cover
Contact Name
Noh Ibrahim Boiliu
Contact Email
nohibrahim.boiliu@uki.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
regulafidei@uki.ac.id
Editorial Address
Program Studi Pendidikan Agama Kristen, FKIP, Universitas Kristen Indonesia., Indonesia
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Regula Fidei : Jurnal Pendidikan Agama Kristen
ISSN : 25028030     EISSN : 26209926     DOI : -
Core Subject : Religion, Education,
REGULA FIDEI: Jurnal Pendidikan Agama Kristen diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Agama Kristen, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Indonesia. Tujuan dari penerbitan jurnal ini adalah untuk memublikasikan hasil kajian ilmiah di bidang Pendidikan Agama Kristen dan yang terkait dengan studi keagamaan Kristen.
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 1: Maret 2021" : 7 Documents clear
Education Administration of Private School in Indonesia: Exploring Max Webber Thought on Bureaucracy Christar Arstilo Rumbay; Deitje Adolfien Katuuk; Jeffry Sony Junus Lengkong; Viktory Nicodemus Joufree Rotty
Regula Fidei: Jurnal Pendidikan Agama Kristen Vol 6, No 1: Maret 2021
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Kristen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46307/rfidei.v6i1.79

Abstract

The administration system in Indonesia, especially speaking in an education institution, is suffering from its bureaucracy. Several works have been placed and display the fluctuation of the tension. This essay attempts to grasp Max Weber's idea concerning bureaucracy that may offer an alternative contribution to its development. As a qualitative work, this article explores Weber's secondary sources and tries to reconstruct its core and bridge it to the local context. In conclusion, Weber's rationalism in bureaucracy discourse highlights the importance of individual skills and abilities. Weber's attention falls to the anthropological approach rather than its technical issue.
Analisis Dampak Pembelajaran e-Learning bagi Mahasiswa Institut Agama Kristen Negeri Kupang di Masa Pandemi Covid-2019 Maglon Ferdinand Banamtuan
Regula Fidei: Jurnal Pendidikan Agama Kristen Vol 6, No 1: Maret 2021
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Kristen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46307/rfidei.v6i1.74

Abstract

The purpose of this research is to analyze the impact of e-learning learning for students of the Kupang State Christian Institute during the Covid-19 spread. The method used is the descriptive method. Then the results obtained in this study are: First, low mastery of technology, most students do not master the applications used by lecturers in online learning; second, limited facilities and infrastructure, the readiness of facilities and infrastructure at the Kupang State Christian Institute campus are still lacking facilities for implementing online learning. In fact, many students do not have smartphones; third, limitations of the Internet network, students have difficulty adjusting to e-learning learning by using applications used by lecturers who care for courses; and, fourth, funding, students experience problems in financing because students who are majoring in Christian Religious Education come from poor families. Abstrak Tujuan yang akan dicapai pada penelitian ini adalah untuk menganalisis dampak pembelajaran e-learning bagi mahasiswa Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Kupang pada masa pandemi Covid-19. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif. Maka hasil yang dipe-roleh pada penelitian ini adalah: Pertama, penguasaan teknologi yang masih rendah, kebanyakan mahasiswa tidak menguasai aplikasi yang digunakan oleh dosen dalam pembe-lajaran daring; kedua, keterbatasan sarana dan prasarana, kesiapan sarana dan prasarana di kampus Institut Agama Kristen Negeri Kupang masih kurang fasilitas untuk melaksanakan pembelajaran daring, bahkan banyak mahasiswa yang tidak memiliki handphone yang mema-dai; ketiga, keterbatasan Jaringan Internet, mahasiswa mengalami kesulitan dalam menyesuai-kan diri dengan pembelajaran e-learning dengan menggunakan aplikasi-aplikasi yang digu-nakan oleh dosen pengasuh mata kuliah; dan, keempat, pembiayaan, mahasiswa mengalami kendala dalam pembiayaan karena mahasiswa yang berada di jurusan Pendidikan Agama Kris-ten berasal dari keluarga miskin.
Spiritualitas Pendidik Kristen dalam Pembentukan Karakter Peserta Didik Syalam Hendky Hasugian; Johanes Waldes Hasugian
Regula Fidei: Jurnal Pendidikan Agama Kristen Vol 6, No 1: Maret 2021
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Kristen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46307/rfidei.v6i1.70

