cover
Contact Name
Surya Farid Sathotho
Contact Email
suryafarid@isi.ac.id
Phone
+6282228334645
Journal Mail Official
dtreview@isi.ac.id
Editorial Address
Fakultas Seni Pertunjukan Institut Seni Indonesia Yogyakarta
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Dance and Theatre Review: Jurnal Tari, Teater, dan Wayang
ISSN : 25025880     EISSN : 26866027     DOI : https://doi.org/10.24821/dtr.v4i2
Core Subject : Humanities, Art,
Dance & Theater Review (DTR) is a journal published in May and November, hosted by the Faculty of Performing Arts of Institut Seni Indonesia Yogyakarta. It is firstly published in May 2018. Journal of DTR contains any results of research and creation of dance, theatre, and wayang as well as performing arts education.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 2: November 2023" : 5 Documents clear
Wiwitan Sebagai Pergelaran Budaya Dalam Tinjauan Ekofeminisme Surya Farid Sathotho
Dance and Theatre Review Vol 6, No 2: November 2023
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/dtr.v6i2.11062

Abstract

Penelitian ini melakukan analisis wiwitan di Desa Sumber, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah sebagai pergelaran budaya. Tradisi Wiwitan secara umum merupakan sebuah bentuk penghormatan kepada Dewi                   Sri yang merupakan dewi padi. Sejarah turunnya ajaran wiwitan dimulai dari cerita rakyat Dewi Sri yang datang ke Tanah Jawa saat mengalami paceklik. Mereka memohon kepada Tuhan untuk diberikan rezeki dan terbebas dari bencana yang saat itu melanda. Wiwitan merupakan bentuk upacara yang berupa selamatan atau kenduri dan dilaksanakan sebelum melakukan panen. Menarik untuk dilihat mengapa pada masa sekarang ritual ini tetap dilakukan oleh sebagian petani meski dengan cara yang sederhana. Pada ritual tersebut terdapat unsur-unsur pertunjukan. Metode penelitian kualitatif memiliki beberapa keunggulan, yaitu: penyesuaian metode kualitatif lebih mudah apabila berhadapan dengan kenyataan peneliti, menyajikan secara langsung hakikat hubungan antara peneliti dan responden, serta lebih peka dan dapat menyesuaikan diri dengan banyak penajaman pengaruh bersama dan terhadap pola- pola nilai yang dihadapi. Sebagai sebuah kegiatan yang mengandung unsur pertunjukan, maka kajian dari sudut pandang teater sangat memungkinkan. Ada keterkaitan antara teater dan ritual sehingga mengkaji sebuah ritual dengan pendekatan teater ataupun sebaliknya sangat memungkinkan dengan menggunakan pemahaman pergelaran budaya atau cultural performance. Sosok Dewi Sri sebagai dewi padi yang dipuja petani memperlihatkan konsep Kosmologi Jawa terhadap Perempuan. Adanya unsur laki-laki dan perempuan dalam bentuk-bentuk ritual memperlihatkan bahwa kajian ekofeminisme bisa dilakukan pada ritual. Konsep ekofeminisme membahas bagaimana menyetarakan antara perempuan dan bumi serta hubunganya dengan laki-laki dalam budaya patriarki. Kata kunci: wiwitan, pergelaran budaya, ritual, ekofeminisme
Penerapan Pembelajaran SBDP Materi Seni Tari Kelas V B SD Negeri Nogopuro Alfian Eko Widodo Adi Prasetyo; Shinta Melia Khorini'mah; Khofifah Indah Permatasari
Dance and Theatre Review Vol 6, No 2: November 2023
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/dtr.v6i2.9443

Abstract

Latar belakang penelitian ini yaitu ditemuinya permasalahan dalam pebelajaran SBdP pada materi seni tari di kelas VB. Pandemi menjadi latar belakang tidak efektifnya pembelajaran praktik, hal ini yang menjadi kajian masalah tentang bagaimana mengembalikan pembeljaran praktik seni tari menjadi efektif kembali.Penelitian ini menggunakan Metode diskriptif kualitatif. Penelitian ini menerapkan trianggulasi data dan sumber data sebagai bahan uji keabsahaan. Hasil penelitian akan mendiskripsikan tentang bentuk penerapan pembelajaran SBDP seni tari pada kelas V B SD Negeri Nogopuro, yang meliputi perencanan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran SBdP seni tari menggunakan model pembelajaran kooperatif dan evaluasi pembelajaran seni tari berupa penilaian dalam bentuk pementasan tari kreasi daerah. Hasil kedua mendiskripsikan faktor pendukung dan penghambat dalam penerapan pembelajaran seni tari di kelas VB yang meliputi sisi peserta didik, sisi guru dan sisi lingkungan sekolah. Hasil belajar penerapan pada materi seni tari di kelas VB SD Negeri Nogopuro menunjukan peserta didik menari dengan percaya diri, kemampuan peserta didik menghafal nama-nama tarian cuku bagus tetapi masih kurang dalam menghafal asal daerah tari, peserta didik dapat menarikan sesuai dengan iringan, dan peserta didik mampu menentukan kostum serta properti yang sesuai dengan tarian.Kata kunci: Pembelajaran SBdP, Seni Tari, Sekolah Dasar
Interpretasi Nuja’’ Rame Kedalam Koreografi Tu Nuja’’ sebagai Upaya Konservasi Kultural Masyarakat Sumbawa Hana Medita
Dance and Theatre Review Vol 6, No 2: November 2023
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/dtr.v6i2.10755

