cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Selaras : Kajian Bimbingan dan Konseling serta Psikologi Pendidikan
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 1 (2020): Mei 2020" : 5 Documents clear
MINAT REMAJA TERHADAP PENGGUNAAN BUKU DIARY DAN JOTFORM DALAM KONSELING INDIVIDUAL Theodora Nurmalia; Riska Handayani; Maslikhah; R.A. Murti Kusuma W
Jurnal Selaras : Kajian Bimbingan dan Konseling serta Psikologi Pendidikan Vol. 3 No. 1 (2020): Mei 2020
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/Jsvol2iss1pp1

Abstract

ABSTRACT This study aims to determine the interest of adolescents in the use of diary and jotform books that support individual counseling. The diary book is one of the media used by guidance and counseling teachers in supporting individual counseling. The diary (diary book) can be used as a trusted place for solving the problems encountered. Jotform application media can facilitate direct interaction and facilitate teacher guidance and counseling in carrying out their duties, utilizing the development of information and communication technology, and facilitate students in writing problems faced directly or online, anytime and anywhere but confidential. The subjects of the study were students of class VIII at one of the State Junior High Schools (SMPN) in Serang Regency, West Java, totaling 30 people. The instruments used in this study were made by researchers. The results showed that 83% thought it was easier to write directly in the diary on personal issues than to fill in a Jotform application. As many as 80% admit that filling out a Jotform application as a fun activity, while 20% admit writing a diary book as a boring activity. 73% considered it more practical to use the Jotform application as a supporting medium in individual counseling. Basically, the media used in individual counseling only helps students in expressing their thoughts, feelings and problems to make it easier, more comfortable, and to maintain their confidentiality. Keyword: diary, individual counseling, jotform, interes ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui minat remaja terhadap penggunaan buku diary dan jotform yang menunjang konseling individual. Buku diary merupakan salah satu media yang digunakan oleh guru bimbingan dan konseling dalam menunjang konseling individual. Buku harian (buku diary) dapat dijadikan sebagai tempat yang dipercaya dalam penyelesaian masalah yang dihadapi. Media aplikasi jotform dapat memudahkan interaksi secara langsung dan memudahkan guru bimbingan dan konseling dalam menjalankan tugasnya, memanfaatkan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, serta memudahkan peserta didik dalam menuliskan masalah yang dihadapi secara langsung atau online, kapan dan dimana saja tetapi rahasia. Subjek penelitian yaitu peserta didik kelas VIII pada salah satu Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) di Kabupaten Serang, Jawa Barat yang berjumlah 30 orang. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini dibuat oleh peneliti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 83% menganggap lebih mudah menuliskan secara langsung pada buku diary mengenai permasalahan pribadi daripada mengisi aplikasi jotform. Sebanyak 80% mengakui bahwa mengisi aplikasi jotform sebagai kegiatan yang menyenangkan, sedangkan 20% mengakui menulis buku diary sebagai kegiatan yang membosankan. Sebesar 73% menganggap lebih praktis menggunakan aplikasi jotform sebagai media pendukung dalam konseling individual. Pada dasarnya, media yang digunakan dalam konseling individual hanya membantu peserta didik dalam menuangkan pikiran, perasaan serta masalah yang dihadapi agar lebih mudah, nyaman, dan tetap terjaga kerahasiaannya. Kata Kunci: buku diary, konseling individual, jotform, minat
PERBEDAAN KUALITAS HIDUP PADA WANITA MENOPAUSE YANG BEKERJA DAN TIDAK BEKERJA Pingkan Evelin Eunike Laritmas; Krismi Diah Ambarwati2
Jurnal Selaras : Kajian Bimbingan dan Konseling serta Psikologi Pendidikan Vol. 3 No. 1 (2020): Mei 2020
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/Jsvol2iss1pp1

