cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Perikanan Universitas Gadjah Mada
ISSN : 08536384     EISSN : 25025066     DOI : -
Jurnal Perikanan Universitas Gadjah Mada are published to promote a critical review of the various investigative issues of interest in the field of fisheries between the researchers, academics, students and the general public, as a medium for communication, dissemination, and utilization of wider scientific activities.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 13, No 2 (2011)" : 6 Documents clear
IDENTIFIKASI MOLEKULER DENGAN TEKNIK PCR-RFLP LARVA PARASIT Anisakis spp (Nematoda: Anisakidae) PADA IKAN TONGKOL (Auxis thazard) DAN KEMBUNG (Rastrelliger kanagurta) DARI PERAIRAN MAKASSAR Hilal Anshary
Jurnal Perikanan Universitas Gadjah Mada Vol 13, No 2 (2011)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jfs.3064

Abstract

Beragam spesies ikan laut dikenal sebagai inang perantara dari berbagai spesies parasit, termasuk nematoda Anisakis yang merupakan agen penyebab Anisakiasis pada manusia. Anisakiasis dapat terjadi pada manusia setelah memakan ikan mentah atau setengah matang yang terinfeksi oleh Anisakis sp. Di Indonesia, khususnya di Sulawesi Selatan, informasi tentang Infeksi Anisakis ikan sering kali diabaikan dan tidak terdokumentasi dengan baik. Oleh karena itu, penelitian ini dimulai dengan mengumpulkan larva nematoda dari dua spesies ikan (Auxis thazard dan Rastrelliger kanagurta). Organ tubuh yang diperiksa meliputi rongga perut, organ internal dan jaringan otot. Larva nematoda yang diidentifikasi secara morfologis menunjukkan Anisakis spp kemudian dipisahkan untuk identifikasi secara molekuler lebih lanjut. Parasit difiksasi dalam etanol 70% dan dilanjutkan dengan PCR menggunakan primer ITS-1, 5.8S dan ITS-2 regions. Secara morfologi, Anisakis spp. dapat dibedakan dengan Anisakidae lain oleh adanya ventriculus yang jelas terlihat padaAnisakis spp. di bawah mikroskop stereo. Anisakis tipe I dan tipe II dibedakan oleh adanya mukron yang hanya terdapat pada Anisakistipe I dan tidak adanya di Anisakis tipe II. Spesies yang diidentifikasi menggunakan PCR-RFLP menunjukkan bahwa nematoda yang ditemukan pada ikan tongkol dan ikan kembung adalah Anisakis Typica.
PENGARUH SHELTER TERHADAP PERILAKU DAN PERTUMBUHAN UDANG GALAH (Macrobrachium rosenbergii) Susilo B. Priyono; Sukardi Sukardi; Bonar S.M. Harianja
Jurnal Perikanan Universitas Gadjah Mada Vol 13, No 2 (2011)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jfs.3065

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku kesukaan udang galah terhadap shelter berdasarkan karakter morfotipenya dan mengetahui pengaruh penambahan shelter terhadap pertumbuhan udang. Udang diklasifikasikan menjadi lima morfotipe, yaitu jantan bercapit biru (BC), jantan bercapit oranye (OC), jantan kecil (SM), betina bertelur (BF), dan betina tidak bertelur (VF). Perilaku udang yang diamati meliputi perilaku individu dan pasangan morfotipe terhadap shelter tunggal (potongan pipa PVC) dan perilaku populasi morfotipe terhadap shelter bertingkat (anyaman bambu). Penggunaan shelter bertingkat diteliti lebih lanjut pada pembesaran udang di kolam dengan padat tebar 5 dan 10 ekor/m2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap morfotipe udang memanfaatkan shelter yang ada sebagai tempat berlindung. Morfotipe SM, OC dan BF memiliki agresivitas tinggi untuk mendapatkan shelter, sementara VF cenderung moderat dan yang terendah adalah SM. Penambahan shelter bertingkat pada kolam secara signifikan mampu meningkatkan (P <0,05) pertumbuhan, sintasan, dan produksi bersih udang, serta menurunkan rasio konversi pakan (FCR) secara signifikan (P <0,05).
EVALUASI VARIASI GENETIK RAS-RAS IKAN GURAME DENGAN MENGGUNAKAN MARKER DNA Estu Nugroho
Jurnal Perikanan Universitas Gadjah Mada Vol 13, No 2 (2011)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jfs.3066

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengamati variasi genetik strain Bastar, Paris dan Blusafir dengan menggunakan penanda RAPD. DNA ikan gurame diekstraksi dari sirip, dan diamplifikasi secara random dengan menggunakan primer OPA 1-20. Tidak terdapat perbedaan secara genetik antara tiga strain yang diuji. Berdasarkan dua primer RAPD (OPA 4 dan 7), variabilitas tertinggi diamati pada Bluesafir dengan nilai heterogenitas 0,3050 diikuti dengan Paris dengan nilai 0,2832 dan Bastar dengan nilai 0,2360. Jarak rata Nei genetik adalah 0,118, dengan terendah yang teramati antara Paris dan Bluesafir.
PENDUGAAN KANDUNGAN BETA KAROTEN IKAN LOMPA (Thryssa baelama) DI PERAIRAN PANTAI APUI, MALUKU TENGAH Meillisa C. Mainassy; Jacob L.A. Uktolseja; Martanto Martosupono
Jurnal Perikanan Universitas Gadjah Mada Vol 13, No 2 (2011)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jfs.3062