Abstract

Sumbawa mempunyai keragaman budaya dan tradisi salah satunya adalah Nuja’’ Rame. Nuja’’ Rame adalah proses menumbuk padi secara bersama-sama, dan kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian prosesi pernikahan adat Sumbawa. Nuja’’ sering dilakukan oleh  masyarakat Sumbawa saat panen dan dilanjutkan dengan acara pernikahan dikarenakan semua kebutuhan yang diperlukan sudah cukup dan mampu menggelar acara pernikahan. Dalam prosesi nuja’’ terdapat bunyi yang dihasilkan dari pola pukulan dari rantok dan deneng.Pukulan ini menggunakan pola yang bernama basalolo dan basanentek. Dua pola ini tidak bisa berdiri sendiri tetapi saling berkesinambungan. Pukulan utama yang memulai nuja’’ adalah pola basalolo dan pola basanentek yang mengisi pukulan utama. Dari gabungan dua pola tersebut menghasilkan irama yang sering dikenal dengan pangonteng, dari irama tersebut menjadikan kegiatan atau prosesi nuja’’ ramai memiliki suasana gotong-royongnya sangat kental. Bersumber dari prosesi nuja’’ maka diciptakan sebuah karya tari dan dijadikan sebagai upaya pemeliharaan atau pelestarian tradisi dan budaya melalui karya tari. Penciptaan koreografi kelompok ini bertipe dramatik  dengan mengolah pola serta gerak yang ada pada kegiatan nuja’.Kata kunci: nuja’ rame, prosesi, dan penciptaan koreografi
Aktualisasi Konsep Hredaya Kamala Madya dalam Penciptaan Tari Kamala Madya di Desa Tanjung Benoa, Bali Ida Ayu Wimba Ruspawati
Dance and Theatre Review Vol 6, No 2: November 2023
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/dtr.v6i2.10862

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap konsep filosofis Hredaya Kamala Madya dalam Kakawin Siwaratri Kalpa dan bagaimana konsep tersebut diintegrasikan dalam penciptaan tari berjudul Kamala Madya di Desa Tanjung Benoa, Bali. Melalui metode kualitatif dengan pendekatan analisis deskriptif, penelitian ini memanfaatkan wawancara mendalam dengan Ida Bagus Wiryanatha, seorang pakar sastra kakawin, untuk merumuskan cerita dan nilai-nilai penting dalam Kakawin Siwaratri Kalpa, termasuk konsep Hredaya Kamala Madya. Analisis juga dilakukan pada video rekaman karya tari Kamala Madya untuk mengungkap bagaimana konsep tersebut terwujud dalam gerakan, musik, kostum, dan elemen penting tari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep filosofis Hredaya Kamala Madya melambangkan abstraksi bunga teratai di hati manusia, merepresentasikan penyucian batin sebagai langkah penting menuju kedamaian hati. Penelitian ini mengungkap inspirasi yang mendasari penciptaan Tari Kamala Madya dan memperkaya nilai artistik melalui simbolisme filosofis dalam elemen artistik seperti gerak tari, musik, tata rias dan busana serta property utama tarian berupa kipas. Penelitian ini diharapkan mampu memberikan wawasan mendalam terhadap pemahaman Tari Kamala Madya khususnya dalam usaha memberdayakan masyarakat Desa Tanjung Benoa sebagai destinasi pariwisata pasca Covid-19. Kata kunci: Hredaya Kamala Madya, Kakawin Siwaratri Kalpa, Inspirasi, Penciptaan Tari, Tari Kamala Madya.
Hasil Interpretasi Problematika Kesetaraan Gender dalam Proses Kreatif PenciptaanTari Yussi Ambar Sari
Dance and Theatre Review Vol 6, No 2: November 2023
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/dtr.v6i2.11185

Abstract

Jenis kelamin secara biologis merupakan kodrat Tuhan, sedangkan gender merupakan perbedaan yang bukan biologis dan bukan kodrat Tuhan. Gender merupakan perbedaan perilaku antara laki-laki dan perempuan yang dikonstruksi secara sosial, bukan berdasarkan kodrat dari Tuhan melainkan diciptakan oleh manusia melalui proses sosial dan kultural yang panjang. Keluarga memiliki berbagai macam aturan, mulai dari cara belajar, pergaulan, norma, tanggung jawab, ibadah, dan tata krama (sopan santun atau etika). Ketika perempuan mulai menyadari bahwa mereka memiliki permasalahan dan pengalaman yang sama, mereka menggunakan pemahaman untuk menentang cara memahami dunia yang sudah lama ada tetapi tidak sesuai dengan pengalaman yang mereka alami dalam memahami dunia. Berdasarkan pengalaman empiris koreografer tanggapan tersebut membuatnya berontak pada beberapa aturan keluarga, khususnya aturan yang dibuat oleh seorang ayah yang lebih protektif terhadap putrinya. Para feminis memandang bahwa keluarga adalah sumber kunci penindasan yang mereka alami Jika semua hal diatur seperti robot, kurang fleksibel terhadap perubahan hidup, sangat memungkinkan adanya pemberontakan terhadap aturan yang mengekangnya. Kata Kunci: Gender, Pengalaman Empiris, dan Feminis.

Page 1 of 1 | Total Record : 5