cover
Contact Name
Sarip Hidayat
Contact Email
mohsyarifhidayat@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
metasastra@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. bandung,
Jawa barat
INDONESIA
METASASTRA: Jurnal Penelitian Sastra
ISSN : 20857268     EISSN : 25032127     DOI : -
Metasastra: Jurnal Penelitian Sastra is a journal published by Balai Bahasa Jawa Barat, ISSN printed 2085-7268 and ISSN online 2503-2127. This journal is a literary research journal that publishes various research reports, literature studies, and literary papers on literature. Published periodically twice a year in June and December. This journal also serves as a media dissemination of information research results and literature review.
Arjuna Subject : -
Articles 14 Documents
Search results for , issue " Vol 9, No 1 (2016)" : 14 Documents clear
Petunjuk Penulisan Metasastra Vol 9, No 1, Juni 2016 Supriatin, Yeni Mulyani
METASASTRA: Jurnal Penelitian Sastra Vol 9, No 1 (2016)
Publisher : Balai Bahasa Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26610/metasastra.2016.v9i1.%p

Abstract

HARMONISASI EKOLOGI DALAM TATANGAR BANJAR (Ecology Harmonization in Tatangar Banjar) Musdalipah, Musdalipah
METASASTRA: Jurnal Penelitian Sastra Vol 9, No 1 (2016)
Publisher : Balai Bahasa Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26610/metasastra.2016.v9i1.83-94

Abstract

Berbagai peristiwa alam yang dijadikan simbol dengan makna tertentu oleh masyarakat Banjar disebut tatangar atau pertanda. Berbagai tatangar Banjar menyiratkan harmonisasi ekologi antara masyarakat Banjar dengan alam sekitarnya. Hal ini tidak lepas dari kehidupan masyarakat Banjar yang berada di tengah alam Kalimantan. Meski demikian, oleh sebagian masyarakat tatangar hanya dianggap takhayul dan mulai ditinggalkan. Saat ini penelitian tentang tatangar Banjar ini masih sangat sedikit, sehingga penelitian ini perlu dilakukan. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan harmonisasi ekologi yang ada dalam berbagai tatangar Banjar dan pemaknaan masyarakat Banjar terhadapnya. Penggunaan metode kualitatif pada penelitian ini dimaksudkan untuk mendapatkan data yang akurat dan mendeskripsikan hasil temuan, khususnya berhubungan dengan harmonisasi ekologi antara masyarakat Banjar dengan alam sekitarnya.  Ada lima buah tatangar yang dianalisis secara mendalam dengan hasil bahwa (1) Sebagai manusia yang hidup di tengah alam bebas Kalimanta n, masyarakat Banjar sangat menghargai alam dan selalu bersinergi dengan gejala alam yang tampak di sekitarnya dalam berbagai segi kehidupan , termasuk dalam tatangarnya. (2) Berbagai gejala alam, termasuk perilaku hewan dan peristiwa alam, dianggap sebagai simbol yang disampaikan alam kepada manusia, selanjutnya dimaknai  tertentu, dan terciptalah tindakan tertentu yang harus dilakukan oleh masyarakat Banjar.
Abstrak Bahasa Inggris Supriatin, Yeni Mulyani
METASASTRA: Jurnal Penelitian Sastra Vol 9, No 1 (2016)
Publisher : Balai Bahasa Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26610/metasastra.2016.v9i1.%p

Abstract

DINAMIKA MASKULINITAS DAN FEMININITAS DALAM NOVEL SEPERTI DENDAM, RINDU HARUS DIBAYAR TUNTAS KARYA EKA KURNIAWAN Permata, Denti; Priyatna, Aquarini; Rahayu, Lina Meilinawati
METASASTRA: Jurnal Penelitian Sastra Vol 9, No 1 (2016)
Publisher : Balai Bahasa Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26610/metasastra.2016.v9i1.13-24

Abstract

Artikel ini mengkaji dinamika maskulinitas dan femininitas perempuan dalam novel Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas karya Eka Kurniawan. Teks novel ini menampilkan tokoh perempuan bernama Iteung  mengalami kekerasan seksual oleh gurunya ketika duduk di bangku SD. Efek dari kekerasan seksual tersebut membuat dirinya tumbuh menjadi perempuan tomboy. Semenjak itu, perilakunya selalu berubah-ubah kadang feminin kadang pula maskulin. Kajian ini dilandasi dengan teori maskulinitas perempuan dan tomboyisme Halberstam (1998). Hasil analisis menunjukkan bahwa sikap tomboy Iteung merepresentasikan bentuk negosiasinya terhadap budaya patriarki yang telah melecehkannya.

Page 2 of 2 | Total Record : 14