Abstract

ABSTRACT This study is initiated by the importance of the menopause phase for many women, both those who work and those who do not work. This study aims to determine the differences in the quality of life of postmenopausal women who work and postmenopausal women who do not work. This research is a comparative research. The participant used in this study were 30 menopausal women respondents who worked and 30 menopausal women respondents who did not work. The data test method used the WHOQOL-BREF quality of life scale as many as 21 items. WHOQOL-BREF quality of life scale was tested for reliability, a reliability test result of 0.904 so the scale is classified as very reliable. The data analysis technique used the independent sample t-test. Based on the results of the t-test, it was found that the significance (p) of 0.750 was the same as p> 0.05, meaning that there is null hypothesis (H0) is accepted and the working hypothesis (H1) is rejected dan hipotesis kerja. So, was no difference in the quality of life of menopausal women who worked and did not work Keyword: don’t work, menopause, quality of life, work ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi dengan pentingnya fase menopause terhadap banyak wanita, termasuk pada wanita yang bekerja maupun wanita yang tidak bekerja. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan kualitas hidup wanita menopause yang bekerja dan wanita menopause yang tidak bekerja. Penelitian ini merupakan sebuah penelitian komparatif. Partisipan dalam penelitian ini adalah 30 wanita menopause yang bekerja dan 30 wanita menopause yang tidak bekerja. Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner / skala kualitas hidup WHOQOL-BREF sebanyak 21 aitem. Skala kualitas hidup WHOQOL-BREF diuji reliabilitas, dan hasil reliabilitas sebesar 0,904 sehingga skala tersebut tergolong sangat andal. Berdasarkan hasil uji analisis dengan metode independent sample t-test didapatkan bahwa signifikansi (p) sebesar 0,750 yang sama dengan p > 0,05, artinya hipotesis nol (H0) diterima dan hipotesis kerja (H1) ditolak. Oleh karena itu, tidak terdapat perbedaan kualitas hidup yang signifikan antara kedua kelompok yaitu kelompok wanita menopause yang bekerja dan wanita menopause yang tidak bekerja. Kata Kunci: tidak bekerja, menopause, kualitas hidup, bekerja
HUBUNGAN ANTARA PEMBERIAN BIMBINGAN KARIER DENGAN PENGEMBANGAN POTENSI PESERTA DIDIK DI SMA CAHAYA SAKTI JAKARTA TIMUR Luni Juwita Sari Asi Simarmata; Renatha Ernawati; Ronny Gunawan
Jurnal Selaras : Kajian Bimbingan dan Konseling serta Psikologi Pendidikan Vol. 3 No. 1 (2020): Mei 2020
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/Jsvol2iss1pp1

Abstract

ABSTRACT This study aims to answer the question whether there is a relationship between providing guidance with the development of self-potential of students at Cahaya Sakti High School. This study uses a quantitative method using a modified Likert model, which is a scale used to measure the provision of career guidance about the phenomenon of self-potential. The sample used in this study is random sampling. The results of the regression analysis showed a value of 0.647, meaning that the relationship between providing career guidance and developing the potential of students was said to be strong. The effective contribution of the variable providing career guidance to self- potential development was 64.7%, while the variance determination was 0.419 or 41.9%. The significance test of this study is 0.000 <0.05, so it is stated that Ho is rejected and Ha is accepted, meaning that the relationship between providing career guidance and developing the potential of students is very significant. While the data analysis for the linear regression line is Ŷ = 12. 349 + 1.052 X, meaning that if the provision of career guidance is enhanced, self-potential development will also increase. Keyword: career guidance, self potential development, students ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menjawab pertanyaan apakah ada hubungan antara pemberian bimbingan karier dengan pengembangan potensi diri peserta didik di SMA Cahaya Sakti. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan modifikasi model Likert yakni suatu skala yang digunakan untuk mengukur pemberian bimbingan karier tentang fenomena potensi diri. Sampel penelitian ini menggunakan random sampling. Hasil analisis regresi menunjukkan nilai sebesar 0.647, artinya hubungan antara pemberian bimbingan karier dengan pengembangan potensi diri peserta didik dikatakan kuat. Sumbangan efektif variabel pemberian bimbingan karier terhadap pengembangan potensi diri sebesar 64,7% sedangkan determinasi variannya sebesar 0.419 atau 41,9%. Adapun uji signifikansi penelitian ini sebesar 0.000<0.05 sehingga dinyatakan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima, artinya bahwa hubungan antara pemberian bimbingan karier dengan pengembangan potensi diri peserta didik bersifat sangat signifikan. Sedangkan data analisis untuk garis regresi linear yaitu Ŷ=12.349+1.052X, artinya apabila pemberian bimbingan karier ditingkatkan, maka pengembangan potensi diri juga akan meningkat. Kata Kunci: bimbingan karier, pengembangan potensi diri, peserta didik
HUBUNGAN ANTARA LAYANAN KONSELING INDIVIDU DENGAN TUGAS PERKEMBANGAN SOSIAL PESERTA DIDIK DI SMP NEGERI 49 JAKARTA TIMUR Utari Sabrina A. Hutagalung; Renatha Ernawati; Evi Deliviana
Jurnal Selaras : Kajian Bimbingan dan Konseling serta Psikologi Pendidikan Vol. 3 No. 1 (2020): Mei 2020
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/Jsvol2iss1pp1