Abstract

This study aims to identify and describe the relationship between the spirituality of Christian educators and the formation of students' character. By using the descriptive-qualitative method, namely by tracing the relevant literature, the researcher finds that the demands of the Christian educator profession are to show or actualize their spirituality in the life of their ministry. This is intended in relation to the formation of the character of the students he teaches. The spirituality of Christian educators who are role models can change the character of students. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan relasi spiritualitas pendidik Kristen dengan pembentukan karakter peserta didik. Dengan menggunakan metode deskriptif-kualitatif, yaitu dengan menelusuri literatur-literatur yang relevan, ditemukan bahwa tuntutan dalam profesi pendidik Kristen adalah menunjukkan atau mengaktualisasikan spriritualitasnya dalam kehidupan pekerjaan pelayanannya. Hal itu dimaksudkan dalam kaitannya dengan pembentukan karakter peserta didik yang diajarnya. Spiritualitas pendidik Kristen yang menjadi teladan dapat mengubah karakter peserta didik.
Kajian Pedagogis Guru Pendidikan Agama Kristen terhadap Motivasi Belajar Siswa di Era Pandemi Covid 19: Studi Kasus Siswa SMK Harapan Bagi Bangsa, Jakarta Utara Pratiwi Eunike; Bobby Kurnia Putrawan
Regula Fidei: Jurnal Pendidikan Agama Kristen Vol 6, No 1: Maret 2021
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Kristen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46307/rfidei.v6i1.83

Abstract

In the era of the Covid-19 pandemic, distance or online learning is not an alternative, but the only option that must be done to prevent the increasing outbreak of Covid-19 through students and teachers. In conditions like this, there are many obstacles that must be faced both from the teacher as educators and students. From the teacher's side, pedagogical professionalism is demanded in carrying out their duties and responsibilities. From the aspect of students with reduced direct supervision from the teacher, causing low learning motivation. Teachers as education executors, specifically Religious Education teachers are required to be able to develop their pedagogical abilities to be able to overcome obstacles in online learning. The purpose of this study was to describe the pedagogical qualifications of Christian religious education teachers on student learning motivation in the Covid-19 pandemic era. The method used in this research is descriptive qualitative with data collection carried out by interviews and documentation as well as references to books related to research. The results of research on some outstanding students can increase learning motivation when Christian Religious Education teachers carry out their duties and responsibilities professionally by developing learning strategies and methods to increase student learning motivation in the Covid-19 pandemic era. Abstrak Di era pandemic Covid-19 pembelajaran jarak jauh atau daring bukan merupakan alternatif, melainkan satu-satunya pilihan yang harus dilakukan untuk men-cegah semakin meningkatnya wabah Covid-19 melalui siswa maupun guru. Dalam kondisi seperti ini banyak kendala yang harus dihadapi baik dari pihak guru sebagai pendidik maupun siswa. Dari pihak guru dituntut profesioanalitas pedagogis dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya. Dari aspek siswa dengan berkurangnya pengawasan langsung dari guru sehingga menyebabkan moti-vasi belajar yang rendah. Guru sebagai eksekutor pendidikan, secara khusus guru Pendidikan Agama dituntut mampu mengembangkan kemampuan pedagogisnya untuk dapat mengatasi hambatan dalam pembelajaran online. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan kualifikasi pedagogis guru pendidikan agama Kristen terhadap motivasi belajar siswa di era pandemi Covid-19. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah kualitatif des-kriptif dengan pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan dokumentasi serta referensi buku-buku yang berkaitan dengan penelitian. Hasil penelitian pada beberapa siswa berprestasi dapat meningkat motivasi belajar ketika guru Pendidikan Agama Kristen menjalankan tugas dan tanggung jawab secara profesional dengan mengem-bangkan strategi dan metode pembelajaran untuk meningkatkan motivasi belajar siswa di era pandemi Covid-19.
Peran Guru Pendidikan Agama Kristen dalam Pendidikan Etis-Teologis Mengatasi Dekadensi Moral di Tengah Era Disrupsi Yonatan Alex Arifianto
Regula Fidei: Jurnal Pendidikan Agama Kristen Vol 6, No 1: Maret 2021
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Kristen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46307/rfidei.v6i1.84