Abstract

Perairan Pantai Apui merupakan salah satu habitat ikan Lompa (Thryssa baelama) di Maluku Tengah dari area penyebaran di seluruh dunia. Ikan Lompa berpotensi menjadi makanan fungsional sebagai sumber beta karoten. Penelitian ini bertujuan menduga potensi beta karoten ikan Lompa di Perairan Pantai Apui dengan pendekatan dinamika populasi berdasarkan Virtual Population Analysis. Penelitian dilakukan dengan cara menghitung parameter dinamika populasi ikan Lompa beserta dengan biomasa. Hasil penelitian menunjukkan dugaan panjang asimtotik (L∞) sebesar 14,63 cm, koefisien pertumbuhan (K) sebesar 0,4/tahun, mortalitas alami (M) sebesar 0,9494/tahun, mortalitas penangkapan (F) sebesar 0,4066/tahun. Kondisi stok ikan masih di bawah tangkap lebih (E = 0,30) dengan potensi biomasa sebesar 62,10 ton/tahun dan hasil panen 6,63 ton/tahun. Kandungan beta karoten sebesar 0,22 μg/g berat basah dengan potensi beta karoten berdasarkan biomasa sebesar 13,67 kg/tahun dan hasil panen sebesar 1,46 kg/tahun. Perkiraan rata-rata kontribusi kebutuhan vitamin A ikan Lompa hanya dari beta karoten untuk penduduk Apui masing-masing untuk anak usia 1–3 tahun, anak usia 4–5 tahun, ibu mengandung, dan ibu menyusui adalah 28,4%; 25,3%; 14,2%; 8,7% per tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ikan Lompa di Perairan Pantai Apui memiliki potensi kandungan beta karoten yang dapat berkontribusi untuk memenuhi kebutuhan vitamin A  bagi penduduk Apui, sehingga ia dapat menjadi makanan fungsional untuk kesehatan.
PERUBAHAN SOSIAL PETAMBAK DI KELURAHAN KARANGANYAR KECAMATAN TUGU KOTA SEMARANG Tika Wulandari; Hery Saksono; Suadi Suadi
Jurnal Perikanan Universitas Gadjah Mada Vol 13, No 2 (2011)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jfs.3067

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan sosial petambak dalam 25 tahun (1986–2011) dan faktor-faktor penyebab perubahan tersebut di Kelurahan Karanganyar Kecamatan Tugu Semarang. Penelitian menggunakan metode sensus terhadap kelompok responden petambak yang masih aktif dan mantan petambak, yang masing-masing berjumlah 31 orangpetambak aktif dan 12 orangmantan petambak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa telah terjadi perubahan struktur sosial, organisasi, dan kegiatan ekonomi petambak dalam seperempat abad terakhir. Lapisan kaya saat penelitianini dilakukan(2011) adalah pemilik tambakyang lahannya sudah dijual ke pabrik, tetapi masih dapat digarap sendiri dan pemilik tambak yang lahannya belum dijual ke pabrik, tetapi masih ada orang yang menyewa. Lapisan menengah yaitu penggarap yang memiliki luas garapan besar (>2 ha). Lapisan miskin terdiri atas buruh tambak, pemilik tambak yang lahan tambaknya belum dijual ke pabrik tetapi tidak ada orang yang menyewa, dan penggarap yang memiliki luas garapan kecil (< 2 ha). Organisasi yang terbentuk adalah dua kelompok petambak. Golongan pemilik dan penggarap sebagian besar menjadi wirausahawan, sedangkan golongan buruh menjadi buruh pabrik. Perubahan tata guna lahan dari kawasan tambak menjadi kawasan industri, penurunan produktivitas tambak, serta tingkat abrasi pantai yang sangat tinggi menjadi faktor penting perubahan sosial tersebut. Strategi adaptasi yang didukung oleh rekayasa sosial (social engineering) diperlukan untuk menanggapi berbagai perubahan tersebut.
PEMANFAATAN BAHAN ALAMI UNTUK MEMPERPANJANG UMUR SIMPAN IKAN KEMBUNG (Rastrelliger neglectus) Eko Susanto; Tri W. Agustini; Fronthea Swastawati; Titi Surti; Akhmad S. Fahmi; Mahmud F. Albar; Muhammad K. Nafis
Jurnal Perikanan Universitas Gadjah Mada Vol 13, No 2 (2011)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jfs.3063

Abstract

Penelitian ini bertujuan memanfaatkan sosor bebek dan jahe merah sebagai bahan pengawet alami ikan serta mencari rasio terbaik ikan dan es pada penanganan ikan kembung. Penelitian ini memanfaatkan daun sosor bebek (Kalanchoe pinnata Lamk.Pers) dan jahe merah (Zingiber officinalle var. Amarum) sebagai pengawet alami pada ikan kembung (Rastrelliger neglectus) yang didinginkan dengan perbandingan ikan dan es yang berbeda. Perlakuan pada penelitian ini adalah perlakuan sosor bebek 20% dan jahe merah 9%. Ikan kembung disimpan dalam rasio ikan dan es yang berbeda (1:1 (kontrol), 1:1, 3:1, 5:1 (dengan perlakuan bahan alami) selama 12 hari. Parameter yang diamati adalah perubahan organoleptik, TPC, dan TVBN. Perlakuan terbaik dihasilkan dari perlakuan rasio ikan dan es 1:1. Kedua bahan alami dapat digunakan sebagai alternatif untuk memperpanjang shelf-life ikan kembung.

Page 1 of 1 | Total Record : 6