gangguan psikiatri dengan karakteristik pasien menderita obsesif yang merasa terganggu dengan gambaran tubuh ideal tertentu atau bayangan dalam penampilannya. Komorbiditas seperti penghindaran sosial, depresi, kecemasan, kualitas hidup yang buruk dan ide bunuh diri adalah hal yang sering terjadi berdampingan. Meskipun merupakan masalah kesehatan psikiatri tetapi pasien mungkin menolak untuk mencari pertolongan dengan profesional kesehatan mental dan mencari bantuan psikiatri. Etiologi dan patogenesis BDD belum sepenuhnya dijelaskan. Berbagai faktor berperan dalam proses patologis yang kompleks termasuk kelainan neurobiologis dan lingkungan. Setelah diagnosis BDD ditegakkan, penatalaksanaan dengan pendekatan cognitive behavioral therapy CBT ataupun farmakoterapi harus didiskusikan dengan pasien dan pendekatan secara simpatik sangat penting. Rujukan ke spesialis kesehatan jiwa atau klinik psiko-dermatologi mungkin diperlukan untuk pengelolaan BDD.. Penatalaksanaan pilihan dalam BDD adalah cognitive behavioral therapy CBT dan inhibitor reuptake spesifik serotonin SSRI. Tinjauan pustaka ini bertujuan untuk mengulas gejala BDD dan penatalaksanaannya.
HUBUNGAN USIA DENGAN GAMBARAN FOTO TORAKS PASIEN COVID-19
Syifa'Medika Vol 13, No 1 (2022): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32502/sm.v13i1.4428
World Health Organization melaporkan terdapat 61, 8 juta kasus dan lebih dari 1, 4 juta kasus kematian secara global yang dilaporkan per tanggal 29 November 2020. Pemeriksaan radiologi foto toraks merupakan salah satu pemeriksaan yang digunakan untuk melihat gambaran abnormalitas pada jaringan interstitial paru dan sekitarnya. Brixia Score pada foto toraks dapat menunjukkan perkembangan penyakit COVID-19. Usia merupakan salah 1 prediktor faktor risiko COVID-19 yang mempengaruhi sistem imun dan dapat mempengaruhi gambaran foto toraks. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan usia dengan gambaran foto toraks pada pasien COVID-19. Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan desain cross-sectional. Populasi penelitian ini yaitu pasien Rumah Sakit Islam Sultan Agung Semarang Periode Bulan Juni 2020 hingga Januari 2021 dengan COVID-19 dengan sampel sebanyak 50 pasien dengan teknik Purposive Sampling. Teknik analisis data menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil uji statistik didapatkan terdapat hubungan usia dengan gambaran radiologi berdasarkan Brixia Score pada pasien COVID-19 (p = 0,000), dan memiliki keeratan sedang (r = 0,473). Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara usia dengan gambaran foto toraks berdasarkan Brixia Score pada pasien COVID-19 di Rumah Sakit Islam Sultan Agung Semarang.
ANALISIS PERBEDAAN EFIKASI ASAM TRANEKSAMAT DAN HYDROQUINONE SEBAGAI PILIHAN TERAPI PADA MELASMA
Syifa'Medika Vol 13, No 1 (2022): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32502/sm.v13i1.4358
Latar Belakang: Pengobatan utama pada melasma adalah hydroquinone, tetapi pada penggunaannya banyak ditemukan efek samping sehingga dibutuhkan terapi melasma yang baru dan efektif. Asam traneksamat (TA) yang merupakan suatu plasmin inhibitor dilaporkan dapat mereduksi melasma. Namun ditemukan penelitian yang berkontradiksi dengan keefektifan dari TA sehingga perlu dilakukan literature review mengenai perbedaan efikasi asam traneksamat dan hydroquinone sebagai pilihan terapi pada melasma. Tujuan: Untuk menganalisis perbedaan efikasi asam traneksamat dan hydroquinone sebagai pilihan terapi pada melasma. Metode: Penelitian ini mengambil sumber dari web Pubmed, Science Direct, Google Schoolar, dan Garuda dengan menggunakan boolean operator: (melasma OR melanosis OR freckles OR chloasma) AND (tranexamic acid) AND hydroquinone. Hasil pencarian didapatkan total 7 artikel yang sesuai dengan kriteria