Abstract

The problem of students in dealing with moral decadence in socializing in the technological era is very risky and can clash spiritually. This problem will be a threat if the role of Christian religious education teachers does not maximize in seeking Biblical learning. Through descriptive qualitative methods, it can be concluded that teachers as educators in Ethical-Theological to overcome moral decadence in this period of disruption must be a priority for teachers and parents to work together in suppressing moral decadence. So what the teacher does is the first to know the nature of moral decadence and challenges in the era of disruption. So that it can provide solutions for students. Both teachers taught Christian ethical values from a biblical perspective as the basis for norms of life that are taught and applied in everyday life. And thirdly, Christian religious education teachers as role models in life wherever they are, especially in the virtual or digital world, this will have an impact on changes in students who see and imitate the teacher's attitude in the real and digital world community. Abstrak Persoalan peserta didik dalam menghadapi dekadensi moral dalam pergaulan di era teknologi sangat riskan dapat membenturkan kerohanian. Persoalan tersebut akan menjadi ancaman bila peran guru pendidikan agama Kristen tidak memaksimalkan dalam mengupayakan pembelajaran sesuai Alkitabiah. Melalui metode kualitatif deskritif dapat disimpulkan bahwa guru sebagai pendidik dalam Etis-Teologis untuk mengatasi dekadensi moral pada masa disrupsi ini harus menjadi prioritas guru dan orang tua untuk bekerja sama dalam menekan dekadensi moral. Maka yang dilakukan guru adalah yang pertama mengetahui hakikat dekadensi moral dan tantangan di era disrupsi. Sehingga dapat memberi solusi bagi peserta didik. Kedua guru mengajarkan nilai etika Kristen dalam persepektif Alkitab sebagai landasan norma kehidupan yang diajarkan dan diterapkan dalam kehidupan sehari hari. Dan yang ketiga Guru pendidikan Agama Kristen sebagai teladan dalam kehidupan dimanapun berada terlebih di dunia maya atau digital maka hal ini akan berdampak bagi perubahan peserta didik yang melihat dan meneladani sikap guru dalam berkomunitas didunia nyata maupun digital.
Penggunaan Platform Digital Pada Pembelajaran Pendidikan Agama Kristen di Era Disrupsi Priskila Issak Benyamin; Ucok P. Sinaga; Febie Yolla Gracia
Regula Fidei: Jurnal Pendidikan Agama Kristen Vol 6, No 1: Maret 2021
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Kristen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46307/rfidei.v6i1.85

