cover
Contact Name
dr. Mitayani, M.Si. Med
Contact Email
mitayani.dr@gmail.com
Phone
+6281320074327
Journal Mail Official
sifa_medika@um-palembang.ac.id
Editorial Address
Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Palembang Gedung F lantai 1 Jl. K.H. Balqhi, 13 Ulu, Seberang Ulu I, Palembang
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
ISSN : 2087233X     EISSN : 25806971     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Syifa MEDIKA published by Faculty of Medicine, University of Muhammadiyah Palembang is a peer-reviewed journal that published two times a year: September and March. Syifa MEDIKA is a national peer-reviewed and open access journal. We accept original article, case report, and literature review from all area of medicine, biomedicine, and publich health fields. Focus and Scope: All area of medicine, biomedicine, and publich health fields. Anatomy, Biomedicine, Pharmacology, Microbiology, Nutrition, Biochemistry, Physiology, Tropical Medicine, Public Health, Pediatric, Internal Medicine, Obstetry and Gynaecology, Dermatovenereology, Surgery, Neurology, Family Medicine, Medical Education.
Articles 230 Documents
PENGARUH LATIHAN ABDOMINAL STRETCHING TERHADAP PERUBAHAN TINGKAT DISMENOREA PADA SISWI DI MTS SALAFIYAH DEPOK salsabila, salsabila; Aisyiah, Aisyiah; Wowor, Tommy J.F
Syifa'Medika Vol 14, No 2 (2024): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/sm.v14i2.5696

Abstract

Dismenorea merupakan gangguan menstruasi yang berupa nyeri pada bagian perut. Nyeri ini dapat timbul selama menstruasi, sebelum bahkan setelah periode menstruasi. Dismenorea ini dapat mengganggu aktivitas pada sebagian besar wanita. Pada remaja keluhan ini dapat mengganggu proses belajar di sekolah. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh dari salah satu penanganan non farmakologi dari dismenorea yaitu latihan abdominal stretching. Metode penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimen dengan desain one group pretest-posttest dan melibatkan 87 responden yang memenuhi kriteria inklusi. Instrument penelitian ini menggunakan Standar Operasional Prosedur (SOP) abdominal stretching dan lembar observasi numeric rating scale (NRS). Penelitian dilakukan dengan memberi pre-test pada hari pertama kemudian intervensi dilakukan selama 3 hari berturut-turut sejak hari pertama menstruasi. Selanjutnya pengambilan post-test pada hari keempat dari periode menstruasi. Peneiltian ini menggunakan uji wilcoxon untuk analisa data dan didapatkan nilai p value = 0,000 (p<0,05). Dari hasil uji tersebut dapat disimpulkan bahwa adanya pengaruh latihan abdominal stretching terhadap perubahan tingkat dismenorea pada siswi di MTS Salafiyah Depok.
Polycystic Ovary Syndrome Markers and Mechanism Kurniawati, Erna Yovi; Pramono, Noor; Hidayat, Syarief Thaufik; Mahati, Endang
Syifa'Medika Vol 15, No 1 (2024): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/sm.v15i1.7829

Abstract

Polycystic ovary syndrome (PCOS) is a complex endocrine disorder characterized by hormonal imbalances, metabolic dysregulation, and reproductive abnormalities. This study aims to elucidate the significance of PCOS markers and their mechanisms while outlining the methodology employed. A comprehensive literature review was conducted from 2020 to 2023 using databases like PubMed, ScienceDirect, EMBASE, and Google Scholar. Key search terms included "pathophysiology," "pathogenesis," "PCOS," "marker," and "biomarker," aligned with the PICOT criteria. After removing duplicates, articles underwent a two-phase screening process based on predefined inclusion criteria. Additionally, a marker mechanism flowchart was created using the Biorender application. Results highlighted the pivotal role of various markers in understanding PCOS pathophysiology and guiding clinical management. Anthropometric, visual, metabolic, inflammatory, endocrine, and oxidative stress markers were analyzed for their diagnostic, prognostic, and therapeutic implications in PCOS. The study underscores the importance of marker interactions in personalized PCOS management. Limitations in marker interpretation warrant further research to refine diagnostic accuracy and optimize therapeutic interventions. Integrating marker mechanisms enhances understanding of PCOS heterogeneity and informs targeted treatment approaches tailored to individual phenotypic variations.
Efek Puasa Terhadap Biomarker Hepar : Sebuah Tinjauan Pustaka Sistematis Anggraini, Wieke; Irfannuddin, Irfannuddin; santoso, budi; Sinulingga, Sadakata; Zulissetiana, Eka Febri; Nurwany, Raissa
Syifa'Medika Vol 15, No 1 (2024): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/sm.v15i1.8773