Abstract

ABSTRACT This study aims to see the relationship between individual counseling services and the social development tasks of students in SMP Negeri 49 East Jakarta and to see the extent to which the guidance and counseling teachers function in helping students complete their developmental tasks in the adolescent phase. This type of research is quantitative. The data collection instrument was carried out by giving a questionnaire to all students in class VIII. In the individual counseling service variabel the reliability value is 0.913 and the development task variable is 0.941. The results showed a relationship between individual counseling services and students' social development tasks. However, the relationship between the two variables is very low. This can be seen from the correlation results of 0.076. There are several factors that can determine students' social development tasks, such as motivation from parents and family. Positive support provided by people around them is able to help students complete their development tasks properly. Students need balanced internal and external factors in order to complete their developmental tasks properly. Keyword:developmental assignments, individual counseling services, teenagers ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk melihat apakah ada hubungan antara layanan konseling individu dengan tugas perkembangan sosial peserta didik di SMP Negeri 49 Jakarta Timur dan melihat sejauh mana fungsi guru Bimbingan dan Konseling dalam membantu peserta didik menuntaskan tugas perkembangannya dalam fase remaja. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif. Instrumen pengumpulan data dilakukan melalui pemberian kuesioner kepada seluruh peserta didik kelas VIII. Pada variabel layanan konseling individu nilai realibilitas sebesar 0.913 dan variabel tugas perkembangan sebesar 0.941. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan antara layanan konseling individu dengan tugas perkembangan sosial peserta didik. Walaupun demikian hubungan antara kedua variabel tersebut sangat rendah. Hal tersebut dapat terlihat dari hasil korelasi sebesar 0.076. Ada beberapa faktor yang dapat menentukan tugas perkembangan sosial peserta didik, seperti motivasi dari orangtua dan keluarga. Dukungan positif yang diberikan oleh orang-orang sekitar mampu membantu peserta didik dalam menuntaskan tugas perkembangannya dengan baik. Peserta didik membutuhkan faktor dari luar dan dalam diri yang seimbang agar dapat menuntaskan tugas perkembangannya dengan baik. Kata Kunci: tugas perkembangan, layanan konseling individu, remaja
KECEMASAN MAHASISWA DI MASA PANDEMI COVID-19 Laurentius Purbo Christianto; Reneta Kristiani; David Nicholas Franztius; Sebastian Darren Santoso; Winsen; Aurelia Ardani
Jurnal Selaras : Kajian Bimbingan dan Konseling serta Psikologi Pendidikan Vol. 3 No. 1 (2020): Mei 2020
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/Jsvol2iss1pp1

Abstract

ABSTRACT There have been many changes after the Covid-19 pandemic hit Indonesia. Universities has also changed. Various changes create uncertainty. This uncertainty has an impact on student anxiety. Several previous studies have shown that anxiety is related to student academic achievement. When student academic achievement becomes one of the benchmarks for higher education success, student anxiety becomes a matter of concern. It is important to look at student anxiety during the Covid-19 pandemic. The purpose of this study was to see a picture of the student's anxiety level and identify the things that cause anxiety in students. The results showed that hypothetically 74.8% of students had low anxiety, 20.7% of students had moderate anxiety, and 4.5% of students had high anxiety. Empirically most of the research subjects had moderate anxiety; the percentage of students who have high anxiety is greater than those who have low anxiety. Other results show that online lectures and friendship are two things that cause the most anxiety. Keyword: anxiety, student, Covid-19 pandemic ABSTRAK Banyak terjadi perubahan setelah pandemi Covid-19 melanda Indonesia. Dunia pendidikan, khususnya perguruan tinggi juga mengalami perubahan. Pelbagai perubahan memunculkan ketidakpastian. Ketidakpastian ini akan berdampak pada kecemasan mahasiswa. Beberapa penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa kecemasan terkait dengan prestasi akademik mahasiswa. Saat prestasi akademik mahasiswa menjadi salah satu tolok ukur keberhasilan perguruan tinggi, kecemasan mahasiswa menjadi hal yang perlu diperhatikan. Penting untuk melihat kecemasan mahasiswa selama pandemi Covid-19. Tujuan penelitian ini adalah melihat gambaran tingkat kecemasan mahasiswa dan mengidentifikasi hal – hal yang menimbulkan kecemasan pada mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara hipotetik 74,8% mahasiswa mengalami kecemasan rendah, 20,7% mahasisa memiliki kecemasan sedang, dan 4,5% mahasiswa memiliki kecemasan yang tinggi. Secara empirik sebagian besar subjek penlitian memiliki kecemasan sedang; persentase mahasiswa yang memiliki kecemasan tinggi lebih besar daripada yang memiliki kecemasan rendah. Hasil lain menunjukkan kuliah daring (online) dan relasi pertemanan adalah dua hal yang paling sering ditulis mahasiswa menimbulkan kecemasan. Kata Kunci: kecemasan, mahasiswa, pandemi Covid-19

Page 1 of 1 | Total Record : 5