Abstract

The era of disruption has had a major impact and influence on the entire learning system of Christian Religious Education (PAK), so that schools and teachers are required to follow this change in the learning system. Even learning in schools is no longer carried out directly but virtual (online) to the influence caused by the era of disruption through platforms that support the learning process. Therefore, in this study, the researcher aims to describe the use of digital platforms in PAK learning in the ERA of disruption. By using a qualitative approach, literature review and literature study by analyzing, then suggesting a PAK learning in the era of disruption. The sources that are prioritized are analyzing including the results of research contained in literature study journals and observing those in accordance with the title of writing. The results of the study of the era of disruption and the use of digital platforms for learning will have an impact on PAK learning, so the author will adjust this phenomenon to what should be done by teachers or education that follows the times in the era of disruption. Abstrak Era disrupsi memberikan dampak dan pengaruh besar kepada seluruh sistem pembelajaran Pendidikan Agama Kristen (PAK), sehingga sekolah maupun guru dituntut untuk mengikuti perubahan sistem pembelajaran ini. Pembelajaran di sekolah tidak lagi dilakukan secara langsung melainkan secara maya (online). Hal ini menuntut untuk penggunaan platform-platform digital yang dapat mendukung proses pembelajaran berjalan dengan baik. Oleh sebab itu, penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penggunaan platform digital pada pembelajaran PAK di ERA disrupsi. Untuk mengungkapkan tujuan ini, maka peneliti menggunakan pendekatan kualitatif, dan studi pustaka dengan menganalisis, kemudian mengemukakan sebuah pembelajaran PAK di era disrupsi. Hasil kajian didapati bahwa penggunaan platform digital yang tepat untuk pembelajaran akan berdampak kepada efektivitas dan berjalan lancarnya proses belajar mengajar PAK
Membangun Critical Thinking Anak Didik dalam Pendidikan Kristen Abad 21 Melalui Research Based Learning Matius I. Totok Dwikoryanto; Carolina Etnasari Anjaya; Reni Trifosa
Regula Fidei: Jurnal Pendidikan Agama Kristen Vol 6, No 1: Maret 2021
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Kristen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46307/rfidei.v6i1.105

Abstract

Abad 21 membutuhkan generasi yang berpikir kritis agar mampu mengelola kehidupan dan dapat berdaya saing global. Indonesia juga mencanangkan kritis berpikir menjadi salah satu kualitas sumber daya manusia yang hendak dibangun untuk persiapkan visi Indonesia emas 2045. Berpikir kritis merupakan perintah Tuhan yang terdapat dalam Alkitab dan juga sekaligus kemampuan yang Tuhan Yesus kehendaki bagi setiap umat percaya. Tuhan Yesus membentuk pola pembelajaran yang menstimulus para muridNya untuk kritis berpikir. Artikel ini disusun sebagai penelitian kualitatif, dengan teknik studi pustaka. Tujuan penelitian ini hendak memberikan pemahaman mengenai berpikir kritis sesuai perspektif pendidikan Kristen dan memberikan pemahaman sisi praksis bagaimana berpikir kritis dapat dibangun dan dikembangkan dalam pendidikan Kristen. Hasil riset menemukan bahwa berpikir kritis tidak dapat muncul dengan sendirinya namun membutuhkan pengajaran dan pelatihan, untuk itulah pendidikan Kristen berperan penting dalam menumbuhkan kemampuan ini. Pendidikan Kristen membentuk pemikir kritis yang fokus kepada Tuhan dan membangun refleksi-refleksi positif terkait keberadaan Tuhan. Melalui hal itu pemikir kritis yang beriman akan dapat mengalami dan menjumpai Tuhan dalam setiap peristiwa kehidupan. Metode pembelajaran di sekolah yang dapat diterapkan untuk mengembangkan kritis berpikir adalah melalui pembelajaran berbasis penelitian dengan pemanfaatan teknologi. Secara ringkas metode pembelajaran berbasis penelitian dapat dilakukan langkah: Satu, dorong anak untuk peka terhadap kondisi sekitar untuk menemukan masalah. Dua, berikan rangsangan untuk mengamati kondisi tersebut dan melakukan analisa sederhana melalui pertanyaan dan diskusi. Tiga, ajarkan anak membangun hipotesis sederhana. Empat, dorong anak mencari alternatif solusi dan refleksi. Lima, ajarkan proses evaluasi. Sedangkan langkah paling sederhana dalam penerapannya adalah tahap pengamatan, refleksi dan evaluasi dan dapat dikembangkan sesuai jenjang pendidikan. Pendidikan Kristen membangun  jiwa penelitian yang berlandaskan iman Kristen sehingga kehidupan anak didik akan terus fokus kepada Tuhan,  mampu memiliki refleksi positif dalam setiap peristiwa hidup dan menemukan Tuhan dalamnya.

Page 1 of 1 | Total Record : 7