Abstract

Terdapat berbagai penelitian yang melihat dampak puasa sebagai intervensi diet yang untuk menurunkan berat badan, menurnkan hemoglobin terglikosilasi, menurunkan risiko aterogenik, meningkatkan sirkulasi sitokin dan proliferasi sel imun. Tinjauan ini bertujuan untuk melihat penelitian terkait puasa dalam menurunkan inflamasi. Tinjauan ini disusun sesuai dengan algoritma PRISMA yang melibatkan 31 kepustakaan yang dikumpulkan dari Pubmed maupun EuropePMC. Tinjauan ini menemukan bahwa puasa dapat mengurangi inflamasi yang ditandai dengan berbagai biomarker. Oleh karena itu puasa dapat menjadi salah satu intervensi diet yang dapat bermanfaat bagi kesehatan jika dilakukan dalam jangka waktu yang lama dan secara konsisten
THE RELATIONSHIP BETWEEN SOFT DRINK CONSUMPTION AND CHRONIC KIDNEY DISEASE IN MUHAMMADIYAH PALEMBANG HOSPITAL Permana, Adhi; Purwoko, Mitayani; Azzahra, Rashieka Adawiya
Syifa'Medika Vol 14, No 2 (2024): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/sm.v14i2.7730

Abstract

Chronic kidney disease (CKD) has become one of the leading causes of death worldwide. It is one of several non-communicable diseases that have seen an associated increase in mortality over the past two decades. The causes of decreased kidney function are due to several factors, including a history of hypertension, cardiovascular history, family history of CKD, history of drinking preserved beverages, colored beverages, and other chemicals, and older age groups. Consuming soft drinks is associated with diabetes, hypertension, and kidney stones as risk factors for chronic kidney disease. This study aims to analyze the relationship between the frequency of soft drinks and chronic kidney disease at the Muhammadiyah Palembang Hospital. The sample of this study was 47 cases and 47 controls with an analytic observational research design with a case-control approach. This study used questionnaires and medical record data at the Palembang Muhammadiyah Hospital. Sampling used a consecutive sampling technique. The results showed that 61.7% of CKD patients and 55.3% of control subjects consumed soft drinks. The types of soft drinks consumed by CKD patients and control subjects were soft drinks with added sweeteners (100.0%). The results of the Pearson Chi-square test showed a value of p=0.644 (p>0.05). This study concluded that there is no relationship between the frequency of soft drinks and chronic kidney disease.
Wellness Program on Weight Loss, Fasting Blood Sugar and Cholesterol Levels in Workers Artanto, Ardi; badri, putri rizki; Fitrianti, Yuni; Isnada, Muhammad Dimas; Meisananda, Nefa Hulwa
Syifa'Medika Vol 14, No 2 (2024): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/sm.v14i2.6762

Abstract

The wellness program is a health program that can be used to prevent non-communicable diseases in company workers. Obesity and high blood sugar can be predictors of diabetes mellitus. High cholesterol levels in workers can cause other complications such as heart disease or even stroke which can reduce performance.The aim of this study was to assess changes in body weight, fasting blood sugar levels, and cholesterol before and after the wellness program. In this study, the sample used was workers at PT Pertamina Refinery Unit III Plaju who had taken part in a wellness program. The research period took place from January to July 2023. Sample collection used a total sampling technique with a retrospective cohort design. Body weight, fasting blood sugar and cholesterol levels were measured on workers before and after implementing the wellness program. After data collection was carried out, the bivariate data was analyzed using the Wilcoxon test with the SPSS program. This study found that there was a significant difference between body weight with a p-value of 0.000 and a p-value of 0.000 for cholesterol levels before and after the wellness program. There was no significant difference between fasting blood sugar levels before and after the wellness program with a p-value of 0.783. Wellness programs can reduce body weight and cholesterol levels in workers.
Peran Kader Jumantik terhadap Pengetahuan Masyarakat Dalam Upaya Pencegahan Demam Berdarah Sofia, Rizka; Z, Khairunnisa; Putri, Meylia Nabilla
Syifa'Medika Vol 15, No 1 (2024): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/sm.v15i1.5830