inklusi yaitu full paper articles, penelitian primer, dan artikel berbahasa Indonesia atau Inggris. Metode analisis data pada penelitian ini menggunakan metode narrative review. Hasil: Hasil penelitian dari keseluruhan artikel menyatakan tidak ada perbedaan efikasi antara asam traneksamat dan hydroquinone. Beberapa artikel menyebutkan asam traneksamat baik dalam bentuk topikal, oral, maupun injeksi terbukti dapat memberikan perbaikan skor MASI. Kesimpulan: Efikasi asam traneksamat dan hydroquinone pada pasien melasma tidak memiliki perbedaan yang signifikan.Kata kunci: Melasma, Asam Traneksamat, Hydroquinone
ANALISIS HUBUNGAN MASA KERJA DAN UMUR TERHADAP ROM AKTIF FLEXI BAHU PADA KULI PANGGUL
Indriyani, Indriyani;
Khairunnisa, Mutiara Irma
Syifa'Medika Vol 13, No 2 (2023): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32502/sm.v13i2.5689
Indonesia merupakan negara berkembang dengan banyak kegiatan perekonomian. Pekerja didominasi oleh pekerja di sektor informal yaitu 58,22%. Sektor informal merupakan sektor yang membutuhkan tenaga kerja dalam jumlah besar, seperti buruh dan kuli, untuk melakukan kegiatan ekonomi. Tuntutan ekonomi yang tinggi membuat karyawan harus meningkatkan intensitas pekerjaannya Pekerja kuli panggul banyak ditemukan di daerah yang dekat dengan kegiatan ekonomi padat seperti pasar tradisional. Pekerjaan yang mengangkut beban seperti kuli panggul umumnya menggunakan bahu untuk mengangkat dan memindahkan barang-barang. Gerakan sendi dinilai dengan rentang gerak yang dikenal sebagai Range of Motion (ROM). Pekerjaan memanggul beban di bahu dilakukan dengan lengan yang ditekukan (fleksi sendi bahu) untuk menahan pada saat barang dipindahkan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan usia dan masa kerja dengan Range of Motion (ROM) aktif Fleksi bahu. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan cross-sectional. Sampel untuk penelitian ini adalah kuli panggul dari Pasar Tradisional 16 Ilir kota Palembang, yang berjumlah 97 orang kuli panggul. Hasil dari penelitian ini yaitu hubungan masa kerjaterhadap ROM aktif fleksi bahu didapatkan nilai p= 0,024; sedangkan hubungan usia terhadap ROM aktif fleksi bahu adalah p=0,020. Kesimpulan penelitian ini menunjukan bahwa terdapat hubungan secara bermakna masa kerja dan usia terhadap ROM aktif fleksi bahu pada kuli pangul di Pasar Tradisional 16 Ilir kota Palembang.
PERBANDINGAN NILAI EOSINOFIL ANTARA PENDERITA RINITIS ALERGI DAN PENDERITA ASMA BRONKIAL
Utama, Budi;
Dwiryanti, Rizki;
Rohani, Siti;
Raisha, Zafira Ananda
Syifa'Medika Vol 13, No 2 (2023): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32502/sm.v13i2.4066
Rinitis alergi dan asma bronkial merupakan penyakit saluran pernapasan yang memiliki kesamaan dalam hal anatomi dan mediator inflamasi. Inflamasi pada rinitis alergi dan asma bronkial melibatkan akumulasi eosinofil dalam membran mukosa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan nilai eosinofil antara penderita rinitis alergi dan penderita asma bronkial. Jenis penelitian ini adalah observasional analitik desain cross sectional. Pemeriksaan nilai eosinofil menggunakan Automated Hematology Analyzer Sysmex XS-800i di Balai Besar Laboratorium Kesehatan Palembang. Populasi pada penelitian ini adalah mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Palembang. Teknik consecutive sampling sebanyak 31 penderita rinitis alergi dan 31 penderita asma bronkial yang telah memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil penelitian memperlihatkan rata-rata nilai eosinofil penderita rinitis alergi 2,26% dan penderita asma bronkial 5,74% dengan hasil Mann-Whitney test diperoleh p=0,000 (p<0,05). Kesimpulan, terdapat perbedaan yang bermakna antara nilai eosinofil antara penderita rinitis alergi dan penderita asma bronkial.