Abstract

Virus dengue adalah penyebab infeksi yang dikenal sebagai demam berdarah dengue (DBD). Aedes spp. nyamuk merupakan vektor virus dengue yang dapat menyebar dengan cepat ke seluruh dunia. Provinsi Aceh merupakan salah satu dari sepuluh provinsi dengan angka infeksi DBD tertinggi. Banda Aceh merupakan kota di wilayah Aceh dengan angka kejadian dan penularan DBD tertinggi. Pengendalian lingkungan, pengendalian biologis, dan pengendalian kimia adalah metode yang saat ini tersedia untuk menghindari atau mencegah Aedes spp. gigitan. Kegiatan ini diwujudkan oleh peran kader juru pemantau jentik (Jumantik). Kader jumantik berperan dalam memberikan penyuluhan kepada masyarakat tentang pencegahan DBD sehingga bisa meningkatkan pengetahuan masyarakat. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk memutuskan tugas unit jumantik di daerah setempat dalam upaya penanggulangan DBD di Kota Lam Ara, Wilayah Banda Raya, Kota Banda Aceh. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik cross-sectional dengan 274 responden dan data dianalisis menggunakan uji chi square. Hasil temuan menunjukkan bahwa sebagian besar pengetahuan masyarakat (81,8%), tingkat Pendidikan kader adalah pendidikan dan peran kader jumantik (94,9%) positif. Hasil analisis statistik menunjukan p value < 0,05, kesimpulan dari penelitian ini terdapat hubungan antara peran kader jumantik terhadap pengetahuan masyarakat dan tidak terdapat hubungan tingkat pendidikan kader dengan tingkat pengetahuan masyarakat.
Association Of Awkward Wrist Posture With Symptoms of Carpal Tunnel Syndrome In Online Motorcycle Taxi Drivers In Palembang Islamia, Medina Putri; Adnindya, Msy Rulan; Legiran, Legiran; Laeto, Arwan Bin; Hasbi, Alfian
Syifa'Medika Vol 15, No 1 (2024): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/sm.v15i1.8031

Abstract

Carpal tunnel syndrome is a musculoskeletal disorder of the wrist caused by pressure on the median nerve as it passes through the carpal tunnel, resulting in symptoms such as pain, tingling, and numbness. One of the jobs that is at risk of causing CTS complaints is online motorcycle taxi drivers because the awkward posture of the wrist while driving can increase the occurrence of CTS. This research aims to determine there is a relationship between awkward wrist posture and Carpal Tunnel Syndrome based on the Boston Carpal Tunnel Questionnaire (BCTQ) in online motorcycle taxi drivers in Palembang City. This research used a cross sectional method. The data obtained is primary data obtained from interviews using the Boston Carpal Tunnel Questionnaire (BCTQ) to see Carpal Tunnel Syndrome, and Rapid Upper Limb Assessment (RULA) to measure awkward wrist posture. There is no significant relationship between awkward wrist posture (p=0.487) age (p=0.757), length of service (p=0.928), duration of work (p=0.761) with Carpal Tunnel Syndrome based on the Boston Carpal Tunnel Questionnaire (BCTQ). While BMI has a significant relationship (p=0.043) with Carpal Tunnel Syndrome based on the Boston Carpal Tunnel Questionnaire (BCTQ). The conclusion is there is no significant relationship between awkward wrist posture and Carpal Tunnel Syndrome based on the Boston Carpal Tunnel Questionnaire (BCTQ) in online motorcycle taxi drivers in Palembang City.
HUBUNGAN DERAJAT MEROKOK DENGAN KOMORBIDITAS PPOK DI RSU CUT MEUTIA ACEH UTARA Ritonga, Fauzan Rizqi; Khairunnisa, Cut; Herlina, Nina
Syifa'Medika Vol 14, No 2 (2024): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/sm.v14i2.7797

Abstract

 Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) merupakan kondisi yang menunjukkan ciri-ciri dan keterbatasan pada saluran napas yang tidak sepenuhnya reversibel. PPOK termasuk dalam kategori penyakit tidak menular yang telah menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Meningkatnya paparan faktor risiko diduga terkait dengan peningkatan kasus PPOK. Konsumsi rokok merupakan salah satu faktor resiko yang paling berpengaruh terhadap kejadian PPOK. Perilaku merokok yang tinggi di masyarakat Aceh utara pada segala usia ini yang kemungkinan berpengaruh terhadap tingginya kejadian PPOK. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan derajat merokok dengan komorbiditas PPOK di RSU Cut Meutia Kabupaten Aceh utara tahun 2023. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik terhadap 91 sampel yang berusia >18 tahun yang diambil secara purposive sampling. Pengukuran dilakukan dengan menggunakan kuesioner yang terdiri dari derajat merokok menggunakan rumus indeks brinkman serta kategori komorbiditas PPOK. Penelitian ini menunjukkan bahwa mayoritas responden adalah kategori PPOK tanpa komorbid dengan derajat merokok berat sebesar 73,9%. Hasil analisis statistik menggunakan uji Chi square menunjukkan p value > 0,05. Terdapat derajat merokok yang berat pada kedua jenis komorbiditas PPOK sehingga hasil dari penelitian ini adalah tidak terdapat hubungan yang signifikan antara derajat merokok dengan komorbiditas PPOK di RSU Cut Meutia Kabupaten Aceh Utara Tahun 2023
Hubungan Beban Kerja, Durasi Kerja, dan Ritme Sirkadian terhadap kelelahan Kerja Perawat Ulandari, Anita; Noor, Meitria Syahadatina; Noor, Ihya Hazairin; Nisa, Mufatihatul Aziza
Syifa'Medika Vol 15, No 1 (2024): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/sm.v15i1.7737

Abstract

Data kelelahan kerja dari National Safety Council (NSC) tahun 2018 menunjukkan bahwa dari 2.010 tenaga kerja di Amerika Serikat menunjukkan sekitar 13% kecelakaan kerja di tempat kerja disebabkan oleh faktor kelelahan. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa 80% hingga 97% pekerja memiliki satu dan dua faktor resiko kelelahan kerja. Teori Grandjean menyebutkan kelelahan kerja dipengaruhi berbagai faktor diantaranya yaitu intensitas dan lamanya kerja fisik dan mental, keadaan lingkungan, circadian rhytm, tanggung jawab, status kesehatan, dan keadaan gizi. Desain penelitian adalah cross sectional. Sampel penelitian ini sebanyak 91 dengan teknik simple random sampling. Uji analisis data menggunakan uji chi-square. Instrumen penelitian menggunakan Kuesioner Alat Ukur Perasaan Kelelahan Kerja (KAUPK2), kuesioner beban kerja, dan kuesioner morningness eveningness questionnaire (MEQ). Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara beban kerja (P-value = < 0,0001) dan durasi kerja (P-value =< 0,0001), sedangkan tidak terdapat hubungan antara ritme sirkadian (P-value = 0,939) dengan kelelahan kerja pada perawat RSUD Dr. H. Moch. Ansari Saleh Banjarmasin.
Diagnosis dan Tatalaksana Alergi Obat Poedjijo, Yanuar Saputra; Raveinal, Raveinal; Elvira, Dwitya
Syifa'Medika Vol 15, No 1 (2024): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/sm.v15i1.7504

Abstract

Penggunaan obat memiliki risiko terjadinya reaksi simpang obat yang disebut dengan “Adverse Drug Reaction” (ADR). Reaksi simpang obat didefinisikan sebagai reaksi yang tidak diinginkan atau merugikan akibat penggunaan suatu obat yang terjadi pada dosis tertentu. Reaksi simpang obat dapat dibedakan menjadi tipe A dan tipe B yang dipengaruhi oleh farmakogenetik dan reaksi hipersensitivitas. Reaksi simpang obat tipe A diantaranya adalah toksisitas obat (drug overdose), efek samping umum obat, efek sekunder, dan interaksi obat. Reaksi simpang obat tipe B diantaranya adalah alergi dan hipersensitifitas. Reaksi hipersensitif dapat dibedakan menjadi reaksi tipe I, II, III, dan IVa, IVb, IVc, IVd. Penegakan diagnosis alergi obat harus dilakukan dengan anamnesis lengkap, pemeriksaan fisik dan penunjang seperti skin testing dan laboratorium. Prinsip pengobatan alergi obat yaitu dengan menghentikan segera pemberian obat yang dicurigai dapat menimbulkan gejala. Tatalaksana alergi obat dapat diberikan secara non-farmalokogis seperti desensitisasi dan secara farmakologis yang bersifat suportif dan simptomatis. sering dijumpai over diagnosis atau under diagnosis dalam kejadian alergi obat dan berdampak buruk pada kualitas hidup pasien. Berdasarkan latar belakang diatas, tinjauan kepustakaan ini ditulis untuk meningkatkan pemahaman mengenai mekanisme terjadinya alergi obat sehingga dapat menegakan diagnosis dan tatalaksana alergi obat yang tepat.

Filter by Year

2010 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 16, No 1 (2025): Syifa Medika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 15, No 2 (2025): Syifa Medika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 15, No 1 (2024): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 14, No 2 (2024): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 14, No 1 (2023): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 2 (2023): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 1 (2022): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 2 (2022): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 1 (2021): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 11, No 2 (2021): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 11, No 1 (2020): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 10, No 2 (2020): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 10, No 1 (2019): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 9, No 2 (2019): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 9, No 1 (2018): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 8, No 2 (2018): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 7, No 2 (2017): vol.7 no.2 Vol 8, No 1 (2017): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 7, No 2 (2017): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 7, No 1 (2016): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 6, No 2 (2016): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 6, No 1 (2015): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 5, No 2 (2015): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 5, No 1 (2014): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 4, No 2 (2014): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 4, No 1 (2013): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 3, No 2 (2013): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 3, No 1 (2012): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 2, No 2 (2012): syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 2, No 1 (2011): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 1, No 2 (2011): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 1, No 1 (2010): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan More Issue